Tingkatkan Kewaspadaan

UJUNG pacul Muchsen (32) menyentuh sesuatu yang tak biasa ketika dia mencangkul kebunnya di Kelurahan Mbongawani Ende, hari Sabtu, 27 Maret 2010. Tanah di kawasan kaki Gunung Iya dan Meja itu umumnya berpasir sehingga ujung pacul langsung tertanam dalam sekali hentakkan.

Muchsen terkejut. Ujung paculnya tadi rupanya menyentuh bom rakitan yang masih baru. Bom itu sangat dekat dengan permukaan tanah. Oleh pemiliknya yang sampai kini masih misterius, sebanyak 10 bom rakitan cuma diletakkan pada kedalaman sekitar 10 cm. Muchsen menceritakan penemuanmu tersebut kepada tetangga lalu mereka melaporkan kepada polisi. Aparat keamanan dari satuan brigade mobil (brimob) Polres Ende bergerak cepat mengamankan 10 bom rakitan tersebut.

Menurut Wakil Komandan 3 Pelopor Brimob Ende, Ipda Niko Taklal, kesepuluh bom rakitan tersebut masih aktif dan dapat meledak manakala kabelnya disentuh atau terkena petir. Unsur bom rakitan itu terdiri dari mesiu dan bahan peledak campuran paku dan besi serta dilapisi dengan pipa paralon.

Apresiasi kita berikan kepada Muchsen serta tetangganya di Kelurahan Mbongawani yang tidak mendiamkan penemuan benda berbahaya itu. Melapor kepada aparat keamanan merupakan langkah tepat dan setiap warga negara seharusnya bertindak demikian. Juga kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat sehingga bom berhasil diamankan sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan.

Pekerjaan rumah sekarang ada di pundak aparat kepolisian. Sesuai wewenang dan tanggung jawabnya, polisi tidak boleh mendiamkan kasus ini. Proses hukum mesti berlanjut hingga tuntas guna mengetahui duduk perkaranya secara utuh. Pertanyaan yang masih menggantung adalah siapa pemilik bom rakitan tersebut? Apakah tujuannya membuat bom tersebut? Tidak mungkin seseorang merakit bom sekadar menyalurkan hobi atau menyenangkan diri. Sudah tentu ada sesuatu yang ingin dia capai dengan merakit benda berbahaya ini. Tindakan menanam bom rakitan di kebun milik penduduk jelas mengancam keselamatan pemilik kebun serta warga sekitar lokasi tersebut. Perbuatan semacam ini tidak boleh ditolerir begitu saja.

Dalam sepuluh tahun terakhir kita telah menjadi bangsa yang sangat menderita akibat kejamnya pelaku pengeboman yang beraksi di berbagai tempat di negeri ini. Sudah ratusan korban jiwa berjatuhan dan ribuan lainnya mengalami trauma serta cacat seumur hidup. Dalam pergaulan antarbangsa kita pun dicap sebagai negeri tempat berkumpulnya para teroris yang kejam membunuh tanpa pandang bulu.

Penemuan bom rakitan di Ende hendaknya meningkatkan kewaspadaan kita terhadap kemungkinan teror bom yang bisa terjadi kapan dan di mana saja. Pengalaman telah mengajarkan kepada kita bahwa pelaku teror bom memiliki seribu satu cara guna menggapai tujuannya. Mereka sangat piawai memanfaatkan kelengahan atau titik lemah dalam sistem keamanan kita.

Tanggung jawab itu tidak sepenuhnya kita serahkan kepada aparat keamanan. Setiap warga masyarakat perlu memberikan kontribusi dengan cara masing-masing. Hal yang selalu diingatkan adalah sikap proaktif melaporkan kepada aparat keamanan atau pihak berwenang manakala Anda menemukan atau mengetahui sesuatu yang mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Memilih diam tidak menyelesaikan masalah.

Prinsip yang mesti dijunjung tinggi adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Antisipasi dini sangat disarankan demi meminimalisir kemungkinan terjadi teror bom yang menelan korban nyawa dan harta benda.

Secara umum situasi kamtibmas di Propinsi Nusa Tenggara Timur cukup kondusif selama ini. Bahwa ada sejumlah insiden kekerasan di beberapa daerah, hal tersebut masih dalam level yang dapat dimaklumi.

Keadaan yang sudah baik ini jangan sampai meninabobokan kita untuk melonggarkan kewaspadaan serta sikap antisipasi dini. Apalagi hari-hari ini sebagian besar masyarakat Nusa Tenggara Timur sedang merayakan Paskah. Hari raya umat Kristiani jangan sampai ternodai oleh hal-hal yang tidak menyenangkan. Selamat Paskah.*

Pos Kupang, 3 April 2010 halaman 4
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes