Gerakan Sadar Api

ilustrasi
KECIL jadi sahabat, besar malah membunuh, menghancurkan harta benda. Begitulah kiasan tentang api. Dan, pada awal pekan ini musibah kebakaran kembali menghantui warga Kota Manado. Dua hari berturut-turut yaitu tanggal 3 dan 4 September 2012 musibah kebakaran rumah penduduk terjadi di Kelurahaan Maasing, Kecamatan Tuminting dan Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea.

Dalam sekejap sekitar 70-an jiwa kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa mengungsi ke rumah tetangga, keluarga, handai tolan bahkan harus menyewa rumah yang baru. Selain itu harta benda yang dikumpulkan dengan susah payah selama bertahun-tahun menguap begitu saja. Praktis tinggal pakaian di badan atau sangat sedikit barang berharga yang dapat diselamatkan.

Sungguh tidak mengenakkan hati menjadi korban musibah kebakaran. Perasaan traumatik terhadap api akan lama membekas. Rasa bersalah bahkan dendam memerlukan waktu lama untuk memupuskannya. Dendam akan tertuju kepada mereka yang diduga memicu kobaran api.  Rasa bersalah membelenggu seseorang yang lalai. Misalnya kebakaran gara-gara dia  menyalakan lilin atau obat nyamuk tanpa kontrol sehingga api yang semula kecil menyambar material mudah terbakar lalu menghanguskan seisi rumah dan merambat ke rumah lain.

Tinggal di kawasan pemukiman yang padat -- sebagai salah satu ciri perkotaan di Indonesia -- membutuhkan kesadaraan kolektif tentang bahaya api. Toh kita boleh saja sangat hati-hati menggunakan api. Tetapi bila tetangga bertindak ceroboh kita juga akan menjadi korban manakala terjadi kebakaran dalam kawasan pemukiman.
Gerakan Sadar Api mestinya sebuah keniscayaaan. Tak kalah pentingnya dengan gerakan sadar penyakit serta gerakan sosial lainnya yang tujuannya demi kebaikan bersama seluruh warga.

Menurut pandangan kita Gerakan Sadar Api bisa dimulai dari dalam rumah tangga kita masing-masing. Setiap orang harus menyadari bahwa kelalaiannya akan menjadi bencana bagi dirinya sendiri serta orang lain. Oleh karena itu segala hal yang menjadi pemicu  kobaran api maha dashyat memerlukan pengamanan ekstra. Salah satu fokus utama tentunya dapur. Dapur merupakan sumber api kehidupan kita setiap hari yang hadir lewat tungku kayu bakar, kompor listrik atau gas elpiji.

Sumber lain yang tak kalah serius adalah jaringan listrik. Dalam banyak kasus kebakaran penyebabnya adalah hubungan arus pendek. Percikan api akibat hubungan arus pendek itu merambat dan menghanguskan segala sesuatu. Adalah kebiasaan buruk kita yang kurang peduli terhadap hal-hal semisal ini. Kita kerap memandang remeh. Belum menjadi kebiasaan masyarakat memeriksa jaringan listrik di dalam rumah, gedung  atau properti lainnya secara rutin dan segera membenahinya manakala ada yang tidak beres.

Kadang ada yang enteng berkata, kebakaran merupakan musibah dan musibah cukup sering di luar kemampuan manusia untuk mencegahnya. Pandangan fatalis ini harus dibendung karena manusia diberi kemampuan berpikir dan bertindak. Tak salah kalau Gerakan Sadar Api kita awali dari hal-hal kecil seperti disebutkan di atas. Mulailah merajut kesadaran itu dari dalam diri sendiri, dari rumah kita sendiri.*

Sumber: Tribun Manado  6 September 2012 hal 10
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes