Benny Rhamdani Diarak Keliling Kampung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebelum palu diketuk KPU Sulawesi Utara, nama Benny Rhamdani masih bersaing ketat dengan Stefanus BAN Liow dalam rekapitulasi suara untuk DPD RI.

Suara anggota DPRD Sulut dan Ketua P/KB GMIM itu saling susul. Namun di akhir penghitungan, Benny Ramdhani menjadi pemilik kursi keempat menemani Maya Rumantir, Aryanthi Baramuli dan Fabian Sarundajang.

Suara Benny dan Liow hanya selisih 348 pemilih. Benny meraup 94.588 suara, sementara Stefanus Liow mengumpulkan 94.242.

Sebenarnya Liow masih unggul ketika perolehan suara di Manado dan Minahasa Utara belum masuk.

Namun Benny berbalik unggul ketika suara dari Manado masuk yakni 18.022 suara dan Liow memperoleh 10,106.

Kemudian ketika suara Minut masuk, Liow memperoleh 7.962 suara dan Benny 3.233. Di akhir penghitungan, Benny dinyatakan unggul.

Begitu meraih kemenangan, Benny pulang kampung untuk mengabarkan kebahagiaan. Dan Benny pun tak kuasa menahan haru kala dijemput ribuan pendukungnya, di Kotamobagu, Minggu (27/4/2014).

Ia mengaku bahagia, bisa pulang ke kampung halaman membawa kemenangan.

Benny mengungkapkan, kemenangannya merupakan kemenangan masyarakat Sulut. Benny bersyukur kepercayaan masyarakat dijawab tanpa melakukan money politics.

"Ini sejarah pertama kali BMR (Bolmong Raya) memiliki wakil di DPD RI," katanya.

Ia bangga selama berjuang dalam Pemilu 2014 tanpa bermain uang. Benny mengaku sebagai calon termiskin. "Saya caleg gakin (keluarga miskin). Modal dana kampanye saya Rp 57.710.850. Silakan buka buku rekening laporan dana kampanye," ungkapnya.

Dana awal pencalonannya, kata Benny, hanya Rp 400.000. "Sampai selesai pemilu, tidak pernah ada pemasukan sumbangan dari pihak luar. Alat peraga kampanye sangat terbatas, bahkan nyaris tidak terlihat," sebutnya.

Dikatakannya, kursi ia peroleh murni kepercayaan masyarakat. "Terima kasih warga Bolmong, sungguh suatu kehormatan terbesar bagi saya karena masih diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas selama lima tahun di DPD RI, tentunya wujud syukur ini tak mampu saya ucapkan dengan kata-kata, namun akan saya wujudkan dengan tindakan dan kerja keras," ungkap mantan aktivis ini.

Kedatangan Benny di kampung halamannya disambut prosesi adat Itum-itum dan tarian adat Tuitan khas Bolaang Mongondow yang konon diartikan sebagai ungkapan kegembiraan atas torehan prestasi.

Ia didampingi istri diarak di keliling Kelurahan Sinindian, Kotamobagu tempat prosesi acara syukur penyambutannya.

Di atas truk yang disulap menjadi panggung dadakan, Benny mengucapkan rasa terimakasihnya kepada warga Bolmong.

"Terimakasih yang tak terkira. Harapan warga Bolmong Raya akan saya wujudkan dengan usaha keras," kata dia.

Kepada Tribun Manado di sela kesibukannya menerima tamu di rumahnya malam tadi, Benny mengakui keunggulan suaranya sangat dramatis. Suaranya hanya terpaut ratusan saja dari peringkat kelima, Stevanus BAN Liow. "Sangat dramatis," kata Benny.

Mantan aktivis mahasiswa ini mengatakan ada beberapa agenda yang suda disiapkanya di DPD. Pertama yang akan dilakukan adalah penguatan DPD yang saat ini posisi dan power politiknya kalah dari DPR. Benny berencana membentuk Kaukus Muda Senator RI (Kaukus RI) yang terdiri kaum muda di DPD RI.

"Para kaum muda yang progresif dan revolusioner ini pasti memiliki cita-cita dan mimpi besar untuk negara," kata dia.

Setelah itu, dia berjanji memperjuangkan posisi Indonesia Timur dalam kebijakan ekonomi dan politik. Menurutnya, kebijakan ekonomi dan politik Indonesai lebih mementingkan wilayah Indoesia Barat saja. Indonesia Timur, kata dia, sangat tertinggal jauh dalam segi pembangunan.

Ditanya tentang godaan untuk bertarung di kancah pemilukada, Benny mengatakan pilihan pertama dirinya bukan di eksekutif.

"Kalau diberi pilihan kemana arah politik saya yang paling ideal adalam pandangan hidup daya, saya ingin ke DPR RI. Saya ini tipikal destroyer, sebagai orang yang mengawasi bukan pelaksana. Saya ingin menuntaskan DPD selama lima tahun, setelah lima tahun akan ada pertimbangan lain," katanya.

Sementara itu, Vanda Sarundajang juga terpilih untuk kali kedua sebagai anggota DPR RI dari PDIP di Dapil Sulut. Putri Gubernur SH Sarundajang ini merasa sangat bersyukur karena boleh meraih dukungan dari masyarakat sehingga namanya merupakan urutan kedua caleg dengan suara terbanyak.

"Pertama-tama sebagai orang yang percaya tentunya saya bersyukur kepada Tuhan. Karena atas perkenanNya sehingga saya bisa terpilih lagi," ujar Vanda, Minggu (27/4).

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Sulut yang kembali mempercayakan dirinya sebagai wakil rakyat di DPR RI." Terima kasih juga untuk warga Sulut yang masih memberikan kesempatan kepada saya untuk berjuang di pusat," tuturnya.

Mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya, putri dari gubernur Sulut Dr Sinyo H Sarundajang ini tak banyak berujar. "Saya akan kembali fokus di DPR melanjutkan tugas pekerjaan sampai periode ini selesai di akhir September nanti," tandasnya.

Tak kalah sengit adalah pertarungan untuk DPRD Sulut. Dari sebagian besar calon incumbent, hanya 15 yang berhasil mempertahankan kursinya.

Netty Agnes Pantow, satu di antaranya incumbent yang memenangi satu kursi dari Dapil Minut-Bitung.

Kepada Tribun Manado, caleg Partai Demokrat itu mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, kemenangan ini tidak perlu disambut dengan menggelar pesta.

"Tidak harus pesta, rasa syukur disampaikan lewat doa dan mengiplementasi wujud kehidupan sehari-sehari," kata peraih 10.310 suara dukungan ini.

"Pertama bersyukur bangga Netty tidak money politics. Netty masih dicintai masyarakat, satu periode di lembaga, diperkenankan Tuhan terpilih kembali dengan jujur punya kebanggan murni terpilih," ungkapnya.

Terkait dana kampanye, Netty menolak menyebutkan jumlahnya. "Tidak mungkin kalau tidak keluar uang, tapi itu biaya politik, bukan money politics. Masa orang antar stiker tidak dikasih uang, sewa transportasi kampanye juga harus keluar uang," ungkapnya.

Ia mengakui banyak pekerjaan rumah variatif di DPRD Sulut, pembangunan berjalan tentu butuh kelanjutan. "Ke depan memang butuh perbaikan," katanya.

Terpisah, Ivone Bentelu, caleg PDIP Dapil Nusa Utara juga berhasil mengamankan satu kursi di Gedung Cengkih. Ia mengungkapkan syukur kepada Sang Khalik, dan ungkapan terima kasih kepada masyarakat Nusa Utara yang sudah memberikan kepercayaan kembali duduk di DPRD Sulut.

Gelar ucap syukur ia sudah jadwalkan dilakukan dengan kecil-kecilan saja. Justru di depan mata adalah ada tanggung jawab besar.

"Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab yang harus dikawal untuk mewujudkan kerja keras dan kerja cerdas guna kesejahteraan masyarakat," ujar wanita yang menyemat profesi dokter ini.

"Yang pasti bersama teman-teman saya dari Nusa Utara, kita akan bergandengan tangan untuk mengawal aspirasi dari Kepulauan," ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut ini. (ryo/suk/aro)


Sumber: Tribun Manado 28 April 2014 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes