Saatnya Sumbar Dipimpin Perempuan

WAIKABUBAK, PK -- Calon Bupati Sumba Barat, Tuwa Tobu, S.H, bersama pasangannya, Jonathan Anarato, saat berkampanye terbuka di hadapan massa pendukungnya di Stadion Gelora Pada Eweta, Rabu (19/5/2010), mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat memilih calon bupati perempuan untuk memimpin kabupaten itu lima tahun ke depan.

Predikat seorang ibu dengan segudang pengalaman diyakini mampu menakhodahi kabupaten itu lima tahun ke depan.
Di hadapan massa, ia menyampaikan saat ini ada satu pasang calon bupati adalah perempuan, yakni paket Nomor 7. Karena itu pilihlah paket nomor 7 untuk memimpin kabupeten ini lima tahun ke depan.



Dikatakannya, seorang perempuan akan memimpin daerah ini dengan penuh hati dan semua dedikasi serta karya bagi kemajuan Sumba Barat. Sudah saatnya masyarakat Sumba Barat memiliki pemimpin seorang perempuan. Sebab semenjak 52 tahun kabupaten ini berdiri, semua dipimpin kaum pria. Momen Pemilu Kada ini menjadi sangat penting bagi rakyat Sumba Barat secara langsung menentukan hak politik memilih pemimpin lima tahun ke depan dengan memilih paket nomor urut 7 sebagai pemimpin perempuan pertama di daerah ini bahkan di NTT.

Menurutnya, keputusan maju bersama Jonathan Anarato bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan di daerah ini sebagai panggilan mengabdi tanah leluhur. Sebab semenjak meninggalkan Sumba tahun 1968 hampir pasti semua karya dan pengabdian dihabiskan di luar Sumba meskipun dalam hati terbersit keinginan membangun Sumba Barat. Menjadi seorang penegak hukum adalah sebuah tugas dan pekerjaan mulia, tetapi penuh tantangan. Karenanya bila rakyat Sumba Barat mempercayakan keduanya memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan, maka prioritas utama adalah penegakan hukum bidang ketertiban dan keamanan.

Sebab selama ini persoalan keamanan menjadi hal utama yang menghambat pembangunan daerah ini. Bagaimana rakyat bisa hidup nyaman, damai, usaha ekonomi tenang, berdagang lancar tanpa rasa takut, memelihara ternak dan sebagainya kalau pencurian selalu saja terjadi. Karena itu, keduanya bertekad membasmi pencurian di daerah itu agar warga hidup nyaman dan damai.

Sementara ke-7 pasangan lain mengadakan kampanye terbatas, yakni Umbu S.Samapati-Octavianus GW Kole, S.IPem mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Hoba Kala, Kecamatan Lamboya dan pasangan Drs. Julianus Pote Leba, M.Si-Ir.Datu Todu mengadakan pertemuan dengan warga di Kelurahan Weekarou, Kecamatan Loli.

Selanjutnya, pasangan Drs.Agustinus Niga Dapawole-Ir.Thimotius Woda Sappu mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Waihura, Kecamatan Wanokaka, pasangan Jubilate Pieter Pandango, S.Pd,M.Si-Reko Deta, S.IPem mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Malata, Kecamatan Tana Righu dan pasangan Ir.Robert Gana, M.Si-Drs.Ibrahim Kedujawa mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Watukarere dan Rajaka di Kecamatan Lamboya.

Pasangan Kedu Lere, S.H-dr.Soleman D.Poety mengadakan pertemuan dengan warga di Desa Kelembukuni, Kecamatan Kota Waikabubak dan pasangan Dr.Keba Moto- Gaspar Bili Umbu Wosa mengadakan pertemuan di Kelurahan Sobawawi, Kecamatan Loli. (pet)

Pos Kupang 20 Mei 2010 halaman 8
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes