Pesta Para Jawara

 

Spanyol juara Euro 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Usailah sudah pesta sepak bola sebulan penuh yang membuat tuan dan puan pemuja bola begadang atau bangun tidur lebih awal.

Sejak 14 Juni hingga 14 Juli 2024, tersaji dua turnamen besar yaitu Piala Eropa atau Euro dan Piala Amerika atau Copa America.

Seorang kawan, anggota komunitas gila bola di Kupang mengaku kualitas tidurnya agak terganggu sebulan terakhir. Demikian pula konsentrasi kerja pada siang hari.

Maklum, dia begadang nonton tim kesayangan di Piala Eropa kemudian lanjut menonton pertandingan Copa America yang ditayangkan langsung pagi hari.

"Tapi saya senang, tim kesayanganku Argentina juara Copa America," katanya semringah.

Dua pesta bola bersamaan semacam ini memang istimewa karena hanya terjadi empat tahun sekali.

Pengecualian Euro dan Copa America 2020 yang baru bergulir tahun 2021 lantaran pagebluk bernama Covid-19.

Setelah Euro dan Copa America 2024 berlalu, kita menanti 24 purnama lagi untuk menikmati pesta besar bernama FIFA World Cup atau Piala Dunia 2026.

Tuan dan puan tentu sudah tahu hasil Euro 2024 dan Copa America.

Spanyol keluar sebagai juara Euro 2024 setelah menang 2-1 atas Inggris di babak final Minggu malam 14 Juli 2024.

Pada hari yang sama di benua berbeda, Argentina sukses mempertahankan gelar juara Copa America.

Lionel Messi dkk menang tipis 1-0 atas Kolombia. Medio 2024 sunguh menjadi pesta para jawara bola.

Baik Euro maupun Copa America tidak menghadirkan kejutan. Yang juara memang tim bermental jawara!

Sebelum Euro 2024, Spanyol adalah negara pemenang tiga kali Piala Eropa setara dengan Jerman.

Kini Spanyol merupakan tim tersukses di benua biru Eropa. Sejak awal turnamen, Timnas Spanyol memang favorit juara Euro 2024 selain Inggris, Jerman, Prancis, Italia dan Portugal.

Setelah menjadi satu-satunya tim yang sapu bersih kemenangan di fase grup lewat permainan atraktif, indah dan efisien, Spanyol nomor wahid dijagokan sebagai pemenang Euro.

Prediksi kebanyakan pengamat itu terbukti jitu. Tim Matador menjuarai Euro yang keempat setelah tahun 2064, 2008, dan 2012.

Khusus tahun ini Spanyol menggenapinya dengan lima rekor baru. Sejarah manis pun tercipta di Berlin, ibu kota Jerman 14 Juli 2024.

Spanyol menjadi tim pertama yang mengangkat trofi Euro empat kali pada edisi tahun 1964, 2008, 2012, dan 2024.

Jangan lupa pada periode 2008-2012, Spanyol juga menjadi juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Rekor kedua, Spanyol merupakan tim pertama yang menjuarai Piala Eropa dengan kinerja 100 persen menang sejak penyisihan hingga final. Luar biasa!

Timnas Spanyol juga memecahkan rekor gol terbanyak yang dicetak satu tim dalam satu edisi kompetisi Euro. Pemain Spanyol total mencetak 15 gol di Euro 2024.

Bintang remaja Spanyol, Lamine Yamal, menjadi pemain termuda yang tampil di final Euro. Dia bermain di babak final melawan Inggris pada usia 17 tahun 1 hari.

Lamine Yamal juga menjadi pesepak bola termuda yang bermain di final turnamen besar.

Yamal sudah memecahkan rekor legenda Brasil, Pele, yang bermain di final Piala Dunia 1958 pada usia 17 tahun dan 249 hari.

Kendati materi pemain tidak semewah generasi Xavi Hernandez - Andres Iniesta (2008-2012), skuat Spanyol 2024 komplet dan yang terbaik di Eropa saat ini.

La Furia Roja merupakan penantang sepadan untuk juara bertahan Argentina dalam perebutan trofi Piala Dunia dua tahun mendatang.

Ketika Italia, Jerman dan Belanda terseok-seok, Prancis bergantung pada Kylian Mbappe atau Portugal masih andalkan Cristiano Ronaldo, Spanyol memiliki pemain dengan kualitas mirip di semua posisi.

Apalagi aksi dua bocah Nico Williams dan Yamine Yamal sungguh asyik. Williams dan Yamal niscaya akan semakin matang saat Piala Dunia 2026 dan Piala Eropa dua tahun sesudahnya.

Gelar ke-16 Argentina

Pesta sang jawara juga terukir di benua Amerika, satu di antara sumbu utama sepak bola dunia.

Sebelum terbang ke Amerika Serikat untuk mempertahankan gelar, Argentina sudah mengoleksi 15 trofi juara Copa America, selevel dengan Uruguay. Jauh di atas Brasil yang baru 9 kali juara.

Tahun 2024 Argentina memecahkan rekor sekaligus meninggalkan pesaingnya Uruguay dengan koleksi 16 gelar Copa America dan 14 kali runner-up.

Suatu pencapaian yang mengesankan. Argentina tinggal mengejar rekor Brasil yang lima kali meraih gelar juara Piala Dunia.

Di ajang FIFA World Cup, Brasil merupakan tim tersukses dan satu-satunya negara yang selalu berlaga di putaran final Piala Dunia.

Argentina tiga kali juara Piala Dunia dan kini menyandang status sebagai juara bertahan (1978, 1986 dan 2022).

Di Copa America, Uruguay mengoleksi 15 gelar juara dan 6 kali runner-up, disusul Brasil 9 gelar juara; 12 kali runner-up, Paraguay 2 gelar juara; 6 kali runner-up.

Sementara, Chili 2 gelar juara; 4 runner-up, Peru: 2 gelar juara; 1 runner-up, Kolombia 1 gelar juara; 2 runner-up dan Bolivia 2 gelar juara; 1 runner-up.

Pesta Argentina menjuarai Copa America 2024 menjadi sempurna setelah dua pemainnya merai penghargaan individu.

Kiper Terbaik Euro 2024 jatuh ke tangan Emiliano Martinez. Sedangkan Top Skor milik Lautaro Martinez dengan 5 gol.

Satu-satunya penghargaan yang lepas dari Argentina adalah gelar Pemain Terbaik Copa America 2024 yang diraih kapten Timnas Kolombia, James Rodriguez.

Kinerja Lionel Messi dkk di Copa America 2024 tak berbeda jauh dibandingkan performa mereka saat merebut trofi Piala Dunia dua tahun lalu di Qatar.

Argentina dan Spanyol harus diakui merupakan tim terbaik dunia yang sangat menghibur saat ini. Permainan mereka efisien, atraktif sekaligus menawan hati.

Rasanya tak sabar menanti jawara Euro vs Copa America bertanding di ajang Finalissima tahun 2025.

Dunia bola akan melihat aksi brilian Lamine Yamal melawan sang superstar Argentina Lionel Messi.

Proficiat buat pemuja Spanyol dan Argentina di mana saja berada. Salam bola! (*)

Sumber: Pos Kupang

Coming Home

 

Timnas Inggris 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Setelah melalui perjuangan panjang melelahkan sebulan penuh, bolehlah hari ini anak-anak Inggris mendendangkan lagu football coming home.

Coming home. Sepak bola pulang ke rumah yang melahirkannya dua abad lalu.

Di antara negara Eropa, kiprah Timnas Inggris paling manis dalam tiga tahun terakhir. Tim asuhan Gareth Southgate tersebut lolos lagi ke babak final kejuaraan Piala Eropa.

Tiga tahun lalu di rumah sendiri, Inggris lolos ke final Euro 2020 yang baru digelar bulan Juli 2021 karena pandemi Covid-19.

Di babak semifinal 8 Juli 2021, Inggris menang dramatis 2-1 atas Denmark berkat gol penentu dari Harry Kane pada menit ke-104.

Sayang di babak final Euro 2020 pada 12 Juli 2021, Inggris kalah adu penalti melawan Italia dengan skor 2-3 setelah imbang 1-1 selama 120 menit.

Tiga tahun kemudian Timnas Inggris mengulang pencapaian yang sama di Euro 2024 yang bergulir di bumi Jerman.

Secara dramatis pula The Three Lions lolos setelah mengalahkan Belada 2-1 berkat gol injury time Ollie Watkins (menit ke-90+1) di BVB Stadion Dortmund, Rabu (10/7/2024) malam atau Kamis (11/7/2024) dini hari WITA.

Inggris akan menantang Spanyol di final Piala Eropa 2024 pada Minggu malam 14 Juli 2024 atau Senin dini hari 15 Juli 2024 Waktu Indonesia.

Duel final antara Spanyol vs Inggris akan berlangsung di Olympiastadion Berlin, Jerman, Senin (15/7/2024) mulai pukul 03.00 Wita.

Spanyol meraih tiket final Euro 2024 seusai menaklukkan Prancis 2-1 di semifinal.

Setelah tertinggal 1-0 dari Prancis pada menit ke-8, Spanyol bangkit berkat gol pemain remaja fenomenal berusia 16 tahun, Lamine Yamal. Yamal mencetak gol penyama kedudukan lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti pada menit ke-21.

Pada usia 16 tahun 362 hari, ia menjadi pemain termuda dalam sejarah Piala Eropa dan Piala Dunia yang mencetak gol dalam sebuah pertandingan, melampaui rekor Pelé sebelumnya.

Dani Olmo mencetak gol pada menit ke-25 untuk memimpin hingga akhir laga. Dani Olmo kini memimpin dalam perlombaan merebut Sepatu Emas Euro 2024 di Jerman.

Tangan dingin Southgate

Sukses Inggris sejauh ini merupakan buah dari tangan dingin dan kecerdasan Pelatih Gareth Southgate.

Saat melawan Belanda, Inggris mengalami kebuntuan setelah skor 1-1 sampai menit ke-80. Melihat Phil Foden dan Harry Kane tidak efektif lagi dan mulai kelelahan, dia memasukkan Cole Palmer dan Ollie Watkins menit ke-81.

Pergantian pemain terbukti jitu. Palmer dan Watkins mengobrak-abrik pertahanan Belanda. Pada menit ke-90+1 Watkins mengubah keadaan. Penyerang Aston Villa tersebut mencetak gol kemenangan Inggris memanfaatkan umpan Cole Palmer.

Belanda sungguh merasa sakit hati. Ketika mereka berpikir laga berlanjut ke babak tambahan Waktu, sontekan Watkins tiba-tiba mengakhiri segalanya.

Kerja sama Palmer-Watkins memberikan kemenangan penting bagi Inggris. Gareth Southgate pun menjadi pelatih pertama Inggris yang lebih banyak mengantarkan tim nasional ke final turnamen besar. Hebatnya lagi di Piala Eropa dia membawa Inggris lolos ke final secara beruntun.

Gareth Southgate telah menjawab tuntas hujan kritik dan ejekan dari fans Inggris.

Sejak menangani Timnas Inggris bulan September 2016, Southgate tak pernah luput dari kecamatan dan hujatan fans Tiga Singa.

Di ajang Euro 2024, mereka menuding Southgate miskin taktik karena sempat memainkan Trent Alexander-Arnold sebagai gelandang.

Pososi Alexander-Arnold di Liverpool adalah bek kanan. Gara-gara itu Southgate dilempari gelas plastik bir oleh fans Inggris dalam laga terakhir penyisihan Grup C melawan Slovenia pada 26 Juni 2024.

Meskipun sakit hati mendapat perlakuan begitu, Southgate tetap fokus pada pekerjaannya. "Saya tidak bisa menyangkal hal-hal seperti ini menyakitkan. Tidak normal jika Anda dilempari bir,” kata Southgate.

"Tetapi saya beruntung. Hidup telah membawa saya melalui banyak proses membangun ketahanan diri. Saya tahu ke mana saya ingin membawa tim ini, dan tim juga melihat saya tetap kuat Bersama mereka," ujarnya.

Southgate merealisasikan kata-katanya dengan membawa Inggris ke final Piala Eropa 2024.

Ranking FIFA Spanyol dan Inggris saat ini tak jauh berbeda. Inggris berada di peringkat 5, sedangkan Spanyol peringkat 8.

Spanyol merupakan negara paling sukses di Piala Eropa. Sedangkan Inggris belum sekalipun menjadi jawara. Mereka baru sekali juara Piala Dunia 1966.

Spanyol juara Piala Dunia 2010, dan tiga kali juara Euro yaitu tahun 1964, 2008, 2012 dan juara Nation League tahun 2023.

Sepanjang Euro 2024 dari babak penyisihan hingga semifinal Spanyol berhasil memenangkan semua pertandingan. Dari 6 laga, tim asuhan Luis de la Fuente mencetak 13 gol dan kebobolan hanya 3 gol.

Sejak fase penyisihan grup Euro 2024, Timnas Inggris meraih 3 kemenangan, dan 3 berakhir seri. Harry Kane dkk mencetak 7 gol, dan kebobolan 4 gol.

Dengan perbandingan statistik seperti itu, bisa dimengerti apabila banyak pengamat lebih menjagokan Spanyol menang di final malam ini.

Spanyol menjadi tim pertama yang memenangkan enam pertandingan di satu edisi Euro, dan yang pertama memenangkan enam pertandingan berturut-turut di satu turnamen Euro.

Jika menaklukkan Inggris malam ini, Spanyol akan menjadi negara dengan gelar juara Euro terbanyak. Spanyol dan Jerman sama-sama telah mengoleksi tiga gelar juara Piala Eropa.

Sukses Spanyol sebelumnya terukir pada tahun 1964 di kandang sendiri, disamping juara pada tahun 2008 dan mereka sukses mempertahankannya pada tahun 2012.

Selama di Jerman 2024, Spanyol menampilkan sepak bola menyerang yang indah, atraktif dan efisien.

Dibanding era generasi emas 2008, 2010 dan 2012 yang dihuni Xavi, Iniesta, Busquets, Villa, Torres dan Puyol, Spanyol 2024 memang sedikit kalah mewah dari segi materi pemain.

Akan tetapi permainan kolektif mereka membunuh musuh di saat yang tepat. Kerja sama Rodri, Ruiz dan Olmo apik nian. Mereka pun sejiwa dengan Lamine Yamal, Nico Williams dan pemain senior Alvaro Morata di depan.

Nacho, Carvajal dan Laporte begitu tangguh di belakang. Tak ada jeda antara depan, tengah dan belakang.

Ketika pemain Spanyol bergerak, semua bergerak bersama dan seirama, mengalirkan bola yang indah mematikan.

Belum lagi faktor si bocil Lamine Yamal yang bermain tanpa beban.

Jika Spanyol juara, Yamal bakal menorehkan rekor baru.

Di kubu Inggris, pesan optimistis disuarakan mantan pemain Timnas Inggris, Gary Neville. Dia mengatakan inilah momentum manis bagi Inggris untuk menjadi juara Eropa. Membawa trofi ke rumah.

"Bisa kembali ke final adalah performa yang luar biasa. Pergi dan selesaikan (jadi juara). Berapa kali Inggris bisa berada di posisi ini? Saya tidak pernah sampai di sana sekalipun," katanya kepada ITV Sport.

Gareth Southgate mengakui bahwa lawan Inggris di final Euro 2024 adalah tim paling meyakinkan.

“Kami menghadapi tim terbaik di turnamen ini sehingga harus ekstra persiapan. Namun kami masih di sini dan terus berjuang,” tandasnya.

Begitulah sosok Southgate. Dia tak pernah sesumbar. Sabar dan rendah hati merupakan kekuatan pelatih kelahiran 3 September 1970 ini.

Gareth Southgate kiranya terngiang selalu penggalan syair lagu yang disuarakan fans Inggris.

We still believe

We still believe

We still believe

It's coming home, it's coming home,

It's coming football's coming home

It's coming home, it's coming home

It's coming football's coming home

Selamat berjuang Inggris. Semoga sepak bola sungguh coming home.

La Furia Roja bertarunglah laksana matador. Menang kalah hanya soal hasil. Yang tak terindah adalah tetaplah menjadi kesatria bola.

Selamat menonton! (*)

Sumber: Pos Kupang

Pangeran Sialan

 

Jude Bellingham

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Inggris adalah negeri Prince and Princess. Negeri para Pangeran dan Putri. Raja dan Ratu. Di era modern ini tak ada monarki konstitusional di dunia yang lebih tersohor dan makmur dibandingkan Kerajaan Inggris.

Inggris pun diakui sebagai tanah air sepak bola. Bumi yang melahirkan cabang olahraga permainan tim dengan penggemar terbanyak sejagat raya.

Sepak bola lahir di Britania Raya tapi di ladang penuh pesona ini Inggris sekadar Pangeran bola sialan. Belum sekalipun naik tahta sebagai raja Eropa.

Pernah sekali mereka jadi Raja Mondial bola, 1966. Sudah lama nian. Telah lebih dari setengah abad lampau. Di kala layar televisi masih hitam putih. Sebagian besar tuan dan puan mungkin belum lahir.

Inggris kontemporer sekadar riuh menawan hati untuk level kompetisi liga sepak bola dalam negeri.

Keluar kandang berbaju Tiga Singa, Timnas Inggris begitu-begitu saja. Cuma puas disebut tim favorit atau unggulan turnamen.

Cody Gakpo kembali menunjukkan performa gemilangnya dengan terpilih sebagai Pemain Terbaik dalam kemenangan Belanda 3-0 atas Rumania di Allianz Arena, München pada Selasa, 2 Juli. (foto: eufa.com)

Bagaimana Inggris 2024? Suka atau tidak suka mereka patut puan hormati sebagai pangeran bola. Calon kuat raja Eropa.

Inggris asuhan Pelatih Gareth Southgate (54) sejak 2016 merupakan satu di antara tim terbaik di Eropa bahkan dunia. Di Piala Dunia Rusia 2018, Inggris masuk semifinal.

Sayang impian Inggris juara kandas di tangan Kroasia. Di babak semifinal Piala Dunia 2018, Inggris yang sempat unggul lebih dulu, tertahan imbang 1-1 di waktu normal, lalu keok 1-2 via perpanjangan waktu. Nyanyian Football is Coming Home belum terwujud.

Walau demikian di ajang Piala Eropa, prestasi Three Lions tak bisa dibilang buruk rupa. Pertama kali dalam sejarah, Inggris tampil dalam dua semifinal Piala Eropa beruntun, Euro 2020 dan 2024.

Di Euro 2020 (yang baru diselenggarakan bulan Juli 2021 karena pandemi Covid-19), Inggris bahkan masuk babak final. Sayang nasib baik belum memihak mereka.

Bermain di rumah sendiri, Stadion Wembley London pada 12 Juli 2021, pasukan Gareth Southgate kalah melalui adu penalti 2-3 (1-1) dari Italia.

Inggris lebih dulu unggul lewat gol Luke Shaw menit ke-2, dibalas gol Timnas Italia persembahan Leonardo Bonucci menit ke-67. Saat adu penalti Italia tampil lebih baik dan menang.

Italia sudah gagal mempertahankan gelar juara di Euro 2024. Gli Azzurri tak berdaya melawan Swiss, kalah 0-2 di babak 16 besar. Sementara Inggris selangkah lagi menuju final kedua dalam tempo tiga tahun. Luar biasa!

Syaratnya Harry Kane dkk harus mengalahkan Tim Oranye Belanda. Duel Inggris vs Belanda akan bergulir di BVB Stadion Dortmund, Rabu malam (10/7/2024) atau Kamis (11/7/2024) mulai pukul 03.00 WITA.

Pertandingan Inggris versus Belanda selalu emosional dan berlangsung ekstra ketat.

Pertemuan besok malam akan menjadi momen ke-23 sepanjang sejarah kedua negara besar dengan tradisi sepak bola yang hebat itu.

Inggris dan Belanda terakhir bersua di semifinal Nations League 2019. Saat itu Belanda yang baru diasuh Ronald Koeman menang 3-1. 

Marcus Rashford membuka skor lebih dulu sebelum Matthijs de Ligt memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Di extra time Belanda menambah dua gol melalui bunuh diri Kyle Walker dan tembakan apik Quincy Promes.

Inggris lolos ke semifinal Euro 2024 setelah mengalahkan Swiss 5-3 lewat adu penalti (1-1 waktu normal) sementara Belanda melaju seusai menang bersih 2-1 atas Turki.

Berbeda dengan Inggris yang lumayan aduhai dalam enam tahun terakhir, prestasi Timnas Belanda jauh dari gemerlap.

Euro 2024 menjadi semifinal pertama Timnas Belanda di Piala Eropa semenjak edisi 2004. Anak-anak Negeri Bunga Tulip tersebut harus menanti momen ini selama 20 tahun.

Di ajang Piala Eropa, Belanda dan Inggris pernah berhadapan dua kali tepatnya pada Euro 1988 dan 1996.

De Oranje menang 3-1 di babak penyisihan grup Euro 1988 berkat trigol dari megabintang mereka, Marco van Basten. Delapan tahun kemudian, giliran Inggris menang telak 4-1 juga di babak penyisihan grup di Wembley.

Rekor head to head Belanda berada di atas angin. Belanda mencatat tujuh kemenangan dan menelan enam kekalahan. Sembilan laga lain berakhir imbang.

Pasukan Tiga Singa Inggris bahkan hanya memenangi satu dari sembilan pertemuan terakhir melawan Belanda sejak tahun 2001. Kemenangan tercipta di laga persahabatan Maret 2018. Gol tunggal Inggris di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, dipersembahkan Jesse Lingard.

Kiranya tidak mudah bagi Inggris menaklukkan Belanda yang tampil apik saat menyingkirkan Turki 2-1 di babak perempat final.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Samet Kaydin pada menit ke-35, Belanda bangkit via gol Stefan De Vrij pada menit ke-70 dan gol bunuh diri Mert Muldur menit ke-76.

Penyerang Liverpool, Cody Gakpo merupakan pemain kunci di Timnas Belanda 2024. Dia berduel dengan Mert Muldur merebut bola umpan tarik dari Denzel Dumfries di mulut gawang sehingga bek klub Fenerbahce itu bikin gol bunuh diri.

Cody Gakpo akan kembali menjadi andalan Ronald Koeman untuk menghadapi lini pertahanan Inggris. Dia mencetak tiga gol dan satu assist di Euro 2024.

Gakpo kini bersaing meraih gelar top skor bersama Georges Mikautadze (Georgia), Ivan Schranz (Slovakia), dan Jamal Musiala (Jerman). Tiga pesaingnya sudah gugur. Cuma dia yang berpeluang menambah koleksi gol.

Belanda bakal tampil dengan kekuatan penuh menghadapi Inggris. Para pemain yang mengantongi kartu kuning statusnya sudah boleh bermain.

Regulasi Euro 2024 menghapus kartu kuning di fase grup, 16 besar, dan perempat final. Pemain diskors jika dapat kartu merah di semifinal.

Di kubu Inggris, Marc Guehi sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu kuning. Bek Crystal Palace itu merupakan pilar penting di lini belakang dengan catatan ball recovery terbanyak (37 kali) dibanding pemain Inggris lain. Ia juga lima kali mentekel dengan bersih.

Pemain andalan lain seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Kyle Walker, dan Declan Rice dalam kondisi siap tempur melawan Belanda.

Duel Belanda vs Inggris so pasti alot. Sebagai pendekar total football, Belanda akan menyerang total. The Three Lions mungkin sedikit lebih pragmatis yaitu serangan balik dan atau manfaatkan bola-bola mati.

Belanda yang underdog bakal bermain tanpa beban. Mereka lebih sedikit diunggulkan ketimbang lawannya. Akan tetapi bila Inggris bermain konsisten dan rapi, mereka bisa menyamakan rekor kemenangan atas Belanda dan siap menuju tahta sepak bola Eropa.

Bagaimana duel Spanyol vs Prancis? Keduanya sama-sama Pangeran dan Raja sepak bola Eropa. Bukan pangeran sialan. Mereka sama menyandang reputasi tim terbaik dunia dalam dua dasawarsa terakhir.

Pemenang semifinal Spanyol vs Prancis pada Selasa (9/7/2024) malam atau Rabu dini hari WITA (10/7/2024) adalah tim yang lebih solid dan gigih bertarung selama 90 menit atau lebih.

Tentu saja jangan sekali-kali mengabaikan faktor dewi fortuna. Keberuntungan merupakan bagian dari sepak bola.

Selamat menonton. Salam bola! (*)

Sumber: Pos Kupang

Air Mata Pepe

 

Pepe menangis

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Cristiano Ronaldo mendatangi Pepe lalu memeluknya erat. Tanpa kata-kata. Tapi jelas pesannya yaitu meneguhkan Pepe yang sedang berurai air mata.

Portugal kalah adu penalti 3-5 atas Prancis setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit. Target meraih trofi Piala Eropa pupus di babak perempat final.

Dinding Stadion Volkspark Hamburg, Jerman, Jumat (5/7/2024) malam, menjadi saksi bisu perjuangan sehabis-habisnya CR7 dan Pepe demi kejayaan tanah air mereka.

Dua veteran berusia 41 dan 39 tahun telah total memberi diri untuk kehormatan Selecao das Quinas. Apa daya penalti berakhir pahit. Portugal pulang. Prancis masih bertahan.

Lima algojo Prancis yang sukses menunaikan tugas mereka adalah Ousmane Dembele, Youssouf Fofana, Jules Kounde, Bradley Barcola, dan Theo Hernandez.

Tiga eksekutor penalti Portugal yang berhasil malam itu cuma Cristiano Ronaldo, Bernardo Silva, dan Nuno Mendes, sedangkan Joao Felix gagal. Bola hasil sontekannya membentur tiang gawang.

Pepe tak kuasa menahan air mata. Penalti dalam sepak bola memang kejam.

Lima hari lalu Portugal menang adu penalti melawan Slovenia di babak 16 besar. Hari ini mereka tersingkir dengan cara serupa. Demikianlah bola nasib. Ada saat berjaya. Ada waktu luruh berderai air mata.

"Sepak bola itu kejam dan kesedihan adalah bagian dari hal itu. Kami ingin menang bagi negara kami dan memberikan kegembiraan untuk orang Portugal," kata Pepe.

"Lima hari yang lalu, kami menang adu penalti dan sekarang kami kalah lewat adu penalti. Ini kejam," ujar pemain berumur 41 tahun tersebut.

Kegetiran pun mendera CR7. Dia tidak bisa memberi kontribusi berarti dalam laga hidup mati melawan Prancis.

Dia tak berdaya menghadapi kawalan ketat duo Prancis, Dayot Upamecano dan William Saliba sepanjang 120 menit.

Ronaldo pun tak mencetak gol dari open play selama Euro 2024. Ini perdana sepanjang kariernya, Cristiano Ronaldo gagal mengoleksi satu gol pun di turnamen besar.

Sepanjang Euro 2024, Ronaldo hanya memberi satu assist saat membela Portugal dalam duel kontra Turki di fase grup.

Euro 2024 terasa pahit bagi Pepe dan Ronaldo. Apalagi Euro 2024 ini akan menjadi keikutsertaan terakhir mereka.

“Ini akan menjadi kejuaraan Eropa terakhir saya,” kata Ronaldo, dikutip dari O Jogo.

Faktor usia tak bisa disangkal. Meskipun masih bugar bermain selama 90 menit, namun kemampuan Pepe dan Ronaldo tak sehebat lima atau 10 tahun lalu.

Tapi apapun kedua orang ini luar biasa. Di saat pemain sepantaran mereka sudan pensiun, mereka masih bisa berlaga di lapangan hijau.

Salut dan hormat buat Pepe dan Cristiano Ronaldo. Kegetiran mereka di Euro 2024 menegaskan sekali lagi bahwa sepak bola adalah ekspresi paling natur tentang kehidupan manusia yang mengenal batas.

Hidup yang senantiasa meniti tawa dan juga tangis. Silih berganti. Pepe dan Ronaldo mengalaminya kini.

***

Di balik tangis Pepe dan Ronaldo di Euro 2024, dunia bola takkan melupakan reputasi mereka. Pepe dan Ronaldo adalah pemain yang kehidupan pribadinya jauh dari gosip negatif.

Secara khusus tentu kita akan selalu mengenang prestasi gemilang Cristiano Ronaldo.

Mengutip warta Kompas.com, mantan penyerang klub Manchester United, Real Madrid dan Juventus tersebut telah bermain dalam enam edisi Piala Eropa.

Pencapaian ini merupakan yang terbanyak dari semua pemain lain di Eropa, dengan sekali dia mengangkat gelar juara pada Piala Eropa 2016.

CR7 mencetak 14 gol di turnamen ini, menjadikannya top skor sepanjang sejarah Piala Eropa. Dia unggul lima gol dari pesaing terdekatnya, Michel Platini (Prancis).

Federasi Sepak bola Eropa ( UEFA) pun mencatat Ronaldo sebagai pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Operan Ronaldo bagi gol Bruno Fernandes melawan Turki merupakan yang kedelapan baginya. Ini adalah jumlah terbanyak yang di koleksi bersama Karel Poborsky asal Republik Ceko.

Dari enam turnamen Piala Eropa yang telah ia ikuti, Cristiano Ronaldo tersubur mencetak lima gol di Euro 2020 sekaligus menjadikannya top skor bersama kejuaraan edisi tersebut.

Laga melawan Prancis di Euro 2024 adalah yang ke-30 bagi sang megabintang di Piala Eropa, terbanyak dari semua pemain lain sepanjang sejarah turnamen ini.

Dunia sepak bola akan selalu dan selalu mengenang CR7 sebagai pemain yang sinarnya di lapangan hijau selevel dengan Lionel Messi, Diego Maradona, Pele dan lainnya. (*)

Sumber: Pos Kupang

Espana

 


Timnas Spanyol 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Yang manis tapi bukan gula adalah Espana. Ya Spanyol manis amat penampilannya di fase grup Euro 2024.

Dia satu-satunya tim sempurna. Tanpa cacat. La Furia Roja total mengoleksi 9 poin dan belum kebobolan gol.

Cara mereka bermain pun mengesankan kecuali sedikit dibantu dewi fortuna saat membekap juara bertahan Italia.

Andai jawara hanya berlandaskan hasil fase grup, merekalah yang berhak naik tahta sepak bola Eropa 2024. Spanyol tentu patut masuk tim unggulan. Kandidat kuat pemegang trofi Piala Eropa.

Tapi turnamen bahkan belum separuh jalan. Ujian di depan mata bagi Espana, mampukah mengggusur Georgia yang bikin Cristiano Ronaldo naik pitam?

Peringkat kedua terbaik babak penyisihan so pasti milik tuan rumah Jerman. Mengutip FOX Sports, Jerman memberi harapan bagi pemujanya setelah kemenangan besar atas Skotlandia di laga pembuka dan sukses menaklukkan Hongaria.

Namun, Jerman tertatih-tatih ketika menghadapi Swiss.  Denmark telah menanti di babak knock out. Salah perhitungan, Der Panzer bisa kandas dan rakyat Jerman akan murka terhadap Julian Nagelsmann.

Posisi ketiga terbaik fase grup adalah Portugal, tim yang tetap mengandalkan duet veteran Pepe-CR7. Dunia tak memungkiri peran Cristiano Ronaldo masih sakti mandraguna di usia hampir kepala empat.

Meskipun  ternoda  kekalahan 0-2 melawan Georgia di laga terakhir Grup F, Portugal tetaplah favorit kejuaraan ini. Starting XI mereka merupakan paduan tua-muda terbaik di antara kontestan 16 besar Euro 2024.

Slovenia merupakan lawan Portugal pada 1 Juli 2024. Di atas kertas mestinya Portugal mampu mengatasinya. Namun, sepak bola punya selera unik. Ente terlalu percaya diri malah keok duluan.

Urutan terbaik berikutnya di fase grup milik Les Bleus Prancis, Austria, Inggris, Italia, Swiss, Belanda, Turki, Rumania, Denmark, Belgia, Georgia, Slovenia, dan Slovakia.

Prancis, Inggris dan Italia setali tiga uang. Kinerja mereka pas pasan. Prancis melempen tanpa Kylian Mbappe yang kini bertopeng demi menjaga hidungnya yang patah.

Si Biru hanya runner-up Grup D di bawah Austria dengan koleksi poin 5. Lawan mereka di babak 16 besar tim Setan Merah, Belgia yang telat panas. Bukan mustahil Prancis berkemas pulang lebih awal dari Jerman.

Hujan kritik melanda Timnas Inggris karena memang tidak menggigit. Meski juara Grup C dengan 5 poin, penampilan Harry Kane dan rekan jauh dari ekspektasi para penggemarnya yang amat banyak sejagat raya.

Untungnya Inggris paling favorit di bursa taruhan  juara Euro 2024. Ini menurut Telegraph. Spanyol, Jeman dan Prancis menempati posisi kedua, ketiga dan keempat terfavorit.

Menyusul Portugal dan Belanda. Italia dan Belgia menempati peringkat 7 dan 8. Keduanya berada di atas Austria.

Gli Azzurri alias Italia - paling mendebarkan di fase grup musim ini. Nyaris melukai hati penggemarnya di seluruh dunia.

Drama menegangkan tercipta di Leipzig Senin malam 24 Juni 2024.   Tim juara bertahan lolos dari lubang jarum berkat gol larut Mattia Zaccagni dua menit menjelang wasit meniup peluit akhir.

Dewi Fortuna memihak Italia dan melukai Luka Modric dan kawan-kawan. Italia berhak temani Spanyol ke babak 16 besar dengan poin 4.  

Kapten Kroasia, Luka Modric, mencetak gol menit ke-55, hanya beberapa saat setelah penaltinya ditepis kiper Italia Gigi Donnarumma.

Saat Kroasia hendak berpesta pora, pemain pengganti Mattia Zaccagni menyamakan kedudukan. Hasil  1-1 memaksa Kroasia tersingkir lebih awal.

Begitulah karakter  Italia, suka meremas jantung dan lolos saat sakratul maut. Krisis bikin mereka menggila.

Tuan dan puan kiranya ingat, Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 tapi dua tahun kemudian mereka jawara Eropa. Lalu hanya jadi penonton saat  Piala Dunia 2022 bergulir di Qatar.

Kini mereka lolos dalam situasi krisis pula. Kalau bisa membungkam Swiss pada 29 Juni 2024, Gli Azzurri perlu tuan tempatkan sebagai favorit juara. Cukup sering Italia hanya perlu bermain selama sebulan untuk meraih trofi.

Bagaimana Belanda? Kinerja Memphis Depay dan kolega masih jauh dari pesona Belanda sebenar-benarnya. Belanda yang total football. Belanda yang juara di hati penonton.

Ronald Koeman mesti membuktikan kecerdasan dan nama besarnya melawan Rumania 2 Juli 2024.

Jangan lupa, kejuaraan Piala Eropa atau  Piala Dunia selalu menghadirkan tim Kuda Hitam yang membuat kejutan. Kita menanti kiprah lanjutan Austria, Turki, Georgia, Rumania, Slowakia, dan Slovenia. Berharap sungguh hadirnya drama baru.

Kisah Euro 2024 belum lengkap kalau tidak membedah Grup E. Betapa tidak. Opta mencatat, pertama kali dalam sejarah Piala Eropa sejak tahun 1960, seluruh tim dalam satu grup berakhir dengan poin sama.

Empat tim Grup E Euro 2024 yaitu Rumania, Belgia, Slovakia dan Ukraina sama-sama mengoleksi poin 4. Hasil dari sekali menang sekali seri dan sekali kalah.

Nasib sial menimpa Ukraina yang belum usai berperang melawan Rusia. Mereka tersingkir karena mendekam di dasar klasemen Grup E. Bola kadang terasa kejam. (*)

Sumber: Pos Kupang

Selamat Jalan, Lawo!


Niko Frans

Oleh Dion DB Putra

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia alias GMNI yang kini mekar berbiak indah di persada Flobamora patut berterima kasih kepada duet ini. Duet Dua Frans.

Frans Lebu Raya dan Niko Frans. Pasangan Adonara-Nita. Frans Lebu Raya terlahir sebagai anak Adonara, Kabupaten Flores Timur. Niko Frans lahir di Nita, Kabupaten Sikka. Nita adalah tempat bermukim dua seminari tinggi terkemuka dunia, Ledalero dan Ritapiret.

Saya bersyukur menjadi akivis mahasiswa pada periode yang hampir sama dengan duet Dua Frans, meski mereka berdua lebih senior dari sisi usia.

Sebagai aktivis,  duet Dua Frans sangat aktif pada periode 1989-1996. Mereka merintis dan memimpin organisasi GMNI yang kemudian berjaya sampai hari ini.  

Pada periode yang sama (1989-1993) saya bergumul diri di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius. 

Saya sempat mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMKRI Kupang periode 1992-1993. 

Ketua PMKRI Kupang periode ini adalah abang Aloysius Min. Terakhir sebelum purnabakti dari ASN, dia menjabat Sekretaris Dinas Dikbud Provinsi  NTT.

Sebagai sesama aktivis mahasiswa hubungan kami sangat dekat dengan duet Dua Frans. Makin lengket lantaran sekretariat kami hanya berjarak kurang dari 50 meter. 

Pada masa itu GMNI Kupang mengontrak rumah di Jalan Anggur yang mereka jadikan sekretariat. Lokasinya dekat sekali dengan margasiswa PMKRI di Jalan Soeharto No.20 Kupang. Jadi, hampir saban hari kami bersama, bercengkerama atau berdiskusi aneka soal. 

Urusan makan minum bersama dalam kondisi apa adanya ala mahasiswa pun sangat kerap. Cukup sering kami makan nasi kosong (istilah Kupang yang artinya nasi tanpa lauk) atau hanya mie instan.

Di rumah kontrakan itu, saya melihat dan ikut merasakan perjuangan berat duet Dua Frans merajut organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang yang baru tumbuh. 

Kala itu belum banyak orang di NTT yang mengenal GMNI termasuk di kalangan mahasiswa. Jauh berbeda dengan PMKRI yang kehadirannya sudah puluhan tahun di beranda Flobamora. 

Frans Lebu Raya dan Niko Frans bersama pengurus dan anggota GMNI kala itu sangat gigih memperkenalkan organisasi mahasiswa ekstrakampus yang terkenal dengan motto pejuang pemikir dan pemikir pejuang ini.

Frans Lebu Raya merupakan aktivis PMKRI Kupang sebelum merintis pendirian GMNI. Sepengetahuan saya, tahun 1989 Frans Lebu Raya bertemu pengurus GMNI di Jakarta di sela kegiatannya sebagai mahasiswa teladan utusan Universitas Nusa Cendana (Undana). 

Frans mendapatkan mandat dan persetujuan untuk merintis organisasi ini. Maka terbentuklah caretaker Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Cabang Kupang di penghujung tahun 1989 dengan ketua Frans Lebu  Raya dan sekretaris Yohanes Kosat . 

Setahun kemudian terbentuk pengurus definitif hasil konferensi cabang yang pertama di Kupang. Frans Lebu Raya menjadi ketua dan Niko Frans menjabat sekretaris DPC GMNI Cabang Kupang periode 1990-1993.

Duet ini menjalani periode perintisan. Sebagai organisasi baru, fokus kerja mereka adalah sosialisasi organisasi serta pendidikan kader mulai dari level dasar, madya dan selanjutnya. 

Mereka sungguh pejuang pemikir dan pemikir pejuang di masa sulit. GMNI tak elok melupakan ini.

Tahun 1993 Frans Lebu Raya melepas jabatannya sebagai ketua DPC demi kaderisasi. Dalam forum konferensi cabang  II, Nikolaus Fransiskus alias Niko Frans terpilih sebagai ketua cabang. Anak Nita ini berduet dengan putra Kedang Lembata, Viktus Murin sebagai sekretaris GMNI Kupang.

Saya dan Viktus Murin kala itu sama-sama sudah bekerja sebagai wartawan Harian Pos Kupang yang terbit sejak 1 Desember 1992. 

Itulah sebabnya kami hampir selalu bersama setiap hari. Pulang kerja malam dari kantor atau dari lapangan, tempat kami berkumpul, kalau bukan di sekretariat PMKRI, ya di tetangga sebelah, markas GMNI.

Pada masa kepemimpinan duet Niko Frans-Viktus Murin, GMNI Cabang Kupang semakin berkembang. Jumlah anggota meningkat pesat. GMNI Kupang mulai diperhitungkan di tingkat regional Nusra bahkan nasional. 

Sohib saya Viktus Murin terpilih sebagai pengurus pusat GMNI yaitu Sekjen Presidium GMNI periode 1999-2002. 

Duet Niko-Viktus membentuk kader GMNI yang tangguh.  Penerus mereka sebagai pengurus GMNI Kupang kalau tidak salah duet Yos Dasi Djawa dan Emanuel Kolfidus (1996-1999). 

Sejak itu GMNI makin berkembang di NTT dan melahirkan kader andalan, sebut misalnya Raymundus Fernandes, bupati Timor Tengah Utara 2010-2015, dan 2016-2021.

Sapaan Lawo

Kembali ke duet Duo Frans, saya punya sapaan kesayangan. Kalau Frans Lebu Raya, saya bisa menyapa kaka atau sesekali abang. Beda dengan Niko Frans. Sapaan kesayangan kami berdua adalah lawo. Dia panggil saya lawo, demikian pula sebaliknya.

Mengapa lawo? Lawo adalah Bahasa Lio (Flores) yang artinya kain tenun. Lawo biasa dikenakan kaum perempuan, gadis atau ibu-ibu. Pasangannya lawo lambu (lambu = semacam baju bodo).

Diksi "lawo" mengemuka ketika Niko Frans jatuh cinta. Saya dan Viktus Murin mengenal Niko Frans sebagai tipe pria serius, tidak lincah pacaran. Hari-hari sukanya omong soal politik. Bahas masalah bangsa dan negara.

Dia sangat senang membully saya dan Viktus kalau kami berdua mulai omong mengenai perempuan di kampus atau di organisasi  yang kami incar menjadi kekasih hati. 

"Kamu dua ini tiada hari tanpa omong perempuan. Omong tinggi sampai mulut berbusa-busa tidak ada hasilnya," begitu antara lain komentarnya. Pedis!

Nah, saat dia jatuh hati pada seorang gadis dari Lio, anggota GMNI Cabang Kupang juga kala itu,   giliran saya balas menyentil, "Aih ternyata lagi pendekatan dengan lawo. Baiklah calon eja (ipar), saya dukung seratus persen." 

Dia mengulum senyum sambil sedikit berbisik mengeluarkan kata tiga huruf buat saya. Niko Frans yang lazim bersuara lantang, sontak memerah wajahnya. Malu-malu dia. 

Sejak itulah diksi lawo menjadi sapaan kesayangan kami. Reu Viktus pun kadang menyapa abangnya Niko Frans dengan lawo. Singkat cerita Niko Frans akhirnya menikah dengan gadis Lio yang dikasihinya, saudariku Maria M Tensi.

Hemat saya, duet Dua Frans seolah ditakdirkan sebagai perintis. Tidak hanya di tubuh GMNI sebagai organisasi yang membentuk kader pemimpin bangsa.

Duet ini pula yang kira-kira satu dekade kemudian bersama tokoh NTT lainnya ikut merintis dan membesarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pimpinan Megawati Soekarnoputri di Nusa Tenggara Timur. 

Frans Lebu Raya adalah Ketua DPD PDIP Nusa Tenggara Timur setelah Anton Haba. Frans terpilih dalam konferensi daerah di Kota Ende.

Saya hadir sebagai wartawan Pos Kupang yang meliput kegiatan ini. Setelah terpilih dalam forum yang cukup menegangkan, Frans Lebu Raya baru dilantik sekitar pukul 02.30 dinihari Wita di Gedung Baranuri Ende. Hanya segelintir orang hadir saat itu termasuk Niko Frans.

 Sejarah lalu mencatat Frans Lebu Raya terpilih menjadi wakil gubernur NTT (2003-2008) dan Gubernur NTT periode 2008-2018. Niko Frans  menjabat anggota DPRD Kota Kupang dan pengurus inti partai banteng tersebut. Dia pernah dua kali dicalonkan sebagai wakil wali kota Kupang. Garis tangan belum membawanya ke kursi kepala daerah.

Duet Duo Frans merupakan tokoh nasionalis yang konsisten pada garis perjuangan pro rakyat. Berintegritas tinggi. Aktivis sejati sejak mahasiswa yang teguh berjuang bagi marhaen.   

Ketika bangun pagi, Senin 3 Juni 2024, datang kabar yang tak ingin saya dengar. Niko Frans, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Kupang berpulang pada 3 Juni 2024 kira-kira pukul 01.30 WIB di Rumah Sakit Islam, Jakarta.

Oh Tuhan. Mengapa begitu lekas? Terakhir dia colek saya lewat komentar di Facebook. Agak lama memang kami tak bersua muka karena saya tugas di luar NTT. 

Nusa Tenggara Timur kehilangan seorang tokoh lagi. Perasaan saya dan tuan puan yang mengenal  Duo Frans hari ini kiranya mirip tiga tahun silam ketika abang Frans Lebu Raya berpulang pada 19 Desember 2021 di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar Bali.

Selamat jalan, Lawo. Bahagia kekal di sisiNya. 

Tuhan meneguhkan Weta Tensi, anak Aldo dan seluruh rumpun keluarga yang ditinggalkan (*)

Sumber: Pos Kupang

Roke Goma


"Mulai polusi bunyi jelang komuni pertama. Malam ini roke goma." Demikian status kolegaku di akun Facebooknya pada Sabtu malam 1 Juni 2024.

Dia anak Ende Lio yang sedang pulang kampung. Saya menduga dia memenuhi undangan dari keluarga yang anaknya menerima komuni suci pertama pada hari Minggu 2 Juni 2024.

Dalam kalender liturgi Gereja Katolik Roma, 2 Juni 2024 merupakan hari raya Tubuh dan Darah Kristus.

Lazim dalam tradisi Katolik pada hari raya tersebut anak-anak usia SD menerima komuni pertama. Perdana mereka menerima tubuh dan darah Kristus atau sambut baru. Hal tersebut hampir pasti terjadi di semua keuskupan di dunia termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Momen komuni pertama di NTT identik dengan pesta syukur. Pesta sambut baru.  Kesempatan keluarga dan handai taulan berkumpul dan bercukacita. Maka musik dan lagu menjadi semacam ornamen wajib di setiap rumah yang anaknya sambut baru.

Poin menariknya ada di sini. Orang NTT doyan membunyikan musik keras yang membuat orang lain "roke goma" sebagaimana ditulis teman beta di atas.

Roke goma adalah bahasa daerah Lio di Kabupaten Ende, Pulau Flores yang berarti sulit tidur atau tidak nyaman tidur.

Bagaimana mungkin tuan dan puan bisa tidur nyaman kalau tempatmu menginap dekat dengan rumah yang anaknya sambut baru.

Menjelang sambut baru mereka akan putar musik sampai larut malam. Suasana lebih heboh lagi lantaran hampir setiap rumah anak sambut baru seolah berlomba membunyikan musik keras.

Semakin kencang makin menyala abangku. Mereka akan putar lagu-lagu yang sedang tren lalu berjoget. Sebut misalnya lagu "ikan Nae di Pantai".

Pada hari H sambut baru, musik akan berbunyi sepanjang hari sejak sang yubilaris pulang dari gereja, dan terus berlanjut sampai malam bahkan semalaman. Umumnya tidak ada batasan waktu kapan musik harus berhenti.

Musik baru berhenti tergantung tuan rumah yang punya pesta. Memang ada beberapa daerah di NTT yang batasi Waktu sampai pukul 12 malam saja.

Namun masih banyak daerah yang bebas merdeka. Mereka pesta hingga fajar menyingsing. Orang Manado bilang sampai cungkil matahari.

Demikianlah satu di antara keunikan tradisi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Jadi bagaimana kondisi di sekitar tempat tinggal tuan dan puan. Apakah Anda roke goma juga? (*)

Sumber: Pos Kupang

Jenderal Dirigen

Misa pentahbisan Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr menjadi Uskup Agung Kupang 9 Mei 2024 menjadi buah bibir dan viral, setidaknya di kalangan umat Katolik Indonesia dan Timor Leste.

Tapi yang benar-benar viral di jagat maya justru aksi seorang jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dialah Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Joao Xavier Barreto Nunes. Jenderal Nunes adalah Komandan Resor Militer atau Danrem 161 Wira Sakti Kupang. Brigjen Nunes menjabat Danrem 161/Wira Sakti sejak 9 Februari 2024.

Aksi jenderal kelahiran Timor Leste itu sangat berkesan. Secara spontan Brigjen Nunes menjadi dirigen paduan suara misa pentahbisan Uskup Hironimus di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang.

Berdiri di podium dirigen, Jenderal Nunes benar-benar memperlihatkan kepiawaiannya sebagai pemimpin orkes simfoni atau paduan suara.

Tongkat komandonya dia pakai untuk memandu anggota koor melantunkan lagu, antara lain berjudul Semua Bunga Ikut Beryanyi.

Anggota paduan suara tampak ceria dan semangat mengikuti arahan sang komandan tentara. Kapan harus menyuarakan nada tinggi, nada rendah dan seterusnya.

Penampilan Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes sungguh mendapat apresiasi positif dari banyak orang. Dalam sekejap viral di media sosial baik TikTok, Instagram, Facebook serta platform medsos lainnya.

"Baru kali ini saya lihat seorang jenderal TNI jadi dirigen koor di gereja. Mantap Pak Danrem," tulis seorang warganet.

"Terharu melihat momen ini," komentar yang lainnya. Hampir semua memberikan komentar yang positif dan menyenangkan.

Tentu banyak kisah yang terekam dari momen pentahbisan Uskup Hironimus Pakaenoni sejak ibadah Vesper Agung di Gereja St. Yoseph Naikoten Kupang 8 Mei, misa pentahbisan 9 Mei 2024 dan misa pontifikal di Gereja Katedral Kupang, 10 Mei 2024.

Menurut pengamatan beta, memang luar biasa antusiasme umat Katolik mengikuti jalannya misa pentahbisan Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai Uskup Agung Kupang di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang pada Kamis pagi 9 Mei 2024.

Umat mulai berdatangan ke gereja itu dua jam sebelum misa dimulai pukul 09.00 Wita. Satu jam menjelang misa, hampir semua kursi di dalam dan luar gereja sudah terisi. Panitia bahkan menambah kursi cadangan.

Padahal yang boleh ikut misa secara langsung di sana hanya mereka yang mendapat surat undangan panitia. Tidak terbuka bagi semua umat.

Saya beruntung mendapatkan undangan sehingga bisa hadir di dalam gereja yang baru dibangun kembali tersebut. Saat saya dan tetanggaku Bapak Eligius Moni Gore tiba di Gereja Katedral pukul 07.35 Wita, kami mendapatkan bangku di posisi belakang.

Gereja Katedral Kristus Raja Kupang penuh sesak pada perayaan misa pentahbisan Uskup Hironimus yang bertepatan dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke Surga.

Misa selama tiga setengah jam berlangsung khusyuk dan meriah. Umat mengikuti sejak awal hingga akhir.

Antuasiame umat tidak hanya tampak secara offline. Secara online jutaan pasang mata mengikuti siaran langsung via kanal YouTube Komsos Keuskupan Agung Kupang.

Komentar dan kesan mereka umumnya senada. Riang gembira dan bahagia menyambut Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai pemimpin baru Keuskupan Agung Kupang (KAK) menggantikan Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang.

Pentahbisan Uskup Hironimus Pakaenoni pun memiliki catatan spesial. Perayaan misa dihadiri Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, para uskup dari seluruh Indonesia dan dua uskup dari negara tetangga Timor Leste.

Kehadiran uskup dari seluruh penjuru tanah air merupakan bukti dukungan yang luar biasa untuk masa kegembalaan Uskup Hironimus. Demikian pula kehadiran para pejabat sipil dan militer mulai dari tingkat pusat hingga daerah dalam perayaan meriah tersebut.

Selamat buat umat Keuskupan Agung Kupang!

Terhitung sejak hari Kamis 9 Mei 2024, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr mulai menggembalakan kurang lebih 300 ribu umat Katolik Keuskupan Metropolitan Kupang yang tersebar di enam kabupaten dan kota yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Alor.

Pada tempat pertama, patulah kita semua mengucapkan proficiat kepada Yang Mulia Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Selamat melayani umat Allah yang dipercayakan kepada Yang Mulia di enam kabupaten. Memang dibandingkan keuskupan lain, wilayah pelayanan Uskup Hironimus tergolong paling luas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hampir pasti di sana terbentang tantangan dan dinamika khas daerah kepulauan yang tidak ringan. Dalam spirit moto "Gembalakanlah domba-dombaku", kita yakin Uskup Hironimus akan melayani umatnya dengan sepenuh hati dan jiwa.

Tak lupa kita mengucapkan terima kasih berlimpah kepada Mgr. Petrus Turang yang menggembalakan umat KAK selama 27 tahun. Begitu banyak karya mulia yang beliau wariskan untuk umat yang sangat dikasihinya. Sulit nian menyebut karya terbaik beliau satu per satu di ruang terbatas ini.

Semoga Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang sehat dan bahagia selalu menjalani hari-hari di masa pensiunnya. Amin. (*)

Sumber: Pos Kupang

Ini Baru Budi


Paul Budi Kleden, SVD (kiri)

Oleh: Robert Bala

Penulis buku Homili yang Memikat, Prolog oleh P. Paul Budi Kleden, SVD (Penerbit Ledalero, Maret 2024)

Pengumuman P. Paul Budi Kleden SVD sebagai Uskup Keuskupan Agung Ende mengejutkan. Mengapa?

Karena sebagai pimpinan tertinggi SVD, Budi semestinya meneruskan ‘tradisi’ Provinsi Gerejawi Nusa Tenggara (mencakup keuskupan Larantuka, Ende, Weetebula, Ruteng, Denpasar, Kupang, dan Atambua) untuk hanya memilih imam projo.

Itulah tradisi sejak Uskup Longginus da Cunha (1996), Uskup Turang (1997), Uskup Benyamin Bria (2000), Uskup Frans Kopong Kung (2002), Uskup Visen Sensi (2007), Uskup Domi Saku (2007), Uskup Silvester San (2008), Uskup Sipri (2019) dan yang terakhir Uskup Pakaenoni (2024) semuanya imam projo.

Logikanya, Ende sebagai Keuskupan Agung harusnya meneruskan ‘tradisi’ memilih salah seorang imam projo, apalagi Uskup Longginus dan Sensi sebelumnya juga imam projo.

Umat Gereja Nusa Tenggara rasanya sudah terima kenyataan. Hal ini bukan karena gereja lokal lupa akan SVD sebagai wilayah ‘SVD’. Pada masanya, semua uskup di wilayah ini adalah SVD (bukan yang lain).

Tetapi SVD Nusa Tenggara kemudian menafsir dan menerapkan secara konsekuen konstitusi SVD no 102 yang berbunyi: ... Kita bekerja pertama-tama dan terutama di tempat-tempat Injil belum sama sekali atau belum cukup diwartakan, dan di tempat-tempat Gereja lokal belum sanggup hidup dengan kekuatan sendiri. Tugas-tugas yang lain harus diarahkan kepada tujuan-tujuan utama ini.”

Di sinilah awal ‘minggirnya’ SVD karena merasa gereja lokal sudah bisa hidup dengan kekuatan sendiri oleh telah hadirnya imam projo berkualitas. Jabatan uskup menjadi salah satu konsekuensi.

Lalu mengapa praktik yang sudah diterapkan 37 tahun (sejak penahbisan Mgr Hilarius Moa Nurak, SVD tahun 1987, kini harus kembali lagi? Apakah itu berarti SVD ‘mengambil alih’ jabatan uskup yang selama ini ‘dipinjamkan sementara ’ ke imam projo?

Pendapat seperti ini sah-sah saja. Terpilihnya P. Paul Budi Kleden SVD yang juga superior Jenderal tentu bukan sekadar ‘mengambil jatah yang selama ini sudah ditinggalkan SVD? Apakah hal ini bisa memunculkan ‘kecemburan’ terutama antar imam projo yang merasa jatahnya diambil?

Bisa dipastikan para imam Keuskupan Agung Ende, saat mendengar nama Pater Budi disebutkan, mereka malah bersujud mencium tanah Ende-Lio, Ngada, dan Nagekeo.

Sementara umat terutama dari generasi di atas 50 tahun kalau ada yang bingung pun, mereka pun tidak kehilangan akal karena dengam mudah mengingat figur: Wati, Iwan, dan terutama Budi.

Di sana nama Wati sang kakak dan Iwan sang adik rasanya hanya pelengkap untuk menggambarkan bahwa figur sentral adal di frase ini: Ini Budi, Ini Ibu, Bapak, Kakak, Adik Budi.

Tetapi ada yang jauh lebih penting. Budi adalah sebuah nama yang yang terpilih dari total 5.754 anggota SVD saat ini (Catalogus 2024) di seluruh dunia.

Kalau masih belum lengkap, jumlah itu tersebar di 80 negara dari lima benua. Dengan demikian kalau kini Budi jadi pimpinan tertinggi, maka ia sungguh merupakan ‘personaje’ (karakter) kata orang Spanyol.

Sebuah karakter yang tidak saja tiba-tiba ‘turun dari atas’ tapi bertumbuh dan berkembang dari bawah. Kalau pun ‘ditracing’ (dilacak), kemungkinan menemukan celah hidup pada perjalanan hidup pria kelahiran Waibalun 16 November 1965 itu sangat kecil.

Karena itu keterpilihan Budi menimbulkan kecil kemungkinan untuk ditolak. Malah yang akan terjadi adalah munculnya rasa cemburu dan iri hati, terutama Keuskupan Larantuka yang tentu sedang menyiapkan kadernya menggantikan Uskup Frans Kopong Kung.

Budi’s Effect

Daripada berkutat pada iri hati, pertanyaan yang jauh lebih penting: apa yang menjadi ‘budi’s effect’ atau efek yang bisa hadir dengan terpilihnya doktor Teologi Dogmatik dari Universitas Albert Ludwig Freiburg Jerman ini sebagai Uskup Agung?

Pertama, keterpilihan Superior Jenderal SVD ke-12 menjadi Uskup Agung merupakan sebuah hal baru dari Superior Jenderal SVD selama ini. Dari 12 Superior Jenderal SVD sejak Santo Arnoldus Janssen, baru P. Paul Budi Kleden, SVD yang terpilih langsung menjadi Uskup.

Memang ada anggota Dewan Jenderal seperti Leo Cornelio SVD yang terpilih jadi uskup tahun 1999 di Khandwa dan kemudian Uskup Agung Bhopal, India (2007).

Tetapi Budi Kleden menjadi superior Jenderal pertama terpilih sebagai uskup Agung, Ini sesuatu yang ‘fenomenal’. Di sini terbukti lagi bahwa Keuskupan Agung Ende sangat berbangga memiliki Budi sebagai uskupnya dan bisa berkata: Ini Baru Budi.

Kedua, keterpilihan SVD kembali menduduki jabatan Uskup merupakan tafsiran yang tepat terhadap kemandirian gereja lokal. Semua imam baik projo maupun dari kongregasi yang ada di sebuah keuskupan merupakan elemen konstitutif dari gereja lokal.

Karena itu umat yang ada di wilayah itu berhak untuk mendapatkan kandidat terbaik sebagai uskup, entah imam projo ataupun biarawan dari aneka kongregasi. Figur terbaik, siapapun dia, diharapkan dapat memaknai tantangan gereja yang semakin konmpleks.

Dengan ini juga tidak berarti praktik selama 40 tahun terakhir yang hanya memberi ruang bagi imam projo sebagai praktik tak lazim. Ia bisa disebut sebuah keberanian yang patut diapresiasi.

Namun itu tidak berarti setelah periode tertentu perlu dikoreksi dan secara fleksible membuka tafsiran lain hal mana terjadi dengan penunjukkan Pater Paul Budi Kleden sebagai Uskup Agung kini dan diharapkan akan menjadi peluang baru dalam mencari figur untuk menjadi Uskup Larantuka dan mungkin Labuan Bajo.

Ketiga, keterpilihan P. Budi Kleden, SVD memunculkan efek yang jauh lebih menarik untuk diterawang.

Terlalu berlebihan untuk menilai bahwa penunjukkan Budi sebagai Uskup Agung Ende memiliki target untuk kepemimpinan yang jauh lebih dari itu baik di level KWI, jadi Kardinal, dan mengapa tidak untuk menjadi pemimpin gereja universal kelak?

Ini bisa saja disebut harapan terlalu jauh dan berlebihan. Tetapi kefasihan Budi berbahasa Jerman, Inggris, Spanyol, dan Italia (sepeti bahasa sendiri) bukankah ini menunjukkan bahwa ke depannya Budi akan lebih mudah berkomunikasi di Gereja universal? Ah, ini hanya harapan.

Tapi kalau ingat kata-kata dari Aristoteles bahwa harapan merupakan mimpi yang terjaga (Hope is a waking dream), maka mari kita jaga mimpi ini. Kalau pun terjadi, maka itu hanya tambahan.

Yang pasti, kita menyertai P. Budi untuk memulai langkah ini dari Ende, tempat Sukarno juga memulainya di sini.

Kita pun berharap, jangan-jangan efek Sukarno yang bisa juga jadi efek Budi? Kita doakan saja agar langkah awal ini kemudian mendatangkan decak kagum: Ini (Baru) Budi. (*)

Sumber:  Pos Kupang

Budi Kleden, Ende, dan Kebun Vanila

 

Paul Budi Kleden, SVD


Oleh: Pater Charles Beraf, SVD

Pastor Paroki Detukeli, Ende

KABAR tentang Uskup baru Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD sampai ke telingaku saat saya sedang membetulkan tajar vanilla di kebun Paroki Roh Kudus Detukeli. 

Mengejutkan? Sedikit saja reaksi itu. Budi, dari kaca mata saya sejak dulu, layak menjadi uskup. 

Seorang yang rendah hati, cerdas, juga seorang yang bisa diajak untuk masuk ‘ke kebun’. 

Alasan lain, Budi memang dibesarkan dari rahim Keuskupan Agung Ende (KAE): mengenyam pendidikan di STF Ledalero dan kemudian menjadi dosen pada almamater itu (ketika STF Ledalero masih ada dalam wilayah KAE), pernah menjadi anggota dewan Provinsi SVD Ende sebelum  terpilih sebagai Superior Jenderal SVD.

Minggu lalu ketika beliau mengirimkan kepada saya dan pater Yohan Wadu (Zarathustra) dokumen tentang sepak terjang SVD dalam perfilman di Indonesia, saya memang dibayang-bayangi pikiran entahkah Budi yang nota bene imam kongregasi bisa menjadi uskup di Ende dihadapkan pada semacam pandangan di antara segelintir konfrater SVD untuk memprioritaskan “uskup dari imam diosesan”, ya gereja lokal KAE sudah sangat mampu untuk melahirkan seorang uskup. 

Tapi toh mendengar kabar sore ini, saya toh akhirnya sampai pada pandangan bahwa memang Budi sudah dibesarkan dari rahim gereja lokal KAE dan karena itu, ‘layak’.

Budi sekarang bukan hanya milik SVD, tapi lebih dari itu, dia adalah milik KAE. Pelampauan ini, hemat saya, amat missioner. Budi, mungkin di kalangan sebagian besar konfrater SVD, dipandang layak lagi untuk terpilih sebagai Superior Jenderal dalam Kapitel Jenderal SVD mendatang. Namun mau bagaimana? 

Roh menuntunnya ke Ende, kembali ke rahim, kembali di tengah umat KAE yang sebagian besar adalah para petani dan peternak yang sedang dihadapkan dengan aneka persoalan: kekacauan iklim, gagal panen/tanam, ASF dan lain lain.

Apakah Budi bisa diajak ‘ke kebun” para petani? Apakah Budi bisa membuang langkah ke kandang para peternak? Apakah Budi bisa berbau ala para domba di keuskupan ini?

Saya mengenal Budi cukup dekat. Dia ketika pertama kali menjadi dosen di STF Ledalero, mengasuh mata kuliah Teodice, perihal penderitaan dan angkatan kami mahasiswa pertamanya. 

Dia mengajar tanpa buku, tetapi amat sistematis – hal yang cukup kuat memberi gambaran bahwa Budi memang menjiwai ‘dunia penderitaan’ dengan kaca mata teologis-filosofis dan sastrawi yang tajam. 

Ketika saya mendirikan KMK (Kelompok Menulis di Koran Ledalero), saya meminta beliau untuk menjadi moderator bagi para penulis pemula (Ve Nahak, Bill Halan, Willy Gaut, dll)  yang masih tambal sulam dalam hal menulis dan  Budi mengiyakan. 

Hasilnya, “tahi kucing bisa terasa seperti coklat”. Ya, yang sederhana di mata kebanyakan orang, toh bagi Budi, bisa jadi sangat luar biasa.

Budi memang dikenal banyak orang lewat artikel-artikelnya, selain beberapa karya berupa buku. 

Di harian lokal Pos Kupang dulu, Budi, seingat saya, amat setia menulis, Banyak artikelnya (artikelnya pertama di harian itu “perihal hukuman mati’) –menggambarkan cukup jelas betapa Budi amat peduli dengan persoalan-persoalan sosial. Tapi tidak cuma artikel. 

Tidak cuma buku. Tidak cuma di ruang kelas. Budi juga seorang pegiat sosial. Seingat saya, ketika RUU SISDIKNAS menjadi hal kontroversial dan diskriminatif (saat itu saya menjabat sebagai Wakil Ketua Senat mahasiswa STF), Budi mendorong kami para mahasiswa untuk bergerak, menggelar demonstrasi memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum minoritas.

Budi dikenal. Ya. Tetapi beliau juga mudah sekali mengenal orang. Hemat saya, dia, di kalangan para formator dan dosen, paling banyak mengenal frater – mahasiswa. Sekali kenal, tetap terkenang (sulit lupa). 

Itu sebabnya dia selalu dikenang oleh para mahasiswa sebagai dosen yang rendah hati, yang kapan saja dan di mana saja bisa berbaur dengan siapa saja (tak peduli dari kalangan mana).

Dengan sejumput kualitas mengagumkan di atas,  apakah Budi nanti bisa diajak ‘ke kebun’ para petani atau ‘kandang’ para peternak di KAE?

Sejumput harapan sedang ada di benak para awak dan umat KAE agar Budi memang benar benar mengemban tugas kegembalaan yang berkonteks. 

Budi dibesarkan dari rahim KAE, dan tentu saja kita berdoa dan berharap agar gereja Keuskupan Agung Ende dengan visi “menjadi gereja yang injili, solider, missioner dan mandiri” sungguh nyata dalam derap kegembalaan sang Uskup Baru.

Selamat datang Uskup Baru, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD. Kami semua menantimu dengan doa dan harapan yang penuh.

Salam dari Kebun Vanila Gereja Kajuoto, Detukeli!

Sumber: arahkita.com


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes