Jual Bunga Untung Rp 10 Juta per Bulan

Bunga Krisan kebanggaan Tomohon (ist)
Manfaat bunga bagi masyarakat Kota Tomohon, Sulawesi Utara dalam menunjang perekonomian keluarga bukan  isapan jempol belaka.

SEJAK puluhan tahun silam, bunga telah memberi banyak kontribusi bagi masyarakat Tomohon. Pendapatan dari usaha menjual bunga tak cuma memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Dari bunga banyak keluarga di Tomohon dapa menyekolahkan anak hingga  perguruan tinggi.

"Jadi, memang tidak salah jika Tomohon diberi predikat sebagai Kota Bunga, sebab sebagian besar masyarakat di sini menggantungkan hidupnya dari usaha menanam dan menjual bunga," kata Nora Palit Bokong, warga Perum Walian Tomohon kepada Tribun Manado, Kamis (9/8/2012).

Saat ditemui, Nora bersama suaminya Rommy Palit sedang menata bunga pot di Kelurahan Kakaskasen III Lingkungan II, yang persis berada di pinggir jalan utama. Bunga itu tidak hanya dijual kepada warga Tomohon, tapi dipasarkan sampai ke luar Sulawesi Utara.

"Saya membiayai anak saya hingga perguruan tinggi.  Dari hasil menanam dan menjual bunga kami bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," ujarnya.

Nora sudah menekuni usaha bunga selama 40 tahun terakhir, melanjutkan warisan orangtuanya. Tidak mengembangkan usaha tersebut, sebab tak memerlukan lahan yang luas dan waktu lama. Menurut Nora, hanya dibutuhkan kesabaran untuk merawatnya hingga tampak indah dalam pertumbuhannya. 

"Saya dulu pernah bekerja di perusahaan kayu di Ternate selama 14 tahun, tapi tak mendapat hasil apa-apa. Nanti setelah pulang dan mencoba beralih ke usaha bunga, baru memetik hasil yang cukup besar," ujarnya.

Nora menjelaskan, setiap hari ia bisa meraup keuntungan Rp 300 hingga Rp 400 ribu dari usaha menjual bunga atau sekitar Rp 10 hingga 12 juta per bulan.  "Bunga yang kami jual dari beragam jenis, tapi khusus bunga pot dengan harga terjangkau, mulai Rp 25 ribu hingga Rp 250 ribu," tuturnya. Bunga-bunga yang dijual seperti Aglunema, Samia (daun dolar), dan bunga daun teh.

"Saat pelaksanaan Tomohon International Tomohon International Flower Festival (TIFF), minat warga untuk membeli bunga meningkat, tak seperti biasanya. Untuk bunga-bunga kecil, ada yang memesan hingga ratusan untuk dikirim ke luar daerah seperti Jawa," demikian Nora.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Tomohon Gerardus Mogi menjelaskan pemerintah tetap akan memberi perhatian terhadap perkembangan usaha bunga di daerah ini, sebab dapat menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi usaha itu, dapat mendongkrak iklim pariwisata di Kota Tomohon, terutama dalam menunjang suksesnya Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2012.

"Saat pelaksanaan parade kendaraan hias, untuk pembuatan float ada 1,2 Juta kuntum bunga yang digunakan jika dihitung semuanya, terdiri dari 68 ribu bunga Krisan pohon, Aster 86 ribu pohon, dan merry gold 20 ribu pohon, serta antorium 2.400 pohon. "Jadi, dana yang beredar dimasyarakat khusus untuk supply bunga ada sekitar Rp 1,1 Miliar," ujarnya.

Untuk Krisan, kata dia, dari petani dibeli  Rp 2.600, Aster Rp 1.600, Merry Gold Rp 900, dan Antorium Rp 600 dipotong pajak. "Kebutuhan bunga itu belum termasuk yang digunakan dipanggung, dan untuk pemecahan rekor Muri khusus salib bunga terbesar. Jadi, bunga di sini benar-benar sangat membantu masyarakat," demikian Mogi. (warstef abisada)

Sumber: Tribun Manado 10 Agustus 2012 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes