GBY-MK Diisukan Terima Rp 250 Juta

WAINGAPU, PK--Pemilu Kada Sumba Timur dalam beberapa pekan terakhir terusik. Isu yang berkembang di masyarakat ada aliran dana dari investor yang bergerak di bidang pertambangan kepada para kandidat calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup-cawabup) Sumba Timur.

Bantuan dana kampanye untuk para cabup-cawabup itu guna memuluskan penerbitan izin ekplorasi dan eksploitasi tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur. Namun isu tersebut ditepis para cabup-cawabup antara lain, dari Paket Gidion Mbilijora, M.Si dan dr. Matius Kitu (GMY-MK).


Isu ini pertama kali muncul dari para pegiat lingkungan hidup di daerah itu. Informasi itu kemudian berkembang luas ke masyarakat. Beberapa warga masyarakat di daerah sempat mempertanyakan kebenaran itu kepada Pos Kupang melalui pesan singkat. Juga, melalui siaran salah satu radio lokal di daerah itu.

Isu itu menguat karena pemerintah daerah terkesan mendiamkan masalah tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti dan tidak berupaya mencegah kegitan eksplorasi yang mengarah ke perusakan hutan di sekitar taman nasional tersebut. Bahkan, para pegiat lingkungan hidup di daerah itu menilai Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merestui dan mengijinkan kegiatan eksplorasi di sekitar taman nasional tersebut.

Namun, tudingan tersebut langsung dibantah Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si. Gidion yang juga calon bupati dari Partai Golkar ini, mengatkan, izin eksplorasi tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwainggi Wanggameti diberikan oleh Gubernur NTT dan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, kata Gidion, hanya sebatas mendapat tembusan.
Gidion juga membantah tudingan beberapa pihak bahwa pemerintah daerah sengaja mendiamkan masalah tambang emas di Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, karena kaitan dengan pencalonan dirinya menjadi Bupati Sumba Timur, 3 Juni mendatang.

"Sampai hari ini saya tegaskan, tidak ada satu sen pun aliran dana yang masuk ke rekening saya. Saya sudah mendengar informasi bahwa saya menerima dana dari investor Rp 250 juta. Buat apa dengan dana hanya sebesar itu. Kalau memang saya mau menerima dana dari investor lebih baik miliaran rupiah," tegas Gidion.

Gidion menilai, isu tersebut sengaja ditiup pihak tertentu untuk menjatuhkan bupati incumbent menjelang Pemilu Kada, 3 Juni mendatang.

Bantahan juga datang dari Ir.Umbu Manggana dan Drs. Kristofel Praing,M.Si. Pasangan cabup-cawabup yang diusung PDIP, Gerindra dan PPI. Manggana bahkan dengan tegas mengatakan `Haram memakai uang yang datang dari kesepakatan untuk mendukung kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Demikian juga Kris Praing. Praing mengatakan, cukup sulit bagi Maraing untuk menerima dana dari investor karena bagi Maraing tidak ada kompromi untuk hal-hal yang merugikan rakyat luas. (dea)

5 Paket Calon Siap Bertarung:
* Gidion Mbilijora-Matius Kitu (Paket GBY-MK) ! Golkar
* Langu Pindingara-Kabunang R Hunga (Paket Pinang ! Demokrat
* Lukas Kaborang- Rambu Lika Atahumba (PDK dan 6 parpol non seat
* Umbu Manggana-Kristofel Praing ! Koalisi PPI, PDIP dan Gerindra
* Emanuel Babu Eha-Umbu Hapu Mbeju ! Hanura dan 15 parpol non seat


Pos Kupang 3 Mei 2010 halaman 8
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes