Kisah Bernama Raker


Raker 2015
SEORANG rekan pemimpin koran daerah (korda) Kompas Gramedia yang tergabung dalam Group of Regional Newspaper atau lebih top disapa Tribun Group mendadak bertanya padaku. "Om Dion sudah berapa kali ikut raker (rapat kerja) seperti ini?"

Pertanyaan itu dia lontarkan di sela rehat raker korda Tribun Group 9-11 Oktober 2017 di Palmerah Jakarta. Saya tidak langsung menjawab karena sudah lupa sejak kapan mengikuti raker serupa. Saya perlu waktu memutar kembali memori. Maklumlah usia sudah jelita (jelang lima puluh tahun). Daya sergapnya tak mungkin sama lagi dibanding 15 tahun silam. Hahahahaha

Kisah bernama raker memang sudah menjadi sesuatu bagi saya. Sesuatu  yang sangat penting tentunya! Saya ternyata sudah rutin mengikuti raker setidaknya  sejak tahun 2004 atau ketika mendapat kepercayaan sebagai Redaktur Pelaksana, Wakil Pemimpin Redaksi kemudian Pemimpin Redaksi Harian Pagi Pos Kupang.




Ya, raker itu melekat dengan kepercayaan institusi pada kami sebagai pimpinan unit korda di berbagai daerah di Tanah Air. Dari Aceh hingga Makassar, Manado sampai Kupang.

Raker 2015
Agenda utama raker saban tahun adalah membahas business plan tahun berikutnya yang didahului evaluasi pada tahun berjalan. Evaluasi menohok pada pencapaian kinerja, sisi kuat dan lemah yang kemudian dirajutsatu menuju solusi, rencana, program dan agenda aksi tahun berikutnya.

Saya ikut raker sejak  tahun 2004 sampai 2010 lalu istirahat seturut kepercayaan lembaga yang berubah bagiku. Medio tahun 2011 sampai 2014 saya tidak menjabat sebagai pimpinan unit korda (pemimpin redaksi), jadi bebas dari atmosfer raker.

Eh, tak dinyata medio 2015 dipercayakan lagi oleh pimpinan Tribun Group, Om Herman Darmo, Mas Sentrijanto dan Mas Febby Mahendra Putra untuk  mengawaki redaksi Pos Kupang, maka saya pun raker lagi tahun 2015, 2016 dan 2017 sekarang.

Jadi bila ditotaljumlahkan sampai tahun 2017 ini saya sudah ikut raker sebanyak 10 kali. Dalam hati beta berguman, sudah tergolong senior juga diriku ini.  Hehehehehe (maaf kalau agak sombong sedikit).
Raker 2016
Dan, saya merekam perubahan dari raker ke raker itu nyata. Dulu kami nginap di "Graha" Hotel Pitagiri yang cuma selemparan batu dari Palmerah, markas besarnya Kompas Gramedia Grup. Lalu kami  naik level menginap rutin di Hotel Santika Slipi, sedikit lebih jauh dari Palmerah. Jarak kurang lebih 3 km tetapi bisa habiskan waktu 45 menit di jalan karena macetnya Jakarta.

Demikian pula saat mengikuti RUPS, lagi-lagi nginap  di Santika Slipi. Jadi sudah belasan kali saya nginap di hotel berkelas itu. Beta  hafal suasananya, hafal menu makanannya, hafal juga beberapa karyawati cantik di sana yang ramah dan menyenangkan.

Raker 2016
Perubahan yang pasti pun pada manusianya. Dari tahun ke tahun ada saja pimpinan korda yang datang dan pergi. Berganti-ganti, entah karena mutasi, alih profesi, pindah kerja,  mengundurkan diri atau pensiun. Juga pergi karena menghadap Sang Pemilik kehidupan ini.

Satu lagi yang saya rekam ikhwal perubahan itu. Dulu.... ya dulu bila kami raker ada waktu senggang untuk rekreasi atau makan-makan di luar ruang raker yang kadang bikin mumet.  Pernah kami makan enak sekali  di Bandar Jakarta juga raker sambil "wisata" di kawasan Puncak, Lembang  dan sekitarnya.

Sekarang kemasannya sudah berbeda. Ya, waktu berlalu dan yang abadi adalah perubahan itu sendiri... Go Tribun Group!  Cintaku padamu selalu.

Salam dari  Kenari 1 Kupang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes