Tak Pernah Mimpi Jadi Presiden

Mahfud dan Ferry Tinggogoy di Tribun Manado 11 Des 2012 (foto Acho)
MANADO, TRIBUN - Meski tak pernah bermimpi jadi presiden, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku sering bermimpi jadi raja.

"Saya tidak pernah bermimpi jadi presiden. Tapi ibu saya bilang, waktu kecil, ketika ditanya apa cita-cita, maka saya akan menjawab, ingin jadi presiden atau polisi. Tapi saya pernah dan bahkan sering bermimpi jadi raja," ujar Mahfud saat berkunjung ke kantor Tribun Manado, Selasa (11/12/2013).

Pria yang disebut-sebut sebagai calon kuat dalam Pemilihan Presiden RI (Pilpres) 2014 versi sejumlah lembaga survei ini bercerita banyak soal kabar pencalonannya. "Saya belum bisa menjawab ya atau tidak (ikut Pilpres 2014), jawaban tersebut nanti pada April 2013," ujarnya.

Ia tidak menyangkal jika kunjungannya ke Manado, Sulawesi Utara bagian dari pencitraan politiknya. Hanya saja, menurutnya, penilaian tersebut tak bisa ia hindari karena kabar tentang niatnya maju ke Pilpres 2014 sudah merebak ke antero negara ini. "Saya di sini sebagai undangan dialog kebangsaan. Saya senang berbicara tentang kerukunan umat beragama dan di daerah ini saya melihat hal itu ada. Jikapun dihubungan dengan hal yang politis maka itu hak masyarakat dan media," ujarnya.

Terkait kabar pencalonannya, mantan Menteri Pertahanan pada era Presiden Gus Dur ini menyebutkan ada tiga kemungkinan yang akan ia pilih. Hal tersebut akan diperhitungkannya dari banyak sudut pandang di antaranya kekuatan jaringan politik dan modal politik.

"Kalau saya kuat saya akan maju sebagai calon presiden. Kalau ada pertimbangan lain mungkin saya akan di papan dua saja dan ada kemungkinan ketika saya akan mendukung calon lain yang saya anggap memang lebih pantas. Jika ada calon lain saya bersedia masuk dalam timnya jika memang calon itu terbukti integritasnya dan banyak pertimbangan lain tentunya," katanya.

Apakah ada partai yang sudah mendekatinya? "Sudah ada banyak partai besar dan kecil. Ada juga orang-orang berduit yang datang untuk mendukung saya (menjadi capres)," ujarnya.
Soal namanya yang mendapat posisi di atas dalam sejumlah survei, Mahfud menuturkan hal itu sudah menjadi hal biasa.

"Provokasi pertama itu sebenarnya dari harian Kompas edisi 5 Juli 2012. Nama saya masuk 4 besar (dalam bursa pilpres). Mulai saat itulah nama saya selalu masuk dalam survei pilpres dan banyak partai, politisi dan orang berduit datang kepada saya," ceritanya.

Menurutnya puncak provokasi itu pada Agustus 2012. Begitu banyak survei yang kemudian mencantumkan namanya dan mengambarkan berbagai prospek baginya di papan satu ataupun papan dua. "April 2013 saya akan memberikan jawaban," ucap Mahfud.

Terkait kesiapan diri, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini mengaku sudah mendapat restu hampir dari semua kyai di Pulau Jawa. "Saya butuh masyarakat NU dan suara-suara dari mereka," katanya.

Hadir bersama  Mahfud saat berkunjung ke Tribun, Anggota DPD RI utusan Sulut Ferry Tinggogoy, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut Anwar Panawar, dan sejumlah orang terdekat Ketua MK ini.

Tinggogoy dalam kesempatan ini menuturkan kesiapannya mengawal sahabat baiknya untuk maju ke RI Satu. "Di Sulut ini lebih bebas. Masyarakat Sulut bisa menerima siapa saja. Sulut tidak terkontaminasi parpol, lebih melihat figur," ungkap si rambut putih ini.

Menurut Tinggogoy, setiap orang punya peluang yang sama. Khusus mereka yang akan masuk dalam Pilpres tergantung dari sosialisasi untuk lebih dekat kepada rakyat bukan hanya pada saat pencalonan tapi jauh sebelum itu.

 "Masyarakat menilai dan menurut saya Pak Mahfud layak sebab sejak dahulu sudah dikenal sebagai orang baik, orang yang berkharisma dan sudah terbukti banyak menolong orang lain tanpa pamrih. Ini baru namanya pemimpin yang berintegritas karena tidak dimunculkan pada saat mau pencalonan saja. Sudah dari dulu saya kenal orangnya baik," kata Tinggogoy.

Kedatangan mereka disambut Pemimpin Redaksi Tribun Manado Ribut Rahardo, Pemimpin Perusahaan Fahmi Setiadi, Manager Produksi Dion DB  Putra, Koordinator Liputan Charles Komaling, Redaktur Maximus Geneva, Redaktur Fernando Lumowa, dan Asisten Redaktur Yudith Rondonuwu dan Manager Iklan Windy Hapsarani.



Diskusi Publik
Sebelum hadir dalam diskusi kecil di kantor Tribun, Mahfud hadir dan menjadi pembicara dalam diskusi publik yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan majalah Indonesia 2014 dan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sulawesi Utara. Diskusi  yang bertajuk 'Upaya Peningkatan Kualitas Pilihan Pemilih' awalnya direncanakan digelar di Auditorium Unsrat namun mendadak dipindah ke Aula Idaman Sario.

Direktur Riset LSI Hendro Prasetyo mengungkapkan, sejumlah nama yang sering muncul dalam bursa kini kembali muncul dalam jajak pendapat seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan Wiranto. Namun ada juga nama-nama baru seperti Mahfud MD, Sutiyoso, dan Hatta Rajasa.

Meski begitu, jajak pendapat yang dilakukan LSI pada Juni hingga Juli 2012 lalu itu menunjukkan setidaknya 60 persen pemilih nasional belum menentukan siapa yang akan didukung menjadi presiden pada 2014 nanti. "Artinya, nama-nama di atas belum mampu memperoleh dukungan dari mayoritas masyarakat, " ujarnya

Ia mengatakan, selain karena alasan waktu yang masih cukup lama, masyarakat tampak belum yakin terhadap kemampuan dan integritas para capres tersebut. "Semua tokoh tersebut adalah muka-muka lama yang cukup dikenal luas, sehingga masyarakat memiliki informasi yang cukup untuk memberikan penilaian terhadap mereka," ungkapnya

Menurutnya, alasan lain adalah karena masih belum muncul tokoh-tokoh baru yang memiliki tingkat popularitas tinggi. Atas pertimbangan tersebut, pada Juli hingga September 2012 LSI melakukan jajak pendapat khusus mengenai "Calon Presiden Alternatif Indonesia 2014".

Menurutnya, ada beberapa nama yang dianggap memiliki kualitas di antaranya Mahfud MD, Jusuf Kalla, Sri Mulyani, dan lainnya. "Tetapi kalau kita bicara mengenai alternatif, adalah mereka yang memiliki popularitas yang masih rendah di bawah 50 persen. Tetapi oleh para ahli dinilai qualified di antaranya Mahfud MD, Dahlan Iskan, Sri Mulyani," katanya.(dit/jhp)

Sumber: Tribun Manado 12 Desember 2012 hal 9
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes