Gaya Jokowi di Kairagi
Dalam rangkaian blusukannnya ke Sulawesi Utara, Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo alias Jokowi menyempatkan diri mampir ke Kantor Harian Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi, Manado, Sabtu (10/5/2014) sekitar pukul 13.15
Dua Mahasiswi Unima Taklukkan Puncak Elbrus
Prestasidemi prestasi dibukukan anak-anak Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima)
Berwisata Penuh Sensasi ke Pulau Komodo
TAK dapat dimungkiri, Pulau Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu pulau terunik di dunia
Tanda Salib untuk Nomor Urut
dion bata
RUTENG, PK -- Ada yang mengocok berulang-ulang sebelum mengambil kertas undian. Ada yang mengangkat kertas undiannya tinggi-tinggi. Ada yang membuat tanda salib sebelum memilih kertas nomor undiannya.
Itulah beberapa ekspresi yang ditunjukkan para calon bupati dan calon wakil bupati Manggarai pada acara penarikan nomor urut di kantor KPUD Manggarai, Kamis (13/5/2010).
Meskipun sempat diwarnai aksi protes dari pendukung paket Murni dan Gong 2010 sehari sebelumnya, acara penarikan nomor urut berlangsung tenang, akrab, penuh canda dan tawa. Aparat Polres Manggarai tampak menjaga dengan ketat.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Ketua KPU Manggarai, Fransiskus Aci, S. Fil, membuka acara penarikan nomor urut. Sedangkan acara penarikan nomor urut dipimpin oleh Ketua Pokja Pemilu Kada Manggarai, Florentinus Deby Syukur.
Ada tiga kotak undian. Kotak I untuk menentukan nomor urut bagi peserta, yang ditarik oleh anggota KPU. Para calon wakil bupati, sesuai nama pada kotak pertama, menarik nomor urut pada kotak II. Nomor urut dalam kotak II menjadi nomor urut untuk menarik nomor pada kotak III.
Penarikan undian pada kotak III dilakukan calon bupati. Nomor urut dalam kotak III menjadi milik para calon. Nomor urut mereka berkisar antara nomor satu sampai dengan nomor sembilan sesuai dengan jumlah pasangan calon.
Pada saat itulah terjadi berbagai ekspresi yang ditunjukkan para calon tadi. Harapannya, paket calon yang bersangkutan bisa mendapat nomor keberuntungan dengan meraih suara terbanyak dan keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Kada Manggarai, 3 Juni 2010.
Usai penarikan nomor urut dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penarikan undian. Rangkaian rapat pleno dikawal ketat anggota Polres Manggarai. Acara pun berjalan lancar dan aman.
Ketua KPUD Manggarai, Fransiskus Aci, S.Fil menegaskan, dengan selesainya penarikan nomor urut, para calon dilarang melakukan kampanye. Kampanye secara resmi dimulai, Senin (17/5/2010), didahului dengan pemaparan visi-misi pasangan calon dalam sidang paripurna DPRD Manggarai.
Pasangan Fress (Frans Salesman dan Ignas Repelita Lega) yang dimintai komentarnya mengatakan, nomor urut lima yang diraih pasangannya memiliki makna yang dalam. Sebab, calon bupati lahir tanggal 9 Mei 1955. Sedangkan calon wakil bupati berkaitan dengan rencana pembangunan lima tahun. Jadi Fress merasa yakin nomor ini memberi keuntungan.
Protes KPU
Sejumlah warga yang menamakan diri Lembaga Penelitian Pengkajian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Manggarai memprotes penetapan sembilan pasangan calon bupati-wakil Bupati Manggarai 2010-2015 oleh KPUD setempat. Menurut mereka, keputusan tersebut tidak obyektif dan membunuh hak demokrasi masyarakat.
Protes disampaikan dalam aksi demo, Rabu (12/5/2010). Selain demo, mereka juga membakar lilin dan menyanyikan lagu-lagu dukacita sebagai tanda meninggalnya KPUD Manggarai dan demokrasi.
Aksi demo yang melibatkan sekitar 150 orang dipimpin Ketua LPPDM Manggarai, Marsel N Ahang, juga memprotes KPUD Manggarai yang tidak mengakomodir pasangan calon Ir. Maksimus Ngkeros-Herybertus Ngabut, S.H (Murni) dan Gabriel Tody Wajong, S.H-Kanisius Ramang, S.H (Gong 2010). Dalam orasinya, Ahang menuding KPUD Manggarai melakukan konspirasi dengan pasangan tertentu dan sengaja menggulingkan paket Murni dan Gong 2010.
Menurut Ahang, Gong 2010 dan Murni sudah mengajukan klarifikasi kepada KPUD, dan KPUD menyatakan siap untuk menelaah lebih lanjut klarifikasinya.
Namun dalam kenyataan, sebelum klarifikasi itu disampaikan kepada Gong 2010 dan Murni, KPUD Manggarai sudah menetapkan pasangan calon yang lolos.
Dia mengatakan, KPUD tidak cermat dan profesional dalam melakukan tugas-tugas selama tahapan pemilu kada hingga penetapan pasangan calon. Karena itu, mereka meminta KPUD Propinsi NTT dan KPU Pusat memberi sanksi tegas kepada KPUD Manggarai.
Dia menjelaskan, LPPDM mencermati semua fenomena dan cara kerja tidak profesional dari KPUD Manggarai. Fenomena paling menonjol adalah mengabaikan klarifikasi dari dua paket itu. Karena itu, koalisi kebangkitan gabungan partai politik pengusung paket Murni menolak penetapan pasangan calon dan meminta proses verifikasi terhadap dokumen PPRN dan PDP ditinjau kembali.
Dia mengatakan, masyarakat tidak hanya melakukan demo satu hari untuk menolak keputusan tersebut. Hari ini, Jumat (14/5/2010) dan Sabtu (15/5/2010), mereka juga akan melakukan aksi besar-besaran.
Ajutor Langgam menambahkan, sikap KPUD yang mengabaikan keberatan paket Gong 2010 dan Murni sebagai bentuk pembunuhan terencana terhadap hak-hak demokrasi masyarakat. Sebab, KPUD mengabaikan keberatan yang diajukan dua paket itu. (lyn)
Daftar Nomor Urut Pasangan Calon:
1. Ferdinandus Darman Lehot, S.H-dr.Hermanus Man (Firman)
2. Heriberts GL Nabit, ES-Dr. Yustina Ndung, S.Pd.M.Si (Naun).
3. Drs. Christian Rotok-Dr. Deno Kamelus, S.H.M.H (Credo).
4. Ir. Victor Slamet, MM-Drs. Hieronimus Marut (Victory).
5. Dr. Frans Salesman, SE.M.Kes-Ignasius Repelita Lega, S.H (Fress).
6. Drs. Frans BP Leok, MM-Pius Rengka, SH.MSc, (Rapi).
7. Drs. Frediriques Plate Yosep, M.Si-Timo Terang (Frids-Timo).
8. Andreas Garu, SE.M.Si-Drs. Yoseph Darung Maru, M.Si (Garuda).
9. Sukardan Aloysius, SH.MHum-Drs. Valentinus Gampur, M.Si (Syukur).
Sumber: KPUD Manggarai
Pos Kupang 14 Mei 2010 halaman 1
9 Paket Bertarung di Manggarai
dion bata
RUTENG, PK -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manggarai, Selasa (11/5/2010) pukul 23.30 wita, mengumumkan sembilan pasangan calon bupati dan wakil bupati Manggarai yang akan bertarung dalam Pemilu Kada 3 Juni 2010. Pengumuman itu disampaikan usai rapat pleno tertutup KPUD Manggarai yang berlangsung sejak pagi hingga 23.30 Wita.
Pengumuman hasil penetapan pasangan calon dibacakan juru bicara KPUD Manggarai, Kony Syukur, didampingi dua anggota KPUD Manggarai, Hendrik Dao dan Nikolaus Nirang. Ketua KPUD Manggarai, Fransiskus Aci, S.Fil dan Ketua Pokja Pemilu Kada Manggarai, Deby Sukur, tidak hadir.
Usai membacakan hasil pleno penetapan, tiga anggota KPUD Manggarai itu meninggalkan ruang pertemuan KPUD. Mereka tidak memberi kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan.
Pantauan Pos Kupang, rapat pleno tertutup KPUD Manggarai dikawal ketat anggota Polres Manggarai. Anggota Polres bersama seluruh jajaran perwira memantau kantor KPUD Manggarai. Pintu gerbang KPUD ditutup rapat.
Suasana sempat tegang karena dua pasangan calon, yakni Gong 2010 dan Murni sempat mendatangi KPUD Manggarai. Sekretaris KPUD, Damianus Dapat, menerima kedatangan Gong 2010. Sementara Murni tidak sempat bertemu KPUD Manggarai. Murni dan Gong 2010 meninggalkan KPUD Manggarai karena ruangan kantor KPUD Manggarai disteril oleh anggota Polres Manggarai. (lyn)
Sembilan Pasangan Calon yang Lolos:
1. Ir. Viktor Slamet, M. M-Drs. Hieronimus Marut (Victory)
2. Adrianus Garu, SE. M.Si-Drs. Yoseph Darung Maru, M.Si (Garuda)]
3. Ferdinandus Darman Lehot, S.H-dr. Herman Man (Firman)
4. Drs. Fredriques Plaet Yoseph, M.Si-Timoteus Terang (Frits-Timo)
5. Herybertus GL Nabit, SE, M.A-Dr. Yustina Ndung, S.Pd.M.Si (Naun)
6. Sukardan Aloysius, S.H, M. Hum-Drs. Valentinus Gampur, M.Si (Syukur),
7. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes-Ignasius Repelita Lega, S.H (Fress)
8. Drs. Christian Rotok-Dr. Deno Kamelus, S.H.M.H (Credo)
9. Drs. Frans BP Leok, M. M-Pius Rengka, S.H, M.Sc. (Rapi).
---------------------------------------------
Sumber: KPUD Manggarai
Pos Kupang 12 Mei 2010 halaman 1
Makin Gencar Menarik Simpati
dion bata

WAINGAPU, PK -- Kampanye Pemilu Kada Sumba Timur memasuki babak akhir. Tiga hari menjelang berakhirnya masa kampanye, Paket Maju Emanuel Babu Eha- Umbu Hapu Benju) makin gencar berusaha menarik simpati masyarakat.
Paket Maju (Emanuel Babu Eha- Umbu Hapu Benju) terus menggalang simpati di Prailiu, Kota Waingapu.
Sementara Paket GBY-MK menebar kasih bersama belasan ribu pendukungnya di Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu.
Kampanye Maju yang mendapat jadwal kampanye terbuka di Stadion Rihi Eti Prailiu, Kamis (27/5/2010), mendapat sambutan hangat dari ribuan pendukung.
Para pendukung Maju yang memadati Stadion Rihi Eti terus meneriakkan yel-yel kemenangan untuk paket ini. Seperti halnya pada kampanye-kampanye terbatas sebelumnya, pada kampanye terbuka di Stadion Rihi Eti ini tetap menampilkan pasangan Emanuel Babu Eha dan Umbu Hapu Benju sebagai juru kampanye utama.
Kampanye Maju di Stadion Rihi Eti, Kamis siang merupakan kampanye rapat umum terbuka yang terakhir. Partai Hanura sebagai salah satu partai pengusung paket ini juga tidak menurunkan juru kampanye dari DPD Hanura NTT maupun dari DPP Hanura. Meski demikian tidak mengurangi semangat para simpatisannya untuk memberikan dukungan kepada paket ini.
Sepanjang kampanye mereka terus mengeluk-elukan pasangan idolanya tersebut. Pada kampanye rapat umum terbuka di Stadion Rihi Eti itu, Eman dan Hapu Benju kembali menegaskan visi misi yang telah mereka sampaikan dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Eman mengatakan, Maju Bersama yang menjadi motto Paket Maju mengandung arti yang cukup dalam. Motto tersebut, jelas Eman, bermakna maju bersama-sama tanpa jurang pemisah kaya dan miskin, yang kuat melindas yang lemah. Eman menegaskan, dirinya kembali ke Sumba Timur untuk menolong rakyat di daerah itu bukan mencari jabatan seperti yang diisukan di masyarakat.
Sementara paket GBY-MK mendapat sambutan hangat oleh massa pendukung di Mangili, Kecamatan Pahunga Lodu. Ribuan massa menyambut paket ini satu kilometer sebelum sampai ke lokasi kampanye. Seratus meter memasuki panggung kampanye, pasangan GBY-MK yang ditemani Ketua DPD Golkar Sumba Timur langsung dikalungi selendang Tenunan Kaliuda dan digendong ke panggung kampanye.
Di hadapan puluhan ribu massa Gidion mengatakan, dengan modal 61 persen dukungan masyarakat (hasil survai LSI Barometer), kemenangan GBY-MK di depan mata. Berbagai isu dan fitnah terhadap dirinya selama ini, kata GBY, ternyata tidak mampu meredam dukungan masyarakat terhadap GBY-MK. "Semakin dihambat, semakin merambat, semakin dihadang, semakin meradang, semakin dilawan semakin menawan," kata Gidion disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.
Pada kampanye itu, Gidion membagi kebahagiaan dengan para pendukungnya melalui perayaan hari jadinya ke-50 yang jatuh pada tanggal 26 Mei. Selain meniup lilin bersama sang isteri, dalam hari jadinya tersebut, Gidion menyempatkan diri membagi cinta dengan para pendukungnya melalui sebuah tembang berjudul "Masih Adakah Cintamu" cipataan Pance Pondaag. Pada bait terakhir dari lagu yang aslinya "Kau Begitu Berarti digubah menjadi Mangili, Wulawaijelu, Rindi, Umalulu begitu berarti". (dea)
Pos Kupang 30 Mei 2010 halaman 10
Luri : Tengok Keberhasilan Masa Lalu
dion bata
WAINGAPU, PK-- "Rumput laut masih ada, jambu mete masih ada, pisang, gamal dan kutulak. Itu bukti keberhasilan masa lalu saat saya memimpin daerah ini. Yang masih merasakan buah dari kebijakan saya itu mari bersama Luri membangun Sumba Timur lima tahun ke depan," ajak Lukas Kaborang dalam orasinya pada kampanye rapat umum paket Luri (Drs. Lukas Kaborang-Dra. Rambulika Atahumba) di Stadion Rihi Ety, Waingapu, Rabu (19/5/2010).
Lukas mengajak masyarakat Sumba Timur untuk menengok kembali keberhasilan pada masa kepemimpinannya ketika menjabat Bupati Sumba Timur periode 1995-2000. Awal kepemimpinannya, ungkap Lukas, masyarakat Sumba Timur belum terbiasa dengan bercocok tanam. Melalui kebijakan menanam dan penghijauan seluruh tanah para dewa merapu itu, masyarakat Sumba Timur mulai mengenal dan terbiasa dengan bercocok tanam.
Lukas mengklaim program-program pada masa kepemimpinannya begitu menyentuh langsung masyarakat kecil. Sayang, katanya, saat program itu belum tuntas roda kepemimpinan daerah itu harus berganti.
"Kalau mau tuntaskan program yang dulu pernah ada, mari lanjutkan bersama Luri. Saya bukan pemimpin yang duduk di belakang meja. Malam ini saya rencanakan besok pagi saya turun ke masyarakat. Jadi program yang saya buat sesuai dengan kebutuhan rakyat kecil," kata Lukas berapi-api.
Lukas mengatakan, orang di Lambanapu, Mauliru, Kawangu bisa menanam padi karena kebijakannya di masa lampau. Air bersih mengalir sampai di Padadita, katanya, juga terjadi pada masa kepemimpinannya. "Sekarang lihat air bersih tidak pernah sampai lagi ke Padadita. Kalau ingin Padadita tidak lagi susah air, mari bersama Luri," ajak Lukas.
Lebih jauh Lukas mengatakan, keberhasilan Sumba Timur saat ini sebenarnya berawal dari masa kepemimpinannya. "Bupati siapa di Sumba Timur yang pernah masuk lumpur tanam padi. Pikul pohon pisang ajak masyarakat tanam pisang. Pukul 03.00 pagi pikul rumput laut bagi kepada masyarakat. Hanya saya, karena saya terjun langsung ke masyarakat. Sekarang masyarakat merasakan hasilnya. Kalau ada pihak yang mengingkari ini, saya kira orang itu tidak tahu berterima kasih. Jangan ada dusta di antara kita," beber Lukas.
Ia mengatakan, Sumba Timur membutuhkan figur pemimpin yang mampu menggerakkan masyarakatnya menolong dirinya sendiri. Dan, pemimpin itu ada pada Luri. Lukas mengatakan, paket Luri hanya membutuhkan 4.000 suara di Kota Waingapu, Kambera, Kanatang dan Haharu untuk memenangkan Pemilu Kada Sumba Timur, 3 Juni mendatang. Pasalnya, beber Lukas, di zona III dan IV, paket Luri pasti menang. Paket Luri juga memberi penghargaan kepada perempuan karena menggandeng perempuan untuk memimpin daerah yang masih begitu tabu dengan kepemimpinan perempuan tersebut.
"Kalau dulu perempuan Sumba hanya bertugas memberi makan babi, memasak di dapur, mengurus anak, sekarang ada perempuan yang maju bertarung di panggung politik bersaing dengan kaum laki-laki menjadi pemimpin di daerah ini. Karena itu, kaum perempuan Sumba Timur saya ajak untuk memilih Luri karena di dalamnya ada keterwakilan kaum perempuan," tambah Lukas.
Sementara Rambu Lika Atahumba yang menjadi pasangan Lukas Kaborang lebih banyak mengklarifikasi berbagai isu miring tentang dirinya selama menjabat Kepala Dinas PPO Sumba Timur. "Ada yang bilang saya korupsi, ternyata tidak terbukti karena saya memang tidak kelola uang. Hal itu dipertegas dengan Surat Keterangan Bebas Korupsi dari KPK kepada saya," tegas Rambu Lika. (dea)
Pos Kupang 20 Mei 2010 halaman 8
Pinang dan Maraing Janjikan Pemerintahan Bersih
dion bata
WAINGAPU, PK --P aket Pinang (Drs. Langu Pindingara-Kabunang Rudiyanto) dan Paket Maraing (Ir. Umbu Manggana-Drs. Kristofel Praing) menjanjikan pemerintahan Sumba Timur yang bersih selama lima tahun ke depan, jika terpilih jadi bupati dan wakil bupati Sumba Timur, 3 Juni mendatang.
Janji kedua paket ini disampaikan saat kampanye di dua tempat berbeda, Kamis (20/5/2010). Pinang di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, dan Maraing di Lapangan Sepak Bola Raikapu, Kecamatan Umalulu.
Paket Pinang di depan pendukungnya dari tiga kecamatan, Pandawai, Kahaunga Ety dan Kambatamapambuhang, menyatakan siap membuat kontrak politik dengan rakyat. Kontrak politik ini juga sesuai amanat Partai Demokrat, partai pengusung paket ini. "Sebelum Demokrat menetapkan pilihan untuk mengusung kita, syaratnya satu harus buat kontrak politik. Dan, kita siap melakuan itu," kata Pindingara disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.
Hal senada disampaikan calon wakil bupati Paket Pinang, Kabunang Rudiyanto. Kabunang mengatakan, komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerah itu merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah terhadap hak rakyat. "Kami tidak akan menjadi pencuri uang rakyat. Pemerintahan yang bersih itu komitmen kami," tegas Kabunang.
Ia mengatakan, modal untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih yaitu sikap moral dari calon pemimpin. Karena itu, Kabunang mengajak masyarakat Sumba Timur menengok latar belakang para calon, termasuk cara-cara para calon meraih dukungan rakyat dalam Pemilu Kada kali ini sebelum menjatuhkan pilihan.
"Pemilu Kada ini tahapan kita sedang menyusun kehidupan kita. Jadi jangan salah pilih pemimpin. Pikirkan cita-cita apa lima tahun ke depan satukan dengan tujuan hidup. Pilih pemimpin yang tepat," demikian Kabunang.
Ia menambahkan, selama ini orang Sumba Timur masih terkungkung dalam berbagai persoalan. Bahkan untuk bercita-cita saja, katanya, tidak bisa. Dalam Pemilu Kada inilah, demikian Kabunang, rakyat mempunyai tanggung jawab untuk menyusun program pembangunan di daerah itu sehingga makan tercukupi, tidak ada lagi kelaparan.
"Jangan mau memilih karena dipaksa karena kita yang tentukan sendiri hidup kita ke depan. Pemilu Kada merupakan jembatan menitipkan nasib kita dan anak cucu kita ke depan. Kami tidak meminta rakyat memilih Pinang. Tetapi jika rakyat menjatuhkan pilihan pada pinang kami janji akan menjalankan amanat itu. Kami juga meminta jika terpilih nanti, rakyat jangan tinggalkan kami," pinta Kabunang.
Dengan slogan membangun desa, menata kota, paket Pinang menjanjikan sebuah kehidupan yang makmur bagi rakyat di daerah itu jika pinang terpilih menjadi bupati/ wakil bupati di daerah itu.
"Membuka pasar bagi produk-produk unggulan di daerah itu, harga barang murah dengan mendatangkan kapal roro, mempermudah akses modal melalui koperasi dan bank pasar hingga ke desa dan lingkungan hidup yang sehat sehingga ekonomi tidak hanya digerakan satu kelompok," demikian janji paket ini.
Di bidang lingkungan hidup, Pindingara dan Kabunang berjanji akan membuat program hutan untuk masyarakat, hutan gereja dan hutan masjid. Dengan demikian ada tanggung jawab moral dari lembaga keagamaan terhadap kelestarian lingkungan hidup di daerah itu.
Kampanye Pinang di Pandawai berakhir tepat pukul 16.00 Wita. Meskipun berjalan lancar, kampanye tetap dijaga ketat aparat gabungan kepolisian dan Brimob. Selain Pindingara dan Kabunang, kampanye Pinang kali ini juga dihadiri oleh Umbu Yadar, bangsawan Sumba di bagian selatan Sumba Timur. (dea)
Pos Kupang 21 Mei 2010 halaman 8
Maraing: Berubah atau Mati
dion bata
WAINGAPU, PK -- Kita harus berubah, kalau tidak berubah kita mati," demikian pernyataan tegas Umbu Manggana, calon Bupati Sumba Timur di depan ribuan pendukungnya yang memadati Stadion Rihi Eti Prailiu, Selasa (25/5/2010). Manggana berpasangan dengan Kristofel Praing (Paket Maraing).
Sementara Paket Pinang (Langu Pindingara-Kabunang Rudiyanto) di tempat yang sama pada hari Rabu (26/5/2010), menyatakan komitmennya memberantas korupsi di negeri para dewa merapu itu.
Umbu Manggana yang tampil bersama pasangan calon wakil bupati, Kristofel Praing lebih banyak menkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah daerah lima tahun sebelumnya yang dinilainya gagal membawa perubahan untuk masyarakat Sumba Timur. "Kita harus berubah. Kalau tidak berubah kita mati," kata Manggana.
Hari-hari terakhir menjelang berakhirnya masa kampanye Pemilukada Sumba Timur, masing-masing calon makin mempertegas program dan komitmen dalam rangka menarik simpati para pemilih.
Manggana menegaskan, masalah sarana prasarana dasar, masalah tata kelola pemerintahan, masalah lingkungan hidup, kemiskinan merupakan masalah pokok yang harus dihentikan, bukan dilanjutkan. "Saudara-saudara mau berubah? Jangan lanjutkan kemiskinan, jangan lanjutkan kebodohan. Karena itu pilih Maraing. Pilih Maraing jika tidak ingin melanjutkan kemiskinan dan penderitaan rakyat," seru Manggana yang disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya.
Manggana kembali menegaskan, semangat perubahan merupakan semangat Maraing lima tahun ke depan.
Hal senada juga disampaikan calon Wakil Bupati, Kristofel Praing. Kris mengatakan, Maraing sebelum maju dalam Pemilu Kada kali ini telah mempersiapkan diri. "Kalau mau maju harus persiapkan diri bukan coba-coba, karena Maraing tidak ingin jadi pemimpin karena kebetulan, harap bola muntah atau harap kekeliruan," kata Kris.
Selain pasangan Manggana dan Praing, pada kampanye terbuka paket itu di Prailiu Selasa siang juga menampilkan istri dari pasangan ini. Kedua istri dari pasangan ini dengan lantang mengatakan siap menegur mendukung suami dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahu ke depan jika rakyat memberi kepercayaan pada paket ini untuk memimpin Sumba Timur. Mereka juga siap menegur pasangan ini jika tidak menjalankan komitmen yang telah dibuat bersama rakyat. Isteri dari pasangan ini juga menyatakan siap mengangkat derajat perempuan Sumba melalui program-program kesetaraan gender.
Sementara itu Pinang yang menghadirkan jurkam, Anita Gah mengatakan bahwa ketertinggalan daerah itu dari daerah lain karena korupsi. "Sebelum lolos dari Partai Demokrat, Pinang telah membuat komitmen dengan Partai Demokrat untuk memberantas korupsi. Karena itu, ke depan kita mempunyai komitmen untuk membersihkan tikus-tikus korupsi yang mendatangkan kesengsaraan bagi rakyat kecil," kata Anita lantang.
Hal senada juga disampaikan Calon Wakil Bupati dari paket Pinang, Kabunang Rudiyanto. Kabunang mengatakan, daerah itu tidak akan maju jika sikap, moral pemimpin tidak benar. Karena itu, fokus mereka lima tahu ke depan adalah pencegahan dan pemberantasan korupsi. (dea)
Pos Kupang 27 Mei 2010 halaman 8
GBY-MK Diisukan Terima Rp 250 Juta
dion bata
WAINGAPU, PK--Pemilu Kada Sumba Timur dalam beberapa pekan terakhir terusik. Isu yang berkembang di masyarakat ada aliran dana dari investor yang bergerak di bidang pertambangan kepada para kandidat calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup-cawabup) Sumba Timur.
Bantuan dana kampanye untuk para cabup-cawabup itu guna memuluskan penerbitan izin ekplorasi dan eksploitasi tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur. Namun isu tersebut ditepis para cabup-cawabup antara lain, dari Paket Gidion Mbilijora, M.Si dan dr. Matius Kitu (GMY-MK).
Isu ini pertama kali muncul dari para pegiat lingkungan hidup di daerah itu. Informasi itu kemudian berkembang luas ke masyarakat. Beberapa warga masyarakat di daerah sempat mempertanyakan kebenaran itu kepada Pos Kupang melalui pesan singkat. Juga, melalui siaran salah satu radio lokal di daerah itu.
Isu itu menguat karena pemerintah daerah terkesan mendiamkan masalah tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti dan tidak berupaya mencegah kegitan eksplorasi yang mengarah ke perusakan hutan di sekitar taman nasional tersebut. Bahkan, para pegiat lingkungan hidup di daerah itu menilai Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merestui dan mengijinkan kegiatan eksplorasi di sekitar taman nasional tersebut.
Namun, tudingan tersebut langsung dibantah Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si. Gidion yang juga calon bupati dari Partai Golkar ini, mengatkan, izin eksplorasi tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwainggi Wanggameti diberikan oleh Gubernur NTT dan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, kata Gidion, hanya sebatas mendapat tembusan.
Gidion juga membantah tudingan beberapa pihak bahwa pemerintah daerah sengaja mendiamkan masalah tambang emas di Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, karena kaitan dengan pencalonan dirinya menjadi Bupati Sumba Timur, 3 Juni mendatang.
"Sampai hari ini saya tegaskan, tidak ada satu sen pun aliran dana yang masuk ke rekening saya. Saya sudah mendengar informasi bahwa saya menerima dana dari investor Rp 250 juta. Buat apa dengan dana hanya sebesar itu. Kalau memang saya mau menerima dana dari investor lebih baik miliaran rupiah," tegas Gidion.
Gidion menilai, isu tersebut sengaja ditiup pihak tertentu untuk menjatuhkan bupati incumbent menjelang Pemilu Kada, 3 Juni mendatang.
Bantahan juga datang dari Ir.Umbu Manggana dan Drs. Kristofel Praing,M.Si. Pasangan cabup-cawabup yang diusung PDIP, Gerindra dan PPI. Manggana bahkan dengan tegas mengatakan `Haram memakai uang yang datang dari kesepakatan untuk mendukung kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Demikian juga Kris Praing. Praing mengatakan, cukup sulit bagi Maraing untuk menerima dana dari investor karena bagi Maraing tidak ada kompromi untuk hal-hal yang merugikan rakyat luas. (dea)
5 Paket Calon Siap Bertarung:
* Gidion Mbilijora-Matius Kitu (Paket GBY-MK) ! Golkar
* Langu Pindingara-Kabunang R Hunga (Paket Pinang ! Demokrat
* Lukas Kaborang- Rambu Lika Atahumba (PDK dan 6 parpol non seat
* Umbu Manggana-Kristofel Praing ! Koalisi PPI, PDIP dan Gerindra
* Emanuel Babu Eha-Umbu Hapu Mbeju ! Hanura dan 15 parpol non seat
Pos Kupang 3 Mei 2010 halaman 8
Hari Pertama Kampanye Sepi
dion bata

WAIKABUBAK, PK -- Hari pertama kampanye Pemilu Kada di Sumba Barat (Sumbar) sepi. Sesuai jadwal paket Kedu Lere- Soleman Poety mendapat kesempatan pertama kampanye terbuka (rapat umum) di Karekanduku, Kecamatan Tanah Righu, namun tidak terlaksana.
Pasangan ini memilih rapat terbatas dan menunda rapat umum tanggal 26 Mei 2010.
Sedangkan tujuh pasangan lainnya mengadakan pertemuan terbatas tersebar di Kecamatan Kota Waikabubak, Loli, Wanokaka, Lamboya dan Lamboya Barat.
Pantauan Pos Kupang, Selasa (18/5/2010), sekitar pukul 10.00 sampai pukul 12.00 Wita, kondisi Kota Waikabubak dan sekitarnya sepi dari hiruk-pikuk lalu lintas kendaraan yang mengantar pasangan calon bupati dan wakil bupati mengadakan kampanye. Umumnya kampanye dimulai pukul 12.30 Wita.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati menghabiskan waktu pagi dengan menemui keluarga dan pendukung yang datang.
Misalnya, paket Drs.Julianus Pote Leba, M.Si-Ir.Datu Todu mengadakan kampanye terbatas di Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak. Pertemuan terbatas ini dimulai pukul 14.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita. Dalam kesempatan itu calon bupati Julianus Pote Leba meminta dukungan penuh warga Kelurahan Kampung Sawah memilih paket nomor urut 2 pada 3 Juni 2010 agar bisa melanjutkan pembangunan daerah ini.
Sementara pasangan Ir. Robert Gana-Ibrahim Kedujawa mengadakan pertemuan terbatas di Pokobina, Desa Ubu Pede, Kecamatan Loli, yang dimulai pukul 13.00 Wita. Di hadapan ratusan warga pendukung yang menantinya, calon bupati Ir. Robert Gana dan calon wakil bupati, Ibrahim Kedujawa meminta warga menyatukan kesepakatan memenangkan paket nomor 5 tanggal 3 Juni 2010. Sudah saatnya warga Sumba Barat memiliki pemimpin yang memahami rakyatnya, mengerti akan kebutuhan rakyat dan mau berbaur dan bekerja sama dengan rakyat.
Sumba Barat membutuhkan pemimpin yang mendengarkan tangisan rakyatnya dan bukan sebaliknya. Karena itu pilihan paket nomor 5 dan bila rakyat mempercayakan keduanya memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan, daerah itu akan mengalami perubahan yang berarti baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekononi, pertanian, perkebunan, pariwisata dan sebagainya.
Sementara pasangan nomor 8, Dr. Keba Moto dan Gaspar Bili Umbu Wosa yang mendapat kesempatan mengadakan pertemuan terbatas di Desa Beradolu, Kecamatan Loli, sampai pukul 14.30 Wita tidak nampak kegiatannya. Menurut warga setempat, kegiatan kampanye batal terlaksana karena lokasi yang ditentukan terlalu sempit. Mungkin pasangan itu mengadakan pertemuan terbatas di daerah lainnya.
Sedangkan Agustinus Niga Dapawole-Ir.Thimotius Woda Sappu mengadakan pertemuan terbatas di Kampung Hodi, Kecamatan Lamboya Barat, pasangan Umbu S.Samapaty-S.H, M.H-Octavianus Gw.Kole mengadakan pertemuan terbatas di Kampung Gali Wawi di Kecamatan Lamboya, pasangan JP Pandango-Reku Deta mengadakan pertemuan terbatas di Desa Hupu Mada, Kecamatan Wanokaka dan paket D.Tuwa Tobu, S.H-Jonathan Anarato pertemuan terbatas di Kecamatan Loli. (pet)
Pos Kupang 19 Mei 2010 halaman 8
Saatnya Sumbar Dipimpin Perempuan
dion bata
WAIKABUBAK, PK -- Calon Bupati Sumba Barat, Tuwa Tobu, S.H, bersama pasangannya, Jonathan Anarato, saat berkampanye terbuka di hadapan massa pendukungnya di Stadion Gelora Pada Eweta, Rabu (19/5/2010), mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat memilih calon bupati perempuan untuk memimpin kabupaten itu lima tahun ke depan.
Predikat seorang ibu dengan segudang pengalaman diyakini mampu menakhodahi kabupaten itu lima tahun ke depan.
Di hadapan massa, ia menyampaikan saat ini ada satu pasang calon bupati adalah perempuan, yakni paket Nomor 7. Karena itu pilihlah paket nomor 7 untuk memimpin kabupeten ini lima tahun ke depan.
Dikatakannya, seorang perempuan akan memimpin daerah ini dengan penuh hati dan semua dedikasi serta karya bagi kemajuan Sumba Barat. Sudah saatnya masyarakat Sumba Barat memiliki pemimpin seorang perempuan. Sebab semenjak 52 tahun kabupaten ini berdiri, semua dipimpin kaum pria. Momen Pemilu Kada ini menjadi sangat penting bagi rakyat Sumba Barat secara langsung menentukan hak politik memilih pemimpin lima tahun ke depan dengan memilih paket nomor urut 7 sebagai pemimpin perempuan pertama di daerah ini bahkan di NTT.
Menurutnya, keputusan maju bersama Jonathan Anarato bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan di daerah ini sebagai panggilan mengabdi tanah leluhur. Sebab semenjak meninggalkan Sumba tahun 1968 hampir pasti semua karya dan pengabdian dihabiskan di luar Sumba meskipun dalam hati terbersit keinginan membangun Sumba Barat. Menjadi seorang penegak hukum adalah sebuah tugas dan pekerjaan mulia, tetapi penuh tantangan. Karenanya bila rakyat Sumba Barat mempercayakan keduanya memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan, maka prioritas utama adalah penegakan hukum bidang ketertiban dan keamanan.
Sebab selama ini persoalan keamanan menjadi hal utama yang menghambat pembangunan daerah ini. Bagaimana rakyat bisa hidup nyaman, damai, usaha ekonomi tenang, berdagang lancar tanpa rasa takut, memelihara ternak dan sebagainya kalau pencurian selalu saja terjadi. Karena itu, keduanya bertekad membasmi pencurian di daerah itu agar warga hidup nyaman dan damai.
Sementara ke-7 pasangan lain mengadakan kampanye terbatas, yakni Umbu S.Samapati-Octavianus GW Kole, S.IPem mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Hoba Kala, Kecamatan Lamboya dan pasangan Drs. Julianus Pote Leba, M.Si-Ir.Datu Todu mengadakan pertemuan dengan warga di Kelurahan Weekarou, Kecamatan Loli.
Selanjutnya, pasangan Drs.Agustinus Niga Dapawole-Ir.Thimotius Woda Sappu mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Waihura, Kecamatan Wanokaka, pasangan Jubilate Pieter Pandango, S.Pd,M.Si-Reko Deta, S.IPem mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Malata, Kecamatan Tana Righu dan pasangan Ir.Robert Gana, M.Si-Drs.Ibrahim Kedujawa mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Watukarere dan Rajaka di Kecamatan Lamboya.
Pasangan Kedu Lere, S.H-dr.Soleman D.Poety mengadakan pertemuan dengan warga di Desa Kelembukuni, Kecamatan Kota Waikabubak dan pasangan Dr.Keba Moto- Gaspar Bili Umbu Wosa mengadakan pertemuan di Kelurahan Sobawawi, Kecamatan Loli. (pet)
Pos Kupang 20 Mei 2010 halaman 8
Antimo Perhatikan Keamanan dan Nasib Petani
dion bata
WAIKABUBAK, PK -- Pasangan Drs. Agustinus Niga Dapawole-Ir.Thimotius Woda Sappu (Antimo) akan memperhatikan masalah keamanan dan nasib petani.
Janji ini dikemukakan di hadapan massa pendukung yang memadati Stadion Gelora Pada Eweta, Jumat (21/5/2010).
Niga meminta seluruh masyarakat Sumba Barat, baik yang hadir di lapangan kampanye maupun yang ada di rumah memenangkan paket Antimo dengan mencoblos nomor urut 3 tanggal 3 Juni 2010.
Paket Antimo adalah paket yang tidak memiliki uang banyak alias miskin, paket Antimo adalah paket yang kaya hati sebagaimana tertanam dalam hati ibu bapak pendukung sekalian. Paket Antimo sadar kehadiran massa pendukung bukan karena iming-iming atau janji sesuatu tetapi murni keikhlasan masyarakat secara langsung mau mendengarkan visi misi paket Antimo yang akan memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan.
Niga menyampaikan program utama paket Antimo adalah meningkatkan keamanan daerah agar seluruh masyarakat Sumba Barat umumnya dan Kota Waikabubak khususnya hidup nyaman, damai, tenang dan tidak takut akan adanya ancaman pencurian yang disertai kekerasan. Harus diakui, situasi keamanan yang kurang kondusif sebagaimana terjadi selama ini menjadi salah satu penghambat perkembangan pembangunan daerah ini.
Masyarakat tidak bisa leluasa mengembangkan usaha seperti membuka kios, memelihara ternak, berusaha tani dan sebagainya karena selalu dihantui perasaan takut dirampok. Karena itu, kata Niga, jika rakyat Sumba Barat mempercayakan paket Antimo memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan dengan mencoblos paket nomor 3, maka keamanan daerah ini secara perlahan-lahan pasti aman.
Aksi pencurian sebagaimana terjadi selama ini sesungguhnya harus dipahami dan didalami dengan cermat serta mencari solusi mengatasinya. Terhadap orang-orang yang selama ini mengambil barang milik orang lain tanpa minta izin harus mendapat skala prioritas perhatian pemerintah. Mereka didata, dilakukan pendekatan kekeluargaan dan diberikan peluang usaha. Kepada pihak-pihak yang berpotensi melakukan tindakan itu, perlu difasilitasi modal usaha agar ekonomi tercukupi. Bila sehari-hari sibuk dengan pekerjaan tidak ada lagi warga yang jalan malam.
Selama ini, kata Niga, orang-orang tersebut kurang mendapat perhatian pemerintah. Bahkan mendapat cap negatif sehingga sulit mengendalikan perilaku demikian.
Selain faktor keamanan, perhatian terhadap bidang pertanian, peternakan, kesehatan, pendidikan dan lain menjadi program utama paket ini. Khusus kepada petani kecil, Antimo, akan memberikan bantuan sejauh yang dibutuhkan demi meningkatkan usaha. Selama ini petani mengalami kesulitan modal usaha maka pemerintah akan memfasilitasinya.
Sementara juru kampanye nasional, Manuarar Sirait meminta seluruh masyarakat Sumba Barat memenangkan paket Antimo karena paket Antimo adalah paket yang sederhana, bersih dan siap membantu masyarakat kecil daerah ini. Sedangkan jurkam Herman Hery, menantang rakyat Sumba Barat memenangkan paket Antimo tanggal 3 Juni 2010 mendatang, maka sebagai wakil rakyat NTT akan berusaha memperjuangkan alokasi anggaran air minum bersih Rp 50 miliar.
"Saya tantang masyarakat Sumba Barat memenangkan paket Antimo tanggal 3 Juni 2010 mendatang. Bila menang, saya akan berjuang loloskan anggaran untuk air bersih untuk rakyat Sumba Barat Rp 50 miliar. Pegang janji saya ini. Tagih janji saya ini bila saya datang lagi ke Sumba Barat ini. Tapi, ingat syarat menangkan Antimo," katanya disambut terikan histeris ribuan warga yang memadati lokasi kampanye.
Disaksikan Pos Kupang kampanye dimulai pukul 13.00 Wita. Walaupun demikian sejak pagi massa dari lima kecamatan se-Kabupaten Sumba Barat berbondong-bondong datang ke stadion Gelora Pada Eweta. Usai mendengarkan orasi para jurkam, dan sekitar pukul 14.30 Wita, ribuan massa mengadakan konvoi keliling Kota Waikabubak. (pet)
Pos Kupang 22 Mei 2010 halaman 8

