Profil Joe Biden (5): Nyaris Diganti Hillary Clinton pada Pilpres 2012


Joe Biden

Joseph Robinette Biden Jr atau  Joe Biden dua kali terpilih dalam Pilres AS  merupakan bukti betapa rakyat Amerika Serikat mendukung kepemimpinannya.

Tanggal 20 Januari 2009 Joe Biden resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat. Pada hari yang sama Barack Obama dilantik sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat menggantikan George W Bush.

Joe Biden merupakan wakil presiden ke-47 Amerika Serikat, ‌ wakil presiden pertama dari Delaware  dan wakil presiden Amerika Serikat pertama yang beragama Katolik Roma.

Pertama kali menjabat wapres, Joe Biden mengatakan dia bermaksud  menghilangkan beberapa peran eksplisit yang diambil oleh wakil presiden George W Bush, Dick Cheney, dan tidak juga tidak mau meniru wakil presiden sebelumnya. 

Dia memimpin tim transisi Obama dan  inisiatif  meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelas menengah Amerika. 

Pada awal Januari 2009, dalam tindakan terakhirnya sebagai ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, ia mengunjungi para pemimpin Irak, Afghanistan dan Pakistan.

Barack Obama segera membandingkan Joe Biden dengan pemain bola basket "yang melakukan banyak hal yang tidak muncul di lembar statistik". 

Pada bulan Mei 2009, Joe Biden mengunjungi Kosovo dan menegaskan posisi AS tidak berubah mengenai kemerdekaannya.

Joe Biden kalah dalam debat internal dengan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton tentang pengiriman 21.000 tentara baru ke Afghanistan.

Namun,  sikap skeptisnya dihargai,  dan pada tahun 2009, pandangan Biden semakin berpengaruh saat Obama mempertimbangkan kembali strategi pemerintahannya di Afghanistan. 

Biden mengunjungi Irak kira-kira setiap dua bulan. Dia menjadi orang penting pemerintah AS dalam menyampaikan pesan kepada para pemimpin Irak tentang kemajuan yang diharapkan di sana. 

 Secara lebih umum, mengawasi kebijakan Irak menjadi tanggung jawab Joe Biden sebagai wapres kala itu. Presiden Barack Obama pernah berkata, "Joe, kamu lakukan untuk Irak." 

Pada tahun 2012, Biden  delapan kali berkunjung ke Irak, tetapi pengawasannya terhadap kebijakan AS di Irak surut seiring dengan keluarnya pasukan AS pada tahun 2011. 

Biden juga bertugas mengawasi belanja infrastruktur dari paket stimulus Obama yang untuk membantu melawan resesi yang sedang berlangsung. 

Dia  menekankan  hanya proyek yang layak yang mendapatkan pendanaan.  Dia berbicara dengan gubernur, wali kota, dan pejabat lokal lainnya dalam peran ini.  

Selama periode itu, Joe  Biden merasa puas bahwa tidak ada kasus pemborosan atau korupsi yang terjadi. 

Ketika  menyelesaikan perannya  itu pada Februari 2011, dia mengatakan jumlah insiden penipuan dengan uang stimulus kurang dari satu persen. 

Pada akhir April 2009 Joe Biden membuat pernyataan kontroversial atas pertanyaan mengenai wabah flu babi. 

Dia berkata akan menasihati anggota keluarga agar tidak bepergian dengan pesawat atau kereta bawah tanah. 

Gedung Putih bergerak cepat menarik kembali pernyataan tersebut. Kejadian ini menghidupkan kembali reputasi Joe Biden atas kesalahannya di masa lalu.  

Tetapi Biden selalu berusaha jujur. Dihadapkan dengan meningkatnya pengangguran hingga Juli 2009,  Joe Biden mengakui  pemerintah telah salah membaca betapa buruknya perekonomian,  tetapi pertahankan keyakinan bahwa paket stimulus akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Pada 23 Maret 2010, dalam acara yang disiarkan langsung televisi nasional, Joe Biden keceplos   di mikrofon, memberitahu presiden bahwa penandatanganan UU  Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau adalah masalah besar.

Sekretaris pers Gedung Putih Robert Gibbs menjawab di Twitter, "Dan ya Tuan Wakil Presiden, Anda benar ..." 

Terlepas dari kepribadian mereka yang berbeda, Barack  Obama dan Joe Biden menjalin persahabatan yang mesra. 

Sebagian didasarkan pada putri Obama, Sasha dan cucu perempuan Biden, Maisy, yang ke sekolah  bersama-sama. 

Anggota pemerintahan Obama mengatakan peran Biden di Gedung Putih adalah menjadi pelawan dan memaksa orang lain untuk mempertahankan posisi mereka. 

Rahm Emanuel, kepala staf Gedung Putih, mengatakan Joe Biden membantu melawan pemikiran kelompok yang mengkritisi pemerintah. 

Sekretaris pers Gedung Putih Jay Carney, mantan direktur komunikasi Biden, mengatakan Biden memainkan peran sebagai "orang jahat di Situation Room". 

Penasihat senior Obama lainnya mengatakan Biden "selalu siap untuk memastikan kami sejujur ​​mungkin secara intelektual." 

Obama berkata, "Hal terbaik tentang Joe adalah ketika kita mengumpulkan semua orang, dia benar-benar memaksa orang untuk berpikir dan mempertahankan posisi mereka, untuk melihat berbagai hal dari setiap sudut, dan itu sangat berharga bagi saya." 

Pada 11 Juni 2010, Joe Biden mewakili Amerika Serikat pada upacara pembukaan Piala Dunia di Afrika Selatan.  Dia menonton  pertandingan Inggris vs Amerika Serikat. Dia juga mengunjungi Mesir, dan Kenya.

Keluarga Biden mempertahankan suasana santai di kediaman resmi di Washington, sering kali menghibur cucu mereka, dan secara teratur kembali ke rumah pribadi di Delaware. 

Joe Biden berkampanye keras untuk Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu 2010, mempertahankan sikap optimisme menghadapi prediksi kerugian besar  partai tersebut. 

Pada Maret 2011, Obama mendelegasikan Biden  memimpin negosiasi antara Kongres dan Gedung Putih dalam menyelesaikan tingkat pengeluaran federal untuk sisa tahun itu. 

Pada Mei 2011, sebuah "panel Biden" dengan enam anggota kongres mencoba untuk mencapai kesepakatan bipartisan demi  menaikkan pagu utang AS sebagai bagian dari rencana pengurangan defisit secara keseluruhan. 

Dia sukses menjalankan perannya melobi. Kongres AS sepakat dengan pemerintahan Obama.

Biden menghabiskan sebagian besar waktu untuk tawar-menawar dengan Kongres tentang masalah hutang siapapun di pemerintahan. 

Seorang staf  Partai Republik berkata, "Biden adalah satu-satunya orang dengan otoritas negosiasi yang nyata, dan McConnell  tahu bahwa kata-katanya baik. Dia adalah kunci dari kesepakatan itu." 

Pernikahan Sesama Jenis

Pada bulan  Oktober 2010, Biden mengatakan Obama telah memintanya untuk tetap menjadi pasangannya untuk pemilihan presiden 2012.

Tetapi dengan popularitas Obama yang menurun, Kepala Staf Gedung Putih William M Daley melakukan beberapa jajak pendapat rahasia dan penelitian kelompok fokus pada akhir 2011 tentang ide  menggantikan Biden  dengan Hillary Clinton. 

Gagasan tersebut dibatalkan ketika hasilnya tidak menunjukkan perbaikan yang berarti bagi elektabilitas Barack Obama. 

Pada bulan Mei 2012 Wapres Joe Biden mengeluarkan pernyataan yang kontroversial soal pernikahan sesama jenis.

Meski Joe Biden  tidak secara tegas mengatakan mendukung pernikahan sesama jenis, namun diksi yang dia pakai  "nyaman saja"  dengan pernikahan sesama jenis  bikin  geger. 

Isu tersebut  sontak  menjadi perhatian publik dan secara politis tidak menguntungkan citra pemerintahan Obama.

Joe Biden membuat pernyataannya tanpa persetujuan pemerintah. Barak Obama dan para pembantunya cukup kesal. 

Uniknya Joe Biden sebelumnya telah menasihati Presiden Obama agarmenghindari masalah tersebut. jangan sampai membuat para pemilih dari kalangan  Katolik Amerika Serikat tersinggung. Ya, Gereja Katolik memang tidak menyetujui pernikahan sesama jenis.

Atas pernyataan kontroversialnya itu, Joe  Biden meminta maaf kepada Obama secara pribadi karena telah berbicara lancang.  Obama mengakui secara terbuka bahwa permintaan maaf Joe Biden itu dilakukan dari hati. 

Insiden tersebut menunjukkan Joe  Biden kadang masih kurang disiplin menyampaikan pesan publik yang berdampak luas. Majalah Time menulis, "Semua orang tahu kekuatan terbesar Biden juga merupakan kelemahan terbesarnya." 

Meski hubungannya dengan Obama kerap terganggu, Joe Biden tetap dinominasikan untuk masa jabatan kedua sebagai wakil presiden pada Konvensi Nasional Demokrat bulan September 2012.  

Pada 6 November 2012, Obama dan Biden terpilih kembali  untuk masa jabatan periode kedua. Mereka meraih dukungan 332 dari 538 suara Electoral College dan 51 persen  suara populer. 

Pada bulan Desember 2012, Obama menunjuk Biden  memimpin Satuan Tugas Kekerasan Senjata, yang dibentuk untuk mengatasi penyebab kekerasan senjata di Amerika Serikat setelah kasus penembakan Sekolah Dasar Sandy Hook. 

Joe Biden dilantik untuk masa jabatan kedua sebagai wapres   20 Januari 2013, pada sebuah upacara kecil di Lingkaran Observatorium Nomor Satu, kediaman resminya. 

Upacara  pelantikannya dipimpin Hakim Sonia Sotomayor. Sementara  upacara publik berlangsung pada  21 Januari 2013.  (osi/wikipedia/berbagai sumber)

Sumber: Tribun Bali

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes