Kisah Penjual Mutiara

Dua orang pedagang permata sampai ke tempat para kafilah berhenti di padang gurun, pada waktu yang sama malam hari. Masing-masing sadar akan kehadiran yang lain. Sementara membongkar muatan untanya, salah seorang dari mereka tidak dapat menahan godaaan untuk membiarkan sebuah mutiara besar jatuh ke tanah, seolah-olah tanpa disengaja. Mutiara itu menggelinding ke arah pedagang yang lain, yang dengan sikap dibuat-buat memungutnya dan mengembalikan kepada pemiliknya dengan berkata, "Mutiara Anda ini sungguh indah. Besar dan bercahaya."

"Terima kasih atas pujian Anda," kata yang satu.
"Sebenarnya mutiara ini baru merupakan salah satu dari mutiara-mutiara yang kecil milik saya."

Seorang badui yang duduk di dekat api dan mengamati peristiwa itu bangkit berdiri dan mengundang kedua orang itu untuk makan bersamanya. Ketika mereka mulai makan ia menceritakan kisah ini:
"Kawan-kawan, dulu saya pun pernah menjadi pedagang mutiara seperti Anda. Pada suatu hari saya dihantam badai besar di gurun. Badai itu menghantam saya dan kafilah saya, hingga saya terpisah dari rombongan dan sama sekali kehilangan arah. Hari-hari berlalu dan saya meraca cemas karena sadar bahwa saya hanya berputar-putar terus tanpa tahu saya sedang berada di mana atau kemana saya harus berjalan. Lalu ketika saya hampir mati kelaparan, saya membongkar semua kantong yang ada di punggung unta saya. Dengan was-was saya memeriksanya sampai beratus-ratus kali.
Bayangkanlah betapa saya gembira ketika menemukan kantong yang sebelumnya lepas dari perhatian saya. Dengan jari-jari yang gemetar saya membukanya dengan harapan menemukan sesuatu yang dapat dimakan. Bayangkan betapa saya kecewa ketika melihat bahwa semua yang ada di dalamnya adalah mutiara!
(Sumber: Doa Sang Katak, Anthony de Mello, SJ)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes