Demam Pokemon, Juan dan Rudy Dikira Orang Gila

DUA mahasiswa Stikom Artha Buana Kupang penuh semangat ketika bercerita tentang game yang sedang tren, Pokemon Go. Meski baru kenal dua pekan lalu, namun permainan Pokemon Go membuat keduanya terpikat.

Kedua mahasiswa itu bernama, Juan Ngefak dan Rudy Hadjo. Bahkan gara-gara dema Pokemon Go keduanya sempat dikira orang gila oleh orang sekitar tempat mereka bermain. "Pernah suatu ketika, pokemon ada tepat di tengah jalan raya. Terpaksa kita minta teman tahan kendaraan supaya bisa tangkap Pokemon. Begitu masuk ke jalan raya teman bilang, tangkap sudah. Cuma setelah ditangkap harus diam sekitar satu menit. Tapi karena harus cepat keluar dari jalan, Pokemonnya terlepas lagi," kata Juan sambil tertawa. Juan dan Rudy menceritakan hal itu ketika ditemui  di dekat kantor Kelurahan Bonipoi, Kupang, Jumat (15/7/2016) sore.

Pokemon Go adalah permainan berbasis augmented-reality (AR) yang dikembangkan Pokemon Company bekerja sama dengan Nintendo dan Niantic. Pemain bisa merasakan sensasi petualangan untuk mencari Pokemon di dunia nyata. Game ini bisa diunduh secara gratis di Android dan iOS.

"Cara mainnya berbeda dengan game lain. Kalau game lain, kita duduk saja di satu tempat terus asyik bermain sendiri dengan perangkat HP, laptop atau komputer. Tapi kalau Pokemon Go, pemain akan bertindak sebagai pencari Pokémon dengan cara berjalan-jalan ke tempat yang terdeteksi ada Pokemon. Jadi tidak diam di satu tempat," cerita Juan dibenarkan Rudy.

Game ini, kata keduanya, membutuhkan jaringan internet dan GPS.  Smartphone yang digunakan harus memiliki spesifikasi yang penuhi syarat. Pokemon Go merupakan game baru yang sedang naik daun. Saking populernya, server Nintendo sampai kewalahan karena banjir traffic.

Pokemon Go baru diluncurkan di tiga negara, Australia, AS dan Jepang. "Karena kita dekat dengan Australia jadi kita dapat permainannya dari Australia," kata Juan. Menurut  Rudy, permainan ini seru karena harus mencari Pokemon sampai ke rumah orang, kantor, hotel dan lainnya. "Yang bikin seru misalnya, kita cari Pokemon ternyata ada di dapur rumah orang. Kalau mau tangkap Pokemon terpaksa harus minta izin masuk sampai ke dapur rumah orang," katanya.

Beberapa hari lalu, kata Rudy, ketika dia mencari ternyata Pokemon ada di kompleks Mapolda NTT. Dia beranikan diri masuk ke kantor polisi itu. "Posisi Pokemon dapat dilihat melalui GPS di smartphone. Kalau terdapat gambar tiga bintang berarti Pokemon berada 300 meter dari posisi kita berada. Kalau lima bintang berarti jaraknya 500 meter. Kalau mau tangkap Pokemon kita harus berjalan sejauh jumlah bintang itu," kata Rudy.

Menurut dia, kebanyakan Pokemon ada di gereja, masjid atau rumah ibadat. Ada juga di tempat-tempat bersejarah di Kota Kupang ini. Ketika hendak menangkap Pokemon menggunakan kamera, pemain harus mengaktifkan AR mode sehingga bisa melihat dunia Pokemon melalui layar smartphone sebagai viewfinder dari kamera perangkat. Nantinya, pemain melihat berbagai animasi dan obyek 3D di layar berupa monster Pokemon. Sementara pemain berperan sebagai trainer yang bertugas  menangkap sebanyak mungkin Pokemon.

Selain itu, kata Juan dan Rudy, pemain  tidak hanya mencari Pokemon tetapi  wajib melatih para Pokemon agar bisa naik level dan semakin kuat. Para pemain bisa saling bertukar Pokemon dan buat pertarungan antar Pokemon. "Kalau sudah naik level bisa battle. Jadi makin seru. Nanti ada juga game master-nya. Kalau game masternya biasa di depan Planet Fashion Kupang," kata Rudy.

Untuk membuktikan bagaimana cara bermain Pokemon Go, Rudy dan Juan coba mencari Pokemon di kawasan kantor Kelurahan Bonipoi. Ada satu Pokemon sejauh tiga ratus meter.  Rudy dan Juan adalah teman akrab dan satu tempat kuliah. Keduanya juga punya hobi yang sama. Mereka punya banyak teman di Kota Kupang yang suka  game. "Tapi kami main game kalau ada waktu luang. Tidak sampai melupakan pekerjaan pokok," kata Juan.

"Di Kota Kupang sudah banyak yang mulai bermain Pokemon Go. Artinya demam Pokemon sudah merambah Kota Kupang. Kami juga banyak mendapat SMS, BBM atau WA dari teman-teman yang minta diajari permainan ini. Kami juga jadi banyak teman gara-gara main pokemon go," kata Juan lagi.  

Mengingat game  ini menuntut pemain harus bergerak dari satu tempat ke tempat lain, Juan dan Rudy menganjurkan agar tetap berhati-hati saat bermain di jalan raya agar tidak menimbulkan kecelakaan. (maxi marho)

Sumber: Pos Kupang 16 Juli 2016 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes