Gubernur Tahun Emas

PASANGAN FRANS Lebu Raya dan Esthon L Foenay mencatat sejumlah sisi menarik dalam sejarah Propinsi NTT yang terbentuk pada 20 Desember 1958. Frans Lebu Raya merupakan Gubernur kedelapan bagi propinsi kepulauan yang tahun ini genap berusia 50 tahun atau merayakan Pesta Emas. Frans dan Esthon juga merupakan pasangan Kepala Daerah NTT pertama yang dipilih rakyat secara langsung. Berikut komentar, pesan, kesan dan harapan sejumlah tokoh bagi keduanya.

dr. Hendrikus Fernandez (Mantan Gubernur NTT)
Gunakan Semua Potensi

TAHUN ini memang momentum emas NTT. Sebagai Gubernur NTT kedelapan, saya mengharapkan Frans menggunakan semua potensi yang ada. Yah, masyarakatnya, sumber daya alamnya, birokrasinya. Semuanya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan NTT dan demi kebesaran Flobamora. Proficiat untuk Frans dan Esthon dan terima kasih untuk Piet Tallo. (dar)

Herman Musakabe (Mantan Gubernur NTT)
Punya Waktu untuk Warga


DALAM konteks otonomi daerah di mana pemerintah pusat telah mendelegasikan banyak kewenangan kepada Bupati dan Walikota, saya harapkan Frans dan Esthon mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua kepala daerah. Lebih dari itu saya mengharapkan keduanya lebih banyak mempunyai waktu untuk masyarakat di pedesaan sehingga bisa membawa NTT keluar dari kemiskinan. (dar)

Cosmas Batubara (Mantan Menteri Tenaga Kerja)
Orbitkan Tokoh Nasional

PAK Frans itu bukan seorang birokrat murni seperti Esthon, melainkan sosok yang datang dari masyarakat karena lama bergerak di dunia LSM. Saya percaya beliau tahu kebutuhan masyarakat NTT. Keduanya merupakan paduan yang ideal. Pesan saya untuk keduanya dan untuk seluruh masyarakat NTT, saat ini hampir tidak kedengaran lagi tokoh-tokoh nasional dari NTT. Dahulu NTT dikenal karena tampilnya beberapa tokoh yang berkualitas. Ini barangkali perlu mendapat perhatian dari Gubernur dan Wakil Gubernur baru ini. (dar)

Abraham Atururi (Gubernur Papua Barat)
Siap Membantu

MASYARAKAT Papua Barat mengucapkan proficiat kepada seluruh masyarakat NTT karena telah memiliki pemimpin yang baru hasil Pilkada langsung pertama tingkat propinsi. Saya ingin menyampaikan pesan, kami di Papua Barat siap membantu Pemda NTT menyelesaikan masalah pengungsi dan perbatasan. Kami siap menampung masyarakat eks Timor Timur bila ada yang ingin berdomisili di Papua Barat. (dar)

Frans Umbu Datta (Rektor Undana Kupang)
Undana Dukung


UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) Kupang sangat bangga karena Pak Frans dan Pak Esthon adalah alumni Undana. Tetapi, kebanggaan ini serentak tantangan bagi kami. Kegagalan keduanya adalah juga kegagalan Undana. Sebaliknya kesuksesan mereka adalah berkat bagi Undana. Kami akan memberikan kontribusi sesuai dengan keahlian kami bagi keduanya. Tentu kami juga mengharapkan dukungan dari Pak Frans dan Pak Esthon bagi Undana sehingga bisa menghasilkan output yang berguna bagi seluruh masyarakat NTT. (dar)

Inche DP Sayuna, S.H, M.H (Anggota DPRD NTT)
Responsif Gender


INVESTASI yang sudah terbangun baik dengan rakyat jangan disia-siakan. Jaga kekudusan hati untuk memberi pikiran, tangan dan juga hatinya yang terbaik untuk rakyat. Mereka sudah mendapatkan legitimasi kepercayaan dari seluruh masyarakat NTT dan karena itu lepaskan sekat partai, agama dan suku serta kepentingan lain-lain yang sempit. Harus bisa menenun berbagai perbedaan dan kekuatan yang ada untuk menjadikan NTT yang kita cintai lebih baik dari hari kemarin. Secara khusus kami dari komunitas perempuan pernah membangun komitmen dan tiga kandidat gubernur jika terpilih, maka akan memperbaiki regulasi yang ada untuk menghadirkan kebijakan pembangunan daerah yang reponsif gender, dan didukung dengan anggaran yang berbasis gender. Semoga bukan lipservice. (aca)

Saleh Husin (Pengusaha/Sekjen DPP Hanura)
Menjadi Bapak Rakyat

SETELAH dilantik maka Pak Frans dan Pake Esthon harus melepas atribut partai, kelompok dan agama karena telah menjadi bapak bagi seluruh rakyat. Jika tidak maka NTT tidak bakal maju. NTT masih tergolong miskin, padahal sumber daya alamnya banyak. Laut dengan garis pantai yang panjang belum dimanfaatkan optimal, misalnya dengan budidaya rumput laut. Rumput laut jangan hanya diekspor tapi pemerintah perlu bangun pabrik pengolahan supaya ada nilai tambah, diantaranya tercipta lapangan kerja. NTT juga sebagai daerah tambang. Beri kemudahan kepada investor untuk berinvestasi. Hilangkan budaya birokrasi yang berbelit-belit. (aca)

Simon Hayon (Bupati Flores Timur)
Wawasan Interkoneksitas


SELAMA ini program yang dijalankan pemerintah propinsi dan kabupaten/kota berjalan sendiri-sendiri. Dan, ini dirasakan Flotim. Oleh karena itu, wawasan interkoneksitas harus dikembangkan, dimana pemerintah propinsi menjalankan fungsi koordinasi. Ada dua hal yang harus dilakukan yaitu pembangunan fisik dan jiwa. Fisik ini menyangkut infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Terkait di dalamnya sumber daya manusia. Sedangkan jiwa lebih menyangkut nilai. Pembangunan nilai diserahkan kepada kabupaten/kota karena itu terkait dengan sosial budaya masyarakat. Propinsi fokus pada apa? Mestinya punya agenda jelas karena permasalahan NTT kompleks sehingga menyelesaikannya bertahap. Propinsi mestinya memayungi dalam aspek pembangunan fisik. Dalam leadership ada konsistensi. Jadi, apa yang disampaikan sewaktu kampanye harus dikerjakan. (aca)

Pos Kupang edisi Kamis, 17 Juli 2008 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes