Tampilkan postingan dengan label Catatan sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan sepakbola. Tampilkan semua postingan

Duel Para Mantan


Bintang Timur juara ETMC 2024-2025

Kompetisi sepak bola Liga 4 Nusa Tenggara Timur - El Tari Memorial Cup (ETMC) 2024/2024 tersisa dua pertandingan lagi. Hari ini dan besok. Amboi waktu berlalu lekas!

Salut buat panitia dan Asprov PSSI Provinsi NTT yang mengubah jadwal. Semula perebutan juara  dan tempat ketiga berlangsung pada hari yang sama, Minggu 23 Maret 2025.

Berkaca pada antusiasme penonton ketika laga semifinal, babak final antara Persebata Lembata vs Bintang Timur Atambua digeser ke hari Senin, 24 Maret 2025 mulai pukul 19.00 Wita.

 Hari ini Minggu 23 Maret 2025 mulai pukul 19.00 Wita akan tersaji laga perebutan tempat ketiga.

Ini merupakan duel para mantan. Perseftim Flores Timur versus Perse Ende. Pemenang dari pertandingan tersebut berhak meraih satu tempat di seri nasional mewakili NTT. 

Dua tiket merupakan milik finalis yaitu Persebata dan Bintang Timur Atambua (BeTA). ETMC 2024/2025 pun mencetak sejarah yaitu lahirnya tim jawara baru. 

Finalis sama-sama belum pernah juara. Pencapaian terbaik mereka adalah runner-up. Persebata runner-up 2022 ketika menjadi tuan rumah, BeTA menggapainya tahun 2023 di Rote Ndao.

Perse dan Perseftim patut dilukiskan sebagai mantan terindah. Tim bermental juara. 

Reputasi mereka di ajang kompetisi El Tari Memorial Cup lumayan gacor. Joss!

Menurut data Wikipedia, Perseftim lima kali juara (1968, 1969, 1974, 1978, 2009). Perse Ende tiga kali kampiun yaitu tahun 1999, 2017 dan 2022. 

PSN Ngada seng ada lawan. Paling jago mereka dengan koleksi gelar juara terbanyak. Delapan kali (1970, 1982, 1986, 1997, 2001, 2003, 2007, 2023).

PSK Kupang (ketika kota Kupang belum lahir sebagai daerah otonom) enam kali juara yaitu tahun 1972, 1979, 1988, 1991, 1993, dan 1995.

Prestasi Persami Maumere sama dengan tetangganya Ende, tiga kali juara EMTC pada tahun 1976, 1984, dan 2015.

Persekota Kupang dua kali juara yaitu pada tahun 2002 dan 2010. Sedangkan tujuh daerah lainnya sama mengoleksi satu kali jawara. 

PS Malaka (2019), Persamba Manggarai Barat (2013), Persada Sumba Barat Daya (2011), Persap Alor Pantar (2006), Persim Manggarai (2005), Persewa Waingapu (2004) dan Perss Soe Timor Tengah Selatan tahun 2000).

Pada penyelenggaran ke-33 tahun ini sudah pasti lahir juara baru dan akan menjadi tim ke-14 yang pernah meraih trofi El Tari Memorial Cup. 

Persebata Lembata atau Bintang Timur Atambua? Kita tunggu hasil akhir pada laga final besok malam.

Kembali ke duel para mantan hari ini, siapa yang akan keluar sebagai pemenang?

Kinerja Perse dan Perseftim di ajang ETMC 2024/2025 mirip. Mereka bermain indah, taktis dan menjebol gawang lawan melalui skema serangan apik terencana.  

Lini tengah sama-sama solid. Punya penyerang yang dingin dan presisi bila mendapat ruang tembak di kotak penalti. 

Cuma kurang konsentrasi di masa kritis. Kekalahan Perse dan Perseftim di semifinal sama-sama terjadi di menit akhir. 

Perse nyaris menang 1-0 atas Persebata tapi  harapan mereka menguap sirna saat injury time 2x45 menit. 

Demikian pula Perseftim. Sebiji gol BeTA tercipta ketika pertandingan tinggal 10 menit akan usai. 

Kalau mereka sedikit lebih rapi dan fokus malam itu, laga bisa berlanjut ke extra time 2x15 menit bahkan adu penalti.

Artinya, siapa yang paling fokus dan konsisten selama pertandingan malam ini berpeluang besar jadi pemenang.

Beta yakin sekali le, Perse dan Perseftim akan bertanding sambil mengusung spirit "jaga waka". Apa gerangan?

 Jaga waka, dalam bahasa daerah Ende Lio (Flores)  kurang lebih bermakna menjaga wibawa atau kehormatan, baik peorangan, masyarakat atau teritorinya.

Demi kehormatan itu, mereka akan menghibur penonton lewat aksi sportif  dan elok  meski tak enteng mengutak-atik bola di lapangan "gundul" Stadion Oepoi Kupang. 

Dalam terang jaga waka pula, niscaya Perse vs Perseftim bakal bermain indah menawan hati.

Seindah desahan suara seksi Raisa mendendangkan tembang Mantan Terindah. 

Bukankah Perse dan Perseftim merupakan mantan terindah bagi para pemujanya?  Mungkin termasuk tuan dan puan. Hahaaa... 

Selamat menonton. Salam bola!

Dulang Ikan pun Ikut Bernyanyi


Bintang Timur Atambua juara ETMC 2024-2025

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Lembata tak hanya manis, semanis musik dan syair lagu Sedon Lewa Papan karya Nelys Manuk yang viral mendunia. 

Lembata tak cuma cantik, secantik nona Lembata rambut merah-merah. Lembata tak sekadar tenar, setenar semburan mamalia Pausnya yang melegenda global.

Anak-anak Lembata juga hebat mengolah si kulit bundar. Begitu piawainya mereka sampai dulang ikan pun ikut bernyanyi riang.

Ya, ekspresi mama-mama di pasar TPI Lewoleba bikin beta merinding serentak terharu bangga.

Begitu Cesar Making cetak gol telat kemenangan ke gawang Perse Ende 2-1 pada babak kedua extra time, TPI Lewoleba meledak dalam sukacita. 

Dalam video yang beredar luas, termasuk diunggah Oa Fince Bataona di akun Facebooknya,  terlihat ema-ema (emak-emak) penjual ikan bersorak girang. 

Dejavu seolah menghampiri. Macam terdengar seruan magis khas Lamalera, baleoooo ... baleoooo...baleooo..!

Seorang emak cantik pukul dulang ikan sekencang-kencangnya. Pantat ember juga jadi sasaran. Ada pula yang lari berjingkrak-jingkrak. 

Ekspresi spontan. Natur. Apa adanya. Membuktikan sekali lagi betapa sepak bola itu mempesona. Bola selalu melahirkan perayaan kemanusiaan.

***

Perayaan lebih heboh menggetarkan hati terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Stadion Oepoi Kota Kupang. 

Penonton tumpah ruah pada hari Jumat, 21 Maret 2025 ketika berlangsung babak semifinal El Tari Memorial Cup 2025 antara Perse vs Persebata, Perseftim Flores Timur vs Bintang Timur Atambua.

Makin malam semakin membludak. Kapasitas tempat duduk di Stadion Oepoi Kota Kupang itu maksimum 10.000 orang.  

Panitia sempat kerepotan karena penonton terus datang mengalir terutama menjelang laga semifinal kedua antara Perseftim vs Bintang Timur Atambua. 

Pertandingan tertunda lebih dari satu jam dari jadwal pukul 18.30 Wita gara-gara membanjirnya penonton.

Mau tolak mereka tak mungkin, terima pun ada dilema karena seluruh tribune Stadion Oepoi telah sesak berdesak.

Opsi tersisa adalah menempatkan penonton di sisi lapangan setelah pagar pembatas stadion. 

Meski tidak sesuai standar PSSI-FIFA, demi keamanan dan kenyamanan pemain dan ofisial pertandingan, mau bilang apa?

Ribuan penonton pun berdiri berjejer di pinggir lapangan. Padat amat. "Seperti pertandingan tarkam," kata teman karib saya, Bli Komang Agus Ruspawan lewat pesan WA-nya dari Denpasar.

Saya kira banyak yang degdegan. Waswas, mengingat sempat terjadi kericuhan pada babak penyisihan El Tari Memorial Cup 2025 pekan lalu.

Bagaimana kalau tiba-tiba penonton menyerbu masuk lapangan karena merasa tidak puas? Tentu berbahaya bagi pemain, wasit dan perangkat pertandingan.

Syukur alhamdulilah. Puji Tuhan. Kekhawatiran itu pupus karena semua berjalan baik-baik saja.

Pertandingan antara Perseftim vs Bintang Timur Atambua selama 90 menit berlangsung ketat, keras tapi indah, menawan hati. Serangan silih berganti. Pemain sportif. 

Bintangnya malam itu milik Bintang Timur dari timurnya Timor. Macan tapal batas menang tipis 1-0 atas "laskar kepala batu" yang tidak benar-benar kepala batu. 

Pemainnya hangat. Penontonnya sopan, respek dan tetap ceria berdendang. Perseftim kalah secara terhormat. 

Setelah puasa mencapai babak semifinal ETMC lebih dari 12 tahun, Perseftim 2025 sangat menghibur. Lebih dari itu tim ini punya masa depan cerah. 

Mereka juga masih berpeluang lolos ke seri nasional, asalkan bisa mengatasi Perse Ende dalam perebutan juara ketiga ETMC, Minggu 23 Maret 2025.

Penonton pertandingan "tarkam" Jumat malam berlaku tertib tentunya berkat kehadiran aparat keamanan yang bekerja profesional. 

Hormat dan salut pada anggota Polri - terkhusus brimob yang gagah, tenang dan berwibawa di Stadion Oepoi malam itu. 

Senjata laras panjang mereka bukan untuk menakutkan. Senjata itu demi kenyaman dan keamaan semua.

Semoga suasana tertib dan nyaman  berlangsung pada hari puncak, babak final Liga 4 NTT El Tari Memorial Cup, Minggu petang hingga malam, 23 Maret 2025.

Dalam spirit persaudaraan Flobamora, saya yakin perayaaan yang indah berkesan pada Jumat malam akan terulang. 

Danke banyak untuk kerja keras dan kerja cerdas panitia di bawah pimpinan Ibu Reny Marlina Un. 

Terima kasih Ketua Asprov PSSI NTT, Om Chris Mboeik, adik-adikku pengurus teras PSSI,  Abdul Muis, Pieter Fomeni, Lukman Hakim dkk. 

Terima kasih juga buat saudaraku Karel Muskanan dan seluruh kru Bidora Channel yang menghadirkan kejuaraan ini begitu dekat dengan Anda semua pemuja bola di seantero Flobamora dan diaspora NTT seluruh dunia.

Keterlaluan bila dikau tidak berterima kasih kepada pengelola kanal YouTube Bidora. Tanpa mereka ETMC 2025 takkan seheboh dan sedekat dirimu sekarang.

Sebelum mengakhiri catatan omong kosong soal bola ini, beta mau berkata jujur soal satu hal. 

Jujur le, beta amat terusik kalimat dari netizen ini, entah dengan tuan dan puan. 

"Saya nggak ngerti yang main bola bule lawan bule, tapi yang kalah Indonesia. Hahaaa..." 

Aue...kaka Patrick Kluivert, apa kabarmu hari ini? 

Mari berkomtemplasi sejenak. Bae sonde bae, Marselino Ferdinan, anak kita bukan. Flobamora lebe bae kan? 

Selamat berakhir pekan.  Salam bola! (*)

Sumber: Pos Kupang

Lupakan Kluivert!

 

Persebata Lembata
Lupakan sejenak Patrick Kluivert dan Timnas Indonesia. Menguasai bola 61 persen atas Australia tapi kebobolan 5 gol itu seperti disayat sembilu, bukan? 

Buang jauh dulu kecewamu terhadap si arsitek asal Belanda, bos PSSI Erick Thohir atau siapa pun yang terkait Skuat Garuda 2025. 

Mari kita layangkan pandangan ke Stadion Oepoi Kota Kupang. Jumat sore ini hingga malam, 21 Maret 2025, empat tim bertarung untuk meraih tiket final.

Perse Ende vs Persebata Lembata, dan Bintang Timur Atambua versus Perseftim Flores Timur. Julukannya asoi. Manis manja. Sembur Paus (Lembata), Rore (Ende), Laskar Lewotana (Perseftim), dan BeTA (Bintang Timur Atambua).

Empat tim tersebut merupakan yang terbaik dari 31 peserta Liga 4 Nusa Tenggara Timur - El Tari Memorial Cup 2024/2025.

Laga pertama antara Perse vs Persebata mulai pukul 16.00 Wita berselimut revans. Kedua tim sebelumnya berjumpa di final Eltari Memorial Cup 2022 di Lembata. Tuan rumah kalah.

Bertanding di Stadion Gelora 99 Lewoleba lembata, Kamis (29/9/2022), Persebata kalah tipis 5-4 lewat adu penalti setelah bermain 2-2 di waktu normal. 

Pasukan Rore- julukan Perse bawa pulang trofi ke Ende. Tapi Ende gagal mempertahankan gelar setahun kemudian di Pulau Rote. 

Perse terhenti di babak 16 besar. PSN Ngada keluar sebagai jawara setelah menang atas Bintang Timur Atambua di final.

Nah tahun ini kesempatan Persebata Lembata untuk revans sekaligus meraih tiket final. Perjalanan laskar Sembur Paus lumayan apik sejauh ini.

Mereka ke semifinal setelah mematuk Persami Maumere 3-1. Hasil yang  cukup mengejutkan mengingat Persami tampil elok sejak penyisihan sampai babak 16 besar.

Di fase grup Persebata menggilas Platina FC asal Kota Kupang 4-0, bermain imbang 1-1 melawan Bajak Laut dan mengalahkan Persab Belu 2-0. Di babak 16 besar, Lembata menang 1-0 atas PS Malaka.

Mereka punya modal kuat meladeni Perse Ende yang sempat tumbang 1-3 melawan Bintang Timur Atambua pada laga perdana penyisihan grup 4 Maret 2025.

Lini serang Persebata tajam. Pilar pertahanan cukup solid. Persebata banyak pemain muda dengan energi besar untuk bertarung spartan selama 120 menit. 

Kudengar di sana ada siswa SKO alias Sekolah Keberbakatan Olahraga. Mereka punya dasar bermain bola yang bagus.

Hati-hatilah Perse Ende. Keutamaan Perse punya mental juara dan waktu istirahat untuk pemulihan fisik dan psikis lebih lama dibandingkan Lembata.

Perjalanan Perse pun lumayan baik. Setelah keok 1-3 dari Bintang Timur Atambua di laga perdana Grup D, mereka bangkit. Menang  3-2 atas BMU Alor, dan unggul 2-1 atas Sergio Malaka.

Di babak 16 besar, Perse Ende mengalahkan juara bertahan  PSN Ngada dan di babak perempat final menyingkirkan Persamba  Manggarai Barat 2-1. Meski sempat tertinggal dan gagal  penalti, Ende akhirnya lolos berkat gol Alfian dan Vergil Gale.

Lini depan Perse Ende cukup produktif. Sebaliknya pilar pertahanan kerap kedodoran terutama di babak kedua. 

Duel Persebata vs Perse merupakan ujian taktik dan mengelola irama permainan. Rotasi pemain tak kalah penting mengingat ada yang kena akumulasi kartu maupun cedera atau kurang fit untuk bermain.

Boleh jadi pertandingan tidak berakhir 2x45 menit. Bisa berlanjut extra time bahkan adu penalti.

Semifinal kedua antara Perseftim Flores Timur vs Bintang Timur Atambua  mulai pukul 18.30 Wita tak kalah asyik. 

Sudah lebih dari 10 tahun tim dari ujung timur Pulau Flores itu menantikan kesempatan bermain di semifinal ETMC. 

Perseftim  lolos ke semifinal setelah menang 3-0 atas klub asal Manggarai Barat, Bajak Laut  di Stadion Oepoi, Kupang, Rabu (19/3/2025) malam. 

Ketiga gol Perseftim tercipta pada babak kedua masa perpanjangan waktu 2x15 menit.

Perseftim Flores Timur melaju ke semifinal untuk bersua Bintang Timur Atambua alias BeTa. Sehari sebelumnya BeTA lolos ke empat besar setelah menang dramatis 3-2 atas Tiara Nusa FC dari Manggarai Timur.

Di atas kertas, pemuja sepak bola NTT lebih mengunggulkan Bintang Timur Atambua. Bisa dimengerti mengingat kinerja mereka relatif stabil dalam dua tahun terakhir. Tim bimbingan Serena Francis ini finalis 2023 di Rote.

Pencapaian BeTa sejak babak penyisihan ETMC 2025 pun sangat meyakinkan. Skuat dari tapal batas RI-Timor Leste itu bermaterikan pemain usia muda. 

Mereka terlatih sangat baik, disiplin dan solid di semua lini. Pantang menyerah dalam posisi tertinggal seperti Ketika melawan Perse dan Tiara Nusa.

Ihwal daya juang di lapangan, para pemain Perseftim juga menyala, kaka! 

Apalagi suporter Flores Timur sepertinya  bakal menguasai tribune Stadion Oepoi Kupang malam ini. Fans Bintang Timur pun tak mau kalah. Duel BeTA vs Perseftim akan menjadi tontotan menawan.

Petugas keamanan kiranya perlu berkerja ekstra agar dua laga semifinal hari ini berjalan lancar dan nyaman bagi semua.

Semoga cuaca bersahabat agar bola bergulir indah di lapangan. Tidak elok kalau hujan tercurah secara berlebihan. Oepoi akan jadi kolam lele.

Pawang hujan ko naik gunung sudah eee 

Selamat bertanding Perse, Persebata, BeTA dan Perseftim. Junjung bae-bae sportivitas. 

Salam bola!

Macam Liga Eropa


Persebata Lembata

Sobat kental sepantaran awak jengkel bukan kepalang. Dia penggemar berat sepak bola. Tim lokal kesayangannya adalah Persib Bandung dan Perfeftim Flores Timur.  

Kalau tim mancanegara, dia sejak lama jatuh cinta pada klub Barcelona FC (Spanyol) dan Timnas Argentina.

Niatnya menonton laga 16 besar El Tari Memorial Cup (ETMC)  antara Perseftim  versus klub Citra Bhakti Ngada luruh oleh usia kategori pra lansia.

Umur yang secara natur tak cukup kuat lagi mete alias begadang hingga malam larut. 

"Saya tidak kuat lagi mete le, teman. Mengapa panitia atur jadwal main sampai tengah malam begini. Macam nonton liga Eropa saja," katanya tertawa. 

Hahahaaa.. saya juga ngakak di ujung telepon genggam. "Sudahlah, teman. Kita mesti tahu diri. Besok pagi bisa nonton ulang di kanal YouTube Bidora. Saya juga mau tidur sekarang," kataku kepadanya. Klik. Telepon mati.

Jarum jam menunjukkan pukul 23.55 Wita hari Senin, 17 Maret 2025. Sesaat lagi hari telah berganti.

Saya memang melewatkan laga Perseftim vs Citra Bhakti Ngada yang berakhir 4-1 lewat adu penalti. 

Duet ketat selama dua jam hasilnya cuma kaca mata (0-0). Saat adu penalti, pemain-pemain Perseftim lebih jago sebagai algojo. Citra Bhakti terhenti. 

Musim kompetisi kali ini nasib baik rupanya menyelimuti anak-anak Ngada.

Laga babak 16 besar antara  Perseftim vs Citra Bhakti Ngada tercatat sebagai yang paling larut bergulir selama kompetisi Liga 4 Nusa Tenggara Timur - El Tari Memorial Cup 2025. 

Bisa dimaklumi mengingat pertandingan sebelumnya antara tuan rumah Persekota Kupang vs Bajak Laut (Manggarai Barat) juga berakhir via adu penalti.  

Bajak Laut lolos ke perempat final setelah menang tipis 8-7 (1-1). Pada hari kedua babak knock out ETMC 2025, terjadwal empat pertandingan mulai pukul 14.00 Wita. 

Namun, pertandingan tertunda kurang lebih dua jam lantaran panitia harus mengeringkan lapangan Stadion Oepoi dari genangan air hujan. 

Air langit deras tercurah mengguyur Kota Kupang dan sekitarnya pada Senin pagi hingga siang kemarin.

Maka pemain Perseftim vs Citra Bhakti yang berada di urutan keempat, mesti  mengutak-atik si kulit bundar larut malam sampai Selasa dini hari 18 Maret 2025.  

Tentu tidak lazim bagi kita di bumi Flobamora yang belum terbiasa bermain sepak bola pada malam hari. 

Di NTT, stadion yang representatif untuk bermain malam hari baru dua yaitu Stadion Marilonga di Kota Ende dan Stadion Oepoi Kota Kupang. Stadion Marilonga di kampung beta merupakan pionir.

Idealnya laga babak 16 besar ETMC 2025 tidak dipadatkan wajib tuntas dalam dua hari saja. 

Sangat elok menawan hati bila berlangsung empat hari sehingga saban hari hanya dua pertandingan.

Namun, panitia ETMC 2025 sudah mematok babak final kompetisi yang bergulir sejak Senin 3 Maret 2025 adalah hari Minggu, 23 Maret 2025. 

Itulah sebabnya padatnya jadwal merupakan konsekwensi logis. Patut diterima. Semua tim peserta kiranya sudah sepakat saat pertemuan teknis.

Kalau perpanjang waktu kompetisi lagi  bakal menyedot energi tidak sedikit terutama biaya akomodasi dan lain-lain. 

Di tengah isu efisiensi anggaran dan pemangkasan dana di sana-sini, pilihan ini rasional. 

Semoga kompetisi ETMC berikut lebih longgar jadwalnya agar aksi pemain sungguh berkualitas karena mereka tampil dalam kondisi fisik dan psikis lebih bugar.

Hanya jeda istirahat sehari untuk kompetisi Liga 4 sekelas ETMC sangat tidak ideal. Pemulihan butuh waktu sekurang-kurangnya 48 jam.

Kita seolah tega "menghukum pemain" dan pelatih untuk memforsir tenaga dan pikiran sehabis-habisnya demi meraih kemenangan.

  Coba tuan dan puan tanya delapan tim yang sekarang berada di babak perempat final, apa masalah mereka?  Saya kok agak yakin satu di antaranya adalah faktor kelelahan!

Mereka letih dan lesu. Psikis maupun fisik, terkhusus tim yang  menjalani laga lebih dari dua jam seperti Perse Ende, Perseftim Flores Timur dan Bajak Laut Manggarai Barat.

Sedikit lebih bugar kiranya memihak skuat Bintang Timur Atambua, Persamba, Persebata Lembata dan Persami Maumere yang main "gagah ngeri" ketika mematuk lawan-lawannya.

Setelah beristirahat hanya sehari, Perse Ende hari ini Selasa 18 Maret 2025 mulai pukul 15.00 Wita akan melawan Persamba Manggarai Barat.  Kedua tim asal Pulau Flores itu berjuang meraih satu tempat di semifinal ETMC 2025.

Laga kedua mempertemukan runner-up ETMC 2023, klub Bintang Timur Atambua (BTA) melawan Tiara Nusa dari Manggarai Timur.

Perse dan Bintang Timur mungkin saja lebih ente unggulkan menang mengingat rekam jejak mereka sebelumnya. Tapi bola itu bundar. Segala sesuatu mungkin terjadi selama 2x45 menit. Bahkan 120 menit sampai adu penalty.

Besok, Rabu 19 Maret 2025 empat tim lain akan berjuang meraih tiket empat besar yaitu Persami, Persebata, Bajak Laut dan Perseftim.

Siapa yang paling lekas pulih, lebih siap fisik dan mental akan keluar sebagai pemenang sampai hari puncak 23 Maret 2025.

Oh ya, tim dari  utara dominan di ETMC 2025. Utara yang saya maksudkan ialah tim asal Pulau Flores dan Lembata. 

Dari delapan tim yang bertahan sejauh ini, tujuh kesebelasan berasal dari Flores dan Lembata.

Bintang Timur Atambua menjadi satu-satunya yang "jaga waka" (baca: jaga nama) anak-anak selatan Flobamora: Timor, Sumba, Rote dan Sabu.

Pesan kecil buat tim-tim asal Flores Lembata, jangan tepuk dada dulu, kawan. Biar sendirian, siapa tahu malah Bintang Timur Atambua yang akan jadi jawara. Mereka tuan tanah na. 

Akhir kata, selamat bertanding tim delapan besar ETMC 2025. Kalian semua merupakan yang terbaik. 

Jaga fair play. Junjung tinggi spirit persaudaraan Flobamora. 

Ubur-ubur ikan lele

Nona entete lincah-lincah le

Nyong ganteng pemain bola NTT

Jangan bakalai e...

Salam bola!

Ngada di mana-mana

 


Usai sudah perjalanan kesebelasan Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN) di ajang kompetisi Liga 4 Nusa Tenggara Timur, El Tari Memorial Cup 2025.

Langkah sang juara bertahan terhenti di babak 16 besar. PSN kalah dengan kepala tegak dalam drama adu penalti setelah laga melelahkan selama 2 jam lebih. Mereka bahkan sempat mandi hujan pula. 

Ketika  adu penalti bergulir menjelang malam larut (hampir pukul 11 malam), PSN Ngada menyerah 1-2 (0-0) melawan "musuh sekaligus sahabat karibnya" Perse Ende. 

Hanya satu dari lima algojo PSN yang sukses menjebol gawang Ende. Selebihnya diblok kiper Perse dan melambung jauh di atas mistar gawang. 

Sulit menampik betapa kelelahan membuat anak-anak dari kota dingin Bajawa dan sekitarnya kehilangan konsentrasi dan daya sengat.

Para pemain  Perse Ende lebih beruntung. Dewi Fortuna memeluk mereka kali ini. Semoga sukses terus sampai puncak ETMC 2025.

PSN dan Perse menciptakan malam nan indah di Stadion Oepoi Kupang, Minggu 16 Maret 2025. 

Final dini, kata banyak pemuja sepak bola Flobamora. Apa mau dikata. Bola bergulir mempertemukan mereka di 16 besar.

Duel malam itu  panas luar dalam. Membara di dalam lapangan maupun di tribune penonton Stadion Oepoi Kupang. Pertarungan hidup mati.

Tapi begitulah watak dasar anak Ende dan Ngada, dua kabupaten bertetangga rapat di Pulau Flores. Panas kompetisi bola yes, bersaudara pasti!

Meskipun pertandingan berjalan alot, ketat dan tensi tinggi, hati para pemain, pelatih, ofisial dan penonton tetap dingin. Cool abis.

Suporter PSN dan Perse bernyanyi-nyanyi, berjingkrak ria, memberi dukungan sepenuh-penuhnya untuk tim kesayangan masing-masing.

Pemain di lapangan tak kalah ganas. Serangan silih berganti, adu fisik, uji otak, strategi, teknik dan taktik. Hasil tetap 0-0 hingga waktu normal 90 menit serta extra time 2x15 menit.

Perse menang pada akhirnya namun mereka tak jemawa.  Pemain Perse memeluk, menghibur pemain PSN Ngada, pelatih serta ofisial. Tak ada keributan, protes apalagi hujatan.

Sepanjang sejarah El Tari Memorial Cup, PSN dan Perse sudah berjumpa banyak kali. Duel klasik super asyik. Bertempur sesudah itu berangkulan hangat.

Para penonton dari kedua kubu pun berjalan keluar dari stadion dengan tertib. Mereka saling menyapa dan bercanda tawa.

Semoga kehangatan semacam ini terus menular dan menginspirasi semua tim hingga kompetisi sepak bola El Tari Memorial Cup 2025 berakhir.

Malu kita kalau sepak bola NTT selalu diwarnai perang mulut dan adu jotos. Sedih nian bila pemain bola berubah peran jadi karateka atau petinju.

***

Kisah PSN di ETMC 2025 sudah tutup buku. Tapi jangan lupa kawan, anak Ngada masih ada di mana-mana.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa para pemain sepak bola asal Kabupaten Ngada menjadi incaran tim atau klub dari daerah lain di NTT.

Secara umum bakat dan skill mereka mengolah si kulit bundar di atas rata-rata. Daya juang tinggi dan berkarakter baik.

Silakan tuan dan puan periksa tim-tim peserta El Tari Memorial Cup 2025, terutama dari Flores dan Lembata. 

Hampir pasti ada satu dua pemain asal Ngada yang bergabung di sana. Mereka masuk skuat bukan sekadar penggembira. Lazimnya starting eleven list.

Saya ingat tahun 1999 saat meliput El Tari Memorial Cup di Kota Ende. Tuan rumah Ende akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan PSN Ngada 3-2 di final.

Laga final di Stadion Marilonga, Selasa sore 7 Desember 1999 berlangsung sengit. 

Meremas jantung para suporter kedua tim sejak Wasit Umar Wongso melakukan kick-off hingga duel 2x45 berakhir. 

PSN kala itu merupakan juara bertahan. Sayang mereka gagal pertahankan gelar di bumi danau Tri Warna Ende. Yang mau saya ceritakan adalah, pemain kunci Perse saat itu adalah anak Ngada.

Yosef Bebo namanya. Pria gagah  yang berperan sebagai jenderal lapangan tengah Perse.

Yosef Bebo tangguh dan taktis. Umpan-umpanya terukur untuk trisula lini depan Perse, Lody Mitan, Vevi Kumanireng dan Alit Santika. 

Yosef Bebo juga piawai mengatur kedalaman sehingga blok tengah PSN Ngada yang dipimpin Johni Dopo sulit bergerak bebas.

Dengan mematikan Johni Dopo, Perse mengambil peluang terus menekan dan hasilnya diperoleh pada menit ke-9 tatkala Yosef Bebo sendiri menjebol gawang Imu Kadu hasil tembakan bola dari jarak sekitar 25 meter.

Gol pertama anak Ngada ini membuat mental bertanding PSN down hingga menyerah dengan skor tipis 2-3. Ende juara. Yosef Bebo dielu-elukan.

 Tahun 2025 masih tim yang diperkuat sejumlah putra Ngada yang bertahan di kompetisi dan  berpeluang jawara.

Sampai hari ini Senin 17 Maret 2025, tercatat empat tim yang melaju ke babak perempat final ETMC 2025. 

Mereka adalah Persamba Manggarai Barat,  Perse Ende,  Tiara Nusa (Manggarai Timur) dan Bintang Timur Atambua.

Mengapa kal ini beta sentil banyak mengenai PSN dan Perse? Harap maklum, kedua tim itu selalu di hati. 

Alasannya? Aih, mohon maaf kawan. Ini rahasia keluarga. Hahahhaa...

Bagaimana saya bisa pindah ke lain hati mengingat cantiknya Inerie? Apalagi gurihnya kopi kelas dunia - kopi Bajawa? 

Wala ame ka'e, susah amat le melupakannya.

Buat tim yang berlaga hari ini, Persebata vs PS Malaka, Persami vs Biru Muda Perkasa, Persekota vs Bajak Laut, dan Perseftim vs Citra Bhakti Ngada, ayo bertanding seperkasa mungkin. Fair Play!

Bagi penonton mari ramah-ramah, jangan marah-marah! 

Nonton bola untuk Bahagia, bukan bikin naik darah. Di NTT cukup ikan saja yang naik di pantai.

Semoga hujan segera berlalu biar Stadion Oepoi sore nanti asyik untuk bermain dan menonton. 

Salam bola!

Pesta Para Jawara

 

Spanyol juara Euro 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Usailah sudah pesta sepak bola sebulan penuh yang membuat tuan dan puan pemuja bola begadang atau bangun tidur lebih awal.

Sejak 14 Juni hingga 14 Juli 2024, tersaji dua turnamen besar yaitu Piala Eropa atau Euro dan Piala Amerika atau Copa America.

Seorang kawan, anggota komunitas gila bola di Kupang mengaku kualitas tidurnya agak terganggu sebulan terakhir. Demikian pula konsentrasi kerja pada siang hari.

Maklum, dia begadang nonton tim kesayangan di Piala Eropa kemudian lanjut menonton pertandingan Copa America yang ditayangkan langsung pagi hari.

"Tapi saya senang, tim kesayanganku Argentina juara Copa America," katanya semringah.

Dua pesta bola bersamaan semacam ini memang istimewa karena hanya terjadi empat tahun sekali.

Pengecualian Euro dan Copa America 2020 yang baru bergulir tahun 2021 lantaran pagebluk bernama Covid-19.

Setelah Euro dan Copa America 2024 berlalu, kita menanti 24 purnama lagi untuk menikmati pesta besar bernama FIFA World Cup atau Piala Dunia 2026.

Tuan dan puan tentu sudah tahu hasil Euro 2024 dan Copa America.

Spanyol keluar sebagai juara Euro 2024 setelah menang 2-1 atas Inggris di babak final Minggu malam 14 Juli 2024.

Pada hari yang sama di benua berbeda, Argentina sukses mempertahankan gelar juara Copa America.

Lionel Messi dkk menang tipis 1-0 atas Kolombia. Medio 2024 sunguh menjadi pesta para jawara bola.

Baik Euro maupun Copa America tidak menghadirkan kejutan. Yang juara memang tim bermental jawara!

Sebelum Euro 2024, Spanyol adalah negara pemenang tiga kali Piala Eropa setara dengan Jerman.

Kini Spanyol merupakan tim tersukses di benua biru Eropa. Sejak awal turnamen, Timnas Spanyol memang favorit juara Euro 2024 selain Inggris, Jerman, Prancis, Italia dan Portugal.

Setelah menjadi satu-satunya tim yang sapu bersih kemenangan di fase grup lewat permainan atraktif, indah dan efisien, Spanyol nomor wahid dijagokan sebagai pemenang Euro.

Prediksi kebanyakan pengamat itu terbukti jitu. Tim Matador menjuarai Euro yang keempat setelah tahun 2064, 2008, dan 2012.

Khusus tahun ini Spanyol menggenapinya dengan lima rekor baru. Sejarah manis pun tercipta di Berlin, ibu kota Jerman 14 Juli 2024.

Spanyol menjadi tim pertama yang mengangkat trofi Euro empat kali pada edisi tahun 1964, 2008, 2012, dan 2024.

Jangan lupa pada periode 2008-2012, Spanyol juga menjadi juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Rekor kedua, Spanyol merupakan tim pertama yang menjuarai Piala Eropa dengan kinerja 100 persen menang sejak penyisihan hingga final. Luar biasa!

Timnas Spanyol juga memecahkan rekor gol terbanyak yang dicetak satu tim dalam satu edisi kompetisi Euro. Pemain Spanyol total mencetak 15 gol di Euro 2024.

Bintang remaja Spanyol, Lamine Yamal, menjadi pemain termuda yang tampil di final Euro. Dia bermain di babak final melawan Inggris pada usia 17 tahun 1 hari.

Lamine Yamal juga menjadi pesepak bola termuda yang bermain di final turnamen besar.

Yamal sudah memecahkan rekor legenda Brasil, Pele, yang bermain di final Piala Dunia 1958 pada usia 17 tahun dan 249 hari.

Kendati materi pemain tidak semewah generasi Xavi Hernandez - Andres Iniesta (2008-2012), skuat Spanyol 2024 komplet dan yang terbaik di Eropa saat ini.

La Furia Roja merupakan penantang sepadan untuk juara bertahan Argentina dalam perebutan trofi Piala Dunia dua tahun mendatang.

Ketika Italia, Jerman dan Belanda terseok-seok, Prancis bergantung pada Kylian Mbappe atau Portugal masih andalkan Cristiano Ronaldo, Spanyol memiliki pemain dengan kualitas mirip di semua posisi.

Apalagi aksi dua bocah Nico Williams dan Yamine Yamal sungguh asyik. Williams dan Yamal niscaya akan semakin matang saat Piala Dunia 2026 dan Piala Eropa dua tahun sesudahnya.

Gelar ke-16 Argentina

Pesta sang jawara juga terukir di benua Amerika, satu di antara sumbu utama sepak bola dunia.

Sebelum terbang ke Amerika Serikat untuk mempertahankan gelar, Argentina sudah mengoleksi 15 trofi juara Copa America, selevel dengan Uruguay. Jauh di atas Brasil yang baru 9 kali juara.

Tahun 2024 Argentina memecahkan rekor sekaligus meninggalkan pesaingnya Uruguay dengan koleksi 16 gelar Copa America dan 14 kali runner-up.

Suatu pencapaian yang mengesankan. Argentina tinggal mengejar rekor Brasil yang lima kali meraih gelar juara Piala Dunia.

Di ajang FIFA World Cup, Brasil merupakan tim tersukses dan satu-satunya negara yang selalu berlaga di putaran final Piala Dunia.

Argentina tiga kali juara Piala Dunia dan kini menyandang status sebagai juara bertahan (1978, 1986 dan 2022).

Di Copa America, Uruguay mengoleksi 15 gelar juara dan 6 kali runner-up, disusul Brasil 9 gelar juara; 12 kali runner-up, Paraguay 2 gelar juara; 6 kali runner-up.

Sementara, Chili 2 gelar juara; 4 runner-up, Peru: 2 gelar juara; 1 runner-up, Kolombia 1 gelar juara; 2 runner-up dan Bolivia 2 gelar juara; 1 runner-up.

Pesta Argentina menjuarai Copa America 2024 menjadi sempurna setelah dua pemainnya merai penghargaan individu.

Kiper Terbaik Euro 2024 jatuh ke tangan Emiliano Martinez. Sedangkan Top Skor milik Lautaro Martinez dengan 5 gol.

Satu-satunya penghargaan yang lepas dari Argentina adalah gelar Pemain Terbaik Copa America 2024 yang diraih kapten Timnas Kolombia, James Rodriguez.

Kinerja Lionel Messi dkk di Copa America 2024 tak berbeda jauh dibandingkan performa mereka saat merebut trofi Piala Dunia dua tahun lalu di Qatar.

Argentina dan Spanyol harus diakui merupakan tim terbaik dunia yang sangat menghibur saat ini. Permainan mereka efisien, atraktif sekaligus menawan hati.

Rasanya tak sabar menanti jawara Euro vs Copa America bertanding di ajang Finalissima tahun 2025.

Dunia bola akan melihat aksi brilian Lamine Yamal melawan sang superstar Argentina Lionel Messi.

Proficiat buat pemuja Spanyol dan Argentina di mana saja berada. Salam bola! (*)

Sumber: Pos Kupang

Coming Home

 

Timnas Inggris 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Setelah melalui perjuangan panjang melelahkan sebulan penuh, bolehlah hari ini anak-anak Inggris mendendangkan lagu football coming home.

Coming home. Sepak bola pulang ke rumah yang melahirkannya dua abad lalu.

Di antara negara Eropa, kiprah Timnas Inggris paling manis dalam tiga tahun terakhir. Tim asuhan Gareth Southgate tersebut lolos lagi ke babak final kejuaraan Piala Eropa.

Tiga tahun lalu di rumah sendiri, Inggris lolos ke final Euro 2020 yang baru digelar bulan Juli 2021 karena pandemi Covid-19.

Di babak semifinal 8 Juli 2021, Inggris menang dramatis 2-1 atas Denmark berkat gol penentu dari Harry Kane pada menit ke-104.

Sayang di babak final Euro 2020 pada 12 Juli 2021, Inggris kalah adu penalti melawan Italia dengan skor 2-3 setelah imbang 1-1 selama 120 menit.

Tiga tahun kemudian Timnas Inggris mengulang pencapaian yang sama di Euro 2024 yang bergulir di bumi Jerman.

Secara dramatis pula The Three Lions lolos setelah mengalahkan Belada 2-1 berkat gol injury time Ollie Watkins (menit ke-90+1) di BVB Stadion Dortmund, Rabu (10/7/2024) malam atau Kamis (11/7/2024) dini hari WITA.

Inggris akan menantang Spanyol di final Piala Eropa 2024 pada Minggu malam 14 Juli 2024 atau Senin dini hari 15 Juli 2024 Waktu Indonesia.

Duel final antara Spanyol vs Inggris akan berlangsung di Olympiastadion Berlin, Jerman, Senin (15/7/2024) mulai pukul 03.00 Wita.

Spanyol meraih tiket final Euro 2024 seusai menaklukkan Prancis 2-1 di semifinal.

Setelah tertinggal 1-0 dari Prancis pada menit ke-8, Spanyol bangkit berkat gol pemain remaja fenomenal berusia 16 tahun, Lamine Yamal. Yamal mencetak gol penyama kedudukan lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti pada menit ke-21.

Pada usia 16 tahun 362 hari, ia menjadi pemain termuda dalam sejarah Piala Eropa dan Piala Dunia yang mencetak gol dalam sebuah pertandingan, melampaui rekor Pelé sebelumnya.

Dani Olmo mencetak gol pada menit ke-25 untuk memimpin hingga akhir laga. Dani Olmo kini memimpin dalam perlombaan merebut Sepatu Emas Euro 2024 di Jerman.

Tangan dingin Southgate

Sukses Inggris sejauh ini merupakan buah dari tangan dingin dan kecerdasan Pelatih Gareth Southgate.

Saat melawan Belanda, Inggris mengalami kebuntuan setelah skor 1-1 sampai menit ke-80. Melihat Phil Foden dan Harry Kane tidak efektif lagi dan mulai kelelahan, dia memasukkan Cole Palmer dan Ollie Watkins menit ke-81.

Pergantian pemain terbukti jitu. Palmer dan Watkins mengobrak-abrik pertahanan Belanda. Pada menit ke-90+1 Watkins mengubah keadaan. Penyerang Aston Villa tersebut mencetak gol kemenangan Inggris memanfaatkan umpan Cole Palmer.

Belanda sungguh merasa sakit hati. Ketika mereka berpikir laga berlanjut ke babak tambahan Waktu, sontekan Watkins tiba-tiba mengakhiri segalanya.

Kerja sama Palmer-Watkins memberikan kemenangan penting bagi Inggris. Gareth Southgate pun menjadi pelatih pertama Inggris yang lebih banyak mengantarkan tim nasional ke final turnamen besar. Hebatnya lagi di Piala Eropa dia membawa Inggris lolos ke final secara beruntun.

Gareth Southgate telah menjawab tuntas hujan kritik dan ejekan dari fans Inggris.

Sejak menangani Timnas Inggris bulan September 2016, Southgate tak pernah luput dari kecamatan dan hujatan fans Tiga Singa.

Di ajang Euro 2024, mereka menuding Southgate miskin taktik karena sempat memainkan Trent Alexander-Arnold sebagai gelandang.

Pososi Alexander-Arnold di Liverpool adalah bek kanan. Gara-gara itu Southgate dilempari gelas plastik bir oleh fans Inggris dalam laga terakhir penyisihan Grup C melawan Slovenia pada 26 Juni 2024.

Meskipun sakit hati mendapat perlakuan begitu, Southgate tetap fokus pada pekerjaannya. "Saya tidak bisa menyangkal hal-hal seperti ini menyakitkan. Tidak normal jika Anda dilempari bir,” kata Southgate.

"Tetapi saya beruntung. Hidup telah membawa saya melalui banyak proses membangun ketahanan diri. Saya tahu ke mana saya ingin membawa tim ini, dan tim juga melihat saya tetap kuat Bersama mereka," ujarnya.

Southgate merealisasikan kata-katanya dengan membawa Inggris ke final Piala Eropa 2024.

Ranking FIFA Spanyol dan Inggris saat ini tak jauh berbeda. Inggris berada di peringkat 5, sedangkan Spanyol peringkat 8.

Spanyol merupakan negara paling sukses di Piala Eropa. Sedangkan Inggris belum sekalipun menjadi jawara. Mereka baru sekali juara Piala Dunia 1966.

Spanyol juara Piala Dunia 2010, dan tiga kali juara Euro yaitu tahun 1964, 2008, 2012 dan juara Nation League tahun 2023.

Sepanjang Euro 2024 dari babak penyisihan hingga semifinal Spanyol berhasil memenangkan semua pertandingan. Dari 6 laga, tim asuhan Luis de la Fuente mencetak 13 gol dan kebobolan hanya 3 gol.

Sejak fase penyisihan grup Euro 2024, Timnas Inggris meraih 3 kemenangan, dan 3 berakhir seri. Harry Kane dkk mencetak 7 gol, dan kebobolan 4 gol.

Dengan perbandingan statistik seperti itu, bisa dimengerti apabila banyak pengamat lebih menjagokan Spanyol menang di final malam ini.

Spanyol menjadi tim pertama yang memenangkan enam pertandingan di satu edisi Euro, dan yang pertama memenangkan enam pertandingan berturut-turut di satu turnamen Euro.

Jika menaklukkan Inggris malam ini, Spanyol akan menjadi negara dengan gelar juara Euro terbanyak. Spanyol dan Jerman sama-sama telah mengoleksi tiga gelar juara Piala Eropa.

Sukses Spanyol sebelumnya terukir pada tahun 1964 di kandang sendiri, disamping juara pada tahun 2008 dan mereka sukses mempertahankannya pada tahun 2012.

Selama di Jerman 2024, Spanyol menampilkan sepak bola menyerang yang indah, atraktif dan efisien.

Dibanding era generasi emas 2008, 2010 dan 2012 yang dihuni Xavi, Iniesta, Busquets, Villa, Torres dan Puyol, Spanyol 2024 memang sedikit kalah mewah dari segi materi pemain.

Akan tetapi permainan kolektif mereka membunuh musuh di saat yang tepat. Kerja sama Rodri, Ruiz dan Olmo apik nian. Mereka pun sejiwa dengan Lamine Yamal, Nico Williams dan pemain senior Alvaro Morata di depan.

Nacho, Carvajal dan Laporte begitu tangguh di belakang. Tak ada jeda antara depan, tengah dan belakang.

Ketika pemain Spanyol bergerak, semua bergerak bersama dan seirama, mengalirkan bola yang indah mematikan.

Belum lagi faktor si bocil Lamine Yamal yang bermain tanpa beban.

Jika Spanyol juara, Yamal bakal menorehkan rekor baru.

Di kubu Inggris, pesan optimistis disuarakan mantan pemain Timnas Inggris, Gary Neville. Dia mengatakan inilah momentum manis bagi Inggris untuk menjadi juara Eropa. Membawa trofi ke rumah.

"Bisa kembali ke final adalah performa yang luar biasa. Pergi dan selesaikan (jadi juara). Berapa kali Inggris bisa berada di posisi ini? Saya tidak pernah sampai di sana sekalipun," katanya kepada ITV Sport.

Gareth Southgate mengakui bahwa lawan Inggris di final Euro 2024 adalah tim paling meyakinkan.

“Kami menghadapi tim terbaik di turnamen ini sehingga harus ekstra persiapan. Namun kami masih di sini dan terus berjuang,” tandasnya.

Begitulah sosok Southgate. Dia tak pernah sesumbar. Sabar dan rendah hati merupakan kekuatan pelatih kelahiran 3 September 1970 ini.

Gareth Southgate kiranya terngiang selalu penggalan syair lagu yang disuarakan fans Inggris.

We still believe

We still believe

We still believe

It's coming home, it's coming home,

It's coming football's coming home

It's coming home, it's coming home

It's coming football's coming home

Selamat berjuang Inggris. Semoga sepak bola sungguh coming home.

La Furia Roja bertarunglah laksana matador. Menang kalah hanya soal hasil. Yang tak terindah adalah tetaplah menjadi kesatria bola.

Selamat menonton! (*)

Sumber: Pos Kupang

Pangeran Sialan

 

Jude Bellingham

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Inggris adalah negeri Prince and Princess. Negeri para Pangeran dan Putri. Raja dan Ratu. Di era modern ini tak ada monarki konstitusional di dunia yang lebih tersohor dan makmur dibandingkan Kerajaan Inggris.

Inggris pun diakui sebagai tanah air sepak bola. Bumi yang melahirkan cabang olahraga permainan tim dengan penggemar terbanyak sejagat raya.

Sepak bola lahir di Britania Raya tapi di ladang penuh pesona ini Inggris sekadar Pangeran bola sialan. Belum sekalipun naik tahta sebagai raja Eropa.

Pernah sekali mereka jadi Raja Mondial bola, 1966. Sudah lama nian. Telah lebih dari setengah abad lampau. Di kala layar televisi masih hitam putih. Sebagian besar tuan dan puan mungkin belum lahir.

Inggris kontemporer sekadar riuh menawan hati untuk level kompetisi liga sepak bola dalam negeri.

Keluar kandang berbaju Tiga Singa, Timnas Inggris begitu-begitu saja. Cuma puas disebut tim favorit atau unggulan turnamen.

Cody Gakpo kembali menunjukkan performa gemilangnya dengan terpilih sebagai Pemain Terbaik dalam kemenangan Belanda 3-0 atas Rumania di Allianz Arena, München pada Selasa, 2 Juli. (foto: eufa.com)

Bagaimana Inggris 2024? Suka atau tidak suka mereka patut puan hormati sebagai pangeran bola. Calon kuat raja Eropa.

Inggris asuhan Pelatih Gareth Southgate (54) sejak 2016 merupakan satu di antara tim terbaik di Eropa bahkan dunia. Di Piala Dunia Rusia 2018, Inggris masuk semifinal.

Sayang impian Inggris juara kandas di tangan Kroasia. Di babak semifinal Piala Dunia 2018, Inggris yang sempat unggul lebih dulu, tertahan imbang 1-1 di waktu normal, lalu keok 1-2 via perpanjangan waktu. Nyanyian Football is Coming Home belum terwujud.

Walau demikian di ajang Piala Eropa, prestasi Three Lions tak bisa dibilang buruk rupa. Pertama kali dalam sejarah, Inggris tampil dalam dua semifinal Piala Eropa beruntun, Euro 2020 dan 2024.

Di Euro 2020 (yang baru diselenggarakan bulan Juli 2021 karena pandemi Covid-19), Inggris bahkan masuk babak final. Sayang nasib baik belum memihak mereka.

Bermain di rumah sendiri, Stadion Wembley London pada 12 Juli 2021, pasukan Gareth Southgate kalah melalui adu penalti 2-3 (1-1) dari Italia.

Inggris lebih dulu unggul lewat gol Luke Shaw menit ke-2, dibalas gol Timnas Italia persembahan Leonardo Bonucci menit ke-67. Saat adu penalti Italia tampil lebih baik dan menang.

Italia sudah gagal mempertahankan gelar juara di Euro 2024. Gli Azzurri tak berdaya melawan Swiss, kalah 0-2 di babak 16 besar. Sementara Inggris selangkah lagi menuju final kedua dalam tempo tiga tahun. Luar biasa!

Syaratnya Harry Kane dkk harus mengalahkan Tim Oranye Belanda. Duel Inggris vs Belanda akan bergulir di BVB Stadion Dortmund, Rabu malam (10/7/2024) atau Kamis (11/7/2024) mulai pukul 03.00 WITA.

Pertandingan Inggris versus Belanda selalu emosional dan berlangsung ekstra ketat.

Pertemuan besok malam akan menjadi momen ke-23 sepanjang sejarah kedua negara besar dengan tradisi sepak bola yang hebat itu.

Inggris dan Belanda terakhir bersua di semifinal Nations League 2019. Saat itu Belanda yang baru diasuh Ronald Koeman menang 3-1. 

Marcus Rashford membuka skor lebih dulu sebelum Matthijs de Ligt memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Di extra time Belanda menambah dua gol melalui bunuh diri Kyle Walker dan tembakan apik Quincy Promes.

Inggris lolos ke semifinal Euro 2024 setelah mengalahkan Swiss 5-3 lewat adu penalti (1-1 waktu normal) sementara Belanda melaju seusai menang bersih 2-1 atas Turki.

Berbeda dengan Inggris yang lumayan aduhai dalam enam tahun terakhir, prestasi Timnas Belanda jauh dari gemerlap.

Euro 2024 menjadi semifinal pertama Timnas Belanda di Piala Eropa semenjak edisi 2004. Anak-anak Negeri Bunga Tulip tersebut harus menanti momen ini selama 20 tahun.

Di ajang Piala Eropa, Belanda dan Inggris pernah berhadapan dua kali tepatnya pada Euro 1988 dan 1996.

De Oranje menang 3-1 di babak penyisihan grup Euro 1988 berkat trigol dari megabintang mereka, Marco van Basten. Delapan tahun kemudian, giliran Inggris menang telak 4-1 juga di babak penyisihan grup di Wembley.

Rekor head to head Belanda berada di atas angin. Belanda mencatat tujuh kemenangan dan menelan enam kekalahan. Sembilan laga lain berakhir imbang.

Pasukan Tiga Singa Inggris bahkan hanya memenangi satu dari sembilan pertemuan terakhir melawan Belanda sejak tahun 2001. Kemenangan tercipta di laga persahabatan Maret 2018. Gol tunggal Inggris di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, dipersembahkan Jesse Lingard.

Kiranya tidak mudah bagi Inggris menaklukkan Belanda yang tampil apik saat menyingkirkan Turki 2-1 di babak perempat final.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Samet Kaydin pada menit ke-35, Belanda bangkit via gol Stefan De Vrij pada menit ke-70 dan gol bunuh diri Mert Muldur menit ke-76.

Penyerang Liverpool, Cody Gakpo merupakan pemain kunci di Timnas Belanda 2024. Dia berduel dengan Mert Muldur merebut bola umpan tarik dari Denzel Dumfries di mulut gawang sehingga bek klub Fenerbahce itu bikin gol bunuh diri.

Cody Gakpo akan kembali menjadi andalan Ronald Koeman untuk menghadapi lini pertahanan Inggris. Dia mencetak tiga gol dan satu assist di Euro 2024.

Gakpo kini bersaing meraih gelar top skor bersama Georges Mikautadze (Georgia), Ivan Schranz (Slovakia), dan Jamal Musiala (Jerman). Tiga pesaingnya sudah gugur. Cuma dia yang berpeluang menambah koleksi gol.

Belanda bakal tampil dengan kekuatan penuh menghadapi Inggris. Para pemain yang mengantongi kartu kuning statusnya sudah boleh bermain.

Regulasi Euro 2024 menghapus kartu kuning di fase grup, 16 besar, dan perempat final. Pemain diskors jika dapat kartu merah di semifinal.

Di kubu Inggris, Marc Guehi sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu kuning. Bek Crystal Palace itu merupakan pilar penting di lini belakang dengan catatan ball recovery terbanyak (37 kali) dibanding pemain Inggris lain. Ia juga lima kali mentekel dengan bersih.

Pemain andalan lain seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Kyle Walker, dan Declan Rice dalam kondisi siap tempur melawan Belanda.

Duel Belanda vs Inggris so pasti alot. Sebagai pendekar total football, Belanda akan menyerang total. The Three Lions mungkin sedikit lebih pragmatis yaitu serangan balik dan atau manfaatkan bola-bola mati.

Belanda yang underdog bakal bermain tanpa beban. Mereka lebih sedikit diunggulkan ketimbang lawannya. Akan tetapi bila Inggris bermain konsisten dan rapi, mereka bisa menyamakan rekor kemenangan atas Belanda dan siap menuju tahta sepak bola Eropa.

Bagaimana duel Spanyol vs Prancis? Keduanya sama-sama Pangeran dan Raja sepak bola Eropa. Bukan pangeran sialan. Mereka sama menyandang reputasi tim terbaik dunia dalam dua dasawarsa terakhir.

Pemenang semifinal Spanyol vs Prancis pada Selasa (9/7/2024) malam atau Rabu dini hari WITA (10/7/2024) adalah tim yang lebih solid dan gigih bertarung selama 90 menit atau lebih.

Tentu saja jangan sekali-kali mengabaikan faktor dewi fortuna. Keberuntungan merupakan bagian dari sepak bola.

Selamat menonton. Salam bola! (*)

Sumber: Pos Kupang

Air Mata Pepe

 

Pepe menangis

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Cristiano Ronaldo mendatangi Pepe lalu memeluknya erat. Tanpa kata-kata. Tapi jelas pesannya yaitu meneguhkan Pepe yang sedang berurai air mata.

Portugal kalah adu penalti 3-5 atas Prancis setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit. Target meraih trofi Piala Eropa pupus di babak perempat final.

Dinding Stadion Volkspark Hamburg, Jerman, Jumat (5/7/2024) malam, menjadi saksi bisu perjuangan sehabis-habisnya CR7 dan Pepe demi kejayaan tanah air mereka.

Dua veteran berusia 41 dan 39 tahun telah total memberi diri untuk kehormatan Selecao das Quinas. Apa daya penalti berakhir pahit. Portugal pulang. Prancis masih bertahan.

Lima algojo Prancis yang sukses menunaikan tugas mereka adalah Ousmane Dembele, Youssouf Fofana, Jules Kounde, Bradley Barcola, dan Theo Hernandez.

Tiga eksekutor penalti Portugal yang berhasil malam itu cuma Cristiano Ronaldo, Bernardo Silva, dan Nuno Mendes, sedangkan Joao Felix gagal. Bola hasil sontekannya membentur tiang gawang.

Pepe tak kuasa menahan air mata. Penalti dalam sepak bola memang kejam.

Lima hari lalu Portugal menang adu penalti melawan Slovenia di babak 16 besar. Hari ini mereka tersingkir dengan cara serupa. Demikianlah bola nasib. Ada saat berjaya. Ada waktu luruh berderai air mata.

"Sepak bola itu kejam dan kesedihan adalah bagian dari hal itu. Kami ingin menang bagi negara kami dan memberikan kegembiraan untuk orang Portugal," kata Pepe.

"Lima hari yang lalu, kami menang adu penalti dan sekarang kami kalah lewat adu penalti. Ini kejam," ujar pemain berumur 41 tahun tersebut.

Kegetiran pun mendera CR7. Dia tidak bisa memberi kontribusi berarti dalam laga hidup mati melawan Prancis.

Dia tak berdaya menghadapi kawalan ketat duo Prancis, Dayot Upamecano dan William Saliba sepanjang 120 menit.

Ronaldo pun tak mencetak gol dari open play selama Euro 2024. Ini perdana sepanjang kariernya, Cristiano Ronaldo gagal mengoleksi satu gol pun di turnamen besar.

Sepanjang Euro 2024, Ronaldo hanya memberi satu assist saat membela Portugal dalam duel kontra Turki di fase grup.

Euro 2024 terasa pahit bagi Pepe dan Ronaldo. Apalagi Euro 2024 ini akan menjadi keikutsertaan terakhir mereka.

“Ini akan menjadi kejuaraan Eropa terakhir saya,” kata Ronaldo, dikutip dari O Jogo.

Faktor usia tak bisa disangkal. Meskipun masih bugar bermain selama 90 menit, namun kemampuan Pepe dan Ronaldo tak sehebat lima atau 10 tahun lalu.

Tapi apapun kedua orang ini luar biasa. Di saat pemain sepantaran mereka sudan pensiun, mereka masih bisa berlaga di lapangan hijau.

Salut dan hormat buat Pepe dan Cristiano Ronaldo. Kegetiran mereka di Euro 2024 menegaskan sekali lagi bahwa sepak bola adalah ekspresi paling natur tentang kehidupan manusia yang mengenal batas.

Hidup yang senantiasa meniti tawa dan juga tangis. Silih berganti. Pepe dan Ronaldo mengalaminya kini.

***

Di balik tangis Pepe dan Ronaldo di Euro 2024, dunia bola takkan melupakan reputasi mereka. Pepe dan Ronaldo adalah pemain yang kehidupan pribadinya jauh dari gosip negatif.

Secara khusus tentu kita akan selalu mengenang prestasi gemilang Cristiano Ronaldo.

Mengutip warta Kompas.com, mantan penyerang klub Manchester United, Real Madrid dan Juventus tersebut telah bermain dalam enam edisi Piala Eropa.

Pencapaian ini merupakan yang terbanyak dari semua pemain lain di Eropa, dengan sekali dia mengangkat gelar juara pada Piala Eropa 2016.

CR7 mencetak 14 gol di turnamen ini, menjadikannya top skor sepanjang sejarah Piala Eropa. Dia unggul lima gol dari pesaing terdekatnya, Michel Platini (Prancis).

Federasi Sepak bola Eropa ( UEFA) pun mencatat Ronaldo sebagai pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Operan Ronaldo bagi gol Bruno Fernandes melawan Turki merupakan yang kedelapan baginya. Ini adalah jumlah terbanyak yang di koleksi bersama Karel Poborsky asal Republik Ceko.

Dari enam turnamen Piala Eropa yang telah ia ikuti, Cristiano Ronaldo tersubur mencetak lima gol di Euro 2020 sekaligus menjadikannya top skor bersama kejuaraan edisi tersebut.

Laga melawan Prancis di Euro 2024 adalah yang ke-30 bagi sang megabintang di Piala Eropa, terbanyak dari semua pemain lain sepanjang sejarah turnamen ini.

Dunia sepak bola akan selalu dan selalu mengenang CR7 sebagai pemain yang sinarnya di lapangan hijau selevel dengan Lionel Messi, Diego Maradona, Pele dan lainnya. (*)

Sumber: Pos Kupang

Espana

 


Timnas Spanyol 2024

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Yang manis tapi bukan gula adalah Espana. Ya Spanyol manis amat penampilannya di fase grup Euro 2024.

Dia satu-satunya tim sempurna. Tanpa cacat. La Furia Roja total mengoleksi 9 poin dan belum kebobolan gol.

Cara mereka bermain pun mengesankan kecuali sedikit dibantu dewi fortuna saat membekap juara bertahan Italia.

Andai jawara hanya berlandaskan hasil fase grup, merekalah yang berhak naik tahta sepak bola Eropa 2024. Spanyol tentu patut masuk tim unggulan. Kandidat kuat pemegang trofi Piala Eropa.

Tapi turnamen bahkan belum separuh jalan. Ujian di depan mata bagi Espana, mampukah mengggusur Georgia yang bikin Cristiano Ronaldo naik pitam?

Peringkat kedua terbaik babak penyisihan so pasti milik tuan rumah Jerman. Mengutip FOX Sports, Jerman memberi harapan bagi pemujanya setelah kemenangan besar atas Skotlandia di laga pembuka dan sukses menaklukkan Hongaria.

Namun, Jerman tertatih-tatih ketika menghadapi Swiss.  Denmark telah menanti di babak knock out. Salah perhitungan, Der Panzer bisa kandas dan rakyat Jerman akan murka terhadap Julian Nagelsmann.

Posisi ketiga terbaik fase grup adalah Portugal, tim yang tetap mengandalkan duet veteran Pepe-CR7. Dunia tak memungkiri peran Cristiano Ronaldo masih sakti mandraguna di usia hampir kepala empat.

Meskipun  ternoda  kekalahan 0-2 melawan Georgia di laga terakhir Grup F, Portugal tetaplah favorit kejuaraan ini. Starting XI mereka merupakan paduan tua-muda terbaik di antara kontestan 16 besar Euro 2024.

Slovenia merupakan lawan Portugal pada 1 Juli 2024. Di atas kertas mestinya Portugal mampu mengatasinya. Namun, sepak bola punya selera unik. Ente terlalu percaya diri malah keok duluan.

Urutan terbaik berikutnya di fase grup milik Les Bleus Prancis, Austria, Inggris, Italia, Swiss, Belanda, Turki, Rumania, Denmark, Belgia, Georgia, Slovenia, dan Slovakia.

Prancis, Inggris dan Italia setali tiga uang. Kinerja mereka pas pasan. Prancis melempen tanpa Kylian Mbappe yang kini bertopeng demi menjaga hidungnya yang patah.

Si Biru hanya runner-up Grup D di bawah Austria dengan koleksi poin 5. Lawan mereka di babak 16 besar tim Setan Merah, Belgia yang telat panas. Bukan mustahil Prancis berkemas pulang lebih awal dari Jerman.

Hujan kritik melanda Timnas Inggris karena memang tidak menggigit. Meski juara Grup C dengan 5 poin, penampilan Harry Kane dan rekan jauh dari ekspektasi para penggemarnya yang amat banyak sejagat raya.

Untungnya Inggris paling favorit di bursa taruhan  juara Euro 2024. Ini menurut Telegraph. Spanyol, Jeman dan Prancis menempati posisi kedua, ketiga dan keempat terfavorit.

Menyusul Portugal dan Belanda. Italia dan Belgia menempati peringkat 7 dan 8. Keduanya berada di atas Austria.

Gli Azzurri alias Italia - paling mendebarkan di fase grup musim ini. Nyaris melukai hati penggemarnya di seluruh dunia.

Drama menegangkan tercipta di Leipzig Senin malam 24 Juni 2024.   Tim juara bertahan lolos dari lubang jarum berkat gol larut Mattia Zaccagni dua menit menjelang wasit meniup peluit akhir.

Dewi Fortuna memihak Italia dan melukai Luka Modric dan kawan-kawan. Italia berhak temani Spanyol ke babak 16 besar dengan poin 4.  

Kapten Kroasia, Luka Modric, mencetak gol menit ke-55, hanya beberapa saat setelah penaltinya ditepis kiper Italia Gigi Donnarumma.

Saat Kroasia hendak berpesta pora, pemain pengganti Mattia Zaccagni menyamakan kedudukan. Hasil  1-1 memaksa Kroasia tersingkir lebih awal.

Begitulah karakter  Italia, suka meremas jantung dan lolos saat sakratul maut. Krisis bikin mereka menggila.

Tuan dan puan kiranya ingat, Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 tapi dua tahun kemudian mereka jawara Eropa. Lalu hanya jadi penonton saat  Piala Dunia 2022 bergulir di Qatar.

Kini mereka lolos dalam situasi krisis pula. Kalau bisa membungkam Swiss pada 29 Juni 2024, Gli Azzurri perlu tuan tempatkan sebagai favorit juara. Cukup sering Italia hanya perlu bermain selama sebulan untuk meraih trofi.

Bagaimana Belanda? Kinerja Memphis Depay dan kolega masih jauh dari pesona Belanda sebenar-benarnya. Belanda yang total football. Belanda yang juara di hati penonton.

Ronald Koeman mesti membuktikan kecerdasan dan nama besarnya melawan Rumania 2 Juli 2024.

Jangan lupa, kejuaraan Piala Eropa atau  Piala Dunia selalu menghadirkan tim Kuda Hitam yang membuat kejutan. Kita menanti kiprah lanjutan Austria, Turki, Georgia, Rumania, Slowakia, dan Slovenia. Berharap sungguh hadirnya drama baru.

Kisah Euro 2024 belum lengkap kalau tidak membedah Grup E. Betapa tidak. Opta mencatat, pertama kali dalam sejarah Piala Eropa sejak tahun 1960, seluruh tim dalam satu grup berakhir dengan poin sama.

Empat tim Grup E Euro 2024 yaitu Rumania, Belgia, Slovakia dan Ukraina sama-sama mengoleksi poin 4. Hasil dari sekali menang sekali seri dan sekali kalah.

Nasib sial menimpa Ukraina yang belum usai berperang melawan Rusia. Mereka tersingkir karena mendekam di dasar klasemen Grup E. Bola kadang terasa kejam. (*)

Sumber: Pos Kupang

Eviva Espana

 

Xabi Alonso

Catatan Sepak Bola Oleh Dion DB Putra

 Pekik girang meledak membahana di Stadion BayArena Leverkusen, Minggu  malam 14 April 2024. Girang dengan sedikit gila.

Ketika tercipta gol keempat ke gawang Werder Bremen pada menit ke-83,  sejumlah penonton nekat masuk ke lapangan.

Pertandingan sempat terhenti beberapa menit untuk mengamankan kegilaan tersebut. Setelah penonton kembali ke tribune, laga berlanjut. 

Permainan Bayer Leverkusen kian menggila. Tatkala  gol kelima tercipta menit ke-90, keceriaan pendukung Leverkusen benar-benar tak bisa lagi dibendung. 

Manusia menyemut serbu masuk lapangan. Situasi tak terkendali memaksa wasit langsung meniup peluit akhir.

Leverkusen menang telak 5-0. Lapangan hijau BayArena berubah menjadi lautan manusia yang bersukaria merayakan prestasi bersejarah klub kesayangan mereka. 

Bayer Leverkusen juara Bundesliga,  pertama dalam 120 tahun sejarah klub cilik di bumi Jerman itu.

Sukacita mewarnai langit dan lorong-lorong Kota Leverkusen. Penyiar radio memutar lagu Eviva Espana. Lagu khusus untuk menghormati Xabi Alonso, pelatih Bayer Leverkusen berkebangsaan Spanyol. 

Xabi Alonso memang  pahlawan bagi Bayer Leverkusen. Dia mengubah impian hampir 200 ribu warga kota di Jerman bagian barat menjadi kenyataan. 

Seabad lebih Leverkusen menanti untuk mencapai puncak tertinggi kompetisi sepak bola Jerman.

Pencapaian historis itu berkat tangan dingin Xabi Alonso meracik tim tanpa banyak bintang menjadi satu kekuatan super keren.

Kemenangan 5-0 atas Bremen membuat Leverkusen mengoleksi 79 poin  dalam 29 pertandingan Bundesliga musim 2023-2024.  

Poin tim asuhan Xabi Alonso  tak dapat lagi dikejar sang juara bertahan, Bayern Muenchen, dan VfB Stuttgart yang beriringan di tangga kedua serta ketiga dengan koleksi poin sama, 63. 

Dengan Bundesliga musim ini menyisakan lima laga, maka 79 poin milik Leverkusen tak mungkin lagi disalip Bayern Munchen atau Stuttgart.

Kisah sukses Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga musim ini dipermanis catatan tanpa terkalahkan. 

Mereka melewati 29 pekan kompetisi level teratas Liga Jerman musim ini nyaris sempurna. Die Werkself - julukan Leverkusen, menang 25 kali dan  empat laga meraih hasil seri.

Rekor pasukan Alonso pun kian mengagumkan jika menyertakan kiprah mereka di ajang lain termasuk Piala Jerman dan Liga Europa. Leverkusen tak terkalahkan dalam 43 pertandingan secara beruntun. 

Leverkusen sudah menyamai Juventus (Italia) asuhan pelatih Antonio Conte yang melalui 43 partai tanpa kalah pada musim kompetisi  2011-2012. 

Rekor mereka bahkan masih bisa lebih baik lagi mengingat kompetisi Bundesliga belum berakhir. Demikian juga Liga Europa dan Piala Jerman.

Leverkusen kini mensejajarkan dirinya dengan klub lain di Eropa yang tak terkalahkan dalam 40 pertandingan secara beruntun.

Selain Juventus, klub yang mencatat rekor apik adalah Real Madrid  (Spanyol) yang tak terkalahkan dalam 40 laga pada musim 2016-2017.

Musim 2016-2017 merupakan tahun tersukses bagi Madrid, klub yang pernah dibela Xabi Alonso. 

Los Blancos meraih lima trofi dalam satu musim yaitu gelar La Liga, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub. 

Bagi Bayer Leverkusen, juara Bundesliga musim ini sekaligus mengakhiri dominasi klub raksasa Jerman yang bermarkas di Kota Munich, Bayern Muenchen yang merajai Bundesliga 11 musim terakhir.

Tim terakhir yang menjadi juara Liga Jerman sebelum ini adalah Borussia Dortmund asuhan Pelatih Juergen Klopp pada tahun 2012. 

Jadi, betapa monotonnya Bundesliga  meskipun saya telanjur jadi penggemar  berat Bayern Muenchen.

Di Bundesliga, Bayern Muenchen memang sangat berkuasa. Mereka hanya sedikit bisa disaingi Borussia Dortmund atau sesekali dapat gangguan dari VfB Stuttgart, FC Koln, 1860 Munich, FC Nurnberg, Borussia Monchengladbach atau VfL Wolfsburg.

Trofi yang diraih Granit Xhaka dan kawan-kawan pada musim ini merupakan yang pertama bagi Bayer Leverkusen dalam 31 tahun terakhir. 

Media Jerman menulis dengan perasaan yang meluap-luap. Betapa jamahan tangan Xabi Alonso telah mengakhiri nasib sial Leverkuesen.

Klub yang berdiri tahun 1904 ini mendapat julukan Neverkusen karena berulangkali gagal meraih trofi kampiun justru pada detik-detik terakhir. 

Sebut misalnya ketika Leverkusen yang dimotori Lucio dan gelandang elegan Michael Ballack mengejar treble Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions pada musim kompetisi 2001-2002. 

Mereka gagal membawa pulang satu trofi pun setelah finis satu poin di belakang Borussia Dortmund di Bundesliga, kalah 2-4 dari Schalke di final DFB Pokal (Piala Jerman), dan keok 1-2 melawan Real Madrid di final Liga Champions Eropa. 

Nasib malang itu sudah pupus di tangan anak Spanyol bernama Alonso.

Keberhasilan Xabi Alonso (42) yang  3 kali mencicipi gelar Bundesliga bersama Bayern Muenchen tersebut membuat namanya terus dihubung-hubungkan dengan kursi kepelatihan Liverpool dan Bayern Muenchen. 

Namun, Xabi Alonso tak tergoda. Dia akan menghabiskan masa setahun lagi bersama Leverkusen. "Momen hebat bersama tim top dan klub luar biasa," ujar Xabi Alonso seusai laga melawan Bremen, Minggu malam 14 April 2024. 

"Sangat spesial untuk menjadi juara. Tim telah berhasil menjadi juara untuk kali pertama sepanjang sejarah Leverkusen. Anda harus mennikmati ini," kata pria Spanyol kelahiran 25 November 1981 ini. 

"Anda harus rayakan bersama fans dan keluarga. Suatu kehormatan untuk bekerja bersama klub ini," demikian pemilik nama lengkap  Xabier  Alonso Olano tersebut. 

Lalu, siapakah Xabi Alonso yang luar biasa mengagumkan itu? Apa saja keunggulannya dibandingkan pelatih klub lain di Jerman dan Eropa?

Saya janji bikin catatan kecil pada kesempatan mendatang. Maklum sekarang mau siap tenaga biar bisa fokus  malam ini mendukung perjuangan Marselino Ferdinand dkk melawan Qatar di Piala Asia U23.

Semoga virus kejayaan Bayer Leverkusen menjalar ke skuat Garuda Muda. Salam bola! (*)

Sumber: Pos Kupang 

Naturalisasi

 



Oleh Dion DB Putra

Warta BolaSport.com pada Selasa 9 April 2024 menarik perhatian beta.

BolaSport.com melaporkan bahwa langkah Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mendapatkan kritikan pedas dari rekannya sesama pelatih  asal Korea Selatan, Jong Song-chon.

Jong Song-chon yang pernah melatih timnas U20 putri Korea Selatan menyentil Shin Tae-yong yang banyak mengandalkan pemain keturunan di Timnas Indonesia.

Memang skuat Merah Putih 2024 dipenuhi pemain diaspora Indonesia atau pemain keturunan Indonesia.

Mereka adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Elkan Baggott, Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, dan Thom Haye.

PSSI bahkan sedang mendekati tiga pemain keturunan untuk bergabung yaitu Marteen Paes dan dua nama lain yang belum diketahui profilnya.

Artinya saat ini ada 14 pemain keturunan di Timnas Indonesia, jumlah yang tidak sedikit. Tidak heran banyak pula reaksi kontra dan nyinyir dari masyarakat pecinta sepak bola di Tanah Air. Suatu yang lumrah.

Jujur, beta tak sepenuhnya setuju naturalisasi di ladang sepak bola karena itu merupakan jalan pintas untuk kebutuhan jangka pendek. 

Akan tetapi terobosan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Pelatih Shin Tae-yong patut diacungi jempol.

 Sejak Shin Tae-yong menginjakkan kakinya di Indonesia, harkat dan martabat tim nasional sepak bola kita menanjak. 

Sepak bola Indonesia yang selama puluhan tahun terpuruk, kini boleh sedikit tersenyum dan bangga. Ukuran simpel adalah kenaikan drastis ranking FIFA.

Shin tiba di Jakarta bulan Desember 2019, Indonesia berada di peringkat 173 dunia. Bulan April 2024  skuat Merah Putih di ranking 134 dunia. Suatu lompatan jauh bahkan melampaui musuh bebuyutan, Timnas Malaysia.

Shin Tae-yong juga sukses mengantar tim nasional pada tiga kelompok umur berbeda lolos ke putaran final Piala Asia yaitu senior, U20 dan U23. Belum pernah terjadi sebelumnya.

Khusus untuk timnas senior, Indonesia mencatat prestasi manis yakni lolos ke babak 16 besar di ajang Piala Asia 2023. Capaian ini merupakan pertama kali dalam sejarah sepak bola kita.

Timnas Indonesia senior pun mencatat hasil apik di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Indonesia yang bergabung di Grup F bersama Irak, Filipina dan Vietnam sudah mengoleksi 7 poin dari empat pertandingan. Indonesia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke putaran berikutnya.

Hari-hari ini Shin Tae-yong sedang berada di Qatar. Dia mendampingi Timnas U23 Indonesia yang berlaga di Piala Asia U23 mulai 15 April 2024.

Indonesia berada di Grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia dan Yordania. Lawan Indonesia jelas sangat berat. 

Tapi hal itu tidak mesti menciutkan nyali juang Marselino Ferdinan dkk. Apalagi hampir separuh skuat timnas U23 merupakan tim inti timnas senior yang berlaga di Piala Asia bulan Januari lalu.

Singkat cerita tujuan jangka pendek lewat naturaliasi pemain timnas sudah tercapai. Hasilnya telah kita lihat bersama.

Toh orang pada akhirnya tak akan mempersoalkan  berapa banyak pemain naturalisasi yang pernah dipakai Shin Tae-yong. Sebab  bahkan di negara yang sepakbolanya sudah maju pun tetap memakai pemain naturalisasi.

Warisan terbesar Shin Tae-yong bagi sepak bola Indonesia adalah keberanian dia memotong satu generasi. Dia tidak memakai jasa para pemain senior yang kinerjanya tidak sesuai harapan.

Dalam lima tahun masa kontraknya dengan PSSI (2019-2024), pecinta sepak bola Indonesia melihat bagaimana pelatih asal negeri ginseng itu mengandalkan para pemain muda. 

Dia menanamkan disiplin tinggi dan pembentukan karakter yang baik. Disiplin ala Shin Tae-yong  mulai dari urusan makan minum sampai di tempat latihan dan saat bertanding. 

Keutamaan Shin Tae-yong adalah sikap independennya dalam memilih pemain Timnas Indonesia. 

Shin tidak sudi diintervensi siapapun. Tak ada tempat buat titip nama pemain timnas yang sudah menjadi rahasia umum sebelum era kepelatihannya. 

Sikap tanpa kompromi Shin Tae-yong terhadap budaya KKN merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi prestasi sepak bola nasional.

Jika kelak PSSI dan Shin Tae-yong tidak sepakat memperpanjang kontrak, bukan masalah serius bagi Shin. 

Rekam jejaknya yang apik selama ini memberi jalan mudah bagi Shin Tae-yong mendapatkan pekerjaan baru sebagai pelatih. Entah klub atau tim nasional suatu negara di Asia, Afrika atau Eropa.

Justru Indonesia harus berpikir dan bekerja keras untuk mencari sang pengganti agar warisan Shin Tae-yong  yang baik tidak pudar begitu lekas dan kita kembali ke zaman skuat Merah Putih jadi lumbung gol lawan. 

Salam bola!

 Sumber: Pos Kupang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes