Warna Danau Kelimutu Berubah Lagi

Tiwu Koo Fai Nuwa Muri 22 Oktober 2011
ENDE, PK – Untuk kesekian kalinya warna air danau Tri Warna Kelimutu di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende mengalami perubahan. Danau Koo Fai Nuwa Muri yang berada di tengah berubah warna dari hijau terang ke warna biru. Sementara dua danau lainnya tidak mengalami perubahan warna.

Kepada Pos Kupang di Ende, Kamis (15/12/2011), Kepala Kantor Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK), Sri Mulyani menjelaskan, perubahan warna air danau Tiwu Koo Fai Nuwa Muri itu baru terdeteksi tanggal 26 November 2011 pukul 05.00 Wita.

"Kalau dua danau lainnya,yaitu Tiwu Ata Polo (warna hijau kelam) dan Tiwu Mbupu (berwana hitam) tidak mengalami perubahan warna saat ini. Sebelumnya kedua danau tersebut lebih sering ganti warna, ada yang dari putih ke coklat atau ke warna merah bata," kata Mulyani.

Sebelum terjadi perubahan warna di Danau Tiwu Koo Fai Nuwa Muri, kata Mulyanti, malam tanggal 25 Novembe 2011 terjadi getaran-getaran kecil yang tercatat di seismograf Pos Pengamatan Gunung Api. Menurut Mulyanti, aktivitas vulkanis di Gunung Kelimutu biasanya berdampak pada perubahan warna danau. Perubahan warna tersebut, jelas Mulyani, tidak bisa diprediksi atau tidak tetap jangka waktunya.

Ia mengatakan,tidak ada kerusakan ekologi maupun habitat di hutan Kelimutu menyusul adanya getaran pada 25 November 2011. Namun, getaran itu tingkat kelabilan tanah di sekitar danau. "Informasinya, dulu di punggung bukit danau antara warna hijau muda dan hijau terang dapat dilalui manusia. Tetapi sekarang ini tanah tersebut sering jatuh akibat getaran, akhirnya punggung itu menjadi sempit atau tidak dapat dilintasi manusia lagi," kata Mulyani.

Mulyanti mengingatkan, Kelimutu merupakan gunung api yang masih aktif, sehingga wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata tersebut harus tetap waspadai. "Kita harus hati-hati karena pengalaman seperti gunung Bromo dan Merapi yang juga berada dalam kawasan taman nasional," ujarnya.

Terkait kewaspadaan tersebut, lanjut Mulyani, belum lama ini pihaknya menggelar seminar tentang mitigasi bencana geologi yang diikuti aparat dari 24 desa dan 5 camat di Kabupaten Ende. Mereka merupakan aparat pemerintah yang wilayahnya berada di sekitar Gunung Kelimutu yakni Kecamatan Detusoko, Wolojita, Kelimutu, Ndona, dan Ndona Timur.

Kegiatan lain yang dilakukan, kata Mulyani, yaitu sosialisasi mengenai kegunungapian terkait dengan bencana gunung api kepada masyarakat serta kegiatan pengamanan dan pemberdayaan. (oma)

Pos Kupang 16 Desember 2011, halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes