Gerson Poyk Mau Pulang Kupang Tanam Jagung

Gerson Poyk
DALAM kondisi sakit dan dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Hermina Depok, sastrawan terkemuka Gerson Poyk menyampaikan kenginannya pulang ke Kupang guna menanam jagung dan sayur di kebun sendiri. Keinginan ini  disampaikan berulangkali kepada anaknya Fanny Jonathans.

"Papa tidak ada pesan apa-apa. Namun Papa sering mengatakan keinginan dan mimpinya untuk bisa pulang ke Kupang untuk menanam jagung dan sayur. Katanya, dia mau menjadi petani jagung dan sayur di Kupang, membeli lahan untuk dijadikan kebun. Katanya, 'nanti saya mau tanam jagung dan sayur, Ihhh enak ya, makan pakai sayur pasti badan sehat'. Hal ini sering disampaikannya kepada kami. Bahkan saat awal masuk di rumah sakit, papa masih menyampaikan keinginan itu lagi meski dengan suara yang tidak lagi jelas," kata Fanny Jonathans Poyk kepada Pos Kupang melalui telepon dari Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Gerson Poyk meninggal dunia di RS Hermina Depok, Jumat (24/2/2017) sekira pukul 11.00 WIB. Menurut rencana, jenazah sastrawan kelahiran Pulau Rote,  16 Juni 1931 tersebut akan diberangkatkan ke Kupang, Sabtu (25//2/2017).

Fanny mengatakan, ayahnya menderita stroke ringan dan dua minggu lalu jatuh di kamar mandi lalu mereka membawanya ke RS Hermina Depok.  Saat dibawa ke rumah sakit, Gerson Poyk  masih bisa bicara meski kurang jelas. "Perawatan dilakukan bertahap, dalam perawatan itu tenggorokan papa penuh lendir, lalu dilakuan penyedotan. Lama-kelamaan Papa tidak bisa makan, kalau makan muntah, minum air juga muntah," kata Fanny.

Tiga hari lalu, demikian Fanny, ayahnya terkena serangan jantung sehingga dimasukkan ke ruang ICU. "Di ruang ICU hanya dua hari  lalu dipindahkan lagi ke ruang opname. Tadi pagi masih tidur nyenyak dan saat bangun HB-nya turun lalu transfusi darah dan diuap agar jangan sesak napas. Beberapa saat kemudian Papa angkat tangan. Sekitar jam sebelas Papa meninggal dunia," kata Fanny.

Fanny mengatakan, dua tahun lalu, ayahnya masih menulis novel berjudul Teroris No, Peace Yes. "Novelnya itu sudah selesai dibuat dan saya sedang  proses edit. Papa pesan untuk melihat catatan kakinya . Rencana  kalau sudah  selesai akan kami jual ke beberapa penerbit," kata Fanny.

 Fanny menambahkan, ayahnya juga sedang menulis novel yang isinya tentang bagaimana banga Indonesia menyikapi perbedaan agama. "Dalam novel itu dia menceritakan tentang kehidupan muridnya, Ismail Lutang yang kini Pemred Parahyangan, yang naik haji," kata Fanny.

Fanny mengenal ayahnya sebagai  sosok dermawan di tengah keterbatasan hidup. Gerson Poyk bahkan rela menjual barang dalam rumah untuk bantu orang yang kesusahan. Hal ini sering dikomplain istri dan anaknya. "Duitnya dia bagi-bagi orang yang susah. Padahal kami juga susah. Dia ketik cerpen dan honornya buat bantu orang, tivi hitam putih dikasih ke orang, sepeda juga dijual untuk bantu orang. Bahkan saat dia sakit di rumah sakit ada yang memberinya uang Rp 350.000, lalu ada pengunjung lain yang dilihatnya susah dia berikan Rp 50.000 untuk orang itu. Mama sering komplain. Bagaimana tidak komplain, kami hanya punya beras dua liter, Papa kasih ke orang. Itulah Papa saya, orang yang nyentrik," kata Fanny.

Fanny mengatakan, saat diomeli ayahnya selalu mengatakan, jangan pusing soal uang karena rejeki itu Tuhan yang atur. "Katanya, nanti Tuhan yang akan kasih uang. Uangnya dikasih ke orang dan dia telepon saya, katanya tolong kirim pulsa, kasih lima ribu saja. Kalau ingat hal-hal itu, saya sedih sekali sekaligus bangga karena bapak saya adalah kebanggan keluarga," kata Fanny. Fanny membenarkan ayahnya akan dimakamkan di Kupang. "Jika dapat tiket, besok (hari ini, Red)  kami akan membawa Papa ke Kupang. Di Kupang, jenazah akan disemayamkan di rumah keluarga Pak Richard Poyk di Kayu Putih," kata Fanny.

            Mendorong Orang Muda
Ketua Komunitas Teater Perempuan Biasa-Kupang, Lanny Koroh, Sastrawan Eric Dayo dan Penyair Kereta, Julia Utami mengatakan, meski telah berusia lanjut, Gerson terus berkarya di mana saja dia berada.  Menurut Lanny, semasa hidupnya Gerson Poyk  selalu mendorong siapa saja terutama orang muda untuk berkarya dalam bidang seni atau  bidang lainnya. "Opa Gerson mengingatkan kami para penyair, sastrawan agar terus menghasilkan karya dan  menulis tanpa mengharapkan uang. Karena karya seni itu indah," kata Lanny.

Lanny  sempat membuat gerakan solidaritas untuk menyumbang guna membantu biaya pengobatan dan perawatan Gerson. "Rencananya tanggal 4 dan 5 Maret 2017 kami mau bikin konser amal untuk membantu pengobatan Opa Gerson," katanya.
Julia Utami mengatakan, dalam kondisi yang kerap kurang sehat, Gerson masih memiliki impian yang ingin diteruskan generasi muda. Misalnya  membuat desa budaya. Di desa itu ada patung-patung sastrawan Indonesia, ada sawah yang ditanami para seniman, teater tempat pentas para seniman mengekspresikan imajinasi seni mereka, akses internet dengan jaringan yang baik sehingga para seniman bisa memamerkan karya mereka ke seluruh dunia

"Menurut Opa Gerson, dengan begitu tak ada lagi ekstrim kiri maupun kanan, yang ada adalah etis moral yang selalu membuat generasi muda Indonesia lebih kreatif dan cerdas. Kata Opa Gerson, filsafat kehidupan itu penting, dengan begitu generasi muda tahu bagaimana menata Indonesia dengan lebih baik, cerdas dan Eric Dayo mengaku menjadi murid Gerson Poyk sejak tahun 1970-an di Bali. Eric

"Dia orang luar biasa yang pernah saya temui. Guru yang luar biasa.  Opa Gerson tidak saja guru untuk menulis kehidupan, tapi juga guru yang mengajarkan tentang bagaimana memahami interaksi antar manusia, bagaimana kita berhubungan dengan orang lain, sesama, dengan semesta dan dengan Tuhan," kata Eric.

Eric mengatakan, kendati usianya yang sudah uzur, Gerson tetap menulis dan Eric sangat terkesan ketika Gerson menjadikannya subyek dalam salah satu karyanya.  "Gerson menulis 'Di Bawah Matahari Bali' yang mengisahkan tentang pengembaraan saya di Bali. Guru yang hebat," kata Eric yang terakhir kali bertemu Gerson tiga minggu lalu di Jakarta. (vel)

Sumber: Pos Kupang 25 Februari 2017 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes