Dua Wanita Tangguh Sulut Taklukkan Elbrus

Ingka dan Jelita di puncak Gunung Elbrus, Rusia
PRESTASI demi prestasi dibukukan anak-anak Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima). Kali ini, mereka sukses menaklukkan Mount Elbrus di Rusia. Gunung setinggi 5.642 meter itu diraih puncaknya pada 29 Agustus lalu.

Hebatnya lagi, gunung itu ditaklukkan oleh dua wanita yakni, Ingka wangko dan Jelita Karamoy yang mengikuti program The 1st Indonesian Woman on 7 Summits of The World Expedition.

Setelah tiba di Manado, Sabtu (7/9), dua wanita hebat ini mampir ke markas Tribun Manado di Jalan AA Maramis Kairagi Manado. Raut wajah senang dan bangga dua gadis bertubuh mungil tapi enerjik ini jelas terpancar.

Ditemani Bob Sumoked, Koordinator Teknis Team Ekspedisi dan Janni Ayub Oktavianus Sekoh selaku Ketua MPA Aesthetica, Ingka dan Jelita menceritakan pengalaman mereka.

Gunung Elbrus di Rusia itu memiliki ketinggian hampir 5642 meter dari permukaan laut dan bersuhu minus 30 derajat. Untuk mendaki Gunung Elbrus diperlukan waktu selama delapan hari. "Itu mulai dari persiapan kami, kemudian aklimatisasi atau suatu upaya penyesuaian fisiologis sampai pendakian," ucap Jelita memulai pembicaraan.

Selama melakukan pendakian ini mereka ditemani seorang pemandu pendakian Lisa (46), warga negara Jerman, namun sudah lama menetap di Rusia. Selain dari Indonesia (Ingka dan Jelita) di tim tersebut juga terdapat pendaki dari negara Italia, Jerman dan Jepang, masing-masing satu orang.

Diutarakan Ingka, tidak ada kendala berarti selama mereka melakukan pendakian tersebut. Selain karena kegiatan pendakian ini sudah merupakan hobi mereka, Ingka dan Jelita juga sudah beberapa kali melakukan training di Gunung Klabat sebagai bagian program untuk menembus Gunung Elbrus.

"Tapi memang udaranya sangat dingin. Kalau di Klabat kami harus pakai dua jaket lapis, di Elbrus sampai empat jaket, walaupun begitu dinginnya masih bisa kami rasa," ucapnya Jelita yang diiyakan Ingka.



Sayangnya, Jelita mengaku di tengah  perjalanan di ketinggian 5.100 meter sahabat petualangannya, Ingka tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung karena mengalami kram. "Saya sedih sekali karena Ingka tidak dapat lanjut, padahal kita sudah di tengah perjalanan," ucap Jelita sambil menahan isak tangis.

Ingka pun mengaku badannya kram akibat suhu yang sangat dingin. "Suhu waktu itu sangat dingin, apalagi badan tidak mampu bergerak, pada pergumulan kami memutuskan saya tidak lanjut," ujar Ingka.

Akhirnya Jelita berhasil menaklukkan Gunung Elbrus bersama pendaki dari Jerman, Italia dan Jepang dengan arahan rekan pendaki.

Mantan Ketua Sinode GMIM Pdt Prof Dr WA Roeroe mengapresiasi semangat para wanita petualang ini. "Mereka telah mengharumkan nama bangsa, kita harus sokong dan berikan ucapan selamat atas penaklukkan yang belum tentu orang lain bisa," ucapnya sambil menutup acara ini dengan doa. (dru/ren)


Targetkan Kilimanjaro

INGKA wangko dan Jelita Karamoy berangkat dari Indonesia, 23 Agustus  pukul 00.10 WIB, dan tiba di Denovo pukul 13.20 waktu Moskow. Selama di Moskow, rombongan sempat menjadi tamu spesial di KBRI Rusia.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun memberikan fasilitas akomodasi dan transportasi selama tiga hari. "Ini semua berkat upaya Kepala Dinas Pariwisata Sulut Suprianda Ruru," kata Jelita.

Ketua Mahasiswa Indonesia di Moskow, Aries Geriantoro, memberikan dukungan penuh bagi tim ekspedisi Elbrus. Aries sempat mengantar tim ini  hingga Bandara Demo Denovo. Dari Moskow mereka terbang menuju Mineralhny Vody.

Program ekspedisi ini masih akan berlanjut sampai tahun 2015. "Berikutnya kami akan mendaki gunung di Amerika Selatan dan Gunung Kilimanjaro di Afrika Timur," ucap Ingka.

Bob Sumoked menuturkan mereka juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Sulut, SH Sarundajang yang sudah memberikan bantuan moril. "Kami juga disambut baik waktu di Jakarta sebelum Ingka dan Jelita terbang ke Moskow," katanya.

Selama di Jakarta, Pemprov Sulut memberikan akomodasi yang terbaik dengan menginap di hotel berkelas. "Walaupun saya tidak ikut dengan mereka sampai di Rusia, tapi secara pribadi saya terus berdoa untuk Ingka dan jelita agar sukses di Elbrus," katanya. (dru)

Terima Kasih...

KESUKSESAN dua anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima) menaklukkan Mount Elbrus di Rusia tak terlepas dari dukungan banyak pihak.

Untuk itu, tim pendaki menyampaikan ucapan terima kasih kepada Soccer Cafe, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut Suprianda J Ruru, Bahaga Manado, Pembantu Dekan III FBS Unima Dra Nurmin Samola, Pembantu Rektor III Unima Dr Itje Pangkey Msi, Seluruh Dosen dan Staff Mahasiswa Unima.

Kemudian terima kasih juga kepada Pemprov Sulut, Gubernur Sulut DR SH Sarundajang, Wali Kota Manado Vicky Lumentut, Pemkab Minsel, Ketua KONI Minsel Kristovorus Deky Palinggi SE, Pemkab Minut, Sekda Minut Johanes Rumambi, Ibu Lies Tamuntuan-Makisanti STh,Msi, Waraney Arung Jeram, Frangky Kowaas STh, Jopie Worek, Farly Allan Malonda, Pdt Musa Mawitje.

Sumber: Tribun Manado 8 September 2013 hal 8

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes