Sirnanya Spontanitas Permainan Ajaib


ilustrasi
SEPAK bola adalah permainan ajaib.

Tapi si ajaib itu mungkin tak akan sama lagi bobotnya dalam waktu dekat karena pudarnya spontanitas gara-gara teror virus corona atau Covid-19.

Bola mungkin dimainkan dengan lebih hati-hati.

Bayangan buruknya kira-kira begini.

Dikau akan melihat manusia bermasker di lapangan hijau yang disiplin menjaga jarak.

Sedapat mungkin menghindari kontak fisik dengan rekan atau lawan.

Lebih utamakan kepiawaian individu meliuk-liuk bersama bola.


Selebrasi setelah mencetak gol pun tidak lagi berangkulan apalagi pelukan erat 11 pemain sambil berguling-guling ria.

Selebrasi lebih terkontrol secara individual agar peluh tak berpadu menjadi satu.

Percikan ludah dan ingus tak mengenai wajah rekan sendiri. Pokoknya selalu ingat physical distancing. Duh!

Antropolog Richard Giulianotti menyebut sepak bola sebagai sihir karena membentuk ikatan ekstrem dengan manusia pemujanya. Kalau serba dibatasi sebagaimana kecemasan saya di atas, apakah bola masih menebarkan sihir?

Main bola sejatinya bentrok kaki ke kaki, dada dan dada, pinggul, tangan, kepala dan bagian tubuh yang lain.

Orgasme kepuasan dalam bola tercipta justru karena sentuhan fisik para pemain tersebut.

Beda dengan cabang olahraga lain semisal bulu tangkis, renang, angkat berat, atletik dan sebagainya.

Semoga ini kekhawatiran yang berlebihan.

Anggap saja efek jelek karena lama #dirumahsaja dan sudah tiga purna puasa menonton pertandingan bola pula.

Sungguh tersiksa, kawan.

Cuma begini tuan dan puan pemuja sepak bola.

Urusan ingus dan ludah masuk agenda liga paling atraktif sejagat, Premier League alias Liga Inggris.

Mereka mulai membolehkan pemain latihan di luar ruangan bulan ini.

Liga Inggris termasuk kompetisi top Eropa yang berkomitmen menyelesaikan musim 2019-2020 seperti rekomendasi kuat dari UEFA.

Inggris ogah mengikuti jejak Belgia, Belanda dan Prancis yang sudah memutuskan berhenti.

Sky Sport seperti dikutip Kompas.com memberitakan, urusan ingus dan ludah merupakan bagian dari panduan "Project Restart" yang disusun Direktur sepak bola Premier League, Richard Garlick.

Dalam panduan itu disebutkan, setiap pemain selalu memakai masker wajah saat latihan.

Masker kualitas terbaik bukan kaleng-kaleng.

Pemain, pelatih dan semua personel di lapangan dilarang meludah dan peras ingus saat latihan.

Syarat lain adalah membatasi latihan hanya untuk lima pemain per grup.

Pemain siapkan botol air sendiri, mobil-mobil harus parkir tiga slot terpisah.

Intinya jaga jarak aman.

Tuan sudah bisa membayangkan betapa kakunya suasana latihan demikian.

Nihil spontanitas alami.

Pemain dan pelatih serba hati-hati.

Mau bilang apa, pandemi Covid-19 belum memperlihatkan sinyal akan berakhir. Kesehatan harus tetap nomor satu.

Demi menjaga keselamatan pemain, pelatih dan semua personel tim, manajemen klub-klub Liga Inggris sejak akhir April telah belanja masker dalam jumlah tambun untuk persediaan.

Pendiri Altitude Mask, Saif Rubie, mengutarakan perusahaan maskernya telah mendapat order pesanan dari klub-klub Premier League.

"Tigahari terakhir kami telah dipenuhi oleh pesanan, terutama dari Bundesliga dan Premier League," tutur Saif Rubie kepada Sky Sports pekan lalu.

"Produk kami telah dikirim ke enam atau tujuh kubu Premier League dalam dua hari terakhir," tuturnya lagi.

Ia mengutarakan perusahaannya telah menyediakan masker bagi atlet-atlet kelas dunia jauh sebelum
pandemi virus corona.

Bintang Manchester United, Marcus Rashford, Gareth Bale (Madrid) dan Dele Alli (Spurs) adalah beberapa pesepak bola yang memakai masker produksi Altitude Mask.

"Kami selalu berada di area terdepan dalam menciptakan lingkungan terbaik di latihan dan aktivitas pernapasan. Saya tak bisa menceritakan klub-klub mana saja tetapi kami telah bekerja dengan kubu-kubu terbesar," kata Rubie lagi.

Situs perusahaan tersebut menulis, Altitude Mask adalah masker berspesifikasi N95 yang mempunyai dua lapisan neoprene.

Masker ini memiliki filter N95 yang bisa diganti dan perekat velcro yang nyaman serta mengikat erat di wajah.

Altitude Mask mengklaim masker produksi mereka dapat meningkatkan kapasitas paru-paru penggunanya serta efisiensi oksigen.

Masker tersebut pun diklaim sebagai anti pasir, debu dan air.

Tidak Boleh Mandi

Tenis lapangan adalah juga permainan ajaib di luar sepak bola.

Cabang olahraga elite tersebut bahkan sudah menetapkan aturan ketat.

Petenis tidak boleh mandi di venue pertandingan dan bola tenis untuk setiap pemain dibedakan.

Protokol ini akan diterapkan dalam turnamen tenis dunia setelah pandemi virus corona berakhir.

Federasi Tenis Internasional (ITF) merilis pedoman tersebut pada hari Jumat 1 Mei 2020.

ITF belum bisa memastikan kapan menyelenggarakan turnamen lagi setelah seluruh kompetisi ditunda sejak medio Maret 2020.

Namun, sebagai antisipasi ITF mengeluarkan pedoman penyelenggaraan turnamen setelah pandemi sembari menanti rekomendasi dari pihak berwenang mengenai izin kompetisi.

"Kami akan tetap menunggu keputusan dari pemerintah. Turnamen tenis tidak akan dimainkan sampai pemerintah memberi lampu hijau. Pedoman yang kami berikan berguna untuk meminimalisir risiko penularan virus corona di setiap turnamen," demikian pernyataan ITF.

Pedoman ITF fokus untuk mengatur dan menjaga keselamatan petenis yang akan bertanding.

Pertama, ITF melarang pemain menggunakan kamar ganti atau kamar mandi sebelum atau sesudah pertandingan.

ITF meminta semua pemain sudah memakai pakaian tanding ketika memasuki venue dan langsung meninggalkan lapangan setelah pertandingan berakhir.

Kedua, pemain harus mengenakan masker saat berada di luar lapangan dan tetap menjaga jarak minimal dua meter satu sama lain.

Mereka pun tidak boleh berjabat tangan.

Ketiga, setiap pemain akan mendapatkan bola yang akan digunakan untuk servis.

Untuk membedakan dengan pemain lain, bola akan diberi nomor.

Keempat, pengambil bola di pinggir lapangan wajib memakai sarung tangan karet.

Kelima, pemain tidak boleh melewati wilayah permainannya saat istirahat dengan net menjadi pembatas.

Keenam, pemain dilarang berinteraksi dengan fans seperti memberi tanda tangan, berfoto, memberi bola atau botol minum. Terakhir, turnamen kemungkinan besar akan digelar tanpa penonton atau tertutup.

Super ketat bukan?

Tidak bisa kita pungkiri bahwa Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19 membawa banyak perubahan hampir semua lini kehidupan umat manusia sejagat.

Mari berdoa dan disiplin mengikuti seluruh protokol kesehatan yang dianjurkan agar corona lekas berlalu sehingga permainan ajaib tidak terlalu lama meninggalkan manusia yang mengasihinya. (dion db putra)

Sumber: Tribun Bali
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes