Profil Joe Biden (6): Presiden AS Tertua dan Kedua Beragama Katolik


Joe Biden

Joseph Robinette Biden Jr atau akrab disapa Joe Biden  berperan besar dalam kampanye presiden 2016. Selama masa jabatan keduanya sebagai wapres, Biden sering disebut sedang mempersiapkan kemungkinan tawaran untuk pencalonan presiden dari Partai Demokrat 2016. 

Dukungan keluargaa,  teman, dan donatur serta menurunnya  peringkat elektabilitas  Hillary Clinton pada tahun 2015, membuat  Joe Biden sempat berpikir serius mempertimbangkan prospek ikut pencalonan tahun2016.

Hingga 11 September 2015, Biden masih belum yakin untuk mencalonkan diri. Kematian putranya ikut mempengaruhi keputusan Joe Biden.

Pada 21 Oktober 2015, berbicara dari podium di Rose Garden bersama istri dan Presiden Barack  Obama di sisinya, Joe Biden mengumumkan keputusannya tidak mencalonkan diri sebagai presiden pada 2016.  

Keputusan yang memberi jalan bagi Hillary Clinton maju bertarung melawan Donald Trump.

Pada Januari 2016, Joe Biden menegaskan bahwa itu adalah keputusan yang tepat.

Setelah  Obama mendukung Hillary Clinton pada 9 Juni 2016, Biden mendukungnya pada hari itu juga.  Sepanjang pemilu 2016, Joe Biden mengkritik keras lawan Hillary Clinton, Donald Trump, dalam istilah yang sering kali penuh warna.

Hasil Pilres AS 2016 memang menyakitkan kubu Partai Demokrat. Meskipun Hillary unggul popular vote namun kalah dari sisi elektoral sehingga memberi jalan bagi kemenangan Donald Trump.

Setelah meninggalkan jabatan wakil presiden tahun 2017, Joe Biden menjadi profesor di Universitas Pennsylvania, sambil terus memimpin upaya untuk menemukan pengobatan kanker. 

Biden menulis memoarnya Promise Me, Dad pada tahun 2017 dan mengikuti tur buku.  Biden memperoleh 15,6 juta dolar AS pada tahun 2017.

Pada tahun 2018, ia menyampaikan pidato menawan untuk teman dekatnya John McCain, senator AS dari Arizona. Dia  memuji pelukan McCain terhadap cita-cita Amerika dan persahabatan bipartisan. 

Joe Biden tetap berada di mata publik Amerika Serikat, mendukung kandidat sambil terus mengomentari politik, perubahan iklim, dan kepresidenan Donald Trump yang sedang berlangsung. 

Dia juga terus berbicara untuk mendukung hak-hak LGBT, melanjutkan advokasi tentang masalah yang menjadi fokusnya selama masa jabatannya sebagai wakil presiden. 

 Pada tahun 2019, Joe Biden dan istrinya melaporkan aset mereka telah meningkat menjadi antara 2,2 juta dan  8 juta dolar AS, berkat  ceramah dan kontrak untuk menulis satu set buku. 

Kampanye presiden 2020

Antara 2016 dan 2019, media Amerika Serikat  sering menyebut Joe Biden sebagai calon presiden pada 2020.  Ketika ditanya apakah dia akan ikut,  Joe Biden memberikan jawaban yang bervariasi dan ambivalen. 

Cukup sering Joe Biden berkata,  "jangan pernah katakan tidak pernah".  Sungguh bahasa seorang politisi kawakan.

Kadang dia berkata  tidak melihat skenario  dia akan mencalonkan diri lagi, tetapi beberapa hari kemudian, dia mengatakan,  "Saya akan mencalonkan diri jika saya bisa berjalan." 

Sebuah komite aksi politik yang dikenal sebagai Time for Biden dibentuk pada Januari 2018, mengusahakan agar Biden dapat ikut serta dalam perlombaan menuju Gedung Putih. 

Joe Biden mengatakan dia akan memutuskan ikut  mencalonkan diri atau tidak pada Januari 2019, tetapi tidak membuat pengumuman pada saat itu. 

Teman-teman dekatnya mengatakan dia "sangat dekat untuk mengatakan ya" tetapi prihatin tentang pengaruh pencalonan presiden terhadap keluarga dan reputasinya,  perjuangan penggalangan dana dan persepsi tentang usianya yang sepuh dan sentrisme relatifnya. 

Di sisi lain, Joe Biden mengaku  didorong untuk menjalankan tanggung jawabnya bagi negara, terutama melihat kinerja pemerintahan  Trump yang kurang memuaskan.

Apalagi calon  Demokrat lainnya minim pengalaman dalam hal kebijakan luar negeri.   Itulah yang membuat Joe Biden akhirnya memutuskan siap maju.

Ia meluncurkan kampanyenya menuju Gedung Putih  pada 25 April 2019.  Genderang perang melawan Trump bergaung.
 
Pada September 2019, dilaporkan bahwa Trump telah menekan presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki dugaan pelanggaran oleh Joe Biden dan putranya Hunter Biden. 

Terlepas dari tuduhan tersebut, hingga September 2019, tidak ada bukti apapaun atas kesalahan  yang dilakukan Joe Biden.  

Media secara luas menafsirkan tekanan untuk menyelidiki Joe Biden sebagai upaya Donald Trump melukai peluang Biden memenangkan kursi kepresidenan. 

Tekanan itu berujung  skandal politik  dan pemakzulan Donald  Trump oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS. Dua kali malah hingga Trump merupakan presiden pertama yang dimakzulkan dua kali.

Mulai tahun 2019, Donald  Trump dan sekutunya secara keliru menuduh Biden memecat jaksa agung Ukraina Viktor Shokin karena dia diduga sedang melakukan penyelidikan terhadap Burisma Holdings, yang mempekerjakan Hunter Biden. 

Joe Biden dituduh menahan 1 miliar dolar AS  bantuan dari Ukraina dalam upaya ini. Pada 2015, Biden menekan parlemen Ukraina untuk mencopot Shokin karena Amerika Serikat, Uni Eropa, dan organisasi internasional lainnya menganggap Shokin korup dan tidak efektif. 

Khususnya karena Shokin tidak menyelidiki Burisma secara tegas.  Pemotongan bantuan sebesar  1 miliar dolar AS  adalah bagian dari kebijakan resmi ini. 

Sepanjang 2019, Joe Biden secara umum unggul atas kandidat Demokrat lainnya dalam jajak pendapat nasional.  Meskipun demikian, ia finis keempat di kaukus Iowa, dan delapan hari kemudian, kelima di primer New Hampshire. 

Dia tampil lebih baik di kaukus Nevada, mencapai 15 persen dukungan yang dibutuhkan untuk delegasi, tetapi masih berada di belakang Bernie Sanders dengan 21,6 poin persentase. 

Sukses menarik simpati pemilih kulit hitam di jalur kampanye dan dalam debat Carolina Selatan, Joe Biden memenangkan pemilihan pendahuluan Carolina Selatan dengan lebih dari 28 poin. 

Setelah penarikan dan dukungan berikutnya dari kandidat Pete Buttigieg dan Amy Klobuchar, dia memperoleh keuntungan besar dalam pemilihan primer Super Tuesday 3 Maret 2019.

Joe Biden memenangkan 18 dari 26 kontes berikutnya, termasuk Alabama, Arkansas, Maine, Massachusetts, Minnesota, North Carolina, Oklahoma, Tennessee, Texas, dan Virginia, menempatkannya di posisi teratas secara keseluruhan. 

Elizabeth Warren dan Mike Bloomberg segera keluar dari lomba, dan Biden memperluas keunggulannya dengan kemenangan atas Sanders di empat negara bagian (Idaho, Michigan, Mississippi, dan Missouri) pada tanggal 10 Maret 2019.

Ketika  Bernie Sanders menangguhkan kampanyenya pada 8 April 2020, Joe Biden menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. 

Pada 13 April 2019, Bernie Sanders mendukung Biden dalam diskusi streaming langsung dari rumah mereka. Mantan Presiden Barack Obama mendukung Biden keesokan harinya. 

Pada Maret 2020, Joe Biden berkomitmen untuk memilih seorang wanita sebagai pasangannya.  
Pada bulan Juni, Biden memenuhi ambang batas 1.991 delegasi yang diperlukan untuk mengamankan nominasi presiden dari partai tersebut. 

Pada 11 Agustus 2020, ia mengumumkan Senator AS Kamala Harris dari California sebagai pasangannya, menjadikannya calon wakil presiden Amerika keturunan Afrika dan Asia Selatan pertama dengan tiket partai besar.

Pada 18 Agustus 2020, Biden secara resmi dinominasikan pada Konvensi Nasional Demokrat 2020 sebagai calon presiden dari Partai Demokrat pada pemilu 2020. 

Tuduhan kontak fisik yang tidak pantas

Joe Biden tidak terlepas dari tuduhan  melakukan kontak non-seksual yang tidak pantas, seperti berpelukan, berciuman, dan mencengkeram, dan sekali melakukan pelecehan seksual.  

Pada tahun 2015, serangkaian pengambilan sumpah dan acara lainnya saat Biden  menempatkan tangannya pada orang-orang dan berbicara dekat dengan mereka,  menarik perhatian pers dan  media sosial. 

Berbagai orang membela Joe Biden, termasuk seorang senator dan  Stephanie Carter. Carter yang fotonya dengan Biden menjadi viral,  menyebut foto itu sebagai "diambil secara menyesatkan dari momen lama antara teman dekat" . 

Pada 28 Februari 2016, Biden memberikan pidato tentang kesadaran pelecehan seksual di Academy Awards ke-88, sebelum memperkenalkan Lady Gaga. 

Pada Maret 2019, mantan anggota dewan Nevada, Lucy Flores, menuduh Biden telah menyentuhnya tanpa persetujuannya pada kampanye  2014 di Las Vegas. 

Dalam sebuah opini, Lucy  Flores menulis Biden telah berjalan di belakangnya, meletakkan tangan  di pundaknya, mencium rambutnya, dan mencium bagian belakang kepalanya.

Juru bicara Biden mengatakan Biden tidak mengingat perilaku yang dijelaskan Flores.

Dua hari kemudian, Amy Lappos, mantan asisten kongres Jim Himes, mengatakan Biden menyentuhnya dengan cara non-seksual tapi tidak pantas yaitu memegangi kepalanya saat acara  penggalangan dana politik di Greenwich pada 2009. 

Keesokan harinya, dua wanita lagi melapor dengan tuduhan melakukan tindakan yang tidak pantas. 

Caitlin Caruso berkata Biden meletakkan tangannya di pahanya, dan DJ Hill bilang Joe Biden mengusap tangannya dari bahu ke punggungnya. 

Pada awal April 2019, tiga wanita memberi tahu The Washington Post Biden telah menyentuh mereka dengan cara yang membuat mereka merasa tidak nyaman. 

April 2019, mantan staf Biden,  Tara Reade mengatakan bahwa dia merasa tidak nyaman pada beberapa kesempatan ketika Biden menyentuhnya di bahu dan lehernya selama bekerja di kantor Senat tahun 1993. 

Pada Maret 2020, Reade menuduhnya melakukan pelecehan seksual pada 1993.  Joe Biden dan tim kampanyenya dengan keras membantah semua tuduhan tersebut. 

Joe Biden meminta maaf karena tidak memahami bagaimana orang akan bereaksi atas tindakannya.  Dia mengatakan niatnya itu terhormat dan  dia akan lebih "memperhatikan ruang pribadi orang". 

Presiden terpilih Amerika Serikat

Joe Biden terpilih sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat pada 3 November 2020. 

Dia mengalahkan petahana, Donald Trump. Dia  menjadi kandidat pertama yang mengalahkan presiden yang masih duduk di Gedung Putih  sejak Bill Clinton mengalahkan George HW Bush pada tahun 1992. 

Joe Biden merupakan wakil presiden non-incumbent kedua, setelah Richard Nixon pada tahun 1968,  yang terpilih sebagai  presiden. 

Ia pun menjadi presiden Amerika Serikat tertua,   presiden pertama yang kampung halamannya adalah Delaware (meskipun ia lahir di Pennsylvania), dan presiden Amerika Serikat kedua yang beragama Katolik setelah John F Kennedy. 

Penghargaan

Joe Biden menerima Chancellor Medal (1980) dan George Arents Pioneer Medal (2005) dari Syracuse University. 

Pada tahun 2008, Biden menerima Penghargaan Kongres Terbaik dari majalah Working Mother untuk "meningkatkan kualitas hidup Amerika melalui kebijakan kerja yang ramah keluarga". 

Pun pada tahun 2008, ia berbagi dengan sesama senator Richard Lugar tentang penghargaan Hilal-i-Pakistan dari Pemerintah Pakistan, sebagai pengakuan atas dukungan mereka yang konsisten untuk Pakistan. 

Pada tahun 2009, Kosovo memberi Biden Medali Emas Kebebasan, penghargaan tertinggi di kawasan itu, atas dukungan vokal untuk kemerdekaannya pada akhir 1990-an. 

Joe Biden adalah penerima Hall of Fame Asosiasi Relawan Pemadam Kebakaran Delaware.  Dia dinobatkan sebagai Hall of Excellence Liga Kecil pada tahun 2009. 

Pada 15 Mei 2016, Universitas Notre Dame memberi Biden Medali Laetare, yang dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi umat Katolik Amerika Serikat. 

Medali tersebut secara bersamaan diberikan kepada John Boehner, ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat. 

Pada tanggal 25 Juni 2016, Joe Biden menerima Freedom of the City of County Louth di Republik Irlandia. 

Pada 12 Januari 2017, Obama mengejutkan Biden dengan menganugerahinya Presidential Medal of Freedom with Distinction‍ — ‌ untuk "kepercayaan pada sesama orang Amerika, untuk kecintaan Anda pada negara dan layanan seumur hidup yang akan bertahan dari generasi ke generasi". 

Itu adalah satu-satunya penghargaan Obama dari Medal of Freedom with Distinction; penerima lainnya termasuk Ronald Reagan, Colin Powell dan Paus Yohanes Paulus II. 

Pada 11 Desember 2018, Universitas Delaware mengganti nama Sekolah Kebijakan dan Administrasi Publiknya menjadi Sekolah Kebijakan dan Administrasi Publik Joseph R Biden Jr. Institut Biden bertempat di sana. 

Pada tanggal  10 Desember 2020, Joe  Biden dan Kamala  Harris bersama-sama dinobatkan Majalah Time sebagai Person of the Year.  (osi/wikipedia/berbagai sumber)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes