Mengelola Sampah Bukan Prioritas di NTT

ilustrasi
POS KUPANG.COM -Sungguh menohok  pernyataan Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Ikram M. Sangadji pada  Rapat Koordinasi Gerakan Bersih Pantai dan Laut di Kantor Gubernur NTT, Senin (10/4/2017).

Ikram mengatakan, isu sampah belum menjadi prioritas program dari pemerintah daerah di NTT, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Hal itu sangat disayangkan mengingat  Flobamora  memiliki potensi pantai dan laut yang indah untuk dikembangkan, namun masih dililit masalah sampah.

"Saya baru satu tahun di NTT, sebelumnya saya bertugas di Bali selama lima tahun. Tugas saya dukung pemerintah Bali untuk pengembangan wisata. Di NTT ini pantai dan laut lebih indah daripada Bali sehingga perlu diperhatikan soal masalah sampah," kata Ikram.
 
Disebutkannya, Indonesia masuk urutan kedua dari 10 besar  negara yang memiliki banyak sampah di laut. Urutan pertama adalah China atau Tiongkok. "Perlu revolusi mental untuk mengubah pola pikir masyarakat," katanya.

Ikram benar! Hari-hari ini jika kita mengunjungi obyek wisata pantai di NTT masih saja menemukan sampah yang dibuang sembarangan. Keberadaan sampah plastik  paling menonjol. Destinasi wisata unggulan di kawasan Taman Nasional Komodo seperti Pulau Padar, Pulau Rinca, Komodo dan sekitarnya pun tidak luput dari sampah berserakan akibat ulah manusia.

Orang tanpa beban membuang sampah plastik ke pantai dan  laut yang indah. Dalam benaknya mungkin berpikir simpel begini. Ah, cuma satu botol bekas air mineral saja yang saya buang ke laut hari ini. Jumlah itu tidak berpengaruh apa-apa. Bayangkan kalau setiap orang berpikir dan bersikap begitu.

Kalau seribu orang bertindak serupa  maka seribu botol bekas yang dibuang begitu saja. Tanpa disadari saban hari puluhan kilogram bahkan berton-ton sampah plastik yang masuk ke perairan NTT. Sementara siapa pun maklum bahwa sampah plastik merupakan racun yang akan merugikan manusia sendiri.

Pemerintah dan masyarakat NTT mestinya belajar dari kegalauan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara yang sejak beberapa tahun silam sudah dipusingkan dengan masalah sampah yang mengotori Taman Nasional Bunaken saban hari.

Keindahan pantai di Nusa Tenggara Timur sudah diakui banyak orang. Perairan kita pun kaya dengan hasil laut yang merupakan sumber pangan utama manusia. Namun, kesadaran soal sampah masih jauh dari harapan. Pemerintah daerah di NTT belum memiliki agenda lokal yang strategis dan bisa diterapkan guna  mengedukasi masyarakat agar giat menjauhkan pantai dan laut  dari sampah.

Sikap tidak peduli sampah itu harus kita akhiri segera agar perairan NTT tetap bersih dan produktif. Menurut pandangan kita, mengelola sampah itu tidak sulit jika ada kemauan dengan menerapkan metode yang tepat. *

Sumber: Pos Kupang 13 April 2017 hal 4
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes