Taklukkan Keterbatasan

"Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa sebahagia itu walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya,"
Nick Vujicic
Oleh Dion DB Putra

NAMAKU
Nick Vujicic (dibaca Voy-a-chich). Umurku 27 tahun. Aku terlahir tanpa lengan dan tungkai, tetapi aku tak terbatas dengan keterbatasanku itu. Aku berkeliling dunia untuk memberikan semangat kepada jutaan orang supaya mereka menaklukkan penderitaan dengan keyakinan, harapan dan keberanian sehingga mereka dapat mengejar impian-impian mereka.

Begitulah Nick Vujicic mengawali alinea pembuka bukunya Life Without Limits yang inspiratif itu. Nick seolah mengingatkan bahwa lahir dengan kondisi fisik tidak normal atau cacat fisik bukanlah kutukan. Justru kecacatan fisik itu meyakinkan Nick untuk menjalani hidup seolah tanpa mengenal batas. Dan, Nick sudah membuktikan bahwa dia berhasil menaklukkan dunia.

Dalam buku setebal 259 halaman ini Nick membagi pengalamannya dalam menghadapi penderitaan dan berbagai rintangan. Nick menceritakan tentang cacat fisik dan pertempuran emosi yang dialaminya saat berusaha mengatasi keadaannya semasa kecil, remaja dan menjelang dewasa.

Bagaimana tanpa lengan dan tungkai dia tidak canggung sedikit pun belajar di sekolah umum untuk anak-anak normal, Nick belajar dan akhirnya bisa berenang lincah di kolam bahkan bisa bermain selancar menaklukkan deburan gelombang laut. Hal-hal yang dianggap tidak mungkin menjadi mungkin berkat keyakinan dan keteguhan hati Nick. Nick menikmati kebahagian hidup tiada tara.

"Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa sebahagia itu walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya," tulis Nick.

Menurut Nick, setiap orang pastilah selalu berkutat dengan cobaan sendiri dan merasa kecewa dengan ketidakmampuannya sebagai manusia. Nick memberikan tips sederhana bahwa kuncinya adalah rasa syukur dan menerima diri sendiri sendiri apa adanya.

"Aku menemukan kebahagian ketika aku menyadari bahwa aku memang manusia yang tidak sempurna, tetapi aku adalah Nick Vujicic yang sempurna. Aku ini ciptaan Tuhan yang dibentuk seturut rencanaNya atas diriku. Namun, bukan berarti aku tidak bisa berkembang. Aku selalu mencoba menjadi lebih baik sehingga aku bisa melayani Tuhan dan dunia dengan lebih baik," kata Nick yang lahir dan dibesarkan dalam tradisi keluarga Kristen yang taat di Australia.

Buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh setiap orang, siapa dan apapun latar belakang kehidupan Anda. Membaca Life Without Limits niscaya kita akan menemukan oase di tengah gurun kehidupan modern yang kerap terjebak konsumerisme, persaingan tidak sehat serta terjangan onak dan duri  lainnya.

Melalui gaya tuturnya  yang mengalir indah bak prosa, Nick Vujicic dalam buku ini sungguh menebarkan kedamaian dan harapan. Buku yang layak Anda baca kapan saja terutama ketika mengalami masalah baik di tempat kerja, dalam keluarga atau sedang putus asa karena dikhianati kekasih, sahabat atau saudara sendiri.

Nick berkali-kali berkata dengan cara yang sangat memukau bahwa hidup adalah anugerah terindah dari Tuhan. Jadi kita jangan pernah menghancurkan karunia terindah itu dengan melakukan hal-hal yang merusak diri sendiri serta orang lain.

Selain rasa syukur, Nick Vujicic menebarkan harapan. Berikut kutipan kalimatnya yang aman berkesan di halaman 42 buku tersebut. "Harapan, selain keyakinan dan cinta adalah salah satu pilar spiritualitas. Apapun keyakinanmu jangan sampai kehilangan harapan karena segala hal baik dalam kehidupan berawal dari hal itu. Jika kau tidak memiliki harapan, akankah kau berencana membina sebuah keluarga? Tanpa harapan, mungkinkah kau bisa mempelajari sesuatu yang baru? Harapan adalah tumpuan untuk hampir setiap langkah yang kita ambil dan harapanku dalam menulis buku ini adalah kau akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang tanpa batas." 

Dunia patut  berterima kasih kepada seorang Nick Vujicic yang lahir tanpa lengan dan tungkai. Nick adalah sumber inspirasi tiada akhir, dia memberi teladan bagi siapa pun yang mencari kebahagian abadi. (*)

Data Buku
 

Judul        :  Life Without Limits
Penulis    :  Nick Vujicic
Penerbit    :  PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit  :  Cetakan X, April 2013
Halaman    : 259

Sumber: Tribun Manado edisi Minggu 29 September 2013 hal 12
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes