Luri : Tengok Keberhasilan Masa Lalu

WAINGAPU, PK-- "Rumput laut masih ada, jambu mete masih ada, pisang, gamal dan kutulak. Itu bukti keberhasilan masa lalu saat saya memimpin daerah ini. Yang masih merasakan buah dari kebijakan saya itu mari bersama Luri membangun Sumba Timur lima tahun ke depan," ajak Lukas Kaborang dalam orasinya pada kampanye rapat umum paket Luri (Drs. Lukas Kaborang-Dra. Rambulika Atahumba) di Stadion Rihi Ety, Waingapu, Rabu (19/5/2010).

Lukas mengajak masyarakat Sumba Timur untuk menengok kembali keberhasilan pada masa kepemimpinannya ketika menjabat Bupati Sumba Timur periode 1995-2000. Awal kepemimpinannya, ungkap Lukas, masyarakat Sumba Timur belum terbiasa dengan bercocok tanam. Melalui kebijakan menanam dan penghijauan seluruh tanah para dewa merapu itu, masyarakat Sumba Timur mulai mengenal dan terbiasa dengan bercocok tanam.


Lukas mengklaim program-program pada masa kepemimpinannya begitu menyentuh langsung masyarakat kecil. Sayang, katanya, saat program itu belum tuntas roda kepemimpinan daerah itu harus berganti.

"Kalau mau tuntaskan program yang dulu pernah ada, mari lanjutkan bersama Luri. Saya bukan pemimpin yang duduk di belakang meja. Malam ini saya rencanakan besok pagi saya turun ke masyarakat. Jadi program yang saya buat sesuai dengan kebutuhan rakyat kecil," kata Lukas berapi-api.


Lukas mengatakan, orang di Lambanapu, Mauliru, Kawangu bisa menanam padi karena kebijakannya di masa lampau. Air bersih mengalir sampai di Padadita, katanya, juga terjadi pada masa kepemimpinannya. "Sekarang lihat air bersih tidak pernah sampai lagi ke Padadita. Kalau ingin Padadita tidak lagi susah air, mari bersama Luri," ajak Lukas.

Lebih jauh Lukas mengatakan, keberhasilan Sumba Timur saat ini sebenarnya berawal dari masa kepemimpinannya. "Bupati siapa di Sumba Timur yang pernah masuk lumpur tanam padi. Pikul pohon pisang ajak masyarakat tanam pisang. Pukul 03.00 pagi pikul rumput laut bagi kepada masyarakat. Hanya saya, karena saya terjun langsung ke masyarakat. Sekarang masyarakat merasakan hasilnya. Kalau ada pihak yang mengingkari ini, saya kira orang itu tidak tahu berterima kasih. Jangan ada dusta di antara kita," beber Lukas.

Ia mengatakan, Sumba Timur membutuhkan figur pemimpin yang mampu menggerakkan masyarakatnya menolong dirinya sendiri. Dan, pemimpin itu ada pada Luri. Lukas mengatakan, paket Luri hanya membutuhkan 4.000 suara di Kota Waingapu, Kambera, Kanatang dan Haharu untuk memenangkan Pemilu Kada Sumba Timur, 3 Juni mendatang. Pasalnya, beber Lukas, di zona III dan IV, paket Luri pasti menang. Paket Luri juga memberi penghargaan kepada perempuan karena menggandeng perempuan untuk memimpin daerah yang masih begitu tabu dengan kepemimpinan perempuan tersebut.

"Kalau dulu perempuan Sumba hanya bertugas memberi makan babi, memasak di dapur, mengurus anak, sekarang ada perempuan yang maju bertarung di panggung politik bersaing dengan kaum laki-laki menjadi pemimpin di daerah ini. Karena itu, kaum perempuan Sumba Timur saya ajak untuk memilih Luri karena di dalamnya ada keterwakilan kaum perempuan," tambah Lukas.

Sementara Rambu Lika Atahumba yang menjadi pasangan Lukas Kaborang lebih banyak mengklarifikasi berbagai isu miring tentang dirinya selama menjabat Kepala Dinas PPO Sumba Timur. "Ada yang bilang saya korupsi, ternyata tidak terbukti karena saya memang tidak kelola uang. Hal itu dipertegas dengan Surat Keterangan Bebas Korupsi dari KPK kepada saya," tegas Rambu Lika. (dea)

Pos Kupang 20 Mei 2010 halaman 8

Pinang dan Maraing Janjikan Pemerintahan Bersih

WAINGAPU, PK --P aket Pinang (Drs. Langu Pindingara-Kabunang Rudiyanto) dan Paket Maraing (Ir. Umbu Manggana-Drs. Kristofel Praing) menjanjikan pemerintahan Sumba Timur yang bersih selama lima tahun ke depan, jika terpilih jadi bupati dan wakil bupati Sumba Timur, 3 Juni mendatang.

Janji kedua paket ini disampaikan saat kampanye di dua tempat berbeda, Kamis (20/5/2010). Pinang di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, dan Maraing di Lapangan Sepak Bola Raikapu, Kecamatan Umalulu.

Paket Pinang di depan pendukungnya dari tiga kecamatan, Pandawai, Kahaunga Ety dan Kambatamapambuhang, menyatakan siap membuat kontrak politik dengan rakyat. Kontrak politik ini juga sesuai amanat Partai Demokrat, partai pengusung paket ini. "Sebelum Demokrat menetapkan pilihan untuk mengusung kita, syaratnya satu harus buat kontrak politik. Dan, kita siap melakuan itu," kata Pindingara disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.


Hal senada disampaikan calon wakil bupati Paket Pinang, Kabunang Rudiyanto. Kabunang mengatakan, komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerah itu merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah terhadap hak rakyat. "Kami tidak akan menjadi pencuri uang rakyat. Pemerintahan yang bersih itu komitmen kami," tegas Kabunang.

Ia mengatakan, modal untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih yaitu sikap moral dari calon pemimpin. Karena itu, Kabunang mengajak masyarakat Sumba Timur menengok latar belakang para calon, termasuk cara-cara para calon meraih dukungan rakyat dalam Pemilu Kada kali ini sebelum menjatuhkan pilihan.

"Pemilu Kada ini tahapan kita sedang menyusun kehidupan kita. Jadi jangan salah pilih pemimpin. Pikirkan cita-cita apa lima tahun ke depan satukan dengan tujuan hidup. Pilih pemimpin yang tepat," demikian Kabunang.

Ia menambahkan, selama ini orang Sumba Timur masih terkungkung dalam berbagai persoalan. Bahkan untuk bercita-cita saja, katanya, tidak bisa. Dalam Pemilu Kada inilah, demikian Kabunang, rakyat mempunyai tanggung jawab untuk menyusun program pembangunan di daerah itu sehingga makan tercukupi, tidak ada lagi kelaparan.

"Jangan mau memilih karena dipaksa karena kita yang tentukan sendiri hidup kita ke depan. Pemilu Kada merupakan jembatan menitipkan nasib kita dan anak cucu kita ke depan. Kami tidak meminta rakyat memilih Pinang. Tetapi jika rakyat menjatuhkan pilihan pada pinang kami janji akan menjalankan amanat itu. Kami juga meminta jika terpilih nanti, rakyat jangan tinggalkan kami," pinta Kabunang.

Dengan slogan membangun desa, menata kota, paket Pinang menjanjikan sebuah kehidupan yang makmur bagi rakyat di daerah itu jika pinang terpilih menjadi bupati/ wakil bupati di daerah itu.

"Membuka pasar bagi produk-produk unggulan di daerah itu, harga barang murah dengan mendatangkan kapal roro, mempermudah akses modal melalui koperasi dan bank pasar hingga ke desa dan lingkungan hidup yang sehat sehingga ekonomi tidak hanya digerakan satu kelompok," demikian janji paket ini.

Di bidang lingkungan hidup, Pindingara dan Kabunang berjanji akan membuat program hutan untuk masyarakat, hutan gereja dan hutan masjid. Dengan demikian ada tanggung jawab moral dari lembaga keagamaan terhadap kelestarian lingkungan hidup di daerah itu.

Kampanye Pinang di Pandawai berakhir tepat pukul 16.00 Wita. Meskipun berjalan lancar, kampanye tetap dijaga ketat aparat gabungan kepolisian dan Brimob. Selain Pindingara dan Kabunang, kampanye Pinang kali ini juga dihadiri oleh Umbu Yadar, bangsawan Sumba di bagian selatan Sumba Timur. (dea)

Pos Kupang 21 Mei 2010 halaman 8

Maraing: Berubah atau Mati

WAINGAPU, PK -- Kita harus berubah, kalau tidak berubah kita mati," demikian pernyataan tegas Umbu Manggana, calon Bupati Sumba Timur di depan ribuan pendukungnya yang memadati Stadion Rihi Eti Prailiu, Selasa (25/5/2010). Manggana berpasangan dengan Kristofel Praing (Paket Maraing).

Sementara Paket Pinang (Langu Pindingara-Kabunang Rudiyanto) di tempat yang sama pada hari Rabu (26/5/2010), menyatakan komitmennya memberantas korupsi di negeri para dewa merapu itu.


Umbu Manggana yang tampil bersama pasangan calon wakil bupati, Kristofel Praing lebih banyak menkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah daerah lima tahun sebelumnya yang dinilainya gagal membawa perubahan untuk masyarakat Sumba Timur. "Kita harus berubah. Kalau tidak berubah kita mati," kata Manggana.

Hari-hari terakhir menjelang berakhirnya masa kampanye Pemilukada Sumba Timur, masing-masing calon makin mempertegas program dan komitmen dalam rangka menarik simpati para pemilih.

Manggana menegaskan, masalah sarana prasarana dasar, masalah tata kelola pemerintahan, masalah lingkungan hidup, kemiskinan merupakan masalah pokok yang harus dihentikan, bukan dilanjutkan. "Saudara-saudara mau berubah? Jangan lanjutkan kemiskinan, jangan lanjutkan kebodohan. Karena itu pilih Maraing. Pilih Maraing jika tidak ingin melanjutkan kemiskinan dan penderitaan rakyat," seru Manggana yang disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya.

Manggana kembali menegaskan, semangat perubahan merupakan semangat Maraing lima tahun ke depan.
Hal senada juga disampaikan calon Wakil Bupati, Kristofel Praing. Kris mengatakan, Maraing sebelum maju dalam Pemilu Kada kali ini telah mempersiapkan diri. "Kalau mau maju harus persiapkan diri bukan coba-coba, karena Maraing tidak ingin jadi pemimpin karena kebetulan, harap bola muntah atau harap kekeliruan," kata Kris.

Selain pasangan Manggana dan Praing, pada kampanye terbuka paket itu di Prailiu Selasa siang juga menampilkan istri dari pasangan ini. Kedua istri dari pasangan ini dengan lantang mengatakan siap menegur mendukung suami dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahu ke depan jika rakyat memberi kepercayaan pada paket ini untuk memimpin Sumba Timur. Mereka juga siap menegur pasangan ini jika tidak menjalankan komitmen yang telah dibuat bersama rakyat. Isteri dari pasangan ini juga menyatakan siap mengangkat derajat perempuan Sumba melalui program-program kesetaraan gender.

Sementara itu Pinang yang menghadirkan jurkam, Anita Gah mengatakan bahwa ketertinggalan daerah itu dari daerah lain karena korupsi. "Sebelum lolos dari Partai Demokrat, Pinang telah membuat komitmen dengan Partai Demokrat untuk memberantas korupsi. Karena itu, ke depan kita mempunyai komitmen untuk membersihkan tikus-tikus korupsi yang mendatangkan kesengsaraan bagi rakyat kecil," kata Anita lantang.

Hal senada juga disampaikan Calon Wakil Bupati dari paket Pinang, Kabunang Rudiyanto. Kabunang mengatakan, daerah itu tidak akan maju jika sikap, moral pemimpin tidak benar. Karena itu, fokus mereka lima tahu ke depan adalah pencegahan dan pemberantasan korupsi. (dea)

Pos Kupang 27 Mei 2010 halaman 8

GBY-MK Diisukan Terima Rp 250 Juta

WAINGAPU, PK--Pemilu Kada Sumba Timur dalam beberapa pekan terakhir terusik. Isu yang berkembang di masyarakat ada aliran dana dari investor yang bergerak di bidang pertambangan kepada para kandidat calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup-cawabup) Sumba Timur.

Bantuan dana kampanye untuk para cabup-cawabup itu guna memuluskan penerbitan izin ekplorasi dan eksploitasi tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur. Namun isu tersebut ditepis para cabup-cawabup antara lain, dari Paket Gidion Mbilijora, M.Si dan dr. Matius Kitu (GMY-MK).


Isu ini pertama kali muncul dari para pegiat lingkungan hidup di daerah itu. Informasi itu kemudian berkembang luas ke masyarakat. Beberapa warga masyarakat di daerah sempat mempertanyakan kebenaran itu kepada Pos Kupang melalui pesan singkat. Juga, melalui siaran salah satu radio lokal di daerah itu.

Isu itu menguat karena pemerintah daerah terkesan mendiamkan masalah tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti dan tidak berupaya mencegah kegitan eksplorasi yang mengarah ke perusakan hutan di sekitar taman nasional tersebut. Bahkan, para pegiat lingkungan hidup di daerah itu menilai Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merestui dan mengijinkan kegiatan eksplorasi di sekitar taman nasional tersebut.

Namun, tudingan tersebut langsung dibantah Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si. Gidion yang juga calon bupati dari Partai Golkar ini, mengatkan, izin eksplorasi tambang emas di sekitar Taman Nasional Laiwainggi Wanggameti diberikan oleh Gubernur NTT dan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, kata Gidion, hanya sebatas mendapat tembusan.
Gidion juga membantah tudingan beberapa pihak bahwa pemerintah daerah sengaja mendiamkan masalah tambang emas di Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, karena kaitan dengan pencalonan dirinya menjadi Bupati Sumba Timur, 3 Juni mendatang.

"Sampai hari ini saya tegaskan, tidak ada satu sen pun aliran dana yang masuk ke rekening saya. Saya sudah mendengar informasi bahwa saya menerima dana dari investor Rp 250 juta. Buat apa dengan dana hanya sebesar itu. Kalau memang saya mau menerima dana dari investor lebih baik miliaran rupiah," tegas Gidion.

Gidion menilai, isu tersebut sengaja ditiup pihak tertentu untuk menjatuhkan bupati incumbent menjelang Pemilu Kada, 3 Juni mendatang.

Bantahan juga datang dari Ir.Umbu Manggana dan Drs. Kristofel Praing,M.Si. Pasangan cabup-cawabup yang diusung PDIP, Gerindra dan PPI. Manggana bahkan dengan tegas mengatakan `Haram memakai uang yang datang dari kesepakatan untuk mendukung kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Demikian juga Kris Praing. Praing mengatakan, cukup sulit bagi Maraing untuk menerima dana dari investor karena bagi Maraing tidak ada kompromi untuk hal-hal yang merugikan rakyat luas. (dea)

5 Paket Calon Siap Bertarung:
* Gidion Mbilijora-Matius Kitu (Paket GBY-MK) ! Golkar
* Langu Pindingara-Kabunang R Hunga (Paket Pinang ! Demokrat
* Lukas Kaborang- Rambu Lika Atahumba (PDK dan 6 parpol non seat
* Umbu Manggana-Kristofel Praing ! Koalisi PPI, PDIP dan Gerindra
* Emanuel Babu Eha-Umbu Hapu Mbeju ! Hanura dan 15 parpol non seat


Pos Kupang 3 Mei 2010 halaman 8

Hari Pertama Kampanye Sepi


WAIKABUBAK, PK -- Hari pertama kampanye Pemilu Kada di Sumba Barat (Sumbar) sepi. Sesuai jadwal paket Kedu Lere- Soleman Poety mendapat kesempatan pertama kampanye terbuka (rapat umum) di Karekanduku, Kecamatan Tanah Righu, namun tidak terlaksana.

Pasangan ini memilih rapat terbatas dan menunda rapat umum tanggal 26 Mei 2010.
Sedangkan tujuh pasangan lainnya mengadakan pertemuan terbatas tersebar di Kecamatan Kota Waikabubak, Loli, Wanokaka, Lamboya dan Lamboya Barat.

Pantauan Pos Kupang, Selasa (18/5/2010), sekitar pukul 10.00 sampai pukul 12.00 Wita, kondisi Kota Waikabubak dan sekitarnya sepi dari hiruk-pikuk lalu lintas kendaraan yang mengantar pasangan calon bupati dan wakil bupati mengadakan kampanye. Umumnya kampanye dimulai pukul 12.30 Wita.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati menghabiskan waktu pagi dengan menemui keluarga dan pendukung yang datang.


Misalnya, paket Drs.Julianus Pote Leba, M.Si-Ir.Datu Todu mengadakan kampanye terbatas di Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak. Pertemuan terbatas ini dimulai pukul 14.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita. Dalam kesempatan itu calon bupati Julianus Pote Leba meminta dukungan penuh warga Kelurahan Kampung Sawah memilih paket nomor urut 2 pada 3 Juni 2010 agar bisa melanjutkan pembangunan daerah ini.


Sementara pasangan Ir. Robert Gana-Ibrahim Kedujawa mengadakan pertemuan terbatas di Pokobina, Desa Ubu Pede, Kecamatan Loli, yang dimulai pukul 13.00 Wita. Di hadapan ratusan warga pendukung yang menantinya, calon bupati Ir. Robert Gana dan calon wakil bupati, Ibrahim Kedujawa meminta warga menyatukan kesepakatan memenangkan paket nomor 5 tanggal 3 Juni 2010. Sudah saatnya warga Sumba Barat memiliki pemimpin yang memahami rakyatnya, mengerti akan kebutuhan rakyat dan mau berbaur dan bekerja sama dengan rakyat.

Sumba Barat membutuhkan pemimpin yang mendengarkan tangisan rakyatnya dan bukan sebaliknya. Karena itu pilihan paket nomor 5 dan bila rakyat mempercayakan keduanya memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan, daerah itu akan mengalami perubahan yang berarti baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekononi, pertanian, perkebunan, pariwisata dan sebagainya.

Sementara pasangan nomor 8, Dr. Keba Moto dan Gaspar Bili Umbu Wosa yang mendapat kesempatan mengadakan pertemuan terbatas di Desa Beradolu, Kecamatan Loli, sampai pukul 14.30 Wita tidak nampak kegiatannya. Menurut warga setempat, kegiatan kampanye batal terlaksana karena lokasi yang ditentukan terlalu sempit. Mungkin pasangan itu mengadakan pertemuan terbatas di daerah lainnya.

Sedangkan Agustinus Niga Dapawole-Ir.Thimotius Woda Sappu mengadakan pertemuan terbatas di Kampung Hodi, Kecamatan Lamboya Barat, pasangan Umbu S.Samapaty-S.H, M.H-Octavianus Gw.Kole mengadakan pertemuan terbatas di Kampung Gali Wawi di Kecamatan Lamboya, pasangan JP Pandango-Reku Deta mengadakan pertemuan terbatas di Desa Hupu Mada, Kecamatan Wanokaka dan paket D.Tuwa Tobu, S.H-Jonathan Anarato pertemuan terbatas di Kecamatan Loli. (pet)

Pos Kupang 19 Mei 2010 halaman 8

Saatnya Sumbar Dipimpin Perempuan

WAIKABUBAK, PK -- Calon Bupati Sumba Barat, Tuwa Tobu, S.H, bersama pasangannya, Jonathan Anarato, saat berkampanye terbuka di hadapan massa pendukungnya di Stadion Gelora Pada Eweta, Rabu (19/5/2010), mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat memilih calon bupati perempuan untuk memimpin kabupaten itu lima tahun ke depan.

Predikat seorang ibu dengan segudang pengalaman diyakini mampu menakhodahi kabupaten itu lima tahun ke depan.
Di hadapan massa, ia menyampaikan saat ini ada satu pasang calon bupati adalah perempuan, yakni paket Nomor 7. Karena itu pilihlah paket nomor 7 untuk memimpin kabupeten ini lima tahun ke depan.



Dikatakannya, seorang perempuan akan memimpin daerah ini dengan penuh hati dan semua dedikasi serta karya bagi kemajuan Sumba Barat. Sudah saatnya masyarakat Sumba Barat memiliki pemimpin seorang perempuan. Sebab semenjak 52 tahun kabupaten ini berdiri, semua dipimpin kaum pria. Momen Pemilu Kada ini menjadi sangat penting bagi rakyat Sumba Barat secara langsung menentukan hak politik memilih pemimpin lima tahun ke depan dengan memilih paket nomor urut 7 sebagai pemimpin perempuan pertama di daerah ini bahkan di NTT.

Menurutnya, keputusan maju bersama Jonathan Anarato bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan di daerah ini sebagai panggilan mengabdi tanah leluhur. Sebab semenjak meninggalkan Sumba tahun 1968 hampir pasti semua karya dan pengabdian dihabiskan di luar Sumba meskipun dalam hati terbersit keinginan membangun Sumba Barat. Menjadi seorang penegak hukum adalah sebuah tugas dan pekerjaan mulia, tetapi penuh tantangan. Karenanya bila rakyat Sumba Barat mempercayakan keduanya memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan, maka prioritas utama adalah penegakan hukum bidang ketertiban dan keamanan.

Sebab selama ini persoalan keamanan menjadi hal utama yang menghambat pembangunan daerah ini. Bagaimana rakyat bisa hidup nyaman, damai, usaha ekonomi tenang, berdagang lancar tanpa rasa takut, memelihara ternak dan sebagainya kalau pencurian selalu saja terjadi. Karena itu, keduanya bertekad membasmi pencurian di daerah itu agar warga hidup nyaman dan damai.

Sementara ke-7 pasangan lain mengadakan kampanye terbatas, yakni Umbu S.Samapati-Octavianus GW Kole, S.IPem mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Hoba Kala, Kecamatan Lamboya dan pasangan Drs. Julianus Pote Leba, M.Si-Ir.Datu Todu mengadakan pertemuan dengan warga di Kelurahan Weekarou, Kecamatan Loli.

Selanjutnya, pasangan Drs.Agustinus Niga Dapawole-Ir.Thimotius Woda Sappu mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Waihura, Kecamatan Wanokaka, pasangan Jubilate Pieter Pandango, S.Pd,M.Si-Reko Deta, S.IPem mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Malata, Kecamatan Tana Righu dan pasangan Ir.Robert Gana, M.Si-Drs.Ibrahim Kedujawa mengadakan pertemuan dengan warga di Kampung Watukarere dan Rajaka di Kecamatan Lamboya.

Pasangan Kedu Lere, S.H-dr.Soleman D.Poety mengadakan pertemuan dengan warga di Desa Kelembukuni, Kecamatan Kota Waikabubak dan pasangan Dr.Keba Moto- Gaspar Bili Umbu Wosa mengadakan pertemuan di Kelurahan Sobawawi, Kecamatan Loli. (pet)

Pos Kupang 20 Mei 2010 halaman 8

Antimo Perhatikan Keamanan dan Nasib Petani

WAIKABUBAK, PK -- Pasangan Drs. Agustinus Niga Dapawole-Ir.Thimotius Woda Sappu (Antimo) akan memperhatikan masalah keamanan dan nasib petani.
Janji ini dikemukakan di hadapan massa pendukung yang memadati Stadion Gelora Pada Eweta, Jumat (21/5/2010).

Niga meminta seluruh masyarakat Sumba Barat, baik yang hadir di lapangan kampanye maupun yang ada di rumah memenangkan paket Antimo dengan mencoblos nomor urut 3 tanggal 3 Juni 2010.

Paket Antimo adalah paket yang tidak memiliki uang banyak alias miskin, paket Antimo adalah paket yang kaya hati sebagaimana tertanam dalam hati ibu bapak pendukung sekalian. Paket Antimo sadar kehadiran massa pendukung bukan karena iming-iming atau janji sesuatu tetapi murni keikhlasan masyarakat secara langsung mau mendengarkan visi misi paket Antimo yang akan memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan.


Niga menyampaikan program utama paket Antimo adalah meningkatkan keamanan daerah agar seluruh masyarakat Sumba Barat umumnya dan Kota Waikabubak khususnya hidup nyaman, damai, tenang dan tidak takut akan adanya ancaman pencurian yang disertai kekerasan. Harus diakui, situasi keamanan yang kurang kondusif sebagaimana terjadi selama ini menjadi salah satu penghambat perkembangan pembangunan daerah ini.

Masyarakat tidak bisa leluasa mengembangkan usaha seperti membuka kios, memelihara ternak, berusaha tani dan sebagainya karena selalu dihantui perasaan takut dirampok. Karena itu, kata Niga, jika rakyat Sumba Barat mempercayakan paket Antimo memimpin Sumba Barat lima tahun ke depan dengan mencoblos paket nomor 3, maka keamanan daerah ini secara perlahan-lahan pasti aman.

Aksi pencurian sebagaimana terjadi selama ini sesungguhnya harus dipahami dan didalami dengan cermat serta mencari solusi mengatasinya. Terhadap orang-orang yang selama ini mengambil barang milik orang lain tanpa minta izin harus mendapat skala prioritas perhatian pemerintah. Mereka didata, dilakukan pendekatan kekeluargaan dan diberikan peluang usaha. Kepada pihak-pihak yang berpotensi melakukan tindakan itu, perlu difasilitasi modal usaha agar ekonomi tercukupi. Bila sehari-hari sibuk dengan pekerjaan tidak ada lagi warga yang jalan malam.


Selama ini, kata Niga, orang-orang tersebut kurang mendapat perhatian pemerintah. Bahkan mendapat cap negatif sehingga sulit mengendalikan perilaku demikian.

Selain faktor keamanan, perhatian terhadap bidang pertanian, peternakan, kesehatan, pendidikan dan lain menjadi program utama paket ini. Khusus kepada petani kecil, Antimo, akan memberikan bantuan sejauh yang dibutuhkan demi meningkatkan usaha. Selama ini petani mengalami kesulitan modal usaha maka pemerintah akan memfasilitasinya.

Sementara juru kampanye nasional, Manuarar Sirait meminta seluruh masyarakat Sumba Barat memenangkan paket Antimo karena paket Antimo adalah paket yang sederhana, bersih dan siap membantu masyarakat kecil daerah ini. Sedangkan jurkam Herman Hery, menantang rakyat Sumba Barat memenangkan paket Antimo tanggal 3 Juni 2010 mendatang, maka sebagai wakil rakyat NTT akan berusaha memperjuangkan alokasi anggaran air minum bersih Rp 50 miliar.

"Saya tantang masyarakat Sumba Barat memenangkan paket Antimo tanggal 3 Juni 2010 mendatang. Bila menang, saya akan berjuang loloskan anggaran untuk air bersih untuk rakyat Sumba Barat Rp 50 miliar. Pegang janji saya ini. Tagih janji saya ini bila saya datang lagi ke Sumba Barat ini. Tapi, ingat syarat menangkan Antimo," katanya disambut terikan histeris ribuan warga yang memadati lokasi kampanye.

Disaksikan Pos Kupang kampanye dimulai pukul 13.00 Wita. Walaupun demikian sejak pagi massa dari lima kecamatan se-Kabupaten Sumba Barat berbondong-bondong datang ke stadion Gelora Pada Eweta. Usai mendengarkan orasi para jurkam, dan sekitar pukul 14.30 Wita, ribuan massa mengadakan konvoi keliling Kota Waikabubak. (pet)

Pos Kupang 22 Mei 2010 halaman 8

Pote Leba Lanjutkan Perubahan

WAIKABUBAK, PK -- Pasangan incumbent Pemilu Kada Sumba Barat, Julianus Pote Leba-Datu Todu mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat memenangkan mereka untuk memimpin kabupaten itu guna melanjutkan perubahan. Ajakan itu dikemukakan Pote Leba saat berkampanye di Stadion Gelora Pada Eweta, Rabu (26/5/2010).

"Siapa yang bilang tidak ada perubahan di daerah ini? Yang katakan itu itu adalah orang-orang yang berpikiran kerdil dalam berpolitik," tandas Pote Leba.


Selama lima tahun memimpin Sumba Barat, katanya, banyak hal yang telah dibuat untuk kemajuan di Sumba Barat. Perubahan pembangunan fisik seperti pembangunan gedung sekolah, rumah jabatan baru, gedung wakil rakyat baru, perubahan yang dahulu jalan kaki kini banyak tukang ojek, jalan raya baru, banyak kendaraan pribadi milik masyarakat yang tumbuh pesat di daerah ini dan masih banyak perubahan di bidang kehidupan masyarakat lainnya. Hal itu menunjukkan telah terjadi pertumbuhan pembangunan daerah yang setiap tahun mengalami perkembangan pesat berkat kepemimpinannya.

Pote Leba mengajak rakyat memilih pemimpin yang memiliki program kerja yang jelas dan mau melanjutkan apa yang sudah ada, ketimbang pemimpin yang hanya pintar beretorika tanpa program kerja yang jelas.

"Apakah bapa-bapa, mama-mama dan saudara-saudari sekalian yang hadir di sini atau di rumah mau memilih pemimpin yang memiliki program kerja jelas dan tinggal meneruskan pembangunan atau pemimpin yang baru memulai menyusun program alias pemimpin tanpa program?" demikian pertanyaan Pote Leba yang serentak dijawab "ya" oleh ribuan massa yang memadati arena kampanye.

Sementara juru kampanye nasional, Charles Mesang dan juru kampanye tingkat Propinsi NTT yang juga adalah Ketua DPD I Partai Golkar, Ibrahim Agustinus Medah meminta seluruh masyarakat Sumba Barat memenangkan paket Nomor 2, Julianus Pote Leba dan Datu Todu, pada pemungutan suara tanggal 3 Juni 2010 mendatang. Sebab pasangan ini memiliki program kerja jelas dan sudah terbukti. (pet)

Pos Kupang 30 Mei 2009 halaman 10

Ase


DALAM perjalanan di tengah renai hujan Maumere-Ende akhir pekan lalu, wartawan Pos Kupang, Aris Ninu mampir di Ase. Dua bangunan di sana rupanya menggugah dahaga jurnalistiknya.

Sejenak Aris tertegun memandang Kapela St. Martinus warisan mendiang Pastor Thedorus Visser, SVD (terakhir Pastor Paroki Watuneso) yang berdiri kokoh di Ase. Di samping kapela tergolek gedung sekolah reot. Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ase. Usianya lebih dari 50 tahun!

Letak sekolah ini sangat strategis. Persis di tepi jalan trans utama Flores, jalur Maumere-Ende. Hanya sekitar satu setengah kilometer dari gerbang perbatasan antara Kabupaten Ende dan Sikka serta cuma 2 km dari Kantor Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende yang berdiri anggun di ujung lapangan Ae Petu.

Lantai tanah, dinding dari anyaman bambu, meja dan kursi tidak lagi utuh. Begitulah sebagian wajah SDK Ase yang sempat Aris laporkan. Ada empat ruang kelas yang sejatinya tak layak lagi untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM). Dinding dari anyaman bambu telah berlubang di sana-sini. Bukan mustahil di luar jam sekolah ruangan kelas itu berubah fungsi sebagai tempat berteduh kambing, anjing, ayam atau itik dari sengatan panas dan hujan.


Yang luar biasa adalah semangat para guru dan murid. Sekolah ini menampung 46 murid kelas I-IV yang berasal dari kampung terdekat seperti Lia Tola, Watas dan sebagian dari Kampung Jembatan Besi. Hari itu Aris sempat bertemu dua orang guru, Yanti dan Lin namanya. "Kami sungguh merana dan dilupakan, tapi kami tetap semangat mengajar anak-anak," kata Yanti.

***
MERANA dan dilupakan! Diksi yang tepat untuk melukiskan nasib SDK Ase. Bila lokasinya di kampung udik terisolir mungkin bisa dimaklumi. Ase ini bukan daerah terpencil! Ase berada di jantung utama trans Flores yang saban hari dilewati ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua dan empat. Banyak orang termasuk para petinggi daerah pasti pernah lewat di sana. Tapi mata mereka mungkin tak melihat wajah Ase yang pengap dan tak layak disebut sekolah dasar. Dasar pembentukan otak dan hati anak bangsa penerus masa depan. Pendidikan sesungguhnya untuk apa dan siapa?

Ase pastilah tidak sendirian. Ada banyak Ase di beranda Flobamora yang nasibnya sama dan sebangun. Sudah berita basi di kampung besar Nusa Tenggara Timur ini anak-anak belajar di bawah tenda atau rindang pepohonan. Sudah lazim melihat gedung sekolah reot dan bocor di kampung dan dusun. Bahkan di ujung hidung ibu kota propinsi dan kabupaten sekalipun, tuan dan puan tidak sulit menemukan fakta miris semacam itu.

Sarana fisik memang hanya satu sisi dari jagat pendidikan nan luas. Pernahkah kita serius periksa ruang kelas. Apa yang terjadi di sana. Benarkah ada proses belajar-mengajar? Pernah tengok cara guru mengajar dan mendidik? Seperti apa mutu pendidik kita? Bagaimana jerit letih roda kehidupan mereka? Gagal Ujian Nasional (UN) guru dicela, sekolah didamprat! Hai orangtua, masyarakat dan pemerintah, di manakah posisi tuan?

Hari-hari ini ketika hasil UN SMA dan SMP di Flobamora menguras air mata, tak ada yang berani maju menunjuk dada sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Kita kembali mendengar lagu lama, kegagalan itu tanggung jawab bersama. Ini pilihan kata kesayangan orang-orang yang suka lari dari tanggung jawab! Kita memang bangsa kambing hitam. Mudah menunjuk kesalahan orang lain. Tak pernah berani mengakui kelemahan atau kegagalan diri sendiri.

Hasil UN tahun 2010 sungguh melambungkan nama Nusa Tenggara Timur. NTT juara nasional. Juara dari belakang! Hasil itu sekadar menggenapi kenyataan tentang minimnya perhatian terhadap pendidikan.

Beta terkenang orang-orang yang dulu bicara sampai mulut berbuih. Ingat mereka yang berteriak di panggung kampanye sampai kerongkongan lecet tentang sekolah gratis. Berapi-api menyatakan diri pemain terdepan dalam memajukan pendidikan Flobamora. Semua itu ternyata sekadar nubuat kebohongan. Hanya jualan omong-kosong pemanis bibir.

Pendidikan Nusa Tenggara Timur hari ini sungguh menguras air mata. Air mata anak-anak kita, guru dan orangtua bahkan telah terkuras habis. Hanya menyisakan ratapan dalam diam.

Para wakil rakyat yang terhormat, luar biasa perasaan tuan dan puan. Kok masih bisa tertawa di ruang berpendingin udara. Duduk tenang di gedung megah bernama Dewan Perwakilan Rakyat!

Beta sendiri bersyukur hasil UN tahun ini menempatkan NTT di posisi terbuntut dari 33 propinsi di tanah air. Beta bersyukur karena itulah wajah polos Flobamora. Memang begitu kok! Mau berkelit apa lagi? Mestinya kita bangkit kalau masih punya rasa malu. Celaka sembilan belas bila rasa malu pun sudah tak ada lagi di beranda Flobamora! Pendidikan, untuk apa dan siapa? (dionbata@gmail.com)

Pos Kupang edisi Senin, 10 Mei 2010 halaman 1

Ruwaida


DI ruang pemeriksaan kesehatan pasangan suami itu tidak bertegur sapa. Mereka seolah orang asing satu sama lain. Istri membuang muka ketika berpapasan dengan suami. Demikian pula sebaliknya. Pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) telah menempatkan mereka dalam posisi berseberangan. Mereka berperang!

Peristiwa unik ini terjadi di RS Aloei Saboe, Kota Gorontalo 15 April 2010. Pasangan suami istri itu adalah Ruwaida Mile dan Ismet Mile. Keduanya merupakan Calon Bupati Kabupaten Bone Bolango, Propinsi Gorontalo dari partai berbeda. Ruwaida yang menjabat Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) maju berpasangan dengan bupati Haris Hadju. Sedangkan Ismet yang menjabat Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) menggandeng Ibrahim Dau.


Bersama enam pasangan calon lainnya, hari itu Ruwaida dan Ismet menjalani tes kesehatan yang melelahkan selama lima jam di RS Aloei Saboe. Ismet merupakan bupati yang sedang menjabat (incumbent) dan berusaha kembali memimpin untuk periode kedua (Kompas, 19 April 2010 halaman 2).

Ketidakharmonisan rumah tangga ikut membumbui pemilu kada di Bone Bolango yang menempatkan Ismet dan Ruwaida sebagai `musuh'. Awalnya Ruwaida mendukung suaminya maju lagi. Saat deklarasi Ismet tiga bulan lalu, Ruwaida ikut naik panggung kampanye. Tapi sikap Ismet membuat Ruwaida berubah pikiran. Dia sakit hati karena Ismet tiba-tiba "mencopot" jabatan Ketua Tim Penggerak PKK yang diembannya. Jabatan itu diserahkan Ismet kepada istri kedua, Yayuk. Ismet pun menarik mobil Kijang Innova yang selama ini dipakai Ruwaida. Wah?

"Menjadi bupati kan tidak harus ada izin suami. Ini berbeda kalau suami kawin lagi, ya harus ada izin istri," kata Ruwaida. Ketika Ismet menikahi Yayuk sebagai istri kedua, Ruwaida tidak keberatan. Kini saatnya Ismet harus berbesar hati merelakan sang istri menjadi 'lawan tandingnya' di pemilu kada Bone Bolango 5 Juli nanti. "Itulah demokrasi, tak ada yang bisa melarang," kata Ismet.

Lain Bone Bolango lain pula di Kediri, Jawa Timur. Di Kediri, Bupati Sutrisno telah memimpin dua periode. Sesuai ketentuan UU tak ada kesempatan lagi baginya untuk maju. Sutrisno tak hilang akal. Dia mendorong kedua istrinya bertarung sebagai calon bupati guna meneruskan 'dinasti' keluarga. Gayung pun bersambut.

Istri pertama, Haryanti maju ke arena pemilu kada lewat pintu Partai Golkar, PKNU, PDIP dan PPP. Sedangkan Nurlaila, istri kedua Sutrisno, diusung koalisasi PAN, Gerindra, PDP, Patriot, PKPI dan PPRN. Sekarang Haryanti dan Nurlaila sedang getol berkampanye ke seluruh pelosok Kediri. Keduanya memiliki massa pendukung hampir sama banyak. Istri bupati cakar-cakaran di arena pemilu. Seru!

Istri bupati atau istri gubernur mencalonkan diri -- setelah suami mereka habis masa jabatan -- rupanya sedang jadi trend pemilu kada tahun 2010. Beberapa di antaranya bisa beta sebut di sini. Martiani Setyaningtyas (istri Sujud Pribadi, Bupati Malang), Sri Surya Widati (istri Idham Sumawi, bupati Bantul, DIY), Titik Suprapti (istri Bambang Riyanto, bupati Sukoharjo, Jawa Tengah), Anna Sophiana (istri Irianto MS Syafruddin, bupati Indramayu, Jawa Barat), Adlina T Milwan (istri T Milwan, bupati Labuan Batu, Sumatera Utara) dan Aida Zulaikha Nasution Ismeth (istri Ismeth Abdullah, gubernur Kepulauan Riau). Di Indramayu, Anna Sophiana bahkan akan bertarung dengan putranya sendiri, Daniel Mutaqien.

Begitulah tuan dan puan. Kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat Indonesia yang dimulai sejak tahun 2005 akan berkembang seperti sekarang. Kalau di masa lalu jabatan kepala daerah seolah menjadi hak istimewa para birokrat, sekarang siapa pun bisa mencalonkan diri. Kapasitas dan kapabilitas seseorang menjadi nomor sekian, bukan syarat utama. Asal ada pintu masuk lewat partai politik yang notabene sangat dekat dengan kekuatan duit, siapa pun berpeluang menjadi calon bupati dan wakil bupati. Jadi tidak mengherankan bila istri, anak, kakak, adik, paman dan bibi ramai- ramai melamar menjadi calon pemimpin di suatu daerah.

Apakah fakta semacam itu tidak berlaku di beranda Flobamora? Jangan salah bung! Panggung pemilu kada di Nusa Tenggara Timur juga menebarkan aroma politik dinasti. Mereka yang sedang memegang kemudi kekuasaan atau pernah berkuasa sangat gigih mempertahankan rezim keluarga.

Ada delapan daerah di NTT yang tahun 2010 ini akan melaksanakan pemilu kada. Beta yakin tuan dan puan mudah sekali menemukan fenomena politik keluarga. Memang belum seheboh Bone Bolango, Kediri, Riau atau Indramayu. Tapi pertarungan sesama anggota keluarga cukup terang benderang di Flobamora.

Di Manggarai, misalnya, sulit memungkiri adanya perseteruan diam-diam di antara para calon yang memiliki hubungan kekerabatan sangat dekat. Mereka berasal dari kampung, desa, kecamatan bahkan rumpun keluarga yang sama. 

Pokoknya demi menguber kursi kekuasaan, teman terpaksa makan teman, keluarga bentrok dengan keluarga sendiri! Untuk sementara lupakan dulu hubungan kenyadu (ipar), kakak adik, bapa besar atau bapa kecil, om, keponakan, bibi dan lainnya. Beta bayangkan konstituen dibikin pening dan bingung saat memilih. Pilih om, kakak, adik atau bibi? Jangan-jangan suara mereka hangus karena coblos semua famili.Semoga tidak. Dalam pemilu satu suara itu mahal harganya.

Omong-omong soal Ruwaida, eh.. maksudku pemilu kada, ada yang mencolok mata di Kota Kupang. Meski momentum pemilu kada masih sangat lama, kasak-kusuk calon sudah berembus kencang. Banyak sudah yang ambil ancang-ancang. Cobalah tengok beberapa lokasi di Kota KASIH, sudah ada yang berani mengumumkan kepada publik Kota Kasih sebagai calon "wali" masa depan.

Tidak boleh? Oh... silakan saja kawan. Itu hak asasi. Itu hak politik yang dilindungi Undang Undang negara ini. Malah beta nantikan Ruwaida Flobamora yang berani menantang suami sendiri. Hehehe... Lebih bagus lagi kalau bukan cuma istri bupati atau walikota di sini yang mau tawarkan diri sebagai calon. Perempuan Flobamora naiklah ke panggung demokrasi. Tak perlu takut, mengapa malu? Bertahun-tahun dipimpin laki-laki, wajah NTT ya begini-begini saja. Gizi buruk meradang tahunan. Krisis pangan menggelepar tak habis-habisnya. Maaf o..! (dionbata@gmail.com)

Pos Kupang edisi Senin, 3 Mei 2010 halaman 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes