Menegakkan Empat Pilar Kebangsaan

ilustrasi
UNIVERSITAS Trisakti Jakarta memberikan gelar doktor kehormatan (honoris causa) kepada Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Taufiq Kiemas, Minggu (10/3/2013). Hampir semua tokoh penting bangsa Indonesia hadir dalam acara pengukuhan tersebut.

Di sana hadir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono serta jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Tampak pula mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Timur Pradopo, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo serta sejumlah anggota DPR.
Hadir pula  keluarga Taufiq  Kiemas di antaranya, istrinya yang juga mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri dan putri mereka Puan Maharani.

Kita patut mengapresiasi langkah Universitas Trisaksi memberikan gelar doktor kehormatan kepada  Taufiq Kiemas. Dia merupakan salah satu tokoh nasional yang tiada henti menggelorakan semangat menegakkan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai ketua MPR RI, Taufiq Kiemas melahirkan gagasan mensosialisasikan empat pilar kebangsaan itu kepada seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya bicara, Taufiq juga menjadi pelopor.

Pemberian gelar doktor kehormatan itu pun kita anggap tepat dan relevan dengan kondisi Indonesia hari ini yang di sana-sini masih terlihat adanya gangguan serius terhadap penerapan empat pilar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kita masih saja melihat tindakan-tindakan sejumlah pihak yang tidak mau mengakui bahwa kemajemukan adalah keniscayaan bagi Indonesia. Kita pun menyaksikan adanya geliat yang dapat menganggu keutuhan NKRI. Itulah sebabnya menegakkan empat pilar kebangsaan merupakan kebutuhan mendesak agar cita-cita para pendiri bangsa ini tidak tergerus dalam perputaran zaman yang terus berubah.

Dalam suatu diskusi di Jakarta 24 November 2010,   Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Benny Susetyo sama bersimpulan bahwa penegakan empat pilar kebangsaan mesti menjadi etika bangsa ini di tengah gejala, fakta, deviasi, distorsi, dan disorientasi cita-cita nasional.Untuk itu diperlukan upaya konkret dan serius.


Kiranya seluruh anak bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote sepakat bahwa segala upaya konkret menegakkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan  Bhineka Tunggal Ika patut didukung dan mutlak direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita kutip pernyataan Joko Widodo (Jokowi)  usai menghadiri pemberian gelar doktor kehormatan bagi Taufiq Kiemas, kemarin. Menurut Jokowi empat pilar itu sangat penting agar Indonesia tetap tangguh menghadapi terjangan dan gangguan. "Semua perlu nilai itu. Karena sebuah negara kalau nggak punya pegangan gampang kena angin," ujar Jokowi seperti dikutip detik.com.  Tanpa empat pilar  kebangsaan itu Indonesia memang bisa kemasukan angin dan sakit bukan? *

Sumber: Tribun Manado edisi 11 Maret 2013 hal 10


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes