Gaya Jokowi di Kairagi

Berdiskusi di Kantor Tribun Manado 10 Mei 2014 (foto emerson)
DALAM rangkaian blusukannnya ke Sulawesi Utara, Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo alias Jokowi menyempatkan diri mampir ke Kantor Harian Tribun Manado di Jalan AA Maramis,  Kairagi, Manado,  Sabtu (10/5/2014) sekitar pukul 13.15 wita.

Kedatangan Jokowi,  sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta ini disambut Pemimpin Perusahaan (PP) Tribun Manado, Fahmi Setiadi, Manager Produksi, Dion DB Putra dan Wakil Koordinator Liputan, Aswin D Lumintang.

Jokowi bersama rombongan langsung diantar ke ruang rapat Tribun Manado yang terletak di Lantai I kantor tersebut. Menariknya, begitu Fahmi Setiadi mempersilakan Jokowi untuk duduk di kursi paling depan yang biasa dipakai pimpinan saat rapat redaksi, namun oleh Jokowi ditolak dan memilih duduk di kursi yang biasa menjadi tempat duduk peserta rapat.

Perbincangan dimulai dengan beberapa pertanyaan singkat Fahmi Setiadi terkait mulai ramainya kampanye hitam terhadap dia (Jokowi) menjelang pilpres dan beberapa hal lainnya.

Satu di antaranya yang akan menjadi fokus Jokowi jika terpilih menjadi presiden katanya, dia akan memfokuskan pada pendidikan. Dia berkeyakinan dengan pendidikan yang baik akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia nomor satu.

''Sistem pendidikan saat ini harus dievaluasi termasuk kurikulumnya. Saya melihat ada disorientasi. Jadi kalau kita maunya menjadi negara yang konsentrasi terhadap pangan dan energi. Harus fokus ke pertanian dan kelautan, '' ujarnya memberi contoh.

Jika ini menjadi fokus pembangunan, maka pendidikan juga harus diarahkan ke sana.'' Seperti yang sering saya sampaikan pembangunan karakter itu dijadikan yang utama terutama di dunia pendidikan. Budi pekerti mengenalkan nilai-nilai ke Indonesiaan. Saya rasa itu penting sekali, waktu mereka SD menurut saya 70 persen bukan pengetahuan tapi memberikan fondasi mengenai nilai-nilai kedisiplinan, budi pekerti dan budaya, '' ujarnya.

Sekitar 70 persen harus dikenalkan kepada anak-anak, 30 persen berbanding 20 persen untuk hal-hal yang mengenai pengetahuan. Ketika masuk SMP 40 persen banding 60 persen.


'' Mungkin baru SMA/SMK perbandingannya  70 persen banding 30 persen. Saya kira memang harus seperti itu, kalau mau negara maju.''Karakter pasti nomor satu, pembangunan SDM nomor satu. Yang saya sampaikan, kita memang musti memerlukan revolusi mental, di bidang pendidikan, memerlukan membangun nilai- nilai baru yang mulai menjadi satu gerakan, gerakan nilai-nilai yang baik, '' ujarnya.
Sedangkan mengenai ketahanan pangan, Jokowi mengakui ketergantungan terhadap impor memang luar biasa. '' Garam pun kita impor, '' ujarnya.

''Saya kira kalau pahan pangan, SPMA harus diperhatikan lagi dan universitas- universitas sekolah yang berkaitan dengan pertanian itu harus diperhatikan, '' ujarnya.

Infrastruktur yang berkaitan dengan pertanian harus di perhatikan lagi, harus diarahkan ke sana. kalau ingin maju. Kemudian pasca panen industri pengalengan, pendinginan, industri kemasan. Banyak sebenarnya produksi pertanian yang tidak tergarap karena pasca panen tak ada.

Mengenai penegakan hukum yang paling penting adalah sistemnya.  Terkait dengan korupsi di Indonesia, Jokowi berpendapat 70 persen harus mengutamakan upaya preventif dan 30 persen adalah penindakan. "Bukan penindakan yang diberi porsi besar, tapi upaya preventif yang harus mendapat porsi 70 persen," tuturnya.

Upaya preventif dimaksud yaitu terkait perbaikan sistem yang ada di negara ini. "Korupsi kan terjadi karena sistem di negara kita yang amburadul. Ini yang harus dibenahi," ujarnya.

Perbaikan sistem ini kata Jokowi, harus bersifat menyeluruh dan bukan setengah-setengah. "Semuanya harus tersistem dan terkoneksi dengan baik, sehingga memudahkan untuk dilakukan kontrol. Mudah saja sebenarnya. Kalau hal ini dijalankan seperti ini maka kecil kemungkinan korupsi itu terjadi," jelasnya.

Diakuinya, jika diberi kesempatan menjadi presiden periode berikutnya, hal-hal inilah yang akan dilakukan terutama dalam upaya memberantas korupsi di negeri ini.(khy/ika)

Sumber: Tribun Manado 11 Mei 2014 hal 1


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes