Valens dan Julius, tokoh visioner

Keluarga Valens Doy dan Julius Siyaranamual pose
bersama usai doa di Pos Kupang hari Sabtu 7 Juli 2005.


DUA orang tokoh pers nasional yang juga sesepuh Surat Kabar Harian (SKH) Pos Kupang, Valens Goa Doy dan Julius Siyaranamual adalah tokoh visioner. Pemikiran kedua tokoh yang bersahabat karib tersebut selalu jauh ke depan, sehingga kadang sulit diterima mereka menyampaikan pandangang-pandangannya.

Demikian Pemimpin Umum SKH Pos Kupang, Damyan Godho dalam sambutannya pada acara syukuran 40 hari wafatnya kedua tokoh tersebut di halaman parkir Kantor SKH Pos Kupang di Jl. Kenari No. 1 Kupang, Sabtu (2/7/2005) malam.

Acara tersebut diawali ibadat syukur yang dipimpin Pater Yan Bele, SVD. Hadir dalam acara bertema "Valens Goa Doy dan Julius Siyaranamual: Menjadi Lilin Bagi Sesama" itu sanak keluarga kedua almarhum di antaranya Jack K Iki, Eveline Iki Siyaranamual, Margaretha Berhimo Siyaranamual dan beberapa kerabat. Hadir pula para murid, anak asuh kedua alamarhum dan mantan wartawan Pos Kupang antara lain, Yos Lema, Evie Harzufri Pello, Lidya Chandriani, Lily Dano, Paul Bolla, Pius Rengka dan Nyonya Rossy Rengka serta segenap wartawan dan karyawan Pos Kupang.

Valens Goa Doy meninggal dunia di RS Sanglah, Denpasar Bali pada tanggal 3 Mei 2005. Julius R Siyaranamual meninggal dunia dua puluh hari kemudian, tepatnya tanggal 23 Mei 2005 di Tangerang.
 

"Mereka berdua seperti sudah janjian," kata Damyan Godho. Lebih lanjut, Damyan Godho menjelaskan bahwa pandangan visioner kedua tokoh tersebut tidak sekadar diucapkan tetapi dipratekkan. "Valens memiliki gagasan visioner. Ia berpikir untuk 10 hingga 15 tahun kedepan yang orang lain belum membayangkannya," jelas Damyan.
 

Beberapa hal yang disampaikan Valens antara lain memikirkan untuk mendirikan stasiun penyiaran televisi swasta di Kota Kupang. Selain itu, Valens juga mengharapkan agar semua kabupaten di NTT memiliki koran sendiri. "Valens pernah mempunyai ide agar di Kupang ada satasiun televisi swasta yang didirikan Pos Kupang, saya berpikir dari mana kita membiauai televisi ini? Pada saat itu keuangan sangat sulit," kata Damyan Godho.
 

Sampai akhir hayatnya, lanjut Damyan, Valens Doy masih membuat gebrakan yang visioner, dimana dalam surat wasiatnya ia meminta agar jenazahnya dikremasi. Menurut Damyan, wasiat itu visioner karena seorang Valens berpikir untuk kondisi 10 hingga 20 tahun ke depan. "Kremasi berarti hemat tempat atau lokasi pekuburan. Sekarang mungkin terasa aneh, tetapi suatu waktu nanti kremasi bisa jadi suatu kebutuhan," katanya.
 

Julius Siyaranamual, kata Damyan Godho, juga seorang tokoh visioner, sama dengan Valens Doy, teman seangkatannya di SMAK Syuradikara Ende dan sama-sama terjun di dunia jurnalistik. Damyan Godho antara lain, mengisahkan saat ia menyampaikan rencana menerbitkan Pos Kupang kepada Julius pada bulan November 1992, hal itu langsung ditanggapi dengan gembira. Julius menyatakan siap membantu sepenuhnya. Bagi Julius, lanjut Damyan, nama Pos Kupang bukan hal baru karena pada tahun 1962, Julius bersama almarhum Kanis Pari (Bung Kanis) mendirikan mingguan stensilan dengan nama Pos Kupang.
 

Pada kesempatan yang sama, mantan wartawan Pos Kupang, Yos Lema mengungkapkan kesan-kesannya tentang Valens Doy dan Julius Siyaranamual. Khusus pribadi Valens yang lebih dikenalnya, Yos Lema mengatakan, ada dua hal dalam diri Valens Doy yaitu jenius di bidang media massa dan organisatoris. Jenius pers dalam arti Valens memiliki kelebihan yang lebih dibandingkan dengan pihak lain. Jadi wajar bila ia merupakan guru yang melahirkan banyak wartawan. Valens juga ahli dalam dalam memimpin.
 

Sebelumnya, dalam renungannya pada ibadat syukur mengenang Valens dan Julius, Pater Yan Bele, SVD mengatakan, Valens Goa Doy dan Julius R Siyaranamual telah menjadi lilin untuk menerangani kegelapan. "Kita jangan hanya mengutuk kegelapan. Dengan memasang lilin, kegelapan itu menjadi tidak berarti. Kedua tokoh ini (Valens dan Julius) telah menjadi lilin dalam kegelapan itu. Inilah warisan keduanya bagi Pos Kupang," kata Yan Bele yang juga Rektor Universitas Widya Mandira Kupang itu.
 

Dalam acara tersebut, Pemimpin Redaksi SKH Pos Kupang, Dion DB Putra memberikan bingkisan berupa buku sederhana berisi kumpulan tulisan mengenang Valens Goa Doy dan Julius R Siyaranamual dengan judul Menjadi Lilin Bagi Sesama. 

Buku setebal 76 halaman yang dihimpun Dion DB Putra dan Setya MR tersebut diserahkan kepada keluarga Julius Siyaranamual dan Valens Goa Doy. Juga diberikan kepada Pemimpin Umu SKH Pos Kupang, Damyan Godho, Wakil Pemimpin Umum, Marcel Weter Gobang, Pemimpin Perusahaan PT Timor Media Grafika, Daud Sutikno dan kepada para murid Valens Doy dan Julius. Acara tersebut tersebut diakhiri dengan makan bersama. (alfred dama)
 

Pos Kupang, Minggu 3 Juli 2005

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes