Gaya Jokowi di Kairagi
Dalam rangkaian blusukannnya ke Sulawesi Utara, Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo alias Jokowi menyempatkan diri mampir ke Kantor Harian Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi, Manado, Sabtu (10/5/2014) sekitar pukul 13.15

Dua Mahasiswi Unima Taklukkan Puncak Elbrus
Prestasidemi prestasi dibukukan anak-anak Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima)

Berwisata Penuh Sensasi ke Pulau Komodo
TAK dapat dimungkiri, Pulau Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu pulau terunik di dunia

Sesama Penyolong Jangan Saling Mendahului

Oleh Remy Sylado
Kompas ikut membikin ramai klaim-klaiman Indonesia terhadap Malaysia, mencantumkan judul lagu ”Terang Bulan” sebagai ciptaan orang Indonesia.
Sebelumnya beberapa brodkas TV stel yakin mencocokkan lagu kebangsaan Malaysia ”Negaraku” dengan lagu ”Terang Bulan”. Malahan seseorang yang mengaku anak Sjaiful Bachri, pemusik Indonesia yang pernah ”lari” ke Malaysia, sebagai pencipta ”Terang Bulan”.
Salah satu, jika bukan satu-satunya media pers Indonesia pada 1957 yang memuat berita tentang ”Terang Bulan” menjadi lagu kebangsaan Malaysia adalah majalah Musika No 1 Th I September 1957. Majalah yang dipimpin Wienaktoe itu menurunkan berita berjudul ”Negaraku” sebagai berikut: ”Melodi lagu ’Terang Bulan’ jang kesohor itu achirnja dengan resmi diterima sebagai lagu kebangsaan Malaya pada hari kemerdekaan tanggal 31 Agustus 1957 j.l. dengan diberi nama dan tekst baru ’Negaraku’. Pihak RRI dan Pemerintah Indonesia untuk menjatakan penghargaannja, telah melarang diputar dan dimainkan atau diperdengarkan melodi tsb pada setiap kedjadian biasa”.
Kalau kita membaca Het Nationale Volkslied oleh Margreet Fogteloo & Bert Wikie (AW Bruna Uitgevers BV Utrecht), jelas diuraikan bahwa ”Negaraku” yang dulu di Indonesia dikenal sebagai ”Terang Bulan” adalah ciptaan orang Perancis bernama Pierre Jean de Béranger (1780- 1857).
Siapa sebenarnya orang ini? Ensiklopedia pertama yang terbit setelah Indonesia merdeka, Ensiklopedia Indonesia, 1954, oleh TS Mulia dan KAH Hidding mencatat nama Pierre Jean de Béranger sebagai pencipta sejumlah lagu rakyat (Pr chanson populaire, Ing. folk song, Bld, volkslied). Di antara ciptaannya yang terkenal di Indonesia sejak zaman penjajahan Perancis di sini, Februari-Agustus 1811, sampai digegaskannya Bandung sebagai Parijs van Java, 1925, adalah Chansons morales et autres, Chansons nouvelles, Chansons inédites.
Selama itu, pengaruh kebudayaan Perancis di Indonesia, jadi bukan di Malaysia, memang besar. Di Manado, yang sekarang disebut katrili, dan merupakan kesenian tradisional, berasal dari kata bahasa Perancis quadrille. Lalu, di Bandung, teater tradisional longser merupakan serapan kata bahasa Perancis, aba-aba seorang sutradara mengucapkan kata longer untuk bergerak lalu. Dan, jangan lupa kereta sado di Batavia berasal dari bahasa Perancis dos à dos, artinya duduk saling memunggung.
Tetapi, di antara tokoh-tokoh seni Perancis yang pernah lama mukim di Indonesia, bukan Malaysia, adalah penyair terkemuka perkusor Simbolisme abad ke-19, Arthur Rimbaud. Pada 1876 penyair ini tinggal di Salatiga sebagai serdadu batalion I infanteri. Tentang dirinya di Salatiga bisa dibaca dalam Het Koninklijk Negerrlands-Indisch Leger 1830- 1950 oleh Zwitzer & Heshusius (Staatsuitvegerij ’s-Gravenhage).
Salah seorang sahabat Rimbaud, René du Bois, bahkan menetap di lereng gunung Ungaran sampai tua, dan termasuk yang dikunjungi Mata Hari (Margareha Geertruide Zelle) sang ’polyglot harlot’ yang dieksekusi mati oleh otoritas Perancis pada Perang Dunia I sebagai mata-mata.
Maunya, dengan sekelumit gambaran ini, jangan sampai gairah klaim-klaiman Indonesia terhadap Malaysia lantas melupakan peribahasa ”semut di seberang laut tampak gajah di depan mata tak tampak”. Sebab, kita juga punya kebiasaan nyolong.
Sebagai pembuka ingatan, perhatikan dua lagu yang dianggap memiliki pathos kebangsaan, yaitu lirik ”Dari barat sampai ke timur berjajar pulau-pulau”, dan ”Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati”. Yang pertama mengingatkan lagu Perancis ciptaan Rouget de Lisle. Memang hanya bagian depan, bagian yang sama dimanfaatkan Beatles juga.
Tetapi yang kedua, ”Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati”, adalah 100% pencurian atas lagu gereja ”What a Friend We Have in Jesus”. Tidak tahu apa ilusi grup musik perempuan asal Surabaya, Dara Puspita, pada 1960-an menyanyikannya menjadi ”Ibu Pertiwi sedang bersusah”. Lagu himne ini aslinya diciptakan oleh Horatius Bonar pada lirik dan Charles Crozat Converse pada musik, dan dicatat hak ciptanya pada 1876 lewat Biglow & Main.
Harapannya, dalam klaim- klaiman yang sedang panas sekarang ini, jangan pula melahirkan pemeo baru ”Sesama pencuri jangan saling mendahului”. Sebab, ujungnya kalau urusan marah-marah ini dibeberkan dengan kasus-kasus plagiat yang ternyata tidak sepi di Indonesia, malunya harus ditanggung bersama.
Sekadar contoh lain untuk mengingatkan itu, pada 1971 Markas Besar Angkatan Darat, ditandatangani oleh Brigjen Soerjadi, telah membuat malu memberi piagam kepada Ismail Marzuki sebagai komponis yang disebut mencipta lagu ”Auld Lang Syne”. Periksa Lagu-Lagu Pilihan Ismail Marzuki, oleh WS Suwito, Titik Terang, Jakarta. Tentu saja ini ngawur yang menyedihkan. Lagu ”Auld Lang Syne” itu nyanyian tradisional Skot yang digubah oleh Robert Burn dan dicatat penciptaannya melalui Preston & Son, London, 1799.
Sebelum itu, Ismail Marzuki disebut juga sebagai pencipta lagu ”Als die orchideeën bleien” dan ”Panon Hideung”. Padahal, lagu yang pertama, yang kemudian berlirik bahasa Indonesia ”Bunga anggrek mulai timbul”, adalah ciptaan Belloni, pemimpin orkes Concordia Respavae Crescunt, yang dinyanyikan oleh Miss Lie pada 1922.
Yang kedua, ”Panon Hideung” adalah lagu tradisional Rusia, diaransemen di Amerika oleh Harry Horlick & Gregory Stone dan masuk hak cipta pada 1926 di bawah Carl Fischer, Inc, lalu diperkenalkan di Indonesia, melalui Bandung pada tahun yang sama oleh pemusik Rusia bernama Varvolomeyev.
Termasuk Presiden RI Soekarno, pada 1961 membuat kesalahan memberikan Piagam Widjajakusuma kepada Ismail Marzuki, yang menyebut dalam piagam itu bahwa lagu ”Hallo- hallo Bandung” adalah ciptaan Ismail Marzuki. Padahal, lagu itu aslinya ciptaan seorang prajurit Siliwangi bernama Lumban Tobing yang dinyanyikan bersama peleton Bataknya dari long march Yogya-Bandung di zaman revolusi. Tentang kematiannya bisa dilihat lukisannya di Museum Siliwangi, Jl Lembong, Bandung.
Lagu ”Hallo-hallo Bandung” ciptaan Lumban Tobing ini hanya sama judul, tapi beda melodi dan lirik dengan lagu Belanda nyanyian Willy Derby pada 1929 ketika radio NIROM (Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappij) beroperasi di Bandung versi baru rekaman ini dinyanyikan lagi oleh Wieteke van Dort di TV Belanda dalam De Stratemakeropzeeshow, 1972, dan dicetak teksnya pada 1992 dalam De Wduwe van Indië.
Nah, ”Terang Bulan” juga tersua dalam De Wduwe van Indië dalam dua teks, yaitu bahasa Indonesia gaya KNIL dan bahasa Belanda. Kita baca teks yang pertama saja:
Terang boelan
terang boelan di kali
Boewaja timboel
katanja lah mati
Djangan pertjaja
orang lelaki
Brani soempa
dia takoet mati.
Asal saja teks lama di atas tidak jadi ejekan kepada kita, Indon, sebagai ”brani soempa, dia takoet mati”. Kalau ada tuduhan begitu, rasanya elok diingat teriakan Bung Karno dulu, ”Ganyang Malaysia!”
Remy Sylado Pengamat Musik, Novelis, Dramawan
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/06/0300171/sesama.penyolong.jangan.saling.mendahului
Selingkuh


SUNGGUH, beta terganggu dengan kata itu. Di akhir pekan yang baru lewat, seorang sobat karib mengirim surat elektronik usil yang menohok. "Bintangmu Gemini kan? Nah, dirimu masuk kelompok tukang selingkuh. Nanti kuberitahu istrimu agar waspada." Waw! Mana tahan dituding seperti itu.
Untunglah wajahku yang semula mengerut sontak melentur dan berujung derai tawa. Si kawan mengirim email bertopik: Peringkat Selingkuh Berdasarkan Zodiak. Dia tambahkan catatan kaki, kalau bung tidak percaya lihat sendiri di laman www.dewazodiak.com.
Suratnya menggoda, memang. Tertulis di sana, orang yang paling setia lahir dalam naungan zodiak Taurus (21 April-20 Mei). Yang paling tidak setia alias peringkat satu berpeluang selingkuh adalah Pisces (20 Februari - 20 Maret). Agar tuan dan puan tidak penasaran, baiklah beta beberkan satu persatu. Kesetiaan orang Taurus luar biasa dan paling diandalkan. Taurus acap dianggap pribadi yang membosankan dalam menjalin relasi. Tetapi sekali terikat dia ingin bertahan selamanya.
Ranking kedua dalam hal kesetiaan adalah Cancer (21 Juni - 22 Juli). Kelompok ini dilukiskan sebagai orang rumahan, suka merawat pasangan. Sensitivitas tinggi membuatnya berusaha agar tidak dilukai dan melukai. Cancer kurang cocok diajak berselingkuh.
Peringkat ketiga, Virgo (23 Agustus-22 September). Dikenal sangat hati-hati dalam memilih pasangan. Menyayangi satu orang saja sudah bikin repot, apalagi mau main mata dengan yang lain. Lumayan rewel dan kritis. Kerewelan Virgo bisa bikin orang lain tersinggung. Peringkat keempat, Capricorn (23 Desember-20 Januari). Pikirannya cenderung berkutat seputar rencananya. Capricorn terkesan membatasi diri dalam menjalin relasi. Selingkuh bagi mereka sekadar intermeso kala jenuh. Nah, supaya dia tidak selingkuh jangan dibikin jenuh.
Kelima, Aquarius (21 Januari-19 Februari). Menghindari komitmen dengan keterlibatan emosional yang dalam. Aquarius berpikir dan bertindak tegas. Juga radikal. Bila sampai selingkuh, berarti itu caranya yang "radikal" untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan yang tak mampu mengikuti pola pikirnya.
Ranking keenam, Libra (23 September-22 Oktober). Paling sukar menentukan pilihan dan sulit mengungkapkan diri sendiri. Karena kerap berpikiran mendua mengenai segala sesuatu, bila digoda berselingkuh, orang-orang Libra cepat hanyut. Peringkat ketujuh, Gemini (21 Mei-20 Juni). Selalu ingin dimanja dan diperhatikan pasangan. Kalau tidak dimanja, dia melirik ke lain hati. Gemini adalah tipe yang gampang berubah. Wah gawat!
Posisi kedelapan, Sagitarius (23 November - 22 Desember). Sangat gampang tergoda untuk selingkuh. Karakter dasar yang ekspansif sehingga gampang tergoda untuk hal-hal yang "baru", termasuk dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Orang Sagitarius itu cemerlang, penuh vitalitas hidup.
Urutan kesembilan, Aries (21 Maret-20 April). Tipe petualang. Perlu dipantau agar gairah kehangatannya meluber ke mana-mana. Antusiasme dalam diri membuat gairahnya berkobar-kobar untuk bertualang dalam segala hal. Aries adalah tipe yang hangat dalam menjalin relasi. Diajak selingkuh gampang.
Posisi ke-10, Leo (23 Juli-22 Agustus). Ego yang tinggi membuat kesetiaannya sangat berpamrih. Leo adalah tipe yang menawan hati dan banyak maunya. Peringkat ke-11, Scorpio (23 Oktober-22 November). Tak akan membiarkan setiap godaan lewat begitu saja. Godaan dimengerti sebagai perhatian dan jarang diabaikan. Scorpio dikenal sebagai si pecinta ulung.
Urutan ke-12, Pisces (20 Februari-20 Maret). Paling romantis. Paling paling tidak setia alias "peselingkuh" nomor satu. Selingkuh dipandang sebagai yang indah dalam hidupnya. Artinya, kalau tuan dan puan mau selingkuh carilah orang Pisces. Hah? Sabar dulu, beta sama sekali tidak menyarankan tuan dan puan percaya! Toh namanya "ramalan" bintang, bisa kena bisa tidak. Bagi beta analisis usil semacam itu baik dipakai sebagai alat uji untuk rasa rasa diri. Jangan-jangan pas. Hahaha...
***
BUKAN kali pertama beta dituduh selingkuh. Beberapa waktu lalu seorang pembaca setia koran tempat beta mengabdi ini menghardik dengan lantang. "Mengapa kalian tidak pernah menulis kasus perselingkuhan oknum pejabat yang cukup marak di Flobamora? Ada pejabat tertangkap basah dengan istri orang. Ada istri pejabat ngamuk-ngamuk di depan umum. Takut ko? Kalau takut, berarti kalian sama saja berselingkuh dengan pejabat-pejabat itu!"
Oe kawan, persoalannya bukan takut atau pekerja media ikut berselingkuh sehingga fakta perselingkuhan dibiarkan sekadar sas-sus. Cuma bisikan dari mulut ke mulut.
Harap maklumlah. Dominan awak media di beranda ini menyadari, keterbukaan itu tidak berarti telanjangi diri orang lain. Bagaimana pun sebagian orang kita masih fanatik dengan "adat ketimuran". Orang kita tak suka soal sensitif itu dikupas panjang, lebar dan menukik seperti gaya infotain televisi Indonesia.
Meski tahu, orang NTT lebih suka selingkuh sekadar sas sis sus saja dulu. Biarkan selingkuh yang kerap diplesetkan sebagai Selingan Indah Keluarga Utuh atau Selingan Indah, Keluarga Runtuh itu menjadi urusan pribadi bersangkutan. Lagipula news value-nya apa? Jika demi koran laris, terlalu sederhanakan soal.
Tapi silakan saja kalau ada yang berani. Beta yakin bakal direpotkan dengan pasal pencemaran nama baik atau perbuatan tak menyenangkan. Lebih celaka kena pasal falungku (baca: pukul). Yang luar biasa di kampung kita adalah gampang sekali orang lapor polisi demi nama baik. Nama baik itu mahal betul di sini.
Selingkuh itu apa? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada dua pengertian selingkuh. Pertama, tidak berterus terang, tidak jujur, suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, curang, serong. Kedua, korup, menggelapkan uang. Nah, bukankan tuan dan puan juga beta salah kaprah selama ini?
Kita terlanjur memahami selingkuh sebatas selingan indah dengan PIL (Pria Idaman Lain) atau WIL (Wanita Idaman Lain) yang bisa berujung urusan ranjang.
Menurut kamus itu rasanya setiap orang pernah berselingkuh. Langka bahkan agak muskil orang selalu berterus terang tentang apa saja sepanjang hidupnya. Ketika nyong kecilku di rumah tidak berterus terang tentang niatnya membeli mainan baru (ekspresinya cuma ngambek), dia sesungguhnya berselingkuh denganku.
Ketika warta media hari demi hari tentang korupsi, itulah selingkuh nomor wahid. Korbannya pasti banyak orang. Dan, ketika tahun lalu hasil survei TII menemukan Kupang sebagai salah satu kota terkorup di Indonesia, artinya apa? Bukankah Kupang patut dilukiskan sebagai kampung besar orang-orang yang doyan selingkuh? Tak usah malu. Siapa suruh selingkuh? Hehehe. (dionbata@yahoo.com)
Pos Kupang edisi Senin, 7 September 2009 halaman 1
Pemerintah NTT Kerja sama dengan FKH


KUPANG, PK -- Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT akan menjajak kerja sama dengan sejumlah Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) di seluruh Indonesia untuk menambah jumlah dokter hewan di NTT. Pemprop juga akan terus menggalakkan program tugas belajar menyangkut kesehatan hewan.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, kepada Pos Kupang usai mengunjungi Pasar Oebobo- Kupang, Sabtu (5/9/2009). Foenay dimintai tanggapannya terkait ketersediaan tenaga dokter hewan di NTT yang tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah ternak.
Untuk diketahui, tenaga dokter hewan berstatus PNS di NTT saat ini sebanyak 85 orang dengan jumlah pos kesehatan hewan (poskeswan) 105 unit. Padahal idealnya satu kecamatan dilayani seorang dokter hewan. Dengan demikian, seharusnya Propinsi NTT yang terdiri dari 285 kecamatan dilayani 285 dokter hewan.
Menurut Foenay, dokter hewan yang ada di NTT perlu mendapat perhatian khusus, bukan hanya oleh pemerintah propinsi, tetapi juga oleh setiap pemerintah kabupaten/kota dengan mengedepankan kualitas tenaga dokter hewan itu. "Ini salah satu upaya yang harus ditempuh untuk mewujudkan daerah NTT sebagai ikon ternak nasional. Tentu bukan dari dokter hewan saja, tetapi juga paramedis dan sarana-prasarana penunjang operasional dokter hewan," kata Foenay.
Dia menjelaskan, untuk memenuhi apa yang direncanakan itu, pemprop segera menjalin kerja sama dengan sejumlah FKH yang ada di beberapa universitas di Indonesia, sehingga bisa mengirim tugas belajar maupun mendorong warga NTT untuk masuk ke fakultas kedokteran hewan.
Selain bekerja sama dengan sejumlah FKH, katanya, Pemprop NTT juga akan melakukan kerja sama dengan pemerintah luar negeri, yaitu Australia, untuk membantu meningkatkan kualitas dokter hewan di NTT. "Saat ini beberapa kawasan seperti BesipaE dan Bena sudah menjadi lokasi contoh untuk ternak. Ini harus terus didampingi oleh petugas dari dinas teknis. Saya sendiri sudah secara langsung membicarakan hal ini dengan Dirjen Bidang Kesehatan Hewan RI, drh. Agus Wiyono, agar memperhatikan masukan dari pemerintah dan masyarakat NTT," ujar Foenay.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) NTT, drh. Maria Geong, Ph.D, mengatakan, saat ini FKH hanya ada di Universitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Syah Kuala (Banda Aceh), Universitas Udayana, Universitas Brawijaya (Unibraw) dan Universitas Mataram (Unram). "Di Unbraw dan Unram belum ada lulusannya karena mereka baru memulai perkuliahan," kata Geong.
Pada Jumat (4/9/2009), Wakil Gubernur Esthon Foenay meresmikan pendirian rumah sakit hewan pertama di NTT. Rumah sakit yang berlokasi di Jl. Timor Raya Kupang ini akan dikelola oleh Dinas Peternakan Propinsi NTT. Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT, Martinus Jawa, mengatakan, kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat mengatasi masalah kesehatan ternak di NTT.
"Penyakit hewan di NTT sering mewabah sehingga dibutuhkan rumah sakit untuk menjaga ternak tetap sehat," ujarnya. (yel)
Pos Kupang 6 September 2009 halaman 1
NTT Miliki Rumah Sakit Hewan

KUPANG, PK -- Propinsi NTT kini memiliki rumah sakit hewan. Rumah sakit hewan pertama di NTT ini akan dikelola oleh Dinas Peternakan Propinsi NTT.
Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT, Martinus Jawa, usai peresmian rumah sakit hewan tersebut oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTT. Ir. Esthon L Foenay, M.Si, di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peternakan NTT di Jalan Timor Raya-Kupang, Jumat (4/9/2009), mengatakan, kehadiran rumah sakit hewan ini diharapkan dapat mengatasi masalah kesehatan ternak di NTT.
Apalagi, kata Jawa, hampir setiap tahun ternak milik masyarakat terserang berbagai penyakit, seperti penyakit ngorok pada sapi, antrax dan rabies. "Penyakit hewan di NTT sering mewabah sehingga dibutuhkan rumah sakit untuk menjaga ternak agar tetap sehat," ujarnya.
Jawa menyebutkan, saat ini jumlah tenaga dokter hewan di NTT 85 orang, puskesmas hewan (puskeswan) 60 unit. Dari jumlah puskeswan itu, hanya 35 puskeswan yang beroperasi.
Bila dibandingkan dengan jumlah ternak di NTT, kata Jawa, jumlah tenaga dokter dan puskeswan masih kurang. Khusus puskesmas hewan, lanjut Jawa, setidaknya dibutuhkan lagi sekitar 20 puskeswan. Kami akan menambah 20 puskeswan untuk melayani hewan yang sakit," katanya.
Rumah sakit hewan tersebut memiliki enam ruangan, yakni dua ruangan rawat inap, ruang bedah, laboratorium, administrasi dan ruang dokter, serta sejumlah peralatan medis khusus hewan, seperti alat bedah. "Dokter hewan yang ditugaskan di RS Hewan ini 10 orang," ujarnya.
Jawa berharap para peternak atau masyarakat yang miliki hewan piaraan dapat mengobati hewan mereka di RS ini. "Kami imbau peternak untuk membawa hewan peliharaan yang sakit ke RS ini untuk diobati," katanya.
Sementara itu, Wagub NTT. Esthon Foenay, mengharapkan RS Hewan ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena itu, Esthon meminta semua pihak mendukung keberadaan RS Hewan ini. "Saya minta DPRD mendukung keberadaan RS ini," kata Esthon.
Harmonisasi Peternakan
Pada kesematan itu, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), drh. Wiwiek Bagja, mengatakan, Pemprop NTT perlu melakukan harmonisasi pada bidang peternakan jika ingin memperkenalkan daerah ini sebagai propinsi ternak. Harmonisasi dimaksudkan pada peningkatkan peran dokter hewan, sarjana peternakan dan paramedis.
Wiwiek menyampaikan ini saat saat acara peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia ke-VII Tingkat Propinsi NTT, dan Peresmian Rumah Sakit Hewan di Kantor UPT Veteriner Dinas Peternakan NTT.
Selain Wagub NTT, Esthon L Foenay, dan Kadis Peternakan NTT, Martiunus Jawa, hadir juga saat itu Direktur Bidang Kesehatan Hewan, drh. Agus Wiyono, Ketua PDHI NTT, drh Maria Geong, Ph.D, para dokter hewan, sejumlah pimpinan dinas, badan dan kantor lingkup pemprop NTT
Menurut Wiwiek, harmonisasi pada bidang ternak yang dimaksud adalah melihat fungsi ternak bagi kehidupan dan peran dokter hewan, serta dukungan semua komponen termasuk dukungan politis di daerah. "Kalau kita bicara ternak harus kita lihat tingkat kesehatan ternak atau hewan. Jika hewan sudah musnah, otomatis daging dan susu berkurang sehingga konsekuensinya daerah harus impor susu dan daging," kata Wiwiek.
Menurut dia, dua aspek penting dalam harmonisasi bidang peternakan, yakni keselamatan dan keamanan sehingga hewan bisa selamat dan tetap hidup. Selain itu, keamanan bagi manusia dan lingkungan.
Wiwiek meminta perlunya keharmionisan antara instasni terkait dengan dokter hewan dalam menyikapi berbagai persoalan kesehatan hewan di NTT. Disamping itu, tugas dokter hewan harus mampu memetakan penyakit hewan pada setiap daerah di NTT sehingga dapat mudah mengatasi bila terjadi kasus.
"Semua itu bisa dilakukan bila didukung sarana dan fasilitas seperti laboratorium dan alat lainnya, serta dana. Berdayakan dokter hewan, paramedis veteriner sehingga melalui wadah PDHI NTT dapat menjadi pemberi informasi dan opini yang independen/ proporsional tentang kesehatan hewan di NTT," katanya. (ant/yel)
Pos Kupang edisi Sabtu, 5 September 2009 halaman 1
I'ang Mage Waer


ORANG Maumere mana yang tidak tahu kelezatan dan kenikmatan I'ang Mage Waer. I'ang Mage Waer adalah nama menu atau salah satu makanan khas Kabupaten Sikka. I'ang (ikan), mage (asam) dan waer (air) alias ikan kuah asam ini merupakan salah satu makanan khas tradisional masyarakat di Kaupaten Sikka. Hampir setiap warga di kabupaten ini menjadikan mage waer sebagai makanan favorit.
Mage waer menjadi menu spesial dan paling laris dicicipi tamu saat disajikan dalam acara resmi pemerintahan maupun pesta atau acara keluarga lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, I'ang Mage Waer alias Mage Waer hampir selalu tersedia di meja makan rumah-rumah warga di Kabupaten Sikka. Pada sebagian warung makan juga tersedia Mage Waer menjadi salah satu menu yang dijual bersama menu tradisional atau menu modern lainnya.
Bahkan menjadi kebiasaan orang Maumere (sebutan umum untuk warga Kabupaten Sikka), setiap tamu baik dari kabupaten, propinsi atau negara lain yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Sikka akan disuguhi Mage Waer dan makanan lokal lainnya.
Mulut dan sikap bisa saja berbohong, namun lidah tidak bisa berbohong. Setelah mencicipi Mage Waer, lidah kita pasti 'kaget' merasakan gurihnya Mage Waer.
Pastinya kata yang segera terucap adalah 'wow...lezat dan nikmat'. Dan, si pencicip -- apalagi yang baru pernah kali merasakannya -- akan membangkitkan selera makan sehingga tidaklah heran bila mage waer bisa membuat orang selalu tambah makan.
Tak jarang si pencicip akan minta tuan rumah menuliskan resepnya atau malah besok akan kembali datang ke rumah itu untuk minta dibuatkan lagi Mage Waer.
Memang di sejumlah daerah di NTT, menu ikan kuah asam ala Maumere ini ada. Namun meski bumbu dan cara membuatnya sama, namun Mage Waer di Maumere terasa beda.
Mengapa? Jawabannya sederhana. Karena ikan sebagai salah satu bahan Mage Waer itu berasal dari perairan Sikka yang sudah terkenal sebagai penghasil ikan segar dengan kualitas bagus. Apalagi kalau Mage Waer itu menggunakan ikan 'batu' (ikan kerapuh merah). Sudah pasti yang memakannya tidak akan melupakan bagaimana kelezatan Mage Waer itu seumur hidupnya.
Tidak sulit membuat Mage Waer. Bapa Mus, Mama Yeany, Vera Gayatri dan Olga de Kolaq, keluarga dan sahabat saya di Maumere selalu menyajikan menu Wage Waer kepada saya. Selama saya bertugas di Maumere beberapa tahun, setiap tiga hari sekali, lidah saya dibuat manja dengan kelezatan Mage Waer. Mereka kemudian membagikan resep Mage Waer sebagai oleh-oleh untuk saya bawa pulang ke Kupang.
Terima kasih oleh-oleh yang sangat berharga dari daerah asal ayah saya. Bumbu dasar Mage Waer yakni mage (asam), somu (bawang merah), hunga (bawang putih), lea (jahe), guni (kunyit), koro (lombok besar), gelo (kemiri), daun kemangi, daun sereh. Juga hingi (garam), i'ang (ikan) dan bumbu instant. Ikan mentah yang digunakan itu bisa ikan apa saja (dianjurkan ikan batu atau ikan merah), baik ikan yang masih utuh atau ikan yang sudah dipotong-potong kecil.
Cara membuatnya, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lombok besar, semuanya dihaluskan. Tambahkan kemiri untuk membuat kuah menjadi kental. Jangan lupa daun sereh untuk membuat harum. Setetah itu, semua bahan tersebut ditumis dengan minyak secukupnya dalam wajan sesuai kebutuhan. Ingat! Nyala api jangan terlalu besar.
Sebelum tumisan bumbu itu kering, langsung tambahkan air asam (air sudah dicampur dengan asam) secukupnya. Lalu biarkan air asam dan bumbu yang ditumis itu mendidih, setelah itu masukkan ikan ke dalam kuah itu.
Biarkan selama 15 menit lalu berikan garam dan masako secukupnya. Kemudian taburi bawang goreng di atas masakan lalu angkat masakan dan taruh pada wadah yang sudah disiapkan. Setelah itu Mage Waer disajikan di meja makan dan siap disantap dengan nasi. Rasanya? Hmm....
Siapa yang mau mencoba I'ang Mage Waer? Bertandatanglah segera ke Maumere, Kabupaten Sikka. Atau kalau tidak sempat, maka cobalah membuat sendiri I'ang Mage Waer di rumah masing-masing. Selamat mencoba. (OMDSMY Novemy Leo)
Pos Kupang 5 September 2009 halaman 5
Longsor di Tolnaku Terunik di Indonesia


KUPANG, PK --Tanah longsor di Desa Tolnaku (bukan Tolnako), Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, termasuk salah satu bentuk atau tipe tanah longsor terunik di Indonesia. Tanah longsor di Tolnako akibat pertemuan dua sesar (sejenis patahan), yaitu sesar abdon dan sesar geser.
Kepala Sub Direktorat Pencegahan Bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Ir. Lilik Kurniawan, M.Si, dan Kasubdit Mitigasi, Anas Luthfi, mengatakan itu kepada Pos Kupang ketika memantau lokasi tanah longsor di Tolnaku, Kamis (3/9/2009).
Pantauan lokasi tanah longsor ini diikuti Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Daniel Manoh, Kabag Sosial Setkab Kupang, Drs. Imanuel Bilos, Kabag Humas Setkab Kupang, Drs. Petserean Amtiran, Camat Fatuleu, Bataruddin Rosna, S.Sos, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD NTT, Abraham Klakik, dan Kabid Kedaruratan dan Logistik, Chris Daud.
Kurniawan menjelaskan, berdasarkan pantauan sepintas dan hasil yang diperoleh dari Badan Geologi Nasional (BGN), tanah longsor di Tolnaku masuk dalam zona merah. Itu artinya, sangat mungkin terjadi terus-menerus.
"Tanah longsor ini memang beda sehingga bisa dikategorikan sebagai longsor besar dengan tipe kerusakan secara blok-blok, atau bentuk rekahan memanjang dalam blok. Gerakan tanah ini terjadi karena dipicu oleh getaran bumi seperti gempa dan hujan dalam waktu tertentu," katanya.
Menurut Kurniawan, tanah longsor seperti ini baru ditemukan lagi di Tolnaku, NTT. Sebelumnya tanah longsor jenis ini pernah ditemukan di Ciloto dan Cianjur, Propinsi Jawa Barat, kemudian di Banjar Tenggara, Jawa Tengah.
Dalam peta tersebut, lanjut Kurniawan, ada sejumlah bukit yang rawan, dan secara umum di NTT paling sedikit 70 persen, termasuk di Tolnaku yang sangat berpotensi terjadinya longsoran dalam bentuk blok dan rekahan.
Tentang tekstur tanah, Kurniawan menjelaskan, secara umum tanah di lokasi longsor adalah tanah dengan komposisi terbesar jenis bobonaro berwarna coklat kekuningan dan bersifat anorganis.
Jenis tanah seperti ini, lanjutnya, dalam kondisi tertentu menimbulkan retakan-retakan memanjang. Bahkan dalam kondisi jenuh air akan memberikan beban pada tanah dan akhirnya terbelah dan longsor.
"Secara teori air yang masuk ke dalam kulit bumi/tanah harus keluar melalui sumber air atau resapan lain. Namun, di lokasi longsor ini tanahnya jenuh atau selalu menyimpan air. Dan, ketika ada gerakan atau getaran dari gempa bumi dan hujan, beban tanah bertambah sehingga tidak bisa dipertahankan dan akhirnya pecah dan longsor secara rekahan atau belahan," papar Kurniawan.
Ditanyai soal rekahan yang terjadi secara blok dan memanjang hingga ratusan meter, menurut Kurniawan, kondisi itu akibat tekstur tanah yang selalu bergerak dalam blok- blok besar sehingga longsor berbeda dengan tipe lain yang runtuh.
"Akibatnya, semua yang ada di atas tanah itu, baik pepohonan, perumahan dan sebagainya ikut bergerak secara bersama. Bukan langsung roboh atau ambruk, tapi bergeser seiring dengan gerakan tanah. Inilah yang kita katakan gerakan tanah secara blok," ujarnya.
Mengenai upaya yang dilakukan, Kurniawan menyatakan, tugas utama tim adalah membangun kembali lebih baik atau memberikan sosialsisasi kepada korban bencana tanah longsor tentang kondisi yang terjadi.
"Kami bekerja dengan prinsip utama, yaitu pemulihan agar lebih baik lagi. Dan sebagai salah satu upaya, kami akan pelajari proposal dari Pemerintah Kabupaten Kupang dan dibahas lagi secara bersama dengan instansi terkait demi pemulihan kondisi bencana ini," katanya.
Kasubdit Mitigasi Penanggulangan Bencana, Anas Luthfi mengatakan, sesuai peta dari geologi dan pantauan langsung, tanah longsor di Tolnaku akibat pertemuan dua sesar (patahan), yaitu sesar abdon dan sesar geser. "Sesar abdon adalah pergerakan naik turun tanah, dan sesar geser adalah pergerakan tanah ke kiri atau kanan," kata Luthfi.
Untuk diketahui, tanah longsor di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, mencapai sekitar 12 kilometer. Akibatnya, 118 jiwa (sebelumnya 117) dari 32 kepala keluarga dipindahkan ke permukiman di Fatukoto. (yel)
Pos Kupang 4 September 2009 halaman 1
DPRD Lebih Banyak Hasilkan Perda Inisiatif

KUPANG, PK --Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Mardiyanto, meminta 54 orang anggota DPRD NTT periode 2009-2014, harus lebih banyak melahirkan peraturan daerah (perda) inisiatif yang memayungi kebutuhan dan kesejahteraan kurang lebih 4 juta jiwa penduduk NTT.
Permintaan itu disampikan Mardiyanto dalam sambutan tertulisnya dibacakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, saat pelantikan 54 anggota DPRD NTT di ruang sidang utama Gedung DPRD NTT di Jalan El Tari-Kupang, Kamis (3/9/2009).
Dalam menjalankan fungsi legislasi selama lima tahun, DPRD NTT periode 2004-2009, menghasilkan 63 Peraturan Daerah (Perda). Dari jumlah itu, lima perda inisiatif DPRD, selebihnya perda yang diusulkan oleh eksekutif.
Mendagri mengatakan, pelaksanaan penggunaan hak-hak DPRD dalam penyelesaian masalah harus disikapi melalui penilaian analisis, obyektif dan selalu berdasarkan pada aspek hukum, bukan mencari-cari masalah.
Untuk itu, tegas Mardiyanto, semua persoalan kemasyarakatan dan pembangunan perlu diatur regulasinya melalui perda. Perda tersebut tidak sekadar pajangan, tapi betul- betul dikawal pelaksanaannya oleh legislatif sehingga betul-betul membawa kesejahteraan bagi rakyat.
Mardiyanto mengatakan, pengucapan sumpah janji anggota DPRD bukan sekadar acara seremonial, tetapi mengandung makna yuridis dan tanggung jawab kepada masyarakat sebagai anggota DPRD propinsi. "Pengucapan sumpah janji anggota DPRD memiliki makna yuridis dan tanggung jawab kepada masyarakat, tidak sekedar seremonial," tegas Mardiyanto, seperti dikutip Lebu Raya.
Mardiyanto menegaskan, DPRD memiliki kedudukan yang setara dan memiliki hubungan kemitraan dengan kepala daerah. Artinya, kedua lembaga tidak saling membawahi tetapi menjadi mitra kerja dalam menentukan kebijakan publik dan pembangunan daerah.
Mendagri mengharapkan seluruh anggota DPRD selalu bertindak dalam koridor hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Koridor hukum harus menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, peraturan daerah, ataupun anggaran pembangunan.
"Hak-hak yang dimiliki DPRD (angket, interpelasi, budget) tidak secara langsung dapat menjatuhkan kepala daerah tetapi digunakan sebagai kontrol terhadap kebijakan kepala daerah," katanya.
Dijelaskannya, UU Susunan dan Kedudukan (Susduk) yang baru mengatur bahwa pimpinan DPRD tidak perlu dipilih untuk menghindari terjadinya praktek money politic dan bentuk penghargaan kepada parpol pemenang pemilu. Dengan demikian, secara tidak langsung pimpinan DPRD juga dipilih dan ditentukan oleh rakyat.
Untuk itu, tegas Mardiyanto, pimpinan harus mampu mengakomodir kepentingan rakyat dengan perda yang tidak memberatkan rakyat. Walau UU itu belum diundangkan, Mardiyanto meminta anggota Dewan yang baru dilantik segera menyusun tata tertib yang baru. Pembentukan fraksi dan penetapan pimpinan DPRD juga menjadi prioritas awal tugas DPRD.
UU baru, kata Mardiyanto, memberi ruang agar fraksi yang bukan alat kelengkapan Dewan diberi sarana dan tunjangan sesuai kemampuan keuangan daerah. Soal pergantian antar waktu (PAW) juga diatur lagi sehingga permberhentian seseorang dari keanggotaan Dewan tidak sertamerta karena kemauan pimpinan partai, atau usulan PAW terkatung karena tarik ulur kepentingan politik.
UU baru, lanjutnya, juga mengatur tentang pemberhentian baik sementara atau tetap terhadap anggota Dewan yang tersangkut tindak pidana. Jika seseorang anggota tersangkut perkara pidana, diberhentikan sementara dengan dibatasi hak-haknya, begitu aparat penegak hukum menetapkannya menjadi tersangka. Jika ancaman hukum lima tahun ke atas, anggota yang bersangkutan diberhentikan.
Menurut dia, sebagai penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD mempunyai kedudukan yang setara dan memiliki hubungan kerja yang bersifat kemitraan dengan pemerintah daerah. Kedudukan yang setara mengandung pengertian bahwa antara DPRD dan pemerintah daerah, tidak saling membawahi atau satu bertanggungjawab kepada yang lain. Dalam kemitraan itu, keduanya tidak boleh saling menjatuhkan.
DPRD, kata Mardiyanto, merupakan mitra kerja pemerintah daerah dalam membuat kebijakan daerah, demi penyelenggaran pemerintahan yang mampu membawa kesejahteraan.
Dengan demikian, lanjutnya, DPRD dan pemerintah daerah wajib memelihara dan membangun hubungan kerja yang harmonis, saling mendukung tanpa mengabaikan daya kritis anggota DPRD, sehingga masing-masing dapat melaksanakan tugas dan kewajiban daerah.
Pengambilan sumpah dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Kupang, A TH Pudjiwahono, S.H. Usai pengambilan sumpah dilanjutkan dengan penunjukan pimpinan sementara oleh partai peraih kursi terbanyak pertama dan kedua. Untuk NTT Golkar yang meraih sebelas kursi berhak menduduki jabatan ketua sementara sehingga Drs. Ibrahim Agustinus Medah sebagai ketua DPD Golkar dipandang pantas menduduki jabatan tersebut. PDIP yang meraih sembilan kursi berhak atas kursi wakil ketua sementara. Sesuai SK DPP PDIP, maka Nelson Obed Matara,S.Ip sebagai sekretaris DPD yang berhak atas kursi wakil ketua tersebut.
Hadir dalam acara itu, Wagub NTT, Ir.Esthon Foenay, M.Si, unsur Muspida, sejumlah pimpinan SKPD, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi profesi dan organisasi wanita serta keluarga anggota DPRD yang dilantik.
Disaksikan Pos Kupang, Kamis (3/9/2009), acara dimulai pukul 09.00 Wita, dihadiri sekitar 1.000 orang, termasuk pers. Sidang paripurna istimewa itu dibuka oleh Ketua DPRD NTT periode 2004-2009, Drs. Melkianus Adoe. Selanjutnya, Sekretaris DPRD (Sekwan) Propinsi NTT, Dra. Sisilia Sona, membacakan surat keputusan Mendagri Nomor : 161.53-592 Tahun 2009, tanggal 27 Agustus 2009 tentang Pemberhentian Anggota Dewan periode 2004-2009 dan Pengangkatan Anggota Dewan periode 2009-2014.
Usai pembacaan SK, 54 anggota DPRD Propinsi NTT diambil sumpah. Pelantikan hanya diikuti 54 orang, karena calon terpilih dari Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Thobias Wanus tidak diusulkan untuk dilantik, karena telah dipecat oleh induk partainya. (gem/aa)
Pelantikan DPRD Lembata Diinterupsi

LEWOLEBA, PK--Rapat paripurna istimewa pelantikan DPRD Kabupaten Lembata periode 2009 - 2014, Selasa (1/9/2009), diwarnai interupsi oleh anggota Dewan, Aloysius Urbanus Uri Murin, alias Alwi Murin. Dia interupsi mempersoalkan ketidakhadiran Bupati Lembata, Drs. Andreas Duli Manuk, dalam rapat paripurna pelantikan anggota Dewan.
Begitu sidang dibuka oleh Ketua DPRD Lembata, Drs. Piter Boliona Keraf, didampingi Wakil Ketua Dewan, Felicianus Corpus, Alwi Murin, yang terpilih kembali menjadi wakil rakyat dari Partai Hanura mengacungkan tangan mengajukan menginterupsi mempertanyakan ketidakhadirn Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk, dalam acara protokoler kenegaraan ini.
Alwi mengaku heran karena rapat paripurna penetapan ABPD Perubahan 2009 pada Senin (31/8/2009) malam, Bupati Lembata hadir. Namun, dalam sidang paripurna pelantikan anggota Dewan yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lewoleba, Hotman L Tobing, S.H, Selasa (1/9/2009), Bupati Lembata tidak hadir pada acara yang berlangsung lima tahun sekali itu.
Pertanyaan Alwi mengagetkan undangan yang konsentrasi ke meja pimpinan sidang. Ketua DPRD Lembata mendapat bisikan dari Wakil Bupati Lembata, Drs.Andreas Nula Liliweri, duduk disampingnya menjelaskan bupati sakit. Banyak diantara undangan manggut-manggut mengerti ketika dijelaskan Ketua DPRD bahwa bupati sakit dan tidak bisa hadir dalam pelantikan anggota Dewan.
Sintus Burin, anggota DPRD Lembata periode 2009-2014 mengatakan, semula Dewan berharap Bupati Lembata hadir karena malam sebelumnya bupati hadir. Harapan ini setara dengan Dewan terpilih sebagai mitra.
Menurut dia, kehadiran bupati pada acara pelantikan sebenarnya menunjukkan bahwa kemitraan ini mulai dibangun melalui ikatan-ikatan emosional yang berdampak terhadap kemitraaan tugas ke depan. Tetapi, kalau bupati sakit tentu dapat diwakili. Wakil bupati telah mengambil peran sehingga kondisi ini telah berjalan .
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 mengamanatkan kalau bupati berhalangan dapat diwakili. Dengan demikian, tidak perlu dipersoalkan. Pelantikan telah berjalan dengan baik.
Anggota DPRD periode 2004 - 2009, Paul Udak, menyatakan momentum pelantikan DPRD Lembata dan kehadiran Bupati Lembata sangat penting selaku mitra kerja Dewan. "Tidak hadirnya bupati situasional sekali dan menurut bupati, mungkin merupakan pilihan yang terbaik," kata Paul.
Meski hanya Alwi yang melakukan interupsi, paripurna dimulai sekitar pukul 11.00 Wita, berlangsung agak tegang. Pasalnya, pada hari Senin siang hingga malam sekitar pukul 22.00 Wita, baru ada kepastian paripurna istimewa bisa digelar.
Gladi pengambilan sumpah janji dilaksanakan sekitar setengah jam lebih sebelum pelantikan yang memakan waktu sekitar satu jam lebih. Sejumah anggota DPRD lama tidak hadir. Tidak diketahui alasan absennya para wakil rakyat ini.
Sementara tiga anggota DPRD Lembata tidak bisa dilantik bersama 22 wakil rakyat Lembata yang lain. DPRD terpilih dari PDIP, Theresia Abon Manuk alias Erni Manuk, masih mendekam di kamar tahanan Mapolres Lembata. Ia tersangkut kasus pembunuhan berencana terhadap Yohakim Laka Loi Langoday (53), Selasa (19/5/2009), dan jenazahnya ditemukan Ranu (20/5/2009) di ujung timur landasan pacu Bandara Wunopito Lewoleba. Empat tersangka lain bersama Erni mendekam di sel, Mathias Bala, Muhamad Pitang, Bambang Trihantara, dan Lambertus Bedi Langoday.
Saat gladi bersih, nama Erni berada di nomor urut lima setelah caleg Partai Golkar. Saat SK Gubernur NTT Nomor: Pem. 171.2/608/2009 dibacakan, Erni tak kunjung muncul. Demikian pula ketika dipanggil pengambilan sumpah dan janji, Erni Manuk hanya dibacakan namanya. Sementara caleg PPDI, Johanes Atarodang, dan Alex Seru Lazar, masih ditunda SK penetapannya oleh Gubernur NTT karena masalah internal partai. (ius)
Anggota DPRD Lembata
Periode 2009-2014
1. Petrus Gero
2. Linus Beseng
3. Simon Beduli
4. Yohanes de Rosari
5. Erni Manuk
6. Yakobus Liwa
7. Felicianus Corpus
8. Hyasintus Tibang Burin
9. Yosep Meran Lagaor
10. Antonius Gelat
11. Fransiskus Limawai
12. Hasan Baha
13. Johanis Atarodang
14. Alex Seru Lazar
15. Seravius Ladoangin
16. Simeon Odel
17. Simon Geletan Krova
18. Fredrkus Wahon
19. Bediona Philipus
20. Tarsisia Hany Chandra
21. Haji Mahmud
22. Sulaiman Syarif
23. Tolis Ruing
24. Aloysius Urbanus Uri Murin
25. Abdul Rahman
Pos Kupang edisi 2 September 2009 halaman 1
DPRD Sikka Belum Tahu Agenda Bimtek

MAUMERE, PK -- Anggota DPRD Sikka yang baru dilantik hingga kini belum mengetahui agenda bimbingan teknis (Bimtek) yang akan dilaksanakan. Wakil rakyat ini mengaku belum mendapat pemberitahuan dari Sekwan Sikka. Dana bimtek pun tidak diketahui berapa besarnya yang telah ditetapkan dalam APBD Sikka.
Hal ini dikemukakan beberapa anggota DPRD Sikka ketika ditemui Pos Kupang, Senin (31/8/2009) siang. Ruamat Pelang, Edi Dore, Hubert Moni dan Stef Say mengatakan, saat ini mereka masih membahas tata tertib (Tatib), sehingga belum berpikir soal bimtek.
Mereka menegaskan, bimtek bagi anggota DPRD Sikka harus dilaksanakan secepatnya sehingga tidak mengganggu jadwal dan agenda kerja anggota DPRD Sikka. "Kami belum tahu kapan bimtek bagi anggota Dewan yang baru dilantik. Sampai sekarang jadwal pun kami belum tahu," kata Pelang, anggota DPRD Sikka dari PPRN.
Senada dengan Pelang, Dore dan Hubert juga mengaku tidak tahu pelaksanaan bimtek. "Kami mau secepatnya sehingga tidak mengganggu pelaksanaan tugas Dewan usai pelantikan," kata Dore dan Hubert.
Sementara Stef Say dari Partai Gerindra meminta sebaiknya bimtek untuk DPRD Sikka dilaksanakan di Kota Maumere saja sehingga menghemat biaya. "Saya menyarankan bimtek bagi DPRD Sikka dilaksanakan di Kota Maumere," kata Say.
"Kami sudah dibagikan tatib dan sedang kami pelajari. Usai pelantikan sampai sekarang kami masih membahas masalah tatib di DPRD Sikka," kata Hubert.
Mengenai pakaian seragam, kedua anggota Dewan ini mengaku belum mendapat pakaian seragam yang dibagikan. "Kami sudah ukur, tapi katanya tahun depan baru diberikan sehingga kami pakai pakaian seperti ini saja," kata Hubert. (ris)
Pos Kupang 4 September 2009 halaman 14
Biaya Bimtek DPRD Sumba Timur Rp 350 Juta

WAINGAPU, PK -- Pemerintah Kabupaten Sumba Timur (Pemkab Sumtim) melalui Sekretariat DPRD Sumtim telah mengalokasikan dana Rp 350 juta untuk membiayai bimbingan teknis (Bimtek) 30 anggota DPRD Sumtim yang baru.
Sekretaris DPRD Sumtim, Melkianus P Dadi, S.H, yang ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2009), mengatakan, 30 orang anggota DPRD Sumtim periode 2009 - 2014 akan mengikuti bimtek setelah mereka dilantik pekan depan.
"Di mana tempatnya, kami belum tahu. Yang jelas bukan di Sumba Timur karena di Sumba Timur dan daerah-daerah di NTT belum ada rekomendasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menyelenggarakan bimtek untuk anggota DPRD yang baru. Biayanya besar karena bimtek dilakukan di luar NTT," kata Melkianus.
Ditanya jadwal pelantikan DPRD periode 2009 - 2014, Melkianus, mengatakan, anggota Dewan baru akan dilantik pada Rabu (9/9/2009). Pada Senin (7/9/2009) mereka mengikuti gladi bersih, usai Rapat Paripurna DPRD Sumtim periode 2004- 2009 untuk pengesahan Perda Perubahan APBD Sumba Timur Tahun 2009 dan Perda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah di PT Bank NTT, PT Aquamor dan PT Merpati Nusantara Airlines.
Mengenai adanya informasi perubahan anggota Dewan dari PDK, Melkianus mengatakan, ia belum menerima informasi itu. "Yang kita tahu, mereka yang dilantik namanya ada dalam SK Gubernur NTT Nomor: PEM.171.2/618/ 2009," ujarnya.
Tentang perkiraan pimpinan sementara DPRD Sumtim, Melkianus mengatakan, penentuan pimpinan sementara DPRD Sumtim masih mengacu pada Undang-Undang Susunan dan Kedudukan ( UU Susduk) Anggota DPR, DPRD yang lama karena aturan baru belum ada.
Sesuai UU Susduk yang lama, lanjutnya, penentuan pimpinan sementara DPRD mengacu pada perolehan kursi terbanyak di DPRD atau perolehan suara terbanyak dalam pemilu legislatif.
"Kalau mengacu pada perolehan kursi terbanyak, Golkar jelas akan menempati jabatan ketua sementara Dewan. Sementara wakil ketua sementara karena ada empat partai yang perolehan kursi sama, maka dilihat lagi perolehan suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif. Partai Demokrat menempati urutan kedua perolehan suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif lalu. Karena itu, anggota Dewan dari partai itu yang berhak menempati kursi wakil ketua sementara," jelas Melkianus.
Dia mengatakan, sejauh ini yang sudah mengusulkan nama untuk menduduki jabatan pimpinan sementara baru dari Partai Demokrat. Sedangkan Partai Golkar hingga belum mengusulkan nama wakilnya yang akan duduk di kursi pimpinan sementara Dewan.
Jika mengacu pada UU Susduk yang lama, maka drh. Palulu Pabundu Ndima, M.Si, dari Partai Golkar dan Markus Halang, S.H, dari Partai Demokrat dipastikan akan menduduki jabatan Ketua dan Wakil Ketua Sementara DPRD Sumtim masa bhakti 2009-2014. Ini karena dalam Pemilu Legislatif Partai Golkar dan Demokrat mendulang suara terbanyak pertama dan kedua. (dea)
Pos Kupang 5 September 2009 halaman 1