Sekali Kawin Rp 7 Juta

Kuda Sumba
Oleh Kalendi Manangahau, Peternak Kuda Sandel Sumba

PERKAWINAN
kuda pacu mendapat perhatian serius pemilik kuda. Urusan kawin mengawini juga terbilang mahal. Penggemar kuda pacu di Waingapu, Sumba Timur, harus merogoh kocek jutaan rupiah. Kenapa? Contoh saya, saya punya pengalaman saya  mengawinkan kuda betina dengan kuda jantan milik ongko Kiang, pengusaha keturunan Tionghoa.

Perkawinan terjadi tahun 2005. Kuda betinanya jenis Sandel, pernah juara lomba pacuan kuda. Sedangkan pejantan milik ongko Kiang jenis thoroughbred yang didatangkan dari Australia. Terjadilah perkawinan di kandang kuda milik ongko Kiang. Beberapa waktu kemudian, ketahuan kuda betinanya tidak bunting.
Dan, saya kembali mendatangi ongko Kiang untuk minta kembalikan uang Rp 7 juta. Karena tidak berhasil sehingga uang dikembalikan. Memang ada kesepakatan seperti itu. Ya, di sini mengawinkan kuda mahal. Tarifnya berkisar Rp 3 juta sampai Rp 7 juta rupiah untuk sekali kawin/'tembak' satu betina. Ongko Kiang bukan satu-satunya pemilik kuda jantan bagus.

Memelihara kuda pacu beda dengan memelihara kuda biasa. Dan jika ingin meraih juara, maka kuda diperlakukan agak istimewa. Perlakuan terhadap kuda menjelang event pacuan sangat menentukan kualitas kuda pada saat berlomba. Kalau mau kuda tampil bagus, maka tiga bulan sebelum event lomba pacuan kuda sudah melakukan persiapan.

Makanan dan minum juga harus diperhatikan serius. Bahkan memandikan kuda juga ada caranya. Bahkan kuda juga harus dikompres. Sebelum dan setelah lari, kuda dikompres dengan air panas biar kuda tidur nyenyak.

Bahkan sebelum diberangkatkan ke arena pacuan, hendaknya dibuat seremoni atau ritual adat. Dan saya juga melakukan hal itu. Kalau dulu seremonial itu sering dilakukan karena masih percaya Marapu. Namun sekarang tidak lagi. Namun dengan rumit dan besarnya biaya memelihara kuda pacu ternyata tidak sebanding dengan hadiah yang diperebutkan. Pengeluaran lebih besar dari hadiah yang diterima pemilik kuda juara. Hadiahnya tidak sebanding. Saya senang saja karena hobi tersalur. (aca)

Sumber: Pos Kupang 12 Juli 2015 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes