Cegah Pencuri Petani Cabai Tidur di Kebun


Selama dua pekan terakhir harga cabai rawit  melonjak drastis  hingga menembus angka Rp 60 ribu per kilogram. Guna mencegah pencurian, petani cabai di Kawangkoan Minahasa   rela tidur di kebun dan bergiliran patroli keliling kebun bersenjatakan parang dan senapan angin.

Saat diwawancarai Tribun Manado, Rabu (11/4/2012), Lexi Pandeiroth mengatakan dia harus tidur di kebun karena harga cabai yang tinggi berpeluang menarik orang lain untuk mencuri. Ayah dua anak ini mengaku tidak sendirian tidur di kebun cabai. Dia ditemani tiga rekannya sehingga mereka bisa  berjaga secara bergiliran semalaman di kebun tersebut.

"Saya memutuskan tidur di kebun sejak mulai memanen tanaman cabai. Sudah tiga hari saya tidur di kebun untuk berjaga-jaga jangan sampai ada orang yang mencuri cabai saya," ujar pria yang telah lebih dari 20 tahun bertani cabai ini.

Lexi menjelaskan, sejak pukul 18.00 Wita dia dan tiga rekannya telah berada di kebun. Mereka menempati sebuah gubuk kecil di bagian dalam kebun. Setiap satu jam dua orang berpatroli keliling kebun seluas sekitar satu perempat hektar tersebut untuk memantau pencuri. Mereka bagi dua kelompok untuk melakukan ronda sepanjang malam.

Persiapan Lexi dan kawan-kawannya cukup matang. Tiap kali melakukan patroli keliling kebun satu orang membawa senjata angin dan seorang lainnya membawa parang. Mereka memakai senter sebagai penerangan. "Kami harus mempersenjatai diri supaya kalau bertemu pencuri kami bisa mengusir mereka atau membela diri," ujarnya.

Keputusan Lexi dan rekan-rekannya membawa hasil. Pencuri cabai agaknya tahu kalau sang pemilik menjaga kebunnya dengan kewaspadaan tinggi. "Beruntung sampai saat ini kami belum bertemu pencuri dan belum ada tanaman cabai yang hilang," demikian Lexi. Biasanya, kata dia, pencuri mencabut batang cabai siap panen.

Musim panen saat ini memang memberikan keuntungan melimpah bagi Lexi. Dia perkirakan bisa mendapat keuntungan sampai sekitar Rp 100 juta. Menurutnya, jika harga cabai tetap bertahan pada level Rp 40.000 per kilogram sampai satu pekan ke depan maka di akan mendapat penghasilan bersih lebih besar lagi.


"Selama dua tahun terakhir saya telah tiga kali mendapat harga cabai yang tinggi seperti ini. Tahun lalu saya bisa membeli mobil pick-up untuk mengangkut hasil pertanian saya," ujarnya.

Petani yang memanen cabai di wilayah Kecamatan Kawangkoan, Tompaso, dan Langowan saat ini memang sedikit. Akibatnya persediaan cabai tidak sebanding dengan permintaan masyarakat dan berakibat pada kenaikan harga.

Sanny Langi, petani di Kecamatan Tompaso mengatakan saat ini hanya beberapa petani yang menanam cabai, dan hanya satu atau dua petani yang mulai memanen hasilnya. Minimnya petani yang menanam cabai dikarenakan banyak petani yang menderita kkrugian pada musim panen yang lalu.

Menurutnya, saat itu dua bulan lalu harga cabai jatuh sampai harga terendah dan mengakibatkan  banyak petani rugi. Saat itu banyak buah cabai yang tidak dipetik karena biaya pemetikan dan transportasi ke pasar lebih besar dari harga jual cabai. 
"Banyak petani yang rugi saat itu sehingga mereka tidak memiliki modal untuk menanam. Umumnya mereka beralih menanam jagung yang biaya perawatan dan penanaman jauh lebih murah dibanding cabai. Sebagian petani tidak menanam apa-apa karena telah kehabisan modal," kata Sanny. (luc)

Sumber: Tribun Manado 12 April 2012 hal 1

Kopi Tomohon Tinggal Kenangan

Kopi instan memborbardir pasar dengan promosi yang masif sempat membuat kopi lokal Sulawesi Utara (Sulut) terpukul. Pasar kopi lokal tergusur oleh  merk kopi berskala nasional atau internasional.

Handri Sulangi, pengusaha kopi asal Kotamobagu, mengakui, kopi instan memang praktis pembuatanya sehingga lebih disukai konsumen. Dengan kekuatan modalnya, kopi instan pun mampu penetrasi sampai ke warung atau kios-kios.

 "Terus terang kami memang sempat terpukul. Namun, kopi lokal masih bisa bertahan karena memang mempunyai pasar tersendiri," ujar Handri yang sudah memasarkan merk kopi sendiri saat ditemui Tribun Manado di tokonya, Senin (19/4/2012).

  Dia pun mulai promosi lewat media massa. Untuk menarik minat konsumen dia memberikan hadiah bagi mereka yang menukarkan plastik bekas pembungkus kopi buatannya. "Kami juga melakukan pengemasan lebih baik lagi untuk menarik minat pembeli," tambah pria ini. 

Handri mengatakan di Kotamobagu sudah ada beberapa merk lokal lainnya. Pasokan kopi berasal dari para petani di wilayah Bolmong. Dia menyebut dua daerah penghasil kopi di sana yakni daerah Modayag termasuk Purworejo dan Liberia di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bilalang, Kecamatan Passi, Bolmong. Dari dua daerah tersebut, daerah penghasil kopi terbesar adalah Modayag. Para pengusaha membeli biji-biji kopi yang kemudian diolah menjadi kopi bubuk. Harga per kilogram biji kering kopi antara Rp 22-23 ribu. "Tergantung kualitas kopi dan kandungan airnya," tambah dia.

Dikatakannya, harga biji kopi sempat turun drastis hingga Rp 5 ribu per kilogram. Hal tersebut terjadi pada masa krisis moneter atau sekitar tahun 1997-1998. Saat itu, para petani juga mengalihfungsikan lahan perkebunan kopinya untuk tanaman holtikultura. Namun, setelah itu produksi kopi relatif stabil.

Handri menambahkan produksi kopi dari  perusahaannya sangat tergantung pasokan kopi dari para petani. Dia mencontohkan pada kwartal pertama tahun ini, pasokan kopi dari petani sangat kurang. Namun, kendati pasokan kopi kurang, dia memastikan produksi kopi masih berjalan.Kopi produksinya dipasarkan di berbagai daerah Sulut. "Pernah ada teman dan dari pihak pemerintah daerah membantu mempromosikan juga ke luar daerah seperti ke Jawa, namun  memang perlu usaha lebih untuk bisa bersaing dengan merk-merk dari luar," papar dia. Handri
memastikan rumah kopi di Manado memakai kopi lokal. Namun dia tidak menyebut berapa besar pasokan ke rumah kopi yang menjamur di Manado tersebut.

Pengusaha kopi di Manado, Wendry Runtuwene mengakui mendapatkan bahan baku kopi lokal dari Kotamobagu. Lewat CV Pundi Emas, Wendy memproduksi kopi bubuk yang diberi nama Kopi Sejati. Kopi Sejati termasuk salah satu merk kopi yang paling banyak dipesan pengelola rumah kopi di Kota Manado. "Usaha ini  didirikan kakek saya kemudian diteruskan oleh anak-anaknya hingga sampai cucu- cucu," kata Wendry ketika ditemui Tribun Manado, Senin (9/4). Usaha yang dirintis sejak tahun 1986 itu  terbilang sukses.  Kopi Sejati bukan hanya dijual di wilayah Sulut tetapi  seluruh pulau Sulawesi bahkan dijual ke Taiwan dan Filipina.

Menurut Wendry, selain dari Kotamobagu pihaknya juga membeli biji kopi dari Jawa karena pasokan kopi dari Kotamobagu tidak memenuhi permintaan."Kami ambil sekitar 30 persen saja dari Kotamobagu, 70 persennya dari luar. Tapi kopi dari luar itu kami pesan yang sama kadarnya dengan kopi Kotamobagu," katanya.
Dia mengatakan, di Sulut  ada dua daerah penghasil kopi yakni di Tomohon dan  Kotamobagu. Kopi dari kedua daerah tersebut memiliki rasa yang berbeda. Jika di Tomohon, kopinya jenis arabika dan di Kotamobagu jenis robusta. Kedua jenis kopi ini memiliki perbedaan rasa. Kopi robusta rasanya lebih pekat sedangkan arabika asam. "Arabika itu cocok jika dicampurkan dengan susu," terangnya lagi.

Perbedaan lain soal harganya. Arabika lebih mahal. Oleh sebab itu, banyak masyarakat Sulut khsus Manado lebih memilih kopi robusta.
Sementara itu, kepopuleran kopi Tomohon yang memiliki rasa khas pada tahun 1960 hingga 1970-an, kini tinggal kenangan.  "Kopi Tomohon paling sedap karena ditanam dan diolah sendiri secara alami. Tapi kini tinggal kenangan, sebab hanya sedikit yang masih menaman kopi," jelas Marthen Sualang (60), warga Paslaten I, Minggu (8/4).  Ia menjelaskan, dulu saat dia SMP, kopi menjadi idola masyarakat Tomohon. Dia bahkan ikut memetik buah kopi bersama kakek dan neneknya di lahan seluas 1 ha di Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur. "Dulunya di wilayah Rurukan ditumbuhi kopi, lahannya memang sangat subur," tuturnya.

Hilangnya tanaman kopi di Tomohon,  kata dia, terjadi sekitar tahun 1970-an, saat dimulainya program revolusi hijau  dari pemerintah orde baru. Kopi diganti dengan jenis hortikultura seperti yang dibudidayakan masyarakat sampai saat ini.  "Tanaman kopi diganti dengan nenas," kata Marthen. Hal ini dibenarkan Robby Kalangi, Camat Tomohon Selatan. "Kopi sudah terlupakan memang," tegasnya.
Donny Mundung (42), pedagang di Pasar Beriman Tomohon mengakui, kopi yang dia jual berasal dari luar daerah seperti Kawangkoan Kabupaten Minahasa dan Kotamobagu, bukan dari Tomohon. ((suk/kev/war)

Tentukan Batas Harga


HARGA jual kopi yang rendah menjadi keluhan para petani di lima desa di daerah Liberia dan Purworejo, Kecamatan Modayag, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), satu di antara sentra produksi komoditas tersebut di Bolmong Raya.
Sangadi Liberia, Ismail Sirun, mengatakan, harga jual kopi dari petani masih rendah bila dibandingkan ongkos untuk merawat tanaman tersebut. "Petani masih bisa hidup dengan harga sekarang, tapi mengharapkan lebih sudah tidak bisa," ujar Ismail saat ditemui  di rumahnya, Minggu (8/4/2012).

Harga kopi per kilogram setelah giling berkisar Rp 20-22 ribu. Hitungan dia, petani bisa meraup untung lebih jika harga kopi di atas Rp 25 ribu per kg. Dikatakannya, perawatan pohon kopi minimal dilakukan tiga bulan sekali. Selain dibersihkan dari tanaman pengganggu, pembersihan tunas atau wiwil mutlak dilakukan.

Ismail mengharapkan agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan untuk melindungi harga kopi. Pasalnya, harga kopi ini sangat ditentukan  pembeli atau pengepul di toko-toko, baik dari dari wilayah Bolmong atau pun dari luar daerah. Dia menyebutkan, harga kopi bisa jatuh sampai Rp 12 ribu per kg. "Kalau tidak salah cengkih ada batas harga beli. Jadi, kami para petani kopi juga mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan batas harga kopi," tambahnya.

Ismail yang sudah memimpin Desa Liberia hampir dua tahun ini mengatakan, di daerah Liberia (ada dua desa) dan Purworejo (tiga desa), sebagian besar kehidupannya di bidang pertanian, terutama kopi. Luas areal perkebunan kopi di daerah tersebut awalnya mencapai 600 ha.  Menurutnya, luas perkebunan kopi di desanya sudah berkurang sekitar 20 persen. Penyusutan lahan tersebut karena petani lebih suka mengalihfungsikan untuk lahan sawah atau holtikultura. Jangka panen yang pendek, membuat tanaman holtikultura menjanjikan lebih banyak keuntungan. 
"Dulu sempat ada keraguan mengubah lahan kopi menjadi tempat menanam holtikultura atau padi. Namun secara ekonomis holtikultura lebih  menjanjikan.
Ismail mengatakan setiap satu hekatre yang terdiri antara 900 hingga 1.200 pohon kopi, bisa menghasilkan 800 kg hingga 1 ton kopi sekali panen. Namun hal tersebut sangat tergantung cuaca. Bila hujan terus mengguyur, hasilnya akan lebih sedikit. Kopi termasuk tanaman tahunan. Ada juga panen raya dua tahun sekali. Panen raya terakhir tahun 2010.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, Sanny Parengkuan, mengatakan, harga kopi lokal Sulut sangat  ditentukan oleh daya saing dan kualitas kopi.  "Ini pengaruh kualitas kopi itu sendiri, dan pengusaha tidak mau lagi mengekspor kopi,dan jumlah produksinya rendah," kata Sanny kepada Tribun Manado, Senin (9/4).

Menurutnya, kopi berkualitas baik di Sulut masih terbatas dan mesti banyak dipromosi seperti Kopi Sejati. Namun kopi ini pun harus bersaing dengan kopi yang berasal dari luar Sulut yang sudah banyak dikenal masyarakat. "Persaingan di kopi sangat ketat, karena ini mekanisme pasar. Banyak kopi dari luar Sulut yang mempunyai kualitas baik," ujarnya.  (suk/def)


Pagi Sore ke Rumah Kopi

RUMAH kopi seolah sudah mendarah daging bagi masyarakat Manado, ibarat taman bermain anak, rumah kopi menjadi tempat 'bermain' bagi politisi, aktivis LSM, pendidik bahkan tempat belajar para pengamat. Mahyudin Damis misalnya, pengamat dan peneliti sosial Sulut mengaku tiap hari selalu pergi ke rumah kopi. "Saya ke rumah kopi, nyaris setiap hari. Pagi dan sore malah. Ya..buatan istri tiada tara tentunya. Tapi, sebagai seorang peneliti sosial, tentu tidak hanya mengandalkan konsep dan teori dari berbagai literatur. Kita membutuhkan fakta empiris di lapangan agar analisis menghampiri kebenaran," katanya, Minggu (8/4).

Sebagai dosen di Universitas Sam Ratulangi Manado, Mahyudin membutuhkan penjelasan atas fenomena sosial di lapangan sehingga perlu berbagai informasi dari masyarakat. Sebagai tempat berkumpulnya warga dari berbagai pelosok, rumah kopi paling representatif untuk menggali informasi dan dapatkan fakta empiris.

"Saya bisa pagi dan sore karena tempat tinggal sangat berdekatan dengan  Rumah Kopi Tikala. Cukup dengan jalan kaki bisa. Kalau rumah kopi Jarod itu sering dengan kendaraan, tapi saya juga pernah jalan kaki dari Komo ke Jarod, justru sehat karena gerak badan," katanya. Damis menilai kelebihan di rumah kopi, akademisi bisa menangkap langsung respon masyarakat atas kebijakan pemerintah. "Saya imbau pemda agar sekali-sekali ngopi di rumah kopi di Kota Manado," tegasnya.


Tak berbeda dengan Mahyudin Damis, pengamat pemerintahan dari FISIP Unsrat, Ferry Liando jug amengaku selalu memanfaatkan rumah kopi untuk berbagi ilmu. "Dosen itu kan kerjaanya berpikir, mencari ide-ide baru, terutama jika ada masalah-masalah politik yang belum terpecahkan. Di rumah kopi saya ketemu teman-teman dari segala profesi," ujarnya.Di rumah kopi Liando mendapatkan second opinion  (pendapat lain) tentang sesuatu. Ia menilai rumah kopi adalah tempat  menambah wawasan. "Rumah kopi mewabah karena orang Manado senang diskusi terutama diskusi-diskusi politik. Sementara lembaga-lembaga formal seperti perguruan tinggi, LSM, ormas, media dan pemerintah jarang memfasilitasi diskusi politik," pungkasnya. (rob)

Produksi Kopi di Sulut  2011
Kabupaten     Lahan (ha)      Produksi (ton)
Minahasa          495,75                 180,35
Minsel              885,60                34,71
Minut                52,94                    13,77
Mitra                  287                      68,68
Bolmong             3.985,07              1.937,83
Bolmut                127                       43,48
Bolmong Selatan  433,50           4,95
Bolmong Timur    2.475,74       584,59
Kep Talaud           23,40              2,27
Tomohon              40,63               -
Kotamobagu          231               65,13
Jumlah              9.037,63           2.935,67
Sumber : Dinas Perkebunan Pemprov Sulut

Sumber: Tribun Manado 10 April 2012 hal 1

Geliat Bisnis Rumah Kopi di Manado

Tahukah Anda berapa gelas kopi yang dihabiskan warga Manado dalam sehari di berbagai rumah kopi yang menjamur di kota ini? Penelusuran Tribun  pada 32 rumah kopi di Manado mendapatkan data menarik. Dalam sehari sedikitnya 3.600 cangkir  kopi yang habis diseruput ribuan orang yang berkunjung ke rumah-rumah kopi tersebut.

Itu berarti warga Manado memang penggemar berat minuman klasik tersebut dan rumah kopi menjadi kekhasan Manado yang tidak dipunyai kota lain di Indonesia. Di antara puluhan rumah kopi di Manado, rumah kopi di Jalan Roda terbilang paling ramai. Di Jalan Roda atau populer dengan sapaan  Jarod   terdapat 20 rumah atau kedai kopi yang berjejer sepanjang jalan di pusat kota tersebut. Rumah kopi Jarod  mulai dibuka sejak pukul 06.00 Wita hingga 19.00 Wita.

Tiap rumah kopi di Jarod rata-rata dikunjungi 40 orang setiap hari. Dengan demikian terdapat sekitar 800 orang yang minum kopi di Jarod saban hari. Mereka datang dan pergi sepanjang hari. Jarod pun bisa dilukiskan sebagai rumah kopi paling ramai di Indonesia.

Sebagai tempat nongkrong atau kongkow-kongkow  warga Manado dari berbagai kalangan, pengunjung Jarod  tidak hanya menghabiskan satu cangkir kopi dalam sekali berkunjung. Ibu Heni, salah seorang penjual di sana  mengatakan rumah kopinya tiap hari didatangi 30 sampai 40 pembeli. "Karena ke sini untuk ngobrol, rata-rata mereka pesan sampai dua cangkir kopi," katanya kepada Tribun Manado, Sabtu (7/4/2012).

Nah,  misalnya 800 pengunjung Jarod setiap hari memesan dua cangkir sebagaimana diungkapkan Ibu Heni, maka kopi yang dihabiskan di Jarod 1.600 gelas saban hari! Hampir semua pengelola rumah kopi di Jarod mematok harga Rp 4.000 per gelas. Maka uang jutaan rupiah tumpah di sana demi kenikmatan kopi.
Selain Jarod terdapat enam rumah kopi lainnya di Kota Manado yang menyedot pengunjung rata-rata 250 orang per hari.  Keenamnya yakni rumah kopi Tikala, rumah kopi Billy,  rumah kopi Tanjung Batu di Jalan Sam Ratulangi (Samrat), rumah kopi Delapan di Jl Ahmad Yani - Sario, rumah kopi di Pasar Karombasan dan rumah kopi di kawasan Boulevard. Bila ditotalkan sebanyak 1.500 cangkir kopi ludes diseruput pengunjung keenam rumah kopi itu. Baik di Tikala, Samrat atau rumah kopi Billy pengelola mematok harga Rp 5.000 per gelas.

Tribun Manado juga menelusuri geliat pengunjung di enam rumah kopi lain yang tersebar di berbagai sudut Kota Manado. Rata-rata jumlah pengunjungnya hampir sama rumah kopi di Jarod. Dari 32 rumah kopi yang sempat ditelusuri Tribun total
jenderal 3.600 gelas kopi yang dihabiskan warga Manado saban hari di berbagai rumah kopi.

3 Kilogram  Sehari
Berapa kilogram kopi yang dihabiskan pengelola rumah kopi di Manado setiap hari? Penelusuran Tribun menunjukkan, jumlahnya bervariasi mulai dari 1 sampai 3 kilogram tergantung ramainya pengunjung. Umumnya rumah kopi di Manado menyajikan kopi lokal bagi pelanggan mereka meskipun ada juga yang menyiapkan kopi pabrikan dalam bentuk sachet.

Lucky Lumenta (50) pengelola rumah Tikala mengatakan setiap hari dia menyiapkan sekitar  3 kg biji kopi lokal untuk mencukupi kebutuhan pelanggannya. "Sedangkan berapa gelas yang dihasilkan saya tidak tahu persis, yang pasti lebih dari 100 cangkir," ujarnya Kamis (4/4). Setiap minggu, kata Lumenta,  ia menghabiskan 15 kg kopi giling. Penggilangan setiap minggu agar rasa kopi tetap  enak. "Kopi memang tidak dapat disimpan lama-lama," katanya. Kopi lokal itu dia beli dari Kotamobagu dengan harga saat ini Rp 70 ribu per kg.

Diakuinya, pelanggan rumah Kopi Tikala datang dari berbagai kalangan, mulai dari politisi, pengusaha, PNS dan lainnya. Mereka membaur mengelilingi meja serta kursi kecil yang disediakan. Jam operasi setiap hari mulai pukul 05.00 - 19.00 Wita. Sedangkan  hari Minggu libur.  Hampir semua rumah kopi di Manado memang tutup pada hari Minggu.

Diana Maramis SE Msi, pemilik Rumah Kopi Tanjung Batu, menyatakan dalam seminggu dia menghabiskan 15 - 20 kg kopi giling yang dibeli dari Kotamobagu atau Masarang Tondano. Menurut Diana, usaha rumah kopi cukup menjanjikan.  Pengelolaannya pun sederhana dan bisa dilakukan siapa saja asal punya kemauan dan mencintai usaha itu. Diana bersama suaminya mendirikan rumah kopi sejak tahun 2003 dan usaha itu menjadi sumber utama pendapatan keluarga. (erv/art/tos)


Bakar Pakai Arang

BICARA soal rumah kopi tentu bukan hal baru bagi kebanyakan warga Manado, apalagi para politisi partai, aktivis LSM, mahasiswa, birokrat, wartawan, pengusaha dan mereka yang hobi olah raga catur. Selain tempat bercengkrama guna menjalin keakraban, rumah kopi pun berfungsi sebagai tempat rapat, diskusi maupun negosiasi bisnis. Ada juga yang sekadar menikmati cita rasa kopi yang berbeda dibandingkan kopi di kafe atau buatan sendiri di rumah.

Berkat cita rasa yang khas itulah, tidak mengherankan banyak pengunjung rumah kopi jadi ketagihan. Mereka 'sakit kepala' jika sehari saja tidak mengunjungi rumah kopi yang tersebar di Manado seperti di Jalan Sam Ratulangi, Piere Tendean Boulevard, Jalan Ahmad Yani, Jalan Roda, Samrat dan beberapa tempat lainnya. Bisa Anda saksikan rumah kopi di Manado tak pernah sepi pengunjung.

Proses memasak secara khusus membuat cita rasa kopi di rumah kopi tidak sama dengan kopi racikan di kafe.  Di Tikala, misalnya kopi dimasak menggunakan arang kelapa. Menurut Lucky Lumenta, penggunaan arang kelapa membuat aroma kopi lokal semakin kuat dan menebarkan rasa yang khas. Cara memasak sebagai berikut. Ia memasukkan satu ons kopi dalam teko kemudian dimasak menggunakan arang kelapa sampai mendidih. Kopi panas dituangkan  ke dalam gelas atau cangkir baru ditambahkan gula atau susu sesuai selera pembeli.

Cita rasa berbeda juga diakui Ryo, pemilik rumah kopi  Tanjung Batu. Ryo mengatakan, racikan kopi mereka sudah dikenal berbagai kalangan, tidak hanya di  Manado. "Saya kaget ketika berada di mall di Jakarta, tiba-tiba ada beberapa warga menyapa saya dengan sapaan hai rumah kopi Tanjung Batu. Saya kaget, kok mereka kenal?" cerita Ryo. Rumah kopi Tanjung Batu memiliki kekhasan lain yakni roti sele srikaya buatan sendiri. Rasanya enak dan telah diakui banyak pihak.
Tien Rondonuwu, pemilik Rumah Kopi Billy, mengatakan pihaknya memilih kopi lokal Sulut asal Kotamobagu karena memang sangat disukai pelanggan. "Biasanya kami menggunakan kopi Kotamobagu Cap Keluarga," ujarnya. Menurut Rondonuwu, rumah kopi yang berdiri 6 Juni 2006 itu tak pernah sepi  pengunjung. Bahkan jika ada yang tidak kebagian tempat duduk dan  pihaknya harus menyiapkan kursi tambahan.  (tos/erv)

Alasan Minum Kopi


BETH Reardon, direktur nutrisi dari Duke Integrative Medicine menyatakan kopi mengandung senyawa antioksidan penting yang lebih kuat dari sumber lainnya, seperti buah-buahan dan sayuran. Menurut dia  ada lima alasan mengapa seseorang harus minum kopi.
1. Memangkas risiko diabetes.  Berbagai riset menunjukkan, semakin sering seseorang minum kopi, semakin kecil pula kemungkinan mereka terkena diabetes tipe 2. Aara ahli di Australia yang mempublikasikan penelitiannya dalam Archives of Internal Medicine mencatat, setiap tambahan satu cangkir kopi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 7 persen.

2. Melindungi kerusakan akibat sel kanker.  Dalam riset terdahulu, kopi pernah dituduh sebagai penyebab kanker. Namun temuan itu tidak terbukti kebenarannya, karena dalam riset peneliti tidak memperhitungkan faktor pencetus lainnya seperti alkohol dan merokok. Tetapi kini, ada bukti bahwa kopi dapat melindungi terhadap kanker tertentu, dengan meningkatkan perbaikan DNA. Tahun 2011 peneliti dari Harvard menemukan perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari (berkafein atau decaf) memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium.

3. Menurunkan risiko demensia. Para ilmuwan sejauh ini tidak sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak terkait perkembangan penyakit Alzheimer. Tapi mereka belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia - dan kebiasaan minum kopi terlihat memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko demensia. Peneliti asal Swedia dan Denmark telah melacak dampak konsumsi kopi pada 1.400 orang paruh baya selama rata-rata 21 tahun. Mereka menemukan hubungan yang jelas bahwa peserta yang minum 3-5 cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah mengembangkan demensia (65 persen).

4. Melindungi terhadap penyakit parkinson.  Untuk pria kopi membantu menurunkan kemungkinan mengidap parkinson. Mereka yang minum kopi sekitar 2-3 gelas sehari memiliki risiko 25 persen lebih rendah mengidap parkinson ketimbang yang tidak sama sekali. Temuan tersebut merupakan hasil kesimpulan dari 26 penelitian yang melihat hubungan antara konsumsi kopi dan parkinson.

5. Mencegah depresi. Para peneliti di Harvard School of Public Health melacak 50.000 perawat dalam Nurses Health Study selama lebih dari seperempat abad. Pada tahun 2011, peneliti melaporkan bahwa mereka yang minum empat cangkir kopi atau lebih per hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah untuk mengalami depresi, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah minum kopi. Sementara, mereka yang menenggak dua sampai tiga cangkir sehari memiliki risiko 15 persen lebih rendah mengalami depresi. (tribunnews.com)

Sumber: Tribun Manado 9 April 2012 hal 1

Anjing Sehat tak Mahal Ongkosnya

Merawat anjing  tidak  semata soal biaya. Sangat penting bagi Anda mengetahui cara perawatan yang benar sehingga anjing dapat tumbuh  sehat.

SORE itu, ruang depan Pet Gallery Mando tampak ramai. Gonggongan tiga ekor anjing jenis Husky dan Pug menyambut setiap pengunjung. Di bagian belakang galeri  terdapat ruang kecil yang ditempati seorang pria. Mengenakan pakaian putih ia tampak sibuk. Di sisi kiri persis di atas tempat tidur mini tampak seekor anjing besar berbulu putih. Anjing yang cantik.

Ditemui Tribun Manado, Kamis (5/4/2012),  pria bernama Nyoman Reli tersebut menyambut ramah. Selain bertugas sehari-hari  di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dokter hewan ini mengawasi klinik di galeri  itu.

Menjawab pertanyaan Tribun Nyoman mengakui ada stima di tengah masyarakat bahwa memelihara anjing yang sehat itu mahal ongkosnya. Padahal tidak. "Yang penting adalah masyarakat tahu tentang cara perawatan yang benar," katanya.
Menurut Nyoman, perawatan anjing harus dimulai sejak usia dini. Pemberian vaksin merupakan langkah utama. "Yang pertama dan utama adalah pemberian vaksin rabies dan kalau boleh vaksin penyakit lain," ujarnya.

Waktu pemberian vaksin ketika anjing berumur 1,5 hingga 2 bulan. "Untuk  anjing ras sebaiknya waktu berumur satu setengah bulan, sedang anjing biasa pada usia dua bulan," tambah pria berkulit legam ini. Diakui,  perawatan anjing khusus jenis ras memang ada standarnya. Pemberian vaksin rabies harus disusul dengan vaksin lainnya seperti hepatitis.   Namun untuk anjing biasa cukup diberikan vaksin rabies agar anjing sehat dan tidak membahayakan manusia.

Untuk makanan anjing, Nyoman menyebut tidak perlu makanan yang mahal. Cukup diberi nasi dan ikan atau bisa mengonsumsi makanan anjing bergizi seimbang yang banyak  dijual di toko anjing.  Pemberian makanan lazimnya dua hingga tiga kali sehari. "Untuk anjing kecil bisa berkali-kali," urainya.

Agar terlihat bersih dan cantik, anjing pun perlu dimandikan. Frekuensinya satu hingga dua kali seminggu. "Untuk itu tersedia sabun dan shampoo anjing dengan harga yang murah," ujarnya. Meski begitu memandikan anjing bukan keharusan. Semua bergantung pada selera pemilik.

Willy,  petugas yang sehari-hari menangani anjing di Pet Gallery menyatakan kasih sayang mutlak diperlukan dalam merawat anjing. Biasanya antara anjing dan pemiliknya terdapat ikatan perasaan yang kuat. Inilah yang membuat pemilik rela mengeluarkan biaya jutaan rupiah demi  merawat anjingnya. "Biasanya itu tampak dari tingkah laku anjing. Jika anjing terlihat murung dan menyendiri oleh pemiliknya langsung dibawa ke klinik," katanya.

Dijelaskannya, anjing- anjing yang dijual di Pet Gallery selalu mendapat perawatan terbaik. Makanannya berupa campuran beras, sereal, jagung dan kedelai. "Waktu pemberian makanan tiga kali sehari," ujarnya. Kesehatan anjing pun mendapat perhatian khusus. Nyoman  Reli selalu periksa kesehatan anjing secara periodik.
Anjing di galeri itu dimandikan seminggu sekali dengan shampoo dan sabun khusus. Alhasil anjing tampak sehat, bersih dan cantik. "Apalagi untuk anjing berbulu panjang. Terlihat cantik setelah diberi shampoo," tuturnya. Sayang ia enggan menyebut biaya yang dikeluarkan perhari untuk seekor anjing.

Anjing di Pet Gallery dijual dengan harga lumayan mahal. Untuk jenis Husky dan Herder dijual Rp 4 jutaan. Sedang jenis Pow dan Pug Rp 3 jutaan. "Yang paling mahal anjing jenis Chow-Chow,  seekor bisa mencapai Rp 7 jutaan," demikian Willy. Mengenai bisnis anjing, ia melukiskan prospeknya menjanjikan mengingat pecinta anjing di Manado sangat banyak. (arthur rompis)

Sumber: Tribun Manado 8 April 2012 hal 1

Semua Desa di Sulut Bangun Pusat Rabies

ilustrasi
Penyakit rabies (anjing gila) yang telah menelan korban jiwa sebanyak 46 orang sejak tahun 2009 kini  menjadi perhatian khusus pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).  Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang menyarankan pemerintah kabupaten/kota membangun pusat rabies di setiap desa atau kelurahan.

Kehadiran pusat rabies itu untuk memudahkan penanganan terhadap warga masyarakat yang digigit anjing rabies. "Pak Gubernur menyarankan membuat center-center (pusat)  rabies di kabupaten/kota kalau perlu sampai di desa-desa. Kalau desa itu berhasil artinya akan dikembangkan di daerah lain," tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Max Rondonuwu melalui Kepala Bidang
Pengendalian Masalah Kesehatan dr Jemmy Lampus di Manado, Rabu (4/4/2012).

Lampus mengatakan, perhatian khusus dari gubernur itu memberikan kesempatan kepada pimpinan instansi lintas sektor agar serius bekerja menanggulangi rabies yang hampir setiap bulan menelan korban jiwa. "Kalau kita melihat data, setiap tahunnya mengalami peningkatan kasus," kata dr Jemmy Lampus.

Lampus menjelaskan, pada tahun 2011  jumlah kasus gigitan rabies di Sulut sebanyak 2.946 kasus, warga yang divaksi 1.078 orang, dan yang meninggal sebanyak 26 orang. "Nah untuk tahun 2012, data hingga Februari, jumlah kasus gigitan sebanyak 460, yang divaksinasi sebanyak 169 orang. Sedangkan yang meninggal sebanyak sembilan orang," jelas Lampus.Ia menambahkan, ada beberapa daerah dengan angka kasus gigitan rabies tertinggi yakni Minahasa, Minahasa Selatan dan Kota Manado. Menurut dia, yang paling tinggi korban gigitan rabies justru di Kota Manado. "Buktinya dari sembilan orang yang tewas akibat gigitan rabies tahun 2012 ini,lima di antaranya dari Kota Manado," kata Lampus.

Ia mengatakan, stok vaksin rabies untuk manusia masih mencukupi  di dinas kesehatan (dinkes) provinsi. Untuk tahun 2012 Dinkes Sulut menyiapkan lebih dari 100 cure. "Kita mengutamakan vaksin bagi mereka yang tidak mampu, kalau yang mampu pasti bisa beli sendiri vaksinnya. Tapi yang masalah adalah vaksin pada anjing yang terbatas, sementara jumlah populasi anjing di Sulut sangat besar," jelasnya. Lampus mengatakan, jangan sampai masyarakat tidak dilayani vaksin rabies karena dampaknya fatal yakni bisa berakibat kematian.

Ia mengakui, sosialisasi tentang penyakit rabies masih terbatas. Selain itu masyarakat  masih enggan memeriksakan diri ketika terjadi gigitan. "Ada yang beranggapan karena ini adalah hewan yang selalu bersama-sama hidup dengan mereka, sehingga ketika digigit dibiarkan saja. Kami mengimbau agar sesegera mungkin memeriksakan diri agar mendapat pertolongan, " tuturnya.

Dinas Kesehatan Kota Manado pun menyiapkan vaksin rabies untuk manusia. "Untuk mengantisipasi korban,  kami menyiapkan 200 vaksin rabies yang disebar di 15 puskemas yang ada di Manado," ujar Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Manado dr Joy Zeekeon saat ditemui di ruang kerja, Rabu (4/4/2012).

Menurut Joy, jika jumlah tersebut kurang, biasanya puskemas langsung meminta tambahan ke Dinkes Provinsi karena bantuan vaksin dari pemerintah pusat didistribusikan melalui provinsi. Dia mengimbau masyarakat yang digigit anjing segera datang ke puskesmas untuk diberikan vaksin secara gratis.  Joy menjelaskan, berdasarkan cakupan wilayah, kasus terbanyak  di wilayah Puskesmas Tikala dan Paniki. Warga di sana diminta lebih waspada terhadap anjing. (aro/erv/jhp/art)

Vaksin Door to Door


PERSEDIAAN  vaksin rabies di Kotamobagu tersisa 600 dosis awal tahun ini. Jumlah tersebut akan berkurang 360 dosis lantaran mulai Februari 2012 lalu Dinas Pertanian Perikanan Peternakan Perkebunan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (DP4K-KP) Kotamobagu mulai lakukan vaksinasi.

"Kami melaksanakan secara 'door to door'  agar pelaksanaan vaksinasi efektif," ujar Kepala Bidang Peternakan DP4K-KP Kotamobagu Nurachim P Mokoagow, Rabu (4/4).  Dikatakannya, vaksin diberikan bukan hanya pada anjing  tapi juga hewan-hewan yang berisiko rabies, seperti kucing dan kera. Vaksinasi akan dilakukan lagi enam bulan kemudian. "Untuk stok vaksin, kami akan melihat situasi dan kondisinya. Kami akan pesan ke pihak provinsi, jika ada daerah yang belum tuntas sementara stok menipis," tambah Nurachim.

Dia mengatakan, hingga triwulan I tahun 2012, belum ada kasus rabies di Kotamobagu. Sementara tahun sebelumnya, terjadi satu kasus rabies di kota tersebut. Sebab itu, DP4K-KP Kotamobagu menjalankan vaksinasi hewan yang berisiko rabies. "Kami merencanakan Tumubui sebagai kelurahan percontohan bebas rabies yang diharapkan bisa menular ke kelurahan/desa tetangga," ujarnya.

Di Kabupaten Bolmong, persediaan vaksin kini tersisa 50 dosis. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Bolmong berencana menambah stoknya. "Dalam waktu dekat ini, kami akan menambah sebanyak 2.500 dosis vaksin rabies. Dari provinsi, kami akan menerima 5.000 dosis. Jadi, total persedian vaksin, bisa sampai 7.500 dosis," ujar Kepala Distanak Bolmong Taufik Mokoginta, Rabu (4/4).

Diakui, pihaknya secara berkala mengadakan vaksinasi hewan berisiko terkena rabies terutama anjing. Populasi anjing di Bolmong, kata dia, tak kalah banyak dengan daerah-daerah lain di Sulawesi Utara (Sulut). Hewan tersebut kerap dipelihara para petani untuk turut menjaga tanaman. Adapun untuk kasus rabies, Taufik mengatakan hingga triwulan I tahun 2012 nihil. Namun pada tahun 2011, rabies telah merenggut nyawa seorang warga Desa Lobong. Sebab itu, Distanak telah membuat Desa Lobong sebagai pilot project penuntasan rabies.

Sementara itu,  Kabag Tata Usaha RSUD Manembo-nembo Bitung  dr Pieter Lumingkewas mengatakan pihaknya secepat mungkin menangani pasien rabies. "Begitu didiagnosa terhadap anjing dan manusia yang digigit, langsung dilakukan pencegahan," kata Lumingkewas kepada Tribun Manado, Rabu (4/4). Menurutnya ciri-ciri  anjing terkenan virus rabies, biasanya kondisi anjing lain dari biasa. "Misalnya anjing tersebut pendiam tiba-tiba menjadi agresif, takut terhadap air, mengonggong, hingga mengejar manusia," tuturnya. Untuk pasien  akut juga akan memiliki ciri-ciri seperti sama seperti diatas. "Untuk manusia sendiri, awalnya akan panas suhu tubuhnya, kemudian mengalami kejang-kejang, agresif berteriak-teriak seperti anjing, dan takut air," tambahnya. (suk/crz)


Bila Anda Digigit

SEANDAINYA Anda atau anggota keluarga Anda terkena gigitan anjing yang diduga rabies, apa yang harus segera dilakukan? Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko tertularnya rabies adalah mencuci luka gigitan dengan sabun atau deterjen selama 5-10 menit di bawah air mengalir atau diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70 persen atau yodium tincture.

Setelah secepatnya ke Puskesmas atau dokter terdekat untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah observasi hewan. Resiko yang dihadapi orang yang mengidap rabies sangat besar. Karena itu, setiap orang yang digigit hewan tersangka rabies di daerah endemik rabies seperti Sulut ini  sedini mungkin mendapat pertolongan. (*)





Anjing Terbanyak di Minahasa

Populasi Anjing di Sulut  2011
Minahasa                                 67.620
Minahasa Selatan                    35.855
Bitung                                      28.212
Minahasa Utara                       26.919
Manado                                   21.218
Kepulauan Sangihe                 17.656
Tomohon                                 16.451
Minahasa Tenggara                 14.567
Bolaang Mongondow             10.724
Sitaro                                       5.200
Kepulauan Talaud                   4.513
Bolmong Utara                       4.378
Bolmong Timur                      3.318
Kotamobagu                           1.742
Bolmong Selatan                       879
Jumlah                                  259.253
Sumber : Dinas Pertanian dan Perternakan & Dinas Kesehatan Sulut

Sumber: Tribun Manado 5 April 2012 hal 1

Jual Mie Sampai tak Mampu Lagi

ilustrasi
Mie pangsit Pak Sumarna memang beda rasa.  Pelanggannya dari mana-mana. Tidak hanya dari daerah sekitar Kampung Ternate Manado.

BILA perut Anda terasa lapar, jangan bingung, coba sekali-kali kunjungi Lapangan Sepak Bola Kampung Ternate Manado. Di sana  teradapat aneka jajanan murah meriah, dan pasti mengenyangkan perut. Cukup satu porsi dalam takaran mangkuk putih, mungkin perut Anda akan terpuaskan oleh hidangan lezatnya. 

Yah, inilah jajanan mie pangsit Sukabumi ala pak Sumarna di lapangan sepak bola Kampung Ternate. Lokasinya mudah dijangkau karena berada di pusat keramaian. "Pangsit Sukabumi buatan saya beda, belum ada di tempat lain di seluruh Manado," tuturnya kepada Tribun Manado belum lama ini.

Sejak mangkal di tempat tersebut,  mie pangsit pak Sumarna terbilang laris. Tiap menit selalu berganti pembeli. Tua, muda, pria dan wanita menyukai mie pangsit buatannya.

"Pelanggan saya itu dari mana-mana. Tidak hanya daerah seputaran Kampung Ternate. Banyak juga orang-orang yang bekerja sebagai pedagang, pejabat, siswa.  Mereka belim mie saya untuk dibawa pulang, makan di rumah," tutur pria yang setiap hari berjualan memakai kopiah. "Jualan saya itu sudah bisa capai 60 mangkuk dalam sehari. Tapi kalau lagi ramai-ramainya bisa menghabiskan sampai 70 mangkuk," urainya. Harga satu mangkuk Rp 9 ribu.

Merintis bisnis mie ayam Sukabumi bukanlah perkara sepele. Butuh perjuangan keras, banting-tulang untuk peroleh keberhasilan. Menurut Sumarna, prinsip inilah yang terpenting. "Saya mulai berdagang  jam 6 sore, selesainya sampai tengah malam, sampai habis mie-nya. Ya kadang-kadang selesai sampai jam 12 malam," tutur pria kelahiran Sukabumi 17 Agustus 1960 ini.

Sumarna sudah makan asam garam menjual mie pangsit. Di tanah kelahirannya di Jawa Barat, ia  berdagang mie sejak tahun 1990-an. Bahkan ilmunya pun telah ia tularkan ke orang-orang Sukabumi lainnya. Dan  sejak awal 2011, ia mencoba peruntungan dagang mie Sukabumi di Kota Manado.  "Mie jualan khas saya belum ada di Manado, jadinya saya buka di sini, apalagi kebetulan anak saya juga sudah lama tinggal di Manado, bekerja di sebuah perusahaan elektronik," kata warga asal Desa Sukasirna Kecamatan Cibadak, Kampung Bangkuwong ini. 

Seperti berlayar ke tengah laut, diterpa ombak dan dihempas  angin kencang, beginilah yang dirasakan pak Sumarna dalam menekuni bisnis kuliner mie ayam Sukabumi. Banyak tantangan yang mesti dihadapi tanpa letih. Misalnya, menghadapi ketidakpastian harga-harga bahan baku yang terus naik. Belum lagi ancaman perilaku kriminal saat ia  mendorong gerobak pulang ke rumah pada tengah malam atau dinihari.

"Saya pernah dikerjai orang tidak dikenal, yang niatnya mau memeras saya, tapi untungnya niat orang itu tidak jadi karena saat itu ada orang-orang yang membela, mengamankan saya," ungkap Sumarna yang memimpikan suatu saat  bisa membuka toko mie pangsit Sukabumi. Rintangan  lainnya bila hujan deras. Terpal plastik biru ia jadikan sebagai pelindung agar tetap bisa berjualan.  "Kalau hujannya lama berhenti, pasti pembelinya sepi. Tapi kalau cuma hujan rintik lalu hanya turun sebentar, orang banyak yang ke luar untuk jajan mie," katanya sambil tersenyum.

Menurutnya, pilihan sebagai pedagang mie ayam Sukabumi itu sudah jodohnya. Walau usianya tidak muda lagi, tidak ada kata menyerah. "Saya berjualan mie sampai saya tidak mampu lagi berjualan, tidak bisa lagi berjalan, tidak bisa bergerak saya akan berhenti. Ya mungkin akan diteruskan ke anak-anak saya kalau memang mereka  berminat meneruskan dagangan saya," ungkapnya.

Mie ayam pak Sumarna lebih nikmat disantap dalam kondisi hangat, lebih tepat pada sore atau malam hari. Maklum masakan ini memang terlahir dari  Sukabumi yang berkarakteristik tropis basah dengan curah hujan yang dipengaruhi  angin muson dari daratan Australia dan Asia serta berada di kaki Gunung Gede dan Pangrango yang bersuhu sejuk. (budi susilo)

Sumber: Tribun Manado 4 April 2012 hal 1

Kisah Sukses Orang-Orang Ulet

ilustrasi
Banyak manusia sukses di sekitar kita. Modalnya sederhana saja. Bekerja tekun, ulet, jujur  dan senantiasa bersyukur.
SALAH
satu inspirasi kehidupan itu bisa kita petik dari pengusaha bakso asal Pasuruan Jawa Timur, Imam Kuswandi. Dia merantau ke Manado, Sulawesi Utara. Dan, di kota ini dia sukses menjalankan bisnisnya. Namun, kesuksesan tersebut bukan dia peroleh dengan mudah. Dia sempat jatuh bangun. Harus melewati onak dan duri.

Suami dari Ruth Sahari ini memulai usaha bakso pada tahun 2000 dengan menjajakan bakso di Kota Manado menggunakan gerobak dorong. Modal usahanya diperoleh dari hasil kerja serabutan mulai dari tukang parkir hingga loper koran.

"Awalnya saya merantau ke Gorontalo tahun 1998 menjadi petani. Saat menerima gaji kadang berselisih dengan pemilik lahan. Tahun 2000 saya coba ke Manado, berusaha menjual bakso dengan modal awal di tangan hanya Rp 900 ribu," kata Imam saat ditemui Tribun Manado di salah satu tempat usahanya, Rabu (28/3/2012) lalu.

Dari modal uang 900 ribu tersebut, ayah dari tiga anak ini membeli kayu untuk bahan  gerobak bakso. Ternyata uang tidak cukup sehinga ia harus bekerja untuk menambah modal. "Saya menjual koran dan menjadi tukang parkir. Dari uang itu saya kumpul untuk menambah anggaran membeli roda gerobak bakso," ujarnya.

Setelah memiliki gerobak, Imam membuat bakso dengan modal awal sebesar Rp 75 ribu dan menjajakan jualannya di sekitar Jalan Babe Palar Manado. Tantangan tidak ringan. Dia pernah dipalak preman. "Mereka minta bakso, setelah  makan, dia banting makanannya," kata Imam.  Meski mendapat halangan Imam tak putus asa. "Ya kita tidak berkeluh kesah, karena saya dengan istri menyadari untuk makan saja sudah susah," tutur Imam.

Hampir lima bulan lamanya ia berkeliling menjajakan bakso dengan harga yang jauh lebih murah. Suatu ketika Imam bertemu seseorang bernama Simon. Simon hendak membeli bakso buatan Imam buat anaknya. Namun, karena dia  susah mencari Imam yang terus bergerak ke berbagai lokasi, Simon menyewakan tanah kepada Imam untuk menjual bakso di tempat yang tetap.  "Saya berterima kasih sama Pak Simon. Saat ini beliau sudah meninggal," katanya.

Menjual di suatu lokasi tidak berarti jualan Imam makin laris."  Saat mangkal, bakso enggak ada yang laku dan sepi. Hampir dua bulan sepi, sampai saya hampir mau jual karena sudah pasrah. Kemudian saya berdoa, Ya Allah, kalau di depanMu aku berhendak untuk mati, maka matilah. Namun, jika Engkau memberikan aku hidup, berikanlah jalan untukku," ucap Imam.

Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, lambat laun, baksonya pelan-pelan mulai disukai warga sekitar. Hampir sekitar dua tahun ia mangkal di satu tempat ia mulai mendapat keuntungan rata-rata Rp 50 ribu atau Rp 150 ribu per hari dan sekarang keuntungan yang diperolehnya sudah berninai jutaan setiap har karena telah mempunyai lokasi jualan bakso Pasuruan di tiga tempat yakni Mantos, IT Center, dan kawasan Megamas Manado.  "Motivasinya adalah  kerja demi anak-anak dan istri karena mereka tanggung jawab saya.  Kita kerja menghidupi mereka. Karena saya tidak sekolah, kita jalani saja, rezeki sudah ada yang atur.  Intinya kesabaran dan kejujuran," tuturnya. (deffriatno neke)

Sumber: Tribun Manado 3 April 2012 hal 1

Robby Ros jadi Buah Bibir

kemangi
Petani kemangi Robby Rorong dan istrinya Rosmiati menjadi buah bibir para tetangganya di Kelurahan Paniki II  Kecamatan Mapanget, Manado.  Para tetangga merasa bangga atas sukses Robby  dan Ros menanam kemangi hingga mendapat penghasilan bersih rata-rata  Rp 1 juta perhari.

"Para tetangga memperbincangkan saya dan mereka mengatakan bersyukur ada tetangganya yang sukses," kata Robby kepada Tribun Manado, Senin (2/4/2012). Robby  mengucapkan terima kasih terhadap pemberitaan Tribun yang mengangkat usahanya dari nol hingga sukses seperti saat ini. "Saya senang dan tidak menyangka karena tanggapannya," ungkapnya.

Robby Rorong mengatakan ingin mencoba meminjam uang ke bank, jika ada bank mempunyai program yang bisa membantu petani seperti dirinya. "Namun saya berharap dalam meminjam modal tidak ada persyaratan yang berbelit-belit," ujarnya.

Petani yang lebih dikenal dengan nama Robby Ros tersebut mengatakan, birokrasi yang berbelit menjadi alasan selama ini ia enggan meminjam ke bank. Padahal dia memang membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan kemangi. "Usaha yang saya jalani tidak rumit, untuk itu persyaratan yang dilakukan oleh bank seharusnya tidak rumit pula," katanya.

Selama ini Robby juga belum pernah mendapat bantuan dari dinas pertanian Kota Manado, sehingga usahanya murni dari modal sendiri. Selain di Kota Manado, kemangi hasil usaha Robby Ros juga dipasarkan ke Bitung. Bahkan oleh pedagang di Pasar  Bersehati  kemangi Robby Ros dikirim hingga ke Sanger. "Kemangi saya sampai ke Sanger, dibeli oleh pedagang antar pulau di Bersehati," ungkapnya.

Keengganan meminjam uang ke bank juga diungkapkan petani lain, Wentriks Wurangin yang ditemui Tribun Manado, Senin (2/4). Wentriks memiliki lahan pertanian seluas 10 hektare yang ditanami 5.000 pohon pisang, ubi kayu dan kemangi. Dia sudah 16 tahun   bertani, namun belum sekalipun meminjam uang ke bank untuk memperluas usaha pertaniannya. Kesan berbelit-belit membuat dia belum mengajukan kredit perbankan. "Dengan modal yang ada saja saya kembangkan pertanian," tuturnya.

Menurut  Wentriks, permintaan untuk pisang, ubi kayu dan kemangi tidak pernah berkurang. Bahkan, khusus pisang ia kewalahan memenuhi permintaan pasar. "Pisang saat ini yang telah saya panen sekitar 1.500 tandan,  dengan harga jual per tandan Rp 20 ribu-25 ribu," katanya. Begitu pula ubi kayu,  permintaan dari Sanger cukup tinggi, namun dia tidak sanggup memenuhi permintaan. Untuk ubi kayu dijual per karung ukuran 50-60 kilogram dengan harga Rp 100 ribu- 115 ribu.


Penjual Untung
Bisnis kemangi terbukti sangat menguntungkan. Bukan hanya di tingkat petani, para penjual di pasar Bersehati Manado juga meraup keuntungan yang lumayan.  Dari pantauan Tribun di Pasar Bersehati, Senin (2/4), tanaman yang di Sulut dikenal  dengan nama  balakama ini banyak diburu pembeli.

Khadija, penjual sayur di Pasar Bersehati membenarkan hal itu.  Menurut Khadija yang telah tiga tahun berjualan di pasar ini, dalam sehari ia membeli kemangi satu kantong seberat 7 kg dengan harga Rp 60 Ribu. "Stoknya berasal dari daerah Paniki," katanya.

Kemangi itu kemudian dijual Khadija Rp 5.000 per ikat. Seringkali kemangi digabung dengan daun lemon, pondang (pandan) dan bramakusu (sereh).  Dalam sehari, ia mengaku menjual sekitar 15 - 20 ikat kemangi. Omzetnya berkisar Rp 75 - 100 ribu per hari. "Memang balakama punya harga. Untungnya juga lumayan,"   ungkapnya sambil tersenyum.

Hal senada dikatakan Kiv. Pedagang aneka sayur ini mengatakan menjual kemangi menguntungkan. "Dibanding sayur lain balakama memang menjanjikan," katanya. Kiv yang juga mendapat pasokan kemangi dari Paniki, mengaku stok yang dipesannya selalu habis setiap hari. Sama dengan Khadija, ia selalu memesan tujuh kilogram kemangi per hari.

Deli, penjual lainnya mengatakan kemangi yang dijualnya selalu diburu pembeli pada hari Sabtu dan Minggu. Dalam dua hari itu, ia mengaku menyiapkan stok lebih banyak  dibandingkan hari lainnya. "Saya biasa beli dua hingga tiga kantong per hari dari pemasok," katanya. Pada hari-hari itu, ia dapat meraup untung hingga Rp 300 ribu per hari. Ia memprediksi jelang hari raya Paskah pekan ini permintaan kemangi akan meningkat.

Sementara itu, Melly,  pengelola Restoran Green Garden menyatakan kebutuhan restorannya akan kemangi sangat besar. "Dalam sehari kami menggunakan satu kilogram kemangi," katanya.  Menu utama berupa ikan bobara, goropa dan ayam rica- rica membuat restoran di jalan Samrat Manado ini sangat membutuhkan kemangi.  Untuk kemangi sebanyak itu, ia biasa belanja di Pasar Bersehati.

Ibu Ros, pemilik Resroran El Shaddai yang khusus menjual tinutuan (bubur) menyatakan kemangi memang merupakan bumbu khas masakan Manado tersebut. "Apalagi tinutuan, tidak lengkap tanpa balakama," katanya. Buka dari pagi hingga sore hari, restoran di kawasan Wakeke Manado itu membutuhkan tiga sampai empat ikat kemangi per hari. (erv/art)

Sumber: Tribun Manado 3 April 2012 hal 1

Tanam Kemangi Beli Mobil

ilustrasi
MANADO, TRIBUN - Kemangi (acimum camum)  merupakan tanaman yang  biasa dimanfaatkan untuk lalapan, pepes, woku blanga maupun campuran masakan lainnya. Tanaman tersebut biasa tumbuh di pekarangan dan kerap dianggap remeh.Tidak banyak petani yang menanam kemangi sebagai usaha produktif.

Hal  tersebut berbeda dengan Robby Rorong dan istrinya Rosmiati, warga Kelurahan Paniki II  Kecamatan Mapanget, Manado.  Kemangi atau di Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai balakama adalah sumber kehidupan bagi keluarga, dengan cara bercocok tanam kemangi kemudian menjualnya di pasar.

Berkat keberhasilannya menjadi petani kemangi, nama  Robby-Ros  sangat terkenal dikalangan pedagang di seluruh pasar Kota  Manado serta petani lainnya di Manado. Kemangi hasil usaha mantan karyawan swasta ini memiliki kualitas yang baik sehingga tidak pernah mengecewakan pelanggan.

"Di Pasar Bersehati, Karombasan, Tuminting hingga Bitung, tanya saja Robby Ros mereka pasti kenal, bukannya saya mengada-ada, tapi coba tanyakan saja," ujarnya saat ditemui di kebunnya beberapa waktu lalu. Robby menceritakan awal bertani kemangi secara tidak sengaja. Setelah keluar dari pekerjaan yang ditekuninya selama 11 tahun di sebuah perusahaan swasta, dia beralih profesi menjadi tukang ojek. Namun, karena pendapatannya kurang mencukupi, akhirnya ia putuskan untuk bertani. Alih profesi sebagai petani.

Awalnya ia menanam jagung. Beberapa kali selalu gagal panen. Jika tidak gagal pun keuntungan yang diperoleh dari lahan satu hektar hanya sekitar Rp 2 juta per tiga bulan. Karena tidak cukup menghidupi keluarganya, akhirnya Robby  beralih mencoba tanaman lain dan dia memilih kemangi.

Pertama kali ia menanam di halaman rumah. Setelah dua bulan, kemangi sudah bisa dipanen. Pada saat itu hanya lima kantong plastik merah ukuran besar dengan berat sekitar 7 kilogram per kantong. Ia kemudian membawanya ke pasar dan dijual dengan harga Rp 25 ribu per kantong.

Dia mulai serius menanam  kemangi pada lahan yang lebih luas karena yakin tanaman tersebut menguntungkan. "Kemudian hasil panen pun meningkat, setiap hari saya dapat membawa 10 kantong ke pasar, dengan kualitas kemangi nomor satu," ungkapnya.


Untuk menjaga stok tetap ada setiap hari dan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, ia kemudian mencari lahan baru di daerah sekitar Manado dan Minahasa Utara. Sejak itu dapat mengirimkan kemangi ke pasar setiap hari hingga 50 kantong besar dengan keuntungan bersih setiap hari rata-rata Rp 1 juta. "Saya kurang lebih telah lima  tahun menggeluti kemangi, untungnya cukup lumayan dapat membeli rumah yang saat ini ditempati, membeli kendaraan (mobil) dan menyekolahkan anak di Unima," katanya.

Menurut Robby, kelemahan dalam menanam kemangi adalah hanya dapat dipanen setelah berusia dua bulan. Kalau lebih lama kualitasnya sudah tidak bagus lagi. Tanah untuk lahan kemangi pun tidak dapat ditanami dua kali katena unsur haranya sudah hilang. Petani harus mencari lahan baru.

Tentang kebutuhan kemangi di Kota Manado, bapak yang murah senyum ini menyebut setiap hari paling sedikit 400 kantong. Saat ini hanya beberapa petani di Sulut  yang fokus menanam kemangi. Padahal menurutnya jika digeluti, keuntungannya cukup menjanjikan. "Saya memperkerjakan empat orang untuk membantu menanam kemangi," jelasnya. Saat ini Robby merasa bersyukur karena harga kemangi per kantongnya meningkat hingga mencapai Rp 60 ribu, sehingga akan semakin besar pendapatan yang dia terima. "Bertanam kemangi cukup mudah, namun keuntungannya lumayan," demikian Robby.

Bank Siap Membantu

MASALAH klasik bagi pelaku usaha menengah dan kecil adalah terbatasnya modal. Sesungguhnya hal itu bukan masalah serius karena dunia perbankan tidak akan tinggal diam bila mengetahui ada pelaku usaha yang memulai usaha dari nol hingga mengalami perkembangan.

Banyak bank memberikan berbagai tawaran yang menarik. Walaupun demikian, perbankan juga memilih sikap kehati-hatian terhadap pelaku usaha tersebut seperti dilakukan Bank Bukopin Cabang Manado. Pemimpin Bank Bukopin Cabang Manado, Agny Irsyad, mengatakan setiap bank pasti membutuhkan nasabah terutama nasabah yang mau usahanya maju.

"Jadi kalau ada pengusaha yang sudah mulai maju dan ulet pasti banyak bank yang akan mendekati dengan berbagai program yang ditawarkan. Tinggal nasabah yang memilih bank mana yang dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan nasabah," kata Agny kepada Tribun Manado, Minggu (1/4/2013).

Ia menambahkan, Bank Bukopin selalu melakukan pembinaan terhadap nasabahnya mulai dari usaha kecil ataupun usaha yang sudah besar. Untuk calon nasabah terutama  kredit Bank  Bukopin akan selektif melakukan pendekatan.  "Tentunya sesuai denga misi membesarkan usaha kecil menengah menjadi besar setiap kesempatan akan dimanfaatkan. Setiap usaha pasti menguntungkan, tinggal apakah kita mampu mengelolanya dengan baik," ujarnya 

Selama ini, Bank Bukopin memajukan usaha kecil dengan swamitra. Swamitra merupakan wadah program untuk usaha kecil yang belum bankable sambil belajar menjadi bankable.

Bukan hanya Bank Bukopin. Bank BNI pun melakukan langkah serupa. Bank BNI selalu melayani setiap segmen nasabah dengan pendekatan customer centris. Di mana Bank BNI melakukan penjualan konsultatif yang menawarkan produk dan jasa perbankan yang sesuai kebutuhan nasabah.

"Untuk nasabah kredit, BNI akan membiayai usaha debitur sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usaha. BNI secara proaktif akan menawarkan solusi yang dibutuhkan nasabah. Dalam hal ini BNI berprinsip maju dan berkembang bersama nasabah," kata CEO BNI Wilayah Manado, Emil Ermindra Tandjung.
Emil menambahkan, secara siklus usaha, BNI akan menawarkan fasilitas kredit sesuai dengan skala usaha debitur. Untuk segmen mikro yang unbankable akan dibiayai melalui kredit kemitraan atau PKBL/CSR sampai Rp 25 juta. Bila usaha berkembang akan ditawarkan kredit KUR sampai dengan Rp 500 juta.  "Kemudian bila semakin berkembang lagi akan ditawarkan BNI Wira Usaha sampai dengan Rp 1  miliar dan seterusnya akan dibiayai dengan produk kredit kecil- komersial sampai dengan Rp 10 miliar," tuturnya.

Di tempat berbeda, Pimpinan Wilayah BRI Manado, Tri Wintarto, mengatakan BRI sebagai bank yang fokus di bisnis UMKM, BRI selalu proaktif mencari calon nasabah UMKM yang layak dibiayai usahanya. "Jadi BRI tidak pasif menunggu. Pelaku usaha berpeluang dibantu pembiayaan kredit dari BRI. Kalau kredit hanya sampai Rp 100 juta dilayani  BRI Unit, selebihnya di KCP dan kantor cabang," kata Wintarto. (def)


Mujizat Kemangi

Kemangi berarti tumbuhan beraroma. Aroma wangi daun kemangi berasal dari kandungan minyak atsiri dengan seribu satu manfaat bagi manusia. Apa saja?

KEMANGI dapat tumbuh di sembarang tempat dan toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau, sedangkan kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwarna hijau pucat. Kemangi berkerabat dengan selasih (Ocimun sancium), daun mint (Mentho arvensis), dan daun jinten (Coleus amboinicus). Kerabat terdekatnya basil (Ocimun amboinicus). Aroma daun kemangi sangat khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau.

Di Jawa Barat, daun kemangi (disebut surawung) dimakan sebagai lalapan dan digunakan dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor, dan karedok. Di Jawa Timur, daun kemangi biasa disajikan dengan nasi krawu, krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe, dan ikan bumbu pesmol. Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian laksa dan nasi ulam. Dalam masakan khas Manado, daun kemangi sering ditambahkan pada bubur agar terasa lebih nikmat.

Kemangi juga ditemukan di Thailand (disebut manglok), Mediterania/Italia (disebut genovese), dan India (disebut holy basil atau tulsi). Di Thailand, kemangi digunakan sebagai bumbu masak. Di India dan sebagian wilayah di Afrika, daun kemangi diseduh menjadi teh. Teh kemangi disajikan pada saat pergantian musim, saat masyarakat setempat mudah terserang batuk, pilek atau demam. Di Eropa, daun kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya.

John Henry M dalam bukunya berjudul A Dictionary of Practical Material Medical  mengatakan
sari daun kemangi berkhasiat untuk mengatasi diare, nyeri payudara, batu ginjal, gangguan pada vagina dan albuminaria (terbuangnya albumin melalui urin). Para peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Purdue University, AS menyatakan bahwa daun kemangi berpotensi membantu meredakan sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, gangguan ginjal, sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu.

Di Indonesia, secara tradisional daun kemangi digunakan untuk mengatasi perut kembung atau masuk angin dan deman pada anak balita. Daun kemangi diremas bersama bawang merah dan minyak kelapa, kemudian dioleskan ke perut, dada, dan punggung. Lalap daun kemangi juga dipercaya dapat mencegah bau badan dan bau mulut serta memperlancar ASI.

Daun kemangi pun mengandung berbagai komponen bioaktif nongizi. Komponen 1-8 sineol-nya diduga dapat membantu mengatasi ejakulasi dini pada pria. Komponen apigenin fenkhona dan eugenol diduga dapat meningkatkan kualitas ereksi penis. Arginin dapat memperkuat daya hidup sperma (membantu mencegah kemandulan) dan menurunkan kadar gula darah.

Sedangkan bagi wanita, senyawa anetol, boron, eugenol dam stigmasterolnya mampu merangsang hormone estrogen, membunuh jamur penyebab keputihan serta merangsang pematangan sel telur. cat flavonoid dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh dan berperan sebagai antibiotic alami.

Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung. Di bidang kecantikan, kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya sebagai campuran  obat ataupun untuk bahan perawatan tubuh seperti sabun mandi, biang parfum, pelembab tubuh, dan minyak dan minyak aroma terapi. (osi/berbagai sumber)

Kadar Gizi Kemangi
*  Energi (kkal)                46
*  Protein (g)                   4,0
* Lemak (g)                   0,5
* Karbohidrat (g)            8,9
* Kalsium (mg)               45
* Fosfor (mg)                 75
* Besi (mg)                    2
* Vitamin A (RE)           750
* Vitamin B (mg)           0.08
* Vitamin C (mg)            50
* Air (g)                         85                            
          
Catatan: Komposisi  per  10 gram

Tribun Manado 2 April 2012 halaman 1

Neymar: Kami Mesti Tetap Membumi

Neymar
BISA saja legenda itu benar mengawalinya di sini di Rio de Janeiro.  Bintang baru Brasil Neymar disebut "Pele berikutnya" setelah melalukan debutnya untuk timnas Brasil pada 2010 di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat.

Tak perlu berkata-kata lagi, pemuda bernama asli Neymar da Silva Santos Junior ini mencetak gol, dan di negara yang selalu mendamba pahlawan sepakbola, kemunculannya membangkitkan harapan pahlawan itu telah hadir.

"Kami bermain lebih baik dari yang dikira sebelumnya," kata Neymar setelah laga final Piala Konfederasi yang menghancurkan juara dunia Spanyol 3-0, Minggu 30 Juni 2013.

"Saya sungguh senang. Kami telah membuat banyak orang bahagia, tetapi kami mesti tetap membumi," kata sang bintang seperti dikutip AFP.

Mengikuti jejak Pele mungkin terlalu berlebihan.  Satu hal yang tak mungkin dilakukan Neymar adalah menjuarai Piala Dunia pada usia 17 tahun yang justru dilakukan Pele.  Pada usia ini Neymar barulah bergabung dengan Santos, klub lama Pele.

Dia juga tidak berhasil membawa timnya menjuarai Olimpide London tahun lalu.

Namun Minggu waktu setempat atau Senin dini hari (1/7/2013) Wita, bintang muda yang lahir di Mogo Das Cruzes, Sao Paulo, itu akhirnya dikalungi medali juara turnamen internasional setelah penampilan mencorongnya melawan Spanyol di mana dia sendiri mencetak satu gol di babak pertama sebelum melakukan manuver elok sekali yang membuat Fred bisa menggenapkan kemenangan Brasil.

Cara pesepakbola berusia 21 tahun itu dalam membongkar pertahanan Spanyol menunjukkan bahwa bakat muda ini memiliki kepercayaan diri yang setidaknya mengingatkan orang kepada Pele.

Pemuda ini sendiri bilang sebelum turnamen dimulai bahwa skuad Brasil sekarang tak terlalu baik untuk menjadi juara, namun dengan bakatnya yang luar biasa Selecao malah kini diperhitungkan lagi sebagai favorit juara pada Piala Dunia tahun depan.

Sebelum itu dia akan menjalani akademi yang keras di La Liga bersama Barcelona di mana dia akan berdampingan dengam Lionel Messi sebagai pasangannya, dan jika sukses bertandem maka mereka berdua akan menakutkan siapapun di Spanyol dan Eropa.

Kendati sempat disebut temperamental di awal karirnya dan cengeng karena gampang menjatuhkan diri seperti dikritik pemain Uruguay Diego Lugano, Neymar tumbuh dewasa dengan cepat dan dalam dua pekan terakhir tampil sebagai playmaker yang mempesona.

Dia tiba di turnamen ini dengan tak pernah membuat gol pada sembilan pertandingan terakhirnya namun kemudian dialah yang mengirim finis mengagumkan yang membuka kemenangan 3-0 Brasil pada tiga menit babak pertama saat menghadapi Jepang di Brasilia.

Gol dia lainnya dan satu assist diciptakannya kala melawan Meksiko, lalu sebuah tendangan bebas mempesona berbuah gol saat melawan Italia.

Kecocokannya dengan penyerang tengah Fred yang menjadi kesayangan pelatih Luiz Felipe Scolari telah menghasilkan buah yang manis.

Namun, hidup menjadi lebih sulit bagi Neymar ketika laga semifinal melawan Uruguay, tetapi Fred dan Paulinho mengambilalih tanggungjawabnya menciptakan gol hari itu.  Lalu kala melawan Spanyol, Neymar dan Fred berbagi gol dengan luar biasa.

Dia memperdaya para pemain hebat seperti Andres Iniesta dan Xavi yang akan menjadi rekannya di Nou Camp musim nanti.

"Saya sangat menghormati dan mengagumi mereka. Namun hari ini saya mewakili negara dan keluarga saya serta mesti memberi mereka kesulitan!"

Neymar mengatakan membintangi La Liga akan membawanya ke level yang lebih tinggi.

"Saya akan bergabung dengan salah satu klub terbesar di dunia.  Saya harap bisa beradaptasi secepat mungkin, dan tahun depan saya bisa mengalami Piala Dunia yang hebat," kata Neymar.

Neymar malu-malu mengutarakan perasaannya kepada para demonstran yang menggelar protes di Brasil dan berada di luar Stadion Maracana ketika timnasnya menghadapi Spanyol.

"Sulit membicarakan perkelahian di luar sana, itu buruk dan orang bisa terluka. Perayaan untuk yang berada di dalam stadion," kata Pesepakbola Terbaik Amerika Selatan 2011 ini.

Namun terbang tinggi kariernya bahkan membuat majalah olahraga AS Sports Pro mengangkatnya sebagai calon bintang olahraga terbesar yang bisa melampaui Messi dan pegolf Rory McLlroy.

"Penghargaan itu hanya bagian dari kerja. Itu menuntut tanggung jawab, namun memang menyenangkan," kata Neymar menyangkut klaim Sports Pro tersebut.

Sumber: ANTARANews
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes