Tampilkan postingan dengan label Pileg-Pilpres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pileg-Pilpres. Tampilkan semua postingan

MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo-Sandiaga


JAKARTA, TRIBUN BALI - Majelis hakim konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Putusan dibacakan Ketua MK Anwar Usman yang memimpin sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019) malam.

"Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Anwar Usman. Sidang dimulai 12.45 WIB dan baru berakhir pukul 21.16 WIB. Pertimbangan putusan dibacakan bergantian oleh delapan hakim konstitusi lainnya.

Saat membuka sidang, Ketua MK Anwar Usman menekankan bahwa putusan tersebut berdasarkan fakta persidangan.


Majelis hakim konstitusi sudah mendengar keterangan saksi dan ahli yang diajukan Prabowo-Sandi, ahli dari KPU serta saksi dan ahli pihak Jokowi-Ma'ruf. Mahkamah juga sudah memeriksa seluruh barang yang dijadikan alat bukti.

Mahkamah sadar bahwa putusan MK tidak akan memuaskan semua pihak. Hanya MK berharap semua pihak tidak menghujat atau menghina pascaputusan.

Dalam pertimbangannya, hakim membacakan pendapat Mahkamah atas masing-masing dalil yang diajukan tim 02. Tim hukum Prabowo-Sandi mengajukan sejumlah dalil yang menurut mereka adalah bukti kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)  oleh Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

Seluruhnya ditolak Mahkamah dengan berbagai argumen. Menurut MK, dalil 02 tidak beralasan menurut hukum. Dalam sidang tersebut, hadir tim hukum Prabowo-Sandiaga yang dipimpin Bambang Widjojanto.

Sebagai termohon, seluruh Komisioner KPU hadir didampingi tim hukum yang dipimpin Ali Nurdin. Adapun pihak terkait, hadir 33 pengacara Jokowi-Ma'ruf yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra. Hadir pula seluruh komisioner Bawaslu.

Hasil rekapitulasi KPU yang ditetapkan pada Selasa (21/5/2019), suara Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandiaga. Jumlah perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara.
Sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara.  Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara.

Calon presiden 02 Prabowo Subianto menerima keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan yang diajukan Prabowo-Sandi dalam sengketa pilpres.
Meski kecewa, namun Prabowo memastikan dirinya akan patuh terhadap konstitusi.

"Kami menyatakan, kami hormati hasil keputusan MK tersebut. Kami serahkan sepenuhnya kebenaran yg hakiki pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," ujar Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (27/6/2019) malam.

Dalam jumpa pers ini, Prabowo didampingi oleh calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno beserta sejumlah petinggi partai koalisi Adil Makmur.

Prabowo menyadari, putusan MK itu telah menimbulkan kekecewaan termasuk di kalangan pendukungnya.

"Walaupun kami mengerti keputusan itu sangat mengecewakan bagi kami, dan para pendukung Prabowo Sandi. Namun sesuai kesepakatan, kami akan tetap patuh dan ikuti jalur konstituisi kita yaitu UUD 1945 dan sistem perundangan yang berlaku," kata Prabowo.

Dia berterima kasih kepada seluruh pendukungnya yang sudah ikhlas mendoakan dan membantunya selama pelaksanaan pemilihan presiden lalu.

DPR Terpilih asal NTT Hasil Pemilu 2019



Inilah Anggota DPD Terpilih asal NTT Tahun 2019-2024



Anggota DPD. Final Perolehan Suara

1. Hilda Riwukore - Manafe 228.487

2. Dr. Asyera Wulandalero 199.022

3. Angelius Wake Kako 179.197

4. Ir. Abraham Liyanto 173.915


---------------

5.  Lusia Lebu Raya 139.153

6. Sarah L Mboeik 126.664

7. M Siki 124. 006

8. Abdulah 107.209

9. Marthinus Medah 93.169

10. Ivan Nestorman 92.411

Inilah 65 Caleg Yang Lolos Jadi DPRD NTT 2019-2024



Didominasi Wajah Baru.  Berikut nama-nama 65 caleg yang terpilih menjadi anggota DPRD NTT periode 2019 - 2024.



Dapil NTT I (Kota Kupang) 



* Jonas Salean (Golkar)



* Chris Mboeik (Nasdem)



* dr. Christian Widodo (PSI)



* Adoe Yuliana Elisabeth (PDIP)



* Alex Foenay (Perindo)



* Muhammad Ansor (Golkar)





Dapil NTT II (Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua) 



* Nelson Obed Matara (PDIP)



* Adrian Manafe (Hanura)



* Cornelis Feoh (Golkar)



* Julius Uly (Nasdem)



* Junus Naisuis (PKB)



* Jan Windy (Gerindra)



* Maria Nuban Saku (Perindo)



Dapil NTT III (Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, SBD) 



* Dominikus Rangga Kaka (PDIP)



* Yunus Takandewa (PDIP)



* Kristien S. Pati (Nasdem)



* Rambu K.A.Praing (PAN)



* Aloysius Malo Ladi (PKB)



* Hugo Rehi Kalembu (Golkar)



* Dominggus Dama (PPP)



* Stevanus Come Rihi (Gerindra)



* Oktaviana Vinsiana Kaka (Perindo)



* Refafi Gah (Hanura)



Dapil NTT IV (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur) 



* Yeni Veronika (PAN)



* Inosensius Ferdi Mui (Nasdem)



* Pata Vinsensius (PDIP)



* Yohanes Rumat (PKB)



* Bonefasius Jebarus (Demokrat)



* Maxi Adipati Pari (Golkar)



* Ben Isidorus (Hanura)



* Yohanes Mad Ngare (Perindo)



* Yohanes Halut (Gerindra)



* Jimur Siena Katarina (PAN)



Dapil NTT V (Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka) 



* Patrianus Lali Wolo (PDIP)



* Thomas Tiba (Golkar)



* Josef Gadi Djou (Golkar)



* Emanuel Konfildus (PDIP)



* Paulinus Nuwa Veto (Hanura)



* Agustinus Lobo (PAN)



* Leonardus Lelo (Demokrat)



* John Elpi Parera (Nasdem)



* Mercy A. Piwung (PKB)



* Gonzalo Muga Sada (Perindo)



* Sipriyadin Pua Rake (Gerindra)



Dapil NTT VI (Flotim, Lembata, Alor) 



* Viktor Mado Wutun (PDIP)



* Yohanes de Rosari (Golkar)



* Alexander Take Ofong (Nasdem)



* Syaiful Sangadji (PAN)



* Ana Waha Kolin (PKB)



* Gabriel Beri Bina (Gerindra)



* Rocky Winaryo (Perindo)



Dapil NTT VII (TTU, Belu, Malaka) 



* Gabriel Manek (Golkar)



* Ludovikus Taolin (PKB)



* Kasimirus Kolo (Nasdem)



* Agus Bria Seran (Gerindra)



* Dolvianus Kolo (Nasdem)



* Bernardinus Taek (PAN)



* Hironimus Banafanu (PDIP)



* Anselmus Tallo (Demokrat)



Dapil NTT VIII (TTS) 



* Emelia Nomleni (PDIP)



* Inche Sayuna (Golkar)



* Obed Naitboho (Nasdem)



* Eduard Lioe (Hanura)



* Reny Marlina Un (Demokrat)



* Johanis Lakapu (PKB).

Inilah 30 Anggota DPRD Flotim Hasil Pemilu 2014

LARANTUKA -Aksi demo  Forum Rumah Penjara (Formapen) mewarnai pelantikan 30 anggota DPRD Kabupaten Flores Timur (Flotim) periode 2014-2019 di Gedung Gelekat Lewotana Larantuka, Senin (8/9/2014).

Aksi yang diawali dari Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Larantuka dan selanjutnya menuju Kantor  Polres Flotim dan terakhir di Kantor DPRD Flotim menyedot perhatian para undangan dan masyarakat yang sedang melintasi ruas jalan dan sedang menyaksikan suasana sidang paripurna istimewa peresmian dan pengucapan sumpah 30 anggota DPRD tersebut.

Para orator Formapen terdiri dari Yohanes Kanisius Ratu Soge, Fidelis Patman Werang dan Robert Ledor secara bergantian di atas mobil pick up yang dikewal ketat aparat kepolisian di areal Tugu Herman Fernandez dengan suara lantang menyerukan agar 30 anggota DPRD yang diambil sumpah dan janji benar-benar menjalankan amanat dan aspirasi ribuan masyarakat Flotim yang telah mempercayakan mereka  menjadi wakil di Balai Galekat Lewotana, DPRD Flotim.

Mereka menuntut 30 anggota DPRD Flotim agar bekerja jujur dan adil untuk masyarakat Flotim serta tidak melakukan perbuatan melanggar undang-undang dan budaya kelamaholotan.

Orator Yohanes Kanisius Ratu Soge, Fidelis Patman Werang dan Robert Ledor,  mengatakan pada hari yang begitu istimewa dan bersejarah ini Formapen Flotim melakukan aksi demo damai hendak menyampaikan kepada 30 anggota DPRD periode 2014-2019 agar tidak hanya berevoria atas peristiwa ini dengan pesta, hendaknya dimaknai sebagai peristiwa kemenangan ribu ratu (masyarakat) Flotim, karena kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.

Patman Werang mengatakan aksi demo damai Formapen sekaligus menyampaikan apresiasi dan proficiat serta mendukungan penuh 30 anggota terpilih dan terlantik. Ke-30 anggota DPRD tersumpah jangan coba-coba menjadi calo proyek. Tinggalkan yang sudah terjadi selama lima tahun sebelumnya. Lima tahun ke depan 30 anggota DPRD mesti menjaga wibawa dan kehormatan ribu ratu Flotim.

"Ingat praktek calo proyek, tekan SKPD dan lain-lain kecurangang dihentikan untuk lima tahun ke depan. Lima tahun ke depan mesti menjaga wibawa rakyat Flotim. Lima tahun duduk di DPRD merupakan cerminan masyarakat Lamaholot," kata Werang. 

Cederai Aspirasi Rakyat


Gubernur Nusa Tenggara TImur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya mengingatkan kepada 30 anggota DPRD Kabupaten Flores Timur (FLotim) periode 2014-2019 yang baru dilantik jangan  mencederai aspirasi rakyat.

"Pergunakan aspirasi masyarakat dengan baik. Jangan cederai masyarakat, apalagi aspirasi rakyat,"harap Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin pada acara peresmian dan pengambilan sumpah janji 30 anggota PDRD Flotim di Aula Balai Galekat Lewotana, Senin (8/9/2014).

Acara peresmian yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Larantuka, Ketut Mardika, S.H, M.H berlangsung dalam sidang paripurna istimewa DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Flotim periode 2009-2014,  Marius Payong Pati didampingi Wakil Ketua,  Antonius G G Hajon, ST dan Wakil Ketua, Theodorus M Wungubelen, S.H.

Hadir saat paripurna, Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, Wakil Bupati Flotim, Valens S. Tukan, Sekretaris Daerah, Anton Tonce Matutina, pimpinan Muspida, Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr,  para Kepala SKPD, BUMD, para camat, para kades dan lurah, Ketua Tim PPK Flotim, Persip Kartika Candrakirana, Bayangkari dan undangan lainnya serta keluarga para anggota DPRD yang dilantik. 

Seusai diresmikan dan diambil sumpah Ketua DPRD Flotim
periode 2009-2014,  Marius Payong Pati didampingi Wakil Ketua Antonius G. Hajon dan Theodorus M Wungubelen menyerahkan palu sidang kepada Pimpinan Sementara DPRD Flotim periode 2014-2019,  Ketua Sementara, Yoseph Sani Betan dan  Wakil Ketua Sementara, Mathias Werong Enay.
Yosni begitu Bupati Flotim disapa mengharapkan 30 anggota DPRD  menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya berbasis kepentingan masyarakat dalam membangun daerah dan kesejahteraan rakyat Flotim. Apa saja yang diupayakan hendaknya dalam koridor NKRI dan jangan mencerderai aspirasi masyarakat. Ke- 30 anggota DPRD yang diresmikan dan disumpah/janji saat ini adalah orang-orang pilihan. 

 "Ke 30 anggota DPRD yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan rakyat, karena itu bekerjalah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab," harapnya.

Ketua DPRD Flotim periode 2009-2014, Marius Payong Pati dalam sidang paripurna istimewa  mengatakan, peristiwa peresmian dan pengucapan sumpah/janji anggota DPRD periode 2014-2019 yang terjadi saat ini merupakan moment bersejarah dan bermartabat.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi bagi 30 anggota DPRD Flotim periode 2009-2014 yang selama lima tahun telah dengan tenaga, pikiran dan pengabdian demi masyarakat Lewotana Flotim. (iva)


Anggota DPRD Flotim Periode 2014-2019

1. Konrardus Kusno Wada (PDIP)
2. Ignasius Boli Uran (Golkar)
3. Simon Sadi Open (Gerindra)
4. Paulus Lino Temu (PAN)
5. Anton Lebu Maran (Nasdem)
6. Hendrikus Belang Koten (PKB)
7. Antonius Gege Hadjon (PDIP)
8. Yoseph Sani Bethan (Golkar)
9. Maximus Boromea Kean (Gerindra)
10. Yohanes N.D.Paru (Demokrat)
11. Usman Abdul Malik (PPP)
12. Syaiful Sengaji (Hanura)
13. Ignasius Kopong Tukan (Nasdem)
14. Frans Mulan Derosari (Golkar)
15. Agustinus Payong Boli (Gerindra)
16. Yohanes Kolin (Demokrat).
17. Ahmad H Muktar (Nasdem)
18. Yoseph Paron Kabon (PKB)
19. Ato Agil (PKB)
20. Robert Rebon Kereta (PDIP)
21. Polikarpus Belolon (PDIP)
22. Sahar Libu Pati (Golkar)
23. Pius Pedang Melai (Gerindra)
24. Tomas Sili Taka (Demokrat)
25. Anton Bulet Rebon (Hanura)
26. Januarius Yawa Belawa (PKPI)
27. Mikael Mike Hayon (Nasdem)
28. Syafruddin Abbas (Golkar)
29. Matias Werong Enay (Gerindra)
30. Michael Honi Kolin (PKPI)


Sumber: Pos Kupang 9 September 2014 hal 10

Inilah 30 Anggota DPRD Manggarai Timur 2014-2019

BORONG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Kabupaten Manggarai Timur (DPRD Matim)  akan tetap membuka diri untuk berdialog dengan seluruh elemen masyarakat guna mencari pemecahan yang logis dan luwes atas berbagai persoalan yang terjadi.

Pimpinan Sementara DPRD Matim, Lucius Modo, M.Th, mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada acara pengambilan sumpah DPRD Matim masa bakti 2014-2019  di Ruang Sidang DPRD Matim, Senin (1/9/2014) sore.
Dikatakannya, lembaga legislatif adalah mitra dari eksekutif. 

"Izinkan kami mengajak eksekutif jangan memosisikan kami sebagai mitra saja, tetapi sebagai anggota keluarga sehingga bisa lebih memudahkan tugas kepemerintahan. Marilah kita asah, asih dan asuh dalam lingkungan kekeluargaan yang rapat sehingga dapat saling membantu," katanya.

Modo mengajak anggota DPRD Matim yang baru untuk bersinergi dengan pihak eksekutif secara damai, bermartabat dan beretika.  "Eksekutif  bukanlah lawan tanding, tetapi sebagai lawan sanding, karena tidak ada keberhasilan tanpa campur tangan pihak lain," kata Modo.

Gubernur NTT,  Drs. Frans Lebu Raya, dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Matim, Drs. Yoseph Tote , M.Si mengatakan, pengucapan sumpah dan janji pelantikan DPRD Matim merupakan peristiwa yang dapat memberi tanggung jawab bagi DPRD yang baru dilantik untuk bertanggung jawab membangun daerah dan menyejahterakan rakyat.

DPRD juga harus benar-benar mengemban kepercayaan rakyat, menegakkan demokrasi, serta mengutamakan persoalan yang dihadapi masyarakat. Jujur diakui masih banyak masyarakat yang belum terpenuhi kebutuhan dasarnya, seperti kemiskinan, pendidikan tidak terjangkau, kesehatan yang memrihatinkan, rendanya kualitas SDM, terbatasnya lapangan kerja dan kesempatan kerja kesenjangan sosial dan daya saing ekonomi yang lemah dan masih banyak masyarakat yang terisolasi secara fisik, sosial maupun ekonomi.

Jumlah anggota DPRD Matim seluruhnya 30 orang.  Mereka diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Richmond P B  Sitoroes, S.H, M.H. Untuk memperlancar tugas DPRD dan sesuai aturan, maka diangkatlah pimpinan sementara DPRD Matim, Lucius Modo, M.Th dari Partai Demokrat, didampingi wakil ketua sementara Martinus Rato Helmon, SS dari Partai Gerindra.

Acara pelantikan dihadiri Bupati Matim, Drs. Yoseph Tote, Wakil Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum, Sekda Matim, Drs. Matheus Ola Beda, Ketua TP PKK Matim, Ny. Sun Maria Yosefina Tote, Wakil Ketua TP PKK, Theresia Wisang, Kapolres Manggarai, AKBP Toni Binsar Marpaung, Dandim 1612 Ruteng, Kajari Ruteng Gembong Priyanto,S.H, M.Hum, Kapolsek Borong, Yosef  Meus, Danramil Borong, Yakobus Milan Tukan, pimpinan SKPD dan para istri dan suami dari anggota DPRD Matim, serta undangan. (rr)

ANGGOTA DPRD MATIM PERIODE 2014-2019

1. Evaritus Seri Suwardi
2. Adven Saturnin Peding
3. Tarsan Talus, A.Md
4. Lukas Jenfri Fardianus Vandi, S.H
5. Tarsisius Sjukur, SS
6. Jemain Utsman, S.Ag
7. Marselinus Tegor, S.Pd
8.  Ir. Gorgonius Drepla Bajang
9. Epifanus Foju Mangu,S.H
10. Hieronimus Agas Ridanto, SE
11. Agustinus Tangkur,  S.AP
12. Santur Lasarus, SM
13. Vinsensius Reamur, SE
14.  Kasmir Don, S.H
15. Nonbertus Atus, SE
16. Filfridus Jiman, Sp
17. Martinus Rato Helmon, SS
18. Ambrosius Don, SS
19. Fransiskus Agustinus Jerama
20. Leonardus Santosa
21. Lucius Modo, M.Th
22. Monika Vermike Vivianti Tandi Seru, S.Pd
23.  Martinus Durung
24. Heremias Dupa, S.Ikom, M.Si
25. Frumensius Fredrik Anam, S.H
26. Bonefasius Uha, S.H
27. Siprianus Habur, S.Sos
28. Elias Komi, SE
29. Nejang Siprianus, S.Fil
30. Drs. Silvanus Don.

Sumber: Pos Kupang 3 September 2014 hal 12

Inilah Anggota DPRD Lembata Hasil Pemilu 2014

LEWOLEBA -Dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) merupakan mitra pemerintah. Dewan punya tanggung jawab yang sama dengan pemerintah untuk membangun masyarakat dan daerah. Untuk itu, relasi  kemitraan mutlak dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Pesan ini disampaikan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, S.T, saat Rapat Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah/Janji  Anggota DPRD Lembata Masa Jabatan 2014-2019, di Aula Gedung DPRD Lembata Lembata, Senin (1/9/2014) pagi.

Gubernur mengatakan, sebagai penyelenggara pemerintah daerah, DPRD punya kedudukan yang setara dengan pemerintah kabupaten. Kedudukan setara itu, artinya, antara DPRD dan pemerintah memiliki kedudukan yang sama dan sejajar. Tidak saling membawahi atau tidak saling bertanggung jawab terhadap yang lain.

Hubungan yang demikian, lanjut Gubernur Lebu Raya, bermakna Dewan itu mitra pemerintah dalam membuat kebijakan sesuai kewenanganm tugas dan fungsi masing-masing.
Untuk itu, pesan Lebu Raya, Dewan dan pemerintah wajib memelihara dan membangun hubungan kerja yang harmonis dan saling mendukung dalam melaksanakan tugas dan kewajiban membangun masyarakat dan daerah.


Secara konstitusional, katanya, Dewan punya tiga fungsi, yakni legislasi, anggaran dan pengawasan. Legislasi itu diwujudkan dalam peran, dimana DPRD membentuk peraturan daerah (perda) bersama pemerintah.

Fungsi anggaran, kata Lebu Raya, diwujudkan dalam bentuk membahas dan menyetujui APBD bersama kepala daerah. Dalam kapasitas itu,  DPRD memiliki spirit otonomi pelayanan yang kokoh, sehingga materi RAPBD harus mendapat perhatian serius.

"DPRD tentu menyuarakan kepentingan rakyat, tuntutan kebutuhan, harapan dan aspirasi yang selanjutnya dielaborasi dalam perumusan kebijakan pembangunan. Untuk itu, jalinlah kemitraan yang baik dengan pemerintah, supaya penyelenggaraan pembangunan dalam mewujudkan harapan bersama, menciptakan masyarakat sejahtera," pesan Lebu Raya.

Tentang fungsi pengawasan, Gubernur mengungkapkan, DPRD
berperan melakukan pengawasan yang diwujudkan dengan melakukan pengawasan terhadap peraturan daerah dan kebijakan yang ditetapkan kepala daerah.

Tiga fungsi ini, katanya, hendaknya dilaksanakan dalam kerangka representasi rakyat. Karena selain tiga fungsi ini, Dewan juga memiliki sejumlah tugas dan wewenang, hak dan kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Gubernur juga mengingatkan, sumpah janji yang diucapkan anggota Dewan, bermakna yuridis konstitusional  yang harus diaktualisasikan sampai lima tahun mendatang. Untuk itu, maknailah itu sebagai tanggung jawab untuk membangun daerah menuju kesejahteraan rakyat.

"Jangan mencederai dan mengkhianati aspirasi rakyat, karena akan berujung  pada retaknya persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Kedepankan selalu utamakan kepentingan masyarakat, karena DPRD itu penyambung lidah rakyat," pesan Lebu Raya. (kro)

Anggota DPRD Lembata Periode 2014-2019

1. Ferdinandus Koda, S.E (Ketua Sementara)
2. Yohanes De Rosari, S.E (Wakil Ketua Sementara)
3. Lasarus Teka Udak, S.IP
4. Soni Laga, S.Ag
5. Servasius Suban
6. Simon Geletan Krova, S.Pd, S.D
7. Drs. Fransiskus Yoseph Wuhan
8. H Muhammad Mahmud
9. Yakobus Liwa
10. Leaj Lazarus
11. Martinus Pitang
12. Petrus Gero, S.Sos
13. Petrus Bala Wukak, S.H
14. Paulus Makarius Dolu, S.Fil
15. Laurensius Klaudius Koli, S.Fil
16. Yohanes Pati, S.Pd
17. Palmasius Kenamak Gokok
18. Konstantinus Bala
19. Antonius Molan Leumara
20. Mikhael Sada
21. Fransiskus Limawai, S.Fil
22. Sulaiman Syarif, S.M
23. Muhidin Haji Syamsudin
24. Lambertus Bruno demon
25. Bediona Philipus, S.H, M.Si

Sumber: Pos Kupang, 2 September 2014 halaman 10

Inilah 30 Anggota DPRD Ende Hasil Pemilu 2014

ENDE, PK -- Hari Rabu (27/8/2014), sebanyak 30 orang anggota DPRD Kabupaten Ende periode 2014-2019  dilantik dalam Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Ende.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Ende, Husen Tau mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Selasa (26/8/2014). Husen mengatakan, pelantikan itu  akan dilakukan tanggal 27 Agustus 2014 sesuai dengan masa  berakhirnya anggota DPRD periode 2009-2014. "SK bagi 30 orang anggota Dewan masa bakti 2014-2019 sudah dikeluarkan oleh Gubernur NTT. Kini,  tinggal menunggu  pelantikan yang dijadwalkan pada tanggal 27 Agustus 2014," kata Husen.

Tentang persiapan pelantikan, Husen mengatakan, ia sudah mempersiapkan baik secara fisik maupun administrasi. Untuk persiapan fisik, saat ini ruang yang akan dipergunakan untuk pelantikan tengah ditata. Demi kelancaran proses pelantikan maka anggota DPRD Kabupaten Ende periode 2014-2019 melakukan gladi resik pelantikan pada hari Selasa (26/8/2014).

Terkait dengan pelantikan itu, Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Masyarakat (Pusam) Indonesia, Casimirus Bhara Bheri menyampaikan  apresiasi selamat datang kepada anggota Dewan yang baru. Ia mengharapkan anggota Dewan yang baru  tidak  mengulangi lagi  "dosa-dosa" anggota Dewan lama  seperti malas sidang, namun rajin ketika hendak studi banding atau keluar daerah dengan harapan mendapatkan dana perjalanan dinas.

"Ingat anggota Dewan itu dipilih oleh rakyat maka jangan sekali-kali mengkianati rakyat. Kalau waktunya sidang ya sidang. Begitupun pada saat sidang harus berani bersuara karena anggota Dewan dibayar untuk bicara," kata pria yang akrab dipanggil Cesar. (rom)


ANGGOTA DPRD ENDE
PERIODE 2014-2019

Siti Hajarur Hastuti,
Abidin Haji Sulaiman
Muhammad Ilham, S.T
Alexander Sidi, S.Sos,
Herman Yose F Wadhi, S.T
Mikhael Tani Badeoda,
Sabri Indradewa, S.E
Ruben Lay Riwu
Haji Pua Ndale
Oktafianus Moa Mesi, S.T
Yulius Cesar Nonga, S.E
Hamsi Said, S.Pd
Antonius Yohanes Bata, S.E
Ir. Ambrosius Reda Rewa
Maximus Deki
Tibertius Didimus Toki
Yohanes Don Bosco Rega
Yustinus Sani, S.E
Yohanes Pela, S.E
Yulius Rada
Arminus Wuni Wasa
Kristoforus Bata Budo
Erikos Emanuel Rede
Abdul Kadir HMB, S.Sos
Fransiskus Taso, S.Sos
Drs. Albertus Vinsensius Sala
Emanuiel Eusabius Sala
Philipus Kami
Aleksius Metodius Dari Pati

Sumber: Pos Kupang 27 Agustus 2014 halaman 13

Perolehan Suara Anggota DPRD NTT 2014

Anggota DPRD Provinsi NTT periode 2014-2019 akan menerima gaji sama dengan anggota DPRD NTT periode sebelumnya yakni sekitar Rp 18 juta perbulan. Begitupun untuk Pimpinan DPRD NTT  sebesar Rp 13 juta per bulan.

Kepada Pos Kupang, Jumat (1/8/2014), Sekretaris DPRD NTT, Thobias Ngongo Bulu  mengatakan, sejauh ini belum ada regulasi baru terkait kenaikan gaji anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi NTT. Dengan demikian, gaji anggota DPRD NTT yang baru masih sama dengan anggota DPRD sebelumnya. "Kalau anggota DPRD total gajinya sekitar Rp 18 juta per bulan dan pimpinan Rp 13 juta per bulan karena dikurangi tunjangan perumahan," jelas Thobias.

Dengan demikian, kata dia,   untuk kepentingan pembayaran gaji anggota dan pimpinan DPRD NTT dalam sebulan, pemerintah siapkan dana sekitar Rp 1,6 miliar.

Tentang pelantikan anggota DPRD NTT yang baru, Thobias mengatakan, telah dijadwalkan pada tanggal 3 September 2014 sesuai masa akhir jabatan DPRD yang lama (masa bakti 2009-2014). Namun, lanjutnya, sampai saat ini belum ada persiapan karena belum ada kepastian kapan ada surat keputusan (SK) dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Kita rencana tanggal 3 september 2014 lantik tapi proses yang lain termasuk dari Mendagri belum ada. Masa jabatan mereka juga baru akan berakhir di September 2013," jelasnya sambil menambahkan, pihaknya juga masih menunggu jangan sampai ada regulasi baru.

Untuk biaya pelantikan, Thobias mengatakan, telah ada alokasi anggaran sekitar Rp 200-an juta. Sementara untuk pakaian dinas 65 anggota DPRD yang baru, akan dilakukan pengukuran setelah ada pelantikan. (roy)

DPRD  NTT Terpilih 2014-2019

* Dapil 1 (Kota Kupang)
1. Anton Bele (PDIP) 9.084 suara
2. Veki Lerik  (Gerindra) 13.009 suara
3. Alex Ena (Nasdem) 9.635 suara
4. Mohammad Ansor (Golkar) 8.348 suara
5. Jimy Sianto (Hanura) 6.115 suara
6. Kardinand Kalelena (Demokrat) 7.365 suara

* Dapil 2 (Kabupaten Kupang,  Rote Ndao, Sabu Raijua)
1. Nelson Matara (PDIP) 16.947 suara
2. Winston Neil Rondo (Demokrat) 13.127 suara
3. Pdt. SV Nitti (Golkar) 9.191 suara
4. Antonio Soares (Gerindra) 6.103 suara
5. Pdt. Junus Naisunis (PKB) 4.707 suara
6. Wellem Kale (Nasdem) 3.494 suara
7. Hamdan Saleh Batjo (Hanura) 2.108 suara

* Dapil 3 (Sumba)
1. Yunus Huwu Takandewa (PDIP) 12.550 suara
2. David Melo Wadu (PDIP) 9.981 suara
3. Kristein Samiyati Pati (Nasdem) 8.331suara
4. Pdt. Adriana R Kahi Awa Kossi (Golkar) 14.207 suara
5. Pdt. Abraham Litinau (Gerindra) 6.958 suara
6. Jonathan Kana (Demokrat) 6.358 suara
7. Novianto Umbu Pati Sangu Ate Lende (PKB) 6.524 suara
8. Laurensius Tari Wungo (Hanura) 6.022 suara
9. Hugo Rehi Kalembu (Golkar) 12.991suara
10. Cornelis Wungo (PAN) 3.481 suara

* Dapil 4 (Manggarai, Manggarai  Timur dan Manggara Barat)
1. Yohanes Halut (Gerindra) 11.812 suara
2. Yeni Veronika (PAN) 21.300 suara
3. Maxi Adipati Pari (Golkar) 11.648 suara
4. Kristofora Bantang (PDIP) 10.992 suara
5. Bonifasius Jebarus (Demokrat) 10.064 suara
6. Thobias Wanus (PKB) 8.845 suara
7. Inosensius Fredi Mui (Nasdem) 8.267 suara
8. Timoteus Terang (Hanura) 6.531 suara
9. Yusuf M Tahir (PKS) 4.010 suara
10. Laurensius Barus (Gerindra) 10.542 suara

* Dapil 5 (Sikka, Ende, Ngada dan Nagekeo)
1. Kornelis Soi (PDIP) 16.267 suara
2. Patrianus Lali Wolo (PDIP) 13.371 suara
3. Anwar Pua Geno (Golkar) 17.824 suara
4. Agustinus Lobo (PAN) 10.686 suara
5. Yucundianus Lepa (PKB) 7.939 suara
6. Thomas Tiba (Golkar) 16.149 suara
7. Leonardus Lelo (Demokrat) 8.229 suara
8. John Parera (Nasdem) 6.365 suara
9. Kasintus P Ebu Tho (Gerindra) 6.907 suara
10. Angela M Piwung (Hanura) 7.047 suara
11. Oswaldus (PKPI) 6.913 suara

* Dapil 6 (Flotim, Lembata dan Alor)
1. Gulielmus Agustinus Demon Beribe (PDIP)  12.062 suara
2.  Ansgerius Takalapeta (Golkar)  17.339 suara
3. Alexander Take Ofong (Nasdem) 7.686 suara
4. Gabriel Abdi Kusuma Beri Binna (Gerindra)  12.572 suara
5. Gabriel Suku Kotan  (Demokrat) 7.581 suara
6. Anwar Hajral  (PKS)  5.068 suara
7. Ismail J Samau  (PAN)  5.721  suara

* Dapil 7 (Belu dan TTU)
1. Alfridus Bria Seran (Golkar) 16.287 suara
2. Hironimus Banafanu (PDIP) 14.650 suara
3. Agustinus Bria Seran (Gerindra) 10.674 suara
4. Anselmus Talo (Demokrat) 5.667 suara
5. Kasimirus Kolo (Nasdem) 7.533 suara
6. Gabriel Manek (Golkar) 14.366 suara
7. Angelino B Da Costa Belo (PAN) 8.125 suara
8. Dolfianus Kolo (PDIP) 11.193 suara

* Dapil 8 (TTS)
1. John Army Konay (Nasdem) 14.960 suara
2. Eldat Nenabu (Golkar) 13.023 suara
3. Ampera Seke Selan (Demokrat) 7.983 suara
4. Herman Banoet (Gerindra) 9.047 suara
5. Jefri Un Banunaek (PKPI) 5.020 suara
6. Aleta Baun (PKB) 3.897 suara


Sumber: Pos Kupang 2 Agustus 2014 hal 5

Rekapitulasi Suara Pilpres di 33 Provinsi

Komisi Pemilihan Umum telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara dari 33 provinsi. Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, itu selesai kira-kira pukul 17.15 WIB Selasa (22/7/2014).

KPU  mengumumkan hasil rekapitulasi suara secara keseluruhan sekaligus menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih pada pukul 20.00 WIB, Selasa 22 Juli 2014.

Berikut hasil rekapitulasi suara seluruh provinsi:

1. Kalimantan Barat
Prabowo-Hatta: 1.032.354 (39,62 persen)
Jokowi-JK: 1.573.046 (60,38 persen)
Total suara sah: 2.605.400

2. Nusa Tenggara Barat
Prabowo-Hatta: 1.844.178 (72,45 persen)
Jokowi-JK: 701.238 (27,55 persen)
Total suara sah: 2.545.416

3. Nanggroe Aceh Darussalam
Prabowo-Hatta: 1.089.290 (54,39 persen)
Jokowi-JK: 913.309 (45,61 persen)
Total suara sah: 2.002.599

4. Sumatera Selatan
Prabowo-Hatta: 2.132.163 (51,26 persen)
Jokowi-JK: 2.027.049 (48,74 persen)
Total suara sah: 4.159.212

5. Kalimantan Selatan
Prabowo-Hatta: 941.809 (50,05 persen)
Jokowi-JK: 939.748 (49,95 persen)
Total suara sah: 1.881.557

6. Kepulauan Riau
Prabowo-Hatta: 332.908 (40,37 persen)
Jokowi-JK: 491.819 (59,63 persen)
Total suara sah: 824.727

7. Jambi
Prabowo-Hatta: 871.316 (49,25 persen)
Jokowi-JK: 897.787 (50,75 persen)
Total suara sah: 1.769.103

8. Kepulauan Bangka Belitung
Prabowo-Hatta: 200.706 (32,74 persen)
v412.359 (67,26 persen) (613.065

9. DI Yogyakarta
Prabowo-Hatta: 977.342 (44,19 persen)
Jokowi-JK: 1.234.249 (55,81 persen)
Total suara sah: 2.211.591

10. Bengkulu
Prabowo-Hatta: 433.173 (45,27 persen)
Jokowi-JK: 523.669 (54,73 persen)
Total suara sah: 956.842

11. Sulawesi Barat
Prabowo-Hatta: 165.494 (26,63 persen)
Jokowi-JK: 456.021 (73,37 persen)
Total suara sah: 621.515

12. Kalimantan Tengah
Prabowo-Hatta: 468.277 (40,21 persen)
Jokowi-JK: 696.199 (59,79 persen)
Total suara sah: 1.164.476

13. Gorontalo
Prabowo-Hatta: 378.735 (63,10 persen)
Jokowi-JK: 221.497 (36,90 persen)
Total suara sah: 600.232

14. Sulawesi Tenggara
Prabowo-Hatta: 511.134 (45,10 persen)
Jokowi-JK: 622.217 (54,90 persen)
Total suara sah: 1.133.351

15. Sumatera Barat
Prabowo-Hatta: 1.797.505 (76,92 persen)
Jokowi-JK: 539.308 (23,08 persen)
Total suara sah: 2.336.813

16. Bali
Prabowo-Hatta: 614.241 (28,58 persen)
Jokowi-JK: 1.535.110 (71,42 persen)
Total suara sah: 2.149.351

17. Riau
Prabowo-Hatta: 1.349.338 (50,12 persen)
Jokowi-JK: 1.342.817 (49,88 persen)
Total suara sah: 2.692.155

18. Maluku
Prabowo-Hatta: 433.981 (49,48 persen)
Jokowi-JK: 443.040 (50,52 persen)
Total suara sah: 877.021

19. Sulawesi Tengah
Prabowo-Hatta: 632.009 (45,17 persen)
Jokowi-JK: 767.151 (54,83 persen)
Total suara sah: 1.399.160

20. Jawa Tengah
Prabowo-Hatta: 6.485.720 (33,35 persen)
Jokowi-JK: 12.959.540 (66,65 persen)
Total suara sah: 19.445.260

21. Jawa Barat
Prabowo-Hatta: 14.167.381 (59,78 persen)
Jokowi-JK: 9.530.315 (40,22 persen)
Total suara sah: 23.697.696

22. Lampung
Prabowo-Hatta: 2.033.924 (46,93 persen)
Jokowi-JK: 2.299.889 (53,07 persen)
Total suara sah: 4.333.813

23. Sulawesi Utara
Prabowo-Hatta: 620.095 (46,12 persen)
Jokowi-JK: 724.553 (53,88 persen)
Total suara sah: 1.344.648

24. Kalimantan Timur
Prabowo-Hatta: 687.734 (36,62 persen)
Jokowi-JK: 1.190.156 (63,38 persen)
Total suara sah: 1.877.890

25. Sumatera Utara
Prabowo-Hatta: 2.831.514 (44,76 persen)
Jokowi-JK: 3.494.853 (55,24 persen)
Total suara sah: 6.326.367

26. Papua Barat
Prabowo-Hatta: 172.528 (32,37 persen)
Jokowi-JK: 360.379 (67,63 persen)
Total suara sah: 532.907

27. Banten
Prabowo-Hatta: 3.192.671 (57,10 persen)
Jokowi-JK: 2.398.631 (42,90 persen)
Total suara sah: 5.591.302

28. Nusa Tenggara Timur
Prabowo-Hatta: 769.391 (34,08 persen)
Jokowi-JK: 1.488.076 (65,92 persen)
Total suara sah: 2.257.467

29. Sulawesi Selatan
Prabowo-Hatta: 1.214.857 (28,57 persen)
Jokowi-JK: 3.037.026 (71,43 persen)
Total suara sah: 4.251.883

30. Jawa Timur
Prabowo-Hatta: 10.277.088 (46,83 persen)
Jokowi-JK: 11.669.313 (53,17 persen)
Total suara sah: 21.946.401

31. Papua
Prabowo-Hatta: 769.132 (27,51 persen)
Jokowi-JK: 2.026.735 (72,49 persen)
Total suara sah: 2.795.867

32. Maluku Utara
Prabowo-Hatta: 306.792 (54,45 persen)
Jokowi-JK: 256.601 (45,55 persen)
Total suara sah: 563.393

33. DKI Jakarta
Prabowo-Hatta: 2.528.064 (46,92 persen)
Jokowi-JK: 2.859.894 (53,08 persen)
Total suara sah: 5.387.958

Jumlah Total (33 provinsi)

Prabowo-Hatta: 62.262.844 (46,85 persen)
Jokowi-JK: 70.633.594 (53,15 persen)
Total suara sah: 132.896.438

Sumber: Kompas.Com

DPRD NTT Dihuni 45 Wajah Baru

KUPANG, PK--Hasil pleno penetapan calon anggota DPRD NTT terpilih oleh  KPU NTT mencatatkan 45 wajah baru dari 65 anggota menghuni DPRD NTT selama lima tahun ke depan. Sementara 20 orang anggota lainnya wajah lama.

Partai yang paling banyak menyumbangkan anggota legislatif wajah baru adalah Partai Nasdem tujuh orang, PKB empat orang, PKS dua orang, PDIP enam orang, Golkar tujuh orang, Gerindra tiga orang, Demokrat enam orang, PAN lima orang, Hanura tiga orang dan PKPI dua orang. 

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal memiliki fraksi sendiri di DPRD NTT periode 2014-2019.  Ini karena pada pemilu legislatif 2014, dua partai ini berhasil meraih masing-masing lima kursi dari delapan daerah pemilihan (Dapil).

Penghitungan ini berdasarkan asumsi jika merujuk pada aturan lama, yakni pasal 32 ayat 4 peraturan DPRD Propinsi NTT Nomor 1 Tahun 2010 tentang fraksi bahwa setiap fraksi di DPRD beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi di DPRD. Perolehan kursi dua partai ini telah ditetapkan bersama 10 partai lainnya dalam pleno terbuka KPU dalam rangka penetapan caleg terpilih DPRD Propinsi NTT di Aula Kantor KPU NTT, Selasa (13/5/2014).

Dengan pleno KPU NTT ini, maka DPRD  NTT periode 2014-2019 bakal memiliki delapan fraksi. Ini berarti ada penambahan satu fraksi jika dibanding dengan DPRD periode sebelumnya  hanya tujuh fraksi terdiri dari lima fraksi murni dan dua fraksi gabungan.  Dari 12 parpol peserta pemilu, ada delapan partai yang bisa membentuk fraksi murni karena meraih jumlah kursi minimal lima, sementara dua partai yakni PKS meraih dua kursi dan PKPI tiga kursi.

Delapan partai yang bisa membentuk fraksi murni, yakni  Nasdem delapan kursi, PKB Lima Kursi, PDIP 10 kursi, Golkar 11 kursi, Gerindra delapan kursi, Demokrat delapan kursi, PAN Lima kursi, Hanura Lima Kursi. Sementara dua partai peserta pemilu lainnya, PBB dan PPP tidak mendapat kursi di DPRD NTT.

Terkait perolehan kursi PAN dan PKB ini, Fungsionaris PAN NTT, Anggelino Belo Da Costa menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara, pihak keamanan khususnya masyarakat NTT yang telah memberikan kepercayaan kepada partai itu untuk mengemban amanat rakyat NTT lima tahun ke depan.


"Satu kursi jadi lima itu artinya masyarakat NTT percaya pada PAN dan lima kursi ini sebagai modal perjuangan serta sebagai amanah kepada calon terpilih untuk perjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat NTT lima tahun ke depan. Terima kasih untuk semuanya," katanya.

Wakil Ketua DPW PKB NTT, Vinsenius Mone, mengatakan, yang layak disebut pemenang pemilu di NTT adalah PAN dan PKB karena pemilu 2009 hanya satu kursi, namun pada tahun ini naik menjadi lima kursi atau sebanyak 500 persen.  "Harusnya kami yang dikatakan pemenang di NTT. Perolehan kursi DPRD kabupaten/kota juga meningkat. Pada tahun 2009 hanya 20 kursi tetapi pada tahun 2014 ini naik menjadi 52 kursi," katanya.  

Untuk diketahui, pada pemilu 2009 lalu, PAN dan PKB masing-masing hanya menyumbang satu kursi di DPRD NTT. (roy)


4 Kader Golkar Rebut Kursi Ketua


EMPATwajah lama yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Propinsi NTT dari Partai Golkar bakal bersaing merebut kursi ketua dewan. Empat nominasi ketua DPRD NTT periode 2014-2019,  yakni Anwar Pua Geno, Alfridus Bria Seran, Hugo Rehi Kalembu dan Pdt. Semuel Niti.

Hal ini karena hasil pleno penetapan calon terpilih, Partai Golkar menjadi pemenang pemilu legislatif  karena meraih kursi terbanyak, yakni 11 kursi. Sementara kursi wakil ketua jatah PDI Perjuangan yang meraih 10 kursi, Gerindra, Nasdem dan Demokrat masing-masing delapan kursi.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD 1 Partai Golkar NTT, Mohammad Ansor, usai pleno penetapan caleg terpilih di Aula Kantor KPU NTT, Selasa (13/5/2014) malam, mengatakan,  penentuan pimpinan DPRD NTT dari Partai Golkar, dari segi waktu belum terlalu mendesak karena DPRD NTT baru akan dilantik  September 2014.

Selain itu, lanjutnya, jajaran kader Golkar masih berkonsentrasi menghadapi Rapimnas dan pemenangan Pilpres. Dan juga sambil menunggu ketentuan Undang-Undang Susunan dan Kedudukan (SusDuk) MPR, DPR, DPD dan DPRD yang baru hasil Pemilu 2014 yang mengatur tentang mekanisme penentuan pimpinan DPRD Propinsi. Karena UU No. 27 Tahun 2009 tahun ini akan direvisi lagi.
"Akan tetapi secara internal ada empat orang yang dinominasikan menjadi ketua DPRD NTT yaitu, Anwar Pua Geno, Alfridus Bria Seran, Hugo Rihi Kalembu, dan Pdt. Semuel Niti," ungkapnya.

Nama-nama ini, kata Ansor, selanjutnya akan dibahas dalam rapat pleno DPD Golkar NTT untuk diusulkan tiga nama ke DPP untuk mendapat persetujuan. "DPD Partai Golkar  NTT  mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat NTT pada delapan daerah pemilihan (dapil) yang masih mempercayakan kader-kader Partai Golkar di DPRD Propinsi dengan meraih jumlah kursi terbanyak yakni 11 Kursi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pemilu, aparat kepolisian,  media massa dan seluruh partai politik atas kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini," ujarnya.

Secara terpisah, Bendahara DPD PDIP NTT, Dr. Antonius Bele, memastikan Nelson Obed Matara akan kembali menduduki jabatan wakil Ketua DPRD NTT seperti periode sebelumnya.  Nelson kembali terpilih sebagai anggota DPRD NTT dari Dapil II (Kupang, Rote dan Sabu Raijua) dengan mendulang suara pribadi sebanyak 16.947 suara.

Menurut Antonius, kepastian Nelson sebagai wakil ketua DPRD NTT karena ada peraturan dari partai bahwa yang menduduki unsur pimpinan DPRD adalah pimpinan partai.  "Unsur pimpinan partai itu adalah ketua, sekretaris dan bendahara. Pak Nelson bukan berpeluang lagi tetapi garis partai sudah menentukan demikian. Penentuan dalam waktu dekat, jadi sebentar ini saya langsung serahkan kepada ketua untuk dibahas," katanya. (roy)

Sebaran Perolehan Kursi

Golkar      : 11 kursi
PDIP        : 10 kursi
Nasdem    :  8 Kursi
Gerindra   :  8 kursi
Demokrat :  8 kursi
PKB         :  5 Kursi
PAN         :  5 kursi
Hanura     :  5 Kursi


Sumber: Pos Kupang 14 Mei 2014 hal 1

Kiprah Srikandi Sulut di Senayan

Tiga periode menembus senayan sebagai 'senator' alias anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) utusan Sulut merupakan garansi bahwa wanita bernama lengkap Aryanthi Baramuli Putri merupakan politisi yang patut diperhitungkan.

Ayanthi Baramuli Putri terlahir dari keluarga politisi. Ayahnya Dr Arnold A Baramuli merupakan mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan pernah menjabat Gubernur Sulut merupakan bukti bahwa ABP memang tak asing dengan dunia politik.

Kepiawaian Aryanthi dalam dunia politik dibuktikannya dengan tiga kali terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Sulawesi Utara.

Terakhir di Pemilu 9 April 2014 ini, wanita kelahiran Jakarta, 18 Oktober 1964 sukses meraih suara terbanyak kedua untuk utusan DPD RI Sulut. Raihan ini dengan sendirinya membuat langkah Aryanthi ke senayan tak tertahankan.

Dia menyatakan bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada rakyat Sulut yang telah memilihnya kembali berkiprah di DPD RI.

Ia berharap dengan bantuan doa dan dukungan masyarakat, ia bisa lebih baik dalam
melayani rakyat dan lebih bermanfaat bagi orang banyak.
"Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Sulut yang telah memilih saya. Mohon maafkan bila ada salah kata maupun sikap selama ini yang kurang berkenan," ujarnya kepada Tribun Manado, Selasa (6/5/2014).

Menariknya lagi, Aryanthi merupakan satu-satunya incumbent yang mencalonkan sebagai anggota DPD RI yang terpilih lagi. Sebab tiga personel anggota DPD RI utusan Sulut akan berkiprah lagi di senayan. Sientje Sondakh-Mandey dan Alvius Lomban tak lagi mencalonkan. Sedangkan Marhanny Pua yang menurutnya, merupakan tokoh pemuda yang dekat dengan ketua-ketua umum parpol di pusat dan pejuang penguatan DPD RI sehingga menang di Mahkamah Konstitusi (MK) hanya menempati urutan enam.

Pada kesempatan itu ABP tak lupa memaparkan pemikirannya mengenai DPD. Baginya,  DPD seharusnya berfungsi sebagai Senat seperti di negeri lain. Karena itu, perlu diadakan penyempurnaan UUD 1945 yang mengatur kedudukannya sebagai badan yng menghimpun aspirasi rakyat termasuk kepentingan daerah.

Adapun visi Aryanthi dalam mewujudkan paparannya ini adalah memperjuangkan kesejahteraan, keadilan dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia serta pemuda, khususnya Sulawesi Utara melalui lembaga legislatif tingkat nasional yaitu DPD RI. Misinya, antara lain membangun mental spiritual masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak, berbudaya, bersemangat dinamis membangun ekonomi rakyat demi kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan program yang akan diperjuangkan di Senayan di antaranya, melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU tertentu dan pelaksanaan APBN. Kemudian memperjuangkan isu provinsi, perbatasan, daerah tertinggal serta perempuan dan anak.

Namun, ia mengakui APBD yang sangat kecil dibanding dengan kebutuhan masyarakat yang besar serta kondisi geografis Sulut yang berdekatan dengan Filipina dengan tingkat kesejahteraan yang lebih terjamin adalah tantangan yang harus dihadapinya. ABP juga sangat aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dia sering membantu wanita yang menjadi korban trafficking, korban perkosaan. Selain itu, dia ikut membantu anak-anak terlantar yang membutuhkan penanganan khusus.(andhika)

Sumber: Tribun Manado 15 Mei 2014 hal 1

Vanda Sarundajang Ingin Sulut Jadi Rising Star

Empat Wanita Sulut sukses berkiprah di senayan baik sebagai anggota DPR RI maupun sebagai anggota DPD RI. Apa saja yang akan mereka lakukan ke depan? Ikuti ulasannya secara bersambung.
SATU di antara srikandi Sulut yang sukses melenggang ke senayan adalah Vanda Sarundajang. Putri tercinta Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang ini untuk kedua kalinya menjadi wakil rakyat utusan Sulut ke DPR RI melalui Fraksi PDI Perjuangan.
Berstatus Incumbent, Putri Gubernur Sulut SH Sarundajang ini kembali memenangi satu kursi DPR RI Periode 2014-2019.

Sebelum terjun ke dunia politik, sebenarnya Vanda tak kepikiran bakal menjadi wakil rakyat di Senayan, pusat berkiprahnya politisi-politisi tanah air. Apalagi tahun 2008 sebelum menjadi politisi, ia tengah fokus menyelesaikan pendidikan S-2 mendalami Alkitab di Singapore Bible College.

Baru setahun menjalani kuliah, ada tawaran  untuk memegang tampuk pimpinan Taruna Merah Putih, organisasi sayap PDIP. "Saya kembali ke Sulut tanpa pikir panjang, karena saya tertarik di organisasi," kata dia.

Tak lama dilantik di Taruna Merah Putih, sudah bergulir pemilihan umum 2009. "Saya ditawarkan partai untuk diusulkan calon legislatif," ungkapnya.

Kali ini ia berpikir panjang, apalagi bidang yang ditekuni beda, antara sekolah alkitab dan dunia politik. Setelah berpikir ia mendapat kesimpulan bidang pelayanan tidak harus berpredikat di teologi.

Melayani sesama bisa dilakukan di  di bidang dipolitik, hanya pendekataanya berbeda. Ia juga meminta restu orang tua, dan ternyata dapat respon positif

"Ini murni pilihan pribadi, tentu sebagai anak harus memohon restu orang tua, beliau (SHS) beri restu, kalau hal positif tentu didukung. Saya kemudian memutuskan mengambil peluang di legislatif," katanya.

Vanda tak lagi meneruskan tahun kedua kuliah Alkitab. Akhirnya sampai sekarang ia tak menyelesaikan kuliahnya. Meski begitu ia punya kerinduan menyelesaikan kuliahnya "Ke depan ada waktu kesempatan ada kerinduan untuk menyelesaikan, tapi bukan jadi pendeta, sekolah alkitab lebih ke misi," katanya.


Tahun 2009 merupakan langkah pertama, ia fokus sosialisasi sebagai Caleg DPR RI dari PDIP. "Penuh melaksanakan sosialisasi akhirnya jalan Tuhan berkenan terpilih di DPR,"katanya.

Di 2014, ia kembali berjuang memikat hati pemilih "Kami sebagai petugas partai mendapat penugasan berkompetisi lagi di legislatif, puji Tuhan masyarakat Sulut memberi amanah sebagai Anggota DPR RI," ujarnya.

Sebagai putri kandung Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang, diakuinya banyak sorotan  mengarah kepada keluarga Sarundajang

Sang Ayah gubernur, Ivan sang Kakak Wakil Bupati, Fabian Anggota DPD RI dan Eva Anggota DPRD Sulut. Bukan kebetulan anak keluarga Sarundajang mengambil pilihan yang sama di bidang politik."Pertanyaannya apa Kemudian by design karena orang tua punya kuasa? Jawabannya tidak seperti itu," katanya.

Prosesnya menurut Vanda, masing-masing pribadi ditawari,  selanjutnya mereka meminta restu orang tua.Harus diketahui, SHS 40 tahun berkarir di Birokrat sebelum ke Politik. Anak-anak keluarga Sarundajang saat membuka mata sudah ada lingkup pelayanan.

"Bisa dikatakan ini terbawa naluri kami kakak adik ada sisitu kemudian kami komitmen melayani masyarakat," ujarnya.

Setelah melewati Pemilu ini, Vanda mengatakan masih fokus menyelesaikan sisa periode di DPR RI, sebelum memasuki periode baru.

Di periode mendatang ia ingin Sulut bisa dipandang sejajar dengan daerah lain. "Saya Ingin ke depan Indonesia timur merujuk ke Sulut menjadi terdepan, sebagai rising star di Timur Indonesia," sebutnya.

Mengakhiri kata, Vanda meminta dukungan doa, masukan sekaligus kritikan "Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang masih mempercayakan saya duduk sebagai wakil rakyat," pungkasnya.(ryo  noor)

Sumber: Tribun Manado 14 Mei 2014 halaman 1

Daftar Top 50 Caleg DPR RI

Karolin, Puan dan Ibas
Siapa saja yang masuk daftar Top 50 Peraih Suara Terbanyak Caleg DPR RI?

TRIBUNnews.com menyajikan daftar tersebut berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pemilu legislatif 2014 menghasilkan 560 anggota DPR RI terpilih.

Menurut hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU, caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bernama Karolin Margaret Natasa, putri Gubernur Kalimantan Barat, berada pada ranking pertama raihan suara terbesar.

Karolin, seorang dokter dan kini telah duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDIP hasil Pemilu 2009, memperoleh 397.481 suara. Di posisi kedua hingga keempat, semuanya politisi PDIP.

Puan Maharani dari daerah pemilihan Jawa Tengah V, meraup 369.927 suara.

Kemudian diikuti I Wayan Koster dari daerah pemilihan Bali dengan raihan 260.342 suara, serta mantan calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka dari dapil Jawa Barat VII dengan 255.044 suara.

Pada posisi kelima, bertengger Edhie Baskoro Yudhoyono, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di dapil Jawa Timur VII.

Sekjen Partai Demokrat ini meraih 243.747 suara.

Posisi keenam diduduki politisi Partai Golkar dari Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid. Caleg dapil Jawa Tengah II ini meraih 243.021 suara.

Kemudian Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey dari daerah pemilihan Sulawesi Utara meraih 237.620 suara.

Dodi Reza Alex Noerdin, putra Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dari caleg Partai Golkar dapil Sumatera Selatan I mendapat 203.246 suara.

Selanjutnya, putra mantan Ketua MPR RI Amies Rais yakni A Hanafi Rais dari caleg Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Yogyakarta memperoleh 197.915 suara.

Posisi kesepuluh adalah Hasan Aminuddin caleg Partai Nasdem dari dapil Jawa Timur II meraih  190.226 suara.

Berikut Daftar Top 50 Peraih Suara Terbanyak Caleg DPR RI 2014

1.    Karolin Margaret Natasa (caleg PDIP dari daerah pemilihan Kalimantan Barat memperoleh 397.481 suara)
2.    Puan Maharani (PDIP, Jawa Tengah V, 369.927 suara)
3.    I Wayan Koster (PDIP, Bali, 260.342 suara)
4.    Rieke Diah Pitaloka (PDIP, Jawa Barat VII, 255.044 suara)
5.    Edhie Baskoro Yudhoyono (Demokrat, Jawa Timur VII, 243.747 suara)
6.    Nusron Wahid (Golkar, Jawa Tengah II, 243.021 suara)
7.    Olly Dondokambey (PDIP, Sulawesi Utara, 237.620 suara)
8.    Dodi Reza Alex Noerdin (Golkar, Sumatera Selatan I, 203.246 suara)
9.    A Hanafi Rais (PAN, Yogyakarta, 197.915 suara)
10.    Hasan Aminuddin (Nasdem, Jawa Timur II, 190.226 suara)

11.    Fanny Syafriansyah (PPP, Jawa Timur XI, 189.186 suara)
12.    Gus Irawan Pasaribu (Gerindra, Sumatera Utara II, 188.205 suara)
13.    Zulkifli Hasan (PAN, Lampung I, 174.144 suara)
14.    Lasarus (PDIP, Kalimantan Barat, 173.154 suara)
15.    Ade Komarudin (Golkar, Jawa Barat VII, 167.732 suara)
16.    I Made Urip (PDIP, Bali, 166.430 suara)
17.    Pramono Anung Wibowo (PDIP, Jawa Timur VI, 165.906 suara)
18.    Willy M Yoseph (PDIP, Kalimantan Tengah, 147.175 suara)
19.    Dede Yusuf Macan Effendi (Demokrat, Jawa Barat II, 142.939 suara)
20.    Tony Wardoyo (PDIP, Papua, 136.642 suara)

21.    Moh Nizar Zahro (Gerindra, Jawa Timur XI, 159.006 suara)
22.    Kholilurrahman (PKB, Jawa Timur XI, 146.054 suara)
23.    Maruarar Sirait (PDIP, Jawa Barat IX:131.618 suara)
24.    Asnawati Hasan (PAN, Sulawesi Tenggara, 131.520 suara)
25.    Mohammad Said (Golkar, Sulawesi Tengah, 131.508 suara)
26.    Juliari P Batubara (PDIP, Jawa Tengah I, 128.956 suara)
27.    Roberth Rouw (Gerindra, Papua, 128.598 suara)
28.    Bambang Wuryanto (PDIP, Jawa Tengah IV, 128.116 suara)
29.    Abdul Kadir Karding (PKB, Jawa Tengah VI, 128.037 suara)
30.    Delia Pratiwi BR Sitepu (Golkar, Sumatera Utara III, 127.845 suara)

31.    Wahidin Halim (Demokrat, Banten III, 127.392 suara)
32.    Vanda Sarundajang (PDIP, Sulawesi Utara, 126.197 suara)
33.    Fahri Hamzah (PKS, NTB, 125.083 suara)
34.    Sukur Nababan (PDIP, Jawa Barat VI, 123.493 suara)
35.    Marwan Ja'far (PKB, Jawa Tengah III, 123.447 suara)
36.    Zainudin Amali (Golkar, Jawa Timur XI, 122.167 suara)
37.    Mohammad Idham Samawi (PDIP, Yogyakarta, 120.796 suara)
38.    Hidayat Nur Wahid (PKS, Jakarta II, 119.267 suara)
39.    Abd Muhaimin Iskandar (PKB, Jawa Timur VIII, 116.694 suara)
40.    M Farid Alfauzi (Hanura, Jawa Timur XI, 115.963 suara)

41.    Sofyan Tan (PDIP, Sumatera Utara I, 113.716 suara)
42.    Said Abdullah (PDIP, Jawa Timur XI, 112.539 suara)
43.    Mat Nasir (Demokrat, Jawa Timur XI, 109.367 suara)
44.    Ahmad HM Ali (Nasdem, Sulawesi Tengah, 109.021 suara)
45.    Peggi Patrisia Pattipi (PKB, Papua, 106.371 suara)
46.    Jefirston R Riwu Kore (Demorkat, NTT II, 105.924 suara)
47.    Adisatrya Suryo Sulisto(PDIP, Jawa Tengah VIII:, 105.399 suara)
48.    Jero Wacik (Demokrat, Bali, 104.682 suara)
49.    Indira Chunda Thita Syahrul (PAN, Sulawesi Selatan I, 104.293 suara)
50.    Yasti Soepredjo Mokoagow (PAN, Sulawesi Utara, 103.801 suara)


Sumber: Tribunnews.com

Ini Visi Misi Jokowi sebagai Capres

Jokowi di Tribun Manado 10 Mei 2014
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo selalu mengelak jika ditanya soal visi misinya kalau terpilih sebagai presiden RI. Ia hanya sempat mengungkapkan, salah satu program besarnya yaitu revolusi mental. Lainnya, Jokowi memilih untuk menyimpan rapat visi misinya dan berjanji akan menyampaikannya pada waktu yang tepat.

Saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Selasa (13/5/2014), di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta itu secara gamblang memaparkan apa yang akan dilakukannya jika menjadi orang nomor satu di republik ini.

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya:

1. Pendidikan
Di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental. Menurutnya, revolusi mental akan efektif bila diawali dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Menurutnya, siswa SD seharusnya mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan cukup 20 persen saja.

"Jangan terbalik seperti sekarang. Sekarang ini anak-anak yang kecil dijejali dengan Matematika, Fisika, Kimia, IPS. Sehingga yang namanya etika, perilaku, moralitas tidak disiapkan pada posisi dasar," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, porsi materi ilmu pengetahuan diperbesar pada tingkat SMP. Meski porsi ilmu pengetahuan diperbesar, Jokowi mengatakan, materi pendidikan karakter, budi pekerti, dan etika harus lebih besar. Ia menggambarkannya dengan persentase 60-40 persen untuk pendidikan karakter.

Jokowi mengatakan, porsi besar untuk materi tentang ilmu pengetahuan baru diberikan di jenjang SMA. Besarnya, kata dia, mencapai 80 persen. Pada tahap SMA, porsi untuk pendidikan karakter, budi pekerti, dan akhlak cukup 20 persen saja.

Selain itu, ia juga ingin meningkatkan jumlah SMK. Menurutnya, negara-negara industri maju seperti Jepang, Korea, dan Jerman adalah negara-negara yang punya banyak SMK.

"Peningkatan jumlah SMK adalah salah satu yang penting. Karena keterampilan semua ada di sana. Karena di situ ada teknologi, di situ ada keterampilan, di situ ada skill yang dibangun," ucap Jokowi.

Ia yakin, jika semua hal di atas dilakukan, akan muncul generasi yang memiliki sikap mental dan budaya kerja yang baik, serta penuh daya saing, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bagi bangsa dan negara.

"Karena percuma kekayaan alam yang besar jika tidak dibarengi dengan produktivitas, serta daya saing bagi SDM yang ada di dalamnya. Tanpa revolusi mental, tanpa budaya kerja yang sudah tertanam sejak kecil, saya kira sulit juga untuk membangun sebuah daya saing dan produktivitas," papar Jokowi.

2. Pertanian

Di sektor pertanian, Jokowi menilai, Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor ini. Indonesia, kata dia, tak pernah lagi memunculkan varietas-varietas unggul. Bahkan, menurut Jokowi, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton.

"Mestinya kalau sudah ditentukan ingin memajukan pangan, infrastrukturnya dibangun. Bendungan dan segala sistem irigasinya harus disediakan. Yang berkaitan dengan pupuk, pestisida, semuanya harus disiapkan. Riset harus menjadi kunci utama, dan diberi anggaran yang besar sehingga kita akan bisa memunculkan kembali varitas-varitas unggul," katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti banyaknya lahan-lahan pertanian yang terkonversi menjadi perumahan, industri, dan pertambangan. Menurutnya, hal tersebut adalah kesalahan karena Indonesia saat ini membutuhkan banyak lahan untuk sawah dan ladang baru. Tak hanya itu, ujarnya, infrastruktur pendukung lahan pertanian seperti waduk dan bendungan juga harus diperbanyak.

"Pernah tidak mendengar kita bangun waduk dan bendungan baru? Padahal dalam perencanaan kita bisa bangun 70-an waduk per tahun. Tetapi tidak dilaksanakan karena kita kehilangan disorientasi," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti mahalnya ongkos produksi karena petani bergantung pada pupuk dan pestisida kimia.

"Harusnya petani disediakan pupuk dan pestisida gratis sehingga mereka tidak terbebani biaya," katanya.

Jokowi juga menyoroti keberadaan terminal agro. Menurutnya, terminal agro sudah seharusnya berada di setiap kabupaten. Ia menilai, menambah keberadaan terminal tersebut akan dapat meningkatkan produksi di sektor pertanian, seperti yang dilakukan Thailand.

"Terminal agro jangan hanya gedung saja. Saya lihat di Dubai dan Abu Dhabi, 80 hektar lahan digunakan hanya untuk tempat penyimpanan logistik pertanian saja. Mestinya di setiap daerah ada yang seperti itu," ujar Jokowi.

"Sebanyak apa pun panen yang melimpah ruah, tidak akan berarti kalau tidak disiapkan industi pasca panen. Inilah yang harus diluruskan, karena ketika kita menyuruh petani untuk menanam, maka harus disiapkan pula industri pasca panennnya," katanya lagi.

3. Kelautan
Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelayan asing. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

"Kapal-kapal negara lain yang masuk ke laut kita sudah komplet. Ada kapal sepuluh, yang sembilan nangkap, yang satunya untuk pengalengan. Langsung dikalengkan. Kenapa kita tidak bisa seperti itu. Padahal sebenarnya bisa," kata Jokowi.

Ia berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan, yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan.

"APBN kita gede banget, hampir Rp 1.700 triliun. Berapa sih biaya beli kapal? Murah sekali. Dan berikan nelayan pelatihan, jangan yang gratisan karena itu tidak mendidik. Saya paling tidak setuju dengan yang gratisan," ujarnya.

4. Energi
Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Menurutnya, daripada terus-terusan memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah.

"Contohnya untuk listrik. Subsidi listrik itu mencapai Rp 70 triliun. Tapi kenapa listrik pakai BBM, kenapa tidak pakai batubara?" kata Jokowi.

Jokowi mencurigai, selama ini ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari besarnya subsidi BBM dan listrik. Hal itu yang dinilaiya menjadi penyebab dilakukannya kebijakan yang sebenarnya lebih banyak merugikan kas APBN itu.

"Kenapa harus kita lakukan terus menerus? Karena ada yang mengambil keuntungan besar dari sana. Dan keuntungannya itu dibagi-bagi. Saya sudah tahu. Dulu waktu di Solo belum tahu. Tapi setelah di Jakarta jadi tahu semuanya," kata mantan Wali Kota Solo itu.

"Kalau BBM bisa dikonversi ke gas atau batubara, kita akan bisa menghemat anggaran hingga Rp 70 triliun per tahun. Jadi ada efisiensi anggaran," lanjutnya.

5. Infrastruktur
Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api. Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan, maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Ia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan ia lakukan dengan istilah "tol laut".

Menurutnya, tol laut adalah penyediaan kapal-kapal berukuran besar untuk pengangkutan antarpulau dalam waktu yang sesering mungkin.

"Jadi tol laut ini modalnya hanya kapal. Bukan bangun tol di atas laut. Jadi tol laut itu pengangkutan pakai kapal dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi bolak-balik. Ini akan mempermudah manajemen distribusi logistik, sehingga harga-harganya akan lebih murah," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa tol laut adalah konsep distribusi jalur laut yang menghubungkan lima pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong (Papua Barat).

"Jadi harus ada penyediaan kapal besar, dari Sumatera langsung ke Papua, Papua ke Sumatera. Kalau ada kapal besar, ongkos angkutnya akan menjadi kecil dan murah, karena ngangkutnya langsung banyak. Jadi tidak akan ada lagi harga semen di Jawa Rp 50 ribu, di Papua Rp 1 Juta," ujar Jokowi.

Jokowi mencontohkan distribusi sapi dari NTT dengan yang ada di Australia. Ia menilai, secara kualitas, sapi NTT tidak kalah dibanding sapi Australia. Kekurangan yang terjadi selama ini hanya terletak pada ketiadaan kapal pengangkut sapi yang berukuran besar.

"Kalau dari NTT, ngangkutnya pakai kapal kecil-kecil. Sebenarnya sapi di sana tidak kalah kualitasnya dibanding sapi Australia. Tapi ongkos biaya angkutnya yang mahal, bisa sampai 50-60 persen. Kiriman sapi dari Australia, sekali angkut bisa sampai 30 ribu sapi di dalam satu kapal. Kapal besar itu yang kita tidak punya," katanya.

"Kalau ada tol laut ini, akan mempermudah distribusi. Dari pulau besar ke pulau besar pakai kapal besar. Nanti ke pulau yang agak kecil pakai kapal sedang. Dilanjutkan lagi dengan pakai kapal kecil ke pulau-pulau kecil. Jadi, bukan kapal kecil dari Papua ke Jawa yang belum tentu bisa sampai ke Jawa, karena di tengah jalan kena ombak langsung terguling. Hilang semen, hilang sapinya," jelas Jokowi .

Sementara itu, untuk pengembangan bandara, Jokowi mengaku akan menerapkan konsep kerja sama dengan investor swasta. Menurutnya, ide tersebut muncul tak lepas dari permasalahan lambannya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, yang berpengaruh pada semakin karut-marutnya jadwal penerbangan.

"Seharusnya kalau APBN tidak sanggup, serahkan saja ke swasta. Tidak masalah. Asal hitung-hitungannya jelas dan biaya pelayanan nantinya tidak membebani masyarakat. Kalau diserahkan ke investor, semua bandara akan bisa dibagun baru seluruhnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti seputar infrastruktur jalur kereta. Menurutnya, sudah seharusnya dilakukan penambahan jalur kereta di Jawa, sembari membangun jalur kereta di kawasan-kawasan tambang di Sumatera dan Kalimantan.

"Pengangkutan batubara, nikel, dan bauksit jangan sampai menggunakan jalan raya. Karena selain mahal, juga akan merusak jalan. Dan itu kewajiban negara," kata Jokowi.

6. Administrasi birokrasi
Jokowi menutup pemaparan visi dan misinya dengan program pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi. Ia berjanji, bila terpilih, akan segera menerapkan sistem elektronik dan jalur online dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Kita harus menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue, e-audit, pajak online, IMB online. Kita online-kan semua. Jadi tidak ada lagi 'ketema-ketemu', supaya 'amplop-amplopan' hilang," katanya. (*)

Inilah 109 Calon DPR Terpilih dari PDIP

Komisi Pemilihan Umum menggelar rapat pleno penetapan kursi partai politik dan calon DPR dan calon DPD terpilih di KPU, Jakarta, Rabu (14/5/2014). Masing-masing komisioner bergantian membacakan perolehan kursi.

"Secara resmi (calon terpilih, red) akan disampaikan ke DPP partai politik, tembusan calon anggota DPR. Bagi calon DPD disampaikan kepada bersangkutan. Nama-nama tersebut keanggotaannya akan diresmikan dengan Keputusan Presiden," ujar Ketua KPU, Husni Kamil Manik.

Berdasar rapat pleno penetapan perolehan kursi calon DPR oleh KPU, PDI Perjuangan mendapat 109 kursi, yang diraih di 30 provinsi. Perolehan PDI Perjuangan sebanyak 23.681.471 suara. Berikut calon terpilih DPR dari PDI Perjuangan sesuai daerah pemilihan.

Dapil Aceh I: Tagore Abubakar 64.159 suara, Sumatera Utara I: Sofyan Tan 113.716 suara, Irmadi Lubis 46.039 suara, Sumatera Utara II: Trimedya Panjaitan 101.415 suara, Sumatera Utara III: Junimart Girsang 76.819 suara, Sumatera Barat I: Alex Indra Lukman, Sumatera Barat II: Agus Susanto 39.131 suara.

Dapil Riau I: Effendy Sianipar 69.425 suara, Riau II: Marsiaman Saragih 26.650 suara, Jambi: Ihsan Yunus 61.648 suara, Sumatera Selatan I: Nazarudin Kiemas 59.930 suara, Sumatera Selatan II: Erwin M Singaruju 81.644 suara, Yulian Gunhar 44.192 suara, Bengkulu: Elva Hartati 30.298 suara.

Dapil Lampung I: Isma Yatun 65.731 suara, Sudin 64.008 suara, Lampung II: Henry Yosodiningrat 54.022 suara, Itet Tridjajati Sumarijanto 40.203 suara, Bangka Belitung: Rudianto Tjen 72.400 suara, Kepulauan Riau: Dwi Ria Latifa 48.579 suara.

Dapil Jakarta I: Wiryanti Sukamdani 30.691 suara, Jakarta II: Eriko Sotarduga 61.888 suara, Masinton Pasaribu 30.989 suara, Jakarta III: Charles Honoris 96.842 suara, Effendi MS Simbolon 89.028 suara, Darmadi Durianto 52.861 suara.

Dapil Jawa Barat I: Junico BP Siahaan 64.980 suara, Ketut Sustiawan 32.234 suara, Jawa Barat II: Yadi Srimulyadi 59.842 suara, Jalaludin Rakhmat 56.402 suara, Jawa Barat III: Diah Pitaloka 31.993 suara, Jawa Barat IV: Ribka Tjiptaning 43.393 suara, Jawa Barat V: Adian Yunus Yusak Napitupulu 35.589 suara, Indra P Simatupang 35.139 suara.

Dapil Jawa Barat VI: Sukur Nababan 123.493 suara, Risa Mariska 27.578 suara, Jawa Barat VII: 255.044 suara, Tono Bahtiar 50.663 suara, Jawa Barat VIII: Ono Surono 72.608 suara, Yoseph Umarhadi 66.181 suara, Jawa Barat IX: Maruarar Sirait 131.618 suara, TB Hasanuddin 76.991 suara, Jawa Barat X: Puti Guntur Soekarno 93.404 suara, Jawa Barat XI: Dony Maryadi Oekon 38.006 suara.

Dapil Jawa Tengah I: Juliari P Batubara 128.956 suara, Tjahjo Kumolo 59.761 suara, Jawa Tengah II: Daryatmo Mardiyanto 41.453 suara, Jawa Tengah III: Imam Suroso 91.708 suara, Evita Nursanty 73.673 suara, Jawa Tengah IV: Bambang Wuryanto 128.116 suara, Agustina Wilujeng Pramestuti 56.707 suara, Jawa Tengah V: Puan Maharani 369.927 suara, Aria Bima 96.163 suara, Rahmad Handoyo 33.569 suara.

Dapil Jawa Tengah VI: Sudjadi 79.681 suara, Nusyirwan Soedjono 55.293 suara, Jawa Tengah VII: Utut Adianto 67.001 suara, Jawa Tengah VIII: Adisatrya Suryo Sulisto 105.399 suara, Budiman Sudjatmiko 68.861 suara, Jawa Tengah IX: Muhammad Prakosa 75.657 suara, Damayanti Wisnu Putranti 75.657 suara, Jawa Tengah X: Hendrawan Supratikno 68.380 suara.

Dapil Yogyakarta: Mohammad Idham Samawi 120.796 suara, My Esti Wijayati 99.440 suara, Jawa Timur I: Guruh Irianto Sukarno Putra 84.753 suara, Indah Kurnia 68.497 suara, Henky Kurniadi 43.434 suara, Jawa Timur II: Hamka Haq 27.166 suara, Jawa Timur III: Nursuhud 58.123 suara, Jawa Timur IV: Arif Wibowo 43.074 suara, Jawa Timur V: Ahmad Basarah 68.009 suara, Andreas Eddy Susetyo 56.160 suara.

Dapil Jawa Timur VI: Pramono Anung Wibowo 165.906 suara, Djarot Saiful Hidajat 69.053 suara, Budi Yuwono 64.807 suara, Jawa Timur VII: Sirmadji 77.100 suara, Jawa Timur VIII: Sadarestuwati 73.354 suara, Mindo Sianipar 73.341 suara, Jawa Timur IX: Abidin Fikri 36.304 suara, Jawa Timur X: Nasyirul Falah Amru 64.161 suara, Jawa Timur XI: Said Abdullah 112.539 suara.

Dapil Banten I: Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya 51.059 suara, Banten II: Ichsan Soelistio 17.994 suara, Banten III: Herdian Koosnadi 47.426 suara, Marinus Gea 42.285 suara, Bali: Wayan Koster 260.342 suara, I Made Urip 166.430 suara, I Gusti Agung Rai Wirajaya 75.252 suara, Nyoman Dhamantra 70.590 suara.

Dapil NTB: Rachmat Hidayat 62.987 suara, NTT I: Honing Sanny 49.287 suara, NTT II: Herman Hery 109.406 suara, Kalimantan Barat: Karolin Margret Natasa 397.481 suara, Lasarus 173.154 suara, G Michael Jeno 55.121 suara, Kalimantan Tengah: Willy M Yoseph 147.175 suara, Asdy Narang 64.560 suara.

Dapil Kalimantan Selatan II: Hasnuryadi Sulaiman 82.130 suara, Kalimantan Timur: Marten Apuy 71.177 suara, Sulawesi Utara: Olly Dondokambey 237.620 suara, Vanda Sarundajang 126.197 suara, Sulawesi Tengah: Rendy M Affandy Lamadjido 47.709 suara.

Dapil Sulawesi Selatan I: Andi Ridwan Wittiri 41.356 suara, Sulawesi Selatan II: Samsu Niang 39.122 suara, Maluku: Mercy Chriesty Barends 65.166 suara, Maluku Utara: Irine Yusiana Roba Putri 52.677 suara, Papua: Komarudin Watubun 120.724 suara, Tony Wardoyo 136.642 suara, Papua Barat: Jimmy Demianus Ijie 69.908 suara.

Sumber: Tribun Manado

Inilah 91 Anggota DPR Terpilih dari Golkar

Komisi Pemilihan Umum menggelar rapat pleno penetapan kursi partai politik dan calon DPR dan calon DPD terpilih di KPU, Jakarta, Rabu (14/5/2014). Masing-masing komisioner bergantian membacakan perolehan kursi.

"Secara resmi (calon terpilih, red) akan disampaikan ke DPP partai politik, tembusan calon anggota DPR. Bagi calon DPD disampaikan kepada bersangkutan. Nama-nama tersebut keanggotaannya akan diresmikan dengan Keputusan Presiden," ujar Ketua KPU, Husni Kamil Manik.

Berdasar rapat pleno penetapan perolehan kursi calon DPR oleh KPU, Partai Golkar mendapat 91 kursi, yang diraih di 31 provinsi. Perolehan Partai Golkar sebanyak 18.432.312 suara. Berikut calon terpilih DPR dari Partai Golkar sesuai daerah pemilihan.

Dapil Aceh I: Salim Fakhry 42.557 suara, Aceh II: Firmandez 24.861 suara, Sumatera Utara I: Meutya Hafid 45.232 suara, Sumatera Utara II: Rambe Kamarul Zaman 59.978 suara, Sumatera Utara III: Delia Pratiwi BR Sitepu 127.845 suara, Anthon Sihombing 66.601 suara, Sumatera Barat I: Betti Shadiq Pasadigoe 77.663 suara, Sumatera Barat II: John Kenedy Azis 53.182 suara.

Dapil Riau I: Tabrani Maamun 57.200 suara, Riau II: HM Idris Laena suara 91.595 suara, Jambi: Saniatul Lativa 87.911 suara, Sumatera Selatan I: Dodi Reza Alex Noerdin 203.246 suara, Kahar Muzakir 49.025 suara, Sumatera Selatan II: Bobby Adhityo Rizaldi 67.456 suara.

Dapil Lampung I: Dwie Aroem Hadiyatie 32.808 suara, Lampung II: Aziz Syamsuddin 70.619 suara, Bangka Belitung: Azhar Romli 33.693 suara, Jakarta I: Bambang Wiyogo 45.617 suara, Jakarta II: Fayakhun Andriadi 25.446 suara, Jakarta III: Tantowi Yahya 45.507 suara.

Dapil Jawa Barat I: Popong Otje Djunjunan 26.090 suara, Jawa Barat II: Agus Gumiwang Kartasasmita 102.469 suara, Lili Asdjudiredja 44.285 suara, Jawa Barat III: Deding Ishaq 33.009 suara, Eka Sastra 74.458 suara, Jawa Barat IV: Dewi Asmara 77.158 suara, Jawa Barat V: Airlangga Hartarto 113.939 suara, Ichsan Firdaus 27.986 suara.

Dapil Jawa Barat VI: Wenny Haryanto 32.906 suara, Jawa Barat VII: Ade Komarudin 167.732 suara, Dadang S Muchtar 69.414 suara, Jawa Barat VIII: Dave Akbarshah Fikarno 80.748 suara, Daniel Mutaqien Syafiuddin 91.958 suara, Jawa Barat IX: Eldie Suwandie 90.588 suara, Jawa Barat X: Agun Gunanjar Sudarsa 69.359 suara, Jawa Barat XI: Ferdiansyah 67.837 suara, Ahmad Zacky Siradj 30.833 suara.

Dapil Jawa Tengah I: Mujib Rohmat 36.163 suara, Jawa Tengah II: Nusron Wahid 243.021 suara, Bowo Sidik Pangarso 66.909 suara, Jawa Tengah III: Firman Subagyo 90.757 suara, Jawa Tengah IV: Endang Maria Astuti 44.081 suara, Jawa Tengah V: Endang Srikarti Handayani 48.547 suara.

Dapil Jawa Tengah VI: Iqbal Wibisono 50.868 suara, Jawa Tengah VII: Bambang Soesatyo 57.235 suara, Jawa Tengah VIII: Dito Ganindito 49.137 suara, Jawa Tengah IX: Agung Widyantoro 75.577 suara, Jawa Tengah X: Budi Supriyanto 57.339 suara.

Dapil Yogyakarta: Siti Hediyati Soeharto 61.655 suara, Jawa Timur I: Adies Kadir 30.093 suara, Jawa Timur II: Mukhamad Misbakhun 66.899 suara, Jawa Timur III: Hardisoesilo 34.000 suara, Jawa Timur IV: Muhammad Nur Purnamasidi 26.438 suara, Jawa Timur V: Ridwan Hisjam 43.796 suara.

Dapil Jawa Timur VI: Sarmuji 57.586 suara, Jawa Timur VII: Gatot Soedjito 54.344 suara, Jawa Timur VIII: Mohammad Suryo Alam 56.702 suara, Jawa Timur IX: SW Yudha 46.022 suara, Jawa Timur X: Eni Maulani S 84.837 suara, Jawa Timur XI: Zainudin Amali 122.167 suara.

Dapil Banten I: Andika Hazrumy 70.846 suara, Banten II: Yayat Y Biaro 31.668 suara, Banten III: Andi Achmad Dara 73.408 suara, Bali: Gde Sumarja Linggih 141.168 suara, AA Bagus Adhi Mahendra Putra 71.964 suara, NTB: Muhammad Lutfi 59.074 suara, NTT I: Melchias Markus Mekeng 73.120 suara, Setya Novanto 85.188, NTT II: Charles J Mesang 54.514 suara.

Kalimantan Barat: Zul Fadhli 100.583 suara, Kalimantan Tengah: Agati Sulie Mahyudin 32.297 suara, Kalimantan Selatan I: Ahmadi Noor Supit 71.233 suara, Indro Hananto 64.206 suara, Kalimantan Selatan II: Hasnuryadi Sulaiman 82.130 suara, Kalimantan Timur: Mahyudin 91.623 suara, Neni Moerniaeni 61.405 suara.

Dapil Sulawesi Utara: Aditya Anugrah Moha 77.264 suara, Sulawesi Tengah: Mohammad Said 131.508 suara, Sulawesi Selatan I: Hamka B Kady 45.717 suara, Sulawesi Selatan II: Syamsul Bachri 66.519 suara, Andi Rio Idris Padjalangi 77.962 suara, Sulawesi Selatan III: Markus Nari 76.608 suara, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta 96.330 suara.

Dapil Sulawesi Tengah: Ridwan Bae 91.747 suara, Gorontalo: Fadel Muhammad 163.054 suara, Roem Pono 117.831 suara, Sulawesi Barat: Enny Anggraeny Anwar 58.518 suara, Maluku: Edison Betaubun 58.765 suara, Maluku Utara: Saiful Bahri Ruray 37.486 suara, Papua: Elion Numberi 85.374 suara, Papua Barat: Robert Joppy Kardinal 65.690 suara

Sumber: Tribun Manado

Sebaran Kursi di 33 Provinsi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan perolehan suara partai politik (parpol) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, Jumat (9/5/2014) lalu. Berdasarkan perhitungan atas data resmi KPU, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mendapat 109 kursi yang tersebar di 30 provinsi.

Sementara itu, 451 kursi lainnya menjadi milik sembilan partai politik yang lolos ambang batas parlemen, yaitu Partai Nasdem (35 kursi); Partai Kebangkitan Bangsa (47 kursi); Partai Keadilan Sejahtera (40 kursi); Partai Golkar (91 kursi); Partai Gerindra (73 kursi); Partai Demokrat (61 kursi); Partai Amanat Nasional (49 kursi); Partai Persatuan Pembangunan (39 kursi); dan Partai Hanura (16 kursi).

Sebaran kursinya adalah sebagai berikut:

1. Aceh
Nasdem (2 kursi); PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi); dan PPP (1 kursi)

2. Sumatera Utara
Nasdem (3 kursi); PKB (1 kursi); PKS (3 kursi); PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (4 kursi); Gerindra (4 kursi); Demokrat (3 kursi); PAN (3 kursi); PPP (2 kursi); dan Hanura (3 kursi)

3. Sumatera Barat
Nasdem (1 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi); dan PPP (2 kursi)

4. Riau
PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi)

5. Jambi
PKB (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi); PPP (1 kursi)

6. Sumatera Selatan
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (3 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (2 kursi); Hanura (1 kursi)

7. Bengkulu
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Gerindra (1 kursi); PAN (1 kursi)

8. Lampung
Nasdem (1 kursi); PKB (2 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (2 kursi); Hanura (1 kursi)

9. Bangka Belitung
PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (1 kursi); Demokrat (1 kursi)

10. Kepulauan Riau
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); PAN (1 kursi)

11. DKI Jakarta
Nasdem (1 kursi); PKS (3 kursi); PDI Perjuangan (6 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (3 kursi); Demokrat (2 kursi); PPP (3 kursi)

12. Jawa Barat
Nasdem (1 kursi); PKB (7 kursi); PKS (11 kursi); PDI Perjuangan (18 kursi); Golkar (17 kursi); Gerindra (10 kursi); Demokrat (9 kursi); PAN (7 kursi); PPP (7 kursi); Hanura (4 kursi)

13. Jawa Tengah
Nasdem (5 kursi); PKB (10 kursi); PKS (4 kursi); PDI Perjuangan (18 kursi); Golkar (11 kursi); Gerindra (10 kursi); Demokrat (4 kursi); PAN (8 kursi); PPP (7 kursi)

14. Daerah Istimewa Yogyakarta
PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi)

15. Jawa Timur
Nasdem (7 kursi); PKB (15 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (17 kursi); Golkar (11 kursi); Gerindra (11 kursi); Demokrat (11 kursi); PAN (7 kursi); PPP (4 kursi); Hanura (2 kursi)

16. Banten
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (3 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (2 kursi); PPP (3 kursi); Hanura (1 kursi)

17. Bali

PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (2 kursi)

18. Nusa Tenggara Barat

Semua parpol yang lolos PT dapat 1 kursi

19. Nusa Tenggara Timur
Nasdem (2 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi); Hanura 1 kursi

20. Kalimantan Barat
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PDI Perjuangan (3 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi); PPP (1 kursi)

21. Kalimantan Tengah
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar(1 kursi); Gerindra (1 kursi); PAN (1 kursi)

22. Kalimantan Selatan
PKB (2 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (2 kursi); PPP ( 2 kursi)

23. Kalimantan Timur
Nasdem (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PPP (1 kursi)

24. Sulawesi Utara
PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi)

25. Sulawesi Tengah
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar(1 kursi)

26. Sulawesi Selatan
Nasdem (2 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (5 kursi); Gerindra (3 kursi); Demokrat (3 kursi); PAN (3 kursi); PPP (3 kursi); Hanura (1 kursi)

27. Sulawesi Tenggara
Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP masing-masing 1 kursi.

28. Gorontalo
Golkar (2 kursi); Gerindra (1 kursi)

29. Sulawesi Barat
Golkar, Gerindra, Demokrat masing-masing 1 kursi.

30. Maluku
PKB, PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra masing-masing 1 kursi.

31. Maluku Utara
PDI Perjuangan, Golkar, PAN masing-masing 1 kursi.

32. Papua
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi)

33. Papua Barat
PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat masing-masing 1 kursi

Sumber:   Kompas.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes