Nazar Ibrahim




Catatan sepakbola Dion DB Putra

SEPAKBOLA
dilahirkan agar dunia boleh tertawa dan menangis dalam kepolosan.  Tawa dan tangis sebagai ekspresi manusiawi yang  spontan, lugas, tanpa basa-basi. Tangis dan tawa dalam jagat bola bukan lakon sinetron, tidak  sekadar peran tokoh di panggung sandiwara. Tangis bola adalah tangis manusia seutuhnya. Tawa bola adalah tawa human being. Bola memang  senantiasa menyembulkan  ketelanjangan.  Hari ini hingga akhir hayat kisah sepakbola. Entah kapan?

Dengan bertelanjang dada  puluhan ribu putera-puteri Ukrania-Prancis mandi hujan di Stadion Donbass-Arena di Donetsk Ukraina, Jumat (15/6/2012) malam. Mandi bareng tanpa komando diiringi musik halintar dan kilatan blitz  petir karya agung penguasa langit dan bumi. 

Cihuy... sungguh pemandangan langka.  Mestinya itu masuk Guinnes  Book of  Record. Kalau di Indonesia layak  terdaftar di Museum Rekor Indonesia (Muri). Hujan badai dan guntur yang menggelegar di langit Donestk bukan halangan bagi mereka untuk berdansa dalam guyuran hujan yang luruh berderai membahasi bumi.  Mana ada manusia dewasa rela mandi hujan sambil girang ria? Di mana pernah dikau melihat itu?  Benar selalu kata-kata filsuf Albert Camus,  penggemar sepakbola sejati itu:  hanya di lapangan bola aku merasa seperti kanak-kanak lagi.

Kaos basah kuyup dan dingin menusuk kulit tak memaksa lebih dari 40 ribu penonton Jumat malam pulang rumah lebih lekas. Mereka menunggu dengan sabar, menanti dengan nyanyian dan lambaian bendera  sambil menyaksikan petugas stadion menikam-nikam lapangan hijau agar air cepat meresap.  Donbass-Arena merupakan stadion bintang lima, baru dibangun tahun 2009 dengan kapasitas 51.504 penonton. Jauh sebelum Euro 2012 bergulir Kepala Eksekutif Donbass-Arena, Alexander Atamanenko, mengatakan stadion yang menjadi markas klub Shakhtar Donetsk itu memiliki sistem drainase paling bagus di antara stadion Euro 2012 di Ukraina.

Jumat malam 15 Juni 2012, Atamanenko tersenyum getir melihat rembesan air liar menabrak ke mana-mana. Drainase mewah tak sanggup menampung air mata langit yang tercurah sedemikian derasnya. “Kami tidak bisa berbuat banyak. Cuaca ekstrem ini di luar perkiraan kami. Dasyhatnya alam siapa bisa melawan?” kata Atamanenko menjawab ofisial pertandingan yang menggerutu di lorong pemain karena jenuh menunggu kepastian pertandingan bisa berlanjut atau tunda.

Untungnya alam seolah berempati dengan keceriaan dan kesabaran para penggemar bola, tidak hanya di Donbass-Arena tapi miliaran pasang mata sejagat raya.  Kegilaan hujan badai dan halintar yang bersahut-sahutan hanya berlangsung sekitar 30 menit. Cuaca sontak berubah lebih cerah dan pertandingan bisa berlanjut lagi setelah sebelumnya dihentikan wasit pada menit ke-4 detik ke-27.

Isyarat alam Jumat malam jadi pertanda buruk bagi tuan rumah Ukraina. Andriy  Shevchenko dkk yang galak membekuk Swedia 2-1 pada laga perdana Grup D Euro 2012 bermain dalam kedinginan. Begitu minim sontekan  berbahaya yang mengancam Prancis. Setelah 45 menit pertama yang agak membosankan, Ayam Jago berkokok nyaring pada awal paruh kedua. Dalam tempo empat menit gawang Ukraina jebol dua kali.   Ketangguhan Andriy Pyatov di bawah mistar Ukraina luruh di menit ke-53 saat sepakan Jeremy Menez bergulir mulus ke pojok kiri gawang Pyatov. Tiga menit kemudian,  Yohan Cabaye menambah derita Ukraina. Dan, Karim Benzema layak mendapatkan pujian. Dua gol Les Bleus semua berawal dari assist-nya yang  terukur.
Wajar bila kemudian Pelatih Laurent Blanc  mengaku sangat menikmati permainan anak buahnya. “Malam ini, kami lebih baik daripada Ukraina, Tuhan tahu pertandingan ini tidak mudah karena mereka didukung seluruh orang dalam stadion ini," kata Blanc.

Blanc berjingkrak girang. Ukraina belum pupus harapan.  Segala kemungkinan bisa terjadi di Grup D karena masih ada satu partai pamungkas. Nasib sial justru menerpa Swedia. Tim kuning tersingkir! Tercatat sebagai kontestan kedua yang out dari persaingan Euro 2012 setelah Irlandia. Ibrahimovic lunglai di ujung laga. Merunduk  bisu di Stadion Stadion NSK Olympic Kyiv-Ukraina Jumat malam.

Sedih melihat kegetiran Ibrahimovic setelah bertarung spartan selama satu jam 30 menit. Swedia menyerah 2-3 atas Inggris. Swedia 2012 yang amat bergairah harus  pamit lebih awal.  Apa mau dikata.  Ibrahim(ovic) nama Bapak Bangsa miliaran manusia sedunia sudah berusaha menjaga imej  (jaim} dengan menahan air mata. Tidak terekam kamera TV memang. Tapi di  kamar ganti, air mata Ibra mengalir di pundak sang pelatih Erik Hamren. “Kami bermain lebih baik daripada Inggris. Kami memberikan yang terbaik, tapi kemenangan bukan milik kami,” kata Ibra, pria bongsor berkuncir yang menjulang namanya di Serie A selama tiga musim terakhir.  Hamren menghibur Ibra dengan kata-kata klise. ”Ibra, kita kalah dengan kepala tegak. Kita bermain seperti yang diinginkan, tapi mereka (Inggris) mencetak tiga gol, sementara kita hanya dua," kata Erik Hamren.

Nasib baik memang memihak Inggris. Sempat tertinggal 1-2 dari Swedia, The Three Lions  akhirnya unggul 3-2 hingga akhir pertandingan.  Pemain yang mengubah nasib Inggris bernama Theo Walcott. Dia hanya butuh 17 detik untuk menyamakan skor kemudian Inggris berbalik unggul lewat gol Danny Welbeck. Hingga hari ini setidaknya kandidat juara Euro 2012 mulai menampakkan diri. Jerman,  Spanyol, Perancis dan Inggris. Italia masih mencemaskan. Portugal was-was. Belanda agaknya harus mengucapkan sayonara Polandia-Ukraina 2012. Der Oranje sungguh kehilangan roh  total football yang dua tahun lalu amat memukau penonton  Piala Dunia di Afrika Selatan.

Cuma satu hal  hampir pasti dilakoni Zlatan Ibrahimovic. Sebelum Euro 2012 kapten Swedia ini mengungkapkan nazarnya yang unik  yaitu  jika timnya merebut trophi Piala Eropa 2012 maka  Ibra  akan mencukur  rambut kuncir kudanya.  Kuncir itu kesayangan Ibra yang ia pelihara sejak bermain di  Ajax, Inter Milan, Barcelona hingga  AC Milan. Ternyata nazar Ibra tak kesampaian! *

Kupang, 16 Juni 2012 (buat fans Inggris dan Perancis)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes