Bahasa Melayu Manado Bahasa Indonesia
A
abis habis, rampung, selesai, sesudah
abu debu
abu-abu kelabu
abu dodika abu kayu bakar, abu gosok
acuadange pujian kepada lawan bicara
ada, da sedang, lagi, ada
ade, adek adik
ade kaka kakak beradik
ado aduh, duh
aer air
aer kabur air keruh
aer nae, air punung air pasang
aer turung air surut
afker tidak memenuhi syarat (Bld. afgekeurd)
aflos giliran tugas (shift) (Bld. aflossen)
afsprak janjian, membuat janji (Bld. afspraak, afspreken)
ajus ibu, bunda, orang tua perempuan
akang -kan (akhiran)
akar kuning wortel
akor cocok, setuju, akur (Bld. accoord)
alangan halangan
Alo' nama panggilan kesayangan anak laki2
alpa absen, tidak hadir
alus halus, kecil, receh (uang)
aman bebas dari bahaya, bencana, gangguan, dsb.
ambe ambil
Ambong Ambon
ambor hambur
amis basi (nasi), (bukan untuk ikan)
ampa empat
ampa lem kembali mencapai titik awal
amper dekat, hampir
amper malam malam nanti, nanti malam
amper siang pagi, menjelang siang
ampung ampun
amu sukun
anak basudara saudara sepupu, nak sanak
anak kolong anak anggota tentara
anak mantu menantu
anak sarani anak angkat baptis
anak skola siswa, murid sekolah
anam enam
anang kamu, engkau (ngana dibalik)
ancor hancur, rusak sama sekali
anggor anggur
angka angkat, angka
angko angkut, kamu
angus hangus, menjadi hitam
ansteker korek api berbatu api (Bld. aansteker)
antar menemani, mengantar
anval serangan, kambuh, kumat (Bld. aanval)
anyer anyir (ikan)
anyor hanyut, terbawa arus sungai
apang apem (kue)
arerut kanji
arkus janur
asal asalkan
asal-asal sembarang, seenaknya
asang asam, kecut
asih biarpun begitu, meskipun demikian
asu anjing
atik saya, aku (kita dibalik)
ato, atou atau
ator atur
aus haus
ator jo laksanakan, silakan jadikan
awang awan, mega
aya-aya pengayak, ayakan
ayang ayam
ayang pranggang ayam muda
ayang rica-rica masakan ayam pedas khas Manado
atang tuturuga masakan kari ayam khas Manado
ayang utang ayam hutan, ayam bekisar
B
ba- ber- (awalan)
baanyor menghanyutkan diri
baba- ber- (awalan) terus, lagi
babaca membaca
babacirita sibuk berceritera
babacuci sibuk mencuci
babadiang berdiam diri saja
babagitu begitu-begitu, sedemikian saja
babahoba sibuk mengintip
babakusedu sibuk bercanda, sibuk berkelakar
babasar besar-besar, gede-gede
babatrosol senang mengganggu
babi hongkong undur-undur
babi mai babi betina, babi yang punya anak
babi putar babi guling
babilang pamit
babini beristri
babintul berbintil, menonjol
babisa berbisa
babise membisik, berbisik
babolengkar mengobrak-abrik, mencari-cari sambil membongkar
babumba' berombak
babongko membungkuk, bungkuk, merunduk
babue bermain ayunan, diayun-ayun dalam buaian (bayi)
babuku berbuku
babunyi berbunyi
bacao' membolos (sekolah), absen dari pelajaran
bacere bercerai (suami-istri),
bacigi lari cepat, kabur, cabut
bacirita berceritera, menceriterakan
bacoho mencuci rambut dengan santan/ampas kelapa
bacopa menyentuh, memegang
bacuci mencuci (pakaian)
bacukur mengkukur kelapa, memarut kelapa, memotong rambut
bacubi main mata, mengedipkan mata
badaki berdaki, tertutup daki
badame berdamai
badangsa berdansa, menari Barat
badendang bernyanyi tanpa syair
badepa melangkah, melangkahkan kaki
badiang berdiam diri, berhenti menangis
badiri berdiri, ereksi (penis)
badonci bernyanyi, cengeng, rewel
badot badut
badusta berbohong
bae baik
bae-bae sehat-sehat
baekor ikut serta, mengekor, ngintil
bafikir berpikir
bafloit bersiul
baforo mengeram (ayam), berkurung diri
bafoto membuat foto, dipotret
bagabu berbusa, berbuih
bagai ada ulatnya, ada belatungnya
bagantong bergantungan, tergantung
bagara mengolok-olok, ngeledek
bagarang asin
bagaro menggaruk sendiri
bage pukul, hantam, hajar
bagea kue kering khas Manado (juga Ambon dan Ternate)
bagean, bageang bagian, giliran
bagemana, bagimana bagaimana
bagepe menempelkan diri
bagigi menggigit, keluar giginya
bagini begini, seperti ini
bagitu begitu, seperti itu
bagrap melucu, bercanda, berkelakar
baguling berbaring, rebahan, tiduran
bagunting memangkas rambut, memotong pakaian/bahan
bahaga menatap, memperhatikan
bahoba mengintip, menjenguk
bahoding, bamodo, bastand bergaya, berperilaku, bersikap (Bld. houding)
baholo turun berok, pembesaran testis
bahongi berisik, membuat gaduh
bahugel berselingkuh, berhubungan gelap
bajalang berjalan, melangkah
baju kaus singlet
bajubi memanah ikan
bajumur berjemur, menjemur
baka-baka sambunyi main petak umpet
bakaca bercermin, introspeksi
bakado' berpenyakit kulit, korengan
bakalae berkelahi
bakao menggonggong (anjing)
bakasang jeroan ikan yang difermentasi
bakasta berjantan, koitus (hewan)
bakeka paha tersembul/terbuka/terlihat
bakese menggosipkan orang lain
bakilat mengkilap, berkilauan
bakimu basi, jamuran
bakira naksir, berancang-ancang pulang
baklak mengadu, menyampaikan keluhan
bakobong bertani, berkebun, berladang
bakoko' berkokok
bakras bersikap teguh, bertekad, nekad
bakremos lusuh, belepotan (muka)
bakroncong bermain keroncong, sudah lapar
baku saling
baku ambe bertengkar, berdebat, bersaing
baku ator berunding, merundingkan, berkompromi
baku balas melakukan pembalasan
baku banting saling menjatuhkan
baku bawa pergi/jalan bersama-sama, berbarengan
baku biar berpisah, putus hubungan (suami-istri)
baku bilang membuat janji, janjian, saling memberitahu
baku bise berbisikan
baku blah berbagi dua, menerima separuhnya
baku blante berdagang dengan bertukaran barang
baku boks bertinju
baku cako berselisih jalan
baku ciong berciuman
baku cucu tusuk-tusukan
baku cuki bersetubuh, bersenggama
baku dapa bertemu, berjumpa
baku dola saling menghadang, mencegat, menyergap
baku dusu kejar-kejaran, saling menyusul
baku feyen bersikap bermusuhan (Bld. vijand)
baku forstel berkenalan (Bld. voorstellen)
baku gandeng bergandengan (tangan)
baku ganti bergantian, bergiliran
baku gara saling mengejek, saling menyindir
baku gate saling mengait, kecantol satu sama lain, adu layangan
baku gepe saling menempel, bergandengan/berpelukan erat
baku geser menggeser untuk menyisihkan tempat duduk untuk orang lain
baku gila bermain serong, berselingkuh, berhubungan gelap
baku gonceng berboncengan (sepeda, motor)
baku gulung bergulat, berguling
baku haga berpandang-pandangan, saling menatap, terpesona
baku hantam berkelahi, berpukul-pukulan
baku hela bertarik-tarikan, saling tarik
baku isi berhubungan intim
baku janji janjian, membuat komitmen
baku jantan berjantan (hewan)
baku jaoh berjauhan, renggang hubungannya
baku kele bergandengan tangan
baku kile' saling menggelitik, kitik-kitikan
baku kio' berhubungan intim (istilah orang pedalaman)
baku kore colek-colekan, senggol-senggolan
baku kue' berhubungan intim
baku langgar berpapasan, saling melewati
baku lawang dibandingkan dengan, terbandingkan
baku lia berpandangan mata, ketemu, berjumpa
baku marah bermusuhan, saling diam
baku maso berhubungan intim
baku musu bermusuhan, bersaing
baku nae berhubungan intim
baku pacal berdesak-desakan
baku pangko berpangkuan
baku pasang saling tembak, tembak-menembak
baku pela berbagi dua atau lebih
baku piara hidup bersama tanpa ikatan nikah, kumpul kebo
baku pinjang pinjam-meminjam
baku plo berpelukan, berdekapan, saling memeluk
baku raba saling meraba, bermesraan
baku rado tarik-menarik secara paksa untuk menguasai sesuatu
baku rampas berebutan, rebutan
baku rebe berlomba, berpacu, saling mendahului
baku rapat berdekatan, intim
baku riki sempat, tercapai, mencapai tujuan
baku salah salah pengertian, tidak akur satu sama lain
baku sayang saling menyayangi, saling mencintai
baku sedu bercanda, berkelakar, bersenda gurau
baku sei berdampingan, bersebelahan
baku singgah bergiliran mampir mengantar/menjemput
baku skop tendang-tendangan, sepak-menyepak (Bld. schoppen)
baku slep berselisih jalan (Bld. slijpen)
baku sontong bersentuhan, bersenggolan
baku sorong menyisihkan tempat duduk untuk orang lain
baku sosuru berdesak-desakan (dalam kendaraan, di kamar)
baku sun berciuman (pipi)
baku susung tumpang tindih
baku tau saling mengenal, saling mengerti
baku tempel sudah intim
baku tikang berhubungan intim, tusuk-tusukan
baku toki jitak-jitakan (kepala)
baku tola saling mendorong, lepas tangan
baku tukar tukaran, saling menukar
baku tunjung tuding-menuding, saling menuduh
bakuku yel kemenangan, yel pemberi semangat
bakurung mendekam dalam kamar, bersembunyi
bakutu banyak kutunya (rambut kepala)
bal bola, buah pelir
balacai daun jarak (biasanya untuk kompres)
balagu berpura-pura, jual mahal
balak balok kayu
balanga, balangang penggorengan
balakama kemangi
bale balik, kembali, pulang
baleko jenis penganan khas Manado
balimbing buah belimbing
balimbing botol blimbing wuluh, blimbing sayur
baloco merancap, onani
balu duda, ditinggal mati istri
balubang bolong, berlubang
balucur meluncur, melorot
balumpa melompat, meloncat, terjun
bamabo mabuk-mabukan
ban sabuk ikat pinggang, ban mobil
banafas bernapas, menghirup udara
bandera bendera
bangka bengkak
bangka yaki penyakit gondok
bangke bangkai, mayat
banjer banjir
bangong bangun
baober berselingkuh
baoca' berbohong, berdusta, omong kosong
baojo duduk-duduk di lantai, lesehan
bapacol mencangkul, memacul
bapanas berjemur, berpanas-panasan
bapasang menembak
bapatong diam, tidak bergerak
bapece becek, berlumpur
bapele menghalangi, berlindung, melindungi diri
bapesi memancing, mengail
baplaka bertiarap, tengkurap
baplesir bersenang-senang, rekreasi
baplo memeluk, mendekap
bapontar pesiar, berkeliling (tanpa tujuan), ngeluyur, kluyuran, ngelayap
baposo berpantang (makan), berdiet
baprang berperang, bertempur
baprong menghias, memasang hiasan
bapuru buncit, perut gendut
baputar berbalik arah
baracung beracun
baramas memeras santan (kelapa)
barambu berbulu, berambut
barapat mendekat, berkumpul lebih dekat
barbir tukang cukur, tukang pangkas rambut
barekeng menghitung, berhitung, memperhitungkan
barewok brewok, berjenggot tebal
baribut berisik, membuat gaduh
barika menelentang, berbaring telentang
baringus pilek, flu
baroko merokok, mengisap rokok
barol berperan, memegang peranan
baron berkeliling, berputar lebih jauh
barongka membongkar, membuat berantakan
baroroh berpacaran
baroto menjadi kasar, tidak mulus
baru lalu, lantas; barusan, belum begitu lama
baruci bermain curang, melanggar ketentuan
barumpu telah ditumbuhi rerumputan
bas tukang kayu/batu/dll
basaleng bersalin, berganti pakaian
basar besar, gede
basei menepi, minggir (Bld. opzij)
basenga mengangkang
basengkang mengangkang
basepi menepi, minggir, beri jalan
basiksa menyiksa diri
baskap menyerut (Bld. schapen)
baskeit mempedulikan, peduli, mau tahu
baskop menyerok, menendang (Bld. schoppen)
basmenk, basmenken memakai gincu/lipstick (Bld. sminken)
basombar berteduh, berlindung di bawah pohon/atap/dll.
basombayang berdoa, memanjatkan doa, berlutut
basombong menyombongkan diri, membanggakan diri secara angkuh
basore bersin
basosapu menyapu (lantai, pekarangan)
basosere mengejek, menghina, merendahkan
basosuru berhimpitan/berdesak-desakan, menyelipkan diri
baspik menyontek (Bld. spieken)
baspok ada hantunya, ada penunggunya (Bld. spook)
bastel, basteil bergaya (Bld. stijl)
bastem menyamakan nada (Bld. stemmen)
bastir menyetir, mengemudikan (Bld. sturen)
bastom membunyikan peluit (kapal) (Bld. stomen)
bastori berbuat keributan
bastot tancap (Bld. stoten), berangkat segera
bastrika menyeterika (Bld. strijken)
basuar berkeringat, keringatan
batada menghentak-hentakkan kaki karena tidak terima
batalanjang bertelanjang, bugil
batapis menampi (beras)
bataria berteriak
bataruh bertaruh, taruhan
batata ubi jalar
batera hinggap, menclok
baterei baterai
baterek mengolok-olok, ngeledek
batifar menyadap air nira (saguer) dengan pembuluh bambu
batikang menukik (pesawat)
batiki berjinjit, menjangkau
batingkah bersikap/bergaya berlebihan
batobo berenang
batogor menyapa, menegur
batolor bertelur
batona' berpacaran
batono merendam diri
batoreba membentak-bentak
batoto' menetek, menyusui
batre meluruskan badan, berbaring, bersantai
batrosol mengganggu, merusuhi
batu tela batu bata
batumpeng terjun ke air dari menara/jembatan
batunjung menampakkan diri, nongol
batustus mengerak, berkerak (nasi)
batutu memakai selimut
bauni menonton, menyaksikan
bauru mengurut, memijat, pijatan
baveto marah-marah, ngoceh
bebe bebek, itik
begal nakal
beking buat, bikin
beking ancor meremukkan, melumatkan
beking angus membiarkan hangus/gosong
beking bingo membingungkan, berbuat tanpa tujuan
beking bodok menipu, mencari untung
beking dame mendamaikan, mencari kompromi
beking dinging mendinginkan, membiarkan dingin. meredakan ketegangan
beking grap melucu, berkelakar, bercanda, bersenda gurau
beking grel membuat dongkol/kesal/marah, menyebalkan
beking ilang membiarkan hilang, melenyapkan (noda, dsb)
beking mabo memabukkan
beking malo membuat malu, memalukan
beking panas memanaskan, menghangatkan
beking pica membiarkan pecah, membiarkan jatuh
beking pusing merepotkan, memusingkan
beking rata menghabiskan, meratakan, tidak menyisakan lagi
beking ribut membuat keributan/kegaduhan
beking rubuh menumbangkan, mendorong sampai roboh
beking sanang menghibur, merayu, membujuk
beking soe membawa sial, mengakibatkan sial
beking tako menakut-nakuti, mengancam, membuat jadi takut
beking tinggi menaikkan, meninggikan
beking tre meluruskan, membetulkan yang bengkok
beking trosol mengganggu ketenangan, membuat sibuk
belo' picak (mata)
bembeng jinjing, gantung
benang raja pelangi, bianglala
benaut penat, gerah, sumpek, kepanasan
bendar bandar, kota pelabuhan
bendi delman, dokar, cikar (beroda dua)
benen ban dalam (Bld. binnen band); berada, kaya
benga-benga belakang rahang
bengkawang biawak
bengko bengkok, melengkung
bere-bere beri-beri
berko lampu sepeda
bermaeng bermain
besae jelek, buruk
beskap jas panjang
beslak sita (Bld. beslag)
besloit surat keputusan (Bld. besluit)
besuk berkunjung, menengok pasien (Bld. bezoek)
bete talas (ubi)
bia kerang
biang dukun bayi, dukun beranak
biapong bakpao
bifi semut
bili beli
bilolo bintilan
bimoli monyong, singkatan dari bibir monyong lima senti
bingkarong tokek
bingo bingung
bingong bingung
bini istri
binyolos kue sejenis onde-onde dari ubi kayu
biongo bodoh, goblok, bego
birman tetangga (Bld. buurman))
bise bisik
bitis betis
blah belah, membelah
blajar belajar
blakang punggung
blangang belanga, periuk
blangang goreng wajan
blangket selimut
blangko formulir
blante tukar-menukar barang dalam berdagang
blas belas, lecet
blayar berlayar, menyeberang lautan
blek kaleng
bli beli
blok kerek (timba)
blung belum
blus pasangan bagian atas baju perempuan
bobara jenis ikan laut
bobaso mencuci pakaian
bobengka jenis kue khas Manado
bobento penyakit kulit frambusia
bobira jerawat, kukul
bobitang tempat barang bawaan
boboca gurita
bobot tikus
bobou bau, berbau
bodok bodoh
bogo-bogo bego
bois saluran air (Bld. buis)
bok tikungan (Bld. boog)
bokek babi, tidak punya duit
bokor tempat air
boks tinju
bola roda
bola oto roda/ban mobil
bola roda roda gerobak
bolotu pelit
bolsak kasur (Bld. bultzak)
bombaleng melempar jauh beruntun
bombay orang India
bongko bungkuk
boto-boto belalang
bota botak
bramakusu serei, sereh
branak melahirkan
brandwer pemadam kebakaran (Bld. brandweer)
bras beras
bras milu beras jangung
bras pulo beras pulut, beras ketan
bredegom pengantin/mempelai pria (Bld. bruidegom)
brenebon kacang merah (Bld. bruineboon)
brenti berhenti
broid pengantin/mempelai perempuan (Bld. bruid)
brot roti (Bld. brood)
brudel jenis roti
buah yaki jambu monyet, jambu mede
budo' albino, bule
bue-bue ayunan, buaian
bufet lemari
buju bujuk
buk buku, kitab (Bld. boek)
bukang bukan
buku-buku lutut, dengkul
bulang bulan
bulang basar bulan purnama
bulang makarao gerhana bulan
bulang tua hari-hari menjelang akhir bulan
bulu bambu
bulu nyawa bulu roma
bulu tui' jenis bambu kecil
bumbung muncung
bundur sikat
bungang bunga, kembang
bunung bunuh, mematikan (lampu)
burako babi hutan tua (bertaring)
burung oit (manguni) burung hantu
busu busuk
busu-busu jelek-jelek, biarpun begini
but-but kuatir, takut
buta-buta asal-asalan
butul betul
buyun-buyun lebah kuning
buyung pembuluh bambu tempat air
C
cabalo bodoh
cabiu' congek, telinga bernanah
cabo pelacur
cabu cabut
caca cecak
caca bingkarong tokek
cakalang ikan tongkol
cakalele tarian perang, menari-nari (untuk menantang)
cakodidi bertingkah macam-macam, tidak bisa diam
cakar ayang jelek (tulisan)
cako silang, anyam, kepang (rambut)
calana celana
calana tua sudah kuno, jadul
cambok cambuk
cangiu' congek, telinga bernanah
cap tikus minuman keras khas Minahasa, sopi
caparuni kotor, brengsek, jorok, amburadul
capat cepat
capatu sepatu
capatu kets sepatu karet untuk olahraga
capeo topi (Per. chapeaux)
carlota ngerumpi, gossip antara sesama wanita (telenovela)
cawiu' congek, telinga bernanah
cebe, sebe ayah, bapak
cece buyut
ceke makan; cekik
ceret cerek
ces tos tangan
cet cat, semir
cia' makan
cicak cecak
cigi menarik dengan hentakan
cigi rambu menjambak (rambut)
cigulu, cigulu-cigulu tebakan, teka-teki
ciguri mengesom, menjahit dengan tangan
cikar sarat muatan (truk, bis)
cilaka celaka
cina loleng cina totok
cingkeh cengkeh
ciong cium
ciraro membersihkan dengan tangan, memetik (buah)
ciri jatuh
cirita ceritera
co coba
cole kutang, beha
colo celup
copa sentuh, pegang
cot bukit
cucu tusuk, coblos
cude cuwilan dari bongkolnya (jagung), butir jagung
cuka minya sialan, ungkapan kekesalan
cuki ayang sialan, ungkapan kekesalan
cuki mai makian kasar
cukurungan makian yang diplesetkan, sialan
cumbeksen cuma beking (bikin) senang
cumigi lari, pergi
cumu sebut, singgung
cungkel cungkil, dongkel
cupes orang yang suka mabuk
D
dabu-dabu sambal tomat
dafo tadah, menadah, tangkap, menangkap (dengan tangan)
damang demam, meriang
dame damai
dana jinak
dang kalau begitu, kesimpulannya
daong daun
dapa ter- (awalan), dapat di-, bisa di-
dapa binci menyebalkan, membuat benci
dapa dusu terkejar
dapa hongi kena marah, dimarahi, kena damprat
dapa inga teringat, terkenang
dapa lia terlihat
dapa marah terkena marah, dimarahi
dapa loku tertangkap, terpegang
dapa riki kepergok, tertangkap basah
dapa rasa seolah-olah, seakan-akan
dapa tako menakutkan
dapa tangka tertangkap
dapa tau ketahuan
dapa tidor bisa tidur
dapi-dapi nyiru, alat penampi beras
daseng gubuk tempat istirahat tanpa dinding
de' panggilan untuk adik
dego-dego rak bambu untuk cuci piring atau berjualan
deng dengan
deng badan hamil, mengandung
depe dia punya, miliknya
dibo-dibo galah
difan, divan dipan, tempat tidur kayu (Bld. divan)
diki-diki tongkat
dimpokan mimpi dengan berjalan selagi tidur, lindur
do' lah
dodeso jerat, perangkap (babi, tikus, dsb)
dodika tungku untuk memasak di dapur
dodo' kok, lah
dodoku jembatan
dodomi ari-ari
dodorobe mainan tembak-tembakan dengan bambu diletupkan
dodu cegukan (karena kurang minum)
dodutu alu
dofoma bekal makanan
doi uang
doi alus uang receh, uang kecil
dokoke sakit pada pangkal paha dalam, kelir
dola menghadang, mencegat, menyergap, menghalang-halangi
dolo-dolo kentungan, kentongan
dolong dalam
dombarang dia
donci lagu
dondohang tangkai pancing/kail
dong mereka
do'on sebenarnya, sebetulnya
dorang mereka
dubo-dubo galah
dudu duduk
duriang durian, duren
dus jadi, makanya (Bld. dus)
dusu kejar. memburu
E eis, es es, salju (Bld. ijs)
eis kacang minuman es kacang merah khas Manado
embang terbang, putus
emplats dari pada, sebagai gantinya (Bld. in plaats van)
encik ibu guru
enter pun, lagi pula, lagian
enteru seluruhnya, seutuhnya, sekaligus dalam jumlah besar
erwe masakan daging anjing, rintek wu'uk (RW)
esa satu
eso besok, esok
eso lusa besok lusa
este lagi, sedangkan
esteker pertama-tama sekali, paling duluan (Bld. eerste keer)
ewe ludah
F falinggir layang-layang, layangan
falo menciduk (air, minyak, dsb.)
falo-falo gayung, ciduk
fals sumbang (Bld. vals)
fam nama keluarga, marga
famili sanak saudara (Bld. familie)
fara tahi lalat, andeng-andeng
farduli peduli
farek peduli
farek akang tidak peduli (Bld. verrek)
faro serak, parau
faroro keriput, keriputan (kulit)
fasung cantik, indah, rupawan (Bld. fatsoenlijk)
festa pesta (Bld. feest)
fits, fit sepeda (Bld. fiets)
flao pingsan (Bld. flauw)
floit peluit, suling (Bld. fluit)
flungku tinju
foki-foki terong
fol penuh (Bld. vol)
for buat, untuk
fores beranda
foro eram
forok garpu (Bld. vork)
forsa kuat, kekar (badan lelaki)(Bld. vors)
foti menghabiskan sama sekali sisa makanan
foya lama, mengulur waktu
frak ongkos, tarip (Bld. vracht)
frei gratis, prei, libur (Bld. vrij)
fruk kepagian, terlalu awal (Bld. vroeg)
fufu dipanggang (biasanya di asap), diasapi
fui-fui sihir
fulungku tinju
furu liar, tidak jinak (hewan)
G
gabet genit, centil
gaga bagus, indah, menarik
gagawang grogi, bingung, ragu-ragu
gai ulat, belatung, cacing; anak
gai gatal pecicilan
galafea ikan roa, sagala
gale gali
ganemo melinjo (daun)
gangsa angsa
gantong gantung
ganu' kesal, sebal, marah
gara mengejek, menggoda, ngeledek
garang garam
gardus kardus
gargantang kerongkongan, tenggorokan
gargantang tubir tukang makan, rakus
garida suka melecehkan wanita
garo garuk
garo-garo jenis masakan Manado
gaston bohong
gata-gata penjepit (alat dapur)
gate kait, cantol
gepe jepit, menjepit
gidi-gidi air liur
gigi menggigit
gigi rope gigi ompong
gigi tungka' gigi gingsul (bersusun)
glap gelap
glas gelas
gobang mata uang logam 2,5 sen
gode gemuk, gendut
gofela nyamuk
gogohia panu
gohu asinan pepaya khas Manado
gojepa rakit
goling-goling undur-undur
golojo rakus, lahap
golpi celana pendek (dari kain terigu)
gomala mata pancing/kail
gomutu ijuk (tali)
gonceng bonceng
gonofu sabut kelapa
gonone kutu ayam, gurem
gora jambu air
goraka jahe
gorango ikan hiu
gorela gerilya
goringo delingo
goro karet gelang
goropa jenis ikan
gosi penis
goso gosok, oles
got selokan, parit
goyawas jambu batu/kluthuk, guava
grap lucu (Bld. grappig)
greja gereja
grel dongkol, mangkel, sebal
guhi, guih arus sungai yang deras (berbuih), banjir
gula-gula permen, kembang gula
gula-gula goro permen karet
gumu gemuk, gendut
gurui, grui lebat, rimbun, subur (tanaman)
gurumi kerasukan setan
H
haga tatap
halua ampyang
halua noga tingting (nougat)
hambak kerjaan, kesibukan
hangi ganjel, ganjelan (balok) untuk menahan ban mobil
hari ampa hari Kamis
Hari Basar Hari Natal
hari dua hari Selasa
hari jadi hari ulang tahun
hari lima hari Jum'at
hari mandag hari Senin (Bld. maandag)
hari soe hari sial
hari tiga hari Rabu
hari vrei hari libur
hela tarik
hele sedangkan
hermes silet
hidop hidup
hoba intip
hole-hole selangkangan
hongi berisik, ribut
horas saat, waktu
horlosi arloji, jam tangan (Bld. horloge)
hosa nafas sesak karena kecapekan, ngos-ngosan
hoya' hantu
huk pojok, sudut
hukum besar kepala distrik (zaman penjajahan Belanda)
hukum kedua kepala distrik bawahan/kecamatan (zaman penjajahan)
hukum tua, kuntua kepala kelurahan/desa (khas Minahasa)
I idong hidung
idong gora hidung besar
idong tinggi hidung mancung
igi-igi perangkap udang
igu-igu sangkar ayam, tempat pengeraman ayam
ijo hijau
ika ikat
ikang ikan, lauk-pauk
ikang garang ikan asin
iko ikut
ilang hilang
ilang slak tidak bisa bergaya
indekos mondok (Bld. in de kost)
inga ingat
inging ingin
injang injak
inreyen menjalankan kendaraan dalam percobaan
inta jo ayo berangkat, ajakan untuk jalan
isap hisap, serap, sedot
isap roko merokok
itang hitam
ito panggilan kepada saudara laki-laki yang belum nikah
itong hitung
iyo ya
iyo-iyo penurut
J jaga bagian dari kampung (RW)
jaga blengko jaga rumah, jaga gawang, jaga pos
jaha jahat
jalang jalan
jalang mamosok jalin pintas, jalan potong
jamang jaman, zaman
jandela jendela
jang, jangang jangan
jangke jangkit
jao jauh
jare jari
jarong jarum
jatung jatuh
jeket jaket
jelou juling (mata)
jengki celana jins
jiboi berbusa-busa
jingkal jengkal
jo saja
julus cemburu, iri
jumur jemur
Sumber: KLIK di SINI jo!
▼
Duta Keluarga Bernama Beckham...
![]() |
| David Beckham bersama istri dan anak-anak (dailymail) |
BUKAN sekadar basa-basi bila salah seorang striker legendaris Inggris, Garry Lineker mengeluarkan pernyataan demikian ketika David Beckham memutuskan pensiun dari sepakbola tanggal 16 Mei 2013. "David Beckham seorang pemain hebat, superstar dunia dan duta agung untuk Inggris dan sepakbola."
Duta agung untuk Inggris dan sepakbola. Frase ini hampir sempurna melukiskan sosok Beckham bagi masyarakat Inggris. Di tengah meredupnya penghormatan atas institusi perkawinan, David Beckham yang tersohor serta kaya raya itu malah sepi dari gosip. Dia tetaplah suami yang setia, ayah yang baik bagi anak-anaknya. Di mata Beckham harta yang paling berharga adalah keluarga dan istana yang paling indah adalah keluarga.
Untuk pria dengan tingkat popularitas beda tipis dari Ratu Inggris, David Beckham bisa berbuat apa saja sesuka hatinya. Bisa saja dia meniru gaya hidup pesohor lainnya di jagat bola Inggris yang suka gonta-ganti pasangan hidup atau berselingkuh meski masih terikat pernikahan resmi dengan istrinya.
Sebut misalnya bintang Inggris Wayne Rooney yang berhubungan intim dengan wanita PSK tatkala istrinya Coleen sedang hamil. The Sun bahkan mencatat, sedikitnya enam wanita cantik yang menjadi selingkuhan Rooney. Salah satunya Jennifer Thompson yang pertama kali mengungkap perselingkuhannya dengan ujung tombak andalan tim Setan Merah tersebut bulan September 2010.
Bintang Manchester United (MU) Ryan Giggs pun tak luput dari skandal seks dengan perempuan lain. Demikian pula kapten timnas Inggris dari klub Chelsea John Terry yang harus kehilangan ban kapten kebanggaan itu karena kasus perselingkuhannya terkuak ke publik.
Sebagai pemain bertalenta istimewa serta salah satu atlet terkaya di dunia David Beckham mestinya bisa melakukan apa saja dengan semua kemewahan duniawi tersebut. Namun, sejarah sudah mencatat selama berkarier di lapangan bola 20-an tahun David Beckham jauh dari tindakan tidak terpuji tersebut.
Beckham nyaris bersih dari persingkuhuan.Untuk masyarakat Barat yang sangat permisif dalam urusan gonta-ganti pasangan hidup, David Beckham bersama istrinya Victoria Adams merupakan pengecualian yang unik. Keduanya memiliki karier yang gemilang di bidang berbeda.
Victoria adalah penyanyi pop ternama, personel band Spice Girls. Kerapkali juga tampil di cat walk sebagai model iklan produk terkenal dunia. Beckham pemain bola yang membuat banyak perempuan jatuh cinta, baik karena keterampilannya mengolah si kulit bundar maupun kepribadiannya yang gentleman. Namun, komitmen Beckham-Adams sebagai suami dan istri tak tergoyahkan hingga kini mereka dikaruniai empat anak, tiga pria dan seorang putri yang cantik. Anak laki-laki diberi nama Broklyn Joseph, Romeo James, dan Cruz David, serta anak perempuan bernama Harper Seven.
Itulah sebabnya masyarakat Inggris menaruh hormat yang tinggi bagi keluarga ini. Pasangan yang menikah tahun 1999 itu memberi inspirasi untuk keluarga-keluarga di manapun bahwa keterkenalan, kekayaan yang melimpah ruah bukan segalanya. Kebahagiaan tidak ditakar dengan duit serta seberapa jauh popularitas. Keluarga adalah yang terpenting dan kesetiaan menjadi kunci perekatnya. Kesetiaan itu membahagiakan. Maka tepatlah komentar Garry Lineker bahwa David Beckham adalah duta agung keluarga selebriti dari Britania Raya.
Tidak banyak pemain hebat memiliki keluarga yang hebat. Beckham dengan demikian telah memberikan sumbangan berharga bagi industri sepakbola yang gemerlap itu melalui komitmennya yang luar biasa untuk keutuhan keluarga.
Mudah-mudahan pemain kelahiran Leytonstone pada tanggal 2 Mei 1975 tersebut tetap konsekwen pada janji suci pernikahannya meskipun dia kini bukan lagi pemain aktif. Dunia masih menunggu apa langkah Beckham di masa depan. Agaknya dia tak akan menjauh dari sepakbola yang telah membesarkan sosoknya.
***
DI mata rekan pemain maupun pelatihnya, David Beckham merupakan sosok yang menyenangkan, baik di dalam maupun di luar lapangan bola. Sejak memulai debut sebagai pesepakbola bola profesional tahun 1995, dunia akan selalu mengenang Beckham sebagai pemain dengan tendangan bebas super akurat.
Dia sangat piawai saat mengeksekusi bola-bola mati baik di bibir kotak penalti maupun dari tengah lapangan. Cukup sering tendangan bebasnya menghasilkan gol spektakuler. Beckham pun jago memberi assist bagi rekannya. Bola-bola yang disodorkan Beckham begitu memanjakan pemain depan saat mencetak gol.
Beckham mencetak gol yang spektakuler ketika MU melawan Wimbledon pada 17 Agustus 1996. Dari tengah lapangan, Beckham melepaskan tendangan yang membuat kiper Neil Sullivan hanya terperangah karena tak mampu menjangkau bola yang melesat ke gawang. Itu sekadar contoh kepiawaian Becks!
Dia pun mengalami saat-saat sulit. Tahun 1998, Beckham mengalami hari yang kelam di Piala Dunia karena mendapatkan kartu merah saat Inggris melawan musuh bebuyutannya Argentina. Beckham yang tidak sanggup mengontrol emosi, menendang Diego Simeone. Dalam duel ini, Inggris kalah adu penalti dan publik Inggris menyalahkan Beckham karena dinilai sebagai biang kegagalan The Three Lions. "Beckham musuh nomor satu Inggris!" demikian judul headline koran-koran Inggris saat itu. Beckham belajar banyak dari kesalahan itu hingga dia mencatatkan namanya sebagai pemain Inggris pertama yang mencetak gol di tiga Piala Dunia secara berturut-turut, yakni tahun 1998, 2002, dan 2006.
Selama kariernya yang panjang David Beckham memang gagal ikut mengantar Inggris berjaya di level kejuaraan antarnegara seperti Piala Eropa dan Piala Dunia. Namun, prestasinya bersama klub tergolong fantastik.
Beckham mengawali karier di klub Manchester United (MU) tahun 1993. Sepuluh tahun bermandikan gelar bersama Setan Merah, ia melanjutkan kariernya di Real Madrid (Spanyol), Los Angeles Galaxy (AS), AC Milan (Italia) dan Paris Saint-Germain (PSG) - Perancis. Beckham adalah satu-satunya pemain Inggris yang berhasil memenangkan trofi di empat negara berbeda (Inggris, Spanyol, AS, dan Perancis). Tidak banyak pemain Inggris yang melanglang buana seperti Beckham.
Hingga memutuskan pensiun 16 Mei 2013, David Beckham tercatat tampil sebanyak 671 kali sebagai pemain utama di klub yang dia bela. Sembilan belas trofi dia koleksi, 10 di antaranya trofi juara liga. Dia pun pernah menikmati kemenangan di Liga Champions bersama MU tahun 1999. Sejak memulai debutnya melawan Moldova tahun 1996, Beckham tercatat membela tim nasional (timnas) Inggris sebanyak 115 kali dengan menyumbang 17 gol. Gol pertama dia cetak saat Inggris melawan Kolombia pada putaran final Piala Dunia 1998.
Mantan bintang Manchester United, Steve Bruce memuji konsistensi Beckham. "David adalah pemain hebat dan pria yang menyenangkan. Saya beruntung pernah bersamanya saat ia memulai karier di United dan melihatnya berkembang sebagai bakat yang fenomenal," kata direktur klub Hull City ini seperti dikutip Goal.
Ia pun mengapresiasi kontribusi Beckham baik untuk klub maupun timnas Inggris. "Ia memberikan kredit bukan hanya untuk klub dan timnas, tapi juga untuk dirinya sendiri. Tak peduli apa pun yang terjadi dalam hidupnya, hasratnya untuk bermain sepak bola tak pernah padam," kata Bruce.
Manajer Arsenal dan Tottenham Hotspur George Graham menilai Beckham sebagai teladan bagi pemain muda. "Dengan dedikasi untuk setiap pertandingan dan menjalani kehidupan, Beckham adalah teladan luar biasa untuk para pemain muda. Bukan hanya di sepak bola, tapi juga di olahraga lain," kata Graham.
"Ada banyak sekali momen penting dalam kariernya, tapi saya membayangkan salah satu kenangan yang mungkin paling menyenangkan untuk Beckham adalah ketika ia mencetak gol menit terakhir melawan Yunani di Old Trafford dan memastikan Inggris lolos ke Piala Dunia 2002. Ia mungkin tak diberkahi talenta seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, tapi ia telah memanfaatkan bakatnya semaksimal mungkin," demikian Graham.
Adapun mantan pemain Manchester United Sammy McIlroy mendukung keputusan Beckham untuk pensiun setelah menjuarai Ligue 1 bersama Paris Saint-Germain. "Pastinya sulit bagi Beckham membuat keputusan ini karena ia sangat mencintai sepakbola. Tapi saya rasa ia pergi di saat yang tepat. Saya melihatmya bermain untuk PSG di Liga Champions melawan Barcelona dan ia tak terlalu bagus. Beckham selalu punya standar tinggi dan di umur 38 mungkin ia sudah tahu bahwa ia tak bisa memenuhi standar itu," kata McIlroy.
Lalu apa komentar Beckham tentang keputusannya pensiun? "Saya merasa saat ini waktu yang tepat untuk mengakhiri karier bermain di level tertinggi. Saya bahagia bermain dan memenangkan trofi bersama Manchester United. Bangga menjadi kapten, bermain untuk negaraku lebih dari seratus kali dan membela beberapa klub besar dunia. Saya ingin mengatakan... itu fantastik! Saya beruntung bisa mewujudkan impian-impianku," demikian Beckham. (*)
Kairagi Manado, dinihari 18 Mei 2013. Spesial for penggemar Becks di mana saja berada.
Pelajar Miangas Merindukan Komputer
![]() |
| Lokasi Bandara di Pulau Miangas (foto Rizky) |
SUARA debur ombak dan desau angin sesekali mengiringi upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-105 di lapangan Desa Miangas, Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Senin 21 Mei 2013.
Seolah-olah mereka turut bersenandung merayakan kegembiraan masyarakat pulau yang menjadi etalase Indonesia di bagian paling utara. Hari itu masyarakat Miangas berkumpul di lapangan satu-satunya Desa Miangas yang berhadapan langsung dengan laut untuk mengikuti upacara bendera.
Para pelajar berbaris rapi sambil memegang satu persatu Bendera Merah Putih yang diikatkan di tiang bambu. Ibu-ibu dan bapak berkerumun di sekitar lapangan. Rentetan pohon kelapa menjadi latar upacara yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang serta pejabat lainnya.
"Di sini kami hadir bersama-sama untuk menancapkan semangat kebangkitan nasional di titik terdepan Indonesia. Ini adalah pulau kebanggaan Indonesia. Pulau ini sempat diklaim Filipina, di sini Merah Putih masih tegak berdiri dan Miangas bukan pulau terluar Indonesia tetapi terdepan," ujar Roy Suryo.
Kehadiran pemerintah bagaikan cambuk semangat bagi sekitar 700 penduduk yang mendiami pulau seluas 3,2 km tersebut. Seperti disampaikan Bupati Kepulauan Talaud Constantine Ganggali, hal ini sebagai penegasan kepada dunia bahwa Miangas adalah milik Indonesia dan menjadi pulau kebanggaan.
"Kehadiran pemerintah pusat dan provinsi akan memberi semangat bagi masyarakat di sini untuk menyerukan kepada dunia bahwa Miangas merupakan milik NKRI dan diperjuangkan bersama-sama oleh masyarakat Indonesia," kata Ganggali.
Pulau Miangas yang jaraknya lebih dekat dengan Pulau Davao, Filipina (sekitar 48 mil laut) kerap dimasukkan sebagai bagian dari negara Filipina, yang hingga kini masih ditampilkan oleh aplikasi jejaring Google Maps.
Pulau Miangas yang terletak di tepi Samudera Pasifik seperti terisolasi. Jika gelombang laut tinggi, masyarakat hanya bisa berdiam di pulau. Kapal-kapal pun urung merapat ke sana. Bahkan kalau air pasang tinggi bisa menjangkau hingga 200 meter ke daratan. Padahal warga Miangas harus berlayar ke kota untuk berbelanja kebutuhan hidup. Mereka harus menempuh semalaman suntuk jika ingin berbelanja ke Tahuna, Kabupaten Kepulauan Talaud. Dan kalau ingin ke Manado, mereka bisa menghabiskan waktu hingga empat hari.
Alternatifnya, warga yang kebanyakan nelayan itu belanja di Filipina. "Biasanya kami barter barang. Tetapi di sini kan juga ada kantor konsulat Filipina (Border Crossing Agreement), jadi bisa juga tukar uang peso untuk belanja di sana," kata salah satu penduduk, Reni. Reni menampik barang-barang yang digunakan masyarakat kebanyakan dari Filipina.
Persoalan lainnya, kapal perintis Melikunusa yang menjadi angkutan satu-satunya penyambung Miangas dengan wilayah lainnya hanya singgah dua minggu sekali.
Tertinggal
Fasilitas yang serba terbatas membuat Pulau Miangas yang terbentang jauh sekitar 320 mil laut dari Kota Manado, akhirnya tertinggal. Harga BBM yang mahal, kapal yang hanya dua minggu sekali singgah, sinyal telepon yang tersendat-sendat, dan listrik yang belum 24 jam menyala adalah "makanan sehari-hari" warga di sana. Pergerakan ekonomi di sana pun terseok-seok. Padahal, Miangas sangat berpotensi untuk menjadi tujuan wisata dan penghasil kopra.
Selain itu, pelajar di Miangas belum mengenal komputer. Pulau Miangas memiliki satu sekolah dasar, satu sekolah menengah pertama, dan sekolah kejuruan kelautan. "Ketika mereka harus mengenal alat-alat canggih seperti komputer atau laptop, di sini belum ada. Maka saya berharap sekali kepada pemerintah untuk pengenalan media komputer dan internet," kata Kepala SD Miangas Rita Matama.
Rita menambahkan tenaga pengajar di sekolah Miangas juga belum ada yang sarjana."Dengan pendidikan sekarang, seorang pengajar harus sarjana. Tetapi kendalanya kalau kami mau kuliah juga jauh dari kabupaten," ujar Rita yang telah mengajar selama 20 tahun. "Di sini kapal saja susah apalagi kalau sudah musim angin kencang," kata salah satu warga Dorkas Lantaah yang biasa menjual kopra setiap tiga bulan ke Manado. Dorkas menjual kopra seharga Rp 3.500 per kg.
Penghasilannya tidak seberapa ditambah lagi jika cuaca sedang buruk. Angin kencang dan gelombang laut yang tinggi memang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Miangas. Namun bukan itu yang mereka keluhkan. Bagi Dorkas dan warga lainnya, transportasi yang memadai adalah mimpi mereka untuk bisa merasa lebih dekat dengan wilayah Indonesia lainnya, bukan Filipina.
Secercah harapan dengan rencana dibangunnya bandara perintis pun bisa menjadi cambuk semangat masyarakat Miangas. "Kami akan meningkatkan fasilitas perhubungan di Miangas. Tahun ini akan dibangun landasan perintis sehingga ada penerbangan di sini," kata Gubernur Sarundajang. Pembebasan lahan landasan perintis seluas 1.200x175 meter persegi di areal kebun kelapa saat ini masih berlangsung. Menurut Kepala Desa Miangas, Suwardi Padeng, pembangunan akan dimulai Agustus tahun ini."Semoga ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Miangas," ujar Suwardi. (monalisa/antara)
Sumber: Tribun Manado 24 Mei 2013 hal 8
Pemborong Tunggal Pembangunan
![]() |
| ilustrasi |
"Apa semua objek wisata harus disiapkan pemerintah? Pariwisata yang maju bukan lagi dikelola pemerintah. Seperti di Bali ada organisasi atau perorangan, badan usaha yang bangun pariwisata," kata Sarundajang.
Adapun peran pemerintah, lanjut gubernur, mendatangkan investor dan membangun infrastruktur. Di Sulut langkah yang sementara dipersiapkan pemerintah yakni membangun aksesibilitas seperti jalan tol, pelabuhan internasional dan perluasan bandar udara.
Kita sepakat dengan pandangan Sarundajang. Kita sependapat lantaran mindset yang berlangsung selama puluhan tahun dalam mengelola negara ini adalah pemerintah menjadi pusat segalanya. Pemerintah menjadikan dirinya sebagai pemborong tunggal dalam tata kelola pembangunan bangsa.
Paradigma pembangunan model ini sudah lama ditinggalkan banyak negara karena partisipasi masyarakat nihil. Ketika semua diurus negara maka masyarakat menjadi penonton di tengah derap pawai pembangunan. Lebih mengerikan lagi masyarakat malah menjadi obyek bukan subyek yang berperan secara proporsional. Orde Baru mewariskan fakta empiris yang dampaknya masih kita rasakan sampai hari-hari ini.
Reformasi yang sudah berjalan belasan tahun juga belum sesuai harapan ideal. Wajah reformasi kita bopeng bahkan kebablasan dalam banyak aspek. Pun demikian dengan otonomi daerah karena pemerintah tetap menjadi aktor utama. Hasilnya sama-sama kita kecapi. Pembangunan cenderung melambat untuk tidak mengatakan sekadar jalan-jalan di tempat.
Maka mengubah mindset merupakan langkah yang relevan. Sulawesi Utara dikaruniai alam yang indah serta unik. Juga kekayaan tradisi dan budaya masyarakatnya yang tidak ada di bagian lain negeri ini. Namun, pembangunan pariwisata di bumi Nyiur Melambai kalah greget. Tak perlu dibandingkan dengan Bali yang sudah luar biasa itu. Bahkan dengan daerah lain di Sulawesi seperti Sulawesi Selatan kita masih ketinggalan. Jadi baik adanya bila pemerintah mulai melibatkan kalangan swasta untuk mengelola pariwisata Sulut.
Mudah-mudahan sikap pemerintah tidak setengah hati. Berikan kesempatan swasta mengelola pariwisata secara profesional. Peran pemerintah tetaplah pada dua hal pokok. Pertama, menyiapkan infrastruktur yang mendukung pariwisata serta mengendalikannya lewat regulasi yang pro kemajuan.
Satu lagi yang tak kalah penting, sikap masyarakat Sulut pun harus berubah. Pariwisata Bali maju karena masyarakat di sana sungguh menyadari bahwa piring nasinya bersumber dari pariwisata. Mereka total bekerja demi pariwisata. Masyarakat Sulut mestinya bisa kalau ada kemauan. Mau berubah! *
Sumber: Tribun Manado 23 Mei 2013 hal 14
Pengakuan Mendikbud
![]() |
| ilustrasi |
Gara-gara keterlambatan distribusi soal itu, 11 provinsi di Tanah Air menunda pelaksanaan UN. Wilayah itu meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Ketidakberesan penyelenggaraan UN menuai protes. Badan Pemeriksa Keuangan diminta turun tangan mengaudit investigasi pelaksanaan UN. Tujuannya mendeteksi dan mengungkap ketidakberesan yang sangat mungkin terkait kemampuan perusahaan pemenang tender mencetak soal. Kemdikbud akhirnya membentuk tim investigasi. Inspektorat Jenderal (Itjen) telah menyelesaikan investigasinya dan beri rekomendasi kepada Mendikbud, 30 April 2013.
Hari Senin 13 Mei 2013, Mendikbud M Nuh membeberkan hasil investigasi Itjen terkait dengan kacaunya penyelenggaraan UN. M Nuh menyebut ada empat hal yang menyebabkan UN jenjang SMA/SMK/MA tahun ini tidak berjalan lancar. Pertama, terkait Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang baru keluar tanggal 13 Maret 2013 sehingga kontrak baru dilaksanakan 15 Maret. Padahal, anggaran sudah disetujui DPR RI pada 21 Desember 2012.
Alasan kedua adalah kelemahan manajerial di Kemendikbud. Master naskah UN dari Pusat Penilaian Pendidikan diserahkan tidak secara keseluruhan pada percetakan yang akan menggandakan naskah tersebut. Ketiga, kelemahan di percetakan dan kesiapan mencetak soal hingga mendistribusikannya ke daerah tujuan sesuai paket yang dimenangkan masing-masing percetakan.Ada persoalan teknis saat persiapan cetak. Dari masalah packing hingga kesulitan menggabungkan antaran naskah dan LJUN. Keempat, lemahnya tim pengawas dari Kemendikbud dan perguruan tinggi sehingga banyak soal UN yang tertukar.
Kini menjadi terang-benderang bagi masyarakat Indonesia bahwa semua stake holder terkait pelaksanaan UN 2013 tidak bekerja secara profesional. Untuk urusan sepenting UN yang sudah bergulir sekian lama justru pihak yang bertanggung jawab malah bekerja serabutan, menunjuk mitra kerja yang tidak kompeten serta pengawasan tidak dinomorsatukan. Kalau kondisi demikian kita sudah bisa membayangkan hasil UN tahun ini jauh dari harapan ideal yang dipatok.
Kita berharap Kemendikbud dan seluruh jajarannya belajar dari pengalaman pahit ini untuk menyelenggarakan pelaksanaan UN yang lebih berkualitas di masa mendatang. Ketika pendidikan diurus dengan setengah hati bahkan asal jadi, kita membunuh generasi bermutu yang menjadi harapan bangsa di masa depan. Mari tinggalkan cara kerja lama yang tidak produktif semacam ini. Semoga! *
Sumber: Tribun Manado 16 Mei 2013 hal 10
Fenomena Gemu Fa Mi Re di Kotamobagu
Banyak cara dilakukan kandidat untuk menarik simpati masyarakat. Salah satunya adalah melalui lagu.
Hampir dua bulan terakhir ini, telinga warga Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara akrab dengan berbagai lagi persembahan tim sukses kontestan Pemilihan Wali Kota Kotamobagu 2013. Lagu-lagu berisi pesan politik ini memang menjadi bagian strategi membidik sekitar 90.971 pemilih.
Ada lagu dari daerah Flores, Nusa Tenggara Timur berjudul Gemu Fa Mi Re yang diubah syairnya. Lirik lagu tersebut berubah menjadi ajakan untuk memilih pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.
Hebohnya lagi, dua pasangan yang bersaing ketat sejak awal, Tatong Bara- Jainuddin Damopolii dan Djelantik Mokodompit-Rustam Simbala, menggunakan lagu itu untuk mempromosikan diri.
Ternyata, persaingan dua pasangan calon ini tak hanya terjadi saat pengumpulan massa dalam pembentukan tim pemenangan di tiap kelurahan atau iven-iven tertentu, juga melalui lagu-lagu yang liriknya penuh dengan pesan politik. Dan audio set di bentor menjadi sarana memperdendangkan lagu itu keliling kota.
Juf Tubuon dari Tim Pemenangan TB-Jadi mengatakan, lebih dari 10 lagu yang mereka miliki intinya memberikan pesan kepada masyarakat untuk memilih pasangan yang diusung PAN.
"Lagu-lagu tersebut ada yang orisinil buatan dari tim kami, ada juga berirama pantun yang biasanya dinyanyikan oleh masyarakat di sini dan ada juga yang memang gubahan dari lagu yang sudah ada," kata Juf, Minggu (12/5/2013).
Juf mengatakan, lagu-lagu tersebut saat ini memang menjadi fenomena sebagai media untuk menarik perhatian masyarakat. Bahkan, Tim Pemenangan TB-Jadi telah menyiapkan lagu-lagu tersebut beberapa bulan lalu.
"Pesan-pesan lagu tersebut bisa masuk di memori pemilih. Dengan demikian, diharapkan para pemilih tergerak untuk memilih pasangan TB-Jadi," kata Juf lagi.
Tak hanya antara pasangan TB-Jadi dan Djelas saja yang memiliki koleksi lagu-lagu politik. Pasangan Muhammad Salim Landjar-Ishak Sugeha pun memiliki 11 lagu.
Ketua Tim Pemenangan Laris, Yusra Alhabsyie mengatakan, lagu-lagu tersebut memang ditujukan untuk masyarakat sebagai target pemilih. Dengan lagu juga menunjukkan eksistensi pasangan Laris di luar kegiatan-kegiatan lainya.
Namun ternyata lagu-lagu tersebut juga bisa mengganggu ketenangan masyarakat. Ini jika diputar bukan pada waktu dan tempat yang tepat.
"Saya secara pribadi tidak keberatan dengan adanya lagu-lagu tersebut. Bahkan, lagu-lagu tersebut juga bisa menjadi hiburan bagi kami sebagai masyarakat. Sayangnya, pemutaran lagu kadang tidak mengenal waktu. Pernah saya terbangun gara-gara lagu tersebut diputar tengah malam," ujar Eding Manoppo, warga Sinindian.
Senada, Ali atau biasa disapa Papa Askar, warga Motoboi Kecil, mengatakan lagu-lagu tersebut memang bisa dinikmati kendati dia sendiri tak terlalu memperhatikan liriknya. "Mau ke kiri, ke kanan, saya hanya menikmatinya. Namun saya berharap, lagu-lagu tersebut jangan diputar kencang-kencang pada malam hari dan jam-jam salat," kata dia.
Budayawan Mongondow asal Kotamobagu, Anuar Syukur, mengatakan, fenomena lagu-lagu bermuatan politik tersebut sudah terjadi sejak beberapa kali pilkada.
Para calon terbiasa untuk bersaing membuat lagu-lagu tersebut. Dia mengatakan, persaingan ini bisa menjadi hiburan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Sayangnya dia memandang, ada sedikit pergeseran yang terjadi pada Pemilukada Kotamobagu kali ini. Jarang sekali lagu-lagu tersebut mengangkat ke-mongondow-an, khususnya lirik dan pesan yang disampaikan. Padahal, menurutnya, aspek lokalitas sebagai pelestarian budaya semestinya tetap dilakukan para calon. (edi sukasah)
Sumber: Tribun Manado 13 Mei 2013 hal 1
Hampir dua bulan terakhir ini, telinga warga Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara akrab dengan berbagai lagi persembahan tim sukses kontestan Pemilihan Wali Kota Kotamobagu 2013. Lagu-lagu berisi pesan politik ini memang menjadi bagian strategi membidik sekitar 90.971 pemilih.
Ada lagu dari daerah Flores, Nusa Tenggara Timur berjudul Gemu Fa Mi Re yang diubah syairnya. Lirik lagu tersebut berubah menjadi ajakan untuk memilih pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.
Hebohnya lagi, dua pasangan yang bersaing ketat sejak awal, Tatong Bara- Jainuddin Damopolii dan Djelantik Mokodompit-Rustam Simbala, menggunakan lagu itu untuk mempromosikan diri.
Ternyata, persaingan dua pasangan calon ini tak hanya terjadi saat pengumpulan massa dalam pembentukan tim pemenangan di tiap kelurahan atau iven-iven tertentu, juga melalui lagu-lagu yang liriknya penuh dengan pesan politik. Dan audio set di bentor menjadi sarana memperdendangkan lagu itu keliling kota.
Juf Tubuon dari Tim Pemenangan TB-Jadi mengatakan, lebih dari 10 lagu yang mereka miliki intinya memberikan pesan kepada masyarakat untuk memilih pasangan yang diusung PAN.
"Lagu-lagu tersebut ada yang orisinil buatan dari tim kami, ada juga berirama pantun yang biasanya dinyanyikan oleh masyarakat di sini dan ada juga yang memang gubahan dari lagu yang sudah ada," kata Juf, Minggu (12/5/2013).
Juf mengatakan, lagu-lagu tersebut saat ini memang menjadi fenomena sebagai media untuk menarik perhatian masyarakat. Bahkan, Tim Pemenangan TB-Jadi telah menyiapkan lagu-lagu tersebut beberapa bulan lalu.
"Pesan-pesan lagu tersebut bisa masuk di memori pemilih. Dengan demikian, diharapkan para pemilih tergerak untuk memilih pasangan TB-Jadi," kata Juf lagi.
Tak hanya antara pasangan TB-Jadi dan Djelas saja yang memiliki koleksi lagu-lagu politik. Pasangan Muhammad Salim Landjar-Ishak Sugeha pun memiliki 11 lagu.
Ketua Tim Pemenangan Laris, Yusra Alhabsyie mengatakan, lagu-lagu tersebut memang ditujukan untuk masyarakat sebagai target pemilih. Dengan lagu juga menunjukkan eksistensi pasangan Laris di luar kegiatan-kegiatan lainya.
Namun ternyata lagu-lagu tersebut juga bisa mengganggu ketenangan masyarakat. Ini jika diputar bukan pada waktu dan tempat yang tepat.
"Saya secara pribadi tidak keberatan dengan adanya lagu-lagu tersebut. Bahkan, lagu-lagu tersebut juga bisa menjadi hiburan bagi kami sebagai masyarakat. Sayangnya, pemutaran lagu kadang tidak mengenal waktu. Pernah saya terbangun gara-gara lagu tersebut diputar tengah malam," ujar Eding Manoppo, warga Sinindian.
Senada, Ali atau biasa disapa Papa Askar, warga Motoboi Kecil, mengatakan lagu-lagu tersebut memang bisa dinikmati kendati dia sendiri tak terlalu memperhatikan liriknya. "Mau ke kiri, ke kanan, saya hanya menikmatinya. Namun saya berharap, lagu-lagu tersebut jangan diputar kencang-kencang pada malam hari dan jam-jam salat," kata dia.
Budayawan Mongondow asal Kotamobagu, Anuar Syukur, mengatakan, fenomena lagu-lagu bermuatan politik tersebut sudah terjadi sejak beberapa kali pilkada.
Para calon terbiasa untuk bersaing membuat lagu-lagu tersebut. Dia mengatakan, persaingan ini bisa menjadi hiburan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Sayangnya dia memandang, ada sedikit pergeseran yang terjadi pada Pemilukada Kotamobagu kali ini. Jarang sekali lagu-lagu tersebut mengangkat ke-mongondow-an, khususnya lirik dan pesan yang disampaikan. Padahal, menurutnya, aspek lokalitas sebagai pelestarian budaya semestinya tetap dilakukan para calon. (edi sukasah)
Sumber: Tribun Manado 13 Mei 2013 hal 1
Kepala Daerah Wajib Cuti
![]() |
| ilustrasi |
Mereka wajib mengajukan cuti kepada Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang dan harus ada pelaksana harian kepala daerah selama incumbent melakukan kampanye. Onibala mengingatkan hal itu mengingat ada beberapa kepala daerah yang maju lagi sebagai calon dalam pemilukada di Sulut.
Dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Bupati Hamdan Datunsolang kembali maju sebagai calon bupati. Pun dengan Wakil Bupati Depri Pontoh yang tercatat sebagai calon bupati pada Pemilukada Bolmut 2013.
Di Minahasa Tenggara, Bupati Telly Tjanggulung ingin mempertahankan kursi bupati, sementara Wakil Bupati Djeremia Damongilala terdaftar sebagai calon bupati. Di Kotamobagu, Wali Kota Djelantik Mokodompit dan Wakil Wali Kota Tatong Bara sama-sama maju sebagai calon wali kota.
Dan di Kabupaten Sitaro, Bupati Tony Supit kembali maju sebagai calon bupati, sedang Wakil Bupati Piet Kuerah tetap maju sebagai calon wakil bupati, namun berpasangan dengan Winsu Salindeho. Kemudian di Kabupaten Kepulauan Talaud, Bupati Sangihe, Contantin Ganggali kembali maju sebagai calon bupati.
Menurut pandangan kita apa yang dikemukakan Onibala sudah semestinya dipatuhi para kepala daerah atau wakil kepala daerah. Mecky Onibala sekadar menggarisbawahi perintah undang-undang yang mesyaratkan demikian agar tidak terjadi benturan kepentingan serta penyalahgunaan wewenang.
Ketika Anda maju sebagai calon, Anda harus mengambil cuti. Dengan demikian bupati atau wakil bupati petahana setara kedudukannya dengan kandidat yang lain. Jangan mentang-mentang masih menjabat bupati, wakil bupati, wali kota atau wakil walikota lalu menggunakan fasilitas kepala daerah untuk kampanye pemilukada.
Penunjukan pelaksana harian kepala daerah pun sangat penting agar roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana biasa. Pelayanan pemerintahan serta kemasyarakatan di suatu daerah tidak boleh vakum lantaran bupati atau wakil bupati terlibat kampanye untuk meraih kursi. Kepentingan kekuasaan melalui pemilukada tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat seluruhnya.
Sejauh pantauan kita sampai hari ini belum ada calon incumbent yang mengajukan cuti kepada Gubernur Sulut. Kita akan mengawal perkembangannya. Kita percaya para calon petahana dengan kesadaran sendiri akan memenuhi kewajiban mengajukan cuti tersebut sekaligus menunjuk pelaksana harian kepala daerah.
Kalau mereka mengabaikan hal ini maka masyarakat akan menilai apakah mereka masih pantas dipilih atau ditinggalkan. Siapa pun maklum bahwa salah satu keutamaan pemimpin adalah memberikan keteladanan. Calon pemimpin yang tidak taat asas, tidak layak mendapat kepercayaan rakyat. Begitulah hukumnya.*
Sumber: Tribun Manado edisi 30 April 2013 hal 10
Belajar tentang Etos Kerja
JIKA Anda penggemar sepakbola dan sempat menonton siaran langsung pertandingan semifinal Liga Champions antara Real Madrid vs Borussia Dortmund, Rabu (1/5) dinihari Wita, Anda mungkin sepakat bahwa laga itu menghibur sekaligus menegangkan. Madrid dan Dortmund berduel spartan selama satu setengah jam lewat sajian attacking football yang memaksa bola mata penonton televisi sejagat termasuk di Sulawesi Utara terus menyala.
Sampai menit ke-82 skor imbang 0-0 lantaran peluang emas yang diraih pemain kedua tim tak membuahkan gol. Madrid yang harus mengejar defisit tiga gol guna meraih tiket ke final Liga Champions musim ini di Wembley, tidak patah semangat.
Justru menjelang masa kritis itulah semangat bertarung pasukan Jose Mourinho makin menjadi-jadi. Masuknya dua pemain yang masih fresh staminanya, yakni Kaka dan Karim Benzema menambah daya dobrak Madrid ke jantung pertahanan Borussia. Madrid pun memetik hasil nyata berupa sepasang gol dari kaki Karim Benzema pada menit ke-83 dan Sergio Ramos ke-88. Beruntung bagi Dortmund yang sempat sempoyongan tapi mampu bertahan hingga tidak kebobolan lagi.
Dengan cuma mengoleksi dua gol, Madrid gagal ke final karena kalah agregat 3-4 setelah takluk 1-4 pada leg pertama di Signal Iduna Park, kandang Dortmund.
Bagi fans Real Madrid hasil ini pasti meninggalkan luka karena praktis sepanjang musim ini tim bertaburan bintang tersebut tak meraih satupun gelar bergengsi.
Apa boleh buat, begitulah takdir sepakbola. Ada saat berjaya, ada waktu mengecapi anggur kegetiran! Tapi setidaknya kita bisa memetik satu pelajaran kecil dari pertandingan itu. Kita bisa belajar tentang etos kerja pemain bola profesional bahwa selama masih ada waktu sesuai rule of the game, tidak ada istilah berhenti berjuang. Berhenti memberikan yang terbaik untuk tim. Madrid memang gagal ke final, namun Madrid tetap bisa berjalan dengan kepala tegak di kandang sendiri.
Pertandingan bola sebagai cabang olahraga terpopuler sejagat yang selalu kita nikmati sesungguhnya bercerita tentang perayaan kemanusiaan. Cerita tentang sukses dan gagal. Cerita tentang etos (karakter) kerja sepenuh jiwa. Nah, apakah kita bekerja dengan sepenuh jiwa di medan pengabdian kita masing-masing?
Etos kerja seadanya (untuk tidak menyebutnya sebagai sangat buruk), merupakan masalah Indonesia, Sulawesi Utara, masalah kita masing-masing bukan? Yang lazim terjadi di dunia kerja adalah orang memandang pekerjaan sebagai beban, bukan tanggungjawab kemanusiaannya apalagi jalan hidup yang indah. Maka orang bekerja asal-asalan, mau enaknya sendiri, suka melihat kekurangan bawahan atau pimpinan, lebih banyak menuntut hak daripada memenuhi kewajiban.
Ketika rapat Pansus DPRD Kota Manado bersama pemerintah membahas masalah sosial dan tenaga kerja hanya diikuti tiga orang, Selasa (30/4), Anda bisa menilai seperti apa etos kerja para pengambil kebijakan publik di ini negeri. Etos memberi yang terbaik dari diri kita masing-masing, itulah pelajaran dari lapangan bola.*
Sumber: Tribun Manado 2 Mei 2013 hal 10
Sampai menit ke-82 skor imbang 0-0 lantaran peluang emas yang diraih pemain kedua tim tak membuahkan gol. Madrid yang harus mengejar defisit tiga gol guna meraih tiket ke final Liga Champions musim ini di Wembley, tidak patah semangat.
Justru menjelang masa kritis itulah semangat bertarung pasukan Jose Mourinho makin menjadi-jadi. Masuknya dua pemain yang masih fresh staminanya, yakni Kaka dan Karim Benzema menambah daya dobrak Madrid ke jantung pertahanan Borussia. Madrid pun memetik hasil nyata berupa sepasang gol dari kaki Karim Benzema pada menit ke-83 dan Sergio Ramos ke-88. Beruntung bagi Dortmund yang sempat sempoyongan tapi mampu bertahan hingga tidak kebobolan lagi.
Dengan cuma mengoleksi dua gol, Madrid gagal ke final karena kalah agregat 3-4 setelah takluk 1-4 pada leg pertama di Signal Iduna Park, kandang Dortmund.
Bagi fans Real Madrid hasil ini pasti meninggalkan luka karena praktis sepanjang musim ini tim bertaburan bintang tersebut tak meraih satupun gelar bergengsi.
Apa boleh buat, begitulah takdir sepakbola. Ada saat berjaya, ada waktu mengecapi anggur kegetiran! Tapi setidaknya kita bisa memetik satu pelajaran kecil dari pertandingan itu. Kita bisa belajar tentang etos kerja pemain bola profesional bahwa selama masih ada waktu sesuai rule of the game, tidak ada istilah berhenti berjuang. Berhenti memberikan yang terbaik untuk tim. Madrid memang gagal ke final, namun Madrid tetap bisa berjalan dengan kepala tegak di kandang sendiri.
Pertandingan bola sebagai cabang olahraga terpopuler sejagat yang selalu kita nikmati sesungguhnya bercerita tentang perayaan kemanusiaan. Cerita tentang sukses dan gagal. Cerita tentang etos (karakter) kerja sepenuh jiwa. Nah, apakah kita bekerja dengan sepenuh jiwa di medan pengabdian kita masing-masing?
Etos kerja seadanya (untuk tidak menyebutnya sebagai sangat buruk), merupakan masalah Indonesia, Sulawesi Utara, masalah kita masing-masing bukan? Yang lazim terjadi di dunia kerja adalah orang memandang pekerjaan sebagai beban, bukan tanggungjawab kemanusiaannya apalagi jalan hidup yang indah. Maka orang bekerja asal-asalan, mau enaknya sendiri, suka melihat kekurangan bawahan atau pimpinan, lebih banyak menuntut hak daripada memenuhi kewajiban.
Ketika rapat Pansus DPRD Kota Manado bersama pemerintah membahas masalah sosial dan tenaga kerja hanya diikuti tiga orang, Selasa (30/4), Anda bisa menilai seperti apa etos kerja para pengambil kebijakan publik di ini negeri. Etos memberi yang terbaik dari diri kita masing-masing, itulah pelajaran dari lapangan bola.*
Sumber: Tribun Manado 2 Mei 2013 hal 10
Putih
Di ujung kota ini
Tersapu bayu kincir angin
Dan gemerisik cicit burung bukan pipit
Terbang mengangkasa
menembus mega Jermania
Di ujung kota ini
Ban oto terbesar tergeletak
Angkuh, anggun menghentak
Sukmaku tergelitik
Bukan mimpi
Ini tentang bola-bola nasib
Nasib baik
Aku di sini
Benar-benar di sini
Bavaria
Yang berselimut salju putih
Allianz Arena Munich, 14-03-2010
Tersapu bayu kincir angin
Dan gemerisik cicit burung bukan pipit
Terbang mengangkasa
menembus mega Jermania
Di ujung kota ini
Ban oto terbesar tergeletak
Angkuh, anggun menghentak
Sukmaku tergelitik
Bukan mimpi
Ini tentang bola-bola nasib
Nasib baik
Aku di sini
Benar-benar di sini
Bavaria
Yang berselimut salju putih
Allianz Arena Munich, 14-03-2010







