Gaya Jokowi di Kairagi
Dalam rangkaian blusukannnya ke Sulawesi Utara, Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo alias Jokowi menyempatkan diri mampir ke Kantor Harian Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi, Manado, Sabtu (10/5/2014) sekitar pukul 13.15
Dua Mahasiswi Unima Taklukkan Puncak Elbrus
Prestasidemi prestasi dibukukan anak-anak Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima)
Berwisata Penuh Sensasi ke Pulau Komodo
TAK dapat dimungkiri, Pulau Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu pulau terunik di dunia
Kredit Mobil Untuk Perkuat PAD
dion bata
KUPANG, PK -- Kebijakan peminjaman dana APBD kepada pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota DPRD NTT dalam bentuk kredit kendaraan, sudah berlangsung sejak 2003. Dana itu dari pos pembiayaan yang dipersiapkan untuk memperkuat PAD (pendapatan asli daerah) yakni pajak kendaraan.
Demikian penjelasan Kepala Biro (Karo) Keuangan Setda Propinsi NTT, Obaldus Toda usai mengikuti sidang bersama Badan Anggaran DPRD NTT, Jumat (21/5/2010).
Dia mengatakan bahwa dana yang diambil untuk dipinjamkan itu dari pos pembiayaan.
Kebijakan tersebut, jelasnya, sudah berlangsung sejak tahun 2003 untuk kredit kendaraan roda dua bagi PNS golongan I, II dan III serta roda empat untuk pejabat eselon II dan III. Sejak 2009, ada kebijakan memberikan pinjaman kepada anggota DPRD NTT.
Toda mengatakan, pos pembiayaan itu disiapkan untuk memperkuat pendapatan asli daerah (PAD). Sebab selama ini PAD NTT hanya bersumber dari Bank NTT. Perusahan Daerah (PD) Flobamor yang diharapkan, ternyata tidak mampu menyumbang pemasukan untuk PAD. Karena itu sejak tahun 2003 dicari alternatif pendapatan dengan menyediakan pos anggaran untuk kredit kendaraan. Selain uangnya dikembalikan, keberadaan kendaraan di daerah ini juga untuk meningkatkan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor.
Toda menegaskan, pos pembiayaan dalam APBD sudah terstruktur dan sudah diasistensi oleh Kementerian Dalam Negeri.
Kebijakan menggenjot PAD melalui kredit kendaraan itu tidak merugikan masyarakat. Kebijakan itu untuk penguatan kapasitas fiskal daerah. Untuk masyarakat atau kelompok masyarakat, katanya, disiapkan dan LUEP dan koperasi.
Toda mengatakan, peminjaman dana APBD untuk kredit mobil bagi anggota DPRD NTT, untuk mengurangi kendaraan plat merah yang cost-nya tinggi dan memudahkan pertanggungjawaban aset. Untuk itu pemerintah memandang perlu memberikan bantuan dengan jaminan. Untuk 38 anggota Dewan yang menggunakan dana itu, jaminnannya adalah gaji.
Keuntungannya, kata Toda, selain PAD, pemerintah tidak menyiapkan bahan bakar dan kemungkinan membuka lapangan kerja bagi sopir.
Pemerintah, katanya, tidak menyiapkan dana untuk operasional kendaraan itu karena kendaraan itu adalah milik pribadi anggota dewan. Semua biaya yang terkait dengan kendaraan menjadi tanggung jawab anggota dewan yang bersangkutan. Dengan demikian, lanjut Toda, pemerintah menekan efisiensi biaya. Dana itu tidak hilang karena dikembalikan dalam waktu empat tahun. Jika dalam perjalanan anggota yang bersangkutan berhalangan tetap atau di-PAW partainya, ahli waris berkewajiban melunasi kredit itu. Hal itu, katanya, sudah diatur dalam perjanjian kredit.
Ditanya soal regulasi, Toda mengatakan, dari nomenklatur yang diambil tidak menyalahi regulasi. Sejak tahun 2003, pos pembiayaan itu selalu diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), namun tidak dikategorikan temuan atau pelanggaran.
Dengan demikian, katanya, kebijakan pemerintah itu tidak menimbulkan dampak hukum. Pos anggaran itu, katanya, sudah disetujui Mendagri saat asistensi.
Ditanya soal aturan yang melarang APBD tidak dipinjamkan kepada pihak ketiga, Toda mengatakan, dalam pemeriksaan BPK tidak ada masalah, karena kasnya kembali. Di daerah lain aparat penegak hukum menangkap, karena anggaran yang diambil tidak ada dalam pos pembiayaan atau belanja.
Dana yang digunakan untuk kredit mobil dewan, kata Toda, jelas tercantum di pos pembiayaan jadi tidak ada masalah.
Dalam perbicangan dengan wartawan, anggota DPRD NTT, Somi Pandie mengaku berani mengkredit mobil yang difasilitasi pemerintah itu karena dananya dikembalikan melalui pemotongan gaji. "Mobil itu kami beli dari gaji. Gaji kami dipotong langsung oleh bendahara untuk disetor ke kas daerah, jadi kami jangan disalahkan. Kalau mind set orang sudah katakan kami salah, biar dijelaskan bagaimana pun kami tetap salah," kata Somi. (gem)
Pos Kupang 22 Mei 2010 halaman 1
Tidak Benar Dana Publik untuk Kepentingan Privat
dion bata

KUPANG, PK -- Pemanfaatan dana publik untuk kepentingan privat para anggota DPRD NTT tidak dibenarkan dari sisi aturan. Karena itu aparat hukum seharusnya sudah bisa memroses kasus peminjaman dana APBD NTT tahun 2010 sekitar Rp 7,6 miliar untuk para anggota DPRD NTT membeli mobil.
"Dana APBD NTT atau pun APBN, itu dana publik. Itu uang rakyat. Jadi pemanfaatannya untuk kepentingan publik, tidak boleh untuk kepentingan pribadi," tandas Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT dan NTB, Dr. Yohanes G Tuba Helan, S.H, M.H, Kamis (20/5/2010).
Doktor Tuba Helan dimintai pendapatnya mengenai ramai-ramainya para anggota DPRD NTT meminjam dana ke Pemprop NTT untuk membeli mobil. Sejauh ini belum diketahui apakah para anggota dewan yang berinisiatip untuk meminjam uang ke Pemprop NTT, ataukah inisiatif Pemprop NTT untuk membantu para wakil wakyat itu dengan kredit lunak.
"Benar bahwa pemerintah bukan lembaga keuangan. Kalau ada pegawai atau anggota Dewan yang mau pinjam uang, suruh saja pinjam ke bank. Pemerintah bisa menjalin kerja sama dengan bank, bisa memfasilitasi itu, tapi jangan ambil uang dari APBD untuk beri kredit orang. Itu uang publik. Dana APBD itu bukan untuk cari bunga," tegas Tuba Helan usai diskusi terbatas di ruang rapat Redaksi SKH Pos Kupang, kemarin.
Dia menjelaskan bahwa apabila yang dibeli itu adalah mobil dinas, maka penggunaan dana APBD untuk itu dibenarkan. Pengadaan mobil dinas dikategorikan kepentingan publik, sebab dipergunakan untuk urusan kedinasan menyangkut pelayanan publik.
"Kalau mau beli mobil dinas, itu pun pemanfaatan dana APBD harus ada mekanismenya yaitu ditenderkan, bukan ambil uang langsung bayar di dealer mobil," katanya.
Dia menjelaskan bahwa dana APBD bisa "dipinjamkan" dalam konteks membantu masyarakat dalam bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Kalau diberikan kepada masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi berupa penguatan modal usaha misalnya, itu baru kepetingan publik. Jadi bukan untuk kepentingan privat. Para anggota dewan itu kan meminjam dalam kapasitas pribadi dan yang dibeli kan mobil plat hitam. Itu privat, kepentingan pribadi. Jangan ambil dana publik, sebab itu uang rakyat," katanya.
Dosen Fakultas Hukum Undana Kupang ini juga mengeritik para anggota dewan. "Jadi saya menentang itu. Kalau tahu di dewan tidak ada mobil, kenapa mau ke sana? Jadilah kontraktor biar bisa beli mobil," pungkasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sikka periode 2004-2009, Gabriel Pareira juga mengeritik keras sikap anggota DPRD NTT yang meminjam dana APBD untuk membeli mobil pribadi.
"Itu korupsi. Kenapa pemerintah tidak arahkan saja pinjam ke bank, baru cicil dari gaji. Kami dulu di DPRD Sikka juga begitu, pinjam di bank baru cicil dengan cara potong gaji. Kalau pinjam uang dari APBD, itu sudah korupsi," tegas Gabriel yang menelepon Pos Kupang dari Maumere, semalam.
Sebagaimana diberitakan, sekitar Rp 7,6 miliar dana APBD yang dipinjamkan kepada 38 anggota DPRD NTT itu bukan dari pos anggaran untuk DPRD NTT, melainkan dari pos anggaran pemerintah.
Dana sebesar itu dipinjamkan pemerintah kepada para anggota dewan dalam bentuk pinjaman lunak dimana tiap anggota dewan dialokasikan plafon pinjaman Rp 200 juta/orang. Setiap bulan pengembalian pinjaman antara Rp 4,7 sampai Rp 5 juta selama 40 bulan.
Mekanisme pemanfaatan pinjaman, para anggota dewan langsung memilih mobil yang dijual dealer mobil dan memberitahu harganya kepada pemerintah (Setda NTT) dan selanjutnya pemerintah membayar ke dealer mobil. Setelah itu anggota dewan mencicil sesuai harga mobil yang dikehendaki. (amy)
Pos Kupang 21 Mei 2010 halaman 1
7, 6 M untuk Kredit Mobil Dewan
dion bata
KUPANG, PK -- Setelah laptop, kali ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Timur mendapat dana dari pemerintah untuk membiayai kredit mobil dengan platform Rp 200 juta/anggota. Hingga Jumat (14/5/2010), sudah 38 orang anggota yang memanfaatkan dana itu. Dengan demikian, sudah Rp 7,6 miliar yang dicairkan pemerintah untuk mobil para wakil rakyat itu.
Dana sebesar itu dipinjamkan pemerintah dan dikembalikan anggota Dewan setiap bulan antara Rp 4,7 sampai Rp 5 juta. Jika masing-masing mendapat jatah Rp 200 juta dengan pengembalian setiap bulan Rp 5 juta, berarti para wakil rakyat harus melunasi pinjaman tersebut dalam tempo 40 bulan atau 3 tahun, 4 bulan.
Ketua DPRD NTT, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, yang ditanya wartawan saat jumpa pers, Senin (10/5/2010), menjelaskan, pinjaman dana APBD untuk DPRD diambil dari pos anggaran pemerintah untuk memfasilitasi pegawai meminjam untuk membeli mobil. Anggota DPRD NTT diberi kesempatan yang sama meminjam dan membayar secara cicil setiap bulan.
"Saya sudah cek kepada sekda apakah regulasinya memungkinkan. Pak sekda mengatakan secara hukum tidak salah," kata Medah.
Dia mengatakan, mulai tahun 2010 ini, tidak ada lagi pengadaan kendaraan untuk anggota Dewan. Kredit kendaraan kepada anggota Dewan, kata Medah, menguntungkan daerah karena uangnya dikembalikan ke APBD, penerimaan daerah dari pajak kendaraan bertambah, terutama bea balik nama (BBN).
Beberapa anggota DPRD NTT yang mendapatkan kredit itu, Viktor Mado Watun, Gabriel Suku Kotan, Hironimus Banafanu, Hugo Rehi Kalembu, Oswaldus, yang ditemui terpisah, Rabu (12/5/2010), mengatakan, dana tersebut disiapkan pemerintah dan Dewan mencicil selama empat tahun.
Viktor menjelaskan, platformnya Rp 200 juta. Mekanismenya, pemerintah mengambil mobil di dealer dan Dewan menyetor ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).
Keuntungannya, kata Viktor dari Fraksi PDIP, mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena satu buah mobil baru bisa membayar pajak sampai Rp 21 juta selama empat tahun dari pajak kendaraan. Dengan demikian, kata Viktor, pemerintah tidak perlu menyiapkan kendaraan operasional dan bahan bakar untuk Dewan. Biaya operasional dan bahan bakar ditanggung sendiri.
Viktor menjelaskan, setiap bulan mereka mencicil Rp 5 juta, dipotong langsung oleh bendahara gaji dan disetor ke Dispenda. Bunganya 14 persen/4 tahun. Jadi setiap tahun bunga kredit yang harus dibayar sebesar 3 persen.
Kebijakan pemerintah menyiapkan fasilitas kredit , kata Viktor, sudah memasuki tahun ketiga. Tahun pertama kredit sepeda motor untuk pegawai negeri sipil golongan I, II dan III. Tahun ketiga disiapkan anggaran untuk mobil bagi pegawai negeri sipil eselon II dan DPRD NTT. Viktor yang mengambil Kijang Innova mengakui, Dewan sangat terbantu dengan mobil tersebut. Sedangkan Suku Kotan dan Banafanu mengamini penjelasan Viktor. Keduanya mengambil mobil merek Terios.
Oswaldus dan Hugo yang ditemui terpisah mengatakan, pemerintah menyiapkan dana itu dengan platform Rp 200 juta, tapi tidak semua kendaraan harganya Rp 200 juta. Oswaldus mengaku hanya mengambil Rp 165 juta sesuai harga Kijang Avanza. Demikian pun Hugo yang mengambil Kijang Avanza.
Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Frans Salem, S.H yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/5/2010), menjelaskan, APBD 2010 mengalokasikan dana Rp 11 miliar untuk kredit kendaraan roda empat bagi PNS eselon II dan III serta anggota DPRD NTT. Bunganya satu persen/bulan. Sekda yang juga masih menjabat Kadispenda NTT ini menjelaskan, platformnya Rp 200 juta, tapi ada yang mengambil tidak sampai Rp 200 juta, tergantung harga mobil. Bagi yang memilih mobil di atas Rp 200 juta seperti Kijang Innova, harus menambah sendiri.
Pemerintah hanya menyiapkan maksimal Rp 200 juta. Sedangkan yang memilih mobil harga di bawah Rp 200 juta, tidak dapat diberikan uang kelebihan. Mereka tetap mencicil sebesar dana yang dikeluarkan untuk pembelian mobil itu. Yang jelas, yang mengambil Rp 200 juta besarnya cicilan akan lebih besar dari yang mengambil Rp 150 juta atau Rp 160 juta.
"Kami juga menawarkan kepada pejabat eselon II dan III. Untuk pejabat eselon III, jelas harus menambah uang muka supaya cicilannya lebih kecil, " kata Salem.
Salem mengakui, gaji pejabat eselon III jelas tidak dapat mencicil kredit mobil Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Soal harga, baik pejabat eselon II dan III maupun anggota Dewan yang berminat sialakan negosiasi sendiri dengan dealer.
Menurut Salem, pemerintah menyiapkan anggaran itu dengan pertimbangan, mengurangi biaya operasional Dewan. Pemerintah tidak memikirkan lagi bahan bakar, operasional dan sopir. Hasil kajian pemerintah, kata Salem, biaya operasional kendaraan dinas DPRD sangat tinggi. Dengan fasilitas kredit, katanya, bahan bakar ditanggung sendiri, sopir dibayar sendiri dan kerusakan serta biaya operasional lainnya ditanggung sendiri. Dana pemerintah dikembalikan dengan bunganya walaupun kecil.
Keuntungan lain, pemerintah menarik pajak kendaraan terutama BBN cukup besar setiap tahunnya. Dengan demikian, PAD NTT terus meningkat.(gem)
Sumber: Pos Kupang 17 Mei 2010 halaman 1
Rongo
dion bata

HADIAH terindah pada Hari Kebangkitan Nasional yang sunyi sepi tahun ini ternyata sebuah kandang. Kandang wawi, manu dan rongo. Sebelum tuan dan puan bingung, baiklah beta jelaskan dulu kata asing itu. Wawi, manu dan rongo adalah salah satu bahasa daerah Flobamora yang artinya, babi, ayam dan kambing!
Di Maumere-Flores seorang istri terpaksa tidur di kandang babi karena tak tahan terhadap siksaan fisik suaminya. Di Pamekasan, Madura satu keluarga beranggotakan lima orang tinggal berhimpitan di bekas kandang ayam berukuran 3x4 meter persegi. Dan, di Tangerang, persis di depan hidung Istana Presiden RI, nenek Ida (72) menghabiskan masa tua di dalam kandang kambing.
Tak tahan menghadapi perilaku suami yang alkoholik, ringan tangan dan kaki, Maria Goreti (52), warga Kota Maumere memilih tidur di kandang babi. Kisah Maria adalah kisah tentang kekerasan dalam rumah tangga keluarga miskin. Penderitaan Maria telah berlangsung bertahun-tahun.
Hari Rabu (19/5/2010), Maria tak sanggup lagi menahan derita itu. Dia melaporkan suaminya, Fransiskus Baba alias Pang kepada polisi. Dalam kamar tahanan polisi Pang baru mengaku sadar dan menyesal. Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat. Istri tidur di kandang wawi. Duh Gusti!
Di kandang ayam berukuran sekitar 3x4 meter Mohammad Tamim (35) bersama istrinya Muslihah (32) dan tiga anak, masing-masing Milda (5), Ulfia Narafifah (9) dan Luluk Agustinah (10) tinggal. Ini kisah kandang dari Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Kandang multi fungsi. Tempat masak, makan sekaligus tempat tidur lima anggota keluarga Tamim. Panci, kompor dan pakaian menyatu di sana. "Ya, beginilah kehidupan kami," kata Muslihah kepada Bupati Pamekasan, Kholilurrahman yang berkunjung ke kandang manu itu, Sabtu (22/5/2010).
Pak bupati awalnya kurang yakin ketika pers mewartakan rumah kandang Tamim-Muslihah. Laporan media bukan karangan. Fakta itu sungguh menohok hati Bupati Kholilurrahman karena baru saja dia memberi bantuan rumah layak huni bagi keluarga miskin di wilayahnya. "Kondisi seperti ini kok bisa luput dari pendataan saat ada bantuan rumah baru baru ini," kata bupati.
Misbahul Laila, kepala desa Branta Pesisir, tempat keluarga Tamim berdomisili, punya alasan sendiri. Saat pendataan dulu Tamim sekeluarga masih berpindah pindah. "Setelah ada tempat bekas kandang ayam ini, Pak Tamim dan keluarganya menetap dan menjadi warga Desa Branta," kata Laila.
Kisah ketiga tentang kandang datang dari Sewan Bedeng, Neglasari, Tangerang. Ida (72) tidur di kandang rongo alias kambing karena rumah gubuknya sudah rata dengan tanah, dibuldoser Pemkot Tangerang dua pekan setelah Lebaran 2009. "Saya memang bukan orang asli Tangerang. Saya dari Pemalang, tapi saya tinggal di Kampung Sewan Bedeng ini sejak tahun 1975 sewaktu masih hutan," ujar Ida kepada Kompas, Senin (17/5/2010).
Ibu tiga anak dan nenek dari beberapa cucu itu adalah salah satu korban kebijakan Pemerintah Kota Tangerang. Rumahnya digusur karena tinggal di bantaran Sungai Cisadane. Nasib Ida tiba-tiba jadi sorotan seiring rencana penggusuran warga China Benteng di Kampung Tangga Asam, Lebakwangi dan Kokun.
Menurut Ida, ketika rumahnya digusur Satpol PP Kota Tangerang, ada ratusan rumah bilik dan semipermanen yang memadati Kampung Sewan Bedeng. Mereka umumnya warga yang terpinggirkan karena ketidakadilan. "Kebanyakan bermata pencaharian tukang asongan," ujar buruh pengupas kacang dengan upah Rp 2.000/kg itu.
"Saya tak bisa berbuat apa apa. Rumah sudah tidak punya, mau tinggal di mana lagi? Ya, terpaksa tinggal di kandang kambing milik tetangga, meskipun bau," ujar Ida seraya menyeka air mata. Tiga anaknya memang tinggal di Sewan Bedeng. Namun, nasib mereka juga tidak jauh beda. Hidup miskin dengan rumah kecil berdinding anyaman bambu. Camat Neglasari, H Habibullah mengaku tidak tahu ada warganya tinggal di kandang kambing. "Tak ada laporan bahwa ada yang tinggal di kandang kambing. Pak Lurah juga tidak lapor," ucapnya enteng.
Hehehe... kalau Om Camat atau Bapak Kades kaget karena belum mendapat laporan itu mah kisah biasa di ini negeri. Negeri lapor-melapor, negeri yang sangat menjunjung tinggi prosedur kalau mengurus rakyat, tapi labrak semua aturan kalau nyolong duit rakyat.
Seburuk-buruknya orang miskin sebagian dari mereka paham harga diri. Tidak semua kaum papa rela melaporkan diri sebagai si miskin. Mereka punya rasa malu. Toh kalau mereka lapor diri apakah serta merta diperhatikan? Apalagi kalau Om Camat atau bosnya Om Camat sedang berkeliling dengan oto (mobil) dinas ber-AC. Belum tentu ada waktu melihat sampai ke lorong dan sudut kampung. Pejabat kan sibuk...!!
Begitulah tuan dan puan. Tinggal di kandang rongo dan manu itu memang terjadi jauh dari wilayah Nusa Tenggara Timur. Tapi beta tidak begitu yakin fakta yang sama nihil di beranda Flobamora. Di kampung besar kita ini tak sedikit jua yang tinggal di rumah mirip kandang. Kalau bukan rumah, ya gedung sekolah mirip kandang banyak jumlahnya. Kalau mati lapar atau mati pelan-pelan karena gizi buruk, itu sudah lazim. Sudah warta tahunan.
Tahukah tuan ada yang buru-buru bikin desa siaga. Siaga sekadar untuk mengikuti lomba? Tahukah puan di depan hidung ibu kota propinsi ini kematian ibu dan anak begitu tinggi? Tinggal di Kupang dengan segala kemudahan, mestinya kasus kematian ibu-anak sekecil mungkin.
Adakah yang prihatin? Mohon maaf. Di saat banyak sesama kita menderita, para pemimpin, para elite sosial justru bersenang dengan segala kemewahan dan kemudahan. Mudah betul miliki sepeda motor...eh kredit mobil! Di kala anak-anak kita menangis terisak karena kegagalan UN yang membut masa depan mereka jadi tanda tanya besar, orang-orang besar kampung ini entah berpikir tentang apa? Luar biasa, mereka masih bisa tertawa! (dionbata@gmail.com)
Pos Kupang edisi Senin, 24 Mei 2010 halaman 1
Akan
dion bata

MARI sejenak bermain-main dengan angka. Angka pemilu kada musim 2010 di beranda Flobamora. Enam kabupaten, 44 paket. Sebanyak 88 orang pria dan wanita dewasa bertarung merebut 12 kursi! Kursi bupati dan wakil bupati.
Luar biasa pemilu kada 2010 di Nusa Tenggara Timur. Dibandingkan pilkada langsung musim lalu jumlah pasangan calon yang maju tahun ini merupakan rekor baru. Semakin banyak saja orang kita yang merasa layak dan pantas menjadi kepala wilayah. Membanggakan. Nikmat kuasa memang tiada duanya.
Sebanyak-banyaknya paket calon tak ada yang mampu menandingi rekor Kabupaten Manggarai yang memanggungkan sembilan pasangan calon. Sumba Barat, Manggarai Barat dan Ngada tak kalah gemuk, masing-masing dengan delapan paket calon. Sumba Timur dan Flores Timur relatif ramping, cuma lima dan enam paket saja. Jumlah 44 paket di atas belum termasuk Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Sabu Raijua yang belum begitu jelas batang hidung para kandidat yang siap maju ke medan laga pemilu kada.
Kita coba berandai-andai. Misalnya seorang calon menyiapkan dana untuk kebutuhan pemilu kada Rp 1 miliar, maka total jenderal ada Rp 88 miliar uang yang terbang rendah atau berhamburan di enam daerah tersebut. Kalau hanya setengah dari itu pun angkanya tidaklah kecil, yakni sekitar Rp 44 miliar. Uang sebanyak ini belum termasuk alokasi dana dari APBD untuk kebutuhan KPUD sebagai penyelenggara. Singkat kata bila dikalkulasi semua biaya pemilu kada di enam kabupaten se-NTT angkanya di atas Rp 100 miliar! Dengan paket sekian banyak pemilu kada dua putaran bukan mustahil. Artinya dana pun akan membengkak.
Mohon para pakar ekonomi NTT bisa memberi pencerahan. Dana pemilu kada itu masuk kategori konsumtif atau produktif? Bagi beta sederhana saja. Mahal betul ongkosnya. Uang yang keluar untuk pesta demokrasi sangat besar.
Dari mana sumbernya? Aih, di negeri ini urusan sumber uang punya misteri sendiri. Tuan jangan lupa untuk benua Asia jumlah mobil mewah paling banyak ada di Indonesia. Indonesia mengalahkan negara makmur seperti Korea, Jepang, China dan Singapura. Mau tahu model mobil mewah? Lihat saja oto dinas bapak/ibu pejabat negara yang berdomisili di sekitar lingkungan tuan dan puan.
Pemilu kada yang mahal ongkos rupanya berpengaruh pada perilaku. Tensi darah mendadak tinggi. Cepat mendidih! Mudah tersinggung, lekas marah dan mengamuk. Simak dinamika di Nagi Tana, Larantuka. Pemilu kada Flores Timur 2010 begitu gaduh. Mereka ribut berminggu-minggu hingga jadwal tertunda.
Manggarai malah nekat. Ada yang bawa bom molotov ke kantor KPUD. Apakah karena Ruteng kota dingin hingga perlu dihangatkan dengan bom? Ole kraeng... bayangkan kalau bom itu meledak?
Hati boleh panas, akal sehat mesti tetap bersinar. Toh bukan baru kali ini Flobamora menggelar pemilihan kepala daerah secara langsung. Mari belajar dari pemilu damai musim lalu yang sanggup kita sajikan dengan elok dan elegan.
Oh ya, izinkan beta hari ini secara khusus menyapa Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Ngada. Mereka mulai memasuki hingar-bingar pesta pemilu kada. Musim jual obat sudah tiba. Inilah waktu menjual kecap nomor satu. Lima daerah itu telah memasuki tahapan kampanye. Flores Timur ketinggalan kereta. Sendirian! Siapa suruh gaduh?
Tentang awal kampanye ada warta menarik dari kaki Gunung Inerie. Mereka sembelih sembilan ekor babi dan satu ekor kerbau. Hewan itu dipersembahkan dalam ritual adat sebelum delapan paket calon bersama pendukung mengikrar janji di Lapangan Kartini-Bajawa, Sabtu (15/5/2010). Babi dan kerbau dipersembahkan kepada leluhur agar pelaksanaan pemilu kada berjalan lancar dan aman. Delapan ekor babi dibawa masing-masing paket, satu ekor babi dan seekor kerbau disumbangkan KPUD. Wala...ini baru pesta la. Selamat Ame Ka'e.
Selama kampanye dua pekan diksi "akan" menjadi kata sakti mandraguna. Kata "akan" paling banyak dipakai para calon kepala daerah. "Saya akan begini, saya akan begitu. Kami akan memberi yang terbaik bagi daerah ini." Begitulah kira-kira. Semua akan sama mengklaim diri sebagi pejuang rakyat tertindas. Menyebut diri sebagai laskar pemberangus kemiskinan, kebodohan dan kemelaratan!
Perkenankan beta menitipkan tips kecil buat ina ama, bapa mama, ame ine, opa oma, no oa, umbu rambu, eja weta, enu nana. Jangan lupa dengar kampanye karena di sanalah salah satu medan uji kompetensi dan kapasitas calon pemimpinmu. Setiap kali hadir kampanye siapkan buku dan pena. Buatlah dua kolom dalam buku. Kolom pertama: Omong Kosong. Kolom kedua: Realistis.
Catat baik-baik setiap ucapan pasangan calon saat kampanye. Apa saja pernyataan mereka yang masuk kelompok omong kosong dan apa saja yang realistis. Beta berani bertaruh kolom omong kosong akan lebih penuh. Bila perlu tambahkan satu kolom lagi yakni kolom abu-abu. Biasanya calon pemimpin suka bermain di wilayah abu-abu. Tidak jelas hitam dan putih, biru atau merah. Isi pembicaraan sering mengambang alias menggantung. Banyak kata bersayap dan tutur berekor.
Catatan tuan dan puan itu akan bermakna suatu hari nanti ketika salah satu pasangan calon terpilih memimpin daerah selama lima tahun. Tatkala mereka menikmati kemewahan rumah dinas, mobil ber-AC, pengawal dan ajudan pribadi, buka kembali catatan kampanye. Periksa realitas. Apakah sejalan antara kata dan perbuatan atau sebaliknya jauh panggang dari api. Selamat berpemilu kada. Jadilah pemilih kritis dan bertanggung jawab. Untuk 88 manusia terpilih beta ucapkan selamat berjuang. Buatlah kami bangga! (dionbata@gmail.com)
Pos Kupang edisi Senin, 17 Mei 2010 halaman 1
Majus Bupati dan Wabup Ngada Kedelapan
dion bata
BAJAWA, PK -- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Martinus Djawa dan Hendra Yusuf (Majus) akan menjadi bupati dan wakil bupati ke delapan. Demikian paket tersebut saat berkampanye di Desa Nginamanu, Kecamatan Nangameze, Kabupaten Ngada, Kamis (20/5/2010) siang.
Martinus mengatakan, bukan barang baru lagi. Di mata masyarakat dirinya sudah dikenal luas. Pada moment Pemilu Kada ini, Martinus ingin kembali menyapa warga setempat untuk tetap tekun dan terus berusaha dalam bidang pertanian.
"Kalau sudah terpilih menjadi Bupati Ngada lima tahun mendatang maka kami akan menjadikan Ngada sebagai gudang ternak," tegasnya.
Hal senada dikatakan Hendra Yusuf, calon wakil bupati. Paket tersebut sudah melakukan investasi sejak bertahun tahun. Banyak proyek pembangunan telah dilakukannya untuk membantu masyarakat. Hal ini terlihat dari proses pengerjaan jalan desa di Kabupaten Ngada.
Selain itu, apa yang telah dilakukannya merupakan investasi dan saat ini tinggal menunggu hari H untuk dipilih.
Dia menambahkan, akan mendapat simpati terbanyak dari masyarakat pemilih. Jalan-jalan desa di Golewa Selatan maupun Bajawa Utara serta wilayah Kecamatan Soa sudah dibuka berkat dukungan dana pihak swasta maupun dana pribadi yang digunakan untuk membuka isolasi desa. "Investasi itu sudah kami lakukan biarkan rakyat yang memilih," tandas Hendra.
Sementara Bernardus Peka Ola, ketua tim pemenangan paket Majus, mengatakan, timnya sangat solid untuk meraih perolehan suara sebanyak mungkin dan memenangkan paket itu dalam Pemilu Kada nanti. Dia mengatakan, di setiap desa terdapat 50 orang tim inti untuk memenangkan paket tersebut. "Setiap desa tim kami terdapat 55 orang yang ditempatkan untuk memenangkan Majus," kata Ola.
Dia menjelaskan, telah menyebarkan 4.500 orang untuk memenangkan Majus. Jumlah tersebut tersebar di 94 desa yang ada di Kabupaten Ngada. Kehadiran paket tersebut memiliki misi untuk mempersatukan kembali daerah. Selain itu, paket tersebut juga menawarkan program kerja dalam visi misinya, yakni menjadikan Kabupaten Ngada sebagai kabupaten ternak. (ee)
Pos Kupang 22 Mei 2010 halaman 8
Sembilan Ekor Babi Awali Kampanye di Ngada
dion bata

BAJAWA, FS -- Sembilan ekor babi dan seekor kerbau mengawali kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilu Kada) Ngada 2010.
Sembilan ekor babi dan seekor kerbau tersebut dipersembahkan saat ritual adat sebelum delapan paket Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Ngada bersama pendukung masing-masing mengikrarkan janji Pemilu Kada Ngada di Lapangan kartini Bajawa, Sabtu (15/5/2010).
Babi dan kerbau dipersembahkan kepada leluhur agar pelaksanaan Pemilu Kada Ngada bulan Juni 2010 berjalan lancar dan aman. Dari sembilan ekor babi tersebut, delapan ekor babi dibawa oleh masing-masing paket, satu ekor babi dan satu ekor kerbau disumbangkan oleh KPUD Ngada.
Setelah selesai ritual adat dan doa bersama, sembilan ekor babi dan seekor kerbau tersebut disembeli. kemudian dilanjutkan dengan acara ikrar janji kampanye damai.
Ritual adat dipimpin para tokoh adat se-Kabupaten Ngada. Hadir juga para tokoh masyarakat. Sebelum mengikrarkan janji Pemilu Kada Ngada, delapan paket bersama para pendukungnya melakukan ritual adat setempat.
Saat mengingkrarikan janji, delapan paket menyatakan, siap menang dan siap menerima kalah dalam Pemilu Kada Ngada bulan Juni 2010. Mereka juga siap menerima hasil pesta demokrasi itu. (ee)
Ikrar Kampanye Damai
1. Menegakkan Pancasila dan UUD 1945, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Melaksanalkan kampanye pemilu kada secara bermartabat dengan melakukan pendidikan polkitik dan pencderahan kepada rakyat Ngada sesuai peraturan perundang-undang yang berlaku.
3. Tidak saling memfitnah, mencela dan mencederai satu sama lain.
4. Tidak melakukan praktek politik uang dalam bentuk apapun baik pada masa kampanye maupun saat pemungutan suara,
5. Menjaga ketertiban umum dan keamanan selama proses kampanye berlangsung dan sampai penetapan hasil pemilukada.
6. Siap menerima seluruh proses dan hasil pemilu yang ditetapkan komisi pemilihan umum kabupaten ngada selaku penyelenggara pemilukada.
7. Kami siap menang dan siap kalah.(ee)
Delapan Paket Calon
1. Piet-Beni (Drs. Piet Josh Nuwa Wea - Drs.Ec. Benediktus Djawa)
2. Tenar (Drs. Petrus Tena - Drs.Siprianus Radho Tolly,M.Sc)
3. Bernas (Drs. Benediktus Ngete - Drs. Lauresius Nau)
4. Idola (Drs. Johanes Isidorus Djawa - Drs. Bruno Paskalis Siloang)
5. Mulius (Marianus Sae - Drs. Paulus Soliwoa)
6. Friendly (Drs. Florianus Aser - Wilibrodus Paga S.Fil)
7. Venus (Sewo Yohanes S.Ip.M.Si - Damianus Bilo, SH,M.Hum)
8. Majus (Ir. Martinus Djawa & Hendra Yusuf )
FloresStar 17 Mei 2010 halaman 6
Tanda Salib untuk Nomor Urut
dion bata
RUTENG, PK -- Ada yang mengocok berulang-ulang sebelum mengambil kertas undian. Ada yang mengangkat kertas undiannya tinggi-tinggi. Ada yang membuat tanda salib sebelum memilih kertas nomor undiannya.
Itulah beberapa ekspresi yang ditunjukkan para calon bupati dan calon wakil bupati Manggarai pada acara penarikan nomor urut di kantor KPUD Manggarai, Kamis (13/5/2010).
Meskipun sempat diwarnai aksi protes dari pendukung paket Murni dan Gong 2010 sehari sebelumnya, acara penarikan nomor urut berlangsung tenang, akrab, penuh canda dan tawa. Aparat Polres Manggarai tampak menjaga dengan ketat.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Ketua KPU Manggarai, Fransiskus Aci, S. Fil, membuka acara penarikan nomor urut. Sedangkan acara penarikan nomor urut dipimpin oleh Ketua Pokja Pemilu Kada Manggarai, Florentinus Deby Syukur.
Ada tiga kotak undian. Kotak I untuk menentukan nomor urut bagi peserta, yang ditarik oleh anggota KPU. Para calon wakil bupati, sesuai nama pada kotak pertama, menarik nomor urut pada kotak II. Nomor urut dalam kotak II menjadi nomor urut untuk menarik nomor pada kotak III.
Penarikan undian pada kotak III dilakukan calon bupati. Nomor urut dalam kotak III menjadi milik para calon. Nomor urut mereka berkisar antara nomor satu sampai dengan nomor sembilan sesuai dengan jumlah pasangan calon.
Pada saat itulah terjadi berbagai ekspresi yang ditunjukkan para calon tadi. Harapannya, paket calon yang bersangkutan bisa mendapat nomor keberuntungan dengan meraih suara terbanyak dan keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Kada Manggarai, 3 Juni 2010.
Usai penarikan nomor urut dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penarikan undian. Rangkaian rapat pleno dikawal ketat anggota Polres Manggarai. Acara pun berjalan lancar dan aman.
Ketua KPUD Manggarai, Fransiskus Aci, S.Fil menegaskan, dengan selesainya penarikan nomor urut, para calon dilarang melakukan kampanye. Kampanye secara resmi dimulai, Senin (17/5/2010), didahului dengan pemaparan visi-misi pasangan calon dalam sidang paripurna DPRD Manggarai.
Pasangan Fress (Frans Salesman dan Ignas Repelita Lega) yang dimintai komentarnya mengatakan, nomor urut lima yang diraih pasangannya memiliki makna yang dalam. Sebab, calon bupati lahir tanggal 9 Mei 1955. Sedangkan calon wakil bupati berkaitan dengan rencana pembangunan lima tahun. Jadi Fress merasa yakin nomor ini memberi keuntungan.
Protes KPU
Sejumlah warga yang menamakan diri Lembaga Penelitian Pengkajian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Manggarai memprotes penetapan sembilan pasangan calon bupati-wakil Bupati Manggarai 2010-2015 oleh KPUD setempat. Menurut mereka, keputusan tersebut tidak obyektif dan membunuh hak demokrasi masyarakat.
Protes disampaikan dalam aksi demo, Rabu (12/5/2010). Selain demo, mereka juga membakar lilin dan menyanyikan lagu-lagu dukacita sebagai tanda meninggalnya KPUD Manggarai dan demokrasi.
Aksi demo yang melibatkan sekitar 150 orang dipimpin Ketua LPPDM Manggarai, Marsel N Ahang, juga memprotes KPUD Manggarai yang tidak mengakomodir pasangan calon Ir. Maksimus Ngkeros-Herybertus Ngabut, S.H (Murni) dan Gabriel Tody Wajong, S.H-Kanisius Ramang, S.H (Gong 2010). Dalam orasinya, Ahang menuding KPUD Manggarai melakukan konspirasi dengan pasangan tertentu dan sengaja menggulingkan paket Murni dan Gong 2010.
Menurut Ahang, Gong 2010 dan Murni sudah mengajukan klarifikasi kepada KPUD, dan KPUD menyatakan siap untuk menelaah lebih lanjut klarifikasinya.
Namun dalam kenyataan, sebelum klarifikasi itu disampaikan kepada Gong 2010 dan Murni, KPUD Manggarai sudah menetapkan pasangan calon yang lolos.
Dia mengatakan, KPUD tidak cermat dan profesional dalam melakukan tugas-tugas selama tahapan pemilu kada hingga penetapan pasangan calon. Karena itu, mereka meminta KPUD Propinsi NTT dan KPU Pusat memberi sanksi tegas kepada KPUD Manggarai.
Dia menjelaskan, LPPDM mencermati semua fenomena dan cara kerja tidak profesional dari KPUD Manggarai. Fenomena paling menonjol adalah mengabaikan klarifikasi dari dua paket itu. Karena itu, koalisi kebangkitan gabungan partai politik pengusung paket Murni menolak penetapan pasangan calon dan meminta proses verifikasi terhadap dokumen PPRN dan PDP ditinjau kembali.
Dia mengatakan, masyarakat tidak hanya melakukan demo satu hari untuk menolak keputusan tersebut. Hari ini, Jumat (14/5/2010) dan Sabtu (15/5/2010), mereka juga akan melakukan aksi besar-besaran.
Ajutor Langgam menambahkan, sikap KPUD yang mengabaikan keberatan paket Gong 2010 dan Murni sebagai bentuk pembunuhan terencana terhadap hak-hak demokrasi masyarakat. Sebab, KPUD mengabaikan keberatan yang diajukan dua paket itu. (lyn)
Daftar Nomor Urut Pasangan Calon:
1. Ferdinandus Darman Lehot, S.H-dr.Hermanus Man (Firman)
2. Heriberts GL Nabit, ES-Dr. Yustina Ndung, S.Pd.M.Si (Naun).
3. Drs. Christian Rotok-Dr. Deno Kamelus, S.H.M.H (Credo).
4. Ir. Victor Slamet, MM-Drs. Hieronimus Marut (Victory).
5. Dr. Frans Salesman, SE.M.Kes-Ignasius Repelita Lega, S.H (Fress).
6. Drs. Frans BP Leok, MM-Pius Rengka, SH.MSc, (Rapi).
7. Drs. Frediriques Plate Yosep, M.Si-Timo Terang (Frids-Timo).
8. Andreas Garu, SE.M.Si-Drs. Yoseph Darung Maru, M.Si (Garuda).
9. Sukardan Aloysius, SH.MHum-Drs. Valentinus Gampur, M.Si (Syukur).
Sumber: KPUD Manggarai
Pos Kupang 14 Mei 2010 halaman 1
9 Paket Bertarung di Manggarai
dion bata
RUTENG, PK -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manggarai, Selasa (11/5/2010) pukul 23.30 wita, mengumumkan sembilan pasangan calon bupati dan wakil bupati Manggarai yang akan bertarung dalam Pemilu Kada 3 Juni 2010. Pengumuman itu disampaikan usai rapat pleno tertutup KPUD Manggarai yang berlangsung sejak pagi hingga 23.30 Wita.
Pengumuman hasil penetapan pasangan calon dibacakan juru bicara KPUD Manggarai, Kony Syukur, didampingi dua anggota KPUD Manggarai, Hendrik Dao dan Nikolaus Nirang. Ketua KPUD Manggarai, Fransiskus Aci, S.Fil dan Ketua Pokja Pemilu Kada Manggarai, Deby Sukur, tidak hadir.
Usai membacakan hasil pleno penetapan, tiga anggota KPUD Manggarai itu meninggalkan ruang pertemuan KPUD. Mereka tidak memberi kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan.
Pantauan Pos Kupang, rapat pleno tertutup KPUD Manggarai dikawal ketat anggota Polres Manggarai. Anggota Polres bersama seluruh jajaran perwira memantau kantor KPUD Manggarai. Pintu gerbang KPUD ditutup rapat.
Suasana sempat tegang karena dua pasangan calon, yakni Gong 2010 dan Murni sempat mendatangi KPUD Manggarai. Sekretaris KPUD, Damianus Dapat, menerima kedatangan Gong 2010. Sementara Murni tidak sempat bertemu KPUD Manggarai. Murni dan Gong 2010 meninggalkan KPUD Manggarai karena ruangan kantor KPUD Manggarai disteril oleh anggota Polres Manggarai. (lyn)
Sembilan Pasangan Calon yang Lolos:
1. Ir. Viktor Slamet, M. M-Drs. Hieronimus Marut (Victory)
2. Adrianus Garu, SE. M.Si-Drs. Yoseph Darung Maru, M.Si (Garuda)]
3. Ferdinandus Darman Lehot, S.H-dr. Herman Man (Firman)
4. Drs. Fredriques Plaet Yoseph, M.Si-Timoteus Terang (Frits-Timo)
5. Herybertus GL Nabit, SE, M.A-Dr. Yustina Ndung, S.Pd.M.Si (Naun)
6. Sukardan Aloysius, S.H, M. Hum-Drs. Valentinus Gampur, M.Si (Syukur),
7. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes-Ignasius Repelita Lega, S.H (Fress)
8. Drs. Christian Rotok-Dr. Deno Kamelus, S.H.M.H (Credo)
9. Drs. Frans BP Leok, M. M-Pius Rengka, S.H, M.Sc. (Rapi).
---------------------------------------------
Sumber: KPUD Manggarai
Pos Kupang 12 Mei 2010 halaman 1
Makin Gencar Menarik Simpati
dion bata

WAINGAPU, PK -- Kampanye Pemilu Kada Sumba Timur memasuki babak akhir. Tiga hari menjelang berakhirnya masa kampanye, Paket Maju Emanuel Babu Eha- Umbu Hapu Benju) makin gencar berusaha menarik simpati masyarakat.
Paket Maju (Emanuel Babu Eha- Umbu Hapu Benju) terus menggalang simpati di Prailiu, Kota Waingapu.
Sementara Paket GBY-MK menebar kasih bersama belasan ribu pendukungnya di Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu.
Kampanye Maju yang mendapat jadwal kampanye terbuka di Stadion Rihi Eti Prailiu, Kamis (27/5/2010), mendapat sambutan hangat dari ribuan pendukung.
Para pendukung Maju yang memadati Stadion Rihi Eti terus meneriakkan yel-yel kemenangan untuk paket ini. Seperti halnya pada kampanye-kampanye terbatas sebelumnya, pada kampanye terbuka di Stadion Rihi Eti ini tetap menampilkan pasangan Emanuel Babu Eha dan Umbu Hapu Benju sebagai juru kampanye utama.
Kampanye Maju di Stadion Rihi Eti, Kamis siang merupakan kampanye rapat umum terbuka yang terakhir. Partai Hanura sebagai salah satu partai pengusung paket ini juga tidak menurunkan juru kampanye dari DPD Hanura NTT maupun dari DPP Hanura. Meski demikian tidak mengurangi semangat para simpatisannya untuk memberikan dukungan kepada paket ini.
Sepanjang kampanye mereka terus mengeluk-elukan pasangan idolanya tersebut. Pada kampanye rapat umum terbuka di Stadion Rihi Eti itu, Eman dan Hapu Benju kembali menegaskan visi misi yang telah mereka sampaikan dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Eman mengatakan, Maju Bersama yang menjadi motto Paket Maju mengandung arti yang cukup dalam. Motto tersebut, jelas Eman, bermakna maju bersama-sama tanpa jurang pemisah kaya dan miskin, yang kuat melindas yang lemah. Eman menegaskan, dirinya kembali ke Sumba Timur untuk menolong rakyat di daerah itu bukan mencari jabatan seperti yang diisukan di masyarakat.
Sementara paket GBY-MK mendapat sambutan hangat oleh massa pendukung di Mangili, Kecamatan Pahunga Lodu. Ribuan massa menyambut paket ini satu kilometer sebelum sampai ke lokasi kampanye. Seratus meter memasuki panggung kampanye, pasangan GBY-MK yang ditemani Ketua DPD Golkar Sumba Timur langsung dikalungi selendang Tenunan Kaliuda dan digendong ke panggung kampanye.
Di hadapan puluhan ribu massa Gidion mengatakan, dengan modal 61 persen dukungan masyarakat (hasil survai LSI Barometer), kemenangan GBY-MK di depan mata. Berbagai isu dan fitnah terhadap dirinya selama ini, kata GBY, ternyata tidak mampu meredam dukungan masyarakat terhadap GBY-MK. "Semakin dihambat, semakin merambat, semakin dihadang, semakin meradang, semakin dilawan semakin menawan," kata Gidion disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.
Pada kampanye itu, Gidion membagi kebahagiaan dengan para pendukungnya melalui perayaan hari jadinya ke-50 yang jatuh pada tanggal 26 Mei. Selain meniup lilin bersama sang isteri, dalam hari jadinya tersebut, Gidion menyempatkan diri membagi cinta dengan para pendukungnya melalui sebuah tembang berjudul "Masih Adakah Cintamu" cipataan Pance Pondaag. Pada bait terakhir dari lagu yang aslinya "Kau Begitu Berarti digubah menjadi Mangili, Wulawaijelu, Rindi, Umalulu begitu berarti". (dea)
Pos Kupang 30 Mei 2010 halaman 10

