Srikandi di Sarang Pria

 


Hasanah (kiri) dan Ahmad Suroso

Dalam rentang waktu terbilang panjang, lebih dari dua dasawarsa, dia sungguh srikandi di sarang pria. Nyaris sendirian. 

Namun, kehadirannya memberi warna kepemimpinan yang kuat dan khas di ruang redaksi Tribun Network - Kompas Gramedia.

Dia pekerja keras yang cerdas dan tangguh. Tegas, berintegritas, berani, juga disiplin.

Sebagai jurnalis dan pemimpin dia mempraktikkan pepatah Latin, suaviter in modo, fortiter in re. Teguh dalam prinsip tapi lembut dalam cara.

Mereka yang pernah jadi rekan kerja, kolega atau dipimpinnya mengenal gayanya mendidik dan membimbing dengan hati yang hangat. 

 Karier kewartawanannya merangkak dari dasar hingga puncak tertinggi. Dia merasakan pengalaman sebagai reporter, asisten editor, editor, redaktur pelaksana hingga tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpim redaksi.

Setelah mengabdi bertahun-tahun di Harian Tribun Jabar, dia mendapat kepercayaan menjadi Pemimpin Redaksi Harian Tribun Jambi. 


Dari Jambi dia pindah ke Provinsi Riau melakoni tanggung jawab sebagai Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru. Beberapa bulan sebelum memasuki masa pensiun tahun 2022 lalu dia ke kantor pusat Tribun Network di Jakarta.

"Om Dion ada-ada aja," begitu komentar Mbak Hasanah Samhudi ketika saya menjulukinya sebagai srikandi di sarang pria.

 Nyatanya memang demikian. Di jaringan media Tribun Network Kompas Gramedia yang kini ada di 35 dari 38 provinsi di Indonesia, baru dua orang perempuan yang menjadi pemimpin redaksi. 

Hasanah Samhudi dan Wenny Ramdiastuti. Nama terakhir baru  pensiun medio 2023. Jabatan terakhirnya Pemimpin Redaksi Harian Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel di Palembang, Sumatera Selatan.

 Mbak Hasanah dan Mbak Wenny hanya berselang setahun purnabakti sebagai karyawan-wartawan Tribun Network. 


Hari Rabu 20 September 2023, kami keluarga besar Tribun Network bak disambar petir di siang bolong.

Mbak Hasanah Samhudi berpulang.  Kami tahu mbak sakit tapi tak pernah ingin mendengar Mbak Hasanah pergi selekas ini.

Selamat Jalan Mbak Hasanah. Bahagia kekal di sisiNya. (*)


Fb 23092023

Josef Blasius Bapa: Ayah yang Humanis

 


Blasius Bapa (kanan)
Suara Melchias Marcus Mekeng bergetar saat menyapa sekaligus mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada ayahnya malam itu. 

Sang ayah, Josef Blasius Bapa, mendampingi anggota DPR ini saat menerima Pos Kupang Award 2023 di Hotel Aston Kupang, Senin 11 Desember 2023.

Josef Blasius Bapa tampak bugar.  Pria berusia 85 tahun itu berbincang santai dan akrab dengan para tamu undangan lainnya.  Dia duduk semeja dengan Melchias Markus Mekeng dan sejumlah tokoh antara lain senator asal NTT, Abraham Paul Liyanto.

Beliau mengikuti seluruh rangkaian acara Pos Kupang Award mulai pukul 17.00 hingga tuntas pada pukul 21.00 Wita.

Putranya, Melchias Marcus Mekeng atau karib disapa Melky Mekeng  merupakan seorang di antara 40 tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dapat penghargaan dari Pos Kupang, harian pertama di NTT yang terbit sejak 1 Desember 1992.

Keesokan hari, Selasa 12 Desember 2023, Josef Blasius Bapa  kembali menemani Melky Mekeng ke studio Pos Kupang di Jl. RW Monginsidi Fatululi Kupang. 

Selasa siang itu Melky Mekeng secara khusus diwawancarai editor Pos Kupang, Novemy Leo mengenai lika liku pengabdiannya selama 30 tahun untuk rakyat Flobamora melalui jalur legislatif.

Sama seperti momen di Hotel Aston Kupang, Blasius Bapa menyimak secara baik wawancara khusus dengan anaknya sampai selesai.

Senja menjelang Malam Natal 24 Desember 2023, kabar duka dari Jakarta menghampiri kami. Josef Blasius Bapa berpulang. 

Warta yang mengejutkan keluarga, kolega dan kerabat termasuk kami keluarga besar Harian Pos Kupang.

Ayah yang Humanis

Dalam berbagai kesempatan Melky Mekeng selalu menyebut peran sang ayah yang luar biasa dalam seluruh kiprah dan kariernya sebagai politisi, dan wakil rakyat NTT di Senayan hingga kini.

Josef Blasius Bapa merupakan sumber inspirasi yang mengalir tiada henti bagi Melchias Markus Mekeng.

Blasius Bapa adalah mentor politik Melky Mekeng sejak muda usia. Melky sering diajak ayahnya mengikuti rapat-rapat organisasi sosial dan politik. 

Dari sana tumbuh kecintaannya pada jagat politik yang melambungkan namanya hingga kini.

Sebagai ayah, Melky Mekeng melukiskan Josef Blasius Bapa sebagai sosok yang sangat humanis.

"Ayah saya ini orang yang sangat humanis, selalu jatuh hati pada orang kecil yang susah," kata Melky Mekeng kepada Pos Kupang, Selasa (27/12/2023).

Blasius Bapa juga mengajarkan anak-anaknya agar tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya. Tak boleh mudah patah semangat.

"(Beliau) mengajarkan hidup yang tidak boleh mengambil yang bukan haknya, pantang mwnyerah dalam keadaan sulit apapun," kata Melky Mekeng.

Satu lagi pesan hidup yang sangat mendalam. Dalam hidup bermasyarakat, Josef Blasius Bapa berulangkali mengingatkan Melky Mekeng agar usahakan hadir kalau ada undangan dari orang baik untuk kesukaan maupun kedukaan.

"Dia selalu membina komunikasi dengan siapapun yang dia kenal baik di dalam negeri maupun luar negri, jadi kemanapun dia pergi selalu ada temannya," kata Melky Mekeng.

Melky Mekeng mengatakan, sang ayah berpulang setelah "menunggu" dia merayakan usia 60 tahun pada 8 Desember lalu serta menerima penghargaan dari Pos Kupang.

"Almarhum menunggu usia saya 60 (tahun) pada tanggal 8 Desember dan menyaksikan penerimaan Pos Kupang Award," kata Melky Mekeng.

Josef Blasius Bapa adalah tokoh bangsa yang sarat pengalaman di bidang politik dan kemasyarakatan. 

Ayah Melky Mekeng itu merupakan aktivis Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di paruh akhir 1970-an. 

Sebelumnya Blasius Bapa aktif di Partai Katolik  yang fusi ke PDI setelah pemerintahan Orde Baru melahirkan kebijakan menyederhanakan partai politik.

Blasius Bapa pernah merasakan dan terlibat aktif dalam dinamika politik era Orde Lama, Orde Baru dan teranyar di Era Reformasi. 

Mantan anggota MPR ini merupakan anak bangsa yang menjadi saksi sejarah kepemimpinan Indonesia sejak masa Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo saat ini.

Josef Blasius Bapa merupakan  pendiri organisasi paguyuban  Keluarga Besar Maumere Jakarta Raya (KBM Jaya).

Menjelang Paskah  2023, Blasius Bapa secara khusus berpesan kepada warga KBM Jaya agar tidak berafiliasi ke partai politik manapun tapi anggotanya boleh berpolitik. 

Dia mengingatkan bahwa KBM Jaya bukan partai politik tapi organisasi sosial wadah orang Maumere di Jakarta dan sekitarnya berhimpun membagi suka dan duka dalam bingkai kekeluargaan. 

"Saya berharap agar Keluarga Besar  Maumere Jakarta Raya (KBM)  sebagai sebuah paguyuban kekeluargaan, harus tetap solid, tetap kuat, tetap harmonis, tetap solider serta saling mengasihi dan menyanyangi satu sama lain," pesan Blasius Bapa dalam rilis yang disiarkan Pos-Kupang.com 9 April 2023.

"Kita yang berada di dalam paguyuban KBM Jaya sebagai keluarga harus saling menyapa, menginformasikan kemana kita berparpol, agar kita tetap dalam satu koordinasi, di dalam satu kekuatan untuk membangun KBM Jaya agar tetap jaya," kata ayah Melky Mekeng ini.

Kepulangan Blasius Bapa membuat KBM Jaya dan seluruh masyarakat Flobamora kehilangan tokoh panutan dan sesepuh. 

Jenazah Josef Blasius Bapa menurut rencana diterbangkan ke Maumere, Kabupaten Sikka dan dimakamkan di Kewapante pada Kamis, 28 Desember 2023. 

Selamat jalan Bapak Josef Blasius Bapa. Bahagia kekal di sisiNya. Jasa dan budi baikmu kami kenang selalu. (*)

Pos Kupang.com, 26 Desember 20203

Purnabakti

 


Saya dan Mas Surnarko di Mataram, 4 Sept 2023
Pada suatu titik waktu saya pernah selevel dengan mereka. Selevel dalam hal tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin redaksi unit media naungan Tribun Network-Kompas Gramedia.

Medio 2023 satu per satu mereka mengucapkan sayonara kepada Tribun Network karena sudah tiba saatnya untuk purnabakti.

Meski pensiun sebagai karyawan adalah hukum natur tetap saja saya merasa agak terkejut. Kaget bahwa saya pun tidak akan lama lagi menyandang NIK alias nomor induk karyawan Tribun Network- Kompas Gramedia.

Sampai bulan September 2023, empat saudaraku pensiun.  Paling awal pamit dari Grup WA Pemimpin Redaksi adalah Mbak Wenny Ramdiastuti. 

Mbak Wenny terakhir menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel-Sriwijaya Post di Palembang, Sumatera Selatan.

Dengan pensiunnya Mbak Wennya, maka sekarang tidak ada lagi perempuan yang menjabat pemimpin redaksi di lingkungan Tribun.

Mbak Wenny menyusul Mbak Hasanah Samhudi yang pensiun lebih dahulu setahun.

Setelah Mbak, Wenny tidak lama berselang Mas Bechi, tepatnya Achmad Subechi mengucapkan selamat tinggal karena telah memasuki masa pensiun. 

Mas Bechi pernah menjadi pemimpin redaksi Tribun Kaltim, Kompas.com dan Warta Kota. Mas Bechi meniti karier di harian Surya, Surabaya lalu ke Jakarta mengelola Tabloid dan lain-lain.

Nah bulan September 2023,  dua orang lagi saudaraku satu leting yang pensiun yaitu Mas Sunarko dan Kang Cecep Burdansyah.

Mas Surnako terakhir menjabat Pemimpin Redaksi Tribun Bali selama 10 tahun. Sejak awal terbit Tribun Bali, Mas Narko adalah pemimpin redaksi. 

Estafet kepemimpinan sekarang diserahkan kepada Bli Komang Agus Ruspawan.

Mas Narko sebelum ke Bali menjadi pemimpin redaksi Harian Surya di Surabaya dan Harian Tribun Jogja di Yogyakarta.

Mas Narko resmi pensiun per 1 September 2023. Selanjutnta pada 23 September 2023, Kang Cecep Burdansyah pensiun.

Kang Cecep lama menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Tribun Jabar di Bandung. Dari Bandung, Kang Cecep ke Semarang menjadi Pemimpin Redaksi Tribun Jateng.

Dari empat orang tersebut, Mbak Wenny, Mas Bechi dan Kang Cecep purnabakti pada usia 60 tahun. Sedangkan Mas Narko mengambil pensiun dini pada usia 54 tahun. 

Dari sisi aturan perusahaan, Mas Narko sebenarnya baru pensiun tahun 2029. Tapi beliau memilih opsi pensiun lebih awal.

Sebelum ini seniorku yang lebih dulu pensiun adalah Yusran Pare (Tribun Jabar, Banjarmasin Post, Tribun Jateng), kemudian Richard Nainggolan (Tribun Manado, Tribun Batam), dan  Andi Asmadi (Tribun Lampung)

Saat ini para pemimpin redaksi umumnya mereka yang jauh lebih muda. Memang sudah semestinya demikian. (*)

Mataram, 4 September 2023

Achmad Subechi Sang Pionir

 


Achmad Subechi (kanan)

"Saya memiliki seorang teman di Tribun Network, Mas Bechi. Achmad Subechi namanya. Saya kenal waktu tugas di Kalimantan." 

 Demikian dikatakan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Agus Bhakti saat berbincang santai dengan saya seusai podcast di Studio TribunLombok.com di Mataram, 7 September 2023. Brigjen TNI Agus Bhakti adalah Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti. Jenderal kelahiran Bandung itu memimpin Korem yang wilayahnya mencakup seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 27 Juni 2023. 

 Kantor kami di Kota Mataram hanya berjarak selemparan batu, berseberangan jalan. Kami tetangga dekat. Ketika beliau bercerita tentang sosok Achmad Subechi, pembicaraan kami makin asyik karena Mas Bechi merupakan senior sekaligus kolega saya juga selama puluhan tahun. Pak Agus Bhakti pernah mengemban tugas sebagai Komandan Kodim Dandim 0910/Malinau, Kalimantan Utara. 

Di sana mereka bertemu. Kala itu Mas Bechi menjadi pemimpin redaksi Harian Tribun Kaltim yang wilayah kerjanya sampai Kalimantan Utara. "Mas Bechi merupakan sosok yang hangat, teman diskusi yang baik," kata Agus Bhakti. 

 Segera setelah Danrem pamit kembali ke kantornya, saya kirimi Mas Bechi foto bersama Pak Agus Bhakti.

 "Mas Bechi dapat salam dari Danrem 162 Wira Bhakti. Masih ingat?" Spontan dijawabnya via WA: "Ingat Dion. Udah jenderal ya? Alhamdulilah. Semoga Pak Agus makin sukses di NTB." 

 Tak lupa Mas Bechi yang terakhir menjadi pemimpin Redaksi Warta Kota (Jakarta) mendoakan kesuksesan menyertai kami di TribunLombok.com, portal berita yang belum genap 2 tahun usianya. 

 Achmad Subechi purna bakti sebagai jurnalis Tribun Network medio tahun ini. Hampir bersamaan dengan Kang Cecep Burdansyah, mantan Pemimpin Redaksi Tribun Jabar dan Tribun Jateng. 

 Dia merupakan seorang di antara jurnalis pionir di lingkungan Tribun Network Kompas Gramedia atau yang dulu lebih dikenal sebagai Persda. Mas Bechi bergabung dengan Harian Surya (Surabaya) tahun 1989 seangkatan dengan Mas Febby Mahendera Putra, kini Direktur Pemberitaan Tribun Network. 

 Pertama kali saya mengenalnya tahun 1992 saat Mas Bechi meliput bencana gempa dan tsunami di Pulau Flores. Bencana dahsyat yang menelan korban jiwa lebih dari 2.000 orang itu terjadi 12 Desember 1992 atau baru dua pekan Pos Kupang lahir sebagai koran pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 Sebagai wartawan baru, kami belajar banyak dari Mas Bechi. Jurnalis gesit, cerdas dan cepat bergaul dengan siapa saja. Ngotot menembus narasumber tersulit sekalipun. Liputan lapangannya detail dan komperehensif. Komplet.

 Garapan sisi human interestnya menggugah hati. Berminggu-minggu Harian Surya laris manis berkat laporan Mas Bechi dari Maumere Flores. Dia termasuk jurnalis pertama yang melihat Pulau Babi porak-poranda dilanda tsunami, dan ratusan jasad masih tergeletak sana. Sejak 1992 itu pertemanan dengan Mas Bechi terus berlanjut. 

Banyak nian momen kebersamaan kami sebagai sesama awak Persda - Tribun Network. Kami pernah sama-sama pening kepala ketika "disekolahkan" di Prasetiya Mulya Business School Jakarta, dan masih banyak lagi kesempatan bersama. Suatu saat saya ke rumahnya di Jakarta. Dia jamu makan yang enak. 

"Dion, terima kasih sudah berkunjung ke rumah saya," katanya. Kreatif Persis dikatakan Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen Agus Bhakti, Mas Bechi merupakan teman diskusi yang baik. Dia sangat antusias kalau mendiskusikan suatu topik. 

Idenya mengalir dan kerap out of the box. Kreatif. Unik. Tahun 1996 Mas Bechi bertugas sebagai wartawan Harian Surya biro Jakarta bersama rekan-rekannya. 

 Merekalah pionir yang menghadirkan konten berita dan foto yang didistribusikan untuk kebutuhan seluruh koran daerah Kompas Gramedia termasuk Harian Pos Kupang, tempat saya mengabdi sejak 1992. Karya jurnalistik Mas Bechi dkk dari Jakarta menjadi pembeda. 

Nilai lebih bagi koran daerah seperti Serambi Indonesia, Swirajaya Post, Pos Kupang, Harian Surya dan lainnya. Tahun 2003 PT Indopersda mulai menerbitkan koran (dan selanjutnya media online) dengan brand Tribun. 

 Tribun Kaltim menjadi anak sulung. Koran itu berbasis di Balikpapan, kota industri paling dinamis di Kalimantan Timur. Arek Suroboyo ini kembali menjadi pionir ketika Tribun Kaltim sedang bertumbuh. 

 Dia meneruskan kepemimpinan pada masa awal media tersebut setelah Mas Uki M Kurdi mendapat tugas baru dari pemimpin Persda, Om Herman Darmo. Sejak itu Tribun terus berbiak dan bertumbuh. 

Hadir di berbagai daerah. Hingga 2023 Tribun Network telah hadir di 35 dari 38 provinsi Indonesia, berkekuatan 21 koran dan 69 portal berita online. Mas Bechi tak hanya berkiprah di lingkungan Persda (Tribun). 

 Berkat pengalaman dan kemampuan manajerialnya Mas Bechi bahkan sempat mendapat kepercayaan sebagai pemimpin redaksi Kompas.com. Hari ini Minggu 3 Desember 2023, kami keluarga besar Tribun Network terguncang. Air mata mengalir. Sang pionir itu berpulang. Innalillahi wa innailahirojiun 

 "Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan kepadaNya kita akan kembali." Mas Bechi, selamat jalan. Beristirahatlah dalam damai dan kasih Tuhan. *

Praya

 


Gerimis masih menari bersama angin siang itu ketika saya menginjakkan kaki di Praya.

Lombok basah di ujung Oktober 2021. Bumi Sasak, akhirnya saya kembali menemuimu setelah terakhir 2016.

Tugas berkarya di Grup Kompas Gramedia  mengantarku ke sini, pulau seribu masjid. 

Saya terbang bersama Wings dari pulau tetangga Bali 20 Oktober 2021. Tak sampai 40 menit. Bali-Lombok begitu dekat. Tetangga rapat.

Pertama ke sini tahun 1992 saat masih remaja. Saya mahasiswa kala itu,  dalam perjalanan pulang Jakarta-Labuan Bajo naik bus PO Jawa Baru.

Kedua tahun 2009. Ketiga tahun 2016 saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pantai Kuta Mandalika yang masih perawan.

Lima tahun kemudian pantai selatan Lombok itu berubah wah lewat kehadiran Sirkuit Mandalika.

Ya, saya ke sini di saat demam Sirkuit Mandalika mulai membara. Sebulan lagi akan bergulir kejuaraan World Superbike atau WSBK dan empat bulan kemudian MotoGP Mandalika perdana, Maret 2022.

Saya akan menjadi saksi sejarah demam MotoGP di bumi Nusantara.

Tugas di Pulau ini tidak ringan. Merintis lahirnya TribunLombok.com, portal berita ke-60 Tribun Network yang akan melayani masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Di Bandara Internasional Lombok saya sudah ditunggu Mas Arya dan Anton, dua kru TVRI NTB. 

Kebaikan hati mereka adalah tanda betapa kebaikan selalu berbuah kebaikan yang berlipat ganda. Jauh dari yang engkau bayangkan.

Lombok, terimalah aku. Gunung Rinjani yang cantik, peluklah daku bersama kasihmu. 

Tabe

@catatan harianku

DDBP 

Menguap dalam 60 Detik

Argentina juara Piala Dunia 2022

Catatan  Dion DB Putra

TRIBUNLOMBOK.COM -  Pesta sepak  bola hampir sebulan penuh di negara Teluk berakhir mengesankan. Lusail memamerkan laga final terbaik sepanjang sejarah.

Sebagai jurnalis yang doyan menulis olahraga khususnya sepak bola, saya beruntung tidak melewatkan pertandingan final Piala Dunia sejak  USA 1994. Setidaknya melalui siaran langsung  televisi.

Final Qatar 2022 merupakan edisi kedelapan. Final yang paling mengesankan.  Bagi saya tak ada final FIFA World Cup sejak 1994  yang lebih menggetarkan hati  dibandingkan duel  Argentina vs Prancis di Lusail hari Minggu 18 Desember 2022.

Mungkin tuan dan puan berpendapat senada. Bisa dibilang inilah satu di antara sedikit laga final Piala Dunia terbaik sejak kompetisi ini bergulir di Uruguay 1930.

Final Piala Dunia 1994  sangat monoton hingga Brasil menang untung-untungan atas Italia lewat adu penalti 3-2. 

Roberto Baggio menangis karena dewi fortuna menjauh dari tim Gli Azzurri yang tampil lebih apik sejak fase penyisihan grup.

Final empat tahun berikutnya di Kota Paris yang romantis, Brasil begitu tak berdaya melawan Zinedine Zidane dan kawan-kawan di babak final Piala Dunia 13 Juli 1998.

Prancis menang telak  3-0.  Brasil laksana macan ompong.  Zidane mencetak dua gol dan satu gol persembahan Emanuel Petit.

Tanggal 30 Juni 2002, tim nasional  Brasil meraih trofi kelima Piala Dunia setelah menumbangkan Jerman 2-0 di final. 

Si gigi kelinci  Ronaldo  Luís Nazário de Lima memborong gol Brasil menit ke-67 dan 79. Final tanpa drama menegangkan.

Babak final Piala Dunia 2006 antara Italia vs Prancis   di Stadion Olimpiade Berlin lebih tak elok lagi. Final brutal dan tak sedap dipandang mata.

Selain ternoda  tandukan Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi, duel selama 120 menit yang berakhir 1-1 jauh dari menghibur. Italia akhirnya meraih trofi keempat Piala Dunia setelah menang adu penalti 5-3.

Final Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2014 setali tiga uang. Hanya tercipta satu gol dalam pertandingan yang membosankan penonton selama dua jam.

Pada 12 Juli 2010 di Afrika Selatan, Spanyol meraih trofi pertama Piala Dunia setelah membekuk Belanda 1-0 lewat gol Andres Iniesta menit ke-116. 

Situasi serupa terulang empat tahun kemudian di Brasil saat Jerman bersua Argentina di final 14 Juli 2014. 

Jerman mengemas trofi  keempat Piala Dunia -- menyamai rekor Italia --  setelah menang 1-0 atas Tim Tango hasil sontekan Mario Gotze pada menit ke-113.

Empat tahun silam di Rusia 2018  jauh lebih atraktif. Tercipta enam gol dalam waktu 90 menit saat Prancis mengubur mimpi Kroasia 4-2.

Dalam pertandingan di  Stadion Luzhniki, Moskow 15 Juli 2018, Kylian Mbappe menyumbang satu gol untuk Prancis di menit ke-65. 

Gol Les Bleus lainnya dicetak Paul Pogba menit ke-59, Antoine Griezmann menit ke-38 (penalti) dan gol bunuh diri pemain Kroasia, Mario Mandzukic menit ke-18.

Adapun dua gol balasan Kroasia persembahan Ivan Perizic (18) dan Mario Mandzukic menit ke-69.

Final di Lusail hari Minggu 18 Desember 2022 tidak hanya aktraktif.  Pemain  Argentina dan Prancis menari-nari,  memaksa penonton tak berkedip matanya selama 120 menit.

Kedua tim  mencetak gol seperti berbalas pantun. Argentina unggul lebih dulu 2-0 di babak pertama. Disamakan Prancis menjadi 2-2 saat laga tersisa 10 menit.

Di babak extra time Argentina kembali unggul 3-2 kemudian buyar hanya dua menit menjelang wasit meniup peluit panjang. 

Adu penalti menjadi pilihan akhir. Di titik ini Lionel Messi dan kawan-kawan lebih siap mental dan fisik. Mereka menang 4-2.

 Tim nasional Argentina sukses meraih trofi ketiga Piala Dunia setelah 1978 dan 1986.  Karier sang kapten, Lionel Messi pun sempurna. 

Gelar Piala Dunia 2022 membawa Lionel Messi berada di puncak dunia dan abadi sebagai seorang pesepak bola terbaik dalam sejarah bola.

Boleh jadi tidak lama lagi Lionel Messi akan  pensiun dari tim nasional. Trofi Piala Dunia 2022 menjadi warisan kekal bagi tanah air yang dicintainya, Argentina. 

Bagi La Pulga, julukan Lionel Messi, juara Piala Dunia 2022 merupakan trofi ke-39 selama karier profesionalnya yang menawan sejak usia belia. Semua simbol terbaik di ladang sepak bola sejagat sudah dia raih.

Lionel  Messi layak disanjung  lebih baik daripada pemain seangkatannya asal Portugal, Cristiano Ronaldo yang kandas bersama timnya di babak perempat final melawan Maroko.

Menguap dalam 60 detik

Pelatih Prancis Didier Deschamps membuka pertarungan final di Stadion Lusail lewat skema klasik 4-3-3. 

Di lini belakang dia menempatkan Jules Kounde,  Raphael Varane, Dayot Upamecano dan Theo Hernandez.

Antoine Griezmann mengkoordinir lini tengah bersama Aurelien Tchouameni,  Adrien Rabiot, dan Ousmane Dembele.  Olivier Giroud dan Kylian Mbappe berduet di depan.

Deschamps menampilkan Prancis yang ekstra hati-hati sebagaimana cara mereka menghabisi Inggris dan Maroko di perempat final dan semifinal. 

Pasukan Si Biru cenderung menanti Argentina masuk menyerang terlebih dahulu. 

Sebaliknya tim asuhan Lionel Scaloni  dalam skema 4-4-2 tidak mengubah wajah eloknya yang agresif.  Scaloni secara mengejutkan menurunkan Angel Di Maria sejak menit awal.

Di pilar  pertahanan formasi paten yaitu  kuartet Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, dan Nicolas Tagliafico.

Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister bergerilia di blok tengah bersama Angel Di Maria. Tugas mereka mendukung Lionel Messi dan Julian Alvarez.

Messi memimpin Argentina membungkam  Prancis.  Pemain bernomor punggung 10 itu membuka keran gol  dari titik  penalti  pada menit ke-23. Sepakan 12 pas adalah hadiah bagi Argentina setelah Di Maria dilanggar dalam kotak terlarang.

Itu merupakan  gol penalti keempat Lionel Messi di Piala Dunia 2022 dari lima kesempatan. Lionel Messi mengakhiri pesta bola Qatar 2022 dengan koleksi tujuh gol.

Messi juga berperan saat tercipta gol kedua Argentina dari kaki  Angel Di Maria pada menit ke-36.

Lionel Messi menginisiasi transisi serangan La Albiceleste melalui operan satu sentuhan kepada Julian Alvarez di tengah lapangan. 

Alvarez memberikan umpan manja kepada Di Maria yang dengan mudah mengecoh kiper Hugo Lloris. Tertinggal dua gol, Didier Deschamps merepons lewat pergantian dua pemain sekaligus pada menit ke-41.

Ousmane Dembele diganti Randal Kolo Muani dan Marcus Thuram masuk menggantikan posisi Olivier Giroud. Argentina unggul 2-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Argentina tetap mendominasi jalannya pertandingan. Mereka terus menggempur untuk menambah gol.

Saat pertandingan tersisa 10 menit dan orang mulai berpikir Argentina menang, bintang Prancis Kylian Mbappe mengubah jalan cerita. Drama menegangkan berawal dari sini.

Keunggulan Argentina menguap ke langit Lusail hanya dalam waktu 60 detik di penghujung babak kedua.  

Kylian Mbappe memborong dua gol pada menit ke-80 dan ke-81. Pendukung Prancis yang diam seribu bahasa sontak  berdendang ria.

Gol pertama Mbappe dari titik putih. Gol kedua tercipta begitu indah hasil tembakan anak muda berusia 23 tahun itu jarak dekat yang membuat  Emiliano Martinez meringis.

Drama terulang di masa perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Lionel Messi memperlihatkan kelas kebintangannya saat dia  mencetak gol pada menit ke-108. Argentina unggul 3-2.

Namun, keunggulan tersebut menguap lagi 120 detik menjelang wasit berkepala plontos asal Polandia,  Szymon Marciniak meniup peluit akhir.

Kylian Mbappe  mencetak hattrick. Dia kembali mengukir dari titik penalti.  Skor imbang 3-3.  

Ketegangan tidak hanya memuncak di Stadion Lusail. Dunia ikut berdebar menanti siapa pemenang pesta Qatar 2022.

Kemenangan Argentina berkat sukses empat eksekutor penalti, yaitu  Lionel Messi, Paulo Dybala, Leandro Paredes, dan Gonzalo Montiel.  

Prancis hanya menghasilkan gol melalui Kylian Mbappe dan Randal Kolo Muani.  Sedangkan Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni gagal menjebol gawang Martinez. 

Kylian Mbappe luar biasa. Tiga dari empat golnya malam itu ke gawangArgentina dia cetak dari titik penalti. Dia tampil begitu dingin, tenang dan meyakinkan. 

Benar-benar seorang bintang bola yang sudah merasakan trofi juara Piala Dunia dalam usia masih 18 tahun.

Tak pelak lagi Lionel Messi dan Kylian Mbappe adalah pemimpin orkestra final Piala Dunia 2022. Dua bintang beda usia yang sungguh memukau dunia.

Legenda Inggris Alan Shearer memuji.  "Terima kasih Messi dan Mbappe. Argentina terus berjuang, mentalitas Prancis yang terus yakin mengejar ketingggalan. Sungguh luar biasa," kata Alan Shearer.

Gelar Piala Dunia 2022 itu terasa lebih manis karena Lionel Messi kini sejajar dengan Mario Kempes dan Diego Maradona, dua bintang sepak bola Argentina 1978 dan 1986. 

Karier Lionel  Messi bersama La Albiceleste malah  lebih sempurna daripada dua pendahulunya lantaran telah menghadirkan trofi Piala Dunia U20, Copa America, Piala Dunia, serta medali emas Olimpiade.

Messi yang telah menjalani lima Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, 2022) kini mengoleksi 12 gol dan tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di turnamen terakbar. 

Pemain  kelahiran Kota Rosasio, Argentina, 35 tahun lalu ini penampilan terbanyak di Piala Dunia dengan 26 laga yang melampaui legenda Jerman, Lothar Matthaus.

Messi juga menjadi pemain pertama di Piala Dunia yang mengkreasikan 20 gol (12 gol dan delapan asisst). Dia melewati rekor Miroslav Klose (16 gol dan tiga asisst) dan Ronaldo Nazario (15 gol dan empat asisst).

Sukacita Natal dan Tahun Baru

Sukses Argentina di Piala Dunia 2022 sungguh membawa kebahagiaan bagi rakyat Argentina yang kini terjerat krisis ekonomi. Setidaknya mereka boleh merayakan sukacita menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sukacita tersebut tersembul indah antara lain terlihat  di kawasan  Obelisk, jantung ibu kota Buenos Aires,  pada hari  Minggu 18 Desember 2022. 

Manusia menyemut di sana. Laporan media menyebutkan, jutaan warga Argentina memadati jalanan ibu kota Buenos Aires begitu Argentina menang 4-2 dalam adu penalti.

Di Rosario, kampung halaman Messi dan Angel Di Maria,  para penggemar tim saingan Newell's Old Boys dan Rosario Central mengubur perbedaan mereka pada level klub. Mereka sama-sama merayakan kemenangan.

"Tim nasional menyatukan semua orang. Bisa dilihat penggemar Central dan Newell berpelukan dan bernyanyi. Itu hal terindah yang pernah ada," kata Nahuel Cantero (21), seorang  warga setempat.

Para pemain tim nasional Argentina dijadwalkan tiba di Argentina, Senin malam waktu setempat, 19 Desember 2022. 

Rangkaian perayaan dan parade sudah menanti kepulangan para pahlawan itu pada Selasa 20 Desember 2022.

Bagaimana Prancis? Tentu saja kekalahan di final melawan Argentina sangat menyakitkan Hugo Lloris dan kawan-kawan.

Si Biru gagal mempertahankan gelar juara yang  sudah di depan mata gara-gara tidak semua algojo penalti siap menanggung tekanan mental.

Apapun hasil akhir final Piala Dunia 2022,  dunia bersyukur memiliki anak bola jenius dan rendah hati seperti  Messi dan Mbappe.

Kalaupun Messi pensiun, dunia tak perlu galau dan baper. Toh sudah ada Mbappe yang kepiawaiannya nomor wahid.  Masa depannya di ladang bola masih panjang amat.

Begitulah hukum alam. Anak bola selalu lahir di zamannya. Messi pergi datanglah Mbappe.

Salut untuk  Messi dan Mbappe, dua sahabat di klub Paris Saint-Germain. Terima Argentina dan Prancis yang telah menghibur dunia.

Danke, sepak bola! (*)

Sumber: Tribun Lombok


Ajaran Bola Didier Decshamps

Didier Deschamps

Catatan  Dion DB Putra

TRIBUNLOMBOK.COM, DOHA - Juara bertahan Piala Dunia, Prancis tinggal sejengkal akan menyamai pencapaian Italia dan Brasil. Sukses mempertahankan trofi Piala Dunia.

Italia menorehkan rekor tersebut di Piala Dunia 1938 di Prancis, sedangkan Brasil mempertahankan gelar di Piala Dunia 1962 di Chile.

Mampukah tim asuhan Didier Deschamps mewujudkan malam ini? 

Bukan mustahil.  Kapten tim berjulukan Si Biru (Les Bleus) di Piala Dunia 1998 tersebut, punya modal untuk merealisasikannya di Qatar, Minggu malam 18 Desember 2022.

Didier Deschamps adalah tipe pelatih yang akan melakukan segala cara halal sesuai rule of the game demi mencetak kemenangan. 

Prinsip  itu selalu dia junjung tinggi.  Mantan bintang klub Juventus Italia tersebut bisa menerapkan strategi sangat menyerang. Pada kondisi tertentu dia bahkan bisa parkir bus.

Didier Deschamps sudah mempraktikkan jurus tersebut dalam pesta bola Qatar 2022.

Tuan dan puan pastilah telah melihat bagaimana dalam dua pertandingan teranyar, Kylian Mbappe dan kawan-kawan bermain seadanya tapi sukses besar.

Sang arsitek Les Bleus tak menyesal mengorbankan wajah elok Prancis yang atraktif  menghibur,  termasuk saat menekuk Maroko 2-0 di babak semifinal  Rabu malam  14 Desember 2022.

Pada Rabu malam atau Kamis dini hari WITA (15/12/2022) di Stadion Al Bayt, Kota Al Khor,  Prancis laksana berlayar dalam kepungan badai serangan Maroko.

Mereka tampil jauh dari ciri khasnya yang hebat, tetapi menarik hati pula bahwa pasukan Prancis tidak membuat kesalahan fatal. 

Skuat Didier Deschamps memilih bermain efektif. Sabar menanti serangan bergelombang Maroko, melihat celah lalu menikam jantung lawan pada saat yang tepat. 

Tak ada tim semewah Prancis di Piala Dunia 2022.  Mereka memiliki pemain  berkualitas terbaik di semua lini mulai dari kiper hingga ujung tombak. 

Melawan Maroko, permainan sederhana dari skuad mewah bhineka tunggal ika tersebut cukup untuk mengantar Prancis kembali ke partai puncak dua kali berturut-turut. 

Dunia harus angkat topi bahwa dalam empat tahun terakhir Prancis adalah tim nasional terbaik sejagat.

”Laga tadi sama sekali tidak mudah, tetapi kami berhasil menunjukkan kualitas, pengalaman, dan spirit tim,” kata Deschamps setelah pertandingan.

Ajaran Didier Deschamps

Cara bermain Prancis sontak  berubah sejak  melawan Inggris di babak perempat final yang dimenangkan Les Bleus 2-1.

Melawan Hary Kane dan kawan-kawan sama sekali tidak terlihat pemainan dominan dan sangat ofensif dari formasi 4-2-3-1 kesukaan Deschamps  demi memaksimalkan bakat hebat megabintang Kylian Mbappe.

Prancis bermain ekstra hati-hati.  Justru sengaja memancing lawan keluar dari sarangnya. Inggris dan Maroko terpancing taktik tersebut dan mereka keok.

Sangat mungkin Didier Deschanps akan menerapkan strategi yang sama melawan Argentina di babak final, Minggu malam 18 Desember 2022 mulai pukul 22.00 WITA.

Prancis akan memberikan kesempatan kepada Lionel Messi dkk menyerang. Pada saat yang tepat mereka berbalik menggempur memanfaatkan transisi pemain yang jitu.

Cara Prancis mengalahkan Maroko bisa terulang.  Setelah unggul 1-0 lewat gol bek sayap Theo Hernandez pada menit ke-5, para pemain Prancis pasif menunggu serangan Maroko dengan blok medium. 

Gelandang serang sekaliber  Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele bahkan turun jauh membantu lini pertahanan.

Data statistik pertandingan menunjukkan, penguasaan bola Prancis melawan Maroko turun drastis. Hanya 39 persen. 

Gol kedua Prancis pada menit ke-79 dari kaki Randal Kolo Muani hasil serangan balik memanfaatkan kelengahan pemain Maroko yang tak henti menggempur tapi lupa bertahan.

Hakim Ziyech dan kawan-kawan yang menari-menari menyerang malam itu tak sanggup mencetak satu gol pun ke gawang Hugo Lloris. Singa Atlas berhenti mengaum. Kejutan Maroko berakhir. 

Beberapa  pengamat sepak bola memang mengeritik pilihan taktik Didier. Sebagai tim juara bertahan yang unggul jauh kualitas pemain, cara itu mestinya tidak perlu dipakai.

Akan tetapi Didier  Deschamps tetap pada prinsipnya. Tujuan utama adalah  kemenangan. Pragmatisme sudah menjadi tuntutan pasar sepak bola modern.

Wajah pragmatis sebenarnya menjadi ciri khas Si Biru sejak di Rusia 2018. Mereka mengandalkan serangan balik dengan formasi 4-4-2. 

Ajaran bola Deschamps adalah Kylian Mbappe dkk harus rela menderita bersama dikepung musuh sampai mendapat kesempatan dalam transisi serangan balik.

Percuma bermain indah tapi kandas. Brasil bermain indah, eh malah gagal melawan Krosia.  Spanyol dan Portugal juga sama nasibnya di Qatar 2022.

Didier Deschamps belajar banyak dari kejatuhan Spanyol dan Portugal. Kedua tim bermaterikan pemain  top  terjebak perangkap Maroko. 

Spanyol dan Portugal  menguasai bola selama  mungkin sehingga menekan agresif lawan. Malah mereka dipatuk serangan balik  Maroko yang terorganisasir mematikan.

Piala Dunia 2022 di Qatar menyembulkan  fakta unik menggemaskan. Melawan teori bapak sepak bola modern asal Belanda, Johan Cruyff.

Bintang Belanda di Piala Dunia 1974 dan 1978 itu  tim yang dominan menguasai bola memiliki peluang menang lebih besar. Keyakinan Cryuff ternyata tidak tampak  dalam pesta bola di Qatar 2022.

Kroasia dan Maroko  sama-sama mendominasi penguasaan bola saat melawan Argentina dan Prancis. Tapi mereka tumbang,

Melawan Argentina, Kroasia menguasai  bola hingga 60 persen. Namun, Kroasia justru takluk 0-3 dari Lionel Messi dan rekan-rekan. Maroko pun demikian nasibnya.

”Percuma jika menguasai bola, tetapi tidak efektif. Kami datang untuk menang, bukan memegang bola lebih lama,” ujar Pelatih Maroko Walid Regragui.

Walid terpancing gaya bermain Prancis di semifinal. Maroko lebih lama menguasai namun tidak efektif menghasilkan gol.

Prancis saat menjuarai Piala Dunia Rusia 2018 menguasai  bola hanya sekitar 48 persen. Artinya Prancis bukan yang sangat menyerang seperti Argentina, Brasil, Spanyol, Inggris atau Belanda.

Piala Dunia 2022 membutikan penguasaan bola bukan jaminan berjaya. Mengutip laporan Kompas, di Qatar 2022, hanya sembilan dari 15 tim dengan penguasaan di atas 51 persen yang lolos ke fase gugur. 

Tim Panser  Jerman dan Denmark yang mencatat penguasaan 59,8 persen tidak lolos. Adapun enam tim dengan penguasaan di bawah 38 persen justru lolos, antara lain Maroko dan Jepang.

Spanyol, tim dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi, 76,8 persen, paling mencerminkan tidak ada yang lebih penting daripada efektivitas mencetak gol.

Didier Deschamps, gelandang bertahan terbaik pada zamannya, paham betul cara untuk menang atas lawan-lawannya termasuk  Argentina.  

Tidak penting amat menguasai bola selama mungkin. Ajaran  bolanya sederhana,  siap menderita dulu dikepung baru berbalik mematuk.  Mirip gaya bertarung ayam jago bukan?

Begitulah sekilas tentang Didier Deschamps. Di ajang Piala Dunia, tidak ada pria Prancis lain yang lebih akrab dengan kemenangan dibandingkan dirinya. 

Prancis sudah empat kali lolos ke final Piala Dunia. Deschamps tiga kali berada di dalamnya, sekali sebagai kapten tim (1998) dan dua kali sebagai pelatih (2018 dan 2022). Luar biasa.

Bagaimana caranya melawan Argentina beberapa jam lagi?  Mari kita nantikan bersama. 

Salam bola! (*)

Sumber: Tribun Lombok

Membasuh Duka Argentina

Fans Argentina

Catatan  Dion DB Putra

TRIBUNLOMBOK.COM, DOHA - Pesta pora  sudah terlihat di Buenos Aires, 13 Desember 2022. Padahal timnas Argentina belum mendapat apapun dari pesta bola Qatar 2022. Trofi juara masih jauh.

Dalam tayangan video yang beredar luas maupun laporan televisi, pada hari Selasa itu, ratusan ribu orang Argentina menyemut di  kawasan Obelisk,  jantung ibu kota Buenos Aires.

Mereka berdendang berdansa. Bersukaria merayakan keberhasilan Lionel Messi dan kawan-kawan  menang 3-0 atas Kroasia di semifinal Piala Dunia Qatar 2022.

Argentina yang tersandung malu  pada laga perdana melawan Arab Saudi, akhirnya  lolos ke final.  

Sukacita mencabik langit negeri Tango.  Senyum bergulung-gulung menembus hingga pelosok terjauh negara terluas kedelapan di dunia tersebut.

Ratusan ribu warga Buenos Aires berjingkrak ria. Gembira tak terkira, sepak bola menghibur mereka  di tengah krisis ekonomi yang mencekik.

Ya, laporan media termasuk kantor berita ternama AP dan Reuters, terang menyebut  sukses tim nasional sepak bola Argentina sejauh ini di Piala Dunia 2022 membuat rakyat negeri Latin Amerika tersebut melupakan sejenak beban hidup.

Dari 47 juta penduduk Argentina (2022), jumlah warga miskin masih di atas angka 20 persen dari total populasi. Tergolong tinggi.

Mengutip laporan kompas.id  pada 17 Desember 2022, kondisi dalam negeri Argentina tidak sedang baik-baik saja.

Setahun terakhir, inflasi komoditas barang dan jasa di negara yang bertetangga dengan Brasil itu menyentuh angka  88 persen. Belum ada sinyal  inflasi bakal melambat.

Dalam kondisi sulit dan inflasi, hanya sebagian kecil rakyat Argentina yang mampu terbang ke Qatar untuk mendukung Albiceleste secara langsung di dalam stadion. 

Maklum, harga tiket menonton satu pertandingan di Qatar 2022 sangat mahal buat kantong kebanyakan warga Argentina.  

Sekadar misal, untuk duel final Argentina vs Prancis, misalnya, harga tiket termurah saja menembus angka Rp 9 juta.

Menurut lembaga statistik INDEC, indeks harga di Argentina melesat 6 persen, hanya selama November 2022. 

Pada akhir tahun seperti saat ini, kehidupan terasa ngeri di Argentina lantaran rakyat dihantui harga bahan pokok menjulang di tengah festival Natal dan Tahun Baru. 

Pada akhir tahun, rakyat berteriak karena harga bahan bakar minyak (BBM) biasanya naik diikuti harga kebutuhan pokok.  

Mereka akan berunjuk rasa di jalan. Buruh mengancam mogok dengan tuntutan kenaikan upah dan bonus untuk mengatasi inflasi.

Membasuh duka

Dalam kepungan badai ekonomi,  hanya sepak bola yang mampu menghibur rakyat Argentina atau sekurang-kurangnya sejenak mengalihkan perhatian mereka dari derita.

Itulah sebabnya ratusan ribu orang membanjiri kawasan Obelisk 13 Desember 2022 saat Lionel Messi dkk lolos ke final Piala Dunia 2022.

Begitulah pesona sepak bola di Argentina yang sejak lama  dipandang  lebih penting daripada segalanya. 

Sepak bola menyajikan peran unik laksana sihir. Sepak bola membasuh duka menjadi sukacita  rakyat.

 Mirip Brasil, kenangan kolektif  warga dunia yang paling kuat tentang Argentina pastilah sepak bola.  Bola ya Argentina. Argentina identik sepak bola.

Tuan dan puan bayangkan bagaimana kalau Argentina akhirnya keluar sebagai juara Piala Dunia 2022? Pesta di seluruh penjuru negeri Argentina bakal meledak hebat.

Trofi juara Piala Dunia 2022  akan membawa kebahagian bagi rakyat Argentina. ”Dalam perspektif moral untuk memberikan hal yang berarti bagi rakyat Argentina, kami amat menginginkan timnas menjadi juara (Piala Dunia). Rakyat benar-benar perlu diberikan kesenangan,” ujar kata Menteri Ketenagakerjaan Argentina, Kelly Olmos.

Tentu saja kesenangan sepak bola tidak abadi. Pesta juara pun tak mungkin menguburkan  realitas sosial di altar kehidupan manusia yang amat kompleks, termasuk krisis ekonomi di Argentina sekarang.

Akan tetapi, sekurang-kurangnya sukacita bola  menghadirkan kegembiraan yang bisa terus abadi dalam memori manusia yang menggemarinya.

 Hampir sebulan terakhir,  sejak  Qatar menari bersama si kulit bundar  20 November 2022,  sepak bola niscaya sempat menghadirkan senyum dan tawa di bibir Anda bukan? 

Demikianlah tujuan utama olahraga terpopuler sejagat ini. Sepak bola mesti hadir  membawa kebahagiaan, bukan sebaliknya tragedi dan air mata kematian.

Kapan sepak bola Indonesia membasuh duka, setidaknya duka tragedi Kanjuruhan Malang yang kian sayup terdengar? *

Sumber: Tribun Lombok

Hakimi yang Tidak Menghakimi

Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi

Catatan Dion DB Putra

TRIBUNLOMBOK.COM - Kejuaraan sepak bola  Piala Dunia 2022 tak lama lagi usai. 

Tuan, puan dan beta  tinggal menanti siapa kampiun dari pesta bola terakbar sejagat edisi ke-22 yang bergulir hampir sebulan penuh sejak 20  November 2022. 

Prancis atau Argentina? Minggu malam larut 18 Desember 2022 dunia akan tahu siapa juaranya.

Satu hal pasti Qatar 2022 telah membuat dunia jatuh hati. Betapa Piala Dunia bukan semata soal kompetisi menuju yang terbaik. Bukan cuma rivalitas, kawan lawan, pahlawan pecundang,  atau menang kalah. 

Qatar 2022 yang segera berlalu mewariskan pesona olahraga sejak abad lalu yaitu respek, kerendahan hati serta kesadaraan bahwa kompetisi tidak boleh mengubur persaudaraan.

Di tengah kerasnya rivalitas antar tim peserta Piala Dunia 2022, tersembul elok sejumlah aksi bersahabat antar pesepak bola. Mereka saling mendukung, menghibur, dan membangkitkan semangat bagi yang tumbang.

Piala Dunia bukan panggung saling menghujat atau menghakimi sebagaiman riuh rendah suara para idola tim yang berseliweran liar di jagat maya. 

Tim nasional Kroasia yang underdog ternyata tampil gagah perkasa menumbangkan  pemegang lima bintang, Brasil, di babak perempat final Piala Dunia 2022.

Dalam pertandingan menguras emosi di Stadion Kota Pendidikan, Al-Rayyan, Qatar, Jumat malam 9 Desember 2022, Kroasia menang 4-2 atas Brasil lewat adu penalti.

Drama adu sepak 12 pas menjadi pilihan setelah kedua tim berbagi skor 1-1 selama pertandingan 120 menit.

Brasil tersingkir, Neymar dan kawan-kawan meringis pedih. Tarian jogo bonito  kalah adu penalti. Sakit!

Dewi fortuna malam itu memihak para algojo Kroasia yang lebih garang terutama Dominik Livakovic yang begitu piawai di bawah mistar gawang. 

Setelah pertandingan berakhir, kapten timnas Kroasia Luka Modric tidak semata larut dalam selebrasi kemenangan bersama rekan-rekannya.

Gelandang elegan ini justru memberi semangat kepada para pemain Brasil. Dia memeluk sejumlah pemain tim Samba, membisikkan kata-kata meneguhkan hati.

Fotografer kantor berita AFP, Jewel Samad mengabadikan satu di antara momen manis tersebut.

Luka Modric menghampiri pemain muda Brasil,  Antony yang terduduk lesu di tengah lapangan setelah Selecao  tersingkir di babak perempat final lewat adu penalti.

Tak lama kemudian Antony bangkit berdiri. Menebarkan senyum kecil. Mengucapkan terima kasih kepada Luka Modric. 

"Saya sudah biasa merasakan kekalahan di lapangan sepak bola. Saya tahu bagaimana perasaan para pemain Brasil malam itu," kata Modric.

Menghibur CR7

Seorang di antara pemain bintang yang terang-terangan menangis di Piala Dunia 2022 adalah Cristiano Ronaldo.

Pemain timnas Portugal berjuluk CR7 tersebut menitikkan air mata lantaran Portugal menyerah kalah 0-1 melawan tim tak ternama dari Afrika, Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2022.

Sikap menawan hati diperlihatkan dua pemain Maroko,  Achraf Dari  dan Jawad El Yamiq seusai laga di Stadion  Al Thumama, Doha, Qatar, Sabtu malam 10 Desember 2022.

Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang,  Achraf Dari  dan Jawad El Yamiq langsung  menghibur Cristiano Ronaldo yang terkubur impiannya meraih trofi Piala Dunia 2022. 

Portugal yang sebelumnya menang telak atas Swiss, tak berdaya menghadapi tembok kokoh Maroko. Langkah Portugal berakhir di babak delapan besar.

Begitulah sepak bola, sebuah cermin bening tentang kehidupan manusia. Ada saat menjulang langit, ada pula waktunya merayap. Roda berputar. Menang dan kalah. 

Empat hari setelah pesta kemenangan atas Portugal, Maroko keok. Tim kejutan dari Afrika tersebut menyerah 0-2 atas juara bertahan Prancis dalam laga semifinal di Stadion Al-Bayt, Al Khor, Qatar, Rabu 14 Desember 2022.

 Sikap simpati kembali berserakan  di Al-Bayt. Pemain lincah Prancis, Antoine Griezmann  menghibur bek Maroko, Achraf Hakimi seusai pertandingan. 

Pada saat yang sama rekannya  Jules Kounde meneguhkan hati pemain Maroko, Abde Ezzalzouli.

Momen lebih mengharu biru  terjadi antara dua sahabat di klub Paris Saint German, Kylian Mbappe (Prancis) dan Achraf Hakimi (Maroko).

Keduanya harus berseteru ketika Prancis berhadapan dengan Maroko di semifinal Piala Dunia 2022.

Prancis keluar jadi pemenang dan memastikan tiket final Piala Dunia 2022 melawan Argentia.  Sedangkan Hakimi  dan rekan-rekannya berjuang meraih  posisi ketiga melawan Kroasia 17 Desember 2022.

Setelah pertandingan di Al-Bayt,  Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi tampak cukup lama berinteraksi. Keduanya memang berteman karib. 

Kylian Mbappe menghibur Hakimi yang ikut memberi kontribusi  besar demi kiprah gemilang Maroko di Qatar 2022.  

Demikian pula  Hakimi tak mengeluarkan sepatah kata pun yang mengakimi sobatnya Kylian Mbappe. Padahal  Mbappe jelas mempermalukan serta mengubur mimpi Maroko melangkah ke final.

Dia justru memuji pemain berusia 23 tahun tersebut.  Salut  atas aksi luar biasa Mbappe  mengobrak-abrik area penalti Maroko demi membuka ruang tercipta gol kedua Prancis pada menit ke-79 dari kaki Randal Kolo Muani.

Selain di lapangan hijau, Kylian Mbappe juga menghibur Hakimi via postingan di Twitter.  "Jangan sedih kawan, semua orang bangga dengan pencapaianmu, kalian bikin sejarah," tulis Mbappe.

Bersama narasi apik  tersebut, Kylian Mbappe mengunggah foto dirinya dirangkul Achraf Hakimi.  Unggahan Mbappe viral. Simpati dan respek mengalir.

Sepak bola adalah olahraga terpopuler sejagat. Miliaran orang dari seluruh penjuru bumi mengikuti pertandingan, rivalitas, gaya hidup pemain serta apa saja  yang berhubungan dengan sepak bola.

Sikap Luka Modric, Achraf Dari, Jawad El Yamiq, Antoine Griezmann, Jules Kounde dan  Kylian Mbappe adalah contoh nyata indahnya persaudaraan sepak bola.

Mereka  memberi pesan kuat bahwa pertarungan hanya berlangsung selama 90 atau 120 menit. 

Sesudah itu yang menang tak mesti congkak dan jemawa. Justru tugas pemenang meneguhkan dan menghibur yang kalah. 

Di sanalah letak makna sportivitas. Perwujudan fair play.  Hanya dengan sikap demikian dunia bola jauh dari tragedi memilukan hati seperti prahara Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan korban nyawa lebih dari 130-an orang.

Sejak laga perdana Piala Dunia 2022 antara tuan rumah  Qatar melawan Ekuador 20 November 2022, rivalitas antar negara peserta memuncak. Panas sampai ke ubun-ubun.

Tidak sedikit pemain yang menerima hukuman  kartu kuning dan kartu merah dari wasit karena melanggar.

Sampai  babak semifinal tercatat  211 kartu kuning dan 4 kartu merah dikeluarkan wasit. Timnas Arab Saudi merupakan  kontestan FIFA World Cup 2022 terbanyak menerima kartu kuning, 14 kartu kuning. Disusul Argentina dan Serbia menerima 12 kartu kuning.

Hingga babak semifinal telah tercipta 163 gol.  Kylian Mbappe (Prancis) dan Lionel Messi (Argentina) berada di puncak daftar top skor dengan koleksi  lima gol. 

Berikutnya Olivier Giroud dari  Prancis  yang mengoleksi 4 gol. Dari sisi produktivitas, timnas Inggris dan Prancis menempati posisi tertinggi dengan mencetak 13 gol disusul Argentina yang mencetak 12 gol.

Gol, pelanggaran, kartu kuning, dan kartu merah merupakan indikator ketatnya pertarungan di ajang Piala Dunia. Setiap tim berjuang saling melumpuhkan  dengan mencetak gol ke gawang lawan sebanyak mungkin.

Cukup sering seorang pemain terpaksa menjegal  lawan agar dia gagal mencetak gol. Sepak bola memang bukan cabang olahraga lemah gemulai. 

Bola merupakan olahraga keras. Butuh daya tahan tubuh tangguh dan mental baja. Kemenangan hanya bisa Anda raih lewat perasan keringat dan air mata.

Namun, di antara kerasnya persaingan, sikap memikat  hati seperti diperlihatkan Modric, Mbappe, dan Jawad El Yamiq, sungguh memulihkan luka batin.

Toh manusia laksana debu yang suatu saat akan lenyap. Kembali ke haribaan sang khalik. Jadi untuk apa memendam amarah, bermusuhan dan dengki?  (*)

Sumber: Tribun Lombok


Misi Lionel Messi

Lionel Messi
Catatan Dion DB Putra

TRIBUNLOMBOK.COM - Lionel Messi tak pernah bisa melupakan kepiluan di Rusia. Empat tahun lalu dalam laga  kedua  penyisihan Grup D Piala Dunia 2018, Kroasia menggilas Argentina.

Dalam pertandingan di Stadion Nizhny Novgorod, 260 mil timur Moskow,  tim Tango yang diasuh Jorge Sampaoli terhuyung-huyung kebobolan tiga gol tanpa balas.

Kroasia begitu perkasa atas Lionel Messi dkk. Tiga gol Kroasia ke gawang Argentina kala itu semua tercipta di babak kedua persembahan Ante Rebic menit ke-53, Luka Modric (80'), dan  Ivan Rakitic menit ke- 91.

Gol pertama hasil sepakan keras Ante Rebic  memanfaatkan blunder  kiper Argentina, Willy Caballero. 

Gol kedua Kroasia tercipta indah nian. Luka Modric  merobek gawang Argentina hasil tendangan gledek  jarak jauh. 

Sebelum melepas tendangan roket,  Luka Modric lebih dulu menggocek Otamendi. Sedangkan  gol ketiga dari kaki Ivan Rakitic terjadi saat Lionel Messi dkk  sudah  kehabisan cara  untuk membalas.

Kroasia terus melaju hingga babak final sebelum kalah 2-4 melawan Prancis pada 15 Juli 2018.

Tahun  2022,  kedua tim kembali berjumpa di ajang yang sama. Bukan lagi di babak penyisihan tapi semifinal. Selangkah menuju partai puncak. Atmosfernya jelas beda.

Bagi La Pulga, julukan Lionel Messi yang artinya Si Kutu,  misi utama Selasa malam 13 Desember 2022  atau Rabu dini hari WITA 14 Desember 2022, adalah revans.

Mampukah Si Kutu  balas dendam sekaligus mengantar Argentina ke final Qatar 2022? 

Jalan yang tidak mudah tentunya. Tim Kroasia 2022 masih bermaterikan sekitar 70 persen tim 2018. Pelatih masih sama, Zlatko Dalic.

Mereka solid dan tangguh. Bermain sangat disiplin dan efektif.  Tidak buang tenaga percuma sampai ada yang bilang: Kroasia rasa Jerman. 

Sudah pasti duel Argentina vs Kroasia di semifinal Piala Dunia 2022  bakal menawan hati. Pun menegangkan bagi para pemujanya. 

Setelah empat tahun berlalu, kedua tim  kembali bertemu di babak semifinal Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail Qatar, Rabu 14 Desember 2022 mulai pukul 02.00 WIB. 

Argentina lolos ke semifinal setelah menekuk musuh bebuyutannya Belanda 4-3 via adu penalti setelah bermain 2-2 selama 120 menit.

Kroasia pun melewati rute yang sama. Luka Modric dkk menyingkirkan Brasil 4-2 lewat drama dua penalti setelah bermain 1-1 selama dua jam. Neymar menangis.

Argentina adalah pemegang dua bintang di Piala Dunia,  juara 1978, 1986.   Kroasia bukan yang kecil. Mereka runner-up 2018, peringkat III Piala Dunia 1988. 

Dari sisi head to head, kedua negara imbang. Dari lima kali bersua di ladang bola,  Argentina menang 2 kali, Kroasia menang 2 dan satu kali berakhir seri.

Itu berarti tak cukup alasan bagi Kroasia untuk minder menghadapi Lionel Messi dkk yang hampir pasti lebih banyak fansnya di seluruh bumi.

Kinerja kedua tim sejak fase penyisihan grup beda tipis. Malahan Kroasia lebih baik ketimbang Argentina.

Dalam lima laga di Piala Dunia 2022, Argentina  menang 4 kali dan sekali tumbang 1-2 melawan Arab Saudi. Tim asuhan Lionel Scaloni mencetak 9 gol dan kebobolan 5 kali.

Kinerja Kroasia lebih apik.  Skuat asuhan  Zlatko Dalic tak terkalahkan dalam lima penampilannnya di Qatar 2022.  Kroasia   3 kali menang, 2 seri, hanya kebobolan 3 gol, dan mencetak gol 5.  

Kroasia memiliki pertahanan solid. Dalam formasi klasik 4-4-3,  kuartet Borna Barisic, Josko Gvardiol, Dejan Lovren, dan Josip Juranovic sulit ditembus penyerang musuh. 

Pemain belakang Kroasia juga bermain nyaman karena memiliki kiper hebat  Dominik Livakovic di bawah mistar gawang. 

Di barisan gelandang, Mateo Kovacic, Marcelo Brozovic, Luka Modric dan Ivan Perisic sangat padu. Mereka sangat memanjakan dua striker, Bruno Petkovic dan  Andrej Kramaric.

Setelah dipermalukan Arab Saudi pada laga perdana, Lionel Scaloni lekas berbenah.  Terbukti tren penampilan Lionel Messi cs terus membaik hingga mencapai semifinal.

Scaloni selama ini memakai formasi klasik 4-4-2 dengan  Emi Martinez di bawah mistar.

Martinez dilindungi  Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Nicolas Otamendi,  dan Lisandro Martinez di pilar pertahanan.  

Sementara Angel Di Maria, Leandro Paredes, Rodrigo De Paul,  dan Marcos Acuna biasanya menjadi pilihan utama Scaloni di barisan gelandang.

Tugas mereka mengirim umpan terukur serta membuka ruang tembak bagi Lionel Messi atau  Lautaro Martinez di garis serang. 

Tak pernah gagal

Sejarah Piala Dunia hingga edisi ke-21 di Rusia 2018 mencatat, timnas Argentina tak pernah menderita kekalahan di semifinal.

Sejauh ini, La Albiceleste, julukan timas Argentia telah 4 kali tampil di babak semifinal Piala Dunia yaitu Piala Dunia 1930, 1986, 1990, dan Piala Dunia 2014.

Dari seluruh pertandingan semifinal tersebut, timnas Argentina tak pernah kalah.

Mengutip BolaSport.com, pengecualian terjadi di ajangh Piala Dunia 1978 saat  Argentina meraih trofi untuk pertama kali.

Ketika  format kejuaraan sepak bola Piala Dunia  FIFA berbeda dari biasanya sehingga tidak ada babak semifinal.

Di Piala Dunia 1978, ronde pertama terdiri dari 4 grup, lalu ronde kedua terdiri dari 2 grup.

Juara setiap  grup pada ronde kedua akan langsung lolos ke final Piala Dunia. Pada Piala Dunia pertama tahun 1930, Argentina  lolos ke final namun Argentina gagal meraih gelar juara setelah kalah 2-4 melawan  tuan rumah Uruguay.

Argentina kembali lolos ke semifinal  Piala Dunia 1986 di Meksiko. Tim asuhan Carlos Bilardo saat itu menekuk Belgia 2-0 sehingga berhak melaju ke partai puncak.

Di final, Diego Maradona dan kawan-kawan sukses mengalahkan Jerman Barat  3-2.

Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1990, Argentina kembali bisa menembus semifinal  bertemu Italia.

Pertandingan antara Argentina versus Italia berjalan seimbang sama kuat 1-1 sehingga laga berlanjut hingga adu penalti. Argentina menang 4-3.

Pada partai final, Argentina lagi-lagi harus berjumpa dengan Jerman Barat untuk kedua kalinya. Sayang Argentina gagal mempertahankan gelar. Mereka kalah 0-1.

Setelah kekalahan di final 1990, Piala Dunia 2014 merupakan pencapaian tertinggi Argentina di pesta sepak bola empat tahunan tersebut.

Lionel Messi sukses membantu Argentina mencapai final Piala Dunia 2014 di Brasil.

Di semifinal Piala Dunia 2014, Argentina memulangkan Belanda melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 setelah bermain seri 0-0.

Namun, Lionel Messi gagal mempersembahkan gelar juara dunia untuk warga Argentina setelah tumbang di final atas Jerman. Gol tunggal Mario Goetze memupus impian Argentina meraih trofi ketiga.

Lionel Messi kini memiliki kesempatan emas untuk kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia 2022.

Akan tetapi, timnas Argentina  harus mengalahkan Kroasia lebih dulu di semifinal. Jika lolos ke final, timnas Argentina akan menghadapi pemenang laga antara Maroko vs Prancis.

Rekor pribadi Messi

Selain bertekad mengantar Argentina ke final Piala Dunia 2022,  Lionel Messi juga mengincar rekor pribadi yang bakal terkenang sepanjang masa.

Lionel  Messi berpeluang menyamai pencapaian pemain legendaris Jerman, Lothar Matthaus, sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di ajang Piala Dunia.

Menurut data FIFA, Lionel Messi sudah mengoleksi 24 penampilan di Piala Dunia bersama timnas Argentina.

Lothar Matthaus hanya unggul satu penampilan dari Messi, yakni 25 penampilan bersama timnas Jerman.

Bila Lionel Messi bermain melawan Kroasia malam ini,  maka penyerang berusia 35 tahun itu akan menyamai rekor Lothar Matthaus.

Lionel Messi bisa melebihi rekor Lothar Matthaus apabila bermain di partai final atau perebutan tempat ketiga nanti.

Sejauh ini, legenda timnas Italia dan AC Milan, Paolo Maldini, menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak di Piala Dunia.

Paolo Maldini mengoleksi 2.217 menit bermain untuk timnas Italia. Messi berpeluang melampaui rekor Maldini tersebut. La Pulga sudah menorehkan 2.104 menit bermain di Piala Dunia bersama timnas Argentina.

Apabila Messi bermain dalam laga Argentina vs Kroasia hingga babak perpanjangan waktu selama 120 menit, maka mantan bintang Barcelona itu melewati  rekor Paolo Maldini.

Lionel  Messi juga berpeluang memecahkan rekor  legenda Brasil, Pele yaki pemberi assist terbanyak di  fase gugur Piala Dunia. Pele menjadi pemberi assist paling banyak di fase gugur yaitu enam assist.

Lionel Messi hanya terpaut satu assist dari Pele. Apabila dia membuat dua assist dalam laga Argentina vs Kroasia, Messi melampaui rekor Pele.

Rekor  terakhir adalah pencetak gol terbanyak Argentina di Piala Dunia Messi sebenarnya sudah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Argentina di Piala Dunia.

Namun,   penyerang Paris Saint Germain masih memiliki catatan sama dengan seniornya, Gabriel Batistuta. Keduanya sama menorehkan 10 gol untuk La Albiceleste.

Terakhir, Lionel  Messi akan  menobatkan diri sebagai raja gol Argentina di Piala Dunia bila mencetak satu gol saja dalam duel Argentina vs Kroasia, Rabu dini hari WITA 14 Desember 2022.

Kita tunggu bersama.  (*)

Sumber: Tribun Lombok



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes