Anekdot Beruang Merah


Dick Advocaat (AFP)
Catatan Sepakbola Dion DB Putra

RUSIA 
dalam enam tahun terakhir sangat percaya dengan polesan tangan dingin pelatih asal Belanda.  Di Piala Eropa 2008 Rusia memilih Guus Hiddink, pelatih fenomenal yang menciptakan sejarah baru di Piala Dunia 2002 dengan mengantar tim Korea Selatan menembus babak semifinal. Itulah pertama kali dalam sejarah Piala Dunia sejak 1932  tim Asia masuk daftar empat besar.

Setelah sukses menjulangkan Korea Selatan, Hiddink dipinang Australia empat tahun kemudian.  Di tangannya juga Australia yang tak ternama dalam jagat persepakbolaan dunia menembus babak perempatfinal Piala Dunia 2006 di Jerman. Prestasinya  luar biasa itulah menjadi alasan bagi Federasi Sepakbola Rusia memilih Hiddink melatih tim Beruang Merah menuju Piala Eropa 2008.  Dalam melatih kesebelasan Rusia, Hiddink mempunyai asisten pelatih bernama Alexander Borodzjoek. Borodzjoek merupakan pemain profesional seangkatan dengan Oleg Blochin, bintang klub Dynamo Kiev  tahun 1970-an.   Kepada Hiddink, Borodzjoek pernah menceritakan anekdot Rusia berikut ini.

Syahdan, hiduplah dua sahabat yang kurang beruntung sehingga mereka memohon kemurahan dari Tuhan.  Tuhan setuju  tetapi mematok syarat yakni jika seorang meminta, lainnya akan mendapat dua kali lipat dari yang ia minta.  Maka mintalah seorang dari mereka, ”Tuhan, berilah saya rumah yang indah.” Dan sahabatnya pun mendapat dua rumah yang indah. Ia minta lagi sebuah mobil, maka sahabatnya mendapat dua mobil di depan rumahnya. Ia memandang temannya dan berkata, ”Tuhan, ambillah sebuah mata saya....”

Hiddink sangat suka anekdot ini. Diterapkan pada bola, anekdot tersebut akan berbunyi: janganlah kamu meminta kemenangan, nanti lawanmu yang mendapat kemenangan dobel. ”Saya tidak percaya pada keberuntungan. Saya menuntut perjuangan,” kata Hiddink.  Bagi Hiddink, anekdot itu juga mengajarkan, jika kamu berani kehilangan sebelah matamu, lawanmu akan buta. Maka katanya, ”Berkorbanlah dan berikanlah dirimu mati-matian.” (Sindhunata dalam The Che Guevara dari Rusia, Kompas.Com,  Rabu  18 Juni 2008).

Filosofi Hiddink yang terinspirasi dari anekdot ini sungguh mumpuni.  Rusia di Euro 2008 yang dipandang sebelah mata  pers Barat justru sanggup meruntuhkan tim-tim raksasa.  Kala itu Rusia memulai kampanye dengan buruk rupa, kalah 1-4 melawan Spanyol dalam laga pembuka.  Ketika banyak orang pesimistis termasuk para pejabat Federasi Sepakbola Rusia,  Hiddink berhasil membalikkan keadaan. Perlahan tapi pasti Rusia terus melaju hingga babak semifinal sebelum menyerah 0-3 atas Spanyol yang akhirnya tampil sebagai juara dengan mengalahkan Jerman di final.

Rusia sebenarnya masih menginginkan Hiddink bersama mereka lebih lama. Namun, sudah menjadi watak Hiddink yang tak mau bersama sebuah tim dalam jangka panjang. Hiddink memilih istirahat dari urusan si kulit bundar dan jabatan pelatih akhirnya jatuh ke tangan Meneer Belanda lainnya yang juga punya nama besar, Dick Advocaat.

Di tangan Advocaat perjalanan Rusia menuju Poland-Ukraine 2012 bagaikan jalan tol. Mengesankan. Bahkan sampai sebelum laga terakhir Grup A Euro 2012 melawan Yunani di Warsawa, Sabtu malam 16 Juni 2012, Rusia memegang rekor 16 partai tanpa kalah di tangan Advocaat. Dari 16 laga tersebut, tim Beruang Merah memenangi delapan di antaranya.  Terakhir Rusia kalah 0-1 melawan Iran dalam partai persahabatan 9 Februari 2011. Tim ini pun sangat efektif di lini pertahanan serta lini depan. Gawang Rusia hanya bobol empat kali dalam 13 partai terakhir.  Tim asuhan Dick Advocaat mencetak lima gol dalam tujuh tembakan ke gawang lawan selama Euro 2012. Artinya dalam dua laga lawan melawan Republik Ceko dan Polanda  hanya dua tembakan pemain Rusia yang meleset.

Rusia memimpin klasemen Grup A dengan empat poin sebelum menjalani pertandingan terakhir melawan Yunani. Mereka membuka Euro 2012 dengan kemenangan 4-1 atas Republik Ceko dan menahan tuan rumah Polandia 1-1. Melawan Yunani di Warsawa Sabtu malam, Rusia cuma butuh hasil seri untuk lolos ke perempatfinal.

Drama 90 menit di Stadion Nasional Warsawa 16 Juni 2012 berakhir tragis. Yunani justru tampil kesetanan dan menang 1-0 lewat gol gelandang veteran Giorgos Karagounis pada masa injury time babak pertama. Satu gol kemenangan sudah cukup bagi tim dari negeri Dewa Dewi untuk memulangkan Rusia ke kampungnya karena peraturan baru UEFA (Federasi Sepakbola Eropa) mensyaratkan skor head to head bukan hitung-hitungan selisih gol.

Dengan demikian meskipun perolehan nilai Yunani dan Rusia sama-sama empat bahkan selisih gol Rusia lebih baik, Yunanilah yang berhak mendampingi Republik Ceko ke babak delapan besar. Dalam pertandingan di saat bersamaan, Ceko menekuk Polandia 1-0.  Ceko yang dipermalukan Rusia pada partai pembuka justru memimpin klasemen grup dengan poin enam disusul Yunani (4). 

Begitulah misteri bola.  Segala kemungkinan masih bisa terjadi sebelum wasit meniup peluit panjang. Orang banyak menduga  tim sekelas Rusia akan melenggang dengan mudah karena alasan rasional  yang ditopang data statistik tentang kinerja tim ini.  Alasan tersebut luruh dalam hitungan menit ketika Yunani mengepakkan sayap kemenangannya. 

Ingat kenangan Euro 2004 ketika Dunia Menemukan Yunani atas prestasinya yang luar biasa. Terseok-seok sejak penyisihan bahkan tidak masuk daftar unggulan, tim asuhan Otto Rehagel saat itu malah melesat sampai partai puncak dan merebut tropi Piala Eropa dengan mengalahkan tuan rumah Portugal di final. Kemenangan Yunani 2004 memaksa  Cristiano Ronaldo menangis seperti bocah kehilangan mainan kesayangannya.

Lalu, ada apa dengan Rusia? Mengapa tiket perempatfinal Euro 2012 yang nyaris dalam genggaman justru hilang begitu mudah?  Seperti pendahulunya Guus Hiddink, Dick Advocaat tidak percaya mutlak pada faktor keberuntungan.  Meneer Dick sudah meminta Andrey Arshavin dkk bertarung habis-habisan seperti beruang ganas. “Saya menuntut perjuangan keras mereka. Tapi kami ternyata gagal menembus pertahanan lawan. Salut untuk Yunani, mereka sulit dilawan di babak kedua," kata Advocaat.  Anekdot Beruang Merah seolah tergenapi. Selamat jalan Rusia. *

(180612PK)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes