Demi Sumba Harus Tetap Mesra

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya, meminta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat periode 2010-2015, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si dan Reko Deta, S.IPem, tetap mesra, tetap menjaga kekompakan dan terus akur dalam perjalanan memimpin Sumba Barat ke depan.

Permintaan Gubernur Frans Lebu Raya itu disampaikannya dalam sambutannya saat mengambil sumpah dan melantik Jubilate Pieter Pandango, S.Pd,M.Si dan Reko Deta, S.IPem menjadi Bupati-Wakil Bupati Sumba Barat, Selasa (21/9/2010). Acara pelantikan berlangsung di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Sumba Barat.

Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan, kebersamaan dan kebahagiaan sebagaimana ditunjukkan saat pelantikan dan pengambilan sumpah hendaknya terus dijaga demi keberlangsungan membangun tanah Sumba Barat. Tanah Marapu, Sumba Barat, kata Gubernur Frans Lebu Raya, menyimpan sejumlah misteri yang potensial dan kalau dikelola dengan baik akan membawa manfaat besar bagi pembangunan daerah ini.



Gubernur mengagumi potensi dan khazana budaya Sumba Barat. Setiap kali mengunjungi Sumba Barat, kata gubernur, dia terkesan dengan daerah ini sebagai sebuah daerah 'magis' di mana kepercayaan Marapu masih tetap hidup dan lestari. Kuatnya Marapu, kata gubernur, masih menyata dalam beragam wujud budaya masyarakat daerah ini seperti kuburan batu megalitik, upacara nyale, budaya pasola, pajura, wula podu dan sejumlah aset budaya lainnya.

Gubernur mengingatkan duet Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si dan Reko Deta, S.IPem harus satu dalam kata dan perbuatan dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan daerah ini. Dengan demikian harapan akan sebuah kemajuan pembangunan daerah ini sebagaimana termanivestasi melalui program kerja bupati dan wakil bupati dapat terlaksana dengan lancar.

Dikatakannya Sumba Barat khususnya, dan Pulau Sumba umumnya, merupakan daerah yang sangat terkenal dengan kekayaan ternak, cendana, laut yang luas, lahan pertanian yang luas, aset wisata yang handal dan sebagainya. Semua aset ini adalah modal besar bagi pembangunan daerah ini. 

"Menjadi pertanyaan, apakah kekayaan tersebut masih ada? Jangan menjadikan itu hanya sebuah sejarah atau sebuah cerita tentang kejayaan masa lalu, tetapi harus dibuktikan dengan sebuah aksi nyata dengan mengembalikan daerah ini sebagai gudang ternak NTT, daerah penghasil cendana, daerah penghasil jagung, dan daerah berkembangbiaknya koperasi, pertanian dan pariwisata serta berbagai sektor pembangunan lainnya," kata gubernur.

Gubernur juga berharap pemimpin baru ini tetap mempertahankan hasil pembangunan yang sudah ada, meminimalisir kendala yang terjadi dan mengembangkan pembangunan Sumba Barat ke depan agar lebih maju lagi. 
Fenomena sebagaimana terekam sekarang sekaligus sebagai sebuah tantangan bagi bupati dan wakil bupati yang baru adalah berkurangnya kawasan hutan Sumba Barat karena penggundulan oleh masyarakat. Bertambahnya permukiman penduduk, bertambahnya lahan pertanian dan perkebunan masyarakat juga turut serta mengurangi kondisi hutan di daerah ini. Selain itu terlihat pula fenomena laju konsumsi ternak yang semakin tinggi sementara pertumbuhan populasi ternak semakin menurun dan sebagainya.

Diakui gubernur, beberapa pemerintah daerah di Pulau Sumba khususnya maupun NTT umumnya telah membuat Perda tentang Pembatasan Pemotongan Ternak demi menjaga populasi ternak di daerah masing-masing. Hanya gubernur mempertanyakan apakah perda tersebut telah berlaku efektif? 

"Ini menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah dan masyarakat daerah ini," kata gubernur.

Hadir dalam acara pelantikan kemarin para bupati dan wakil bupati se-Sumba, sejumlah pejabat Setda NTT, sejumlah anggota DPRD NTT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan umumnya. Acara pelantikan sendiri dimulai pukul 10.00 Wita dan berakhir pukul 11.45 Wita. (pet)

Kembalikan Keamanan Kota

TOKOH agama di Sumba Barat meminta agar Bupati-Wakil Bupati, Drs. Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si-Reko Deta, S.IPem, yang dilantik, kemarin, mengutamakan penanganan sektor keamanan sebagai agenda kerja 100 hari ke depan. Pasalnya kondisi trantibmas Kota Waikabubak semakin parah. Masyarakat hidup semakin tidak tenang, selalu merasa takut, merasa was-was dan tidak nyaman. 

Duat ini diharapkan mampu mengembalikan keamanan yang hilang sebagaimana dirasakan masyarakat selama ini dan membawa perubahan di semua bidang kehidupan warga.
Demikian sari pendapat sebagaimana disampaikan Pastor Paroki Santo Petrus Paulus Waikabubak, Romo Edy Reda, Pr, Ketua Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ) Gereja Kristen Sumba (GKS), Pendeta Nanda Weru, S.Th, dan Ketua MUI Sumba Barat, Abdulah A Bamualim, yang ditemui secara terpisah di sela-sela menghadiri acara pengambilan sumpah dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat periode 2010-2015, Selasa (21/9/2010).

Pendeta Nanda mengingatkan, jabatan bupati dan wakil bupati adalah sebuah anugerah dan tanggung jawab dari Tuhan untuk bersamanya bekerja membebaskan masyarakat Sumba Barat dari kemiskinan, kebodohan, ketidakamanan dan sebagainya. 
Sementara itu Romo Edy berharap kepemimpinan baru membawa perubahan bagi masyarakat Sumba Barat seperti keamanan, air bersih, pendidikan, dan sebagainya. 

Harapan senada juga disampaikan Abdulah A Bamualim. Ia menambahkan, pihaknya sangat respek dengan kepemimpinan ini karena keduanya memiliki jiwa komunikasi yang sangat luas. Ini modal besar bagi kelancaran pembangunan daerah ini. Sebab semua persoalan dapat terpecahkan melalui sebuah bangunan komunikasi yang baik. (pet) 

Pos Kupang, 22 September 2010 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes