Propinsi Para Koruptor

KOTA Kupang Sumbang 110 Kasus, Kabupaten Alor 53 Kasus. Kabupaten lainnya tidak ketinggalan menyumbang kasus korupsi. Sampai bulan Juni 2008, tercatat 380 kasus dugaan korupsi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Inilah wajah Flobamora: "Propinsi Para Koruptor".

Berita berikut ini menjelaskan sedikit mengenai kenyataan di Kampung Besar Flobamora....

KUPANG, PK -- Sampai dengan Juni 2008, ada 380 dugaan korupsi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilaporkan berbagai elemen masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Sebagian besarnya, yakni 377 laporan sudah ditelaah KPK dan hanya tiga laporan yang belum ditelaah.

Data ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto di Kupang, saat menjadi pembicara dalam workshop dengan tema "Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi" di aula Hotel Kristal, Rabu (9/7/2008). Workshop dilakukan atas kerja sama Indonesian Corruption Watch (ICW) dan KPK.

Menurut Rianto, laporan paling banyak menyangkut dugaan korupsi di Kota Kupang yaitu sebanyak 110 laporan kasus korupsi. Sedangkan paling kecil adalah dari Sumba Timur, yakni hanya satu kasus. Dari Kabupaten Alor ada 53 kasus korupsi yang dilaporkan.

Dari 380 laporan tersebut, jelasnya, sampai posisi 30 Juni 2008 KPK sudah menelaah 377 laporan. Laporan-laporan yang sudah ditelaah KPK itu, katanya, akan dikirim kepada aparat penegak hukum di NTT untuk ditindaklanjuti.

"Kasus korupsi yang dilaporkan ke KPK ini dibagi dalam empat kategori yakni pertama, laporan tentang dugaan korupsi yang tidak ditindaklanjuti pemerintah ke penegak hukum karena menilai tidak ada indikasi korupsi. Kedua, dugaan korupsi yang sudah dilaporkan kepada penegak hukum tetapi proses penyelidikan tidak berjalan. Ketiga adalah dugaan korupsi yang indikasi korupsinya masih remang- remang dan keempat adalah dugaan korupsi yang sudah jelas indikasi korupsinya dan tinggal ditindaklanjuti pihak KPK," jelas Rianto.

Dia mengatakan, sampai saat ini KPK memang belum turun langsung menangani proses hukum kasus korupsi di NTT tetapi tinggal menunggu waktunya saja. "Suatu saat KPK pasti datang ke wilayah NTT untuk menangani kasus korupsi yang ada di propinsi ini," katanya.

Dalam warkshop yang dihadiri para aktivis LSM di Kota Kupang ini, Rianto menjelaskan tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam memberi laporan mengenai adanya kasus dugaan korupsi kepada KPK. Sebab, katanya, masyarakat bisa mendeteksi dan mencegah tindakan korupsi di wilayah masing-masing.

Selain Rianto, Workshop itu juga menampilkan pembicara dari ICW, Adnan Topan Husodo.
Dagang Perkara
Dari Jakarta dilaporkan, Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan tidak akan segan-segan memberhentikan jaksa yang memperdagangkan perkara.

"Saya akan menindak tegas, dengan tidak segan-segan mencopot baik sebagai anggota tim satuan khusus maupun sebagai jaksa. Dan bila perlu memberhentikan dari PNS," katanya dalam acara Pembekalan Anggota Satuan Khusus Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta, Rabu (9/7/2008).

Ia mengatakan dirinya tidak ingin mendengar lagi ada oknum jaksa
melakukan perbuatan indisipliner, memperdagangkan perkara, atau merusak kredibilitas dan citra kejaksaan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, BD Nainggolan menyatakan, pembekalan anggota Satuan Khusus Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi dilaksanakan dua hari, 9-10 Juli 2008.

"Pembekalan itu diikuti oleh 55 orang dari satuan khusus, 32 orang jaksa pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, dan 43 orang pejabat struktural dari Kejagung dan Kejati DKI Jakarta," katanya.
Ia menjelaskan pembekalan dimaksudkan untuk memberikan pencerahan, menambah wawasan dan pemahaman tentang tipologi tindak pidana korupsi.

Pemahaman tentang Tipologi Tindak Pidana Korupsi itu terutama terkait yang terjadi pada sektor perbankan, lembaga keuangan non bank seperti dalam bursa efek. Kemudian, dalam pengadaan barang dan jasa, proyek-proyek pembangunan fisik, gratifikasi/suap dan pencucian uang serta hal yang terkait dengan pelayanan publik dan proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak. (mar/ant)

Pos Kupang edisi Kamis, 10 Juli 2008, halaman 1

Bosan Hidup

Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."

Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus.
Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.
Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah.
Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam
hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"
"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang ke rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!
Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.
Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu.
"Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.

Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur.
Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. "Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?"
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut.
Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.
Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua.
Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air..
Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.
Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup?
bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?
tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati.

(Kiriman M.A Maliki, mentorku dari LAN

PON

TEPUK tangan membahana di Lantai I Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jl. El Tari - Kupang Selasa pagi itu, 1 Juli 2008. Aplaus meriah lebih dari sekali. Banyak senyum dan tawa di wajah. Rangkulan dan jabat tangan erat. Dua figur familiar dalam enam bulan terakhir didaulat pose bersama oleh para wartawan sambil berangkulan.

Ini sekilas cuplikan suasana pelepasan Kontingan NTT yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008 di Kalimatan Timur (Kaltim). Kontingen NTT berkekuatan 47 atlet dan 20 pelatih/ofisial akan bertanding di tujuh cabang olahraga yakni kempo, tinju, atletik, pencaksilat, taekwondo, sepaktakraw dan bermotor. Ketika tuan dan puan membaca tulisan ini, sebagian atlet kita sedang bertanding di berbagai kota Kaltim mulai dari Tenggarong, Bontang, Samarinda, Balikpapan hingga Tarakan. Mereka memeras keringat, mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik demi keharuman nama Flobamora.

Tepuk tangan meriah 1 Juli itu karena beberapa alasan. Yang paling menggairahkan adalah janji Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya ketika melepas secara resmi keberangkatan Kontingen NTT. Wagub mengumumkan bahwa Pemerintah Propinsi (Pemprop) dan KONI NTT akan memberikan bonus senilai Rp 50 juta untuk setiap medali emas yang diraih atlet. Medali perak dihargai Rp 35 juta dan Rp 20 juta untuk medali perunggu.

"Untuk memotivasi para atlet pemerintah harus memberikan sedikit rangsangan. Tapi bonus ini bukan tujuan utama. Yang utama bagi adik-adik adalah meraih prestasi yang paling tinggi. Bonus ini bukan berarti membebani saudara dengan target berapa medali yang harus diraih. Tapi apa yang diberikan ini harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dengan memberikan prestasi terbaik bagi mereka," kata Lebu Raya kala itu.

Menyebut bonus dengan jumlah pasti merupakan tradisi baru pemerintah daerah ini. Pada waktu yang lalu, pemerintah juga menjanjikan bonus namun tidak secara terang-terangan menyebut angka. Rupanya zaman berubah dan tradisi baru sedang ditumbuhkan. Suatu langkah positif dalam mendorong semangat juang para atlet. Sisi menarik lainnya adalah jumlah bonus -- yang tentunya bersumber dari APBD NTT itu -- rasanya terbesar dalam sejarah keikutsertaan NTT di arena pesta olahraga di Tanah Air.

Di PON 2008, NTT tidak menetapkan target yang muluk-muluk. NTT tahu diri dengan keterbatasan. Jika dilukiskan sebagai target, maka hal itu tertangkap lewat pernyataan Ketua Harian KONI, Ir. Esthon Foenay, M.Si. Menurut Esthon, atlet NTT hendaknya bisa mempertahankan perolehan medali PON 2004 di Palembang.
Empat tahun lalu NTT merebut delapan medali emas, empat medali perak, empat perunggu dan berada di posisi ke-17 dari 32 propinsi peserta PON.

Bonus bukan tujuan utama seperti kata Frans Lebu Raya yang juga Wakil Ketua Umum I KONI Propinsi NTT. Namun, janji tersebut setidaknya menjadi pelecut semangat bertanding para atlet Flobamora dan harus ditepati pada waktunya.
 

Toh mempertahankan prestasi PON 2004 bukan perkara mudah. Sebagian atlet andalan NTT yang empat tahun lalu menyumbang medali, sekarang sudah membela propinsi lain. Sebut misalnya pelari kenamaan NTT, Oliva Sadi dan Ferry Subnafeu. Mereka pindah ke Propinsi Kaltim yang kini menjadi tuan rumah PON karena nasibnya tidak diperhatikan di kampung sendiri. Jika dilitanikan, masih banyak nama atlet NTT yang tahun ini membela panji daerah lain. Mereka umumnya pindah karena ingin meraih masa depan lebih baik.

Empat tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, janji paling sering dilontarkan para pejabat adalah memprioritaskan atlet berprestasi NTT pada saat penerimaan CPNSD. Janji ternyata tinggal janji. Pada saat penerimaan CPNSD, putra-putri terbaik yang telah mengharumkan nama Flobamora tidak diakomodir. Banyak alasan diungkap dan dibeberkan panjang lebar. Kita cuma menarik satu kesimpulan, alasan mereka yang kuat kuasa itu sekadar basa-basi dan membela diri -- untuk tidak menyebutnya sebagai pembohong!

Rumah besar Flobamora baru saja menggelar pesta demokrasi memilih pemimpin secara langsung oleh rakyat. Pemimpin NTT pun sudah terpilih. Harapan Anda dan beta mungkin simpel saja seperti ini. Duet Fren (Frans Lebu Raya-Esthon Foenay) yang selama kampanye Pilgub 2008 disebut sebagai pasangan muda-energik, paham dan dekat dengan masyarakat olahraga NTT -- kiranya tidak mengulang kekeliruan masa lalu. Memperhatikan dengan sungguh-sungguh nasib atlet merupakan salah satu pekerjaan rumah pemimpin NTT yang baru. Kepada atlet NTT yang sedang berlaga di PON 2008, beta ucapkan selamat berjuang. Kibarkan Panji Flobamora di bumi Borneo, Kalimantan! *(email: dionbata@poskupang.co.id)

Beranda Kita Pos Kupang edisi Senin, 7 Juli 2008, halaman 1

Ayin

SEANDAINYA hari ini ada kontes memilih perempuan Indonesia terpopuler, maka pilihan beta akan jatuh pada Artalytha Suryani alias Ayin. Dia wanita cantik, matang, kaya dan terkenal. Sejak 2 Maret 2008, namanya menghiasi media massa cetak dan elektronik. Tak putus-putusnya. Tiada hari tanpa Ayin.

Ayin memang sudah tercatat dalam buku sejarah hukum Republik Indonesia. Dia akan dikenang selalu. Mewariskan sesuatu bagi negeri ini sejak Jaksa Urip Tri Gunawan ditangkap aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumahnya 2 Maret 2008. Urip dibekuk setelah menerima uang Rp 6 miliar dari Ayin. Posisi hukum Ayin adalah terdakwa penyuapan terhadap Urip. Proses persidangan masih bergulir.

Hebohnya belum berakhir. Dari hari ke hari, Ayin menguak banyak tabir misteri. Misteri yang membuat gedung bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta bergetar dan merinding. Tak perlu menjelaskan panjang lebar tentang inti cerita. Indonesia sudah tahu dan maklum. Betapa hukum bisa diperjualbelikan. Ujung- Ujungnya Duit. Betapa Panggung Sandiwara penegakan hukum negeri tercinta tak cuma judul lagu karya Ian Antono-Taufik Ismail yang dipopulerkan Ahmad Albar. Melalui Ayin kabar-kabur berpuluh tahun tentang mafia peradilan, tentang aparat penegak hukum yang bisa "dibeli" kini sungguh nyata dan terang-benderang.

Kisah Ayin di pengadilan "menelan korban". Korban positif untuk menegakkan martabat institusi kejaksaan. Jaksa Agung berani membersihkan rumah sendiri mulai dari langit-langit. Setelah Kemas Yahya Rahman dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) gara-gara anak buahnya Urip menerima suap 660.000 dolar AS dari Ayin, pada tanggal 26 Juni 2008 Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara (Jamdatun), Untung Udji Santoso dicopot dari jabatannya oleh Jaksa Agung, Hendarman Supanji. Kabar terbaru menyebutkan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Wisnu Subroto yang namanya disebut-sebut dalam percakapan Untung-Ayin dalam "skenario penyelamatan Ayin" oleh Kejagung -- juga mundur.

Ayin laksana virus yang cepat menyebar lewat udara. Ayin menghentak kesadaran. Melecut aksi nyata. Sejak penangkapan Urip, kinerja kejaksaan dalam menangani kasus korupsi jauh lebih baik. Tak sedikit kepala kejaksaan negeri, kepala kejaksaan tinggi dicopot dari jabatannya karena kinerja buruk -- sesuatu yang langka di masa lalu.

"Virus Ayin" agaknya merembet juga ke rumah Flobamora. Di kampung besar kita, penyidik kejaksaan telah berani menahan tersangka korupsi, kendati masih kecil- kecilan. Beberapa contoh bisa disebut. 11 Juni 2008: aparat Kejaksaan Negeri SoE menahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Drs. Marthen Nenabu, M.Pd. Nenabu ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi rehabilitasi situs bersejarah Sonaf Ajobaki senilai Rp 325 juta.

23 Juni 2008: penyidik Kejari Bajawa menahan mantan Kepala Desa Lanamai, Marianus Amalo karena diduga menjual beras untuk rakyat miskin (Raskin) di Desa Lanamai, Kecamatan Riung Barat tahun 2006-2007 kepada seorang pengusaha di Bajawa. Perbuatan Amalo dalam tiga kasus tindak pidana korupsi merugikan negara Rp 82.206.680. Sebelumnya, Kejari Bajawa menangkap Roberth M.Say, tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan pembangunan SMK Sanjaya-Bajawa 2001-2007.

24 Juni 2008: Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT menahan Yeni Amelia, tersangka kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas (SPPD) fiktif tahun 2007 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT. Itu contoh keseriusan aparat kejaksaan. Semakin banyak penahanan tersangka korupsi semakin baik. Kerinduan kita adalah menahan tanpa pandang bulu. Kakap dan teri sama manusia. Jangan kakap bebas- merdeka.

Besok, 1 Juli 2008, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan merayakan hari Ulang Tahun (HUT) ke-62. Terbayang di mata, polisi di kampung Flobamora memiliki keberanian yang sama seperti aparat kejaksaan yang kini giat menangkap dan rajin menahan. Khususnya kasus tindak pidana korupsi.

Polri tak harus menunggu tokoh semacam Ayin baru bergerak. Berani tahan dan proses hukum secepatnya termasuk "saudara sendiri" semisal kasus dugaan pemalsuan dokumen pembelian mobil di Sumba Timur dan Kupang yang sampai detik ini belum tahu ending-nya seperti apa. Polisi membersihkan rumah sendiri. Mungkin ini kado istimewa HUT ke-62. Dirgayahu Polri. Terima kasih Ayin! (email: dionbata@yahoo.com)

Beranda Kita Pos Kupang edisi Senin, 30 Juni 2008, halaman 1

Jerman adalah Jerman

Catatan sepakbola Dion DB Putra

MENARIK nian pernyataan Pelatih Spanyol, Luis Aragones menjelang pertandingan final Piala Eropa 2008 melawan Jerman. "Kami berhak juara, tetapi Jerman adalah Jerman. Mereka punya mental juara menghadapi siapa saja. Kami harus lebih beringas. Secara fisik Jerman lebih kuat. Kami perlu bermain dengan langkah yang cermat agar lawan kelelahan sendiri."

Apakah dengan mengatakan begitu Aragones gentar menghadapi Jerman? Jangan salah. Aragones adalah kesatria Catalan yang jujur. Ia tidak menutup mata terhadap rekam jejak Der Panzer. Juara Piala Dunia tiga kali, juara Eropa tiga kali dan lima kali masuk final Euro. Jerman yang tahun ini berada di final Piala Eropa keenam menyimpan rekor yang tidak dimiliki tim lain di Eropa. Untuk level Piala Dunia, rekor Jerman cuma kalah tipis dari Brasil dan Italia.

Jerman adalah Jerman merupakan sebuah pengakuan. Di level klub, apa artinya Bundesliga dibanding La Liga Primera? Prestasi tim-tim Bundesliga Jerman kurang gemerlap dibandingkan klub Spanyol di kompetisi Eropa. Liga Spanyol merupakan surga bagi para pemain bintang seluruh dunia. Bundesliga lebih bermaterikan pemain lokal dan bintang kelas dua. Namun, jangan tanya kalau Jerman sudah mengenakan kostum tim nasional. Mental bertanding dan kekuatan fisik mampu menutup kelemahan teknis. Jerman hampir selalu menuai hasil terbaik dalam kompetisi antarnegara.

Pertandingan final Minggu malam atau Senin (30/6/2009) dinihari Wita di Stadion Ernst Happel-Vienna kembali menguji daya tahan Jerman. Malam pembuktian siapa akan menjadi Raja Eropa 2008. Dan, Aragones telah memberi sinyal jelas bagi Pelatih Jerman, Joachim Loew. "Kami harus lebih beringas. Kami perlu bermain dengan langkah yang cermat agar lawan kelelahan sendiri."

Membuat lawan kelelahan sendiri merupakan filosofi pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol yang disebut matador (pembunuh). Manusia yang disebut torero bermodalkan muleta, sepotong kain merah sebagai tameng. Kain itu dikibar-kibarkan torero guna memancing amarah banteng serta mengalihkan perhatiannya. Banteng seruduk ke sana-sini. Menerjang sekuat mungkin. Si matador cukup mengatur langkah dengan cermat. Gesit menghindar, cerdik memutar. Meliuk-liuk di lapangan. Lama kelamaan banteng beringas kehabisan stamina. Matador tinggal mengakhiri hidupnya. Selesailah sudah!

Pasukan Beruang Merah yang gagah perkasa merupakan korban paling akhir. Korban ke-21 tim Aragones secara beruntun. Realita itu diakui Pelatih Rusia, Guus Hiddink. "Mereka punya senjata yang membuat para pemain kami kelelahan. Kami tak sanggup bangkit pada babak kedua," kata Hiddink usai timnya dipermalukan Spanyol 3-0 di semifinal.

***

BERMAIN dengan cermat kiranya kembali menjadi pilihan Spanyol menghadapi badai staying power Jerman malam ini. Aragones mungkin tidak mengutak-atik the winning team yang terdiri dari Iker Casillas, Sergio Ramos, Carles Puyol, Carlos Marchena, Joan Capdevilla, Marcos Senna, Andres Iniesta, Xavi, David Silva, David Villa dan Fernando Torres. Jika David Villa belum fit akibat cedera saat melawan Rusia di semifinal, hampir pasti Cesc Fabregas menjadi starter. Fabregas akan berkolaborasi dengan Xavi Hernandez sebagai pengatur serangan sekaligus motor Spanyol guna mengimbangi kuartet gelandang Jerman di bawah komando Michael Ballack. Formasi Aragones adalah 4-5-1 atau 4-4-1-1.

Kedua tim mungkin memilih formasi yang sama yaitu cuma memasang striker tunggal. Itu berarti Joachim Loew mengulang taktik melawan Turki di semifinal. Waktu itu, Loew tidak memakai dua striker murni seperti biasa melalui Miroslav Klose dan Mario Gomez. Klose sendiri diapit dua sayap lincah Lukas Podolski di kiri dan Bastian Schweinsteiger di kanan.

Loew sangat berharap kontribusi kedua pemain tersebut dalam membongkar pertahanan Spanyol sekaligus memberi umpan terukur kepada Klose. Jika Podolski dan Schweinsteiger dijegal, Philip Lahm, Torsten Frings dan Ballack bisa menjadi ancaman dari lini kedua. Frings agaknya masuk sejak menit awal guna melapis Ballack. Tanpa Frings, Ballack kehilangan tandem ideal di lapangan tengah. Saat melawan Turki, masuknya Frings sebagai pemain pengganti mengubah irama permainan Jerman.

Aragones akan memberi tugas khusus kepada Carlos Marchena dan Marcos Senna mengawal Podolski. Sergio Ramos akan adu kuat dengan Bastian Schweinsteiger. Calos Puyol berhadapan satu satu dengan Klose. Untuk mematikan bola-bola atas, Puyol dibantu Ramos dan Senna. Tugas Xavi dan Fabregas mengawal Ballack agar tidak terlalu mengacam gawang Iker Casillas.

Aragones kiranya membangun "tembok Berlin" di area 16 meter karena Jerman piawai melepaskan tembakan gledek jarak jauh. Kesalahan sedapat mungkin minim di kawasan itu karena akan menguntungkan Jerman melepaskan bola mati terukur. Tapi Spanyol beruntung memiliki kapten sekaligus kiper sekaliber Casillas. Tatapan matanya menakutkan lawan.

Di kubu Jerman, perhatian mereka akan tertuju pada Xavi, Fabregas dan Torres. Tugas itu akan dimainkan dua pilar terakhir, Christoph Metzelder dan Per Mestesacker. Keduanya dibantu Arne Friedrich dan Frings. Christoph Metzelder adalah kawan akrab Casillas dan Sergio Ramos di klub Real Madrid. Demi kehormatan bangsa, pertemanan tentu diabaikan sejenak. Jika Tores atau Villa diganjal, Jerman harus cepat menghentikan David Silla, Xavi atau Ramos yang biasanya muncul tiba-tiba di kotak penalti. Sedemikian jauh, Torres sering menjadi pelayan bagi gelandang serang Spanyol untuk menghasilkan gol. Kunci permainan Jerman vs Spanyol akhirnya terletak di lapangan tengah. Ballack bentrok dengan Xavi atau Fabregas.

Materi pemain kedua tim sama bagus. Soliditas tim pun sudah teruji. Jerman pernah kalah dan menang. Spanyol menang terus. Rasa percaya diri sedang di ubun-ubun. Tidak dapat mengatakan salah satu finalis lebih diunggulkan dan yang lain underdog. Inilah final ideal. Pemenang tergantung daya tahan dan konsentrasi selama 90 menit. Semoga tidak terjadi antiklimaks sehingga pertandingan berakhir dalam waktu normal seperti final 2004 antara Yunani vs Portugal.

Campeone! Buku sejarah Eropa akan menulis sang juara malam ini. Spanyol menebus kerinduan 44 tahun atau Jerman menambah koleksi keempat setelah 1972, 1980 dan 1996.

Menurut penyair Ludwig Harig, bola adalah seni yang dihasilkan oleh kaki, karena itu di dalamnya juga tersimpan inspirasi dan misteri. Sudah pasti bola adalah seni dan sumber inspirasi yang tak pernah habis diulas dan ditulis. Dikuras tak pernah berkurang pesonanya. Tapi siapa juara Eropa 2008, masih sebuah misteri. Jadi, sebaiknya Anda menonton akhir fiesta Austria-Swiss 2008. Menanti sampai wasit asal Italia, Roberto Rosetti (40) meniup peluit panjang. **

Pos Kupang edisi Minggu, 29 Juni 2008 halaman 1

Espana 24

Catatan sepakbola Dion DB Putra

USAI sudah petualangan Guus Hiddink. Rusia berhenti sampai di sini. Semifinal Piala Eropa 2008. Semangat juang, permainan impresif dan lugas Rusia belum cukup mengantar Guus ke puncak sekaligus menambah rekor baru. Hiddink cuma mengulang prestasi yang pernah diraihnya sepuluh tahun lalu.

Guntur tak henti-hentinya menggelar di langit Ernst Happel- Vienna Kamis (26/6/2008) malam atau Jumat (27/6/2008) dinihari Wita. Kilatan petir menyertai hujan. Hiddink terdiam pada akhir duel. Skor 3-0 bagi Matador. Luis Arogones ceria.

Rusia vs Spanyol part II ternyata tidak jauh beda atmosfirnya dengan pertemuan pertama di Tivoli Neu. Pertanyaan yang tentu mengganggu penggemar bola adalah mengapa pasukan Hiddink tampil tak segarang menghadapi Belanda?

Setelah babak pertama berakhir 0-0 baru terkuak rahasia Rusia. Tim Hiddink tak sanggup melupakan trauma 1-4 di Tivoli 10 Juni lalu dan rekor pertemuan dimana Rusia belum pernah menang atas Spanyol di turnamen besar. Sebelum laga 26 Juni 2008, Spanyol vs Rusia sudah bertemu empat kali dengan tiga kemenangan bagi Spanyol dan sekali seri.

Hiddink sempat berkibar atas keperkasaan Rusia selama Euro 2008 termasuk menistakan tim negaranya Belanda 3-1. Tapi kali ini dia harus mengakui Aragones. Setelah wasit asal Belgia, Frank De Bleeckere membuka kick-off, Rusia mengawali duel dengan formasi kesukaan Hiddink 4-4-1-1 yang disambut Aragones 4-4-2. Hiddink terlihat enjoy karena playmaker Andrei Arshavin yang merupakan inspirator dan kekuatan tim Beruang Merah kembali merumput. Arshavin-lah yang menerjemahkan taktik Hiddink di lapangan.

Kedua tim turunkan formasi awal terbaik. Rusia: Igor Akinfeyev, Alexander Anyukov, Vasily Berezutsky, Sergei Ignashevich, Yuri Zhirkov, Konstantin Zyryanov, Sergei Semak, Igor Semshov, Ivan Saenko, Andrei Arshavin dan Roman Pavlyuchenko. Spanyol: Iker Casillas, Sergio Ramos, Carles Puyol, Carlos Marchena, Joan Capdevila, Marcos Senna, Andres Iniesta, Xavi, David Silva, David Villa, Fernando Torres.

Aragones menyadari roh kesebelasan Rusia adalah Arshavin. Maka tugas khusus Carlos Marchena dan Marcos Senna adalah mematikan Arshavin. Sepanjang 90 menit, gelandang Zenit St. Petersburg yang bulan lalu meraih tropi Piala UEFA itu jarang mengganggu gawang Casillas. Matinya Arshavin berimbas pada striker jangkung Roman Pavlyuchenko. Pavlyuchenko yang selalu ditempel Carles Puyol tidak berdaya karena jarang mendapat bola matang dari Arshavin.

Bek kanan Spanyol, Sergio Ramos juga sukses mengunci gerak maju bek kiri Rusia, Zhirkov. Zhirkov yang tampil hidup dalam tiga pertandingan terakhir, frustrasi menghadapi Ramos. Trio Zhirkov-Arshavin-Pavlyuchenko tidak mampu mengembangkan permainan. Hampir semua serangan Rusia kandas di lini tengah.


Pada menit ke-31 David Villa mengalami cedera. Menit ke-35 Aragones memasukkan Cesc Fabregas. Cukup mengejutkan karena Villa sebagai striker justru diganti gelandang. Biasanya Fabregas mengganti playmaker utama Spanyol, Xavi Hernandez. Aragones rupanya mencoba kiat baru. Membiarkan Torres sebagai striker tunggal. Fabregas, gelandang muda Arsenal itu diberi kebebasan berkreasi di lini tengah bersama Xavi. Jadilah Spanyol memainkan 4-2-3-1 dengan dua playmaker, Xavi-Fabregas. Duet yang ganas-mematikan. Kerja sama Fabregas dan Xavi melahirkan tiga gol beruntun lewat Xavi menit ke-50, Daniel Guiza (73) dan David Silva (82).

Sejak Villa cedera dan Fabregas masuk, tugas Fernando Torres adalah membuka ruang bagi Fabregas dan Xavi muncul tiba-tiba dari second line. Gol pertama Spanyol adalah bukti kejelian Xavi memanfaatkan ruang kosong. Xavi berlari secepat kilat ke depan gawang Igor Akinfeev untuk menuntaskan umpan Iniesta. Gol kedua dan ketiga juga lahir dari kreasi Fabregas.

Aragones memang memiliki stok pemain yang sama bagus di setiap posisi. Beda dengan stok Rusia yang pas-pasan dan kurang pengalaman. Di babak kedua, Hiddink memainkan dua tenaga baru. Igor Semshov diganti Diniyar Bilyaletdinov dan Dmitry Sychev menggantikan Saenko. Tapi pergantian itu tidak mampu mengangkat moral bertanding Rusia.

Rusia benar-benar kedodoran menghadapi Spanyol yang bertarung laksana Matador. Tak kenal lelah berlari selama satu setengah jam. Fisik mereka begitu kuat meski bertanding di bawah guyuran hujan dan lapangan licin. Kemenangan atas Rusia menambah rekor Aragones menjadi 21 kemenangan beruntun. Prestasi istimewa Pak Tua yang wajah dan pembawaannya lebih mirip pastor itu. Lolos ke final adalah harga yang pantas bagi Spanyol dan pertemuan dengan Jerman merupakan final idaman Euro 2008.

Que Viva Espana (Jayalah Spanyol). Espana 24. Demikian antara lain poster yang diacung-acungkan warga Madrid saat merayakan sukses Spanyol maju ke final. Pesta pun meladak di Barcelona, Mallorca, Valencia dan hampir di seluruh penjuru Spanyol. Mereka berpesta sepanjang Kamis malam hingga Jumat dinihari. Aragones dielu-elukan. Fabregas dan Xavi dipuji.

"Ini waktunya! Ya, waktunya Spanyol juara," teriak Juan, dengan tangan kanan memegang bendera Spanyol sementara tangan kiri menggenggam botol bir di alun-alun Madrid. Sekitar 10 ribu orang berkerumun di alun-alun Ibu Kota negeri itu.

Espana 24 mengingatkan saat terakhir Spanyol masuk final Piala Eropa. Di final tahun 1984 mereka ditekuk Perancis yang dipimpin Presiden UEFA saat ini, Michel Platini dengan skor 2- 0. Satu-satunya sukses Spanyol adalah juara tahun 1964. Sudah lama sekali.

Namun, Luis Aragones mengingatkan agar timnya tidak lupa diri. "Kami berhak menjadi juara. Tapi Jerman adalah Jerman. Mereka punya mental juara. Kami harus lebih beringas.
Secara fisik, Jerman lebih kuat. Kami perlu bermain dengan langkah yang cermat agar lawan kelelahan sendiri," ujarnya. Usia boleh tua, tapi Aragones tetaplah Matador sejati. Tak mau kalah sebelum bertanding. Viva Espana!*

Pos Kupang edisi Sabtu, 28 Juni 2008 halaman 1

Turki tak Pernah Mati

Catatan sepakbola Dion DB Putra

TURKI ternyata bukan elang yang terluka. Tampil dalam laga hidup mati dengan hampir separuh pemain inti absen akibat hukuman dan cedera --- Turki tetap gagah mengepakkan sayap. Turki tak pernah mati. Malah nyaris menghancur-luluhkan reputasi dan nama besar Der Panzer.

Turki vs Jerman menghadirkan drama di St. Jakob-Park, Basel - Swiss, Rabu malam atau Kamis (26/6/2008) dinihari Wita. Hempasan badai yang menginterupsi siaran televisi sejagat sekian menit tidak mengurangi ketegangan. Kanselir Jerman, Angela Merkel harus menunggu hingga 90 menit untuk menarik napas lega. "Saya begitu sering menahan napas," kata Merkel yang menonton langsung pertandingan di St. Jakob-Park.

"Gila! Saraf Kami Tegang!" tulis Harian Bild (http://www.bild.de). Bild menilai Jerman kalah dominan dibanding Turki. "Tidak tampak jejak permainan mengesankan, cepat dan langsung menusuk seperti melawan Portugal. Apakah karena arogansi atau kegugupan?" tulis Bild.

Bukan arogan. Joachim Loew mengakui kegugupan itu. "Tidak ada bagian di lapangan yang bisa kami kuasai. Turki bangkit sebanyak tiga kali untuk memenangi pertandingan, dan kami sadar itu bisa terjadi lagi. Pada menit-menit terakhir, kami sempat khawatir, tapi kami beruntung mencetak gol menit ke-90. Saat itu kami mulai yakin mereka tidak akan bangkit untuk keempat kalinya," kata Loew.

Turki sempat menciptakan neraka bagi Jerman. Walau hanya bermodal tim "lapis kedua", pasukan Fatih Terim bermain tanpa beban. Jerman hampir bernasib sama dengan Swiss, Republik Ceko dan Kroasia. Di Basel, penonton menduga pertandingan berakhir 1-1. Tiba-tiba Arda Turan menjebol gawang Swiss menit kedua perpanjangan waktu. Di Geneva, 15 menit sebelum pertandingan usai, Turki ketinggalan 0-2 dari Ceko. Toh mereka akhirnya menggilas Ceko 3-2 berkat gol Nihat Kahveci dalam rentang waktu dua menit. Korban paling tragis adalah Kroasia.
Pada menit ke-119, Kroasia yakin akan keluar sebagai pemenang lewat gol Ivan Klasnic. Menit ke-122, Semih Senturk menyamakan kedudukan dan Kroasia keok lewat adu penalti.

***

NASIB serupa nyaris menghampiri Jerman. Terim begitu percaya diri meski timnya hanya beranggotakan 15 orang. Data statistik selama 90 menit menunjukkan dominasi Turki tersebut. Penguasaan bola, Turki 54 persen, Jerman 46. Tendangan ke gawang, Jerman 9, Turki 20. Sepak pojok, Turki 8, Jerman 2. Jerman tidak pernah keluar dari tekanan lawan!

Sejak kick-off dilakukan wasit asal Swiss, Massimo Busacca, Rustu Recber, Gokhan Zan, Hakan Balta, Mehmet Topal, Mehmet Aurelio, Ugur Boral, Sabri Sarioglu, Ayhan Akman, Kazim Kazim, Hamit Altintop dan Semih Senturk bertarung spartan. Mereka meladeni tim terbaik lawan dengan komposisi Lehmann, Arne Friedrich, Per Mertesacker, Metzelder, Philipp Lahm, Thomas Hitzlsperger, Simon Rolfes, Schweinsteiger, Michael Ballack, Lukas Podolski dan Miroslav Klose.

Mirip laga tinju, Turki dan Jerman jual-beli gol. Jerman kecolongan lebih dulu menit ke-22 lewat gol cerdik Ugur Boral yang menyambar bola muntah hasil tembakan Semih Senturk. Sontekannya tidak sempurna diblok Lehman. Empat menit kemudian Podolski mengirim umpan silang yang diteruskan Schweinsteiger ke sisi kiri gawang Rustu. Skor 1-1. Babak kedua Jerman tetap tertekan. Lapangan tengah milik Turki. Tapi Jerman memimpin menit ke-79 melalui Klose. Empat menit menjelang bubar, Semih Senturk menyusup ke kotak penalti, menyentuh umpan Sabri dari sayap kanan yang hampir jatuh dalam pelukan Lehman. Skor 2-2. Semua tegang. Untung Philip Lahm memperlihatkan kelasnya sebagai bintang. Menit ke-90, Thomas Hitzlsperger memegang bola. Bek kiri Philip Lahm merangsek ke kotak penalti. Hitzlsperger dengan gesit mengirimkan umpan. Lahm yang tak terkawal menghujamkan canon ball indah. Skor akhir 3-2. Gol kaki kanan Lahm mengirim Jerman ke final. Staying Power menang.

Dalam jumpa pers usai pertandingan, Terim yang segera mundur dari jabatannya tetap tersenyum dan memuji Rustu Recber dkk. "Selamat kepada Jerman dan saya berharap untuk keberhasilan mereka di final. Saya sangat bangga kepada para pemain karena mereka menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah tim terbaik. Kami akan pergi, tapi saya pikir kami akan dikenang sebagai tim yang paling berwarna pada turnamen ini. Kami hampir sampai di final, tapi inilah sepakbola," kata Terim.


Ya, sepakbola sesungguhnya bercerita tentang pergulatan manusia menjalani kerasnya kehidupan. Pergulatan itu tak selalu berakhir dengan jaya. Pergumulan bola juga mengajarkan ketabahan untuk menerima kegagalan dengan senyum.

Turki memberi warna Austria-Swiss 2008. Mereka menggelar simfoni bola dengan cara yang unik. Mereka akan dikenang selalu. Diingat sebagai tim yang pantang menyerah di saat krisis. Jatuh terjerembab bukan berarti selesai. Tepatlah kiranya kata-kata Faurk Buyukyoran. "Jerman dikenal dengan kedisiplinan mereka bermain dan Brasil tenar karena teknik. Turki akan dikenang dunia karena semangat juang kami," kata mahasiswa Turki berusia 21 tahun itu. **

Pos Kupang edisi Jumat, 27 Juni 2008, halaman 1

Hiddink

Catatan sepakbola Dion DB Putra

GUUS Hiddink adalah anugerah bagi sepakbola. Dia akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik. Hiddink memberi corak yang khas dalam cara memimpin tim. Bagaimana seharusnya pelatih memposisikan diri sebagai ayah, abang, senior, atasan dan rekan kerja. Pemimpin dengan visi jelas dan misi terukur.

Dia motivator ulung yang mampu memompa semangat bertanding laksana banteng. Hiddink bisa mengubah mimpi jadi kenyataan. Anak Belanda itu telah menciptakan eforia lintas benua. Dia musafir yang berkeliling sambil mewartakan kabar gembira bahwa rasa minder itu tabu dalam sepakbola.

Enam tahun terakhir Hiddink adalah hero. Pahlawan untuk beda bangsa. Berawal dari negeri kuning Korea Selatan. Kiprahnya berlanjut ke bumi selatan, Australia. Kini dia memanaskan negeri dingin Rusia sekaligus magnet di Austria-Swiss 2008.
Bulan Januari 2001, ia dipercaya sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan (Korsel). Di Asia nama harum Hiddink merebak, mencapai tingkat popularitas mengagumkan.

Korea menembus babak semifinal Piala Dunia dengan menghabisi empat raksasa Eropa, mulai dari Polandia, Portugal, Italia dan Spanyol. Jerman menghentikannya di semifinal dengan susah payah. Bangsa Korea memberinya nama baru, Hie Dung-gu yang dalam bahasa setempat berarti bahagia saat mendaki puncak. Hiddink mengantar Korsel masuk empat besar Piala Dunia, prestasi tertinggi tim Asia sepanjang sejarah Piala Dunia. Prestasi yang sulit terulang dalam waktu dekat. Di Korea 2002, Hiddink menebarkan eforia hingga mereka mengangkatnya sebagai warga kehormatan dan menganggapnya layak jadi presiden! Samsung Electronics, satu dari sekian raksasa bisnis Korsel sampai melakukan penelitian tentang gaya kepemimpinan Hiddink. Mereka temukan The Hiddink Way. Hiddink tak sekadar mengajarkan cara bermain bola. Tapi ia menanamkan visi hingga bangsa Korea keluar dari lingkup Asia. Masuk level dunia. Hiddink adalah pemimpin dengan visi, sesuatu yang langka ditemukan di negeri kita ini.

Tahun 2005-2006 Hiddink menghadirkan eforia di Australia. Di mana-mana, namanya disebut warga negeri itu yang sejatinya lebih cinta kriket, bisbol dan tenis ketimbang sepakbola. Wajar karena Hiddink mengantar Aussie ke the greatest show on Earth bernama Piala Dunia. "Hiddink membawa keajaiban bagi negeri kami," kata PM John Howard ketika itu. Hampir saja Australia menembus perempatfinal seandainya Italia tidak mendapat hadiah penalti kontroversial yang diselesaikan dengan jitu oleh Pangeran Roma, Francesco Totti. Italia akhirnya menjadi juara.

***

NAMA Hiddink kini membius Rusia. Dari Leningrad hingga Moskwa. Sesaat rakyat Rusia lebih hapal nama Hiddink ketimbang presiden mereka yang muda dan energik, Dmitry Anatolyevich Medvedev (42). Seperti diungkap Asisten Hiddink, Igor Kornejev, "Guus telah mengubah kami. Sebelumnya, para pemain Rusia tidak respek terhadap tim nasional. Mereka lebih mencintai klub sendiri. Di tangan Guus, mereka bangga mengenakan seragam tim nasional," kata Kornejev.

Hiddink memang membawa perubahan, sama seperti yang dia wariskan di Korsel 2002 dan Australia 2006. Hasilnya sudah menjadi sejarah. Rusia kini berada di semifinal Piala Eropa 2008 untuk menghadapi Spanyol di Stadion Ersnt Happel-Vienna. Di semifinal dengan menistakan Belanda 3-1. Rusia berwarna Belanda. Memainkan bola dengan lincah dan riang. Menganut prinsip pertahanan terbaik adalah terus menyerang. Serang tanpa beban. Menggedor lawan hingga loyo!

Secara teknis dan mental, Rusia tidak kekurangan dibanding tim Matador Spanyol yang juga meraih hasil sempurna sejak kualifikasi dengan meragakan attacking football. Kalah 1-4 pada laga pembuka Grup D 10 Juni lalu di Stadion Tivoli, bukan jaminan pasukan Luis Aragones akan akan mudah lolos ke final Euro 2008.

Dengan corak dan karakter hampir sama, laga malam ini akan memanjakan penonton. Penggemar bola akan disuguhi pertempuran dinamis selama 90 menit. Duel tim mantan juara Eropa! Rusia dan Spanyol sama-sama merindukan gelar yang pernah digenggam. Piala Eropa bermukim di Moskwa pada pagelaran perdana tahun 1960 saat masih berjubah Uni Soviet. Spanyol yang diasuh duet pelatih Jose Villalonga/Miguel Munoz merebutnya empat tahun kemudian dari tangan Soviet.
Hasil akhir malam ini akhirnya kembali ke nasib Hiddink yang sekian jauh perjalanannya sebagai musafir bola belum pernah mereguk anggur merah sebagai juara turnamen Piala Eropa dan Piala Dunia. Pria kelahiran Varsseveld, 8 November 1946 itu sukses membawa tim Oranye ke perempatfinal Piala Eropa 1996 dan semifinal Piala Dunia 1998 di Perancis. Belanda gagal ke final karena kalah 2-4 melawan Brasil. Korea Selatan 2002 terhenti di semifinal dan Australia paling jauh babak 16 besar.

"Masuk semifinal bukan prestasi. Itu sudah terjadi satu dasawarsa lalu," kata Hiddink. Masuk final dan juara Eropa, itulah target Hiddink. Tidak hanya bagi Rusia tetapi lebih bagi dirinya sendiri. Hiddink masih ingat kata-kata gurunya Rinus Michell ketika mengantar Belanda menjuarai Piala Eropa 1988. "Hanya pelatih tim juara yang dikenang dunia," kata Michell.

Sebagai pelatih tim nasional, babak grandfinal belum pernah memihak Hiddink. Waktunya kini untuk membuktikan apakah melalui Igor Akinfeev, Denis Kolodin, Zhirkov, Igor Semshov, Zyrianov, Sergei Semak dan Roman Pavlyuchenko, Hiddink akan melangkah lebih jauh. Kalau terjadi, Hiddink bakal dikenang sama oleh Rusia seperti Leo Tolstoy yang kesohor lewat Anna Karenina-nya, Lenin, Stalin, Putin, Gorbachev, Pushkin hingga si jelita Maria Sharapova. Jangan-jangan malah Iker Casillas, Ramos, Puyol, David Silva, Alonso, Xavi Hernandez, Iniesta, David Villa, Torres atau Cesc Fabregas yang memberi Pak tua Aragones senyum ceria menuju singgasana. **

Pos Kupang edisi Kamis, 26 Juni 2008 halaman 1

Resep Terim

Catatan sepakbola Dion DB Putra

KURANG dari semenit lagi Kroasia berada di semifinal Piala Eropa 2008. Kemenangan di depan mata. Sorak-sorai pendukung bergemuruh di Stadion Ernst Happel-Vienna, Jumat (20/6/2008) malam atau Sabtu dinihari Wita (21/6/2008).

Dua puluh satu detik menjelang peluit panjang berbunyi, Semih Senturk menjebol gawang Stipe Pletikosa. Keceriaan berganti air mata. Skor akhir laga 120 menit 1-1. Kroasia tak pernah bangkit lagi. Adu penalti, menyerah 2-4! "Sakit bersarang dalam hatiku dan membayangi kami selamanya," kata Pelatih Kroasia, Slaven Bilic.

Jutarnji List, surat kabar dengan oplah terbesar di Kroasia melaporkan kekalahan itu menyebabkan hampir seluruh penduduk negeri itu depresi. Pengelola Jutarnji List sampai menyewa psikiatris, Mirela Vlastelica untuk memberi terapi melalui artikelnya di media tersebut. "Rakyat Kroasia harus memandang masa depan. Jangan berhenti bekerja. Jangan melakukan hal-hal negatif," tulis Vlastelica.

Begitulah kejamnya bola. Banyak sobat di Kupang mengaku kalah taruhan bahkan berjanji tak mau menonton lagi pertandingan Euro 2008 karena terlanjur cinta pada Belanda dan Portugal. Dua tim idola cuma sepenggal jalan. Portugal yang memukau selama penyisihan justru antiklimaks melawan Jerman. Sentuhan atraktif ala Scolari hanyut dalam harmonisasi staying power (kekuatan yang tak habis-habisnya) milik pasukan Bavaria. Tanpa Joachim Loew di bibir lapangan, Michael Ballack tetap seorang jenderal lapangan tengah dan juga algojo. Jerman menang 3-2.

Dan, Belanda paling perih menerima takdir. Pada era keemasan Johan Cruyff, Belanda adalah juara tanpa mahkota, juara di hati penonton, meraih piala tanpa anggur lantaran pesona total football. Buku sejarah Holland kini masuk bab baru. Meminjam idiom dari bekas jajahannya Indonesia, tahun 2008 Belanda makan Belanda.

Rusia tidak pernah memiliki ciri khas sepakbola seperti Inggris, Belanda, Jerman, Italia, Brasil atau Argentina. Bertahun-tahun Rusia terpuruk. Rusia surut sejak Soviet bubar. Maka mereka meminang anak Belanda yang ahli meracik tim pas-pasan menjadi luar biasa. Rusia meniru Korea Selatan dan Australia.

Tim Beruang Merah belajar total football dari Guus Hiddink. Meniru lurus dan utuh dari ahlinya. Eh, hasilnya malah jauh lebih bermutu. Rusia mematuk Belanda 3-1. Edwin van Der Sar memungut bola tiga kali dari gawangnya! Basten termangu melihat Dmitri Torbinski menjebol gawang Edwin setelah menyusup enteng di antara dua bek Belanda. Mirip dengan caranya memperdayai Soviet di final 1988. Total football ala Moskow tak cuma memulangkan juara bertahan Yunani dan membunuh tuan rumah Swedia. Rusia juga menistakan Belanda.

***

DALAM jagat sepakbola tidak berlaku prinsip jatuh cinta pada pandangan pertama. Pandangan pertama bisa membutakan mata. Kroasia menekuk Jerman, Austria dan Polanda hingga memimpin grup B dengan nilai sempurna. Portugal hancurkan Turki 2-0. Turki gilas Kroasia.

Mungkin banyak orang jatuh cinta pada Jerman untuk tradisinya sebagai tim spesialis turnamen. Tim Diesel yang lambat panas. Makin lama kian membara, membakar siapa saja. Jerman favorit untuk reputasinya sebagai negara pemegang gelar Piala Eropa terbanyak (1972, 1980 dan 1996). Di kancah Eropa Turki jelas anak bawang. Dalam hal rekor pertemuan, Jerman begitu dominan. Dari 17 kali pertemuan, tim Panser menang 11 kali, imbang empat kali serta hanya tiga kali kalah dari Turki.

Di atas kertas, Jerman lebih diunggulkan lolos ke final. Apalagi Turki mengalami krisis pemain sehingga laga semifinal tidak menampilkan tim terbaik. Setelah kehilangan enam pemain saat menghadapi Kroasia, Turki juga kehilangan empat pemain lain, yakni Tuncay Sanli, Arda Turan dan Emre Asik, akibat akumulasi kartu kuning. Striker Nihat Kahveci juga cedera paha kanan. Kehilangan Kahveci adalah kerugian besar bagi Turki karena dialah inspirator tim. Turki juga kehilangan kiper utama Volkan Demirel yang mendapat kartu merah pada partai Turki-Ceko dalam babak penyisihan grup.

Meski demikian, sangat menarik peringatan dari kapten tim Jerman, Michael Ballack dan Manajer tim, Oliver Bierhoff yang mengantar Jerman juara 1996. Ballack dan Bierhoff meminta tim Panser mewaspadai semangat juang Turki. "Tidak ada yang memperkirakan pencapaian Turki hingga semifinal, bahkan mungkin oleh tim itu sendiri. Mental mereka sangat kuat. Mental itu dapat membalikkan keadaan sekaligus memberi tekanan ke arah lawan," kata Ballack. "Kami belum memikirkan babak final," tambah Bierhoff.

Jelang duel semifinal, gelandang Turki, Hamid Altintop, menyatakan peluang timnya ke final 50 persen. "Jerman favorit, tetapi kami tim yang bagus. Jika kami melanjutkan cara bermain sebelumnya, kami akan ke final," kata Altintop. Yang lebih menakutkan Jerman justru resep Fatih Terim, pelatih Turki.

"Saya tidak memiliki resep apa pun untuk mengantarkan tim lolos sampai ke semifinal. Kami tidak akan pernah menyerah sebelum peluit akhir berbunyi, itu filosofi kami. Pertemuan Turki dengan Jerman adalah pertemuan dua tim raksasa di kancah sepakbola Eropa," kata Terim.

Menyaksikan perang dua raksasa, jelas memikat-menegangkan. Apakah Terim membuat kejutan baru atau Jerman menambah rekor sebagai penguasa Eropa berkat kekuatan yang tak habis- habisnya sepanjang satu setengah jam bahkan lebih? Selamat menonton. **
Pos Kupang edisi Rabu, 25 Juni 2008 halaman 1

516.718 Pemilih Tidak Coblos

KUPANG, PK -- Sebanyak 516.718 pemilih, setara dengan jumlah penduduk dua kabupaten, tidak mencoblos pada Pemilihan Langsung Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTT, 14 Juni 2008.

Jumlah pemilih yang tidak menggunakan haknya dan atau tidak terakomodir hak politiknya itu mencapai 19,53 persen dari total 2.646.114 pemilih yang terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT) dalam Pilgub NTT, tahun ini. Sisanya, 2.129.396 pemilih menggunakan haknya. Dari jumlah itu, 62.168 suara dinyatakan tidak sah.

Berdasarkan data yang diperoleh Pos Kupang dari Ketua Panwas Pilgub NTT, Drs. Djidon de Haan, M.Si, Senin (23/6/2008), daerah pemilihan yang paling banyak pemilihnya tidak mencoblos adalah Kota Kupang (58.345 pemilih), Sikka (56.499), Belu (48.952), Sumba Barat Daya (35.693) dan Manggarai (30.528).

"Meski tingkat partisipasi dalam Pilkada cukup tinggi yakni mencapai 80,47 persen, tetapi yang tidak menggunakan haknya juga cukup banyak, sebagaimana laporan dari daerah-daerah. Ini disebabkan berbagai faktor, diantaranya pemilih tidak mendapat kartu pemilih dan atau mendapat kartu pemilih tapi tidak mau hadir. Saya tidak menyebut mereka sebagai kelompok golput," kata Djidon saat ditemui di Sekretariat Panwas Pilgub.

"Kita tidak bisa saling menyalahkan. Sekarang cari solusi untuk sama- sama kerja demi pemilu mendatang. Perlu sinergi antara Pemda dan KPU beserta jajarannya dengan melibatkan RT, RW untuk mendata warga secara akurat," katanya.

Djidon menjelaskan, pemerintah daerah yang bertugas melakukan pendataan warga. Data penduduk dalam format DP4 (data penduduk potensial pemilih pemilu) diserahkan pemerintah kepada KPU daerah. Selanjutnya KPU daerah menyerahkan kepada panitia pemungutan suara (PPS) untuk melakukan verifikasi untuk penetapan data pemilih. "Jadi, KPU daerah hanya mensahkan data untuk kepentingan logistik," katanya.
Menurut Djidon, jumlah surat suara tidak sah yang mencapai 62.168 menunjukkan bahwa sosialisasi belum maksimal. "Ini menandakan sosialisasi Pilgub tidak jalan. Pendidikan politik tidak jalan. Dan ini, bukan saja tanggungjawab pemerintah dan penyelenggara tetapi partai politik juga berkewajiban," ujar Djidon.

Dengan dengan melihat hasil perolehan pilkada, demikian Djidon, warga NTT masih cendrung memilih pemimpin berdasarkan sentimen etnis dan agama. Faktor lain yang juga ikut berpengaruh adalah popularitas figur, program dan sentimen parpol.

Sebagaimana kita ketahui, dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, pasangan Drs. Frans Lebu Raya-Ir. Esthon Foenay meraih kemenangan dengan menyisihkan Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo diusung Koalisi Abdi Flobamora dan Drs. Ibrahim Agustinus Medah - Paulus Moa yang diusung Partai Golkar.

Pasangan Frans Lebu Raya-Esthon Foenay meraih 772.030 suara, sementara Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa meraih 711.116 suara dan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo meraih 584.082 suara.
Komunikasi Politik
Sehari setelah Komisi Pemilihan Umum NTT menetapkan Frans Lebu Raya-Esthon L Foenay sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih periode 2008 - 2013, Lebu Raya dan Esthon langsung membangun komunikasi politik.

Pada Senin (23/6/2008) petang, Lebu Raya dan Esthon bertandang ke Rumah Jabatan Bupati Kupang, bertatap muka dengan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa. Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Hadir juga sejumlah pengurus PDIP dan Partai Golkar.

"Inisiatif pertemuan ini datang dari kami, karena kami merasa tidak ada yang menang atau pun kalah dalam Pilgub NTT," kata Lebu Raya kepada wartawan usai mengadakan pertemuan.

Dia menegaskan, membangun NTT butuh kebersamaan sehingga pihaknya memandang penting mengajak Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ibrahim Agustinus Medah untuk bermitra bersama pemerintah membangun daerah ini.

"Setelah bertemu dengan Pak Medah dan Pak Moa, hal yang sama akan kami lakukan pula dengan pasangan Pak Gaspar dan Pak Julius. Kami sedang mencari waktu yang pas untuk bertemu," ujar Lebu Raya.
Dalam pertemuan tersebut, Medah dalam nada seloroh mengatakan, "Pertemuan ini bukan antara Gubernur NTT dengan Bupati Kupang tetapi antara sesama calon gubernur dan wakil gubernur". Medah juga mengatakan merasa tersanjung dengan kunjungan itu. "Kami siap mendukung Pak Frans dan Pak Esthon. Kami percaya bahwa dengan kebersamaan kita sukses membangun daerah," kata Medah.

Baik Medah maupun Lebu Raya sama-sama menyampaikan permohonan maaf jika selama Pilkada ada tutur kata dan sikap yang kurang berkenan dan menyinggung perasaan. "Pilkada sudah lewat dan lupakan itu. Mari sehati sesuara membangun NTT," kata Lebu Raya.

Lebu Raya yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT dan Ketua DPD PDIP NTT mengatakan, dengan komunikasi politik yang baik maka pembangunan daerah dan masyarakat akan berjalan baik. "Kami tidak membangun daerah ini di atas dendam," katanya. Pertemuan itu diakhiri dengan foto bersama. (aca)

Tabel
Pemilih Pilkada NTT

-------------------------------------------------------------------------------------------- ---
Kabupaten DPT Yang Coblos Suara sah Tidak sah Tidak Coblos
-------------------------------------------------------------------------------------------- ----
Kota Kupang 204.649 146.304 142.825 3.479 58.345
Kabupaten Kupang 207.217 181.403 176.942 4.461 25.814
TTS 247.318 223.487 216.167 6.604 23.831
TTU 131.358 105.306 101.600 3.706 26.052
Belu 203.558 154.606 146.140 8.466 48.952
Rote Ndao 71.005 61.338 59.751 1.587 9.667
Manggarai Barat 115.262 94.463 92.554 1.909 20.799
Manggarai 155.038 124.510 121.286 3.224 30.528
Manggarai Timur 138.420 115.86 113.131 2.730 22.559
Ngada 78.083 62.890 62.085 805 15.193
Nagekeo 74.987 60.611 59.894 717 14.376
Ende 153.047 125.175 120.069 5.106 27.872
Sikka 187.603 131.104 128.288 2.816 56.499
Flores Timur 131.078 107.520 102.067 5.453 23.558
Lembata 65.603 53.438 51.184 2.254 12.165
Alor 112.143 94.380 91.011 3.369 17.763
Sumba Timur 127.000 101.926 100.097 1.829 25.074
Sumba Tengah 33.744 26.792 26.336 456 6.952
Sumba Barat 60.084 45.058 43.993 1.065 20.799
Sumba Barat Daya 148.917 113.224 111.092 2.132 35.693
-------------------------------------------------------------------------------------------- --
J u m l a h 2.646.114 2.129.396 2.072.368 62.168 516.718
-------------------------------------------------------------------------------------------- ---
Sumber: Panwas Pilgub NTT

Pos Kupang edisi Selasa, 24 Juni 2008 halaman 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes