Litani Pilu Nasib Guru di NTT

LITANI pilu nasib guru belum juga berakhir di kampung halaman kita bernama Nusa Tenggara Timur (NTT). Sampai hari-hari ini mereka, khususnya guru kontrak masih mengeluhkan tersendatnya pembayaran gaji atau insentif bulanan.

Kita bisa membayangkan bagaimana peningnya guru kontrak menghidupi keluarganya ketika gaji bulanan sebagai sumber utama tidak hadir tepat waktu. Kemungkinan besar mereka berhutang agar asap dapur tetap mengepul, agar susu anak dan nasi di meja makan tetap tersedia.

Fakta miris ikhwal gaji guru kontrak diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Jimmy Sianto, S.E, M.M dalam rapat dengar  pendapat dengan pimpinan  Dinas Pendidikan Provinsi NTT di Kupang, Selasa (25/4/2017).

Dalam rapat membahas peralihan kewenangan SMA,SMK dan Pendidikan khusus. Pengelolaan SMA/SMK dan pendidikan layanan khusus (Sekolah Luar Biasa) ke pemerintah provinsi sejak Januari 2017 itu, Jimmy mengaku masih sering mendengar keluhan guru  kontrak SMA/SMK terkait gaji yang belum dibayar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. "Kadang telepon masuk  saat saya sudah tidur.  Ternyata telepon itu dari guru SMA atau SMK yang mengadu bahwa belum terima gaji," kata Jimmy Sianto.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Kristin Samiyati Pati pun mengatakan, dirinya sering mendapat keluhan soal gaji dari para guru kontrak SMA/SMK di daerah pemilihannya. Selain gaji terlambat dibayar juga ada pemotongan untuk tujuan tertentu.  Dia meminta pemerintah segera menemukan solusinya. Anggota DPRD lainnya, Mohammad Ansor mengusulkan untuk membentuk tim satuan tugas guna menangani masalah gaji guru kontrak ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aloysius Min, pada kesempatan itu mengakui ada guru kontrak provinsi di kabupaten dan kota yang belum menerima gaji. Hal ini terjadi  karena proses validasi data guru pengalihan belum tuntas. "Karena untuk pembayaran gaji ini, kita harus buat surat keputusan (SK) sekaligus atau satu kali. Sedangkan soal tunjangan guru, kita masih sesuaikan SK dengan kuota yang ada," demikian Alo Min.

Validasi data guru memang bukan perkara mudah. Tapi fakta ini serentak mencerminkan cara kerja aparatur pemerintah belum sesuai harapan dalam memberikan pelayanan terbaik. Peraliran kewenangan ke provinsi  sudah ditetapkan sejak tahun lalu. Idealnya validasi data guru sudah tuntas saat kebijakan ini mulai berlaku per 1 Januari 2017. Kini bahkan sudah melewati triwulan pertama validasi  data belum tuntas juga.

Lemahnya kinerja aparatur dinas pendidikan di kabupaten/kota dan provinsi patut diberi catatan spesial. Fakta ini pun memberi gambaran bening bahwa perhatian terhadap nasib para guru kontrak sangat minim untuk tidak melukiskannya sebagai buruk. Ketika para guru lapar bagaimana mungkin kita mendambakan output pendidikan yang berkualitas?*

Sumber: Pos Kupang 2 Mei 2017 hal 4

Ratusan Orang di Flores Tergiur Cincin Rp 1 Miliar

POS KUPANG.COM, MAUMERE --Sekitar  300 orang warga Kabupaten  Sikka, Ende dan Ngada  menjadi anggota Komisi Nasional Penyelamat  Aset  Negara  (Komnas PAN) karena tergiur mendapat cincin emas seharga Rp 1 miliar.

Untuk mendapatkan cincin seharga Rp 1 miliar dari Komnas PAN, warga yang mendaftar harus menyetor uang Rp 250.000 pada tahap pertama dan tahap kedua   Rp 300.000.
Dengan total uang pendaftaran Rp 550.000, maka warga resmi menjadi anggota dan kelak memperoleh uang jaminan  Rp  5 juta/bulan berikut cincin emas seharga  Rp 1 miliar .

Sampai  hari ketiga pendaftaran, Rabu (26/4/2017), warga  dari tiga kabupaten (Sikka, Ende dan Ngada), setia menunggu sejak  pagi sampai  larut malam  supaya terdaftar  identitasnya.


Presiden Direktur PT  Dankiserindo Energi Samudra (DES), Daniel  Kolin,  ditargetkan 1.000 orang dari  seluruh NTT menjadi anggota Komnas PAN. Kuota untuk  NTT 5.000 anggota.

"Untuk Sikka bisa  dapatkan  300 lebih sudah lumayan. Kami diberi waktu sampai 28  April, nanti tanggal 1 Mei  2017 dilakukan  aktivasi," kata  Daniel.

Pantauan Pos Kupang di  Restoran  Pangbliran, Nangahure, Kecamatan  Alok Barat,  Kabupaten Sikka, Rabu   (26/4/2017) siang, beberapa orang pria dan  wanita  dewasa tampak sumringah seusai  mendaftar dan nomor telepon  selulernya diaktifkan menjadi  nomor  rekening BTPN.

Warga yang telah  aktif nomor  telepon  saling memperlihatkan balasan pesan  di  telepon genggamnya. Pesan yang diperlihatkan kepada Pos Kupang isinya sama menyatakan  segera  aktivasi  rekening BTPN  Wow! Anda. Ketik *247#  tekan  Yes/Call  lalu buat PIN  rahasia Anda lengkap  hububungi 1500300. Layanan ini didukung oleh TCASH. 
Namun, beberapa warga yang telah menyetorkan uang mengaku bingung karena khawatir uang yang dijanjikan dan sebuah cincin seharga Rp 1 miliar tidak diberikan oleh Komnas PAN.

Regina  Kewa  dan suaminya Yosep Lelaona, yang menyetor Rp 500.000 mengaku terdorong mengikuti program ini   tergiur  cerita  tetangga. Harapan  Regina dan Yosep,  program yang ditawarkan  menopang  kehidupan ekonomi rumah tangganya.

"Kalau nanti kami bisa  dapatkan uang yang dijanjikan, bisa untuk usaha dan perbaikan  hidup. Kita ini kan  tidak  tahu asal-usul perusahaan ini. Tetangga  sekitar  ramai-ramai ikut, kami juga ikut," ujar Regina.

Namun setelah menyetorkan uang  Rp 500.000 dan nomor telepon selulernya diaktifkan, Regina  bingung apakah ia akan mendapatkan  transfer rutin uang  Rp 5.000.000/bulan, sebuah cincin seharga  Rp 1 miliar yang dijanjikan petugas.

Lain  lagi cerita Petrus  Arianto. Ayah  dan ibu mertuanya  menyerahkan  Rp  500.000 dan  sudah pulang  kampung di Desa  Tilang, Kecamatan Nita, sebelah  barat Kota Maumere. Aktivasi nomor telepon  seluler sudah  dilakukan dan  kedua pasangan suami  istri  ini menunggu transfer  Rp 5.000.000/bulan.

Namun setelah nomor  telepon diaktifkan,  Petrus mengakui  mertuanya sangsi, apakah yang dijanjikan oleh petugas kelak  terwujud. Seperti menerima uang bulanan dan  sebuah cincin senilai Rp 1 miliar.

"Saya juga bingung, apakah benar atau  tidak yang disampaikan petugas. Sudah  tiga hari  mertua saya menunggu, dia  tidak kuat lagi dan minta  pulang kampung," kata Arianto, di  Kampung Waidoko, Kelurahan  Wolomarang, Kecamatan  Alok Barat.   Aktivasi nomor telepon warga yang sudah mendaftar untuk  memastikan mereka telah menjadi anggota Komisi Nasional Penyelamat  Aset  Negara  (Komnas PAN)  dengan menyerahkan  uang  Rp 250.000 dan fotocopy  kartu tanda penduduk (KTP).

Keceriaan  beberapa warga hari Rabu siang itu karena   pada  Selasa malam  ketika  dilakukan  uji coba transfer  pada  10  nomor  peserta berhasil.  "Tadi malam dilakukan uji coba dan berhasil  ditransfer  Rp 10.000 untuk 10  nomor. Kita percaya saja, apalagi ini dengan bank," ujar Petrus, salah  satu anggota  Komnas PAN, kepada  Pos Kupang, Rabu  siang.

Petrus  mengaku  percaya karena  perusahaan pemilik CSR (community social responsibility) bekerja sama dengan  bank pemerintah. Kelak ia  akan menerima uang  setiap bulan Rp 5.000.000 selama  tiga bulan, mendapat  sertifikat atas sebuah cincin senilai  Rp 1 miliar untuk dijadikan agunan  pinjaman di sejumlah  bank.

Petrus tak permasalahkan kalau nanti keuntungan yang dijanjikan itu  tidak terealiasi, uang  Rp 250.000  tak dipermasalahkannya lagi.  "Kalau  kita  buka rekening di bank juga harus  pakai  uang. Kalau nanti janji  kelak  tidak sesuai, saya anggap sial saja. Rugi  tidak  banyak daripada  di Mitra Tiara  Larantuka, saya  rugi  banyak," ujar Petrus.

Antrean warga  yang telah mendaftar  menunggu  panggilan petugas Komnas PAN di  Pangbliran memasuki  hari ketiga sejak  Senin (24/4/2017)  setelah sosialiasi. Ratusan orang pria dan wanita  dewasa asal Sikka, Ngada dan Ende  berdesak-desakan menuggu panggilan sesuai  nomor urutnya.

Beberapa  warga yang  ragu-ragu meminta kembali uangnya, namun jawabanya bahwa uang sudah ditransfer ke Jakarta. Namun,  lebih banyak  rela antre  mulai  pagi  hingga  larut malam. (ius)

Sumber: Pos Kupang 27 April 2017 hal 1

Mengelola Sampah Bukan Prioritas di NTT

ilustrasi
POS KUPANG.COM -Sungguh menohok  pernyataan Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Ikram M. Sangadji pada  Rapat Koordinasi Gerakan Bersih Pantai dan Laut di Kantor Gubernur NTT, Senin (10/4/2017).

Ikram mengatakan, isu sampah belum menjadi prioritas program dari pemerintah daerah di NTT, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Hal itu sangat disayangkan mengingat  Flobamora  memiliki potensi pantai dan laut yang indah untuk dikembangkan, namun masih dililit masalah sampah.

"Saya baru satu tahun di NTT, sebelumnya saya bertugas di Bali selama lima tahun. Tugas saya dukung pemerintah Bali untuk pengembangan wisata. Di NTT ini pantai dan laut lebih indah daripada Bali sehingga perlu diperhatikan soal masalah sampah," kata Ikram.
 
Disebutkannya, Indonesia masuk urutan kedua dari 10 besar  negara yang memiliki banyak sampah di laut. Urutan pertama adalah China atau Tiongkok. "Perlu revolusi mental untuk mengubah pola pikir masyarakat," katanya.

Ikram benar! Hari-hari ini jika kita mengunjungi obyek wisata pantai di NTT masih saja menemukan sampah yang dibuang sembarangan. Keberadaan sampah plastik  paling menonjol. Destinasi wisata unggulan di kawasan Taman Nasional Komodo seperti Pulau Padar, Pulau Rinca, Komodo dan sekitarnya pun tidak luput dari sampah berserakan akibat ulah manusia.

Orang tanpa beban membuang sampah plastik ke pantai dan  laut yang indah. Dalam benaknya mungkin berpikir simpel begini. Ah, cuma satu botol bekas air mineral saja yang saya buang ke laut hari ini. Jumlah itu tidak berpengaruh apa-apa. Bayangkan kalau setiap orang berpikir dan bersikap begitu.

Kalau seribu orang bertindak serupa  maka seribu botol bekas yang dibuang begitu saja. Tanpa disadari saban hari puluhan kilogram bahkan berton-ton sampah plastik yang masuk ke perairan NTT. Sementara siapa pun maklum bahwa sampah plastik merupakan racun yang akan merugikan manusia sendiri.

Pemerintah dan masyarakat NTT mestinya belajar dari kegalauan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara yang sejak beberapa tahun silam sudah dipusingkan dengan masalah sampah yang mengotori Taman Nasional Bunaken saban hari.

Keindahan pantai di Nusa Tenggara Timur sudah diakui banyak orang. Perairan kita pun kaya dengan hasil laut yang merupakan sumber pangan utama manusia. Namun, kesadaran soal sampah masih jauh dari harapan. Pemerintah daerah di NTT belum memiliki agenda lokal yang strategis dan bisa diterapkan guna  mengedukasi masyarakat agar giat menjauhkan pantai dan laut  dari sampah.

Sikap tidak peduli sampah itu harus kita akhiri segera agar perairan NTT tetap bersih dan produktif. Menurut pandangan kita, mengelola sampah itu tidak sulit jika ada kemauan dengan menerapkan metode yang tepat. *

Sumber: Pos Kupang 13 April 2017 hal 4

Komodo Itu Kadal Paling Berbahaya di Dunia

Komodo
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kabar wisatawan asal Singapura yang digigit komodo langsung mendapat perhatian pembaca dari seluruh dunia. Serangan kadal raksasa kepada manusia ini sebenarnya terbilang langka.

Seperti diwartakan sebelumnya, wisatawan bernama Loh Lee Aik (68) itu diserang komodo saat dia berusaha memotret dari dekat binatang itu. Saat itu, beberapa komodo sedang makan daging babi dan kambing milik warga di kampung.

Tepatnya di Kampung Komodo, Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (3/5/2017) pukul 08.00 Wita.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Sudiyono saat dikonfirmasi Kompas.com, mengatakan, "Saat binatang itu sedang makan daging tersebut, wisatawan ini mengambil gambar dari jarak yang sangat dekat," sebutnya.

Menurut dia, warga Kampung Komodo sudah melarangnya agar tidak mengambil gambar terlalu dekat, tetapi Loh Lee Aik itu tidak menghiraukan larangan itu. Sehingga kaki Aik pun digigit binatang tersebut.

Loh Lee Aik langsung dievakuasi untuk mendapatkan pengobatan. Saat berita ini dibuat, ia masih dirawat di Rumah Sakit Umum Siloam Labuan Bajo, Kabupaten  Manggarai Barat.

Bagi orang yang belum mengenal spesies langka ini, gigitan komodo bisa dianggap peristiwa sepele seperti digigit hewan besar lainnya. Namun, bagi yang sudah mendengar keganasan komodo, berita soal manusia yang digigit komodo ini adalah berita besar.

Reptil ini di berbagai terbitan media massa, sering dinobatkan sebagai hewan melata paling berbahaya di dunia. Cara melumpuhkan mangsanya juga paling unik.

Ia tak menggunakan bisa untuk membunuh mangsanya, melainkan bermodalkan air liur (saliva) yang penuh berisi bakteri. Bakterinya pun tidak hanya satu jenis, melainkan hingga 80 jenis.

Korban yang digigit komodo memang seolah bertarung melawan waktu. Telat sedikit dalam penanganan, bisa berakibat fatal. Semua orang berharap, korban gigitan biawak raksasa ini bisa segera mendapatkan perawatan terbaik.

Survival ulung
Komodo tidak memiliki bisa. Bagaimana ia bisa melumpuhkan lawannya?

Komodo adalah survival ulang sekaligus karnovora pembunuh dengan senjata yang terkenal efektif. Di pulau yang kecil, dia menduduki puncak piramida makanan.

Tak cuman survival lintas zaman dalam kurun puluhan atau ratusan tahun, tapi jutaan tahun telah berhasil ia lewati. Tepat sekali istilah dragon purba yang dilekatkan padanya.

Komodo menjadi satu binatang purba yang masih bertahan hidup di dunia modern. Reptil ini diperkirakan telah hidup sejak masa Tertiarum Awal (50-60 juta tahun silam) bersamaan dengan masa hidup dinosaurus.

Harian Kompas pernah memuat liputan soal bahayanya komodo ini. Edisi "Menggali Kehidupan Purba Flores" pada 23 Juni 2012  membahas bagaimana si kadal ini begitu lihai beradaptasi di berbagai kondisi alam. Tulisan di bawah ini dikutip dari harian Kompas.

Heru Rudiharto, pengelola TNK di tahun itu, seperti diberitkan harian Kompas, mengatakan, faktor kunci yang membuat komodo bertahan melintasi zaman adalah tingginya kemampuan adaptasi reptil ini.

"Komodo itu fleksibel. Pada zaman purba, makanan utamanya stegodon. Ketika stegodon punah, dia pindah ke rusa, kerbau, bahkan ada yang makan serangga," kata Heru.

Menurut dia, di TNK terdapat empat pulau yang dihuni komodo, yaitu Pulau Nusa Kode, Gili Motang, Rinca, dan Komodo. Pulau Rinca dan Komodo masih menyediakan makan berlimpah, seperti kerbau, rusa, bahkan kuda liar, buat komodo. Namun, di Nusa Kode dan Gili Motang makanan untuk komodo terbatas. "Rusanya sedikit, kerbau sama sekali tidak ada," jelasnya.

Di dua pulau ini, komodo memangsa serangga, burung, tikus, dan kadal. "Akibat keterbatasan mangsa, tubuh komodo di dua pulau ini lebih kecil dibandingkan dengan di Pulau Komodo dan Rinca," katanya.

Ukuran komodo di Nusa Kode dan Gili Motang rata-rata 2 meter. Berbeda dengan komodo di Pulau Komodo dan Rinca yang ukurannya rata-rata 3 meter. "Ini adaptasi, tetapi ke depannya mungkin evolusi," katanya.

Daya hidup komodo ini agaknya ditempa oleh tingkat persaingan yang sangat tinggi di antara mereka. Komodo termasuk binatang kanibal alias saling memangsa. Bahkan, sejak menetas dari telur, mereka harus segera lari dan hidup di pepohonan sampai tiga tahun agar tidak dimangsa induknya.

Heru mengungkapkan, kompetisi untuk hidup di antara komodo sendiri sangat keras sejak lahir sampai dewasa. Dari 30 butir telur, biasanya sebagian besar menetas, tetapi yang bertahan hidup sampai usia setahun hanya beberapa. Lebih sedikit lagi yang bertahan sampai dewasa.

"Jadi, komodo yang bertahan hidup hanya yang benar-benar tangguh," katanya.

Walaupun pergerakannya relatif lambat dibandingkan dengan mangsanya, komodo merupakan binatang yang mahir mengendap dan sangat sabar menunggu mangsa melintas. Begitu mangsa melintas di dekatnya, komodo menggigitnya.

Sekali sang mangsa terkena gigitannya, ibaratnya tinggal menunggu ajal. Ada sekitar 60 hingga 80 jenis bakteri dalam air liur komodo, dan beberapa di antaranya meracuni darah.

Dengan mengandalkan daya penciuman tajam, komodo akan terus mengikuti pergerakan mangsa yang terluka. Dan begitu mangsa itu tersungkur dan tak bisa jalan lagi, komodo langsung menerkamnya.

Manusia juga beberapa kali menjadi korban keganasan komodo. Dalam catatan TNK hingga 20012, sejak 1987 sampai sekarang, ada 16 kasus orang digigit komodo. Empat orang di antaranya tewas. Terakhir, seorang petugas keamanan TNK digigit pada November 2011, dan meninggal pada Mei 2012.

Lebih dari itu, lanjut Heru, komodo juga punya kemampuan berkembang biak meski tanpa melalui proses perkawinan atau parthenogenesis. Seekor komodo di kebun binatang di London, Inggris, ditemukan bertelur dan menetas, tanpa ada pembuahan dari komodo jantan. (*)

Sumber: Pos Kupang.Com

Andmesh, Kebangkitan Mutiara (Hitam) NTT

Andmesh Kamaleng
Oleh: Refael Molina
Anggota Forum Penulis NT
T

Rising Star Indonesia (RSI) season 2 menjadi ajang bergengsi putra kebanggaan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukan talenta dan bakatnya. Bangga, bahagia dan terharu biru ketika menyaksikan Jandmesh Antonio Kamaleng tampil memukau menggetarkan Indonesia pada Grand Final RSI 2017 di Studio RCTI, Senin (27/3/2017). Andmesh pun keluar sebagai juara RSI season 2.

Awalnya, penulis tidak percaya ketika alumni SMA N 3 Kupang itu ikut RSI. Pasalnya, siapa yang mengantarnya ke studio RCTI atau menyediakan kostum dan lain-lain saat ia tampil. Namun, baru-baru ini saya mendengar kabar bahwa ada beberapa orang dekat Andmesh yang sudah membantunya selama di Jakarta. Luar biasa!

Dari Gereja
Menggeluti dunia tarik suara, bagi Andmesh bukan hal baru. Sebelum kisah sukes nan bergengsi itu diraih, putra Almarhum Yes Kamaleng dan  Erna Kamaleng-Laure ini konon selalu belajar bermusik dan bernyanyi dari ayahnya sendiri.

Talenta bernyanyinya  tumbuh ketika ia tampil mengisi pujian di gereja, mengikuti dan menjuarai beberapa lomba tarik suara gerejawi serta berbagai ajang tarik suara lainnya di NTT. Ia kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi penyanyi kafe di Kota Kupang dan biasanya diundang mengisi acara resepsi nikah dari kota hingga ke desa-desa.

Sebelumnya, tandem Andmesh, Mario Klau  terlebih dahulu mengikuti The Voice Indonesia dan keluar sebagai juara. Menariknya Andmesh pun dikabarkan ditolak oleh panitia lomba tarik suara di NTT dengan alasan, lomba di NTT bukan kelasnya lagi bagi Andmesh. Rupanya ini juga yang mendorongnya ikut lomba tingkat nasional. Dan, RSI menjadi tujuannya.

Realitas tersebut kian menjawab tulisan saya dengan judul "Mario Klau: Simbol Kebangkitan Generasi NTT" di Pos Kupang, Senin (27/6/2016). Salah satunya, Andmesh kini membuktikan NTT punya banyak talenta tarik suara yang harus bangkit.

Hemat saya, ini kebangkitan mutiara-mutiara hitam NTT yang selama ini tertidur. Masih banyak mutiara hitam NTT harus menunjukan kemampuan di ajang nasional bahkan internasional baik di bidang tarik suara maupun bidang lainnya.
Masuk RSI bukan semudah membalikan telapak tangan. Selain bersaing dengan kontestan lainnya, ia pun harus bersaing dengan mengumpulkan persentase vote.

Perjalanan Jebolan Juara 1 solo putra Lomba Kidung Pujian GMIT Ebenhaezer 2012 ini ketika masuk audisi RSI, diawali dari Room Audition Stage  pada 13 Desember 2016 dengan membawakan lagu "I'm not the only one" milik Sam Smith. Saat itu semua expert (Anang, Aril, Judika dan Rosa) memilih "Yes" dan ia pun lolos.  Masuk di live audition 4, penampilannya mendapatkan 94 persen ketika membawakan lagu "Say You Won't Let Go" milik James Arthur.

Pada live duel 1 pun Andmesh tetap mendapatkan 94 persen ketika membawakan lagu "Dia" milik Anji. Pada Final Duel I, ia membawakan lagu "Show Me The Way Back To Your Heart" dan berhasil mendapat 84 persen.

Putra semata wayang Ibu Erna Kamaleng-Laure itu pun masuk 12 besar lalu membawakan lagu "Surat Cinta untuk Starla" milik Virgoun dan mendapat  84 persen. Pada babak 10 besar ia membawakan lagu, "Lean On" milik Major Lazer berhasil memperoleh vote 85 persen, lalu pada Babak 9 besar, ia membawakan lagu "Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu" milik Fatin Shidqiah, dengan vote 88 persen.

Ia melaju ke babak 8 besar dan berhasil mendapat 87 persen ketika menyanyikan lagi "Hymn For The Weekend". Pada babak 7 besar, ia mendapat vote 82 persen.

Kemudian pada Super 6, tandem Neny Lumbakaana dan Io Yopudara itu menyanyikan lagu "Jera" milik Agnes Monika dan mendapat vote 81 persen.  Pada babak semifinal, saudara  kandung Wati, Ecy dan Indah Kamaleng itu membawakan lagu milik Armada Band "Asal Kau Bahagia" mendapat 87 persen. Ia pun melaju ke babak final pada 27 Maret 2017. Pada grand final idola James Foster ini membawakan lagu milik Myta "Aku Cuma Punya Hati" dan mendapatkan vote 78 persen. Ia pun kemudian masuk pada acara puncak Final RSI berhadapan dengan Fauziah Khalida.

Putra kelahiran Kupang 19 tahun silam itu menggetarkan panggung RSI dengan lagu pamungkas "Making Love Out of Nothing at All" milik Air Supply. Andmesh resmi mendapat gelar juara setelah mendapat total 80 persen.

Inspirasi Anak Muda NTT

Ada pesan inspiratif yang harus dipetik dan diteladani anak-anak muda NTT dari apa yang telah dilakukan Andmesh. Pertama, yang mesti dipetik dari apa yang dilakukan Andmesh. Pertama, bersyukur dengan hal-hal sederhana.

Mengapa? Andmesh telah membuktikannya ketika ia mampu bersyukur dengan apa yang diterimanya ketika bernyanyi di kafe-kafe Kota Kupang, walaupun nilainya kecil. Bahkan kita semua pasti setuju, apa yang kebanyakan orang bilang, mensyukuri hal-hal sederhana, pasti ada hal-hal luar biasa yang Tuhan siapkan untuk kita. Inilah yang dilalui Andmesh.

Kedua, semangat mengeksplore talenta dibidang tarik suara. Pada titik ini, Andmesh menunjukkan talentanya. Bukan dengan nada tendensius saya menjudge generasi muda di NTT. Namun, hampir pada umumnya generasi muda kita justru `mengurung' potensi diri mereka.

Mereka justru tidak merasa percaya diri dan percaya dengan talenta dan potensi yang dimiliki. Namun, apa yang dilakukan Andmesh, memutuskan untuk mengikuti ajang-ajang lomba di tingkat lokal adalah bentuk dia mengeksplore talenta dan bakatnya hingga menjadi juara dalam ajang RSI 2017.

Ketiga, ia tidak merasa sombong.  Ketika mendapatkan pujian dari para penggemar atau  reward (penghargaan) dari panitia RSI yang sangat fantastis besar. Hal itu tak membuatnya besar kepala. Pada malam final RSI 2, kita menyaksikan kesederhanaan Andmesh bahwa apa yang diperolah adalah pemberian Tuhan dan dukungan masyarakat NTT.

Hemat saya, ia sudah terbiasa dengan hal-hal sederhana, sehingga ia tak perlu merasa sombong. Kini yang dilakukan Andmesh adalah bersyukur atas apa yang diterimanya. Ini bukti, perjuangan, kerja keras, ketabahan, kesetiaan dan ketekunan dalam mengasah dan mengeksplore kemampuan yang sebelumnya dianggap biasa, namun berubah menjadi luar biasa.

Keempat, terbuka dan siap menerima saran dan kritikan orang lain. Di tengah kompetisi dalam ajang tersebut, putra Alor tersebut telah menunjukkan sikap terbuka dan menerima setiap krikan dari para expert, baik yang destruktif maupun konstruktif. Percaya atau tidak, hari-hari ini generasi di NTT, masih saja alergi dengan kritikan. Padahal, saran dan kritikan tersebut akan berujung pada perbaikan diri untuk menjadi lebih baik.

Kelima, tahu menempatkan diri bahwa di balik kesuksesan, pasti ada dukungan orang lain. Dukungan masyarakat Indonesia, khususnya NTT tak membuat Andmesh lupa daratan, ucapan terima kasih terus `mengalir' di bibirnya, lantaran apa artinya sebuah keberhasilan tanpa dukungan doa dan kerja keras orang-orang lain. Pada tataran ini, keberhasilannya harus menjadi batu loncatan baginya, bahkan bagi semua generasi muda NTT untuk mengeksplore potensi diri.

Hapus Stigma Negatif NTT
Semangat anak-anak muda seperti Andmesh, Mario Klau dan Azizah setidaknya perlahan hendak  menghapus "stigma-stigma negatif" terhadap NTT. Pasalnya mereka telah menunjukkan bahwa NTT itu tak selamanya memiliki wajah buram. Pada titik ini, hemat saya, mereka telah mengangkat wajah NTT di kancah nasional. Andmesh misalnya, dalam setiap kali penampilannya pun selalu menggunakan busana dengan motif tenunan NTT. Ini juga menunjukan kecintaan terhadap daerah NTT serta jiwa nasionalisme yang dimiliki seorang Andmesh.

Fenomena ini sejatinya membuka mata dan hati kita bahwa sebenarnya ada Andmesh-andmesh lain di NTT yang belum muncul di permukaan. Dukungan masyarakat dan pemerintah mutlak dibutuhkan, karena ini bukan saja soal individu (Andmesh), namun soal nama daerah asal pun menjadi taruhan.

Ketika mendengar Andmesh, orang juga pasti mengatakan dari NTT. Nama NTT pun menjadi semakin tersohor dengan talenta dan prestasi anak daerah. Karena itu, terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah mendukung Andmesh, baik lewat doa maupun vote.

Dengan juara tersebut, harapan saya, Andmesh bisa menjadi sumber inspiratif, motivasi, semangat dan kebangkitan bagi generasi NTT yang lain untuk mengeksplore bakat, minat dan talenta yang dimiliki. Dengan demikian semakin menghapus stigma negatif terhadap NTT. Bangkitlah mutiara hitam NTT. Semoga.*

Sumber: Pos Kupang 5 April 2017 hal 4
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes