Rumah Sam Ratulangi Berdiri Lusuh

Rumah Sam Ratulangi di Tondano. Foto Lucky  Kawengian, 2013
GERUNGAN Saul Samuel Jacob Ratulangi adalah sosok yang sangat  dihormati di Sulawesi Utara (Sulut). Pria yang akrab dikenal sebagai Sam Ratulangi ini bahkan disebut-sebut memiliki pengaruh yang sama dengan Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno.

Jalan di depan rumah Sam Ratulangi
Tidak hanya di Sulut, Sam Ratulangi juga memberikan kontribusi luar biasa  bagi hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional untuk pria kelahiran Tondano, 5 November 1890 itu. Namanya juga diabadikan sebagai nama jalan, bandar udara, rumah sakit, bahkan nama lapangan.

Tidak hanya peran nyata yang telah disumbangkan bagi negara, namun sebuah falsafah hidupnya telah menjadi inspirasi warga Sulut, Indonesia, bahkan dunia. Si Tou Timou Tumou Tou  (Manusia hidup untuk menghidupkan orang lain) memiliki makna yang dalam dan merupakan warisan untuk generasi ini dan selanjutnya.

Bandara Sam Ratulangi Manado
Di balik nama besar dan jasanya, perhatian terhadap pria lulusan Vrije Universiteit Van Amsterdam Belanda ini seakan telah dilupakan. Rumah milik Sam Ratulangi di Kelurahan Tounkuramber, Kecamatan Tondano Barat tidak terawat lagi.

Saat Tribun Manado berkunjung ke tempat bersejarah ini, Selasa (22/1/2013), gerbang masuk rumah tersebut terkunci rapat. Gerbang dua pintu yang terbuat dari besi tampak berkarat. Cat mulai terkelupas berganti karat berwarna cokelat. Sebuah gembok terpasang dari dalam untuk mengunci pagar tersebut.

Dari depan, kesan tidak terurus itu kental. Bangunan berasitektur rumah tradisional Minahasa ini hampir tertutup oleh rimbunnya pohon dan semak. Pohon-pohon tumbuh rimbun di pekarangan rumah, dan rumput tumbuh subur di tanah. Bukan hanya pekarangan depan yang mulai tertutupi tanaman. Sisi samping kanan rumah tersebut pun tertutup semak. Beberapa warga yang tinggal dekat rumah tersebut mengatakan rimbunnya tanaman membuat suasana terasa angker.

Cat  putih yang membungkus bangunan rumah tersebut juga mulai pudar. Kaca rumah buram karena tertutupi debu. Seperti tidak banyak perabotan yang masih tersisa dalam rumah. Pemandangan yang memiriskan karena bangunan ini menyimpan sejarah besar dari sosok orang terbaik Minahasa.

Bangunan bersejarah ini berada tepat di samping kanan Kantor Bupati Minahasa yang berdiri megah. Seolah lupa kalau pria pemilik rumah lapuk itu adalah sosok yang memiliki jasa besar bagi Sulut dan Indonesia.

Jhony, seorang warga yang tinggal dekat rumah tersebut mengatakan, kondisi ini telah terjadi cukup lama. Selama beberapa tahun terakhir bangunan tersebut  diabaikan. "Memang ada penjaga di rumah itu, tapi hanya sebatas menyapu halaman atau mencabut rumput. Tapi saya tidak pernah melihat upaya membersihkan atau melestarikan rumah ini dari pemerintah," ujarnya.
Universitas Sam Ratulangi, Manado

Lexi Pangkerego, tokoh masyarakat Tondano, mengatakan warga dan Pemkab Minahasa seolah telah melupakan sejarah. Mengutip ungkapan yang cukup terkenal, Pangkerego mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Ungkapan ini ternyata belum terjadi di Minahasa.

"Semua warga Sulut, khususnya Minahasa pasti mengenal sosok Sam Ratulangi dan falsafah Si Tou Timou Tumou Tou. Tapi tidak semua orang mengetahui rumah bersejarah ini. Jika dibiarkan, saya khawatir rumah ini akan ambruk dan tidak ada lagi saksi sejarah bagi sosok Sam Ratulangi," ujarnya.

Dia menjelaskan, bangunan tersebut tidak sepantasnya dibiarkan seolah menunggu hancur. Butuh tindakan nyata dan terobosan besar untuk terus mempertahankan sejarah. Langkah konkret yang bisa dilakukan adalah menggunakan bangunan ini menjadi museum yang memajang kisah hidup sang doktor bidang matematika dan fisika itu.

"Bangunan ini menjadi warisan untuk semua generasi tou (orang) Minahasa. Di tempat ini pernah tinggal seorang  yang telah menjadi inspirasi warga Sulut dan sosok ini akan terus dikenal dari jasanya pada negara," ujarnya. (lucky kawengian)

Sumber: Tribun Manado 23 Januari 2013 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes