Jenazah Damyan Godho Disemayamkan di Gereja


Damyan Godho
SELAIN kerabat kenalan dan masyarakat umum, sejumlah tokoh melayat jenazah Damyan Godho di rumah duka, Jl. Fetor Foenay Kelurahan Kolhua Kota Kupang, Selasa pagi hingga malam. Ada juga yang menyatakan duka cita dengan mengirim karangan bunga. Isak tangis dan deraian air mata silih berganti.

Beberapa pejabat pemerintah terpantau hadir melayat, di antaranya Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan dr. Herman Man serta Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno bersama istri. Dua mantan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay dan Yohanes Pake Pani serta Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr juga ikut melayat. Tak ketinggalan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi.

Uskup Turang tiba di rumah duka, Selasa (29/1/2019) pagi. Uskup Turang sempat berdiri di depan jenazah Damyan Godho, lalu memanjatkan doa.


Saat bertemu dengan keluarga, Uskup Turang sempat berbicara lepas. Hal ini dijelaskan anggota keluarga, Linda Uta. "Kau sudah jalan e Damy. Saya mau buat misa tapi harus di gereja. Kau mau ya Damy..," ujar Linda mengutip pernyataan Uskup Turang.

Hal senada dijelaskan John Elphi Parera dan Isyak Nuka. Keduanya mengatakan, Uskup Turang menghendaki agar misa arwah berlangsung di gereja.

"Karena itu permintaan Bapak Uskup, maka kita pada Rabu (30/1/2019) akan membawa jenazah Bapak Damyan Godho ke Gereja St. Fransiskus dari Assisi BTN Kolhua," ujar Elphi Parera.

Isyak Nuka menambahkan, saat Uskup Turang melayat, langsung meminta agar misa arwah hari berikut harus dilakukan di gereja. "Kami juga sudah berembuk bersama keluarga, maka pada Rabu (30/1/2019) ini jenazah bapak Damy akan kita pindahkan ke gereja," terang Isyak.

Perayaan misa di Gereja St. Fransiskus dari Assisi, Rabu malam dimulai pukul 19.00 Wita. Misa dipimpin Romo Geradus Duka. Sedangkan misa pemakaman dilaksanakan Kamis (31/1/2019) pukul 10 :00 Wita. Jenazah Damyan Godho akan dimakamkan di TPU Damai Kelurahan Fatukoa.

Pada Selasa malam, berlangsung misa yang dipimpin RD Gerardus Duka di rumah duka. Usai misa, anggota Komunitas Terang, Theodorus Widodo menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Damyan Godho. Komunitas Terang didirikan Damyan Godho.

Theo Widodo mengatakan, dirinya sudah mengenal Damyan Godho sejak tahun 1980-an. "Om Damy sangat tegas, sangat peduli pada sahabat. Kami tentu merasa sangat kehilangan seorang kakak dan orangtua teristimewa bagi Komunitas Terang," ucapnya.

Sebulan sekali, jelasnya, bersama Om Damy, Komunitas Terang mengadakan kegiatan di gereja dan kegiatan sosial seperti pengobatan gratis. "Kesan kami semua, Om Damy betul-betul seorang bapak yang bisa mengayomi kami semua dan mau berbaur."

Kebersamaan lainnya, lanjut Theo Widodo, saat bersama-sama pergi ke Taman Ziarah Oebelo, Kabupaten Kupang. "Bisa dikatakan Taman Ziarah Oebelo adalah buah tangan Om Damy. Orang yang selalu setia ada di taman ziarah. Sehari bisa dua kali ke taman ziarah," katanya.

Dia juga mengatakan, Om Damy sangat tegas dan keras. Bahkan pada saat sakit, tidak mau kalau banyak orang mengetahui kondisinya. "Setelah beberapa kali, baru Om Damy mau kami datang pada tanggal 6 Januari 2018 menjenguknya," tutur Theo Widodo.

Menurut Theo Widodo, kepergian Om Damy merupakan jalan terbaik karena beliau sangat menderita. "Kita yakin karena iman dan perbuatan baik, ia sudah berbahagia di surga," pungkasnya. (yel/kk/ll)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes