Natacya G Nahak Fokus Bekerja

Natacya G Nahak
MEMILIKI suara yang merdu, berkulit halus dan putih, dengan rambut  terurai panjang hingga pinggul, siapa yang menyangka dia adalah seorang wanita pria alias waria. Tak hanya punya tampilan fisik yang memukau, namun tingkah laku sopan dan cara berjalannya yang anggun itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi waria peranakan Belu-NTT-Indonesia dan Negara Timor Leste ini.

Dialah Natacya Gonsalves Nahak, anak pasangan Wilhelmus Nahak dan alm. Lena Gonzalves. Waria bertinggi badan 172 cm dan berat 60 kg ini terbilang sukses dalam usaha Natacya Salon  di Kelurahan Kolhua, Maulafa, Kota Kupang.

Keberhasilannya itu tidak diperoleh secara mudah. "Sengsara membawa nikmat, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian," kata pemilik nama asli Nata Lemus  Yoseph Pedro Gonzalves Nahak ini soal hidupnya dulu dan sekarang.
Memulai karier sebagai pekerja salon di Kupang, Natacya banyak menimba ilmu tentang make up dari seniornya di berbagai salon seperti Elda Salon, Ciniki Salon dan Pelapa Salon. Dari pengalaman yang menarik, menyedihkan, membahagiakan dan peristiwa suka duka dijalaninya dengan bersyukur dan berdoa.

"Gaji saya kecil, namun saya bersyukur karena pengalaman yag saya dapat banyak sekali sehingga sekarang saya bisa buka usaha salon sendiri. Setidaknya saya sudah bisa membiayai kehidupan saya dan membantu orangtua dan keluarga," kata Natacya.

Hal yang tidak dilupakan yakni ketika ketika Natacya harus bangun pukul 04.00 Wita untuk mengurus oma. Mulai dari memandikan, memasak bubur, meyuapkan makanan dan memastikan omanya tertidur lagi di tempat tidur sebelum dia berangkat  kerja pukul 05.30 Wita.

 "Saat bekerja, saya kunci oma di dalam kamar, karena oma sudah tidak bisa bangun lagi. Nanti jam 12 siang saya izin pulang untuk menyuapkan oma makan dan saya pergi kerja lagi. Begitu terus selama beberapa tahun hingga akhirnya oma meninggal dunia. Gaji saya sering dipotong karena saya selalu izin pulang rumah untuk urus oma," kenang Natacya.

Menurut Natacya, baktinya kepada oma tidak sebanding dengan pengorbanan omanya Paulina Lilo dan opanya Yoseph Nahak yang telah mengurusnya sejak berusia 40 hari. Sejak kecil hingga kelas 5 SD di Kupang, Natacya ke Timtim (tinggal bersama papanya hingga SMA. Kemudian Natacya pulang ke Kupang tinggal lagi bersama omanya lalu membuka salon hingga saat ini.

Menurut Natacya, kunci keberhasilan adalah disiplin, mulai dari bangun tidur, bekerja, berdoa, dan mengjerjakan pekerjaan lain. Kedisiplinannya itu dibentuk oleh opa dan omanya.

"Kalau saya pamit mau ke luar rumah, Oma membuang ludah di depan rumah dan berpesan, kamu harus pulang rumah sebelum air ludah kering. Jadi saya akan berusaha pulang ke rumah sebelum air ludah opa di depan pintu rumah kering. Makan harus di meja makan, ada waktu untuk belajar, bermain dan tidur," kata waria yang hobi berenang ini.

Natacya mengaku sejak kecil sudah senang merawat dirinya dengan produk kecantikan perempuan seperti handbody dan memakai bedak. Bahkan dia  suka jalan berlenggak lenggok ibarat model di depan omanya. "Saya bersyukur karena keluarga, ayah, juga opa dan oma tidak mendiskriminasi dan melakukan kekerasan terhadap saya saat mengetahui orientasi seksual saya sebagai waria," ujarnya.

Sejak SMA, waria kelahiran 25 Desember 1980 ini sering mengikuti perlombaan modeling untuk waria dan mendapat dukungan oma dan ayahnya. "Saya pernah meminjam kebaya oma saya untuk lomba kebaya waria. Saat itu oma marah-marah karena kebaya kesayangannya akan dipakai. Tapi saya bilang, saya nanti akan juara dan bawa pulang piala dan uang kasih oma. Ternyata malam itu saya juara satu dan oma senang sekali," kata waria yang mengaku belum punya pacar tetap ini.

"Kita para waria dan LGBT memang kaum minoritas namun kita punya hak yang sama dengan warga negara lain. Fokuslah bekerja dengan cara yang halal, sehingga kita bisa membiayai kehidupan kita dan juga membantu keluarga. Jangan peduli apa kata orang tentang kita," pesan alumni SMA2 Kupang ini. (vel)

Sumber: Pos Kupang 20 Februari 2016 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes