Rumah Woloan Bisa Bertahan Satu Abad

Rumah Panggung Woloan-Minahasa
KETAHAHAN rumah panggung Woloan  terhadap gempa dahsyat bukan sekadar mitos. Sejak berabad-abad silam  rumah asli dari Minahasa Sulawesi Utara ini tak pernah roboh digoyang gempa sekuat apapun. Apalagi jika dirawat dengan baik, rumah Panggung Woloan dapat berdiri kokoh selama satu abad atau 100 tahun lamanya.

"Jika hanya pengaruh gempa bumi, rumah panggung Woloan tak akan runtuh, kecuali ditimpa bencana longsor atau banjir bandang," ujar Yani Kawuwung, pengusaha rumah panggung Woloan kepada Tribun Manado di Tomohon, Jumat (3/8/2012).

Menurut Yani,  rumah tersebut tahan terhadap gempa karena seluruh konstruksi dari kayu saling bertautan. "Mulai dari landasan hingga atap, rumah Woloan selalu menyatu karena kancingannya merata pada seluruh bagian rumah,"  ujarnya.

Selain itu,  bahan bakunya sangat awet, yakni pada bagian landasan bawah dan tiang rumah yang lazim menggunakan kayu besi. Sedangkan bagian dinding, lantai dan plafon menggunakan kayu sejenis  nantu.

"Untuk landasan atau rangka bawah menggunakan kayu besi dengan lebar 9 cm dan tebal 18 cm. Lubang yang dibuat untuk kancingan tak sampai menembus kayu, hanya setengahnya agar menjadi kuat dan  tak mudah patah," kata Yani.

Perawatan, kata Yani,  merupakan faktor penting agar rumah tak mudah lapuk terkena hujan dan panas. Sebaiknya rumah dilaburi  cat air berkualitas tinggi. "Jika setiap tahun dirawat dengan mengecatnya secara rutin, maka rumah tak mudah lapuk atau bisa bertahan hingga 100 tahun. Jadi, meski umurnya sudah tua, tak akan ambruk," tandasnya.

Yus Ngala (62), pengusaha rumah panggung lainnya menambahkan rumah yang dibuatnya banyak dipesan masyarakat yang berada di wilayah rawan gempa seperti Jawa Tengah, Papua dan Sumatera.  Rumah ini sudah terbukti ampuh memberikan kenyamanan bagi penghuninya saat bencana gempa. "Yang penting rumah panggung diletakkan di tanah yang keras atau padat agar tak roboh ketika digoyang gempa. Berapa pun ketinggiannya dari tanah, pasti tetap aman," tuturnya.

Yus juga menjelaskan, kekokohan rumah Woloan terletak pada kancingan rumah yang menyatu. "Semua sambungan saling mengikat sehingga menjadikannya sangat kuat. Berbeda dengan rumah beton yang mudah retak ketika ada getaran kuat," kata pria yang sudah 43 tahun mengguluti usaha rumah panggung tersebut.

Pemilihan atap yang benar menurutnya juga menjadi kunci penting, agar rumah Woloan tahan lama, yakni memilih bahan yang ringan dan tak mudah retak. "Untuk atap pilih bahan yang ringan, seperti genteng asbes atau seng. Jangan menggunakan genteng beton atau tanah yang meresap air sehingga rumah menjadi berat pada bagian atas dan mudah ambruk," tuturnya. (war)

Sumber: Tribun Manado 5 Agustus 2012 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes