Jokowi Sebut Revolusi Mental

Jokowi di kantor Harian Tribun Manado 10 Mei 2014 (foto emerson@TM)
Satu di antara agenda utama kedatangan  Ir Joko Widodo, Capres PDI Perjuangan ke Sulawesi Utara adalah menemui tokoh agama di daerah ini dan berbicara tentang kerukunan dan pentingnya perdamaian.

Hal ini menjadi satu diantara agenda penting lainnya yang menjadi perbincangan antara Jokowi sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta  ini dengan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt HWB Sumakul STh dan Sekretaris Sinode GMIM, Pdt Hendry Runtuwene yang tampak kompak menggunakan kemeja putih lengan panjang.
Dialog informal ini berlangsung di ruang rapat BPMS GMIM. Saat pertemuan Jokowi pun memuji GMIM yang ikut memberi andil besar dalam menciptakan kerukunan di Sulut.

"Pak Jokowi memberi apresiasi luar biasa terhadap kerukunan di Sulut. Apalagi diketahuinya peran GMIM banyak untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di daerah ini," kata Pdt HWB Sumakul, Ketua BPMS GMIM seusai berdialog dengan Jokowi di Kantor Sinode GMIM di Tomohon, Sabtu (10/5/2014).

Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia tetap dibawah naungan Pancasila, tak boleh ada diskriminatif. "GMIM memberikan penghargaan luar biasa kepada Pak Jokowi, karena sebagai calon pemimpin Negara masih berkesempatan meluangkan waktu  bertemu dengan pemimpin gereja mendiskusikan masalah-masalah bernegara dan cara mengatasinya. Tentu kami akan terus menopang lewat doa agar di Indonesia akan lahir  pemimpin  berkharisma dan berwibawa serta mampu mengangkat harkat martabat negara agar lebih maju," ujar Pdt Hendry Runtuwene, Sekretaris BPMS GMIM

Setelah mengunjungi Kantor Sinode GMIM, Jokowi pun beralih memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unima Manado  dengan moderator Rektor Unima Theofilus Tuerah di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Tomohon.

Jokowi menegaskan, kedatangannya ke Sulut sebenarnya sudah direncanakan dua tahun lalu, tapi baru dapat direalisasikan sekarang. "Jadi selamat baku dapa semua," ujarnya.

Jokowi dalam blusukan kali ini mengaku sangat kaget sekaligus bangga dengan antusiasnya sambutan yang diberikan masyarakat. "Saya kaget, tapi senang juga melihat sambutan masyarakat sebaik ini," ujar Jokowi sambil tersenyum.

Ia mengungkapkan belum memutuskan siapa calon pendampingnya apakah dari Sumatera atau Sulawesi atau daerah lainnya. "Yang pasti calon pendamping saya orang Indonesia," terangnya.

Kendati belum memutuskan pendamping, namun jika diperkenankan oleh Tuhan untuk menjadi Presiden maka Jokowi berjanji akan membangun Negara ini dengan baik, seperti yang dilakukannya selama ini memimpin daerah menjadi maju dan sejahtera.
"Saya memang belum menjadi Presiden, tapi dengan pengalaman yang ada ketika memimpin kota bahkan provinsi tentu akan dioptimalkan. Sebab ini semua hanya soal managemen dengan membiasakan menjadi pemimpin yang baik ditingkatan kota dan provinsi, tentu ditingkat nasional juga akan seperti itu, semuanya sama yang penting fokus saja," ujarnya.

Untuk membangun Indonesia menjadi Negara yang maju, menurutnya dapat dilakukan dengan terus diberi pendidikan budi pekerti yang luhur agar dapat memacu pembangunan lebih cepat demi mensejahterakan rakyat.

"Budi pekerti itu penting diberikan kepada masyarakat Indonesia sejak kecil, agar bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini menjadi lebih maju," ujar Jokowi.
Di Korea misalnya, menurut Jokowi kemajuan sangat terasa karena pendidikan budipekerti diutamakan bagi anak-anak sejak kecil. Misalnya dengan budaya seorang kakak menggendong adiknya ke sekolah. "Setelah saya tanya apa manfaatnya dari budaya itu, ternyata mengajarkan kepada anak-anak bahwa yang adik itu harus menghirmati dan menghargai kakaknya, sedangkan yang kakak harus selalu membantu adiknya. Di Indonesia seperti itu ada dulu, tapi memang kini sudah terkikis," jelasnya.

Mengakhiri kuliah umum kepada mahasiswa Unima di ABI Tomohon, sekitar pukul 12.30 Wita, Jokowi, Calon Presiden RI dari PDI Perjuangan yakin Indonesia kedepan akan menjadi Negara besar. Syaratnya tentu ada, yakni jika dipimpin oleh pemimpin Negara yang tegas dan tidak ragu-ragu.

"Saya yakin Indonesia akan menjadi Negara yang besar, maju, dan berwibawa, asalkan pemimpinnya harus tegas dan tidak ragu-ragu. Pemimpin juga jangan hanya duduk dibelakang meja saja, tapi harus turun ke lapangan," kata Jokowi menutup kuliah umum.

Jika dipercayakan menjadi Presiden, Jokowi menegaskan siap untuk membawa bangsa ini lebih berdaulat dan disegani oleh Negara lain didunia ini.

"Revolusi mental akan saya lakukan dengan membekali masyarakat melalui penyiapan sumber daya yang memadai," tukasnya.

Sebelumnya Jokowi sempat melakukan blusukan ke Pasar Beriman, Tomohon. Di sini Jokowi sempat menemui sejumlah pedagang, termasuk pedagang gula merah dan penjual tikus.

"Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa jadi Presiden 100 persen agar dapat membawa perubahan bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar Kathy Pitoy warga Walian 2.

Kathy tersenyum gembira, karena boleh melihat langsung sosok Jokowi, apalagi pada kesempatan langkah itu ia bisa bersalaman langsung dengan Jokowi ketika berkunjung ke Terminal dan Pasar Beriman Tomohon. "Tangan Pak Jokowi sangat lembut jadi mudah-mudahan hatinya juga lembut seperti itu untuk memimpin Indonesia," ujarnya.

Ketika tiba di Pasar Tomohon sekitar pukul 08.25 Wita Jokowi yang hanya naik mobil Inova berwarna hitam DB 2566 AP disambut antusias ribuan masyarakat. Ia turun di Pasar Kuliner dan berjalan kaki menuju Terminal dan Pasar Beriman Tomohon sejauh sekitar 1 kilometer.

Jokowi yang menggunakan kemeja putih berbalut celana panjang hitam mendapat sorakan dan tepukan tangan meriah dari masyarakat ketika berjalan didampingi Jhon Runtuwene, Philoteus Tuerah, Javier Tuerah dan Ketua DPC PDI Perjuangan Vonny Paat, karena kehadirannya menjadi kado tersendiri bagi masyarakat Tomohon.
"Hidup Jokowi, hidup Bapak Presiden," teriak warga yang mengepung Jokowi dan berjabat tangan serta meminta bersama."Jokowi, Jokowi, Jokowi, disini dulu," sahut warga yang lain menyambut begitu antusias kedatangannya.

Kesederhanaan Jokowi disukai oleh masyarakat. Hal itu terlihat dengan tak adanya rasa takut dan khawatir apalagi ekspresi jijik ketika berkeliling di Pasar Beriman, Tomohon yang masih dihiasi becek. Jokowi berjalan slambat di Pasar Beriman karena dikerumuni warga yang ingin bersalaman. Sesak tapi ini membuat Jokowi tersenyum dan senang. Beberapa kali ia menyeka keringat yang membasahi dahinya hanya dengan tangan saja.

Jokowi saat berkeliling pasar juga sempat menyambangi pedagang yang menjual tikus. Ia sempat kaget karena melihat ada tikus yang sudah terpanggang dan ditusuk dijajakan oleh pedagang untuk dijual. Dia pun memegang dua ekor tikus yang ditusuk, karena mendapat informasi hewan itu bisa dimakan karena hidup di hutan.  Sebelum meninggalkan Pasar Beriman pukul 10.10 Wita, Jokowi sempat dihadiahi bunga oleh warga Tomohon.

Samsudin Dalalu (54) menilai dari semua calon Presiden Indonesia yang mencuat saat ini, tak ada yang memiliki sosok sebaik Jokowi. Karena mau turun berjumpa dengan masyarakat hingga ke pasar-pasar. "Tak ada yang seperti Jokowi, yang mau memperhatikan masyarakat seperti ini," kata pedagang tas keranjang ini di pasar Beriman.

Sebelum kembali ke Kota Manado, Jokowi menyempatkan diri meresmikan Posko Relawan Jokowi di Kota Tomohon. Setelah itu menuju ke Manado dan mampir di redaksi Tribun Manado, Jalan AA Maramis.

Sesudah itu Jokowi makan siang bersama dengan sejumlah tokoh agama di Sulut. Di antaranya Pdt Lucky Rumopa, Sofyan Yosadi dan lainnya.(war/alp)

Sumber: Tribun Manado 11 Mei 2014 hal 1

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes