Paus Fransiskus Patahkan Sejumlah Tradisi

Paus Benediktus XVI dan Kardinal Jorge  Mario Bergoglio dalam suatu acara (AFP)
SAAT Jorge Bergoglio melangkah ke balkon di Vatikan pada Rabu (13/3/2013) malam untuk menampakan dirinya sebagai pemimpin baru 1,2 miliar umat Katolik sedunia, ia membuat sejarah dengan menjadi paus non-Eropa pertama dari era modern. Tak hanya itu, ia paus pertama dari Amerika Latin, Jesuit pertama yang jadi paus dan paus pertama yang menggunakan nama Fransiskus.

Paus baru itu dengan cepat membuat sejumlah sejarah lain. Ia mematahkan tradisi dalam aksi publik pertamanya di hadapan 150.000 orang yang memadati Lapangan Santo Petrus. Alih-alih memberkati kerumunan itu untuk pertamakalinya sebagai paus, ia malah meminta mereka berdoa untuknya.

"Mari kita berdoa, Anda mendoakan saya, dalam keheningan," katanya kepada kerumunan yang bersorak.

Kemauan Fransiskus keluar dari tradisi ditafsirkan juru bicara Vatikan sebagai tanda bahwa ia akan memetakan jalan sendirinya dengan cara yang tidak biasa.

"Kita memiliki seorang paus yang mungkin mengecewakan sejumlah orang malam ini dengan tidak mengikuti formula itu," kata Pater Tom Rosica.

Paus juga mematahkan tradisi lain dengan menolak untuk menggunakan sebuah panggung yang membuat dirinya berada lebih tinggi dari para kardinal lain yang berdiri bersama dia ketika dia diperkenalkan kepada dunia sebagai Paus Fransiskus. "Dia bilang saya akan berdiri di sini," kata Kardinal Timothy Dolan, Uskup Agung New York dan presiden Konferensi Uskup Katolik AS, seperti dikutip CNN.

Fransiskus, yang mengenakan jubah kepausan warna putih, muncul pada malam yang diguyur hujan di hadapan kerumunan massa setelah terpilih oleh para kardinal dalam apa yang tampaknya merupakan babak pemungutan suara kelima pada konklaf hari kedua.

"Seperti yang anda ketahui, tugas konklaf adalah menunjuk Uskup Roma yang baru," katanya. "Tampak bagi saya bahwa para saudara kardinal telah memilih orang yang berasal dari jauh. Inilah saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua."

Sebagai paus, Bergoglio mengambil kendali Gereja Katolik yang dalam beberapa tahun terakhir diguncang kasus pelecehan seksual para imam dan klaim korupsi dan pertikaian di antara hirarki gereja.

Bergoglio yang berumur 76 tahun, yang menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires, merupakan paus pertama yang menggunakan nama Fransiskus untuk menghormati Santo Fransiskus dari Asisi, tokoh yang dihormati di kalangan Gereja Katolik karena karyanya untuk orang miskin. Santo Fransiskus dipandang sebagai pembaharu gereja. Saat sebagai kardinal, ia berselisih dengan pemerintahan Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, terkait penentangannya terhadap perkawinan gay dan distribusi gratis alat kontrasepsi.

Amerika Latin merupakan rumah bagi 480 juta umat Katolik. Dengan memilih Bergoglio, para kardinal mengirimkan pesan kuat tentang di mana masa depan gereja mungkin berada.

Menurut profilnya yang dibuat pengamat Vatikan, John Allen, dan diterbitkan National Catholic Reporter, Fransiskus lahir di Buenos Aires dari seorang ayah imigran Italia. Dia dikenal karena kesederhanaannya. Dia memilih untuk tinggal di apartemen sederhana ketimbang di istana keuskupan. Ia menolak untuk menggunakan limusin keuskupan. Sebaliknya, ia menggunakan bus untuk bekerja dan memasak makanan sendiri, tulis Allen. (*)

Sumber: Kompas.Com

20 Fakta Seputar Paus Fransiskus

Seorang seniman pasir India, Sudersan Pattnaik, membuat patung wajah Paus Fransiskus di Puri, India. Dengan 17 juta pemeluk Katolik, India menjadi negara dengan umat Katolik terbanyak kedua di Asia setelah Filipina  (AFP)
BANYAK hal yang belum diketahui soal Paus Fransiskus dari Argentina. Berikut 20 fakta unik paus pertama dari Amerika Latin ini.

1. Jorge Mario Bergoglio, lahir 17 Desember 1936 di Buenos Aires. Ayahnya adalah seorang pekerja kereta api berdarah Italia.

2. Ayahnya, Mario Jorge, beremigrasi ke Argentina dari kawasan Piedmont, Italia.

3. Paus Fransiskus sangat lancar berbahasa Italia, Jerman, dan Spanyol. Dia juga bisa berbicara dalam bahasa Inggris, Perancis dan Portugis.

4. Paus Fransiskus kehilangan salah satu paru-parunya akibat infeksi di masa remajanya.

5. Beliau adalah penggemar tarian tango. "Saya suka tango dan saya suka berdansa saat masih muda," katanya kepada Francesca Ambrogetti dan Sergio Rubin, penulis biografinya, El Jesuita.

6. Paus Fransiskus ternyata pernah memiliki kekasih di masa remajanya. "Dia adalah salah satu kelompok gadis yang kerap berdansa dengan saya. Namun, kemudian saya menemukan panggilan religus saya," kata Fransiskus dalam biografinya.

7. Dia bahkan pernah menjadi penjaga keamanan di Buenos Aires untuk menambah uang sakunya sebagai pelajar.

8. Paus Fransiskus adalah penggemar klub sepak bola San Lorenzo yang berlaga di Liga Argentina. Klub ini adalah klub Argentina pertama yang memenangkan dua gelar dalam satu musim pada 1972.

9. Lukisan favoritnya adalah The White Crucifixion karya Marc Chagall pada 1938. Lukisan itu menampilkan Yesus yang tengah disalib mengenakan selendang doa yang menunjukkan Dia adalah seorang Yahudi. Lukisan ini awalnya juga menampilkan seorang prajurit dengan lambang swastika Nazi di lengannya tengah membakar sebuah sinagoga.

10. Film favorit Paus adalah "Babette's Feast" (1987), sebuah drama produksi Denmark, arahan Gabriel Axel.

11. Dia belajar filsafat di Universitas Katolik Buenos Aires dan meraih gelar master bidang Kimia dari Universitas Buenos Aires.

12. Dia pernah mengajar sastra, psikologi, filsafat, dan teologi sebelum menjadi Uskup Agung Buenos Aires.

13. Dia menjabat Uskup Agung Buenos Aires sejak 1998-2013. Semasa menjabat Kardinal Bergoglio dikenal selalu mencoba memberikan contoh baik untuk orang lain. Dia tidak mau mengenakan jubah mewah seorang uskup dan lebih memilih jubah sederhana seorang pastor biasa.

14. Dia ikut menulis buku "Sobre el Cielo y la Tierra" (Di Surga dan Bumi).

15. Dia selalu menggunakan transportasi umum seperti bus. Dia sangat jarang menggunakan taksi atau mobil pribadi saat bepergian. Dia juga tinggal di sebuah flat kecil bersama seorang pastor tua dan memasak makanannya sendiri. Padahal, dia bisa tinggal di salah satu apartemen Keuskupan Buenos Aires dan memiliki seorang juru masak.

16. Dia ditunjuk menjadi Kardinal Argentina pada 2001 oleh Paus Yohanes Paulus II.

17. Dalam konklaf 2005, dia menjadi runner up di bawah Paus Benediktus XVI. Fransiskus diduga menjadi korban "kampanye hitam", anggota ordo Jesuit lain yang lebih liberal, yang mengatakan Fransiskus tidak pernah tersenyum.

18. Paus Fransiskus berangkat ke Roma untuk mengikuti konklaf menumpang pesawat kelas ekonomi.

19. Paus Fransiskus adalah paus non-Eropa pertama sejak Gregorius III yang terpilih pada 731.

20. Bergoglio memilih nama Fransiskus, bukan Fransiskus I. "Beliau akan menjadi Fransiskus I jika sudah ada Fransiskus II," kata juru bicara Vatikan, Federico Lombardi. Paus Yohanes Paulus I, menyematkan sendiri angka "I" di belakang namanya.

Sumber: Kompas.Com

Paus Pertama dari Ordo Jesuit

Tiga Paus bertemu:  Kiri: Josef Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI), Tengah: Jorge Mario Kardinal Bergoglio (Paus Fransiskus I), Kanan: Paus Yohanes Paulus II (Karol Josef Kardinal Wojtyla).

KARDINAL Jorge Mario Borgoglio asal Argentina yang terpilih sebagai Paus ke- 266 dalam Gereja Katolik Roma mencatat sejumlah hal unik dan menarik. Jorge Borgoglio yang memilih nama Paus Fransiskus I merupakan Paus  pertama dari Benua Amerika.

Anak pertama dari lima bersaudara ini pun merupakan Paus pertama dari Ordo Jesuit. Pilihannya memakai nama Fransiskus merupakan pertama kali dilakukan seorang Paus terpilih dalam konklaf.

Paus Fransiskus I terpilih dalam pemungutan suara hari kedua konklaf, Rabu (13/3/2013) sekitar pukul 19.00 waktu Roma atau sekitar pukul 02.00 Wita, Kamis (14/3/2013). Dia bukan nama kardinal yang diunggulkan sebelum konklaf dimulai sehingga membuktikan sekali lagi adagium yang masuk konklaf sebagai 'paus' akan keluar sebagai kardinal.

Sebelumnya, Paus Fransiskus adalah Uskup Agung Buenos Aires, Argentina (1998- 2012). Dia mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena pertimbangan usia. Paus Fransiskus dipromosikan menjadi kardinal pada tahun 2001 oleh mendiang Paus Yohanes Paulus II.

Bergoglio  adalah pemegang gelar master di bidang kimia dari Universitas Buenos Aires. Alih-alih meneruskan keahliannya itu, Bergoglio memilih bergabung ke seminari di Villa Devoto dan masuk ke Serikat Jesus pada 1958.

Memegang gelar di bidang filsafat dari Colegio Maximo San Jose di San Miguel, Bergoglio sempat mengajar studi literatur dan psikologi di Colegio de la Inmaculada di Santa Fe, Buenos Aires. Sesudah itu, dia belajar filsafat dan teologi di Faculty of San Miguel, seminari di San Miguel.

Dia kemudian mengajar di seminari ini sampai mendapat gelar profesor. Pelayanan gereja Bergoglio dimulai tahun  1973. Pada 1980, dia menjadi rektor seminari San Miguel hingga 1986. Gelar doktoralnya diraih di Jerman, negara asal Paus Benediktus XVI.

Bergoglio dikenal sebagai sosok yang rendah hati, konservatif, dan memiliki komitmen kuat terhadap keadilan sosial. Gaya hidup sederhana menguatkan kerendahhatiannya. Dia tinggal di apartemen kecil, alih-alih menempati kediaman resmi uskup. Bergoglio pun menolak menggunakan sopir dan limusin, bahkan dikabarkan dia memasak makanannya sendiri.

Saat Paus Yohanes  Paulus II meninggal, Bergoglio masuk menjadi kandidat paus baru. Dia sudah menjadi kardinal pemilih dalam konklaf 2005 yang memilih Paus Benediktus XVI.

Fransiskus, yang dipilihnya sebagai nama pasca-terpilih sebagai Paus, merujuk kepada Franciscus Xaverius, pendiri Serikat Jesus.Namun, seperti dikutip CNN, pakar Vatikan, John Allen, berpendapat, nama Fransiskus ini merujuk kepada salah satu tokoh yang paling dihormati di Gereja Katolik, Santo Fransiskus dari Asisi.

Menurut Allen, pilihan nama ini sangat menakjubkan. Dalam Gereja Katolik, tambah dia, ada beberapa sosok yang menjadi acuan utama, dan St Fransiskus salah satunya. Nama Fransiskus menjadi lambang untuk kemiskinan, kerendahhatian, kesederhanaan, dan pembangunan kembali Gereja Katolik. "Paus baru mengirimkan sinyal bahwa ini tidak akan menjadi sesuatu yang biasa saja," kata Allen.

Paus Fransiskus selama ini dikenal sebagai sosok konservatif. Beberapa pandangannya mencakup penentangan atas praktik aborsi dan homoseksualitas. Meski  menghormati gay dan lesbian sebagai individu, dia menentang keras UU  yang dirilis pada 2010 di Argentina yang melegalkan perkawinan sesama jenis. Sebaliknya, dia memiliki kepedulian sosial, termasuk mengkritisi masalah perbedaan kelas sosial kaya dan miskin. (cnn/afp/kompas.com)

Sumber: Tribun Manado 15 Maret 2013 hal 1

Kardinal Bergoglio Gemar Naik Bus

Ibu ini memiliki kesempatan yang amat indah, duduk berdampingan dengan Kardinal Jorge Mario Bergoglio di dalam Kareta Api Bawah tanah sebelum diadakannya Koknlaf 12 Maret 2013 (meski dia tak menyadarinya sama sekali). Dia mungkin berpikir beliau hanyalah seorang imam, bukanlah kardinal yang akan memilih dan terpilih sebagai Paus Fransiskus I (foto dari akun FB Pater Yonas Kaki)
KARDINAL Jorge Mario Bergoglio yang baru saja terpilih sebagai Paus ke-266 merupakan sosok yang bersahaja. Paus Fransiskus I  senang bepergian dengan bus.

Ketika diangkat sebagai Kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II pada 21 Februari 2001, Bergoglio mengajak sekitar ratusan orang Argentina untuk tidak terbang ke Roma untuk merayakan pengangkatannya.

Begoglio mengajak orang-orang itu memberikan uang yang akan digunakan untuk membeli tiket kepada orang miskin.

Paus Fransiskus I pun hidup dengan satu paru. Ia kehilangan satu parunya akibat infeksi ketika masih remaja. Namun, para ahli medis mengatakan, kondisi itu tidak membatasi energi dan aksi paus berusia 76 tahun itu di masa lalu, dan tidak akan menghalanginya di masa depan.

Dr Zab Mosenifar, ahli paru di Cedars Sinai Medical Center di Los Angeles, AS, mengatakan, Paus Fransiskus tampak bugar, ramping, dan memiliki kapasitas paru yang mendekati normal.

"Tanpa perlu memeriksa dan mengujinya, saya dengan yakin mengatakan bahwa dia beraktivitas 85 sampai 90 persen kapasitas orang seusianya yang punya dua paru dan biasa-biasa saja," kata Mosenifar.

Meski berasal dari Argentina, Jorge Mario Bergoglio bukan Paus pertama dari wilayah non Eropa. Lalu siapa saja paus non Eropa yang pernah memerintah Gereja?

Santo Petrus, tercatat sebagai paus pertama dan paus non-Eropa pertama. Petrus lahir di Bethsaida, yang berada di wilayah yang saat ini menjadi Israel, kemungkinan di sekitar Dataran Tinggi Golan.

Keberadaan Santo Petrus ini mengingatkan umat Katolik, bahwa agama ini bukanlah sebuah. institusi Eropa. Cikal bakal agama Kristen justru lahir di jantung Timur Tengah. Setelah Santo Petrus, sejumlah paus berasal dari kawasan Afrika Utara yang dulu merupakan jajahan Kekaisaran Romawi sehingga Paus Fransiskus adalah paus non Eropa pertama setelah 1.272 tahun.

Berikut daftar para paus non Eropa yang pernah memerintah Gereja Katolik.

1. Santo Petrus, lahir di Bethsaida, Israel (33-64)

2. Paus Santo Evaristus, lahir di Betlehem, Tepi Barat (97-105)

2. Paus Santo Anicetus, lahir di Emesa (Homs) Suriah (155-166)

4. Paus Santo Victor I, lahir di Leptis Magna, Libya (189-199)

5. Paus Santo Miltiades: suatu tempat di Afrika Utara (311-314).

6. Paus Theodorus I, lahir di Jerusalem, Israel/Tepi Barat (642-649)

7. Paus Yohanes V, lahir di Antiokia, Turki (685-686)

8. Paus Sisinnius, lahir di Suriah (708)

 9. Paus Konstantinus, lahir di Suriah (708-715)

10. Paus Gergorius III, lahir di Suriah (731-741) dan terakhir Paus Fransiskus, lahir di Buenos Aires, Argentina (2013-sekarang). (time/ccn/bbc/kps)

Sumber: Tribun Manado 15 Maret 2003 hal 1

Uskup Manado Nonton TV sampai Subuh

Kardinal Jorge Mario Borgoglio saat tampil pertama di balkon (AFP)
MANADO, TRIBUN - Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan MSC mengaku  sangat gembira atas terpilihnya Paus Fransiskus I pada hari kedua konklaf di Kapel Sistine Vatikan, Rabu (19/3/2013) malam waktu Roma atau   Kamis  (14/3/2013) dinihari Wita. Uskup Suwatan bahkan begadang sampai subuh demi menyaksikan saat-saat terpilihnya Paus Fransiskus lewat siaran langsung televisi dari Vatikan.

Kardinal Jorge Mario Borgoglio asal Argentina akhirnya terpilih sebagai Paus ke- 266 mengantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri tanggal 28 Februari 2013 karena alasan kesehatan dan usia yang sudah tua. Kardinal Borgoglio dari ordo Jesuit itu  memilih nama Francis I atau Paus Fransiskus I.

"Saya pergi ke gubernuran (rumah jabatan Gubernur Sulut) lebih dahulu. Gubernur menjamu para peserta RUA APTIK. Setelah itu saya ke rumah duka almarhum Prof Sumual. Setelah itu saya langsung menonton televisi. Ternyata asap putih yang keluar saat itu," kata Uskup Suwatan kepada Tribun Manado, Kamis (14/3/2013).

Uskup mengaku mengikuti acara konklaf sejak hari pertama, Selasa (12/3). Mulai
dari Extra Omnes yang merupakan pernyataan agar semua orang yang bukan kardinal keluar dari Kapel Sistine sampai menunggu hasilnya. Uskup Manado  sangat gembira karena dapat menyaksikan asap putih keluar dari cerobong yang menandakan Paus telah terpilih.

"Waktunya sejak asap putih keluar sampai Paus di depan publik sangat panjang. Saya mengikutinya sampai pagi mulai dari asap putih sampai perkataan  Habemus Papam dan  diumumkan nama Fransiskus," ujarnya.

Uskup bersyukur Paus Fransiskus tampil sederhana. Yang paling berkesan bagi Uskup Suwatan adalah ketika Paus  Fransiskus I sebelum memberi berkat kepada 150 ribu umat yang memadati Lapangan Basilika St Petrus, Bapa Suci   meminta umat untuk berdoa agar dia diberkati Tuhan.

"Paus juga menyampaikan kata-kata dengan sederhana. Ia meminta umat berdoa Bapa Kami dan Salam Maria. Saat ia minta doa untuk diberkati semua umat yang awalnya ribut mendadak diam. Saya juga diam. Paus meminta saya untuk berdoa, maka saya mengikutinya. Ia seperti sangat dekat dengan umat,"ujarnya.

Menurut Uskup Suwatan,  nama Paus Fransiskus merujuk pada  Santo Fransiskus dari Asisi. Santo Fransiskus merupakan orang sederhana  dan memperhatikan orang kecil. Ia juga sangat dekat dengan alam. "Ia orang suci yang sangat peduli dengan kelestarian alam. Santo Fransiskus juga terpanggil mereformasi Gereja. Ia pernah membangun sebuah gereja kecil yang rusak dengan tangannya sendiri. Dari situ ia berefleksi untuk membaharui Gereja sebagai Umat Allah," katanya. Secara geografis, kata Uskup Suwatan,  terpilihnya Paus dari  Amerika Latin sudah sepantasnya mengingat 40 persen dari 1,2 miliar umat Katolik bermukim di benua Amerika.

Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STF-SP) Ambrosius Wuritimur, SS, Lic. Th mengatakan semua patut bersyukur sudah ada pemimpin Gereja universal yang baru. Wuritimur mengagumi kepedulian Paus Fransiskus pada orang kecil.  "Dunia membutuhkan kehadiran Gereja. Apalagi dengan keadaan dunia di mana ada kesenjangan antara negara-negara miskin dan kaya. Di mana ada ketidakadilan, Gereja harus hadir di sana,"ujarnya. "Mengenai sosok konservatif Paus baru, Wuritimur menyetujuinya. "Ajaran Gereja perlu ditegakkan," katanya.

Dosen Sejarah Gereja STF-SP Petrus Tinangon SS, Lic His Eccl mengatakan terpilihnya Paus Fransiskus  pantas di tengah masalah global yang makin problematis.  Tinangon melihat Paus Fransiskus sangat berbeda dengan pendahulunya Benediktus XVI walaupun sama-sama konservatif. Paus Emeritus Benediktus XVI kadang tidak bisa membedakan antara dirinya  sebagai paus dan dirinya sebagai teolog. Akibatnya banyak pendapatnya menyinggung warga agama tertentu. "Saya tidak menyangka bahwa paus yang terpilih kembali yang sudah berusia senja. Tapi saya juga terkesan dengan kerendahan hatinya,"  katanya.

Fransiskus I bukan menyebut Paus tapi uskup Roma. Jadi, ia teman para uskup. "Ia menekankan Gereja sebagai persekutuan bukan organisasi hirarkis dimulai dengan paus, kardinal dan seterusnya. Paus baginya hanya gelar sebagai yang pertama dari para uskup," ujarnya.

John Iroth, Ketua Kaum Bapa Katolik Kevikepan Manado mengaku bangga dan senang dengan terpilihnya Paus yang baru. "Kita bisa belajar dari kerendahan hatinya. Kadang-kadang banyak yang sudah terkena kesombongan rohani. Baru belajar tiga bulan sudah sangat sombong,"ujarnya. Ia melihat Paus yang baru lebih ke arah pastoral. Netty Palit, umat paroki Hati Kudus Woloan juga bangga dengan Paus baru. Baginya terpilihnya Paus merupakan berkat untuk Gereja.

Rasa bahagia dan bangga atas terpilihnya Paus Fransiskus pun diungkapkan
Wali Kota Bitung Hanny Sondakh dan Bupati Minahasa Utara Drs Sompie Singal yang dihubungi secara terpisah, Kamis (14/3). "Yah, semoga yang terpilih saat ini akan semakin baik memimpin umatnya," kata Sondakh. "Sebagai umat Katolik saya sangat bersyukur karena pemimpin baru Gereja telah terpilih," ujar Sompie.

Umat Katolik di Kabupaten Minahasa ikut bersukacita pasca terpilihnya Kardinal Jorge Mario Bergoglio sebagai Paus ke-266. Sukacita itu antara lain diungkapkan Ketua Pemuda Katolik Minahasa, Denis Kuntag. "Ini adalah kebahagiaan yang besar bagi kami karena sudah terpilih Bapa Suci," ujarnya.

Pastor Pastor Paroki Kristus Raja Kotamobagu, Donald Fidelis Liuw Pr mengucapkan rasa syukur atas perpilihnya Paus baru. "Harapannya, Paus yang baru terpilih bisa membuat Gereja sungguh-sungguh menjadi garam terang dunia," ujarnya. Selain itu, Pastor Donald mengharapkan Paus Fransiskus I bisa menjawab kebutuhan umat dan tanggap dengan tuntutan zaman. (dma/luc/crz/nty/suk)

Biofile


Nama Asli: Jorge Mario Borgoglio

Nama Kepausan: Paus Fransiskus I (Paus ke-266 Gereja Katolik Roma)

Lahir: 17 Desember 1936

Negara: Argentina

Ordo: Jesuit

Jabatan terakhir: Uskup Agung Buenos Aires 1998-2012

Promosi Kardinal: Tahun 2001 oleh Paus Yohanes Paulus II

Lain-lain: Paus Pertama dari Benua Amerika

Sumber: Tribun Manado 15 Maret 2013 hal 1


Dampak Bencana yang Mengerikan

Longsor di kawasan Citraland Mandao 17 Februari 2013
SELAIN menimbulkan korban jiwa, bencana banjir dan tanah longsor di Kota Manado dan sekitarnya pada tanggal 17 Februari 2013 yang lalu ikut meluluhlantakan infrastruktur jalan raya. Pemerintah Kota (Pemko) Manado menaksir kerugian material akibat kerusakan infratruktur mencapai Rp 30 miliar.
Nilai kerugian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Manado, Ferry Siwi kepada Tribun Manado. Selasa 12 Maret 2013.

Menurut Siwi pihaknya sudah melakukan perhitungan secara menyeluruh dan mendapatkan angka kerugian sebesar itu. Total panjang jalan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor sekitar 9,8 kilometer.

Guna memperbaiki jalan, saluran air dan talud  yang rusak tersebut, kata Siwi, Pemko Manado sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 30 miliar kepada pemerintah pusat dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN). Pemko Manado berharap permohonan mereka disetujui.

"Anggaran diajukan lewat badan bencana dan sisanya di PU, karena infrastruktur yang rusak disebabkan bencana alam, sedangkan dana pemeliharaan yang ada di PU Manado tidak cukup untuk untuk memperbaikinya," demikian Ferry Siwi.

Bagi kita penjelasan kepala dinas PU Kota Manado tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan. Sejak banjir dan tanah longsor menerjang wilayah kota ini bulan Februari lalu, kita sudah memprediksi dampak mengerikan dari bencana tersebut. Toh secara kasat mata saja kita dapat melihat sendiri kerusakan yang terjadi.

Sudah menjadi tugas Pemko Manado untuk mendapatkan dana dari pemerintah pusat guna memperbaiki infrastruktur yang rusak. Kita tentu berharap agar permintaan tersebut bisa dikabulkan. Jauh sebelum terjadi bencana banjir dan tanah longsor,  kondisi jalan di dalam Kota Manado memang tidak sepenuhnya mulus.
Jalan berlubang tampak di banyak titik, saluran drainase yang mampet pun tidaklah sedikit. Hampir saban hari warga kota ini mengeluhkan masalah tersebut melalui media massa termasuk lewat rubrik Hotline Public Service Tribun Manado.

Jawaban pemerintah cenderung klise dan klasik. Misalnya, kami sudah mengalokasikan anggaran perbaikan jalan dan drainase  tetapi hal itu dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan dana. Muncul pula jawaban lain, jalan itu tanggung jawab pemerintah provinsi, bukan urusan pemerintah kota saja.


Masyarakat sesungguhnya tidak peduli itu urusan pemerintah kota atau provinsi. Sebagai pembayar pajak mereka berhak menuntut pelayanan maksimal dari negara menyiapkan infrastruktur yang berkualitas dan nyaman.

Dalam konteks bencana alam kerugian yang diderita Rp 30 miliar akibat terjangan banjir dan longsor dalam sehari itu mestinya membuka mata pemerintah dan masyarakat Kota Manado agar tidak bermain-main lagi dengan bencana alam.Kita hidup di tengah alam yang rawan bencana. Maka semua pihak hendaknya sadar dan mau melakukan sesuatu agar alam tidak murka. Kapan dan di mana pun bencana alam selalu mengurai air mata. Kepedulian! Itulah yang kita butuhkan hari ini.*

Sumber: Tribun Manado 14 Maret 2013 hal 10

Panggil Saja Fransiskus...

Paus Fransiskus I (foto AFP)
APAKAH tidak boleh seorang kardinal yang terpilih menjadi Paus mempertahankan nama lamanya? Mengapa mereka harus menggunakan nama baru? Paus terakhir yang tetap mempertahankan nama lamanya adalah Marcellus II, yang dipilih pada 9 April 1555.

Memang, seorang kardinal yang terpilih menjadi Paus tidak wajib mengubah namanya. Akan tetapi, menurut tradisi sejak tahun 553 yang hidup hingga kini, para kardinal yang terpilih menjadi Paus memilih nama baru dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Sebagai contoh, mengapa Kardinal Giovani Battista Montini memilih nama Paulus VI. Mengapa Kardinal Angelo Roncalli memilih nama Yohanes XXIII? Mengapa Kardinal Karol Wojtyla menjadi Yohanes Paulus II, Kardinal Joseph Ratzinger memilih Benediktus XVI, dan sebagainya?

Ada banyak alasan mengenai pilihan nama-nama Paus. Ada yang memilih sebuah nama karena nama tersebut mencerminkan sebuah keutamaan. Nama Inosensius, misalnya, mencerminkan sebuah kesucian; Clemensius menggambarkan watak yang penyayang; Felix berarti bahagia; Bonifasius berarti beruntung; Benediktus berarti berkah; atau Adeodatus yang berarti diberi oleh Tuhan.

Pada umumnya, pemilihan nama itu memang banyak didasarkan pada rasa terima kasih dan keinginan untuk melanjutkan warisan spiritual atau sebaliknya untuk memulai sesuatu yang baru. Alasan duniawi dan keluarga juga ada. Sebagai contoh, Kardinal Antonio Pignatelli (1615-1700) memakai nama Inosensius XII karena ia sangat kagum dengan cara hidup yang mewah dari Paus Inosensius XI (1676-1689).

Ada juga pertimbangan tradisi spiritual. Santo Benediktus (480-543) adalah Pelindung Eropa. Itu yang dipakai Benediktus XVI. Rahib ini dinilai membuat masyarakat Eropa memiliki karakter keagamaan dan kebudayaan yang tinggi melalui praktik asketisisme, praktik kesederhanaan, kejujuran, dan kerelaan berkorban, doa, belajar, serta kerja keras.

Fransiskus

Mengapa Kardinal Jorge Mario Bergoglio memilih nama Fransiskus setelah dipilih menjadi Paus?

Tentu itu sebagai bentuk penghormatan kepada St Fransiskus Asisi, tokoh religius sangat terkemuka dan pembaru pada abad ke-13. Fransiskus, terlahir sebagai Giovanni Francesco di Bernardone (1181/1182) di Asisi, adalah putra seorang saudagar kain dan ibunya seorang bangsawan. Akan tetapi, dia memilih meninggalkan semua itu dan mengabdi kepada sesama demi kemanusiaan dalam kemiskinan. Fransiskus Asisi mendirikan Ordo Fransiskan atau sering disebut Ordo Saudara-saudara Dina.

Semangat pengabdian kepada sesama, solidaritas kepada kaum miskin, dan kesederhanaan dalam hati serta pikiran itu yang ingin dicontoh Paus dan sudah dipraktikkan ketika menjabat sebagai uskup dan kardinal di Argentina. Inilah sebenarnya misi sesungguhnya dari Gereja.

Di sini terlihat bahwa Paus Fransiskus memberikan tekanan yang berbeda dengan Paus Benediktus XVI dalam berkarya. Benediktus lebih menguatkan batin Gereja, sedangkan Fransiskus akan menekankan pada ”pelayanan iman” dan ”pewartaan keadilan.”

Nama Fransiskus—apalagi Bergoglio seorang imam Jesuit—juga bisa dikaitkan dengan Fransiskus Xaverius, misionaris Jesuit abad ke-16 dan co-founder Serikat Jesus. Jadi, ada perpaduan antara intelektual rohani dan jasmani Jesuit dengan semangat hidup yang diperuntukkan bagi keadilan sosial serta kemiskinan.

Dengan memilih nama Fransiskus, Kardinal Bergoglio ingin menjadi Paus rakyat. Ia ingin mengaktualisasi arah pastoral Gereja yakni solider, berpihak kepada yang tersisih, orang kecil, dan membumi atas dasar sikap iman, bukan demi profit serta posisi politis dan ideologis. Dalam rumusan lain—kacamata Amerika Latin—bisa disebut ingin menghadirkan teologi pembebasan berwajah (Fransiskus) Asisi.(Trias Kuncahyono)

Sumber: Kompas.Com

Beginilah Caranya Paus Memilih Nama

Albino Luciani yang pilih nama Paus Yohanes Paulus I
Apalah arti sebuah nama? Itulah kalimat terkenal ciptaan pujangga Inggris William Shakespeare.

MUNGKIN bagi orang kebanyakan, arti sebuah nama tidaklah terlalu penting. Namun bagi seorang paus pemimpin umat Katolik sedunia nama yang disandang memiliki arti sangat penting. Sesaat setelah sidang kardinal memutuskan paus baru, maka pertanyaan pertama untuk sang paus adalah: "Nama apa yang Anda pakai?"

Diyakini akan seperti gaya paus memerintah -liberal atau konservatif, reformis atau konservatif- akan diketahui begitu dia memilih namanya. Hingga abad keenam, para paus menggunakan nama yang diberikan orangtua mereka. Maka saat itu dikenal Paus Sylvester, Paus Julius atau Paus Victor. Lalu, pada 533, seorang pastor bernama Merkurius terpilih menjadi pemimpin gereja. Gereja memutuskan seorang paus dengan nama dewa pagan, Merkurius, tidaklah cocok.

Akhirnya Merkurius memilih nama jabatannya. Dia memilih nama Paus Yohanes II. Sejak itulah, hampir seluruh paus menggunakan nama baru saat naik tahta. Mereka biasanya menggunakan nama para orang suci, paus terdahulu atau keluarga mereka yang sudah meninggal dunia. "Mereka mencoba mengambil sedikit ketenaran dari para pendahulu mereka," kata Thomas Reese, pengamat Vatikan dari harian National Catholic Reporter.

Memilih nama adalah sebuah keputusan yang diambil setelah sebuah pertimbangan matang. Paus yang baru terpilih akan mendapat dua pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah apakah dia menginginkan "pekerjaan" barunya. Dan, pertanyaan kedua adalah soal nama yang akan disandangnya.

Saat Kardinal Joseph Ratzinger terpilih menjadi paus pada 2005, dia memilih nama Benediktus XVI untuk menghormati dua orang. Orang pertama adalah Paus Benediktus XV yang memimpin Gereja Katolik melalui Perang Dunia I. Kedua adalah penghormatan untuk Santo Benediktus yang adalah seorang intelektual, seperti halnya Ratzinger.

Santo Benediktus juga dikenal gigih dalam meletakkan dasar-dasar iman Kristiani dalam kebudayaan dan peradaban Eropa. Benediktus XVI berharap nama yang dipilihnya bisa membantu pekerjaannya sebagai paus untuk membantu umat Katolik tetap mengimani Yesus Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari. "Benediktus melihat Eropa sebagai masalah kunci dan tempat yang harus menjadi fokus Vatikan," papar Reese.

Namun, pemilihan nama tak selalu berlatar belakang sejarah kepausan. Paus yang dikenal sebagai seorang reformis Paus Yohanes XXIII, terpilih pada 1958, mengatakan dia memilih nama Yohanes karena sama dengan nama gereja kecil tempat dia dibaptis semasa kanak-kanak. Yohanes sejauh ini menjadi nama yang paling banyak digunakan para paus. Pada 1978, Kardinal Albino Luciani memilih nama Yohanes Paulus I sebagai nama kepausannya. Dia adalah paus pertama yang menggunakan gabungan dua nama.

Pemilihan dua nama itu dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap kedua pendahulunya Yohanes XXIII dan Paulus VI. Kedua paus ini telah memimpin Vatikan melewati Konsisi Vatikan II, yang memperbaiki hubungan Gereja Katolik dengan seluruh dunia dan khususnya dengan sekte Kristen lainnya. Saat Yohanes Paulus meninggal dunia 33 hari setelah dilantik, koleganya mengingat almarhum dengan penuh cinta dan kekaguman. Saat itu Reese bertaruh dengan rekan-rekannya bahwa penggantinya akan menggunakan nama ganda yang sama.Tebakan Reese tepat, karena kemudian Karol Wojtila terpilih menjadi paus dan memilih nama Yohanes Paulus II. Dia kemudian memimpin gereja selama 27 tahun.

Lalu kira-kira nama apa yang akan digunakan paus baru nanti? Analis Vatikan mengatakan ada sejumlah nama yang berpeluang digunakan paus baru. Koresponden senior media Katolik non-profit, Our Sunday Visitor, Matthew Bunson mengatakan, nama Leo XIV bisa digunakan demi alasan keadilan dan sosial. Leo XIII yang memerintah di pergantian abad ke-20, dikenal sangat berupaya meningkatkan kehormatan para buruh. Lalu nama Pius XIII, merupakan pilihan konservatif dan menjadi semacam pernyataan bahwa paus akan bertekad untuk mempertahankan ajaran dan iman Katolik.

Sejarah mencatat, Paus Pius V dikenal sangat menentar reformasi Protestan. Sementara Pius VI dan VII keduanya meninggal dunia saat menjadi tahanan. Nama Yohanes Paulus III, agak kecil kemungkinannya untuk digunakan. Reese menilai jika nama itu digunakan maka sebagian kalangan akan menilainya sebagai bentuk penolakan terhadap Benediktus.

Tentu saja paus baru nanti bisa menggunakan nama Benediktus XVII. Namun nama itu akan mengundang kekecewaan umat Katolik yang mengharapkan pembaruan setelah guncangan berbagai skandal pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah imam Katolik di Eropa dan Amerika Serikat. Dan, yang juga tak dilarang dalam aturan Gereja, paus baru boleh memilih nama yang belum pernah digunakan sama sekali.

Thomas Reese selalu bertanya mengapa belum ada seorang paus pun yang menggunakan nama Yosep. "Atau bisa saja nama baru itu, Yohanes Paulus Benediktus I," ujar Reese. Siapa nama paus baru? Dunia akan tahu setelah asap cerobong Kapel Sistine mengepulkan asap putih. (nbcnews/kompas.com)

Sumber: Tribun Manado Kamis 14 Maret 2013 hal 1


Mencerdaskan Kawanua

Cover edisi khusus HUT ke-4
Salam Tribun. Tak terasa, empat tahun sudah, koran yang ada di tangan pembaca ini menyapa masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kami senantiasa berusaha memberikan yang terbaik demi manfaat yang bisa dipetik masyarakat pembaca. Maka dari itu, di ulang tahun keempat ini, kami memilih tajuk Mencerdaskan Kawanua.

Sebagai koran yang mengusung tagline, Spirit Baru Kawanua kami hadir dengan mengibarkan bendera sebagai Friendly Newspaper, Family Newspaper dan Different Newspaper.

Sebagai koran Friendly Newspaper, tentu kami tidak hanya memberitakan yang sifatnya bad news seperti soal keburukan, bencana, kesedihan, kekerasan dan lainnya, tapi juga menyajikan good news yakni berita mengenai kesuksesan, keberhasilan, kegembiraan dan prestasi. Kami juga memberikan dukungan bagi lahirnya kelas menengah mandiri melalui pemberitaan mengenai dunia usaha.

Sedangkan sebagai koran Family Newspaper memiliki makna bahwa Tribun Manado layak dibaca oleh Bapak, Ibu dan Anak, sebab sajiannya mudah dipahami dan mengandung edutainment.

Dan sebagai Different Newspaper kami selalu menyajikan dengan desain, angle dan pelayanan berbeda yang tentu menjadi kebutuhan masyarakat pembaca.

Kami juga mengembangkan konsep koran masa depan, Cross Media Concept atau 3M (multimedia, multichannel dan multiplatform), sehingga menjadikan koran yang sangat mudah diakses beritanya. Tentu juga sangat digemari generasi muda yang saat ini sudah internet minded.

Konsep multimedia Tribun Manado bisa diakses melalui print (cetak), online (portal berita tribunmanado.co.id), e-paper, dan digital newspaper. Multichannel berarti aliran berita Tribun Manado bisa dinikmati melalui facebook, twitter, portal tribunnews (induk tribunmanado.co.id) dan kompas.com (holding).

Multiplatform berarti mengakses berita Tribun Manado bisa melalui personal komputer (PC), laptop, BlackBerry, iPad, dan tablet lainnya, serta ponsel yang memiliki fasilitas internet.

Kami juga menyediakan rubrik interaktif sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada masyarakat pembaca.

Di 2013 ini, yang dimaknai sebagai tahun politik, Tribun Manado akan menyajikan berita-berita politik yang independen dan berimbang demi terwujudnya demokrasi yang sehat, yang akan membawa kesejahteraan bangsa ini.

Tingkat keterbacaan dan keterjangkauan Tribun Manado sangatlah luas. Untuk itu, kami bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat pembaca yang menjadi Tribun Manado sebagai koran harian pilihan utama.

Tak lupa Tribun Manado menyampaikan ucapan terima kasih kepada relasi dan klien yang telah memercayakan kepada Tribun Manado untuk menyampaikan pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat pembaca. (*)



                                                 Kuat karena Kami Solid

MENJADI yang terdepan di Sulawesi Utara dalam periode empat tahun bukan semudah membalikkan telapak tangan. Layaknya bermain sepak bola untuk mencari kemenangan, kerja sama tim merupakan keniscayaan dan itulah salah satu keutamaan Tribun Manado. Dua divisi besar yakni Redaksi dan Bisnis merupakan satu kesatuan yang solid. Keduanya ditopang unit-unit mulai dari Iklan dan Promosi, Sirkulasi, Percetakan, Umum dan PSDM,  IT, Desain Grafis, dan lainnya.

Ketika yang satu kendor, yang lain menutup lubang untuk menjaga performance  Tribun Manado tetap di level teratas. Kami sungguh membumikan filosofi mapalus.  Etos kerja bahu membahu. Kerja gotong-royong untuk satu tujuan yang sama. 

Bagaimanapun susahnya, pembaca dan klien tetaplah raja. Tak peduli betapa banyak kendala teknis di balik layar, tak peduli angin badai, koran tetap harus terbit esok hari. Koran harus sampai di tangan pembaca tepat waktu. Koran harus memuaskan customer.

Sebagai market leader di Sulawesi Utara, tantangan yang berat bagi divisi iklan adalah melakukan pengaturan iklan yang akan tayang. Banyaknya pemasang iklan tidak serta merta bisa mengorbankan halaman berita untuk pembaca. Kadang, demi membela kepentingan masing-masing divisi, perdebatan pun tak terelakkan. Beradu argumen, berbeda pendapat adalah bagian dari proses kerja tim antarlini. Syukurlah, kami punya arah yang jelas untuk dapat kami jadikan sebagai patokan bersama; independen dan kredibel.

Terbit perdana pada 2 Februari 2009, Tribun Manado telah bersama-sama mengarungi dinamika masyarakat Sulawesi Utara. Ada yang datang dan pergi  tetapi spesifikasi pelayanan kami tetaplah sama, justru meningkat hari demi hari. Spesifikasi inilah yang membuat kami berbeda!

Etos kerja, independen dan kredibel adalah tiga keutamaan yang sering kami dengar ketika mendapat umpan balik dari pembaca dan masyarakat. Tiga hal itu sering kali mendapat tantangannya ketika berhadapan dengan pihak-pihak tertentu yang menilai uang bisa menyelesaikan apapun.

Di tempat kami berdiri, ada batas api yang jelas antara berita dan iklan. Berita adalah murni berita untuk kepentingan pembaca tanpa bisa diintervensi dengan kuasa apapun selain kebijakan redaksional. Inilah satu dari sekian spesifikasi unggulan kami.

Menjadi yang teratas adalah hasil dari ketahanan itu. Ketahanan untuk bertahan pada prinsip dan moralitas. Menjadi independen, berpijak di atas kaki sendiri dan dipercaya karena pemberitaan yang obyektif.

More than just a newspaper, kami lebih dari sekedar koran. Kami adalah spirit untuk perubahan. Tribun Manado menyuguhkan manis dan pahitnya fakta dikemas secara obyektif. Tribun Manado adalah sebuah filosofi cara pandang. Inilah spirit baru Kawanua! (*)


                                               Percetakan dan Sirkulasi

ANDA sedang melihat orang-orang di balik layar yang tidak hanya bekerja keras tetapi bekerja secara cerdas demi memberikan pelayanan terbaik untuk pembaca Tribun Manado. Mereka merupakan dua unit kunci yaitu Sirkulasi dan Percetakan.

Awak Sirkulasi bertanggung jawab mendistribusikan koran mulai dari kantor Tribun Manado di Kairagi sampai ke seluruh penjuru Provinsi  Sulawesi Utara bahkan Provinsi Gorontalo.

Ketika pembaca masih nyenyak tidur, awak kami bekerja dengan giat sejak dinihari dengan perhitungan yang cermat soal waktu. Kami tidak mau masyarakat kecewa karena Tribun Manado belum ada di mejanya saat dia sarapan pagi.

Kami juga memanjakan pembaca dengan sapaan khas setiap pagi mulai dari gang- gang perumahan, kantor pemerintah hingga hotel berbintang. Motoris kami setia mengantarkan koran hingga ke  gang-gang kecil.  Koran Koran, Tribun Manado …” demikian suara itu, yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat.

Kekompakan tim adalah prinsip utama yang dijunjung. Dasarnya adalah relasi yang sehat dan harmonis satu dengan yang lain. Makan dan hang out menjadi menu kebersamaan yang melandasi hubungan kerja. Teamwork terbentuk paduan dari profesionalitas kerja dan keakraban relasi.

Ketika ada komplain dari pembaca, tim kami bahu membahu mengatasi persoalan hingga close. Kami sangat terbuka menerima saran dan kritik sebagai keniscayaan demi membangun Tribun Manado menjadi lebih baik dan makin dicintai pembaca.

Kami rutin melakukan monitoring dan evaluasi atas kinerja. Ada standar tertentu yang dipakai untuk mengukur kepuasan pembaca dan costumer. Tentu saja, saran dan kritik  selalu kami nantikan demi peningkatan kualitas.

Kerja cerdas pun merupakan standar percetakan kami yang merupakan terbaik di Sulawesi Utara. Standar tinggi dalam kualitas cetak menjadikan percetakan Tribun Manado menjadi rujukan koran-koran lain.

Mesin cetak kami tidak hanya menghasilkan 52 ribu eksemplar koran Tribun Manado setiap hari, tetapi juga memenuhi pesanan dari surat kabar lain di Sulawesi Utara. Kami terpercaya dan profesional.

Dengan supervisi andal, bersama dengan 24 jaringan koran Tribun Kompas Gramedia di seluruh pelosok Nusantara, mesin percetakan Tribun Manado mampu memberikan perbedaan. Anda puas itulah nazar kami.  (*)


                                             Paling Efektif untuk Promosi


IKLAN dan Promosi berperan vital sebagai  dapur” industri media. Mereka adalah ujung tombak dari pencapaian income perusahaan. Tribun Manado sebagai media pewarta fakta dan pembawa nilai edukasi bagi masyarakat Sulawesi Utara tak lepas dari entitasnya sebagai sebuah industri surat kabar.

Dengan posisinya sebagai market leader di Sulawesi Utara,  Tribun Manado menjadi media paling efektif untuk memasang iklan. Pembaca kami tersebar, mulai dari rumah kopi, kaki lima, hingga pejabat di kantor-kantor penting pemerintahan.

Pemasang iklan juga selalu dimanjakan dengan pelayanan prima dari para account excecutive Tribun. Biaya iklan yang jelas dan transparan, cerminan dari profesionalitas kerja, adalah satu dari sekian banyak keunggulan Tribun Manado

Profesionalitas kerja yang terukur dengan standar layanan group besar Kompas Gramedia menjadi penjamin kepuasan klien iklan kami. Tentu kami tidak alergi terhadap kritik dan saran. Kami selalu intens berkomunikasi dengan klien tentang kebutuhan mereka. Kepuasan klien adalah tujuan kami.

Anda tidak salah melangkah ke tempat kami jika mau mempromosikan produk  Anda kepada khalayak. Kru Iklan dan Promosi kami bekerja secara profesional. Hanya itu? Tidak, kami juga bekerja dengan hati dan bibir melengkung menebar senyuman.

Unit  lain di Tribun Manado yang tak kalah penting adalah  PSDM dan Keuangan. PSDM membantu setiap karyawan Tribun Manado bekerja dalam suasana kondusif dengan kinerja terukur. Dengan manajemen berstandar tinggi, karyawan mampu bekerja secara optimal. Tiap tahun, pencapaian kinerja karyawan diukur dengan KPI (Key Performance Indicator). Jadi, di lingkungan kerja Tribun Manado tidak ada lagi istilah RMSS (Rajin Malas Sama Saja).

Divisi keuangan berperan dalam menyehatkan jalannya perusahaan. Pengelolaan keuangan yang tidak memadai dan profesional tidak akan bisa menjalankan bisnis sebuah media. Keuangan kami berhadapan mulai dari pengecer hingga pemasang iklan dengan nilai ratusan juta setiap harinya. Semuanya harus ditatakelola dengan ketat. Minus Rp 100,-- saja bisa menjadi masalah besar di keuangan.    

Inilah kami,  teamwork yang bersinergi satu sama lain untuk mewujudkan spirit baru setiap harinya bagi pembaca di Sulawesi Utara. Pertanyaannya; sudahkan Anda membaca Tribun Manado hari ini? (*)

Sumber: Edisi khusus ulang tahun ke-4 Harian Tribun Manado, Sabtu 2 Februari 2013 halaman 25, 27, 30 dan 32.

Tak Pernah Mimpi Jadi Presiden

Mahfud dan Ferry Tinggogoy di Tribun Manado 11 Des 2012 (foto Acho)
MANADO, TRIBUN - Meski tak pernah bermimpi jadi presiden, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku sering bermimpi jadi raja.

"Saya tidak pernah bermimpi jadi presiden. Tapi ibu saya bilang, waktu kecil, ketika ditanya apa cita-cita, maka saya akan menjawab, ingin jadi presiden atau polisi. Tapi saya pernah dan bahkan sering bermimpi jadi raja," ujar Mahfud saat berkunjung ke kantor Tribun Manado, Selasa (11/12/2013).

Pria yang disebut-sebut sebagai calon kuat dalam Pemilihan Presiden RI (Pilpres) 2014 versi sejumlah lembaga survei ini bercerita banyak soal kabar pencalonannya. "Saya belum bisa menjawab ya atau tidak (ikut Pilpres 2014), jawaban tersebut nanti pada April 2013," ujarnya.

Ia tidak menyangkal jika kunjungannya ke Manado, Sulawesi Utara bagian dari pencitraan politiknya. Hanya saja, menurutnya, penilaian tersebut tak bisa ia hindari karena kabar tentang niatnya maju ke Pilpres 2014 sudah merebak ke antero negara ini. "Saya di sini sebagai undangan dialog kebangsaan. Saya senang berbicara tentang kerukunan umat beragama dan di daerah ini saya melihat hal itu ada. Jikapun dihubungan dengan hal yang politis maka itu hak masyarakat dan media," ujarnya.

Terkait kabar pencalonannya, mantan Menteri Pertahanan pada era Presiden Gus Dur ini menyebutkan ada tiga kemungkinan yang akan ia pilih. Hal tersebut akan diperhitungkannya dari banyak sudut pandang di antaranya kekuatan jaringan politik dan modal politik.

"Kalau saya kuat saya akan maju sebagai calon presiden. Kalau ada pertimbangan lain mungkin saya akan di papan dua saja dan ada kemungkinan ketika saya akan mendukung calon lain yang saya anggap memang lebih pantas. Jika ada calon lain saya bersedia masuk dalam timnya jika memang calon itu terbukti integritasnya dan banyak pertimbangan lain tentunya," katanya.

Apakah ada partai yang sudah mendekatinya? "Sudah ada banyak partai besar dan kecil. Ada juga orang-orang berduit yang datang untuk mendukung saya (menjadi capres)," ujarnya.
Soal namanya yang mendapat posisi di atas dalam sejumlah survei, Mahfud menuturkan hal itu sudah menjadi hal biasa.

"Provokasi pertama itu sebenarnya dari harian Kompas edisi 5 Juli 2012. Nama saya masuk 4 besar (dalam bursa pilpres). Mulai saat itulah nama saya selalu masuk dalam survei pilpres dan banyak partai, politisi dan orang berduit datang kepada saya," ceritanya.

Menurutnya puncak provokasi itu pada Agustus 2012. Begitu banyak survei yang kemudian mencantumkan namanya dan mengambarkan berbagai prospek baginya di papan satu ataupun papan dua. "April 2013 saya akan memberikan jawaban," ucap Mahfud.

Terkait kesiapan diri, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini mengaku sudah mendapat restu hampir dari semua kyai di Pulau Jawa. "Saya butuh masyarakat NU dan suara-suara dari mereka," katanya.

Hadir bersama  Mahfud saat berkunjung ke Tribun, Anggota DPD RI utusan Sulut Ferry Tinggogoy, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut Anwar Panawar, dan sejumlah orang terdekat Ketua MK ini.

Tinggogoy dalam kesempatan ini menuturkan kesiapannya mengawal sahabat baiknya untuk maju ke RI Satu. "Di Sulut ini lebih bebas. Masyarakat Sulut bisa menerima siapa saja. Sulut tidak terkontaminasi parpol, lebih melihat figur," ungkap si rambut putih ini.

Menurut Tinggogoy, setiap orang punya peluang yang sama. Khusus mereka yang akan masuk dalam Pilpres tergantung dari sosialisasi untuk lebih dekat kepada rakyat bukan hanya pada saat pencalonan tapi jauh sebelum itu.

 "Masyarakat menilai dan menurut saya Pak Mahfud layak sebab sejak dahulu sudah dikenal sebagai orang baik, orang yang berkharisma dan sudah terbukti banyak menolong orang lain tanpa pamrih. Ini baru namanya pemimpin yang berintegritas karena tidak dimunculkan pada saat mau pencalonan saja. Sudah dari dulu saya kenal orangnya baik," kata Tinggogoy.

Kedatangan mereka disambut Pemimpin Redaksi Tribun Manado Ribut Rahardo, Pemimpin Perusahaan Fahmi Setiadi, Manager Produksi Dion DB  Putra, Koordinator Liputan Charles Komaling, Redaktur Maximus Geneva, Redaktur Fernando Lumowa, dan Asisten Redaktur Yudith Rondonuwu dan Manager Iklan Windy Hapsarani.



Diskusi Publik
Sebelum hadir dalam diskusi kecil di kantor Tribun, Mahfud hadir dan menjadi pembicara dalam diskusi publik yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan majalah Indonesia 2014 dan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sulawesi Utara. Diskusi  yang bertajuk 'Upaya Peningkatan Kualitas Pilihan Pemilih' awalnya direncanakan digelar di Auditorium Unsrat namun mendadak dipindah ke Aula Idaman Sario.

Direktur Riset LSI Hendro Prasetyo mengungkapkan, sejumlah nama yang sering muncul dalam bursa kini kembali muncul dalam jajak pendapat seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan Wiranto. Namun ada juga nama-nama baru seperti Mahfud MD, Sutiyoso, dan Hatta Rajasa.

Meski begitu, jajak pendapat yang dilakukan LSI pada Juni hingga Juli 2012 lalu itu menunjukkan setidaknya 60 persen pemilih nasional belum menentukan siapa yang akan didukung menjadi presiden pada 2014 nanti. "Artinya, nama-nama di atas belum mampu memperoleh dukungan dari mayoritas masyarakat, " ujarnya

Ia mengatakan, selain karena alasan waktu yang masih cukup lama, masyarakat tampak belum yakin terhadap kemampuan dan integritas para capres tersebut. "Semua tokoh tersebut adalah muka-muka lama yang cukup dikenal luas, sehingga masyarakat memiliki informasi yang cukup untuk memberikan penilaian terhadap mereka," ungkapnya

Menurutnya, alasan lain adalah karena masih belum muncul tokoh-tokoh baru yang memiliki tingkat popularitas tinggi. Atas pertimbangan tersebut, pada Juli hingga September 2012 LSI melakukan jajak pendapat khusus mengenai "Calon Presiden Alternatif Indonesia 2014".

Menurutnya, ada beberapa nama yang dianggap memiliki kualitas di antaranya Mahfud MD, Jusuf Kalla, Sri Mulyani, dan lainnya. "Tetapi kalau kita bicara mengenai alternatif, adalah mereka yang memiliki popularitas yang masih rendah di bawah 50 persen. Tetapi oleh para ahli dinilai qualified di antaranya Mahfud MD, Dahlan Iskan, Sri Mulyani," katanya.(dit/jhp)

Sumber: Tribun Manado 12 Desember 2012 hal 9
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes