Gerson Poyk: Opa yang Cerdas dan Rendah Hati

Gerson Poyk
KEPERGIAAN sastrawan asal NTT, Gerson Poyk membawa duka mendalam bagi sastrawan muda di daerah ini. Ungkapan duka itu antara lain disampaikan anak muda kreatif yang bergabung dalam Komunitas Dusun Flobamora dan Lakoat Kujawas.

Kepada Pos Kupang, Jumat (24/2/2017), Koordinator Dusun Flobamora, Romo Amance Franck Oe Ninu mengatakan sangat berduka tas kepergian Gerson Poyk yang dia sapa Opa. "Kami berterima kasih atas inspirasi Opa Gerson Poyk untuk sastra, kebudayaan, dan kemanusiaan NTT dan Indonesia. Selamat jalan Opa Gerson, doa kami untukmu," ujarnya.

Amance mengatakan, bagi kalangan sastrawan muda NTT, nama Gerson Poyk sudah tidak asing lagi. Gerson sudah menjadi sosok yang dikagumi lewat karya-karya sastranya yang luar biasa.

Anggota Komunitas Dusun Flobamora lainnya, Christian Dicky Senda yang juga koordinator Komunitas Lakoat Kujawas, mengatakan Gerson Poyk menampilkan NTT dalam cara yang kreatif, inovatif, dan kritis. Karya cerpennya tak hanya memantulkan filosofi dan lokalitas NTT, tetapi juga mengkritisi perilaku dan tradisi yang keliru dalam kehidupan bersama. Imajinasinya sangat lokal Flobamora, kadang lucu, tetapi jenius.

Dicky melukiskan Opa Gerson sebagai sosok yang cerdas, rendah hati sekaligus punya selera humor yang ajaib. Buku Nostalgia Flobamora adalah tulisan terbaiknya tentang NTT di masa lalu. Ia mempunyai memori yang detail dan tajam tentang masa lalunya.

Seniman Abdy Keraf mengatakan, Gerson Poyk adalah sosok sastrawan sekaligus budayawan yang sangat menginspirasi. Lewat karya-karyanya, Gerson  bercerita tentang NTT dengan beragam budaya.  "Kami mengucapkan selamat jalan Pak Gerson Poyk. Tuhan menerimamu di Surga," kata Abdy.

Perasaan duka pun diungkapkan Dody Doohan Kudji Lede. Lewat  akun Facebooknya, Dody mengucapkan terima kasih kepada sang maestro sastra itu. "Selamat jalan Opa Gerson Poyk. Terima kasih telah menjadi bagian dari kami.
Tuhan menguatkan keluarga yang ditinggalkan dan membuka jalan ke sorga bagimu.
Kami kehilangan sastrawan terbaik NTT," demikian Dody.

Sastrawan NTT, Mezra E Pellondou tak kuasa menahan tangis mendengar kepergian Gerson Poyk. Menurut Mezra,  dia masih sempat menanyakan kondisi terakhir pada putrinya Fanny  Jonathans Poyk. Penjelasan Fanny pada Jumat pagi  membuatnya sedih. "Besar harapanku opa tetap sehat. Ternyata kondisi kesehatan makin drop," kata Mezra dalam catatannya yang dikirim kepada Pos Kupang.

Mezra melukiskan Gerson sebagai sastrawan yang hebat. "Kau telah memilih jalan utopia selama pengembaraanmu di bumi Tuhan ini. Di jalanmu yang utopia itu kau mengembara dengan spiritual modern yang beruas-ruas dan berkelok-kelok namun kamu mampu menaklukkannya dalam iman, pengharapan, cinta, kasih, sains dan teknologi. Kau tidak teralineasi dalam semangat kedaerahan yang berlebihan karena kau sangat cinta NKRI sebagai harga mati. Kau juga bukan pemuja modernisme secara berlebihan, karena kau sangat menghargai kearifan lokal. Dengan hatimu yang penuh kasih, kau memiliki sifat sosial yang tinggi. Hatimu bersih dan jujur. Bahkan kau mampu mengelola konflik dalam hidupmu dan juga dalam cerpen cerpen dan novelmu dengan lugu dan jenaka. Kami sangat kehilangan dirimu, opa Gerson Fulbertus Poyk," tulis Mezra

Mezra lebih lanjut menulis, "Kau telah berjalan dengan langkahmu yang gagah hingga finish. Kau menyelesaikan jalan utopiamu dengan sempurna. Semoga kami yang ditinggalakn bisa dikuatkan untuk menyelesaikan perjalanan kami sambil melihat bekas-bekas tapakmu untuk kami belajar memiliki irama kami sendiri agar mampu menaklukkan Tarian Ombak kehidupan agar kami tidak hanyut, Oleng Kemoleng dan teralienasi seperti yang kau khawatirkan saat Temu I Sastrawan NTT 2013. Opa Gerson Poyk, selamat jalan. Kami sangat mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Tuhan menyempurnakanmu di surga. Maafkan atas segala khilaf dan salah kami padamu, opa tersayang. Amin."

Kehilangan juga dirasakan Maria Matildis Banda. "Bicara mengenai Gerson Poyk, saya terkenang Ben,  tokoh utama dalam Novel Sang Guru buah karyanya. Ben adalah guru yang sederhana dan bahagia dengan pekerjaanya, meskipun hanya tinggal di gudang sekolah. NTT patut bangga memiliki Gerson Poyk. NTT kehilangan sastrawan ternama di Indonesia. Mudah-mudahan sastrawan muda NTT mampu lahir sebagai 'Gerson' baru yang berkisah tentang berbagai konflik hidup di NTT. Selamat jalan Om Gerson. Semoga mimpi indah di surga," kata Matildis. (nia/osi)

Sumber: Pos Kupang 25 Februari 2017 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes