Suatu Senja di Dome of Cologne


The Dome of Cologne (istimewa)
KALAU tidak bertemu Jonatan Lassa dalam sisa waktu yang sangat terbatas, mungkin saya melewatkan kesempatan melihat salah satu situs warisan dunia di Jerman.

"Om masih punya waktu 45 menit menunggu jadwal kereta berangkat ke Frankfurt. Sebaiknya lihat Dome dulu," kata Jonatan, moderator Forum Academia NTT (FAN) yang datang menemuiku bersama anaknya di Stasiun Kereta Api Koln, Jumat 19 Maret 2010 petang.

Sontak teringat Gereja Katedral Koln (The Dome of Cologne) yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Kami pun bergegas keluar dari stasiun menuju pelataran gereja yang letaknya persis di pinggir Sungai Rhine atau Rhein yang terkenal itu. Panoramanya sungguh indah.

Waktu hampir pukul 18.00 namun pengunjung masih menyemut di sana. Mereka umumnya menenteng kamera foto maupun video, mengabadikan diri dengan latar belakang berbagai sisi gereja yang dibangun sejak abad ke-12 serta didedikasikan khusus untuk St. Petrus dan Bunda Maria tersebut. UNESCO melukiskan gereja ini sebagai karya manusia yang luar biasa. Setiap hari rata-rata dikunjungi 20 ribu orang. Mereka adalah para turis serta peziarah yang datang dari berbagai belahan dunia (lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Cologne_Cathedral).


Menyimak data dari situs resmi gereja ini, Katedral Koln sungguh membuat kagum. Pembangunan gedungnya berlangsung selama 632 tahun, mulai tahun 1248 dan baru rampung tahun 1880. Peletakan batu pertama gereja dilakukan Uskup Agung Konrad von Hochstaden 15 Agustus 1248. Setelah mengalami pasang surut pembangunan, gereja ini rampung tahun 1880. Selesainya katedral terbesar di Jerman itu dirayakan sebagai peristiwa nasional yang dihadiri Kaisar Wilhelm I.

Panjang keseluruhan gereja 144,5 meter, lebar 86,5 meter dan tinggi menara kembar 157,4 meter atau 516 kaki. Inilah bangunan indah bergaya gothic dari Abad Pertengahan yang keaslian arsitekturnya masih bertahan. Selama empat tahun, antara tahun 1880-1884 Katedral Koln sempat memegang rekor sebagai gereja dan bangunan terbesar di dunia. Rekornya baru berakhir saat Monumen Washington tegak berdiri di jantung ibukota negara Amerika Serikat.

Salah satu sisi menarik di dalam katedral adalah altar. Altar dari marmer hitam dengan sisi depan dilapisi marmer putih tersebut dibangun tahun 1322. Karya seni lainnya adalah Kuil Tiga Raja, sarkofagus berlapis emas dari abad ke-13 dan tempat pusaka yang secara tradisional dipercaya sebagai kenangan akan Tiga Orang Majus dari Timur. Dekat sakristi ada ukiran salib besar. Patung kayu Santa Perawan Maria dan Bayi Yesus yang dibuat tahun 1290 tampak anggun di sana.

Lolos dari Bom
Kisah-kisah mengagumkan tentang kreativitas manusia serta keajaiban mewarnai keberadaan Katedral Koln. Tanggal 1 September 1939, Jerman menyerang Polandia dan meletuslah Perang Dunia II. Tanggal 3 September 1939 Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman. Tanggal 8 Desember 1941, Jepang hancurleburkan Pearl Habour dan sehari kemudian Amerika Serikat (AS) nyatakan perang pada Jepang. Tanggal 11 Desember 1941 Jerman dan Italia umumkan perang kepada AS sehingga perang meliputi seluruh dunia.

Perang baru berakhir setelah Sekutu mendaratkan pasukan di Pantai Normandia, 6 Juni 1944, Jerman menyerah pada Sekutu Mei 1945 setelah kematian Hitler, tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom oleh AS dan Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945.

Selama Perang Dunia II (1939-1945), pasukan Sekutu menjatuhkan tujuh puluh kali bom udara di Koln. Kota itu rata tanah, namun gereja dengan menara kembarnya itu tetap tegak berdiri. Luar biasa! Ada pendapat bahwa pasukan Sekutu menjadikan menara kembar gereja sebagai navigasi yang mudah dikenali untuk menyerbu lebih jauh ke wilayah Jerman. Mungkin inilah alasan mengapa Katedral Koln tidak ikut remuk. Pendapat lain menyebutkan, Sekutu menjatuhkan bom secara membabi-buta di atas Koln namun bom selalu menjauhi gereja yang dibangun selama enam abad lebih.

Pada tahun 1996, katedral ini ditambahkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Tahun 2004 UNESCO peringatkan sebagai "World Heritage in Danger" karena ada rencana untuk membangun gedung bertingkat tinggi di dekatnya yang bakal merusak visual situs. Peringatan itu dihapus tahun 2006, setelah pihak berwenang di Jerman memutuskan untuk membatasi ketinggian gedung yang dibangun di dekat dan di sekitar Dome of Cologne.

Sebagai Situs Warisan Dunia dengan posisi yang nyaman dan memanjakan para turis atau peziarah, Katedral Koln adalah tempat yang tidak boleh Anda lewatkan jika sempat berkunjung ke Jerman. Katedral ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.00-19.30. 

Masuk gratis kecuali jika Anda ingin mendaki ke menara gereja melewati 509 anak tangga spiral untuk menikmati keindahan Kota Koln dan keelokan Sungai Rhein dari ketinggian 98 meter. Bila ingin melepas lelah setelah puas mengelilingi Katedral, Anda bisa mampir di rumah makan atau bar yang menjamur di sekitar katedral. (dion db putra)

Pos Kupang edisi Minggu, 28 Maret 2010 halaman 11
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes