Tidak ada pilihan lain

KECELAKAAN lalulintas di Timor Tengah Selatan (TTS) tanggal 4 November lalu sungguh membuat kita sedih dan prihatin. Lima warga Desa Naukae, Kecamatan Amanuban Barat tewas setelah truk Putra Mulia yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Truk naas yang mengangkut 64 penumpang itu terbalik dan masuk jurang.
Menurut keterangan pihak kepolisian, sopir truk kehilangan kendali saat melewati tingkungan tajam di Desa Neonmat, Kecamatan Amanuban Barat, TTS. Selain lima orang tewas, sebanyak 45 penumpang lainnya mengalami luka berat. Warga Desa Naukae yang menumpang truk itu sedang dalam perjalanan pulang dari Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengikuti acara pesta pernikahan.
Kebahagiaan keluarga mengikuti perta pernikahan berakhir duka. Kita turut berduka cita untuk keluarga korban yang tewas serta mengharapkan para korban luka-luka segera sembuh dan kembali ke tengah keluarganya. Untuk sopir dan pemilik truk naas itu proses hukumnya sedang ditangani aparat kepolisian setempat.
Bukan pertama kali terjadi kecelakaan lalulintas seperti di TTS itu. Kecelakaan serupa sudah berulangkali terjadi di berbagai daerah di NTT. Dan, kita pun tidak merasa terkejut jika truk yang seharusnya untuk memuat barang malah mengangkut manusia dalam jumlah melebihi kapasitas angkutnya. Memang demikianlah kenyataan sehari-hari di wilayah ini. Wilayah yang serba kekurangan, serba terbatas terutama bagi warga pedalamaan atau masyarakat pedesaaan. Begitulah, kita merasa wajar-wajar saja melihat truk mengangkut manusia -- sesuatu yang tampak ganjil bagi orang dari daerah lain yang sudah lebih maju dan berkembang.
Kenapa mereka tidak menggunakan angkutan bus antar kota dalam propinsi yang lebih nyaman dengan kapasitas angkut sesuai kursi yang tersedia? Mudah menjawab mengapa warga Desa Naukae memilih truk sebagai sarana angkutan menuju Oesao dan kembali lagi ke kampung halamannya. Itulah sarana angkutan darat yang mudah dan murah. Truk mudah didapat dan biayanya terjangkau kantong masyarakat desa. Bagi mereka tak ada pilihan lain. Truk mengangkut manusia. Kita tidak perlu merasa malu mengakui kenyataan ini.
Sarana angkutan pedesaan di wilayah kita sangatlah minim. Jika menelusuri lebih jauh kita akan menemukan banyak fakta menarik. Misalnya, jarang kita temukan bus angkutan pedesaan adalah kendaraan yang baru dibeli pengusaha angkutan. Umumnya masyarakat desa memakai kendaraan bekas yang usia pemakaiannya sudah melampuai batas normal.
Celakanya lagi kondisi laik jalan bagi kendaraan umum itu tidak terdeteksi. Dalam bahasa masyarakat, mobil tua masuk kecamatan dan desa. Yang baru khusus warga kota. Ada juga pengusaha yang berkreasi dengan memodifikasi jenis kendaraan tertentu seperti mobil pick-up menjadi angkutan umum. Sekali lagi fakta semacam itu kita anggap biasa-biasa saja dan mereka yang seharusnya bertanggung jawab merasa tak peduli. Bukan urusannya!
Masalah lain yang juga mengiris perasaan adalah kondisi jalan ke desa-desa di NTT. Secara umum sarana vital bagi masyarakat itu sangat buruk. Jangan bayangkan jalan berlapis aspal hotmix. Yang jamak adalah jalan tanah-berkerikil-berbatu. Berlubang di sana-sini, tanpa deker dan jembatan. Tanpa drainase yang memadai.
Hanya sopir yang piawai dan berpengalaman dapat menjalankan kendaraannya dengan aman dan selamat. Dalam banyak kasus kecelakaan lalulintas di wilayah ini tidak semata karena faktor kelalaian manusia, tetapi kondisi jalan yang buruk turut memberi andil terjadinya kecelakaan yang membawa korban jiwa.
Mudah-mudahan kecelakaan lalulintas di TTS pada tanggal 4 November 2005 itu membuka mata hati dan pikiran pimpinan instansi terkait untuk lebih peka dan bertanggung jawab. Kesalahan tidak bisa semata-mata kita timpakan kepada sopir truk naas itu. Siapa pun berpeluang mengalami kecelakaan lalulintas. Tetapi kecelakaan bisa diantisipasi, dapat diminimalisir jika semua pihak peduli. Salam Pos Kupang, 7 November 2005. (dion db putra)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes