Terkurung di Kota Abadi

ilustrasi
Kabar nelangsa datang dari adik sepupuku, seorang biarawati Katolik yang lebih dari 10 tahun berkarya di Italia.

Kini dia bermukim di Caserta, sebuah kota mungil di Region Campania, Provinsi Caserta.

Seharusnya tersenyum menyambut musim semi.

Tapi sebulan sudah ruang gerak mereka terbatas.

 “Bahkan dua minggu terakhir kami benar-benar terkurung. Tidak bisa ke mana-mana,” katanya melalui pesan singkat WA kemarin.

Sejak pekan kedua Februari 2020, sekolah taman kanak-kanak tempat dia mengajar diliburkan.

Mengikuti imbauan pemerintah kota setempat sebagai cara terbaik menghadapi epidemi virus corona (covid-19).

“Praktis hari-hari kami hanya berada di dalam rumah,” ujarnya.


“Kami juga tidak boleh ke mana-mana, Om. Hanya diizinkan beraktivitas di dalam biara,” kata keponakanku yang juga biarawati di Italia.

Sejak delapan tahun lalu dia berkarya di kota abadi, Roma. Jantung pemerintahan negara Italia.

Jenuh melanda. Tapi mau bilang apa, puluhan juta orang mengalaminya. Terpenjara di rumah sendiri. Gara-gara covid-19.

Serangan virus corona sungguh membuat Italia tunggang langgang hingga Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte mengumumkan penutupan seluruh negara dari seluruh aktivitas yang menyedot publik dalam skala besar.

Terakhir Roma mengumumkan 9.172 kasus positif, dengan 463 orang meninggal dunia dan 724 orang sembuh.

Pada hari Minggu (8/3/2020), pemerintah melaporkan angka penularan masih berjumlah 7.375 orang.

Angka kematian karena virus corona pun bergulir liar, dari yang semula 93 orang berubah lekas menjadi 463 orang.

Jumlah tersebut menjadikan Italia sebagai negara di luar China dengan kasus kematian terbanyak.

Dalam pernyataannya di televisi seperti dilansir BBC, Conte menegaskan, segala kebiasaan Italia harus berubah.

Setelah membatasi kompetisi Liga Serie A tanpa penonton, terhitung sejak 10 Maret 2020 negeri gila bola itu menghentikan kompetisi hingga awal April.

Namun, bisa saja diperpanjang tergantung perkembangan dampak amukan corona yang belum ada obatnya tersebut.

Selain Serie A, semua event olahraga ditiadakan.

Pemerintah hanya mengizinkan masyarakat bepergian dalam rangka bekerja atau urusan keluarga yang sangat mendesak.

Semua orang diminta tinggal di rumah dan melarang segala bentuk acara malam karena rentan terjangkit corona.

Sebelumnya, sampai 8 Maret 2020, otoritas Italia telah mengisolasi Lombardia, Veneto (Provinsi Venezia, Padova, Treviso), Emillia Romagna (Provinsi Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, Rimini), Piemonte (Provinsi Alessandria, Asti, Novara, Verbano, Vercelli) dan wilayah Marche (Provinsi Pesaro-Urbino).

Kini sekitar 60 juta orang di seantero negeri diisolasi hingga 3 April 2020.

Mengutip Sky News, pascapengumuman PM Conte tersebut, orang berbondong-bondong ke supermarket membeli makanan, minuman atau barang penting lainnya.

Sulit memungkiri adanya kepanikan. Konsekwensi keputusan pemerintah mengisolasi warga menyebar hingga ke penjara-penjara yang penuh sesak di seluruh Italia.

Kantor berita Reuters melaporkan, para narapidana, yang kebanyakan marah karena kunjungan keluarga dibatasi, mengamuk dan mulai membakar penjara dari Minggu (8/3/2020) hingga Senin (9/3/2020). Tujuh orang
meninggal dunia.

Di satu penjara, narapidana menyandera sipir dan yang lain melarikan diri.

Pada Senin (9/3/2020) sore, kekerasan menyebar ke bagian selatan Italia, mengguncang lebih dari 25 lembaga pemasyarakatan di seluruh negeri itu.

Pemberontakan terbesar dimulai pada Minggu (8/3/2020) di sebuah penjara di Kota Modena. Tiga tahanan tewas di sana dan empat lainnya terbunuh di penjara tempat mereka dipindahkan setelah kekerasan bergulir hebat.

Seperti sudah diduga dampak corona merebak ke segala penjuru kalau tidak dikelola dengan cerdas dan bijaksana.

“Ini adalah masa palingkelam, tapi kita akan melewatinya," kata PM Giuseppe Conte berusaha memberi peneguhan bagi rakyatnya agar tetap semangat.

Spanyol dan Inggris

Pergerakan virus corona hingga pekan kedua Maret 2020 ini makin serius melanglang buana ke Eropa.

Spanyol meningkatkan kewaspadaan.

Dua pekan ke depan kompetisi sepak bola Liga Spanyol (La Liga) digelar tanpa penonton, mengikuti langkah Italia.

Boleh jadi otoritas La Liga pun bakal meliburkan sementara kompetisi.

Kita lihat perkembangan satu dua hari ke depan.

Teranyar coronavirus mengguncang Liga Inggris.

Pemilik klub Nottingham Forest Evangelos Marinakis positif corona pada Senin (10/3/2020).

Dia mulai merasakan gejala saat kembali ke negaranya, Yunani.

"Mr Marinakis didiagnosis setelah menunjukkan gejala pertama sekembalinya ke Yunani. Selama tinggal di Nottingham, dia tidak menunjukkan gejala virus apa pun," demikian pernyataan resmi Forest.

Marinakis sudah mengumumkan sendiri via instagram bila dirinya positif terkena corona.

Dia berjanji mengikuti seluruh instruksi dokter agar bebas dari virus tersebut.

Tidak berhenti di situ.

Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries (62) juga tertular corona dan menjalani isolasi mandiri.

Dorries menuturkan dia segera mengambil segala langkah pencegahan begitu mendapatkan konfirmasi positif.

Dilansir Sky News Selasa (10/3/2020), Dorries menyebut Dinas Kesehatan Inggris melacak kasus ini dan kantornya langsung ditutup.

Politisi dari Partai Konservatif itu mengkhawatirkan sang ibu yang berumur 84 tahun, dia mulai batuk dan bakal jalani tes, Rabu (11/3/2020).

Meski merasa sedih sang menteri positif, Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengapresiasi Dorries yang langsung mengisolasi secara mandiri.

"Kami mendoakan kesembuhannya. Saya paham mengapa publik khawatir dengan penyakit corona. Kami akan berusaha sebisa kami untuk menyelamatkan mereka," janjinya.

Juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial berujar, Dorries mulai mengalami gejala corona pada Kamis pekan lalu (5/3/2020).

Saat itu, dia menghadiri sebuah acara di Downing Street untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia yang diprakarsai Perdana Menteri Boris Johnson.

Downing Street 10 (kediaman PM Inggris) belum merespons apakah Johnson sudah menjalani tes virus corona atau kapan dia akan melakukannya.

Mengutip BBC, Nadine Dorries terkonfirmasi positif terjadi setelah London mengumumkan kematian keenam di Inggris, dengan total kasus saat ini mencapai 382 orang.

Korban meninggal terbaru adalah pria berusia sekitar 80-an.

Dia sempat dirawat di RS Watford dan meninggal pada Senin malam waktu setempat (10/3/2020).

Inisiatif Periksa

Konon, Italia tunggang langgang seperti sekarang karena pemerintah setempat kurang sigap sejak awal virus merebak di Wuhan.

Indonesia bersyukur pemerintah lumayan sigap.

Tapi yang paling utama kita patut berterimakasih kepada ibu dan anaknya, dua penderita yang pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Mereka berinisiatif memeriksakan diri sehingga ketahuan menderita serangan virus yang belum ada obatnya tersebut.

Inisiatif semacam ini yang kita perlukan agar penanganan terhadap wabah ini cepat dan tepat.

Sejak terkuaknya kasus ibu dan anak itu, pemerintah dan semua pemangku kepentingan terus bergerak mencegah.

Memang jumlah yang positif bertambah, 27 orang hingga 10 Maret, namun ada keyakinan kita bisa terus menekannya.

Jika kasus bertambah secara signifikan isolasi wilayah seperti ditempuh China, Iran dan Italia bisa menjadi opsi pemerintah RI.

Kesembuhan bukan mustahil. Kabar baik terus berembus dari negeri China, episentrum covid-19.

Di Kabupaten Meizhou misalnya, 100 persen penderitaan virus corona sembuh.

Dua pekan terakhir tidak ada lagi penderita baru.

Kabar gembira juga datang dari Wuhan.

Pertama kali dalam dua bulan terakhir jumlah penderita baru hanya 36 orang di seluruh Provinsi Hubei yang ibukotanya Wuhan.

Bandingkan dengan kondisi bulan Februari lalu yang penderita baru saban hari selalu di atas 2.000 orang.

Otoritas setempat yakin Wuhan segera bebas corona.

Presiden China Xi Jinping sudah berkunjung ke Wuhan.

Pemerintah kota ini sudah menutup beberapa rumah sakit darurat karena tak ada pasien baru.

Penduduk Kota Chibi, satu kabupaten di Provinsi Hubei sangat senang karena diizinkan jalan-jalan di wilayah tersebut.

Pemerintah cabut masa isolasi.

Setelah dua bulan terpenjara, mereka kini bebas menghirup udara segar di luar rumah, menikmati hangatnya matahari dan memandang bunga musim semi yang indah.

Kerinduan yang sama kiranya mengisi ruang batin penghuni kota abadi Roma, rakyat Italia, Iran, Korea Selatan dan segenap penghuni bumi.

Berharap para ahli segera menemukan obat corona agar epidemi ini bertepilah sudah.

Terbayang bagaimana daya rusaknya kalau covid-19 terus meluas hingga tiga sampai enam bulan ke depan. Di Pulau Dewata Bali jeritan telah menyeruak hari-hari ini.

Objek wisata sepi. Jalanan lengang.

Ada saudara kita yang di-PHK, karyawan tidak diperpanjang lagi masa kontrak kerjanya.

Pukulan telak memang sangat dirasakan Bali yang pendapatan utamanya bersumber dari pariwisata.

Dalam skala berbeda Labuan Bajo juga telah merasakan efeknya.

Bagaimana Bali dan Labuan Bajo bergairah kalau puluhan juta orang terisolasi di rumahnya masing-masing?

Kemarin malam, seorang driver moda transportasi online di Denpasar mengeluh.

“Sepi pak. Saya sejak pagi sampai jam begini (pukul 20.00) belum mencapai poin aman untuk dapat insentif. Tidak biasanya seperti sekarang,” katanya lirih.

Pemerintah pusat dan daerah bakal kelimpungan karena sumber pendapatan terjun bebas.

PR pemerintah bagaimana menutup defisit anggaran tahun berjalan.

Kegalauan juga menerpa dunia usaha.

Pencapaian laba berpeluang meleset jauh.

Corona sungguh menguji seberapa kuat bangsa ini akan bertahan. Maka tak ada jalan pintas.

Rekatkuatkan solidaritas sosial. Tak mungkin dikau mampu berjalan sendiri. Berhenti saling menghujat dan menyalahkan. Mari beraksi konkret.

Secuil pun pasti berguna bagi orang lain yang membutuhkan.

Di kampung saya, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan hanya corona yang menakutkan.

Bencana sesungguhnya justru demam berdarah.

DBD menyerang hebat, 14 orang meninggal di Kabupaten Sikka dan seluruh NTT sudah 34 orang.

Oh Tuhan semoga di sana solidaritas sosial tidak sunyi senyap.

Solider membersihkan sampah, menguburkan botol bekas, membasmi jentik, membantu meringankan beban sesama. (dion db putra)

Sumber: Tribun Bali
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes