Program Gratis Tidak Sulit

ENDE, PK -- Calon Gubernur NTT, Ibrahim Agustinus Medah mengatakan, program pendidikan dan kesehatan gratis bukan hal yang sulit kalau memang ada kemauan baik dari pemerintah karena memang dana untuk pendidikan dan kesehatan bersumber dari APBD.

"Apa yang sulit? Kalau pemimpin yang tidak memberikan pendidikan dan kesehatan gratis kepada masyarakat itu pemimpin berdosa karena dia tidak mau rakyatnya pintar. Karena bagaimanapun, baik pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar rakyat yang harus dipenuhi. Dan, itu sudah saya lakukan di Kabupaten Kupang," kata Medah saat tampil berkampanye di halaman Kantor Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Sabtu (31/5/2008)

Kampanye Paket Tulus di Ende merupakan kampanye perdana putaran kedua untuk Zona 3 yang meliputi Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat. Selain didampingi Calon Wakil Gubernur NTT, Paulus Moa, Medah juga didampingi sejumlah juru kampanye (Jurkam) diantaranya Cyrilus Bau Engo, Anwar Pua Geno, Albert Vincet, Marcelinus Petu dan Herry Wadhi. Sebelum berkampanye, Paket Tulus diarak dengan kendaraan keliling kota Ende oleh simpatisan dan pendukungnya.

Program lain yang akan dilaksanakan, demikian Medah, adalah pemberdayaan ekonomi rakyat. Menurutnya, masyarakat harus diberdayakan. Pemberdayaan dimulai dari dasar yakni dari rakyat sendiri dan bukan turun dari atas. Cara untuk memberdayakan ekonomi masyarakat adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan serta suntikan modal yang cukup karena selama ini ekonomi masyarakat tidak bisa berkembang dengan baik karena tidak didukung dengan pelatihan serta permodalan.

Untuk mengatasi masalah permodalah, demikian Medah, pemerintah akan memberi pinjaman lewat bank tanpa harus dipungut bunga karena uang yang dikasih bank adalah uang pemerintah yang disimpan di bank. "Uang itu adalah uang pemerintah yang disimpan di bank dan masyarakat bisa meminjamnya," kata Medah.

Mengenai tuduhan korupsi yang dialamatkan ke dirinya, Medah mengatakan, dirinya telah bebas dari berbagai tuduhan tersebut karena baik berdasarkan pemeriksaan jaksa dan juga polisi semuanya tidak terbukti. "Kalau kami telah diperiksa namun kita akan lihat orang-orang yang berteriak soal korupsi itu karena mereka belum pernah diperiksa, coba mereka juga diperiksa," katanya.

Dia meminta masyarakat untuk memilih pemimpin yang bertindak cepat untuk rakyat dan bukan calon pemimpin yang baru akan buat ini dan akan buat itu. Karena calon pemimpin yang demikian adalah tipe "pemimpin akan" dan dia tidak tahu apa yang harus dibuat untuk rakyat.

"Kalau kita memilih calon pemimpin yang baru akan berbuat untuk rakyat itu bukan pemimpin ideal karena dia baru akan berbuat, sementara rakyatnya sudah mati. Namun hendaknya memilih calon pemimpin yang bertindak cepat untuk rakyat," kata Medah.

Paulus Moa secara tegas mengatakan komitmen Tulus untuk memperjuangkan terbentuknya Propinsi Flores. Dikatakan, Propinsi Flores bukan hal baru namun telah diperjuangkan dalam kurun waktu yang lama namun hingga kini belum memberikan hasil yang optimal.
Propinsi Flores adalah merupakan kehendak rakyat Flores dari dulu karena memang rakyat Flores tentunya berkehendak untuk hidup lebih baik dibandingkan saat sekarang," ujar Paulus Moa.

Menurutnya, dari segi sumber daya alam dan juga sumber daya manusia di daerah Flores cukup menjanjikan maka amatlah wajar kalau Flores menjadi propinsi.

Jurkam Paket Tulus, Cyrilus Bau Engo mengatakan, memilih gubernur dan wakil gubernur bukan seperti memilih kepala suku atau kepala kampung. Diharapkan kepada masyarakat agar secara cerdas dalam menentukan calon pemimpinnya. Calon pemimpin yang dipilih adalah pemimpin yang telah berpengalaman, kriteria tersebut ada pada Paket Tulus.

Cyrilus mengajak masyarakat agar tidak memilih calon pemimpin yang baru coba-coba menjadi pemimpin karena tipe pemimpin demikian adalah pemimpin yang tidak siap. Pemimpin yang telah siap untuk memimpin adalah Paket Tulus. Kampanye Paket Tulus ditutup dengan peragaan cara mencoblos surat suara Nomor 3 bergambar wajah Medah-Moa. (rom)

Pos Kupang edisi Minggu 1 Juni 2008, halaman 10

Jangan Terkecoh dengan Janji Gratis

KALABAHI, PK -- Masyarakat harus memilih pemimpin yang muda dan energik seperti Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (Paket Fren). NTT membutuhkan pemimpin dengan kriteria seperti ini, agar dapat berkeliling ke daerah-daerah, bertemu dan berdialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi tentang masalah-masalah yang dihadapi.

Calon Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengingatkan hal ini ketika tampil berkampanye di lapangan mini Kalabahi, Kabupaten Alor, Jumat (30/5/2008). Lebu Raya hadir didampingi istrinya, Lucia Lebu Raya, Sekretaris Dewan Piminan Daerah (DPD) PDIP NTT, Nelson Matara. Esthon Foenay tidak hadir karena berkampanye di daerah lain. Kampanye dihadiri simpatisan/pendukung Paket Fren yang datang dengan mengenakan baju merah putih dan atribut lainnya bergambar wajah Fren.

Di awal kampanye, Lebu Raya mengatakan, dirinya datang ke Alor bukan baru kali ini saja, namun hampir setiap bulan sehingga dirinya dipandang sebagai saudara oleh masyarakat Alor.

"Alor dengan Adonara memilih hubungan kekerabatan yang dikenal dengan sebutan solor watanglema dan bela baja. Oleh karena itu tidak ada salahnya kalau saya dan Pak Esthon Foenay minta restu, izin dan doa dari masyarakat Alor untuk maju menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008 -2013. Ingat, tanggal 14 Juni nanti pastikan untuk coblos Paket Fren atau Nomor 1," ujar Lebu Raya.

Lebu Raya mengatakan, Fren menyiapkan delapan agenda penting jika terpilih memimpin NTT. Delapan agenda dimaksud adalah pembangunan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sarana-prasarana, lingkugan hidup, perempuan/anak dan pemuda, pemberantasan KKN, serta agenda khusus, diantaranya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pembangunan wilayah perbatasan.

Jangan Terkecoh
Untuk masalah pendidikan, Fren akan menerapkan pendidikan yang murah yang dapat dijangkau masyarakat dan relevan. Kepada masyarakat yang tidak mampu akan diberikan bantuan beasiswa.

"Fren tidak dapat menawarkan pendidikan gratis, karena di NTT ini tidak mungkin dengan anggaran daerah yang besarnya Rp 1 triliun. Untuk itu, masyarakat jangan terkecoh dengan janji pendidikan gratis. Saya ini pernah jadi guru, jadi saya tahu benar tentang hal itu," tandas Lebu Raya.

Di bidang kesehatan, Fren utamakan peningkatan pelayanan kesehatan. Lebu Raya juga meminta masyarakat untuk tidak terkecoh dengan janji akan memprogramkan askeskin. "Program Askeskin sudah ada. Apabila ada yang janji demikian, maka dia terlambat," katanya.

Agenda lain yang ditegaskan Lebu Raya adalah pemberantasan KKN. Pemberantasan korupsi harus dilakukan demi kesejahteraan masyarakat. Fren punya komitmen kuat karena baik dirinya maupun Esthon Foenay dikenal sebagai orang yang bersih.

Sebelum berkampanye, Lebu Raya diarak pendukungnya dengan mengunakan ojek dan kendaraan roda empat dari bandara Mali. Iring- iringan kendaraan sepanjang dua kilometer itu memacetkan arus lalulintas saat memasuki kota Kalabahi. Tiba di lapangan umum, Lebu Raya dan rombongan disambut tarian hedung asal Flores Timur dan diterima Ketua Tim Pemenangan Paket Fren di Alor, Sam Tapaha Duka.

Selain dimeriahkan sejumlah artis dari Kupang, kampanye Fren juga dimeriahkan pembacaan pantun oleh Haji Hermansyah Baso. Hingga akhir, kampanye berjalan aman dan tertib. (oma)

Pos Kupang edisi Sabtu, 31 Mei 2008 halaman 8

Gaul Tata Birokrasi

RUTENG, PK -- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Gaspar P Ehok dan Julius Bobo (Paket Gaul) berjanji akan menata birokrasi di tingkat propinsi dan juga di daerah-daerah, jika terpilih memimpin NTT lima tahun ke depan. Penataan birokrasi perlu dilakukan karena terkait erat dengan kebijakan publik yang diambil.

Gaspar Ehok mengatakan hal ini ketika tampil dalam kampanye di lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Selasa (27/5/2008). Kampanye perdana Paket Gaul itu dihadiri warga Manggarai memadati lapangan bola kaki. Gaspar tampil bersama Julius Bobo dan sejumlah tim suksesnya. Kampanye yang berlangsung sejak pukul 09.30 Wita-pukul 12.00 Wita disemarakkan oleh penampilan artis Margareta dan sejumlah artis asal Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Gaspar, penataan birokrasi sangat erat kaitannya dengan semua komponen pembangunan dan kebijakan publik yang pada akhirnya berdampak pula pada pelayanan publik. Karena itu dibutuhkan pemerintah yang mampu menata birokrat ke depan secara baik.

Sementara itu Julius Bobo mengatakan, birokrat memiliki peran sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik. "Ke depan, birokrat kita tempatkan ke semua sektor yang ada, terutama sektor unggulan, namun sebelumnya kita harus berani dan mampu menata birokrasi itu demi menjalankan kebijakan publik," kata Julius.

Penempatan birokrat ke semua sektor itu, lanjutnya, difokuskan pada sektor-sektor andalan di daerah. Dia mencontohkan, di bidang pertanian atau perikanan, belum ada birokrat-birokrat dari NTT yang duduk di departemen yakni pejabat eselon I. Padahal potensi pertanian maupun perikanan dan kelautan di NTT sangat besar dan cukup bila dikelola secara optimal.

"Caranya bagaimana untuk mencapai hal itu, ya, kita menghadap ke presiden untuk mengkomunikasikan kondisi ini sehingga dari NTT ada juga orang yang duduk di departemen. Bisa bayangkan kita tidak punya pejabat eselon I di Jakarta. Kegunaannya tentu banyak dan berdampak pada pelayanan masyarakat," katanya.

Dikatakan, jika birokrat tidak ditata sedemikian rupa maka akan bermunculan berbagai masalah yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Paket Gaul yang tiba dari Kupang di Bandara Frans Sales Lega Ruteng, sekitar puykul 07.20 Wita, dijemput massa pendukung dan simpatisan menuju ke kediaman Gaspar P Ehok di Leda, kemudian diarak menuju ke Lapangan Motang Rua. (yel)

Pos Kupang edisi Rabu, 28 Mei 2008 halaman 8

Pilih yang Berpengalaman

WAIKABUBAK, PK -- Calon Gubernur NTT, Ibrahim Agustinus Medah mengajak masyarakat memilih Paket Tulus yang telah memiliki segudang pengalaman memimpin birokrasi pemerintahan. Dengan bekal pengalaman, Tulus yakin membawa perubahan bagi masyarakat NTT ke arah yang lebih baik dari kondisi saat ini.

Ajakan IA Medah itu disampaikan saat tampil berkampanye di lapangan Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Jumat (30/5/2008) pagi. Ajakan serupa disampaikan juga saat berkampanye di lapangan bolakaki Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, siang harinya. Medah didampingi Paulus Moa dan sejumlah juru kampanye (jurkam) Paket Tulus.

Di lapangan Gelora Pada Eweta, kampanye diawali upacara adat, diantaranya memotong 10 ekor babi oleh tua-tua adat dari Loli dan pemakaian selempang. Seromoni itu mengandung makna, Paket Tulus secara sah diterima oleh warga Sumba Barat.

Di hadapan massa pendukung dan simpatisan Paket Tulus yang memadati Gelora Pada Eweta, Medah mengatakan, Paket Tulus sangat paham tentang kondisi dan kebutuhan masyarakat NTT. Jika terpilih, lanjutnya, maka program pembangunan yang digulirkannya benar-benar sesuai kebutuhan riil masyarakat NTT.

Medah mengatakan, Tulus maju dengan visi dan misi membawa perubahan di NTT dengan memprioritaskan pembangunan di tiga sektor yakni pendidikan , kesehatan dan peningkatan kualitas ekonomi rakyat.

"Bila Paket Tulus terpilih maka selama lima tahun memimpin NTT, seluruh biaya pendidikan mulai tingkat SD-SMU digratiskan, bidang kesehatan gratis dan khusus peningkatan ekonomi rakyat akan dipermudah dengan memfasilitasi masyarakat memperoleh pinjaman modal usaha tanpa jaminan. Caranya, pemerintah akan bekerjasama dengan berbagai bank yang beroperasi di wilayah NTT dengan modus menyimpan sejumlah modal pemerintah di lembaga perbankan, khusus dana pemberdayaan ekonomi rakyat kecil dan selanjutnya warga dapat mengajukan permohonan pinjaman ke bank tanpa menyertakan jaminan," kata Medah yang meminta massa untuk mencoblos Nomor 3 pada tanggal 14 Juni 2008.

Medah mengatakan, selama ini Paket Tulus difitnah karena program menggratiskan biaya sekolah SD-SMU dan bidang kesehatan, dinilai berbohong. Padahal, katanya, apa yang disampaikan itu sesungguhnya telah dilaksanakannya selama memimpin Kabupaten Kupang dan program itu masih berlangsung hingga sekarang ini.

Saat tampil berkampanye di lapangan bola kaki Tambolaka, Sumba Barat Daya, Medah kembali menyampaikan visi misi dan program yang sudah disampaikan sebelumnya pada kampanye di lapangan Gelora Pada Ewata. (pet)

Pos Kupang edisi Sabtu, 31 Mei 2008 halaman 1

Tulus Entaskan Kemiskinan NTT

WAINGAPU, PK -- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ibrahim Agustinus Medah dan Paulus Moa (Paket Tulus) sudah menyiapkan strategi untuk mengentaskan kemiskinan yang dihadapi masyarakat NTT. Adapun strategi yang disiapkan antara lain, pemberdayaan masyarakat tani, nelayan, buruh, pemuda, perempuan, peningkatan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi usaha kecil.

Ibrahim Medah mengatakan hal ini saat tampil bersama Paulus Moa berkampanye di Lapangan Prailiu, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (29/5/2008). Simpatisan dan pendukung Paket Tulus yang hadir dalam kampanye itu tidak saja berasal dari Kota Waingapu tetapi juga dari pelosok-pelosok di Sumba Timur.

Bupati Sumba Timur, Ir. Umbu Mehang Kunda, Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbiliyora, Sekretaris Daerah Sumba Timur, Umbu Hamakonda, S.E, M.Si turut hadir dalam kampanye itu. Kampanye dibuka oleh Ketua Tim Pemenangan Pilkada Gubernur NTT Partai Golkar untuk Wilayah Sumba Timur, Hendrik Rawambaku.

Dalam kaitan dengan peningkatan produktivitas, kata Medah, Paket Tulus sudah berkonsultasi dengan perbankan untuk menyiapkan pinjaman modal tanpa agunan. "Pemerintah daerah akan bertindak sebagai jaminannya ke bank," kata Medah.

"Dengan pengalaman di Kabupaten Kupang, saya ingin menjadikan NTT sebagai daerah penghasil bio ethanol terbesar di Indonesia. Bio ethanol itu bisa melalui jagung, juga ubi kayu. Luas lahan dan iklim kita di NTT sangat memungkinkan untuk jagung dan ubi kayu," kata Medah.

Di bidang pertanian, lanjut Medah, upaya peningkatan kualitas petani dilakukan melalui pola pendampingan dan pelatihan, memberikan penghargaan kepada petani berprestasi dalam rangka meningkatkan semangat dan produktivitas petani. Untuk buruh, pihaknya sudah menyiapkan program peningkatan keterampilan sehingga buruh-buruh yang ada di NTT bisa bersaing dengan buruh-buruh yang datang dari daerah lain.

Medah menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu untuk menanam karena pemerintah daerah yang akan membeli semua hasil produksi petani. Selain pemberdayaan ekonomi, program lain yang akan dilakukan adalah pendidikan gratis dan kesehatan gratis. "Kalau kami terpilih, pola seperti itu yang akan kita lakukan. Ini sudah saya buktikan di Kabupaten Kupang dalam hal budi daya rumput laut," katanya.

Paulus Moa meminta warga untuk tidak ragu menjatuhkan pilihan kepada Paket Tulus karena paket ini syarat pengalaman dalam bidang pengelolaan pemerintahan dan mulai mendapat jabatan sebagai camat sama-sama dalam usia 24 tahun. "Dengan begitu, kami sudah tahu tugas dan kewenangan kami masing-masing sesuai peraturan yang berlaku," katanya.

Paket Tulus juga mengungkapkan akan memperjuangkan Propinsi Flores bukan karena kepentingan sekelompok orang tetapi dari aspek historis.
Setelah selesai berkampanye di Lapangan Prailiu, Paket Tulus menuju Kabupaten Sumba Tengah juga untuk berkampanye. (dea)

Pos Kupang edisi Jumat, 30 Mei 2008 halaman 8

Pilih yang Bukan Koruptor

KUPANG, PK -- Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengajak masyarakat untuk memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang bukan koruptor. Tetapi pilih figur yang bersih, jujur dan siap bekerja sebagaimana tercermin dalam diri Paket Fren (Frans Lebu Raya - Esthon Foenay). Megawati mengatakan hal ini saat tampil berkampanye untuk Paket Fren di Lapangan Lasitarda, Lasiana, Kota Kupang, Kamis (29/5/2008).

Megawati yang tiba dari Jakarta menggunakan pesawat carteran didampingi sejumlah pengurus PDI Perjuangan, di antaranya Sabam Sirait, Theo Safei, Sony Keraf, Puan Maharani, Herman Heri dan Cypri Aoer. Saat berpidato di hadapan massa yang menyemut di lapangan, Megawati diapit Lebu Raya dan Esthon. Kharisma Megawati 'menghipnotis' massa yang saat itu datang mengenakan baju merah putih dan atribut lainnya bergambar wajah Fren. Meski panas terik, massa tidak beranjak dari tengah lapangan.

"Pilih orang yang senang bekerja. Orang yang bersih. Saya jamin Frans tidak punya apa-apa. Waktu lapor mau jadi gubernur tapi bilang tidak punya dana. Karena kader PDI Perjuangan tidak cari kekayaan saat berkuasa. Kekuasaan digunakan untuk kepentingan rakyat," kata Megawati disambut tepuk tangan simpatisan/pendukung Paket Fren.

Menurut Megawati, paket Fren sangat dekat dengan rakyat dan belum terkontaminasi dengan virus KKN. Buktinya, selama menjabat sebagai Wakil Gubernur, Lebu Raya tak pernah terlibat dalam kasus hukum.

Mantan Presiden RI ini juga mengatakan sangat mendukung program Paket Fren karena yang ditawarkan untuk lima tahun ke depan. Program itu, kata Megawati, cukup relevan dengan situasi yang dihadapi masyarakat saat ini dan sama dengan programnya saat tampil sebagai calon presiden pada Pilpres 2004 lalu.

"Sayangnya, saat itu saya tidak terpilih meskipun mayoritas rakyat NTT memilih dan mendukung saya. Jika saya terpilih, saya akan membangun embung-embung untuk mengatasi kesulitan air, apalagi air bersih, bagi masyarakat NTT," kata Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga menjelaskan bahwa proses penetapan paket dari PDI Perjuangan melalui proses dari bawah dengan menyerap aspirasi masyarakat. Mulai dari rapat, polling, survai dan menetapkan calon sesuai dengan suara hati nurani rakyat.

Megawati juga mengingatkan agar yang sudah memilih hak suara mencoblos, jangan ada yang tidak memilih pada tanggal 14 Juni mendatang. "Hak pilih 100 persen ada di tangan rakyat. Sayang jika tidak dipergunakan," ujar Megawati.
Megawati berbicara sekitar 20 menit. Selama kurun waktu itu juga ia berulang kali mengatakan mencalonkan diri menjadi Presiden RI sehingga mohon dukungan masyarakat NTT pada pemilu presiden yang akan dilaksanakan pada tahun 2009. Ia berharap agar masyarakat NTT yang memenangkannya pada Pilpres 2004 lalu memenangkannya lagi tahun depan.

Sementara Frans Lebu Raya yang berbicara mendahului Megawati mengatakan, akan memberantas korupsi. "Saya berani berantas korupsi. Karena saya memang belum pernah korupsi. Esthon juga tidak pernah korupsi. Kita diajarkan oleh orangtua untuk menyapu lantai yang kotor harus menggunakan sapu yang bersih. Jika menyapu dengan sapu yang kotor, maka akan membuat lantai tambah kotor," kata Lebu Raya.

Frans kembali meminta restu, izin dari masyarakat untuk maju. Dikatakannya, ia dan Esthon akan tetap kompak menjaga kesatuan. "Mari kita semua sehati sesuara membangun NTT baru. Baru tidak berarti kami menyepelekan, melupakan dan meninggalkan yang lama. Kami tetap menghormati yang lama," katanya.

Kampanye paket Fren kemarin berakhir pukul 14.00 Wita. Ditutup dengan nyanyi bersama Halo Fren. Syairnya demikian : Halo.. Fren ..// Halo.. Fren ...// Sehati Sesuara..Pasti Fren// Membangun Flobamora// Bersama Fren// Fren..Fren..Fren..// Frans Esthon// Fren..Fren..Fren..//Pilihanku...

Setelah berkampanye, Megawati bersama rombongan bertolak ke Bandara El Tari Kupang untuk selanjutnya menuju Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Tiba di Waingapu 16.00 Wita, Megawati bersama rombongan serta Calon Gubernur NTT, Frans Lebu Raya disambut Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Mehang Kunda dan Gidion Biliyora.

Dengan iring-iringan para pendukung dari Bandara Waingapu, Megawati dan rombongan menunju rumah jabatan. Iring-iringan kendaraan yang membawa Megawati dan rombongan sempat menimbulkan kemacetan di beberapa titik di Kota Waingapu. Sekitar setengah jam Megawati dan rombongan melakukan pertemuan dengan bupati di rumah jabatan sebelum menyapa para pendukungnya di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi.

Di hadapan kader PDI Perjuangan dan simpantisa/pendukungnya, Megawati meminta untuk menggunakan hak pilih sebaik-baiknya. "Sejak reformasi sepuluh tahun lalu, rakyat diberi kewenangan untuk memilih langsung para pemimpinnya. Dengan demokrasi yang kian berkembang saya mengimbau para pendukung saya untuk menggunakan hak yang telah diberikan oleh negara tersebut sebaik-baiknya. Jangan ada masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih tersebut. Sebagai Pemimpin partai saya prihatin karena belakangan ada kecenderungan masyarakat tidak mau ikut dalam pemilihan tersebut. Jangan kita kembali ke masa lalu yang menggunakan perwakilan. Rakyat mempunyai kedaulatan penuh untuk menentukan pemimpinnya. Terserah siapa yang mau dipilih. Namun sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, saya berharap paket yang diusung partai saya itulah yang dipilih oleh rakyat NTT termasuk di Sumba Timur ini. Tetapi tidak lagi ada paksaan seperti dulu," kata Megawati. (aca/dea)

Pos Kupang edisi Jumat, 30 Mei 2008 halaman 1

Fren Mohon Doa Restu

ATAMBUA, PK -- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Frans Lebu Raya - Esthon Foenay (Paket Fren) memohon doa restu masyarakat Belu agar terpilih memimpin NTT lima tahun ke depan.

Hal ini disampaikan Frans Lebu Raya dan Esthon Foenay ketika tampil dalam kampanye rapat umum di Stadion Haliwen, Atambua, Kabupaten Belu, Selasa (27/5/2008). Lapangan bola kaki dipadati pendukung dan simpatisan Fren yang umumnya datang dengan mengenakan baju berwarna merah bergambar wajah Lebu Raya dan Esthon, serta ikat kepala berwarna merah.

Massa datang menumpang 30 truk, sejumlah mikrolet dan ratusan kendaraan roda dua. Meskipun acara kampanye molor dua jam dari waktu yang ditentukan pukul 14.00 Wita, tetapi massa tidak bergeser dari lokasi kampanye. Massa terus meneriakkan yel-yel, "Hidup Fren, Pasti Fren, Pasti Tusuk Nomor I".

Lebu Raya mengatakan, Fren memilih Belu sebagai titik star kampanye karena terinspirasi filosofi matahari terbit. "Fren meyakini bahwa titik kemenangan harus dimulai dari tempat matahari terbit atau lorosae sehingga Fren berani datang ke Belu," kata Lebu Raya.

Lebu Raya meminta rakyat kecil, petani, nelayan, buruh, guru, untuk bersatu hati memilih Fren. Menurutnya, Fren tidak mau obral janji dan menipu rakyat dengan program yang tidak mungkin terjadi seperti pembebasan biaya pendidikan dan biaya kesehatan. Delapan program yang ditawarkan Fren, demikian Lebu Raya, merupakan program yang dirumuskan berdasarkan pengalaman yang dirasakan dan dilihat di tengah masyarakat NTT.


Lebu Raya mengatakan, dirinya adalah orang dari kampung, anak petani dari desa terpencil. Untuk itu, dirinya sangat tahu tentang nasib para petani, nelayan, buruh, yang kurang mendapatkan perhatian. "Fren akan berpihak pada rakyat, memperjuangkan nasib kaum kecil sehingga kesejahteraan yang menjadi dambaan dapat terpenuhi. Kami tidak mau tawarkan program yang tidak mungkin terpenuhi. Kami tidak tawarkan program pendidikan gratis karena kami tahu pendidikan gratis itu tidak akan mungkin teraakomodir dalam APBD. Untuk itu, kami tidak mau terjebak untuk menipu rakyat dengan program yang tidak akan mungkin terlaksana," katanya.

Lebu Raya juga menyampaikan bahwa jika terpilih nanti mereka akan memberikan perhatian terhadap pendidikan dengan memberikan beasiswa, penghapusan SPP dan subsidi bagi anak-anak kurang mampu. Sementara di bidang kesehatan, Fren akan membuka akses kesehatan dengan memperbanyak pustu, puskesmas, dan mendukung kehadiran Fakultas Kedokteran di Undana sehingga tidak perlu lagi mendatangkan tenaga dokter dari luar.

"Fren sudah punya pengalaman memimpin daerah ini. Saya sudah menjadi wakil Ketua DPRD NTT selama empat tahun, Wakil Gubernur NTT selama lima tahun. Saya sudah teruji kematangan untuk memimpin wilayah ini dimana sejak Gubernur NTT, Piet Tallo, S.H, sakit Juli 2007, pemerintahan di propinsi ini di bawah kendali saya. Dan terbukti sampai saat ini berjalan aman dan lancar. Untuk itu, saya dan Pak Esthon dengan hati yang iklas meminta bantuan agar jadikan Frans dan Esthon dimanapun, kapanpun dan kepada siapa pun dimana kamu berada," ujar Lebu Raya. (yon)

Pos Kupang edisi Rabu, 28 Mei 2008 halaman 8

Gaul Target raih 45 Persen Suara di Belu

ATAMBUA, PK -- Tim sukses calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Drs. Gaspar Parang Ehok dan Yulius Bobo, S.E (Paket Gaul) mematok target meraih 45 persen suara pemilih di wilayah Kabupaten Belu. Saat ini tim Gaul sedang melakukan konsolidasi internal di basis-basis massa.

Koordinator Gaul Center Kabupaten Belu, Drs. Vinsen LoE saat ditemui di Atambua, Minggu (25/5/2008), menjelaskan, tim Gaul sudah punya komitmen yang tinggi untuk memenangkan pasangan ini menjadi pemimpin NTT periode 2008 - 20013.

Selama ini banyak suara-suara sumbang yang dialamatkan kepada Gaul dengan berbagai argumen, tetapi tim sukses Gaul berprinsip bahwa kedua pasangan ini sudah sangat berpengalaman, di mana salah satunya punya pengalaman di birokrasi dan satunya lagi di bidang non birokrasi. Perpaduan dua pasangan ini sangat ideal untuk membangun NTT lebih maju dari sekarang ini.

"Target kami, Gaul akan meraih 45 persen suara di Kabupaten Belu. Saya yakin karena kami punya basis massa yang sangat jelas dan tidak akan terpengaruh dengan bujuk rayu dari siapapun. Kami sudah bekerja cukup lama untuk pasangan ini sehingga apa yang kami sampaikan ini akan benar-benar terwujud," katanya.

Tentang opini yang berkembang untuk memilih figur muda ketimbang figur tua, Vinsen mengatakan, penilaian itu sangat subyektif. Justru yang dibutuhkan masyarakat NTT saat ini adalah pemimpin yang sudah teruji kemampuan dan pengalaman, bukan pemimpin yang baru mau belajar.

"Prinsipnya, pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang 3C, clean, credible dan clear. Prinsip ini melekat pada pasangan Gaul sehingga tim sukses sangat yakin akan memenangkan pasangan Gaul di Belu," katanya.

Terkait dengan pelaksanaan kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belu, A Martin Bara Lay, S.H mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan pimpinan parpol, aparat keamanan, dan para tim sukses masing-masing pasangan calon, Sabtu (24/5/2008).

Bara Lay yang saat ditemui didampingi Ketua Pokja Kampanye, Drs. Paulus Klau mengatakan, dalam rapat itu disepakati semua pihak mengikuti proses kampanye sesuai jadwal yang sudah ditetapkan KPU NTT. Diharapkan, para tim kampanye masing-masing pasangan calon untuk mematuhi segala rambu-rambu aturan yang sudah ditetapkan. (yon)

Pos Kupang edisi Senin, 26 Mei 2008 halaman 8

Tulus Temui Uskup Maumere

MAUMERE, PK -- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ibrahim A Medah dan Paulus Moa (Paket Tulus) menemui Uskup Maumere, Mgr. Khaerubim Parera, beberapa saat sebelum berkampanye di Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (28/5/2008).

Pertemuan Paket Tulus dengan Uskup Khaerubim berlangsung sekitar 15 menit di Istana Keuskupan Maumere. Sejumlah pengurus Partai Golkar Kabupaten Sikka dan Propinsi NTT ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Setelah bertemu Uskup, Paket Tulus dan rombongan menemui simpatisan dan pendukung Paket Tulus yang sudah menanti di tanah lapang depan Gereja Katedral Maumere. Kampanye dibuka oleh jurkam propinsi yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar NTT, Gustaf Yacob, SH. Gustaf mengajak warga Sikka bulatkan tekad agar tanggal 14 Juni 2008 mendatang memilih Paket Tulus.

Calon Wakil Gubernur, Paulus Moa yang diberi kesempatan lebih dulu berbicara, mengatakan, kedaulatan ada ditangan rakyat. Karena itu, rakyat berhak menentukan siapa pemimpinnya. Jika terpilih maka Tulus berjanji akan gencar melakukan pengawasan terhadap proses pemeriksaan kasus-kasus dugaan KKN yang terjadi di berbagai daerah.
Mantan Bupati Sikka ini kembali mengulang pernyataan yang sudah sering disampaikan yaitu akan memperjuangkan proses pembentukan Propinsi Flores yang sudah sejak lama diwacanakan.

Mengawali pidato politiknya, Calon Gubernur NTT, Ibrahim Medah menyampaikan alasan mengapa menggandeng Paulus Moa. "Karena sepanjang sejarah berdirinya Propinsi NTT, belum pernah ada Gubernur atau Wakil Gubernur yang berasal dari Sikka," kata Medah disambut tepuk tangan dan sorak sorai massa.


Menurut Medah, menjadi pemimpin harus memiliki cukup bekal. Dan, bekal itu sudah dimiliki Paket Tulus. Bekal itu adalah kemampuan memimpin, berorgansasi, pemerintahan dan pendidikan serta pengalaman di berbagai bidang.

Medah kembali mengungkapkan tiga program yang akan dilakukan Paket Tulus yakni membebaskan biaya pendidikan, membebaskan biaya kesehatan dan menguatkan ekonomi masyarakat.

"Dengan tiga program ini maka Paket Tulus ingin menjadikan masyarakat NTT menjadi sehat, cerdas dan kuat ekonominya sehingga masyarakat dan daerah NTT akan maju dan sejahtera," kata Medah. Usai berkampanye, Paket Tulus beserta simpatisan dan pendukungnya melakukan pawai keliling Kota Maumere.

Sebelum berkampanye di Maumere, Paket Tulus telah berkampanye di lapangan bola kaki Lebao, Larantuka Flores Timur. Tiba di Maumere setelah melakukan perjalanan dari Larantuka, sekitar pukul 15.45 Wita. Rombongan diterima dengan sapaan adat serta pengalungan selendang. (vel)

Pos Kupang edisi Kamis, 29 Mei 2008 halaman 8

Jangan Korbankan Rakyat

KUPANG, PK -- Gubernur NTT, Piet A. Tallo, S.H meminta agar reaksi ketidakpuasan terhadap proses pelaksanaan Pilgub NTT periode 2008 - 2013, jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat dan daerah.

"Kalaupun ada hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman dalam menginterprestasi keputusan KPU NTT dalam melaksanakan tahapan Pilgub NTT agar diselesaikan secara terhormat," kata Gubernur Tallo saat menggelar jumpa pers di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (21/5/2008). Saat itu Tallo didampingi Kepala Biro Humas Setda NTT, Drs. Eduard Gana, M.Si dan Kepala Biro Binsos Setda NTT, Drs. Sentianus Medi, M.Si.

Gubernur Tallo mengharapkan, semua pihak harus secara arif dan bijaksana mempertimbangkan kepentingan rakyat NTT. "Jangan diperberat lagi beban rakyat kita. Cukuplah rakyat menanggung beban kehidupan yang sudah mereka alami sekarang. Saya mengharapkan proses pilkada seharusnya juga menjadi kesempatan pendidikan politik bagi rakyat NTT, kesempatan pendidikan demokrasi," ujar Tallo.

Gubernur menegaskan, setiap instansi dan komponen masyarakat sudah seharusnya menghormati peran dan kewenangan masing-masing. Menurutnya, KPU NTT, Panwas, Desk Pilkada dan DPRD sebaiknya memperhatikan batas-batas kewenangannya dalam penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.


Dalam konteks ini, Piet Tallo juga menekankan pentingnya setiap pihak untuk memperhatikan dan mentaati aturan main yang berlaku. Ketaatan akan aturan main, katanya, akan mencegah pelbagai dampak yang tidak diinginkan.

Gubernur mengatakan, diperlukan kejernihan dalam berpikir untuk menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi saat ini, agar tidak berdampak pada mengorbankan kepentingan rakyat yang lebih besar.

Ia mengharapkan fenomena yang terjadi saat ini bisa dilewati dengan baik oleh seluruh komponen masyarakat daerah ini. Ia mengajak semua elemen masyarakat daerah itu untuk menghilangkan rasa saling curigai. Rasa saling curigai di antara sesama, terutama elite daerah ini justru menimbulkan persoalan yang lebih kompleks dan berujung pada rakyat yang menjadi korban. "Hilangkan rasa saling curgai. Mari kita sama-sama menjaga suasana ini agar tahapan-tahapan yang sudah dilaksanakan ini bisa terus berjalan sampai pada hari pemilihan," kata Tallo.

Pemerintah, demikian Tallo, sama sekali tidak ingin mencampuri masalah pilgub yang merupakan kewenangan KPU. Menurutnya, pemerintah menghormati seluruh proses yang dilakukan KPU NTT sebagai lembaga penyelenggara pemilu untuk melaksanakan kewenangannya sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

"Pemerintah tidak bisa mengambil inisiatif untuk mengundang semua yang berbeda pandangan ini untuk duduk bersama membahas masalah ini, karena bisa menimbulkan persepsi yang beragam," kata Gubernur Tallo.

Tiga Zona Kampanye
KPU NTT, Rabu (21/5/2008), menetapkan tiga zona kampanye untuk pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2008-2013. Kampanye akan dimulai tanggal 26 Mei sampai dengan 10 Juni 2008. Tiga zona kampanye beserta jadwalnya ini dibagi untuk tiga paket, yaitu Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (Fren), Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo (Gaul) dan IA Medah- Paulus Moa (Tulus).

Zona pertama meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Alor. Zona kedua, Lembata, Flores Timur, Sikka, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Zona ketiga, mencakup Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Penetapan tiga zona kampanye ini disampaikan KPU NTT ketika menggelar rapat koordinasi dengan tim kampanye dari tiga pasang calon. Hadir dalam rapat yang berlangsung di Sekretariat KPU NTT, Rabu (21/5/ 2008) ini, Ketua KPU NTT, Robinson Ratukore, dan anggota John Lalongkoe, Ketua Panwas NTT, Djidon de Haan, tim kampanye Fren (Piet Djami Rebo dan kawan-kawan), tim kampanye Gaul (Stef Stanis dan kawan-kawan) serta tim kampanye Tulus (Gustaf Jacob dan kawan-kawan).

Dalam pertemuan itu, pertama Ratukore menawarkan pembagian zona dan jadwal kampanye versi KPU NTT. Pembagian 20 kabupaten/kota ke dalam tiga zona ini, katanya, lebih karena pertimbangan faktor kemudahan transportasi. Sedangkan jadwal kampanye dibagi ke dalam lima termin, yakni pembukaan (26/5), kampanye putaran pertama (27/5- 30/5), kampanye putaran kedua (31/5-4/6), kampanye putaran ketiga (5-9/6) dan penutupan (10/6/2008).

Tawaran KPU NTT ini diterima peserta rapat kecuali tentang jadwal kampanye yang akhirnya ditentukan melalui penarikan undian khusus untuk kampanye putaran pertama. Berdasarkan penarikan undian ini, paket Fren melakukan kampanye putaran pertama di zona pertama, putaran kedua di zona kedua dan putaran tiga di zona ketiga. Paket Gaul, putaran pertama di zona ketiga, putaran kedua di zona pertama dan putaran tiga di zona kedua. Paket Tulus, putaran pertama di zona kedua, putaran kedua di zona ketiga dan putaran ketiga di zona pertama.

Mengenai pembukaan kampanye, Ratukore menjelaskan, ada dua kegiatan yang bakal dilakukan, yakni upacara pembukaan di Sekretariat KPU NTT dan pemaparan visi misi ketiga calon dengan DPRD NTT. Ia menegaskan, pemaparan visi misi calon ini bersifat monolog dan karena itu tidak ada ruang untuk dialog atau diskusi. Sedangkan pada saat penutupan kampanye, rapat memutuskan perlu ada debat antar calon yang disiarkan oleh RRI pada pagi harinya dan TVRI pada malam harinya.

Pada kesempatan ini, pihak Panwas NTT dan unsur kepolisian menjelaskan tentang beberapa prinsip normatif yang harus diperhatikan setiap kandidat dan tim kampanye. Djidon, misalnya, menegaskan beberapa larangan yang harus diperhatikan ketiga calon seperti tidak menggunakan fasilitas negara dan tidak melibatkan pejabat negara termasuk kepala desa/lurah. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kebenaran laporan dana kampanye dari setiap calon dan sanksinya apabila dilanggar.

I Ketut Suwijana dari Polda NTT menjelaskan tentang hal-hal teknis seperti surat izin pemberitahuan kampanye yang minimal diberikan tiga hari sebelum waktu pelaksanaan serta larangan untuk mobilisasi massa dari zona lain. (dar/ant)

Berkurang 5.000

JUMLAH emilih tetap yang berhak melakukan pencoblosan untuk memilih salah satu calon Gubernur dan Wakil Gubenrur NTT 2008-2013 berkurang 5.924. Total pemilih tetap pun mengalami perubahan dari sebelumnya 2.649. 895 menjadi 2.643.971 orang dan jumlah tempat pemungutan suara 7.506 buah.

Pengurangan data pemilih ini ditetapkan KPU NTT dalam melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 28 Tahun 2008 tertanggal 20 Mei 2008. SK ini sekaligus membatalkan SK KPU NTT nomor 24 Tahun 2008 tentang penetapan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar dan TPS dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah NTT Tahun 2008.

Ketua KPU NTT, Robinson Ratukore mengungkapkan perubahan jumlah data pemilih ini. Ia menjelaskan, perubahan ini karena di beberapa kabupaten terjadi peningkatan jumlah pemilih, sedangkan di kabupaten lain ada pengurangan. Ratukore mencontohkan, pengurangan data pemilih yang terjadi di Kabupaten Flores Timur yang mengalami penurunan jumlah pemilih mencapai lebih dari 7.000 orang.

"Perubahan ini ditemukan ketika dilakukan entry data pemilih. Dari proses ini dipastikan terjadinya pengurangan jumlah pemilih mencapai 5.924 orang. Hampir semua kabupaten terjadi perubahan di mana ada yang mengalami penambahan jumlah pemilih dan yang lain mengalami pengurangan jumlah pemilih," ujarnya.

Berdasarkan data jumlah pemilih yang dikeluarkan KPU NTT, terlihat bahwa jumlah pemilih terbanyak terdapat di Kabupaten TTS (247.304), diikuti Kabupaten Kupang (206.741) dan Kota Kupang (204.649). Sedangkan tiga kabupaten dengan jumlah pemilih paling sedikit, yakni Kabupaten Sumba Tengah (33.714), Sumba Barat (60. 037) dan Kabupaten Lembata (65.603).

Ditemui terpisah, Kepala Bagian Umum/Penjabat Pembuat Komitmen pada Sekretariat KPU NTT, Eli Rero, mengatakan, proses pengadaan logistik mulai dilanjutkan sejak Rabu (21/5/2008).

Eli menjelaskan, kelanjutan proses pengadaan logistik ini dilakukan berdasarkan hasil rapat KPU NTT dengan Desk Pilkada NTT, Selasa (19/5/2008). "Kami hanya disampaikan bahwa pengadaan logistik mulai dilanjutkan. Hasil rapat itu seperti apa saya tidak tahu. Saya hanya tahu pencoblosan akan terjadi tanggal 14 Juni 2008 karena logistik sudah harus ada di TPS (Tempat Pemungutan Suara--Red), tiga hari sebelum pencoblosan," kata Eli. (dar)


Jadwal Kampanye

26 Mei : Pembukaan
27 - 30 Mei : Kampanye putaran pertama
31 Mei - 4 Juni : Kampanye putaran kedua
5 - 9 Juni : Kampanye putaran ketiga
10 Juni : Penutupan

Tiga zona kampanye

Zona pertama :
Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, TTS, TTU, Belu dan Alor.

Zona kedua :
Lembata, Flores Timur, Sikka, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Zona ketiga :
Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Pos Kupang edisi Kamis, 22 Mei 2008 halaman 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes