Maraing: Berubah atau Mati

WAINGAPU, PK -- Kita harus berubah, kalau tidak berubah kita mati," demikian pernyataan tegas Umbu Manggana, calon Bupati Sumba Timur di depan ribuan pendukungnya yang memadati Stadion Rihi Eti Prailiu, Selasa (25/5/2010). Manggana berpasangan dengan Kristofel Praing (Paket Maraing).

Sementara Paket Pinang (Langu Pindingara-Kabunang Rudiyanto) di tempat yang sama pada hari Rabu (26/5/2010), menyatakan komitmennya memberantas korupsi di negeri para dewa merapu itu.


Umbu Manggana yang tampil bersama pasangan calon wakil bupati, Kristofel Praing lebih banyak menkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah daerah lima tahun sebelumnya yang dinilainya gagal membawa perubahan untuk masyarakat Sumba Timur. "Kita harus berubah. Kalau tidak berubah kita mati," kata Manggana.

Hari-hari terakhir menjelang berakhirnya masa kampanye Pemilukada Sumba Timur, masing-masing calon makin mempertegas program dan komitmen dalam rangka menarik simpati para pemilih.

Manggana menegaskan, masalah sarana prasarana dasar, masalah tata kelola pemerintahan, masalah lingkungan hidup, kemiskinan merupakan masalah pokok yang harus dihentikan, bukan dilanjutkan. "Saudara-saudara mau berubah? Jangan lanjutkan kemiskinan, jangan lanjutkan kebodohan. Karena itu pilih Maraing. Pilih Maraing jika tidak ingin melanjutkan kemiskinan dan penderitaan rakyat," seru Manggana yang disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya.

Manggana kembali menegaskan, semangat perubahan merupakan semangat Maraing lima tahun ke depan.
Hal senada juga disampaikan calon Wakil Bupati, Kristofel Praing. Kris mengatakan, Maraing sebelum maju dalam Pemilu Kada kali ini telah mempersiapkan diri. "Kalau mau maju harus persiapkan diri bukan coba-coba, karena Maraing tidak ingin jadi pemimpin karena kebetulan, harap bola muntah atau harap kekeliruan," kata Kris.

Selain pasangan Manggana dan Praing, pada kampanye terbuka paket itu di Prailiu Selasa siang juga menampilkan istri dari pasangan ini. Kedua istri dari pasangan ini dengan lantang mengatakan siap menegur mendukung suami dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahu ke depan jika rakyat memberi kepercayaan pada paket ini untuk memimpin Sumba Timur. Mereka juga siap menegur pasangan ini jika tidak menjalankan komitmen yang telah dibuat bersama rakyat. Isteri dari pasangan ini juga menyatakan siap mengangkat derajat perempuan Sumba melalui program-program kesetaraan gender.

Sementara itu Pinang yang menghadirkan jurkam, Anita Gah mengatakan bahwa ketertinggalan daerah itu dari daerah lain karena korupsi. "Sebelum lolos dari Partai Demokrat, Pinang telah membuat komitmen dengan Partai Demokrat untuk memberantas korupsi. Karena itu, ke depan kita mempunyai komitmen untuk membersihkan tikus-tikus korupsi yang mendatangkan kesengsaraan bagi rakyat kecil," kata Anita lantang.

Hal senada juga disampaikan Calon Wakil Bupati dari paket Pinang, Kabunang Rudiyanto. Kabunang mengatakan, daerah itu tidak akan maju jika sikap, moral pemimpin tidak benar. Karena itu, fokus mereka lima tahu ke depan adalah pencegahan dan pemberantasan korupsi. (dea)

Pos Kupang 27 Mei 2010 halaman 8
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes